Anda di halaman 1dari 66

Ny.

RI; 43th; 159cm; 79kg

Plan :

Terapi :

Klorfeniramin Maleat (CTM) tablet 4mg No. X 3 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Deksametason tablet 0,5mg No. X 3 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Hidrokortison krim 2.5% No. I penggunaan oles tipis pada area yang terkena alergi 3 kali sehari

Edukasi :

1. Pasien harus menghindari sumber alergi

2. Pasien rutin untuk konsumsi obat

3. Kontrol apabila tidak ada perubahan

Subjective :

Pasien datang dengan keluhan gatal sejak beberapa jam yang lalu. Sebelum gatal muncul, timbul
ruam ruam merah disekitar kedua tangan pasien. Pasien mengkonsumsi ikan bakar sebelum keluhan
muncul. Pasien memiliki riwayat alergi ketika makan makanan laut sejak remaja.

Objective

Keadaan Umum : Sedang

Kesadaran : Compos mentis

Tekanan Darah : 100/70 mmHg

Nadi : 80 bpm

Nafas : 18 bpm

Suhu : 36,8 °C

Pemeriksaan fisik : Dalam batas normal

Status Lokalis :

Pada kedua tangan pasien didapati ruam merah yang bergerombol, perabaan panas, nyeri (-)

Efflouresensi : Pada regio humerus dextra dan sinistra terdapat bercak eritem dengan ukuran
lentikular hingga numular, batas tidak tegas.
Ny. Y; 51th; 145cm; 54kg

Plan :

Terapi :

Ambroxol tablet 30mg No. X 3 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Deksametason tablet 0,5mg No. X 3 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Paracetamol tablet 500mg No. X 3 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Salbutamol tablet 2mg No. X 3 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Edukasi :

1. Pasien harus menghindari sumber alergi

2. Pasien rutin untuk konsumsi obat

3. Kontrol apabila tidak ada perubahan

Subjective :

Pasien datang dengan keluhan sesak nafas yang dirasakan sejak beberapa jam sebelum ke
puskesmas. Sebelum sesak nafas, pasien mengalami batuk yang berdahak sejak 3 hari yang lalu.
Pasien memiliki riwayat asma sejak 10 tahun yang lalu. Pasien memiliki riwayat alergi dengan debu
serta cuaca dingin. Bersin saat dipagi hari muncul apabila suhunya dingin.

Objective

Keadaan Umum : Sedang

Kesadaran : Compos mentis

Tekanan Darah : 120/80 mmHg

Nadi : 78 bpm

Nafas : 26 bpm

Suhu : 36,8 °C

Pemeriksaan fisik :

Mulut : Faring tidak hiperemis, T1 – T1

Jantung : Bunyi Jantung I – II regular, Murmur (-), Gallop (-)

Paru : Vesikular (+/+) Normal, Rhonki (+/+) halus, Wheezing (+/+)


Nn. DYP; 23th; 157cm; 70kg

Plan :

Terapi :

Betahistin Mesilat tablet 6mg No. X 1 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Ranitidine tablet 150mg No. X 2 kali sehari 1 tablet a.c 30 menit per oral

Vitamin B Komplek tablet No. X 2 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Edukasi :

1. Pasien diajarkan epley manouver apabila masih ada pusing berputar

2. Pasien rutin untuk konsumsi obat

3. Kontrol apabila tidak ada perubahan

Subjective :

Pasien datang dengan keluhan pusing sejak 2 hari yang lalu. Pusing dirasakan seperti berputar / naik
kendaraan. Pasien merasa mual ketika pusing berputar terasa. Ini merupakan pertama kali pasien
mengalami hal seperti ini. Tidak ada riwayat sakit hingga dirawat sebelumnya.

Objective

Keadaan Umum : Sedang

Kesadaran : Compos mentis

Tekanan Darah : 130/90 mmHg

Nadi : 81 bpm

Nafas : 20 bpm

Suhu : 36,4 °C

Pemeriksaan fisik :

Mata : Saat dilakukan Dix-Hallpike, didapati adanya nistagmus pada pasien

Jantung : Bunyi Jantung I-II regular, Murmur (-), Gallop (-)

Paru : Vesikular (+/+), Rhonki (-/-), Wheezing (-/-)


Tn.G; 35th; 168; 73kg

Plan :

Terapi :

Natrium Diklofenak tablet 25mg No. X 2 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Allupurinol tablet 100mg No. XV 1 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Vitamin B Komplek tablet No. X 1 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Edukasi :

1. Pasien harus menghindari makanan seperti kacang - kacangan, sayur hijau

2. Pasien rutin untuk konsumsi obat

3. Kontrol apabila tidak ada perubahan

Subjective :

Pasien datang dengan keluhan nyeri pada lutut hingga kaki sejak 2 hari yang lalu. Pasien sebelumnya
merasakan nyeri hanya pada kaki kanan, namun 1 hari kemudian nyeri dirasakan di kedua kaki.
Pasien memiliki riwayat asam urat yang tinggi. Pasien sangat sering mengkonsumsi kacang kacangan,
terutama ketika hari raya.

Objective :

Keadaan Umum : Sedang

Kesadaran : Compos mentis

Tekanan Darah : 110/70 mmHg

Nadi : 87 bpm

Nafas : 20 bpm

Suhu : 36,2°C

Pemeriksaan fisik :

Jantung : Bunyi Jantung I-II regular, Murmur (-), Gallop (-)

Paru : Vesikular (+/+), Rhonki (-/-), Wheezing (-/-)

Status Lokalis :

Genue Dextra : Perabaan panas, Krepitasi (+), Nyeri (+)

Genue Sinistra : Perabaan tidak panas, Krepitasi (-), Nyeri (+)

Laboratorium :

Asam Urat : 9,8 mg/dl


Tn. JPS; 37th; 169cm; 71kg

Plan :

Terapi :

Deksametason tab 0.5mg No. X, 3 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Edukasi :

1. Hindari pencetus yang membuat kulit memerah


2. Jangan digaruk area yang memerah
3. Rutin konsumsi obat hingga gejala menghilang
4. Kontrol kembali apabila tidak ada perubahan

Subjective :

Pasien datang dengan keluhan seluruh tubuh memerah sejak 1 hari yang lalu, sebelumnya 3 hari
yang lalu pasien mengalami keluhan kulit memerah di sekitar tangan kanan dan tangan kiri. Sebelum
kulit memerah, pasien mengkonsumsi telur hingga ± 10 butir. Pasien memiliki alergi dengan suhu
dingin.

Objective :

Keadaan Umum : Sedang

Kesadaran : Compos mentis

Tekanan Darah : 110/70 mmHg

Nadi : 86 bpm

Nafas : 21 bpm

Suhu : 36,4 °C

Pemeriksaan fisik :

Jantung : Bunyi Jantung I-II regular, Murmur (-), Gallop (-)

Paru : Vesikular (+/+), rhonki (-/-), wheezing (-/-)

Abdomen : Supel, Datar, BU normal, Perkusi sonor, Nyeri tekan epigastrium (-)

Status Lokalis :

Pada regio generalisata didapati bercak eritem, ukuran lentikular hingga numular, batas tidak tegas.
Ny. HA; 29th ;150cm; 40kg

Plan :

Terapi :

Paracetamol tablet 500mg No. X 3 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Vitamin B Kompleks tablet No. X 2 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Edukasi :

1. Perbanyak istirahat dan kurangi aktivitas berat


2. Kurangi mengkonsumsi makanan yang berminyak ataupun bersantan
3. Olahraga ringan teratur sekitar ± 15 menit setiap harinya
4. Rutin konsumsi obat sesuai anjuran dokter
5. Kontrol kembali apabila tidak ada perbaikan gejala

Subjective :

Pasien datang dengan keluhan nyeri pada dada tengah sejak 1 hari yang lalu. Nyeri muncul ketika
pasien beraktivitas. Nyeri dirasakan seperti menusuk – nusuk pasien. Nyeri dirasakan ± 5 menit dan
kemudian berkurang ketika pasien beristirahat. Anggota keluarga tidak ada yang memiliki riwayat
penyakit seperti pasien saat ini.

Objective :

Keadaan Umum : Sedang

Kesadaran : Compos mentis

Tekanan Darah : 110/70 mmHg

Nadi : 96 bpm

Nafas : 22 bpm

Suhu : 36,9 °C

Pemeriksaan fisik :

Jantung : Bunyi Jantung I-II regular, Murmur (-), Gallop (-)

Paru : Vesikular (+/+), rhonki (-/-), wheezing (-/-)

Abdomen : Supel, Datar, BU normal, Perkusi sonor, Nyeri tekan epigastrium (-)
Ny.DY; 34th; 161cm; 61kg

Plan :

Terapi :

Klorfeniramin Maleat (CTM) tablet 4mg No. X 3 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Vitamin B Kompleks tablet No. X 2 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Edukasi :

1. Hindari faktor pencetus gatal – gatal pada tubuh.


2. Jangan menggaruk dengan keras area gatal agar terhindar dari luka lecet
3. Rutin konsumsi obat sesuai anjuran dokter
4. Kontrol kembali apabila tidak ada perbaikan

Subjective :

Pasien datang dengan keluhan gatal pada area dagu sejak 2 hari yang lalu. Pasien merasakan gatal
semakin memberat apabila pasien tidak menggaruk pada area gatal tersebut. Ini merupakan keluhan
yang pertama kali dirasakan pasien. Tidak ada riwayat alergi pada pasien. Anggota keluarga pasien
tidak ada yang mengalami keluhan serupa. Pasien sebelumnya membersihkan rumahnya yang
banyak debu dan beberapa jam setelah itu pasien merasa gatal pada area dagunya.

Objective :

Keadaan Umum : Sedang

Kesadaran : Compos mentis

Tekanan Darah : 120/80 mmHg

Nadi : 80 bpm

Nafas : 22 bpm

Suhu : 36,9 °C

Pemeriksaan fisik :

Wajah : Pada area dagu, didapati adanya bruntus eritem ukuran lentikular, bergerombol, batas tidak
tegas

Jantung : Bunyi Jantung I-II regular, Murmur (-), Gallop (-)

Paru : Vesikular (+/+), rhonki (-/-), wheezing (-/-)

Abdomen : Supel, Datar, BU normal, Perkusi sonor, Nyeri tekan epigastrium (-)
Ny.S; 43th; 145cm; 54kg

Plan :

Terapi :

Paracetamol tablet 500mg No. X 3 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Vitamin B Kompleks tablet No. X 2 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Edukasi :

1. Hindari faktor yang memperberat sakit kepala


2. Perbanyak istirahat untuk meredakan nyeri kepala
3. Kurangi aktivitas berat yang mengganggu
4. Rutin konsumsi obat sesuai anjuran dokter
5. Kontrol kembali apabila tidak ada perbaikan

Subjective :

Pasien datang dengan keluhan sakit kepala sejak 2 hari yang lalu. Sebelum keluhan muncul, pasien
melakukan banyak kegiatan diluar yang menguras tenaganya. Sakit kepala dirasakan hampir disegala
sisi kepala pasien. Sakit kepala seperti tertimpa bebean yang berat. Pasien sebelumnya tidak pernah
mengalami hal seperti ini. Di anggota keluarga pasien tidak ada yang memiliki riwayat serupa.

Objective :

Keadaan Umum : Sedang

Kesadaran : Compos mentis

Tekanan Darah : 130/80 mmHg

Nadi : 94 bpm

Nafas : 20 bpm

Suhu : 37,1 °C

Pemeriksaan fisik :

Jantung : Bunyi Jantung I-II regular, Murmur (-), Gallop (-)

Paru : Vesikular (+/+), rhonki (-/-), wheezing (-/-)

Abdomen : Supel, Datar, BU normal, Perkusi sonor, Nyeri tekan epigastrium (-)
Tn.J; 27th; 165cm; 70kg

Plan :

Terapi :

Deksametason tab 0.5mg No. X, 3 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Klorfeniramin Maleat (CTM) tablet 4mg No. X 3 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Betamethasone salep 0.1% tube No. I, Di oles tipis pada area meradang 3 kali sehari

Edukasi :

1. Hindari untuk menggaruk area yang gatal


2. Jaga Hygiene tubuh agar tidak memperburuk keadaan area gatal
3. Rutin konsumsi obat sesuai anjuran dokter
4. Kontrol kembali apabila tidak ada perbaikan

Subjective :

Pasien datang dengan keluhan gatal pada area kaki sisi sebelah kiri sejak 3 minggu yang lalu. Gatal
awalnya hanya dirasakan sesaat dan ketika pasien menggaruk area gatal, terasa gatalnya berkurang.
Namun seminggu kemudian, pada area yang digaruk pasien terasa menebal dan menghitam. 1 hari
sebelum ke puskesmas, gatal dirasakan semakin memberat dan pasien langusng berobat ke
puskesmas. Ini merupakan keluhan yang pertama kali bagi pasien dan anggota keluarga pasien tidak
ada yang mengalami keluhan serupa.

Objective :

Keadaan Umum : Sedang Kesadaran : Compos mentis

Tekanan Darah : 110/80 mmHg

Nadi : 81 bpm

Nafas : 18 bpm

Suhu : 36,5 °C

Pemeriksaan fisik :

Jantung : Bunyi Jantung I-II regular, Murmur (-), Gallop (-)

Paru : Vesikular (+/+), rhonki (-/-), wheezing (-/-)

Abdomen : Supel, Datar, BU normal, Perkusi sonor, Nyeri tekan epigastrium (-)

Status Lokalis :

Pada regio pedis sinistra terdapat bercak hiperpigmentasi, ukuran numular hingga plakat, batas
tegas dan terdapat likenifikasi pada area bercak hiperpigmentasi.
Tn.K; 61thn; 162cm; 52kg

Plan :

Terapi :

Amoksisilin tablet 500mg No. XV, 3 kali sehari 1 tablet p.c per oral, wajib dihabiskan

Paracetamol tablet 500mg No. X, 3 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Vitamin B Kompleks No. X, 2 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Edukasi :

1. Jangan menekan area benjolan hingga mengeluarkan nanah sendirian tanpa indikasi dokter
2. Jaga kebersihan, terkhusus pada area benjolan
3. Rutin konsumsi obat sesuai anjuran dokter
4. Kontrol kembali apabila tidak ada perbaikan

Subjective :

Pasien datang dengan keluhan benjolan pada ketiak sisi sebelah kanan sejak 4 hari yang lalu.
Benjolan dirasakan nyeri apabila tersentuh oleh pasien. Terasa panas pada area benjolan. Pasien
pernah memencet benjolan tersebut dan keluar nanah dengan bau kurang sedap. Benjolan
berukuran ± 2x2cm dikelilingi oleh kulit yang memerah. Badan pasien juga terasa sedikit panas.
Pasien belum pernah mengalami keluhan ini sebelumnya. Anggota keluarga pasien tidak ada yang
mengeluhkan keluhan serupa.

Objective :

Keadaan Umum : Sedang Kesadaran : Compos mentis

Tekanan Darah : 110/80 mmHg

Nadi : 81 bpm Nafas : 18 bpm Suhu : 37,5 °C

Pemeriksaan fisik :

Jantung : Bunyi Jantung I-II regular, Murmur (-), Gallop (-)

Paru : Vesikular (+/+), rhonki (-/-), wheezing (-/-)

Abdomen : Supel, Datar, BU normal, Perkusi sonor, Nyeri tekan epigastrium (-)

Status Lokalis :

Pada regio plica axillaris dextra didapati adanya benjolan, perabaan panas, immobile, saat dipalpasi
keluar pus bercampur darah dan bau tak sedap.
Ny.AL; 66th; 150cm; 60kg

Plan :

Terapi :

Paracetamol tablet 500mg No. X, 3 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Deksametason tablet 0.5mg No. X, 2 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Cetirizine tablet 10mg No. X, 1 kali sehari 1 tablet p.c per oral malam hari

Edukasi :

1. Jaga Hygiene Tubuh


2. Hindari pemakaian pakaian ketat
3. Hindari penggunaan pakaian yang gampang menyerap keringat
4. Mandi menggunakan sabun yang berpelembab
5. Rutin Konsumsi obat sesuai anjuran dokter
6. Kontrol kembali apabila tidak ada perubahan

Subjective :

Pasien datang dengan keluhan gatal pada area disekitar selangkangan sejak 3 hari yang lalu. Selain
gatal, terkadang pasien merasa nyeri pada area gatal tersebut. Pasien merasa dengan menggaruk
area gatal, gatalnya berkurang. Pasien sering mengenakan Leggings. Pasien tidak memiliki riwayat
alergi ataupun keluhan serupa sebelumnya. Anggota keluarga tidak ada yang mengalami hal serupa
dengan pasien.

Objective :

Keadaan Umum : Sedang Kesadaran : Compos mentis

Tekanan Darah : 120/70 mmHg

Nadi : 78 bpm Nafas : 20 bpm Suhu : 36,7 °C

Pemeriksaan fisik :

Jantung : Bunyi Jantung I-II regular, Murmur (-), Gallop (-)

Paru : Vesikular (+/+), rhonki (-/-), wheezing (-/-)

Abdomen : Supel, Datar, BU normal, Perkusi sonor, Nyeri tekan epigastrium (-)

Status Lokalis :

Pada regio cruris dextra dan sinistra didapati adanya bercak eritema dengan ukuran numular hingga
lentikular, batas tidak tegas, tidak ada lesi satelit maupun skuama pada kulit pasien.
Tn.A; 73th; 156cm; 61kg

Plan :

Terapi :

Zink tablet 20mg No. X, 1 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Oralit sachet No. III, 1 kali sehari 1 sachet dilarutkan di air 200ml p.c per oral

Antasida DOEN tablet 10 mg No. X, 2 kali sehari 1 tablet a.c 30 menit per oral

Edukasi :

1. Perbanyak konsumsi Air mineral


2. Perbanyak konsumsi makanan berserat seperti beras merah atau roti gandum
3. Rutin konsumsi obat sesuai anjuran dokter
4. Kontrol kembali apabila keluhan tidak ada perubahan

Subjective :

Pasien datang dengan keluhan mencret yang dialami ± 5 kali sejak 2 hari yang lalu. Pasien merasakan
perutnya semakin melilit setiap kali mencret berlangsung. Mencret keluar hanya air dengan sedikit
ampas, tanpa darah ataupun lendir. Mencret tercium bau asam dan kurang sedap. Pasien
sebelumnya banyak mengkonsumsi makanan yang pedas dikarenakan ada acara pada saat itu.
Pasien jarang makan saat mencret dan terasa semakin lemas.

Objection :

Keadaan Umum : Sedang

Kesadaran : Compos mentis

Tekanan Darah : 130/80 mmHg

Nadi : 80 bpm

Nafas : 20 bpm

Suhu : 37,1 °C

Pemeriksaan fisik :

Jantung : Bunyi Jantung I-II regular, Murmur (-), Gallop (-)

Paru : Vesikular (+/+), rhonki (-/-), wheezing (-/-)

Abdomen : Supel, Kembung, BU Meningkat, Perkusi Hipersonor, Nyeri tekan epigastrium (+)
Tn.Z; 62th; 160cm; 42kg

Plan :

Terapi :

Metronidazole tablet 500 mg No. XV, 3 kali sehari 1 tablet p.c per oral, wajib dihabiskan

Amoksisilin tablet 500mg No. XV, 3 kali sehari 1 tablet p.c per oral, wajib dihabiskan

Asam Mefenamat tablet 500mg No. X, 3 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Edukasi :

1. Jaga kebersihan tubuh, terkhusus pada area kaki kanan yang terinfeksi
2. Jangan sampai kaki kanan terluka
3. Konsumsi obat sesuai anjuran dokter
4. Kontrol kembali 5 hari setelah pemeriksaan di Puskesmas untuk tindak lanjut

Subjective :

Pasien datang dengan keluhan kaki kanan memerah sejak 1 minggu yang lalu. Kaki terasa sangat
nyeri saat pasien menggerakkan kakinya. Terasa panas pada kaki kanannya. Sebelumnya pasien
mengenakan sepatu yang sempit dan saat itu sepatu pasien sempat terkena genangan banjir. Pasien
tidak mengganti sepatunya pada saat itu. Beberapa hari kemudian kaki kanan pasien terasa
memerah dan membengkak hingga 1/3 kaki bawah memerah.

Objective :

Keadaan Umum : Sedang

Kesadaran : Compos mentis

Tekanan Darah : 120/80 mmHg

Nadi : 76 bpm

Nafas : 20 bpm

Suhu : 37,0 °C

Pemeriksaan fisik :

Jantung : Bunyi Jantung I-II regular, Murmur (-), Gallop (-)

Paru : Vesikular (+/+), rhonki (-/-), wheezing (-/-)

Abdomen : Supel, Datar, BU normal, Perkusi sonor, Nyeri tekan epigastrium (-)

Status lokalis :

Pada regio 1/3 distal pedis dextra didapati eritema dengan batas tegas, perabaan panas dan nyeri,
pus (-), serta digiti IV pedis dextra sudah mulai menghitam dan susah digerakkan.
Ny.AH; 73th; 153cm; 56kg

Plan :

Terapi :

Micardis tablet 40 mg No. XXX, 1 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Omeprazole tablet 20 mg No. X, 2 kali sehari 1 tablet a.c 30 menit per oral

Antasida syrup suspensi No. I, 2 kali 1 cth a.c 30 menit per oral

Edukasi :

1. Olahraga ringan ± 15 menit setiap harinya


2. Konsumsi obat sesuai dengan anjuran dokter
3. Rutin kontrol setiap bulannya

Subjective :

Pasien datang dengan keluhan jantung terasa berdebar – debar sejak 2 hari yang lalu. Tidak ada
keluhan nyeri pada dada. Terkadang pasien merasa mual dan kembung. Pasien merupakan
penderita HHD yang telah diperiksa oleh dokter spesialis jantung. Pasien dianjurkan PRB di
Puskesmas Air Tawar.

Objective :

Keadaan Umum : Sedang

Kesadaran : Compos mentis

Tekanan Darah : 120/80 mmHg

Nadi : 84 bpm

Nafas : 20 bpm

Suhu : 36,4 °C

Pemeriksaan fisik :

Jantung : Bunyi Jantung I-II regular, Murmur (-), Gallop (-)

Paru : Vesikular (+/+), rhonki (-/-), wheezing (-/-)

Abdomen : Supel, Kembung, BU normal, Perkusi sonor, Nyeri tekan epigastrium (+)
Tn.FJ; 62th; 166cm; 60kg

Plan :

Terapi :

Carbogliserin tetes telinga 10% 10mL bottle No I, 3 gtt 2 kali pada telinga kanan

Edukasi :

1. Jangan menggunakan cotton bud pada telinga yang susah mendengar


2. Hindari masuknya air atau benda asing ke dalam telinga
3. Jangan berenang ketika keluhan pendengaran masih dialami
4. Gunakan obat sesuai indikasi dokter
5. Kontrol kembali ketika obat tetes telinga habis

Subjective :

Pasien datang dengan keluhan pendengaran pada telinga sisi sebelah kiri berkurang sejak 1 minggu
yang lalu. Pasien harus diteriaki agar bisa mendengar ucapan orang lain. Tidak ada keluar cairan dari
telinga kanan ataupun kiri. Pasien tidak mengeluhkan nyeri pada telinga kanannya. Telinga kiri tidak
mengalami keluhan serupa. Pasien memiliki kebiasaan mencongkel telinganya ketika keluhan kurang
pendengarannya berlangsung. Sebelumnya pasien pernah mengalami keluhan serupa dan sembuh
ketika berobat ke dokter. Anggota keluarga tidak ada yang mengeluhkan keluhan serupa.

Objective :

Keadaan Umum : Sedang

Kesadaran : Compos mentis

Tekanan Darah : 120/80 mmHg

Nadi : 84 bpm

Nafas : 20 bpm

Suhu : 36,4 °C

Pemeriksaan fisik :

Telinga Kanan : Liang telinga sempit, tidak meradang, terdapat serumen yang berwarna hitam dan
kering, cairan (-)

Telinga Kiri : Liang telinga lapang, tidak meradang, tidak ada serumen, cairan (-)

Jantung : Bunyi Jantung I-II regular, Murmur (-), Gallop (-)

Paru : Vesikular (+/+), rhonki (-/-), wheezing (-/-)

Abdomen : Supel, Datar, BU normal, Perkusi sonor, Nyeri tekan epigastrium (-)
Tn.AN; 82th; 160cm; 56kg

Plan :

Terapi :

Amlodipin tablet 5 mg No. XV, 1 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Edukasi :

1. Olahraga ringan ± 15 menit setiap harinya


2. Hindari konsumsi makanan yang digoreng dan asin
3. Perbanyak konsumsi air putih minimal 3 Liter
4. Rutin konsumsi obat sesuai anjuran dokter
5. Kontrol kembali ketika obat habis

Subjective :

Pasien datang dengan keluhan pusing sejak 1 hari yang lalu. Pasien merasa pusing semakin
memberat ketika pasien melakukan aktivitas dan berkurang ketika pasien istirahat. Pasien memiliki
riwayat sakit darah tinggi sejak usia 50 tahun. Pasien tidak rutin mengkonsumsi obat darah tinggi
dan suka mengkonsumsi makanan yang digoreng. Ayah pasien memiliki riwayat darah tinggi.

Objective :

Keadaan Umum : Sedang

Kesadaran : Compos mentis

Tekanan Darah : 160/80 mmHg

Nadi : 76 bpm

Nafas : 18 bpm

Suhu : 36,1 °C

Pemeriksaan fisik :

Jantung : Bunyi Jantung I-II regular, Murmur (-), Gallop (-)

Paru : Vesikular (+/+), rhonki (-/-), wheezing (-/-)

Abdomen : Supel, Datar, BU normal, Perkusi sonor, Nyeri tekan epigastrium (-)
Ny.Z; 68th; 160cm; 56kg

Plan :

Terapi :

Ciprofloxacin tablet 500mg No. XV, 3 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Paracetamol tablet 500mg No. X, 3 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Klorfeniramin Maleat (CTM) tablet 4mg No. X 3 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Ambroxol tablet 30mg No. X 3 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Edukasi :

1. Konsumsi makanan yang lunak dan gampang dicerna


2. Jaga Hygiene tubuh, terkhususnya area mulut
3. Rutin konsumsi obat sesuai anjuran dokter
4. Kontrol kembali apabila tidak ada perbaikan

Subjective :

Pasien datang dengan keluhan demam sejak 1 minggu yang lalu. Demam dirasakan naik turun setiap
harinya. Badan terasa lebih panas ketika malam hari dan panas mulai berkurang ketika pagi hari.
Selain demam, pasien juga mengalami batuk berdahak serta pilek. Batuk keluar dahak warna putih
kehijauan. Lidah pasien juga tampak kotor ketika dilihat oleh keluarganya. Sebelum demam terjadi,
pasien saat itu makan di warung makan tepi jalan. Anggota keluarga pasien tidak ada yang
mengalami keluhan serupa.

Objective :

Keadaan Umum : Sedang

Kesadaran : Compos mentis

Tekanan Darah : 120/70 mmHg

Nadi : 76 bpm

Nafas : 20 bpm

Suhu : 38,4 °C

Pemeriksaan fisik :

Mulut : Lidah kotor, Faring hiperemis, T2- T2

Jantung : Bunyi Jantung I-II regular, Murmur (-), Gallop (-)

Paru : Vesikular (+/+), rhonki (-/-), wheezing (-/-)

Abdomen : Supel, Datar, BU normal, Perkusi sonor, Nyeri tekan epigastrium (-)
Ny.J; 65th; 155cm; 55kg

Plan :

Terapi :

Paracetamol tablet 500mg No. X, 3 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Klorfeniramin Maleat (CTM) tablet 4mg No. X 3 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Ambroxol tablet 30mg No. X 3 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Edukasi :

1. Perbanyak konsumsi sayur dan buah


2. Perbanyak konsumsi air mineral
3. Istirahat cukup
4. Rutin konsumsi obat sesuai anjuran dokter
5. Kontrol kembali apabila tidak ada perubahan

Subjective :

Pasien datang dengan keluhan demam sejak 3 hari yang lalu. Demam dirasakan terus menerus dari
pagi hingga malam. Selain demam, pasien juga mengalami batuk berdahak warna putih kental dan
pilek dengan ingus yang berwarna putih kental. Anggota keluarga pasien tidak ada yang mengalami
keluhan serupa.

Objective :

Keadaan Umum : Sedang

Kesadaran : Compos mentis

Tekanan Darah : 110/80 mmHg

Nadi : 72 bpm

Nafas : 21 bpm

Suhu : 37,8 °C

Pemeriksaan fisik :

Mulut : Faring hiperemis, T2- T2, Detritus tidak ada, kripta tidak melebar

Jantung : Bunyi Jantung I-II regular, Murmur (-), Gallop (-)

Paru : Vesikular (+/+), rhonki (-/-), wheezing (-/-)

Abdomen : Supel, Datar, BU normal, Perkusi sonor, Nyeri tekan epigastrium (-)
Ny.DS; 74th; 150cm; 50kg

Plan :

Terapi :

Amlodipin tablet 10mg No. X, 1 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Captopril tablet 12,5mg No. XX, 2 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Vitamin B Kompleks tablet No. X, 2 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Edukasi :

1. Hindari aktivitas berat


2. Perbanyak konsumsi air mineral
3. Istirahat secukupnya
4. Hindari konsumsi makanan asin serta penggunaan garam berlebihan
5. Rutin konsumsi obat sesuai anjuran dokter
6. Kontrol kembali ketika obat habis

Subjective :

Pasien datang dengan keluhan pusing sejak 2 hari yang lalu. Pusing dirasakan hampir di seluruh
bagian kepala. Pusing memberat ketika pasien beraktivitas. Sebelumnya pasien memiliki riwayat
darah tinggi 25 tahun yang lalu. Pasien rutin konsumsi obat darah tingginya hingga 2 tahun yang lalu
tekanan darahnya stabil tanpa pengkonsumsian obat. Pasien beberapa hari yang lalu mengkonsumsi
ikan asin dalam jumlah yang cukup banyak. Anggota tubuh pasien tidak mengalami kelainan.

Objective :

Keadaan Umum : Sedang

Kesadaran : Compos mentis

Tekanan Darah : 200/120 mmHg

Nadi : 98 bpm

Nafas : 20 bpm

Suhu : 36,1 °C

Pemeriksaan fisik :

Jantung : Bunyi Jantung I-II regular, Murmur (-), Gallop (-)

Paru : Vesikular (+/+), rhonki (-/-), wheezing (-/-)

Abdomen : Supel, Datar, BU normal, Perkusi sonor, Nyeri tekan epigastrium (-)
Tn.S; 66th; 160cm; 87kg

Plan :

Terapi :

Betamethasone Salep 0,1% Tube No. I, Oles tipis pada area yang meradang 3 kali sehari

Dexamethasone tablet 0,5mg No. X, 2 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Paracetamol tablet 500mg No. X, 3 kali sehari p.c per oral

Edukasi :

1. Jaga area yang meradang jangan sampai kotor


2. Jaga Hygiene tubuh
3. Konsumsi buah dan sayur ditingkatkan
4. Rutin konsumsi obat sesuai anjuran dokter
5. Kontrol kembali apabila tidak ada perubahan

Subjective :

Pasien datang dengan keluhan nyeri pada area bekas operasi Soft Tissue Tumour sejak 3 hari yang
lalu. Nyeri dirasakan semakin memberat bila pasien beraktivitas. Pada area bekas operasi pasien
didapati adanya pembengkakan. Pasien dioperasi 3 bulan yang lalu. Pada pembengkakan, teraba
panas saat pasien sentuh dan tidak ada nanah ataupun darah dari bengkak tersebut.

Objective :

Keadaan Umum : Sedang

Kesadaran : Compos mentis

Tekanan Darah : 120/80 mmHg

Nadi : 80 bpm

Nafas : 20 bpm

Suhu : 37,1 °C

Pemeriksaan fisik :

Jantung : Bunyi Jantung I-II regular, Murmur (-), Gallop (-)

Paru : Vesikular (+/+), rhonki (-/-), wheezing (-/-)

Abdomen : Supel, Datar, BU normal, Perkusi sonor, Nyeri tekan epigastrium (-)

Status Lokalis : Pada regio cruris dextra terdapat benjolan, perabaan panas, nyeri saat ditekan,
immobile, ukuran 1x1cm, tidak ada pus ataupun darah.
Ny.SN; 61th; 158cm; 68kg

Plan :

Terapi :

Metformin tablet 500mg No. XX, 2 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Glibenklamid tablet 5 mg No. X, 1 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Vitamin B Kompleks tablet No. X, 2 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Edukasi :

1. Jaga pola makan, hindari makanan yang kandungan gulanya tinggi


2. Perbanyak knosumsi air mineral
3. Rutin konsumsi obat sesuai anjuran dokter
4. Kontrol kembali apabila ada keluhan

Subjective :

Pasien datang dengan keluhan badan terasa keram keram pada kedua tangannya sejak 1 minggu
yang lalu. Keram terasa semakin memberat ketika pasien bangun tidur. Pasien merupakan penderita
Diabetes Melitus sejak 10 tahun yang lalu. Pasien rutin mengkonsumsi obat dari dokter dan rutin
kontrol. Pasien merasa semakin sering kencing ketika malam hari dan pasien kurang banyak
konsumsi air mineral saat malam hari. Ayah pasien merupakan penderita DM dan meninggal karena
komplikasi dari DM.

Objective :

Keadaan Umum : Sedang

Kesadaran : Compos mentis

Tekanan Darah : 200/120 mmHg

Nadi : 98 bpm

Nafas : 20 bpm

Suhu : 36,1 °C

Pemeriksaan fisik :

Jantung : Bunyi Jantung I-II regular, Murmur (-), Gallop (-)

Paru : Vesikular (+/+), rhonki (-/-), wheezing (-/-)

Abdomen : Supel, Datar, BU normal, Perkusi sonor, Nyeri tekan epigastrium (-)

Laboratorium : GDP : 216 mg/dl


Tn.A; 73th; 156cm; 57kg

Plan :

Terapi :

Asam Mefenamat tablet 500mg No. X, 2 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Vitamin B Kompleks tablet No. X, 2 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Edukasi :

1. Hindari aktivitas berat seperti mengangkat barang berat


2. Mengajari cara membungkuk yang baik dan benar agar tidak memperparah nyeri pinggang
3. Rutin konsumsi obat sesuai anjuran dokter
4. Kontrol kembali apabila tidak ada perbaikan

Subjective :

Pasien datang dengan keluhan nyeri pada pinggang belakang sejak 5 hari yang lalu. Pasien
merasakan nyeri semakin memberat ketika pasien membungkuk. Nyeri sudah dirasakan sejak 1
tahun yang lalu, hanya saja baru terasa semakin sakit sejak 5 hari terakhir. Nyeri berkurang ketika
pasien berbaring. Pasien merupakan seorang buruh angkut barang. Anggota keluarga pasien tidak
ada yang mengeluhkan keluhan serupa.

Objective :

Keadaan Umum : Sedang

Kesadaran : Compos mentis

Tekanan Darah : 120/80 mmHg

Nadi : 85 bpm

Nafas : 18 bpm

Suhu : 36,4 °C

Pemeriksaan fisik :

Jantung : Bunyi Jantung I-II regular, Murmur (-), Gallop (-)

Paru : Vesikular (+/+), rhonki (-/-), wheezing (-/-)

Abdomen : Supel, Datar, BU normal, Perkusi sonor, Nyeri tekan epigastrium (-)

A : Low Back Pain


Ny.N; 68th; 156cm; 66kg

Plan :

Terapi :

Cetirizine tablet 10mg No. X, 1 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Bedak salisil talc No I, Penggunaan pada kulit yang gatal

Edukasi :

1. Hindari menggaruk area yang memerah di kulit


2. Mengganti pakaian apabila basah dan berkeringat
3. Penggunaan sabun berpelembab saat mandi
4. Rutin mengkonsumis obat sesuai anjuran dokter
5. Kontrol kembali apabila tidak ada perbaikan

Subjective :

Pasien datang dengan keluhan bintil bintil merah di sekujur badannya sejak 4 hari yang lalu. Badan
pasien juga merasa gatal pada area bintil bintil tersebut. Tidak terasa nyeri pada area tersebut. Gatal
semakin terasa ketika pasien berkeringat. Pasien belum pernah mengalami keluhan seperti ini
sebelumnya. Anggota keluarga pasien tidak ada yang mengeluhkan keluhan serupa.

Objective :

Keadaan Umum : Sedang

Kesadaran : Compos mentis

Tekanan Darah : 120/70 mmHg

Nadi : 81 bpm

Nafas : 21 bpm

Suhu : 36,6 °C

Pemeriksaan fisik :

Jantung : Bunyi Jantung I-II regular, Murmur (-), Gallop (-)

Paru : Vesikular (+/+), rhonki (-/-), wheezing (-/-)

Abdomen : Supel, Datar, BU normal, Perkusi sonor, Nyeri tekan epigastrium (-)

Status Lokalis : Pada regio trunkus terdapat bercak eritem dengan ukulan lentikular, multiple, batas
tegas, tidak disertai skuama.

A : Miliaria
Ny.N; 77th; 154cm; 38kg

Plan :

Terapi :

Ibuprofen tablet 200mg No. X, 2 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Dexamethasone tablet 0,5mg No. X, 2 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Vitamin B Kompleks tablet No. X, 2 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Edukasi :

1. Hindari area nyeri dari benturan


2. Kompres dengan air hangat pada area yang nyeri
3. Rutin konsumsi obat sesuai anjuran dokter
4. Kontrol kembali apabila tidak ada perbaikan

Subjective :

Pasien datang dengan keluhan nyeri pada dada sejak 1 hari yang lalu. Nyeri semakin memberat
apabila pasien menarik nafas dalam. Sebelumnya dada pasien terbentur dengan benda tumpul.
Nyeri dirasakan hanya pada area terbentur dan tidak menjalar ke bagian lain. Pasien sebelumnya
belum pernah mengalami hal tersebut. Anggota keluarga tidak ada yang mengalami keluhan serupa.

Objective :

Keadaan Umum : Sedang

Kesadaran : Compos mentis

Tekanan Darah : 120/70 mmHg

Nadi : 81 bpm

Nafas : 21 bpm

Suhu : 36,6 °C

Pemeriksaan fisik :

Jantung : Bunyi Jantung I-II regular, Murmur (-), Gallop (-)

Paru : Vesikular (+/+), rhonki (-/-), wheezing (-/-)

Abdomen : Supel, Datar, BU normal, Perkusi sonor, Nyeri tekan epigastrium (-)

Status Lokalis : Pada regio trunkus terdapat bercak eritem dengan ukulan plakat, perabaan panas,
tidak ada krepitasi, tidak ada darah ataupun pus.
Tn.BA; 73th; 170cm; 61kg

Plan :

Terapi :

Allupurionel tablet 100mg No. XV, 1 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Paracetamol tablet 500mg No. X, 3 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Vitamin B Kompleks tablet No. X, 2 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Edukasi :

1. Hindari konsumsi Kacang – kacangan dan jeroan


2. Olahraga ringan ± 15 menit setiap harinya
3. Konsumsi obat sesuai anjuran dokter
4. Kontrol kembali apabila tidak ada perubahan

Subjective :

Pasien datang dengan keluhan nyeri pada persendian jari tangan sejak 3 hari yang lalu. Jari – jari
tangan pasien terasa kaku setiap pagi hari dan membaik ketika siang harinya. Pasien merasakan
adanya benjolan kecil di bagian persendian ibu jari tangan kanannya sejak 1 minggu yang lalu. Pasien
sebelumnya belum pernah mengalami keluhan seperti ini. Anggota keluarga pasien tidak ada yang
mengalami keluhan serupa.

Objective :

Keadaan Umum : Sedang

Kesadaran : Compos mentis

Tekanan Darah : 130/80 mmHg

Nadi : 88 bpm

Nafas : 18 bpm

Suhu : 36,9 °C

Pemeriksaan fisik :

Jantung : Bunyi Jantung I-II regular, Murmur (-), Gallop (-)

Paru : Vesikular (+/+), rhonki (-/-), wheezing (-/-)

Abdomen : Supel, Datar, BU normal, Perkusi sonor, Nyeri tekan epigastrium (-)

Status Lokalis : Pada regio digiti I manus dextra terdapat adanya benjolan kecil ukuran 3x4mm, tidak
panas, tidak merah, tidak ada darah atupun pus.

Laboratorium : Asam Urat : 10,2 mg/dl


An.ARA; 11th; 23kg; 136cm

Plan :

Terapi :

Paracetamol tablet 500mg No. V 3 kali sehari ½ tablet p.c per oral

Zink tablet 20mg No. X, 1 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Oralit sachet No. III, 1 kali sehari 1 sachet dilarutkan di air 200ml p.c per oral

Edukasi :

1. Perbanyak konsumsi Air mineral


2. Perbanyak konsumsi makanan berserat seperti beras merah atau roti gandum
3. Rutin konsumsi obat sesuai anjuran dokter
4. Kontrol kembali apabila keluhan tidak ada perubahan

Subjective :

Pasien datang dengan keluhan perut terasa sakit sejak 2 hari yang lalu. Perut dirasakan seperti
melilit. Pasien juga mengeluhkan mencret yang dialami lebih dari 5 kali dalam 1 hari sejak 2 hari yang
lalu. Mencret konsistensi air lebih banyak dibandingkan ampas, darah tidak ada, lendir tidak ada.
Mencret berbau asam. Pasien merasa lemas dan tak bertenaga. Pasien sebelumnya memakan
jajanan yang dijual di pinggir jalan. Anggota keluarga pasien tidak ada yang mengeluhkan keluhan
serupa.

Objective :

Keadaan Umum : Sedang

Kesadaran : Compos mentis

Nadi : 130 bpm

Nafas : 24 bpm

Suhu : 37,2 °C

Pemeriksaan fisik :

Jantung : Bunyi Jantung I-II regular, Murmur (-), Gallop (-)

Paru : Vesikular (+/+), rhonki (-/-), wheezing (-/-)

Abdomen : Supel, Kembung, BU Meningkat, Perkusi Hipersonor, Nyeri tekan epigastrium (-)
An.AF; 14thn; 157cm; 41kg

Plan :

Terapi :

Amoksisilin tablet 500mg No. XV, 3 kali sehari 1 tablet p.c per oral, selama 5 hari wajib dihabiskan

Paracetamol tablet 500mg No. X 3 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Ambroxol tablet 30mg No. X 3 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Edukasi :

1. Jangan menekan area benjolan hingga mengeluarkan nanah sendirian tanpa indikasi dokter
2. Jaga kebersihan, terkhusus pada area benjolan
3. Rutin konsumsi obat sesuai anjuran dokter
4. Kontrol kembali apabila tidak ada perbaikan

Subjective :

Pasien datang dengan keluhan benjolan pada belakang telinga kanan sejak 1 bulan yang lalu.
Benjolan dirasakan nyeri saat dipegang. Pendengaran telinga sisi sebelah kanan pasien agak
terganggu dikarenakan nyeri saat disentuh. Nyeri berkurang apabila pasien beristirahat dan
memberat apabila tersentuh oleh pasien. Sebelumnya benjolan hanya kecil seperti bintil, namun
semakin lama terasa membesar. Pasien tidak ada riwayat keluar cairan dari telinganya. Pasien baru
pertama kali mengalami keluhan seperti ini. Anggota keluarga pasien tidak ada yang mengalami
keluhan serupa dengan pasien.

Objective :

Keadaan Umum : Sedang

Kesadaran : Compos mentis

Nadi : 133 bpm

Nafas : 22 bpm

Suhu : 37,0 °C

Pemeriksaan fisik :

Auricula Dextra : Ada benjolan ukuran 5mm X 5mm, immobile, Nyeri tragus (+), Darah (-), Pus (-)

Auricula Sinistra : Tidak ada benjolan, Nyeri tragus (-), Darah (-), Pus (-)

Jantung : Bunyi Jantung I-II regular, Murmur (-), Gallop (-)

Paru : Vesikular (+/+), rhonki (-/-), wheezing (-/-)

Abdomen : Supel, Datar, BU Normal, Perkusi sonor, Nyeri tekan epigastrium (-)
An.AFS; 9thn; 102cm; 32kg

Plan :

Terapi :

Amoksisilin tablet 500mg No. XV, 3 kali sehari 1 tablet p.c per oral, selama 5 hari wajib dihabiskan

Paracetamol tablet 500mg No. X 3 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Ambroxol tablet 30mg No. X 3 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Klorfeniramin Maleat (CTM) tablet 4mg No. X 3 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Edukasi :

1. Pasien harus banyak konsumsi air mineral


2. Jangan mengkonsumsi makanan pabrik / cepat saji / jajanan
3. Konsumsi obat sesuai dengan anjuran dokter
4. Kontrol kembali apabila tidak terdapat perbaikan

Subjective :

Pasien datang dengan keluhan tenggorokan sakit sejak 5 hari yang lalu. Pasien merasa susah untuk
bernafas dengan baik. Tenggorokan terasa gatal. Selain itu, pasien juga mengalami demam, batuk
berdahak berwana hijau kental serta pilek dengan ingus berwarna hijau kental. Pasien susah
menelan makanan yang padat. Pada saat pasien tidur, selalu terdengar dengkuran oleh orang
tuanya. Pasien memiliki kebiasaan mengkonsumsi cokelat serta es krim. Pasien baru pertama kali
mengalami keluhan seperti ini dan anggota keluarga pasien tidak ada yang mengalami keluhan
serupa.

Objective :

Keadaan Umum : Sedang

Kesadaran : Compos mentis

Nadi : 128 bpm

Nafas : 21 bpm

Suhu : 37,5 °C

Pemeriksaan fisik :

Mulut : Faring Hiperemis, T3 – T3, Kripta tidak melebar, Detritus tidak ada, lidah tidak kotor,
terdapat beberapa gigi yang berlubang dan mulai menghitam pada dasarnya.

Jantung : Bunyi Jantung I-II regular, Murmur (-), Gallop (-)

Paru : Vesikular (+/+), rhonki (-/-), wheezing (-/-)

Abdomen : Supel, Datar, BU Normal, Perkusi sonor, Nyeri tekan epigastrium (-)
An.AIP; 4thn; 94cm; 12kg

Plan :

Terapi :

Klorfeniramin Maleat (CTM) tablet 4mg No. VI 3 kali sehari ½ tablet p.c per oral

Gentamycin Salep Tube No. I, oles tipis pada area krusta yang sudah dibersihkan, 3 kali sehari

Amoxicilin Syrup 125ml No. I, 3 kali 1 sendok teh p.c per oral wajib dihabiskan

Edukasi :

1. Jangan menggaruk area yang gatal


2. Jaga kebersihan tubuh, terkhusus pada area yang ber-krusta
3. Membersihkan krusta yang mengering menggunakan air hangat dan mengeringkannya
kemudian
4. Rutin konsumsi obat sesuai anjuran dokter
5. Kontrol kembali apabila tidak terdapat perbaikan

Subjective :

Pasien datang dengan keluhan gatal pada area dagu sejak 2 hari yang lalu. Pada area dagu, terdapat
luka yang sudah mengering berwarna kuning madu. Pasien merasa gatal pada area dagu. Selain di
area dagu, pasien juga merasa gatal di sekitar pipi dan telinga. Pasien memiliki kebiasaan bermain di
luar rumah dan jarang mencuci tangannya ketika sehabis bermain di luar. Pasien belum pernah
mengeluhkan seperti ini. Anggota keluarga pasien tidak ada yang mengeluhkan keluhan serupa.

Objective :

Keadaan Umum : Sedang

Kesadaran : Compos mentis

Nadi : 134 bpm

Nafas : 26 bpm

Suhu : 36.4 °C

Pemeriksaan fisik :

Wajah : Pada area dagu didapati adanya krusta mengeras berwarna kuning madu kecoklatan dengan
ukuran plakat, batas tidak tegas, darah (-), pus (-)

Jantung : Bunyi Jantung I-II regular, Murmur (-), Gallop (-)

Paru : Vesikular (+/+), rhonki (-/-), wheezing (-/-)

Abdomen : Supel, Datar, BU Normal, Perkusi sonor, Nyeri tekan epigastrium (-)
An.RS; 10thn; 135cm; 32kg

Plan :

Terapi :

Paracetamol tablet 500mg No. X 2 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Ambroxol tablet 30mg No. X 2 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Klorfeniramin Maleat (CTM) tablet 4mg No. X 2 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Salbutamol tablet 2mg No. X 1 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Edukasi :

1. Pasien harus menghindari sumber alergi


2. Pasien rutin untuk konsumsi obat
3. Kontrol apabila tidak ada perubahan

Subjective :

Pasien datang dengan keluhan demam sejak 3 hari yang lalu. Selain demam, pasien juga
mengeluhkan batuk berdahak warna putih kental dan pilek dengan ingus putih kental. Pasien juga
merasa kadang terasa sesak ketika menarik nafas. Pasien memiliki alergi dengan cuaca dingin serta
debu. Ketika pagi hari di cuaca dingi, pasien sering bersin – bersin. Ibu pasien memiliki riwayat asma.

Objective :

Keadaan Umum : Sedang

Kesadaran : Compos mentis

Nadi : 124 bpm

Nafas : 28 bpm

Suhu : 36.9 °C

Pemeriksaan fisik :

Mulut : Faring tidak hiperemis, T1 – T1, Kripta tidak melebar, Detritus tidak ada, lidah tidak kotor

Hidung : Konka inferior kedua hidung lapang, dinding nasal hiperemis, ingus (+)

Jantung : Bunyi Jantung I-II regular, Murmur (-), Gallop (-)

Paru : Vesikular (+/+), rhonki (+/+) halus, wheezing (+/+)

Abdomen : Supel, Datar, BU Normal, Perkusi sonor, Nyeri tekan epigastrium (-)
An.FR; 8th; 127cm; 25kg

Plan :

Terapi :

Carbogliserin tetes telinga 10% 10mL bottle No I, 3 gtt 2 kali pada telinga kanan

Edukasi :

1. Jangan menggunakan cotton bud pada telinga yang susah mendengar


2. Hindari masuknya air atau benda asing ke dalam telinga
3. Jangan berenang ketika keluhan pendengaran masih dialami
4. Gunakan obat sesuai indikasi dokter
5. Kontrol kembali ketika obat tetes telinga habis

Subjective :

Pasien datang dengan keluhan pendengaran pada telinga sisi sebelah kanan berkurang sejak 1
minggu yang lalu. Pasien harus diteriaki agar bisa mendengar ucapan orang lain. Tidak ada keluar
cairan dari telinga kanan ataupun kiri. Pasien tidak mengeluhkan nyeri pada telinga kanannya.
Telinga kiri tidak mengalami keluhan serupa. Pasien memiliki kebiasaan mencongkel telinganya
ketika keluhan kurang pendengarannya berlangsung. Pasien belum pernah mengalami keluhan
seperti ini sebelumnya. Anggota keluarga tidak ada yang mengeluhkan keluhan serupa.

Objective :

Keadaan Umum : Sedang

Kesadaran : Compos mentis

Nadi : 123 bpm

Nafas : 22 bpm

Suhu : 36,1 °C

Pemeriksaan fisik :

Telinga Kanan : Liang telinga sempit, tidak meradang, terdapat serumen yang berwarna hitam dan
kering, cairan (-)

Telinga Kiri : Liang telinga lapang, tidak meradang, tidak ada serumen, cairan (-)

Jantung : Bunyi Jantung I-II regular, Murmur (-), Gallop (-)

Paru : Vesikular (+/+), rhonki (-/-), wheezing (-/-)

Abdomen : Supel, Datar, BU normal, Perkusi sonor, Nyeri tekan epigastrium (-)
An.NSH; 10thn; 125cm; 21kg

Plan :

Terapi :

Betamethasone salep 0,1% Tube No. I, oles tipis pada area meradang 3 kali sehari

Gentamycin salep Tube No. I, Oles tipis pada area luka 3 kali sehari

Klorfeniramin Maleat (CTM) tablet 4mg No. VI 3 kali sehari ½ tablet p.c per oral

Edukasi :

1. Jangan menggaruk area yang gatal


2. Jaga kebersihan tubuh, terkhusus pada area yang luka dan meradang
3. Rutin konsumsi obat sesuai anjuran dokter
4. Kontrol kembali apabila tidak terdapat perbaikan

Subjective :

Pasien datang dengan keluhan gatal pada area kaki kiri sejak 6 hari yang lalu. Pada kaki kiri terdapat
luka yang bercampur nanah mengering dan keropeng. Pasien suka bermain di area yang bertanah
dan jarang membersihkan tubuhnya ketika setelah bermain. Pasien baru pertama kali mengalami hal
seperti ini. Anggota keluarga pasien tidak ada yang mengeluhkan keluhan serupa.

Objective :

Keadaan Umum : Sedang

Kesadaran : Compos mentis

Nadi : 129 bpm

Nafas : 18 bpm

Suhu : 36.2 °C

Pemeriksaan fisik :

Jantung : Bunyi Jantung I-II regular, Murmur (-), Gallop (-)

Paru : Vesikular (+/+), rhonki (-/-), wheezing (-/-)

Abdomen : Supel, Datar, BU Normal, Perkusi sonor, Nyeri tekan epigastrium (-)

Status Lokalis : Pada kaki kiri didapati adanya luka yang mengering dengan ukuran plakat, batas tidak
tegas, tidak disertai skuama halus.
An. BK, 10th; 138cm; 31kg

Plan :

Terapi :

Acyclovir salep 5% Tube No. I, oles tipis pada area bintil 3 kali sehari

Acyclovir tablet 400mg No. XXI 3 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Cetirizine tablet 10mg No. VII 1 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Edukasi :

1. Jangan menggaruk area yang gatal


2. Jaga kebersihan tubuh, terkhusus pada area yang luka dan berbintil
3. Rutin konsumsi obat sesuai anjuran dokter
4. Kontrol kembali apabila tidak terdapat perbaikan

Subjective :

Pasien datang dengan keluhan timbul bintil bintil berair pada area dada, wajah, kepala dan tangan
sejak 3 hari yang lalu. Awalnya pasien demam 4 hari yang lalu, kemudian besoknya muncul bintil
bintil berair pada area dada pasien, yang kemudian menjalar ke wajah, kepala hingga tangannya.
Pasien baru pertama kali mengalami hal seperti ini. Anggota keluarga pasien tidak ada yang
mengeluhkan keluhan serupa.

Objective :

Keadaan Umum : Sedang

Kesadaran : Compos mentis

Nadi : 112 bpm

Nafas : 20 bpm

Suhu : 37.2 °C

Pemeriksaan fisik :

Jantung : Bunyi Jantung I-II regular, Murmur (-), Gallop (-)

Paru : Vesikular (+/+), rhonki (-/-), wheezing (-/-)

Abdomen : Supel, Datar, BU Normal, Perkusi sonor, Nyeri tekan epigastrium (-)

Status Lokalis : Pada area dada, kedua tangan, wajah dan kepala terdapat bintil bintil, dasar seperti
warna kulit, ini bintil cairan jernih, dan terdapat beberapa bintil yang sudah pecah dengan dasar
eritem, ukuran lentikular hingga numular.
An.AA, 11th; 136cm; 32kg

Plan :

Terapi :

Salep 2-4 Tube No. III, oles tipis pada area leher kebawah hingga sela sela jari kaki selama 8 jam
didiamkan malam hari saat tidur dalam keadaan tidak berbusana

Cetirizine tablet 10mg No. VII 1 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Edukasi :

1. Jangan menggaruk area yang gatal


2. Jaga kebersihan tubuh, terkhusus pada area yang luka
3. Mencuci seluruh pakaian penderita dengan air panas mendidih
4. Menjemur segala macam perabotan yang dipakai pasien di bawah terik matahari panas
5. Rutin konsumsi obat sesuai anjuran dokter
6. Kontrol kembali apabila tidak terdapat perbaikan

Subjective :

Pasien datang dengan keluhan gatal pada area sela sela tangan dan selangkangan sejak 2 hari yang
lalu. Pasien sering mengeluhkan gatal yang tak tertahankan ketika malam hari. Sebelum keluhan
muncul, pasien beberapa hari yang lalu bermain ke rumah sahabatnya yang baru pulang dari
pesantren. Gatal tidak berkurang meski pasien menggaruknya. Teman pasien saat itu juga
mengeluhkan keluhan serupa dengan pasien saat ini. Anggota keluarga pasien tidak ada yang
mengeluhkan keluhan serupa.

Objective :

Keadaan Umum : Sedang

Kesadaran : Compos mentis

Nadi : 108 bpm

Nafas : 19 bpm

Suhu : 36.8 °C

Pemeriksaan fisik :

Jantung : Bunyi Jantung I-II regular, Murmur (-), Gallop (-)

Paru : Vesikular (+/+), rhonki (-/-), wheezing (-/-)

Abdomen : Supel, Datar, BU Normal, Perkusi sonor, Nyeri tekan epigastrium (-)

Status Lokalis : Pada area sela sela jari tangan dan selangkangan pasien terdapat luka dengan dasar
eritem, pustul dengan dasar sewarna kulit serta terdapat kanalikuli pada area sela sela kedua tangan
pasien.
An.DM; 3th; 82cm; 11kg

Plan :

Terapi :

Paracetamol syrup 120 ml / 5mg No. I 3 kali sehari 1 cth p.c per oral

(1) Dexamethasone tablet 0,5 mg tablet No I


(2) Klorfeniramin Maleat (CTM) tablet 4mg No. I
(3) Vitamin C tablet No. IV
mf dtd pulv No X, 2 kali sehari 1 pulv p.c per oral

Edukasi :

1. Jangan menggaruk area yang gatal


2. Jaga kebersihan tubuh, terkhusus pada area yang meradang
3. Hindari pemakaian popok yang tidak menyerap air seni dengan baik
4. Rutin konsumsi obat sesuai anjuran dokter
5. Kontrol kembali apabila tidak terdapat perbaikan

Subjective :

Pasien datang dengan keluhan gatal pada area selangkangan sejak 1 hari yang lalu. Pasien sering
menangis ketika popoknya terlalu basah. Pada area selangkangan pasien terdapat bercak bercak
merah yang menyebar dengan bentuk tidak beraturan. Pasien beberapa hari ini menggunakan
popok yang berbeda dengan biasanya, dikarenakan stik yang biasanya habis. Ini merupakan keluhan
yang pertama kali pada pasien.

Objective :

Keadaan Umum : Sedang

Kesadaran : Compos mentis

Nadi : 121 bpm

Nafas : 24 bpm

Suhu : 37.3 °C

Pemeriksaan fisik :

Jantung : Bunyi Jantung I-II regular, Murmur (-), Gallop (-)

Paru : Vesikular (+/+), rhonki (-/-), wheezing (-/-)

Abdomen : Supel, Datar, BU Normal, Perkusi sonor, Nyeri tekan epigastrium (-)

Status Lokalis : Pada area selangkangan pasien terdapat bercak bercak dengan dasar eritem, tepi nya
tidak beraturan, ukuran lentikular hingga numular dengan batas tidak tegas
An. RH, 13th; 150cm; 42kg

Plan :

Terapi :

Amoksisilin tablet 500mg No. XV, 3 kali sehari 1 tablet p.c per oral, selama 5 hari wajib dihabiskan

Paracetamol tablet 500mg No. X 3 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Dexamethasone tablet 0,5mg No. X 2 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Edukasi :

1. Jangan berenang ataupun mengorek telinga dengan cotton bud


2. Jaga area telinga yang meradang jangan sampai kemasukan air atau benda asing
3. Rutin konsumsi obat sesuai anjuran dokter
4. Kontrol kembali apabila tidak terdapat perbaikan

Subjective :

Pasien datang dengan keluhan nyeri pada telinga sisi sebelah kanan sejak 4 hari yang lalu. Awalnya
nyeri hanya terasa beberapa detik saja, namun selang hari berganti nyeri dirasakan hingga lebih dari
beberapa menit. Tidak ada riwayat sakit telinga hingga mengeluarkan cairan. Seminggu yang lalu,
pasien berenang bersama teman temannya di laut. Pasien belum pernah mengalami keluhan seperti
ini sebelumnya.

Objective :

Keadaan Umum : Sedang

Kesadaran : Compos mentis

Nadi : 104 bpm

Nafas : 22 bpm

Suhu : 36.8 °C

Pemeriksaan fisik :

Auricula Dextra : Nyeri tekan (+), Liang telinga sempit, eritem, reflex cahaya (+)

Auricula Sinistra : Nyeri tekan (-), Liang telinga lapang, dasar sewarna kulit, reflex cahaya (+)

Jantung : Bunyi Jantung I-II regular, Murmur (-), Gallop (-)

Paru : Vesikular (+/+), rhonki (-/-), wheezing (-/-)

Abdomen : Supel, Datar, BU Normal, Perkusi sonor, Nyeri tekan epigastrium (-)
Ny.TH; 43th; 157cm; 68kg (Psoriasis)

Plan :

Terapi :

- Hydrocortisone cream 2,5% No. I, 2 kali sehari ,dioleskan di lesi saja, setelah mandi
- Klorfeniramin Maleat (CTM) tablet 4mg No. X, 3 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Edukasi:

1. Penggunaan Sabun Bayi serta Lotion agar Kulit Tidak Kering.


2. Jangan Menggaruk Lesi agar tidak Membuat Lesi baru.
3. Perbanyak Konsuumsi Sayur serta Buah – buahan.
4. Hindari Stress agar tidak memicu munculnya Lesi Baru.

Subjective :

Pasien datang dengan keluhan gatal - gatal pada kedua siku, terdapat luka yang berbentuk seperti
lapisan lilin berwarna putih. Awalnya luka pada pasien berwarna merah lalu semakin di garuk
warnanya menjadi putih dan bertambah gatal. Pasien mengeluhkan hal ini sejak 7 hari yang lalu.
Pasien sudah minum obat untuk meredakan gatal tapi tidak membaik. Tidak didapati adanya riwayat
alergi.

Objective :

Keadaan Umum : Sedang

Kesadaran : Compos mentis

Nadi : 89 bpm

Nafas : 20 bpm

Suhu : 36.8 °C

Tekanan Darah : 110 / 70 mmHg

Status Dermatologis :

Pada regio kedua siku didapati adanya skuama putih berlapis dan mengeras, bilateral dengan ukuran
numular hingga plakat. Tes Auspitz (+),
Tn.BS; 34th; 162cm; 74kg (Dermathophytosis, HT essensial)

Plan :

Terapi :

- Amlodipin tablet 10mg No. XV, 1 kali sehari 1 tablet p.c per oral
- Cetirizine tablet 10mg No. X, 1 kali sehari 1 tablet p.c per oral malam hari
- Ketokonazole cream No 1, 1 kali sehari dioleskan pada malam hari di area lesi
- Vitamin B Komplek tablet No. X, 1 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Edukasi :

1. Menjaga berat badan agar menjadi ideal.


2. Berolahraga secara rutin minimal 30 menit dalam sehari dengan intensitas olahraga ringan.
3. Kurangi pengkonsumsian makanan yang tinggi akan kandungan garam.
4. Tingkatkan konsumsi makan yang kaya akan serat serta rendah akan lemak.

Subjective :

Pasien datang dengan keluhan pusing sejak 4 hari yang lalu. Kemudian pada mata seperti berkunang
kunang. Tidak didapati adanya mual dan muntah. Tidak ada keluhan pusing berputar. Tidak ada
demam. Pasien mengeluhkan gatal di area lipatan paha sejak 2 hari yang lalu. Tidak ada keluhan
pada BAB dan BAK. Riwayat hipertensi didapati pada pasien, tekanan darah tertinggi 180 dan pasien
tidak rutin kontrol.

Objective :

Keadaan Umum : Sedang

Kesadaran : Compos mentis

Nadi : 93 bpm

Nafas : 22 bpm

Suhu : 36.3 °C

Tekanan Darah : 160 / 90 mmHg

Status Dermatologis :

Pada regio lipatan paha terdapat plak eritematosa dengan skuama halus, batas tegas dengan tepian
polisiklik disertai dengan central healing.
Tn.RP; 36th; 162cm; 59kg (Konjungtivitis)

Plan :

Terapi :

- Kloramfenicol salep mata No I, 3 kali sehari, dioleskan pada mata kanan

- Klorfeniramin Maleat (CTM) tablet 4mg No. X, 3 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Edukasi :

1. Bersihkan Kotoran Mata Dengan Kapas dan Air Bersih, Cuci Tangan Terlebih Dahulu.
2. Jangan Sering Mengucek Mata.

Subjective :

Pasien datang dengan keluhan mata gatal sejak lebih kurang 2 hari ini, mata merah dan kotoran
mata ditemukan pada mata kanan. kotoran mata banyak, terutama pada pagi hari, pasien susah
membuka mata saat pagi hari. penglihatan kabur tidak ada. Riwayat penyakit hipertensi, dan DM
disangkal. Riwayat alergi obat dan konsumsi obat disangkal.

Objective :

Keadaan Umum : Sedang

Kesadaran : Compos mentis

Nadi : 81 bpm

Nafas : 21 bpm

Suhu : 36.7 °C

Tekanan Darah : 110 / 80 mmHg

Status lokalis : Pada Oculus Dextra, Hiperemis ada; sekret ada, kental; nyeri pada mata tidak ada;
fotofobia ada
Ny.A; 27th; 159cm; 61kg (Vasomotor and allergic rhinitis)

Plan :

Terapi :

- Cetirizine tablet 10mg No. X, 1 kali sehari 1 tablet p.c per oral malam hari
- Paracetamol tablet 500mg No. X 3 kali sehari 1 tablet p.c per oral
- Vitamin B Komplek tablet No. X, 1 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Edukasi :

1. Penggunaan Masker agar tidak menularkan penyakit kepada orang lalin.


2. Perbanyak konsumsi sayur dan buah.
3. Konsumsi obat dari Puskesmas secara teratur.
4. Istirahat cukup.

Subjective :

Pasien datang dengan keluhan pilek dirasakan sejak 3 hari yang lalu. Pilek dirasakan hilang timbul.
Pilek dan bersin-bersin muncul saat cuaca dingin terutama pagi hari. Hidung terasa tersumbat
namun tersumbatnya berganti tepat setiap harinya, awalnya sisi kanan, besoknya sisi kiri, dan begitu
seterusnya. Badan terasa meriang dan pegal-pegal. Nafsu makan menurun. BAB dan BAK normal.
Pasien pernah menderita keluhan yang sama sejak 2 bulan yang lalu. Riwayat asma dan alergi obat
disangkal. Tidak ada anggota keluarga yang menderita keluhan yang sama.

Objective :

Keadaan Umum : Sedang

Kesadaran : Compos mentis

Nadi : 94 bpm

Nafas : 20 bpm

Suhu : 38.2 °C

Tekanan Darah : 100 / 70 mmHg

Status generalisata :

Kepala : Pada Konka nasalis terdapat dinding konka livid di sisi sebelah kanan, sisi kiri tidak ada
kelainan. Sekret berwarna keputihan pada konka kanan, konka kiri tidak ada.

Leher : dalam batas normal

Thorak : dalam batas normal

Abdomen: dalam batas normal

Ekstremitas : Akral hangat, CRT < 3 detik


Tn.G; 67th; 166cm; 71kg (Other functional intestinal disorders)

Plan :

Terapi :

- Dulcolax tablet No. VI, 2 kali sehari 1 tablet p.c per oral
- Vitamin B Komplek tablet No. X, 1 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Edukasi :

1. Perbanyak minum air putih dalam sehari.


2. Perbanyak mengkonsumsi makanan yang tinggi serat seperti buah dan sayur.

Subjective :

Pasien datang dengan keluhan susah BAB. Perut terasa kembung, terakhir BAB 4 hari yang lalu dan
konsistensi fesesnya agak keras sehingga perlu mengedan kuat, tidak berdarah. Tidak ada mual
muntah. Pasien sebelumnya pernah seperti ini, namun sembuh sendiri. Anggota keluarga tidak ada
yang mengeluhkan keluhan serupa dengan pasien.

Objective :

Keadaan Umum : Sedang

Kesadaran : Compos mentis

Nadi : 101 bpm

Nafas : 18 bpm

Suhu : 36.6 °C

Pemeriksaan fisik :

Jantung : Bunyi Jantung I-II regular, Murmur (-), Gallop (-)

Paru : Vesikular (+/+), rhonki (-/-), wheezing (-/-)

Abdomen : Supel, Datar, BU Normal, Perkusi sonor, Nyeri tekan epigastrium (-)

A/ konstipasi
Ny. T; 32th; 172cm; 64kg (Candidiasis)

Plan :

Terapi :

- Ketokonazole cream No I, 1 kali sehari dioleskan pada malam hari di area lesi
- Klorfeniramin Maleat (CTM) tablet 4mg No. X 3 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Edukasi :

1. Hindari aktivitas berat yang memicu berkeringat.


2. Mandi minimal 2 kali sehari untuk menjaga kebersihan tubuh.
3. Selalu mengganti pakaian apabila pakaian telah basah.
4. Rutin menggunakan obat yang diberikan dokter.

Subjective :

Pasien datang dengan keluhan gatal pada lipatan bawah payudara sejak 4 hari yang lalu. Gatal
dirasakan semakin bertambah saat berkeringat. Terdapat bintik- bintik berwarna kemerahan serta
berair. Pasien memiliki riwayat DM dan rutin kontrol untuk DM nya. Pasien memiliki kebiasaan
berkeringat serta jarang mengganti pakaiannya apabila berkeringat.

Objective :

Keadaan Umum : Sedang

Kesadaran : Compos mentis

Nadi : 91 bpm

Nafas : 20 bpm

Suhu : 36.7 °C

Tekanan Darah : 130 / 70 mmHg

Status Dermatologis :

Pada regio lipatan payudara terdapat plak eritematosa dengan skuama halus, batas tegas dengan
tepian polisiklik disertai dengan central healing.
Tn. BR; 47 th; 168 cm; 74 kg (Gout)

Plan :

Terapi :

Natrium Diklofenak tablet 25mg No. X 2 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Allupurinol tablet 100mg No. XV 1 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Ranitidine tablet 150mg No. X 2 kali sehari 1 tablet a.c 30 menit per oral

Vitamin B Komplek tablet No. X 1 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Edukasi :

1. Pasien harus menghindari makanan seperti kacang - kacangan, sayur hijau

2. Pasien rutin untuk konsumsi obat

3. Kontrol apabila tidak ada perubahan

Subjective :

Pasien datang dengan keluhan nyeri pada lutut hingga kaki sejak 4 hari yang lalu. Pasien sebelumnya
merasakan nyeri hanya pada kaki kanan, namun 1 hari kemudian nyeri dirasakan di kedua kaki.
Pasien memiliki riwayat asam urat yang tinggi. Pasien sangat sering mengkonsumsi kacang kacangan
serta sayur bayam.

Objective :

Keadaan Umum : Sedang

Kesadaran : Compos mentis

Tekanan Darah : 100/80 mmHg

Nadi : 97 bpm

Nafas : 21 bpm

Suhu : 36,9°C

Pemeriksaan fisik :

Jantung : Bunyi Jantung I-II regular, Murmur (-), Gallop (-)

Paru : Vesikular (+/+), Rhonki (-/-), Wheezing (-/-)

Status Lokalis :

Genue Dextra : Perabaan panas, Krepitasi (+), Nyeri (+)

Genue Sinistra : Perabaan tidak panas, Krepitasi (-), Nyeri (+)

Laboratorium :

Asam Urat : 8,9 mg/dl


An.TWP; 3thn; 91cm; 12kg (impetigo)

Plan :

Terapi :

Paracetamol syrup 120 ml / 5mg No. I 3 kali sehari 1 cth p.c per oral

Gentamycin Salep Tube No. I, oles tipis pada area krusta yang sudah dibersihkan, 3 kali sehari

Amoxicilin Syrup 125ml No. I, 3 kali 1 sendok teh p.c per oral wajib dihabiskan

Edukasi :

1. Jangan menggaruk area yang gatal


2. Jaga kebersihan tubuh, terkhusus pada area yang ber-krusta
3. Membersihkan krusta yang mengering menggunakan air hangat dan mengeringkannya
kemudian
4. Rutin konsumsi obat sesuai anjuran dokter
5. Kontrol kembali apabila tidak terdapat perbaikan

Subjective :

Pasien datang dengan keluhan gatal pada area dagu sejak 1 hari yang lalu. Pada area dagu, terdapat
luka yang sudah mengering berwarna kuning madu. Pasien merasa gatal pada area dagu. Selain di
area dagu, pasien juga merasa gatal di sekitar pipi dan telinga. Pasien memiliki kebiasaan bermain di
luar rumah dan jarang mencuci tangannya ketika sehabis bermain di luar. Pasien belum pernah
mengeluhkan seperti ini. Anggota keluarga pasien tidak ada yang mengeluhkan keluhan serupa.

Objective :

Keadaan Umum : Sedang

Kesadaran : Compos mentis

Nadi : 124 bpm

Nafas : 28 bpm

Suhu : 37.6 °C

Pemeriksaan fisik :

Wajah : Pada area dagu didapati adanya krusta mengeras berwarna kuning madu kecoklatan dengan
ukuran plakat, batas tidak tegas, darah (-), pus (-)

Jantung : Bunyi Jantung I-II regular, Murmur (-), Gallop (-)

Paru : Vesikular (+/+), rhonki (-/-), wheezing (-/-)

Abdomen : Supel, Datar, BU Normal, Perkusi sonor, Nyeri tekan epigastrium (-)
Tn. PT; 36 th; 171 cm; 75 kg (Lichen Simpleks)

Plan :

Terapi :

Deksametason tab 0.5mg No. VI, 2 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Klorfeniramin Maleat (CTM) tablet 4mg No. X, 3 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Betamethasone salep 0.1% tube No. I, Di oles tipis pada area meradang 3 kali sehari

Edukasi :

1. Hindari untuk menggaruk area yang gatal


2. Jaga Hygiene tubuh agar tidak memperburuk keadaan area gatal
3. Rutin konsumsi obat sesuai anjuran dokter
4. Kontrol kembali apabila tidak ada perbaikan

Subjective :

Pasien datang dengan keluhan gatal pada area kaki sisi sebelah kiri sejak 1 bulan yang lalu. Gatal
awalnya hanya dirasakan sesaat dan ketika pasien menggaruk area gatal, terasa gatalnya berkurang.
Namun seminggu kemudian, pada area yang digaruk pasien terasa menebal dan menghitam. 1 hari
sebelum ke puskesmas, gatal dirasakan semakin memberat dan pasien langusng berobat ke
puskesmas. Ini merupakan keluhan yang pertama kali bagi pasien dan anggota keluarga pasien tidak
ada yang mengalami keluhan serupa.

Objective :

Keadaan Umum : Sedang Kesadaran : Compos mentis

Tekanan Darah : 120/70 mmHg

Nadi : 83 bpm

Nafas : 16 bpm

Suhu : 36,2 °C

Pemeriksaan fisik :

Jantung : Bunyi Jantung I-II regular, Murmur (-), Gallop (-)

Paru : Vesikular (+/+), rhonki (-/-), wheezing (-/-)

Abdomen : Supel, Datar, BU normal, Perkusi sonor, Nyeri tekan epigastrium (-)

Status Lokalis :

Pada regio pedis sinistra terdapat bercak hiperpigmentasi, ukuran numular hingga plakat, batas
tegas dan terdapat likenifikasi pada area bercak hiperpigmentasi.
An.TA, 10th; 126cm; 31kg (Skabies)

Plan :

Terapi :

Salep 2-4 Tube No. III, oles tipis pada area leher kebawah hingga sela sela jari kaki selama 8 jam
didiamkan malam hari saat tidur dalam keadaan tidak berbusana

Cetirizine tablet 10mg No. VII 1 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Edukasi :

1. Jangan menggaruk area yang gatal


2. Jaga kebersihan tubuh, terkhusus pada area yang luka
3. Mencuci seluruh pakaian penderita dengan air panas mendidih
4. Menjemur segala macam perabotan yang dipakai pasien di bawah terik matahari panas
5. Rutin konsumsi obat sesuai anjuran dokter
6. Kontrol kembali apabila tidak terdapat perbaikan

Subjective :

Pasien datang dengan keluhan gatal pada area sela sela tangan dan selangkangan sejak 4 hari yang
lalu. Pasien sering mengeluhkan gatal yang tak tertahankan ketika malam hari. Pasien merupakan
anak pesantren yang lagi liburan ke rumahnya. Sebelum keluhan muncul, teman sekamar pasien
yang merupakan anak pesantren juga mengeluhkan keluhan serupa. Teman pasien tidak ada
berpobat selama keluhan tersebut ada dan menularkan ke pasien. Anggota keluarga pasien tidak ada
yang mengeluhkan keluhan serupa.

Objective :

Keadaan Umum : Sedang

Kesadaran : Compos mentis

Nadi : 112 bpm

Nafas : 20 bpm

Suhu : 36.9 °C

Pemeriksaan fisik :

Jantung : Bunyi Jantung I-II regular, Murmur (-), Gallop (-)

Paru : Vesikular (+/+), rhonki (-/-), wheezing (-/-)

Abdomen : Supel, Datar, BU Normal, Perkusi sonor, Nyeri tekan epigastrium (-)

Status Lokalis : Pada area sela sela jari tangan dan selangkangan pasien terdapat luka dengan dasar
eritem, pustul dengan dasar sewarna kulit serta terdapat kanalikuli pada area sela sela kedua tangan
pasien.
Ny. M; 62 th; 156 cm; 60 kg (disorder of lipoprotein)

Plan :

Terapi :

Simvastatin tablet 10 mg No. XV 1 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Ibuprofen tablet 200mg No. X, 2 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Edukasi :

1. Pasien harus minum obat teratur .


2. Kurangi konsumsi makan-makanan berlemak.
3. Istirahat cukup.
4. Olahraga rutin minimal 15 menit setiap harinya.
5. Kontrol ulang kolesterol 3 bulan kemudian setelah pengobatan.

Subjective :

Pasien datang dengan keluhan pada bagian leher terasa berat sejak 1 minggu ini. Leher terasa berat
disertai dengan sakit kepala. Badan terasa pegal-pegal, terutama ketika pasien setelah makan
makanan yang berminyak. Demam (-). Mual/muntah (-). Nafsu makan biasa. BAB dan BAK normal.
Pasien belum pernah menderita keluhan yang sama sebelumnya. Tidak ada anggota keluarga
menderita keluhan yang sama

Objective :

Keadaan Umum : Sedang

Kesadaran : Compos mentis

Nadi : 89 bpm

Nafas : 24 bpm

Suhu : 36.7 °C

Pemeriksaan fisik :

Jantung : Bunyi Jantung I-II regular, Murmur (-), Gallop (-)

Paru : Vesikular (+/+), rhonki (-/-), wheezing (-/-)

Abdomen : Supel, Datar, BU Normal, Perkusi sonor, Nyeri tekan epigastrium (-)

Pemeriksaan Labor :

- Kolesterol total = 272 mg/dl


Tn. GP; 63 th; 162 cm; 61 kg (other headache)

Plan :

Terapi :

Betahistin Mesilat tablet 6mg No. X 1 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Ranitidine tablet 150mg No. X 2 kali sehari 1 tablet a.c 30 menit per oral

Vitamin B Komplek tablet No. X 2 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Edukasi :

1. Pasien diajarkan epley manouver apabila masih ada pusing berputar

2. Pasien rutin untuk konsumsi obat

3. Kontrol apabila tidak ada perubahan

Subjective :

Pasien datang dengan keluhan pusing sejak 2 hari yang lalu. Pusing dirasakan seperti berputar / naik
kendaraan. Pasien merasa mual ketika pusing berputar terasa. Ini merupakan pertama kali pasien
mengalami hal seperti ini. Tidak ada riwayat sakit hingga dirawat sebelumnya.

Objective

Keadaan Umum : Sedang

Kesadaran : Compos mentis

Tekanan Darah : 130/80 mmHg

Nadi : 81 bpm

Nafas : 20 bpm

Suhu : 36,4 °C

Pemeriksaan fisik :

Mata : Saat dilakukan Dix-Hallpike, didapati adanya nistagmus pada pasien

Jantung : Bunyi Jantung I-II regular, Murmur (-), Gallop (-)

Paru : Vesikular (+/+), Rhonki (-/-), Wheezing (-/-)

Dx : BPPV
Ny. TR; 28th; 159cm; 61kg (Urtikaria)

Plan :

Terapi :

Klorfeniramin Maleat (CTM) tablet 4mg No. X 3 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Vitamin B Komplek tablet No. X 2 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Edukasi :

1. Pasien harus menghindari sumber gatal, seperti stress

2. Pasien rutin untuk konsumsi obat

3. Kontrol apabila tidak ada perubahan

Subjective :

Pasien datang dengan keluhan gatal pada area dada sejak 2 hari sebelum ke puskesmas. Sebelum
gatal muncul, timbul ruam ruam merah disekitar dada hingga ke bagian atas perut. Pasien
mengkonsumsi telur sebelum keluhan muncul. Pasien tidak memiliki riwayat alergi makanan
sebelumnya.

Objective :

Keadaan Umum : Sedang

Kesadaran : Compos mentis

Tekanan Darah : 100/70 mmHg

Nadi : 81 bpm

Nafas : 20 bpm

Suhu : 36,8 °C

Pemeriksaan Fisik :

Jantung : Bunyi Jantung I-II regular, Murmur (-), Gallop (-)

Paru : Vesikular (+/+), rhonki (-/-), wheezing (-/-)

Abdomen : Supel, Datar, BU Normal, Perkusi sonor, Nyeri tekan epigastrium (-)

Status Lokalis :

Pada kedua tangan pasien didapati ruam merah yang bergerombol, perabaan panas, nyeri (-)

Efflouresensi : Pada regio thorakal terdapat bercak eritem dengan ukuran lentikular hingga numular,
batas tidak tegas.
Tn. DR; 32 th; 169 cm; 72 kg (Herpes Zooster)

Plan :

Terapi :

Acyclovir salep 5% Tube No. I, oles tipis pada area bintil 3 kali sehari

Acyclovir tablet 800mg No. XXXV 5 kali sehari 1 setiap 4 jam per tablet p.c per oral

Cetirizine tablet 10mg No. VII 1 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Paracetamol tablet 500mg No. X 3 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Edukasi :

1. Jangan menggaruk area yang gatal


2. Jaga kebersihan tubuh, terkhusus pada area yang luka dan berbintil
3. Rutin konsumsi obat sesuai anjuran dokter
4. Kontrol kembali apabila tidak terdapat perbaikan

Subjective :

Pasien datang dengan keluhan timbul bintik merah dan gelembung berair disertai nyeri sejak 2 hari
yang lalu di ketiak kiri. Kulit kemerahan, nyeri dan rasa panas di area tersebut, terutama ketika
bersentuhan dengan pakaian. Pasien susah tidur, badan pegal pegal. Pada saat pasien berusia 15
tahun yang lalu, pasien pernah menderita cacar air.

Objective :

Keadaan Umum : Sedang

Kesadaran : Compos mentis

Nadi : 112 bpm

Nafas : 20 bpm

Suhu : 37.2 °C

Pemeriksaan fisik :

Jantung : Bunyi Jantung I-II regular, Murmur (-), Gallop (-)

Paru : Vesikular (+/+), rhonki (-/-), wheezing (-/-)

Abdomen : Supel, Datar, BU Normal, Perkusi sonor, Nyeri tekan epigastrium (-)

Status Lokalis : Pada area axillaris sinistra terdapat bintil bintil, dasar seperti warna kulit, bintil berisi
cairan jernih dengan dasar eritem, ukuran lentikular hingga numular dan bergerombol seperti
gambaran anggur (herpetiformis).
Ny. D; 70 th; 150 cm; 45 kg (Acute bronkitis + HT)

Plan :

Terapi :

Amlodipin tablet 5 mg No. XV, 1 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Paracetamol tablet 500mg No. X 3 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Ambroxol tablet 30mg No. X 3 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Amoksisilin tablet 500mg No. XV, 3 kali sehari 1 tablet p.c per oral, wajib dihabiskan

Edukasi :

1. Olahraga ringan ± 15 menit setiap harinya


2. Hindari konsumsi makanan yang digoreng dan asin
3. Perbanyak konsumsi air putih minimal 3 Liter
4. Rutin konsumsi obat sesuai anjuran dokter, antibiotik wajib dihabiskan
5. Kontrol kembali ketika obat habis

Subjective :

Pasien datang dengan keluhan pusing sejak 3 hari yang lalu. Pasien mata berkunang kunang dan
susah tidur. Pusing berputar, Demam tidak ada. Pundak terasa berat sejak 3 hari ini. Mual muntah
tidak ada. Pasien sebelumnya beli obat di warung dan tidak kunjung sembuh. Pasien mengeluhkan
batuk berdahak sejak 1 minggu ini dan dahak berwarna kuning belum ada meminum obat batuk,
pasien sering terkena asap kompor. BAB dan BAK normal. Terdapat riwayat HT pada pasien dan rutin
kontrol.

Objective :

Keadaan Umum : Sedang

Kesadaran : Compos mentis

Tekanan Darah : 140/80 mmHg

Nadi : 92 bpm

Nafas : 19 bpm

Suhu : 36,4 °C

Pemeriksaan Fisik :

Jantung : Bunyi Jantung I-II regular, Murmur (-), Gallop (-)

Paru : Vesikular (+/+), rhonki (-/-), wheezing (-/-)

Abdomen : Supel, Datar, BU Normal, Perkusi sonor, Nyeri tekan epigastrium (-)
Tn. GB; 29 th; 164 cm; 67 kg (Haemorrhoids)

Plan :

Terapi :

Vitamin K tablet No. X, 1 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Antihemoroid Suppositoria No II

Edukasi :

1. Konsumsi obat teratur .


2. Konsumsi makanan tinggi serat seperti sayur-sayuran dan buah-buahan.
3. Jangan terlalu lama menunggu BAB keluar di kamar mandi dan jangan mengejan saat BAB.
4. Kembali kontrol lagi jika keluhan tidak berkurang.

Subjective :

Pasien datang dengan keluhan benjolan dianus dirasakan sejak 1 minggu yang lalu. Benjolan keluar
terlebih dahulu sebelum feses, biasanya disertai dengan darah. Apabila BAB keras dan terasa nyeri,
darah merah segar menetes setelah feses keluar dan benjolan masuk secara spontan. Feses seperti
kotoran kambing (-) lendir (-). Pasien baru pertama kali seperti ini, BAK tidak ada masalah. Anggota
keluarga tidak ada yang mengeluhkan keluhan serupa. Ketika BAB pasien suka berlama – lama di
WC, lalu pasien jarang konsumsi makanan berserat.

Objective :

Keadaan Umum : Sedang

Kesadaran : Compos mentis

Tekanan Darah : 120/70 mmHg

Nadi : 72 bpm

Nafas : 24 bpm

Suhu : 36,4 °C

Pemeriksaan Fisik :

Jantung : Bunyi Jantung I-II regular, Murmur (-), Gallop (-)

Paru : Vesikular (+/+), rhonki (-/-), wheezing (-/-)

Abdomen : Supel, Datar, BU Normal, Perkusi sonor, Nyeri tekan epigastrium (-)

RT:

Jepitan sfingter ani kuat. Ampula tidak kolaps, mukosa licin, teraba benjolan diarah jam 3 konsistensi
kenyal, licin, nyeri tekan (+) permukaan rata, mobile

- Jari : darah (+), feses (+)


Tn. DS; 28 th; 167 cm; 58 kg (Varicella)

Plan :

Terapi :

Acyclovir salep 5% Tube No. I, oles tipis pada area bintil 3 kali sehari

Acyclovir tablet 800mg No. XXXV 5 kali sehari 1 tablet setiap 4 jam p.c per oral

Cetirizine tablet 10mg No. VII 1 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Edukasi :

1. Jangan menggaruk area yang gatal


2. Jaga kebersihan tubuh, terkhusus pada area yang luka dan berbintil
3. Rutin konsumsi obat sesuai anjuran dokter
4. Kontrol kembali apabila tidak terdapat perbaikan

Subjective :

Pasien datang dengan keluhan timbul bintil bintil berair pada area dada, wajah, kepala dan tangan
sejak 4 hari yang lalu. Awalnya pasien demam 5 hari yang lalu, kemudian besoknya muncul bintil
bintil berair pada area dada pasien, yang kemudian menjalar ke wajah, kepala hingga tangannya.
Pasien baru pertama kali mengalami hal seperti ini. Anggota keluarga pasien tidak ada yang
mengeluhkan keluhan serupa.

Objective :

Keadaan Umum : Sedang

Kesadaran : Compos mentis

Nadi : 112 bpm

Nafas : 20 bpm

Suhu : 37.2 °C

Pemeriksaan fisik :

Jantung : Bunyi Jantung I-II regular, Murmur (-), Gallop (-)

Paru : Vesikular (+/+), rhonki (-/-), wheezing (-/-)

Abdomen : Supel, Datar, BU Normal, Perkusi sonor, Nyeri tekan epigastrium (-)

Status Lokalis : Pada area dada, kedua tangan, wajah dan kepala terdapat bintil bintil, dasar seperti
warna kulit, ini bintil cairan jernih, dan terdapat beberapa bintil yang sudah pecah dengan dasar
eritem, ukuran lentikular hingga numular.
Ny. E; 49 th; 170 cm; 78kg (Granulomatous disorders of skin and subcutaneous tissue)

Plan :

Terapi :

Asam Mefenamat tablet 500mg No. X, 3 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Amoksisilin tablet 500mg No. X, 3 kali sehari 1 tablet p.c per oral, wajib dihabiskan

Rencana pelayanan

Rujuk ke spesialis bedah, tapi pasien menolak untuk dirujuk hanya ingin konsumsi obat dulu, apabila
tidak membaik pasien bersedia dirujuk.

Edukasi :

1. Rutin konsumsi obat, terutama antibiotik harus dihabiskan.


2. Kompres dengan air hangat kuku 2-3x/hr.
3. Kontrol kembali jika keluhan tidak membaik dengan minum obat

Subjective :

Pasien datang ke puskesmas dengan keluhan benjolan di ketiak sebelah kiri sejak 1,5 bulan yang lalu.
Awalnya benjolan sebesar kelereng yang bisa dipecahkan sendiri oleh pasien, benjolan kempes
sendirinya setelah di keluarkan isinya oleh pasien. Pasien mengaku saat diletuskan isinya putih
seperti nasi dan darah. Sekarang muncul kembali benjolan diketiak sebelah kiri dilokasi yang sama,
dengan ukuran yang semakin membesar dari sebelumnya. Kadang-kadang terasa nyeri menjalar ke
payudara dan berubah warna menjadi warna hitam.

Objective :

Keadaan Umum : Sedang

Kesadaran : Compos mentis

Nadi : 112 bpm

Nafas : 20 bpm

Suhu : 37.2 °C

Pemeriksaan fisik :

Jantung : Bunyi Jantung I-II regular, Murmur (-), Gallop (-)

Paru : Vesikular (+/+), rhonki (-/-), wheezing (-/-)

Abdomen : Supel, Datar, BU Normal, Perkusi sonor, Nyeri tekan epigastrium (-)

Status Lokalis : Pada regio Axillaris Sinistra terdapat benjolan, warna merah kehitaman, Immobile,
ukuran 5 cm x 5 cm, perabaan panas (-), nyeri saat dipalpasi.
Ny. R; 41 th; 156 cm; 42 kg (Unspecified acute lower respiratory infection)

Plan :

Terapi :

Ambroxol tablet 30mg No. X 3 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Loratadine tablet 10mg No. X, 2 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Pasien sudah mendapatkan antibiotik Cefixime untuk 7 hari dari RSUD Rasidin

(Obat yang diberikan obat lanjutan yang sudah diberikan ke pasien oleh RSUD Rasidin)

Rencana layananan

Pasien disuruh kontrol ulang ke poli paru RSUD Rasidin sesuai jadwal yang sudah ditentukan oleh
spesialis paru RSUD Rasidin.

Edukasi

1. Rutin konsumsi obat sesuai anjuran dokter.


2. Perbanyak konsumsi makan-makanan yang bergizi.
3. Istirahat yang cukup

Subjective :

Pasien datang ke puskesmas dengan keluhan batuk sejak 1 bulan yang lalu, sudah dirujuk oleh
puskesmas ke RSUD Rasidin dengan susp TB paru, pasien kembali lagi ke puskesmas karena obat
yang diberikan RSUD Rasidin sudah habis sementara jadwal kontrol masih lama, pasien merasa
keluhan semakin parah sehingga pasien tidak bisa tidur, hasil rontgen yang di lakukan di RSUD
Rasidin, pasien dinyatakan bukan tb paru, batuk tidak berdahak tapi sesekali pasien ingin meludah
selalu ada darah dalam air ludah pasien, keluhan sekarang, pasien sesak saat batuk, pasien nyeri
dada saat batuk, pasien mual saat batuk, nafsu makan menurun, BB menurun, keringat malam
disangkal pasien, demam (-). Sebelumnya pernah seperti ini 4 tahun yang lalu. Anggota keluarga
tidak ada yang memiliki keluhan serupa.

TD 110/70 ND 84x/i NF 22x/i Suhu 36,5c

Pemeriksaan paru

-Paru

I: Gerakan dinding dada statis dan dinamis simetris

P: Stem fremitus dada kiri dan kanan sama.

P: Sonor.

A: Suara nafas vesikuler, rhonki tidak ada, wheezing tidak ada.

A/ Susp Pneumonia + Susp hemaptoe


Tn. S; 38 th; 168 cm; 62 kg (Other disorder of muscle)

Plan :

Terapi :

Ibuprofen tablet 400mg No. X, 2 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Vitamin B Komplek tablet No. X 2 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Edukasi :

1. Istirahat yang cukup.

2. Kompres dengan air dingin pada bagian yang sakit.

3. Konsul kembali jika keluhan tidak membaik dengan konsumsi obat.

Subjective :

Pasien datang dengan keluhan nyeri pada pergelangan kaki sejak 2 minggu. Nyeri dirasakan terus-
menerus, nyeri bila digerakkan, tidak bertambah berat namun mengganggu aktivitas. Selama 2
minggu ini pasien mengaku sedang aktif perjalanan keluar kota, sering lama duduk di mobil dan
membawa benda-benda berat. Riwayat trauma disangkal. Tidak ada demam,batuk pilek, sesak
napas, nyeri dada, penurunan berat badan mendadak,maupun letih, lesu dan lemas, nyeri kepala,
nyeri pada bagian tubuh lain. Tidak ada gangguan BAK dan BAB.

Riwayat penyakit dahulu : HT (-) DM (-) Penyakit jantung (-) Batuk darah (-)

Riwayat penyakit keluarga : Tidak ada keluarga yang menderita keluhan ini

Kebiasaan : Merokok (-), alkohol (-), olahraga(-)

Usaha berobat :Tidak ada

Riwayat alergi : Tidak ada riwayat alergi yang diketahui oleh pasien, pasien belum pernah
mengeluhkan gatal-gatal maupun kemerahan pada kulit setelah mengonsumsi makanan ataupun
obat-obatan tertentu.

O/ TD 100/70 ND 80x/i NF 18x/i Suhu 36,5c

Ekstremitas : Akral hangat, CRT < 2 detik, purpura, (-) petehiae (-), oedem -/-

A/ Myalgia
An.T; 5 th; TB 115cm; BB 15 kg (Acute Tonsilitis)

Plan :

Terapi :

Paracetamol syr 3 x 2 sendok teh

Amoxicilin syr 3 x 2 sendok teh

Edukasi :

1. Perbanyak konsumsi air mineral hangat.


2. Istirahat yang cukup.
3. Hindarikonsumsi minuman dingin dan makanan manis.
4. Rutin konsumsi obat teratur.

Subjective :

Pasien datang ke Puskesmas dengan orang tuanya dengan keluhan sakit pada tenggorokan sejak 4
hari yang lalu. Pasien mengeluhkan nyeri saat menelan. Sebelum tenggorokan pasien sakit,dirasakan
demam sejak 5 hari yang lalu. Tidak ada batuk dan pilek. Pasien memiliki kebiasaan minum jajanan
yang dingin dan manis dijual didekat rumahnya. Pasien sebelumnya pernah mengeluhkan sakit pada
tenggorokannya.

Keadaan Umum : Sedang

Kesadaran : Compos mentis

Nadi : 121 bpm

Nafas : 24 bpm

Suhu : 38.4 °C

Pemeriksaan fisik :

Kepala : rongga mulut: Tonsil T2 T2, hiperemis

Jantung : Bunyi Jantung I-II regular, Murmur (-), Gallop (-)

Paru : Vesikular (+/+), rhonki (-/-), wheezing (-/-)

Abdomen : Supel, Datar, BU Normal, Perkusi sonor, Nyeri tekan epigastrium (-)
Tn.B; 63 th; TB 163 cm; 68 kg (Other Rheumatoid)

Plan :

Terapi :

Amlodipin tablet 5 mg No. XV, 1 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Ibuprofen tablet 400mg No. X, 2 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Ranitidine tablet 150mg No. X 2 kali sehari 1 tablet a.c 30 menit per oral

Vitamin B Komplek tablet No. X 1 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Edukasi :

1. Rutin konsumsi obat.


2. Kontrol ulang bila keluhan tidak membaik.
3. Diet rendah garam dan konsumsi makanan yang mengandung omega 3.
4. Hindari aktivitas berat dan beristirahat.
5. Mengompres area yang nyeri dengan es yang dibalut kain, selama 20 menit.
6. Menggunakan sepatu dengan sol khusus.

Subjective :

Pasien datang dengan keluhan pusing sejak 3 hari yang lalu. Disertai rasa berkunang kunang pada
mata. Nyeri di seluruh badan dan badan terasa pegal pegal sejak 3 hari ini. Nyeri dikedua lutut sejak
3 hari ini. BAB dan BAK tidak ada keluhan. Pasien memiliki riwayat hipertensi, sempat sampai 200
sejak 1 tahun yang lalu. Pasien tidak ada riwayat merokok.

Objective :

Keadaan Umum : Sedang

Kesadaran : Compos mentis

Tekanan Darah : 160/80 mmHg

Nadi : 92 bpm

Nafas : 19 bpm

Suhu : 36,4 °C

Pemeriksaan Fisik :

Jantung : Bunyi Jantung I-II regular, Murmur (-), Gallop (-)

Paru : Vesikular (+/+), rhonki (-/-), wheezing (-/-)

Abdomen : Supel, Datar, BU Normal, Perkusi sonor, Nyeri tekan epigastrium (-)

Ekstremitas : pada kedua lutut didapati nyeri saat dipalpasi.


Ny. M; 64 th; TB 167 cm; BB; 61 kg (Gout and Myalgia)

Plan :

Terapi :

Allupurinol tablet 100mg No. XV 1 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Natrium Diklofenak tablet 25mg No. X 2 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Omeprazole tablet 20 mg No. X, 2 kali sehari 1 tablet a.c 30 menit per oral

Vitamin B Komplek tablet No. X 1 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Edukasi :

1. Konsumsi obat teratur.


2. Kontrol ulang jika keluhan tidak ada perbaikan pada keluhan.
3. Olahraga ringan ± 15 menit setiap pagi dan istirahat secukupnya.

Subjective :

Pasien datang dengan keluhan nyeri pada kedua ibu jari sejak 4 hari yang lalu. Nyeri dirasakan ketika
dipijakan dan susah berjalan. Nyeri pinggul di sebelah kanan sejak 5 hari yang lalu dan susah buat
berdiri. Tidak ada keluhan batuk dan pilek. Tidak ada keluhan pada BAB dan BAK. Pasien memiliki
riwayat asam urat sebelumnya. Riwayat hipertensi ada dan rutin kontrol teratur.

Objective :

Keadaan Umum : Sedang

Kesadaran : Compos mentis

Tekanan Darah : 140/80 mmHg

Nadi : 81 bpm

Nafas : 21 bpm

Suhu : 36,7 °C

Pemeriksaan Fisik :

Jantung : Bunyi Jantung I-II regular, Murmur (-), Gallop (-)

Paru : Vesikular (+/+), rhonki (-/-), wheezing (-/-)

Abdomen : Supel, Datar, BU Normal, Perkusi sonor, Nyeri tekan epigastrium (-)

Laboratorium : Asam Urat : 9.2 mg/dl


Ny. RT ; 47 th; 170 cm; 64 kg (other headache)

Plan :

Terapi :

Betahistin Mesilat tablet 6mg No. X 1 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Ranitidine tablet 150mg No. X 2 kali sehari 1 tablet a.c 30 menit per oral

Vitamin B Komplek tablet No. X 2 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Edukasi :

1. Pasien rutin untuk konsumsi obat.


2. Pasien diajarkan epley manouver apabila masih ada pusing berputar.
3. Kontrol apabila tidak ada perubahan

Subjective :

Pasien datang dengan keluhan pusing sejak 3 hari yang lalu. Pusing dirasakan seperti berputar / naik
kendaraan. Pasien merasa mual ketika pusing berputar terasa. Ini bukan merupakan keluhan yang
pertama kali pada pasien. Pasien sebelumnya hanya membiarkan dirinya beristirahat untuk
mengurangi gejala dan tidak ada konsumsi obat rutin sebelumnya. Tidak ada riwayat sakit hingga
dirawat sebelumnya.

Objective

Keadaan Umum : Sedang

Kesadaran : Compos mentis

Tekanan Darah : 140/70 mmHg

Nadi : 95 bpm

Nafas : 24 bpm

Suhu : 36,9 °C

Pemeriksaan fisik :

Mata : Saat dilakukan Dix-Hallpike, didapati adanya nistagmus pada pasien

Jantung : Bunyi Jantung I-II regular, Murmur (-), Gallop (-)

Paru : Vesikular (+/+), Rhonki (-/-), Wheezing (-/-)

Dx : Vertigo
Tn. NC; 34 th; TB 172 cm; BB 61 kg (DKA)

Plan :

Terapi :

Hidrokortison krim 2.5% No. I penggunaan oles tipis pada area yang terkena alergi 3 kali sehari

Cetirizine tablet 10mg No. X, 1 kali sehari 1 tablet p.c per oral malam hari

Edukasi :

1. Konsumsi obat teratur.


2. Kontrol ulang jika keluhan tidak membaik.
3. Menggunting kuku agar tidak menggaruk lesi saat gatal muncul karna akan menimbulkan
infeksi baru.
4. Pakai perlindungan saat bersentuhan dengan alergen.
5. Jangan memakai sepatu / sendal yang memicu timbulnya keluhan yang sama.

Subjective :

Pasien datang dengan keluhan gatal di punggung kaki sejak 3 hari ini. Gatal dirasakan pasien saat
bekerja di pabrik. Punggung kaki terasa gatal dan perih jika memakai sepatu boots. Pasien
sebelumnya memiliki riwayat alergi sepatu berbahan karet sintesis. Tidak ada demam. Riwayat
menderita penyakit yang sama ada namun tidak berobat dan berkurang sendiri saat pasien tidak
beraktivitas.

Objective :

Keadaan Umum : Sedang

Kesadaran : Compos mentis

Tekanan Darah : 120/70 mmHg

Nadi : 88 bpm

Nafas : 20 bpm

Suhu : 36,1 °C

Pemeriksaan Fisik :

Jantung : Bunyi Jantung I-II regular, Murmur (-), Gallop (-)

Paru : Vesikular (+/+), rhonki (-/-), wheezing (-/-)

Abdomen : Supel, Datar, BU Normal, Perkusi sonor, Nyeri tekan epigastrium (-)

Ekstremitas : Pada kedua tepian kaki terdapat bercak eritema dengan tepian tidak tegas. Tidak ada
skuama.
Tn.TR; 53th; 166cm; 72kg (Gastroentestinal)

Plan :

Terapi :

Zink tablet 20mg No. X, 1 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Oralit sachet No. III, 1 kali sehari 1 sachet dilarutkan di air 200ml p.c per oral

Antasida DOEN tablet 10 mg No. X, 2 kali sehari 1 tablet a.c 30 menit per oral

Edukasi :

1. Perbanyak konsumsi Air mineral


2. Perbanyak konsumsi makanan berserat seperti beras merah atau roti gandum
3. Rutin konsumsi obat sesuai anjuran dokter
4. Kontrol kembali apabila keluhan tidak ada perubahan

Subjective :

Pasien datang dengan keluhan mencret yang dialami ± 4 kali sejak 3 hari yang lalu. Pasien
merasakan perutnya semakin melilit setiap kali mencret berlangsung. Mencret keluar hanya air
dengan sedikit ampas, tanpa darah ataupun lendir. Mencret tercium bau asam dan kurang sedap.
Pasien sebelumnya banyak mengkonsumsi makanan yang pedas dikarenakan ada acara pada saat
itu. Pasien jarang makan saat mencret dan terasa semakin lemas.

Objection :

Keadaan Umum : Sedang

Kesadaran : Compos mentis

Tekanan Darah : 120/80 mmHg

Nadi : 85 bpm

Nafas : 18 bpm

Suhu : 37 °C

Pemeriksaan fisik :

Jantung : Bunyi Jantung I-II regular, Murmur (-), Gallop (-)

Paru : Vesikular (+/+), rhonki (-/-), wheezing (-/-)

Abdomen : Supel, Kembung, BU Meningkat, Perkusi Hipersonor, Nyeri tekan epigastrium (+)
Tn.AR; 32th; 165cm; 63kg (Cephalgia)

Plan :

Terapi :

Ibuprofen tablet 400mg No. X, 2 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Vitamin B Kompleks tablet No. X 2 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Edukasi :

1. Hindari faktor yang memperberat sakit kepala


2. Kurangi aktivitas berat yang mengganggu
3. Perbanyak istirahat untuk meredakan nyeri kepala
4. Rutin konsumsi obat sesuai anjuran dokter
5. Kontrol kembali apabila tidak ada perbaikan

Subjective :

Pasien datang dengan keluhan sakit kepala sejak 3 hari yang lalu. Sebelum keluhan muncul, pasien
melakukan banyak kegiatan diluar yang menguras tenaganya. Sakit kepala dirasakan hampir disegala
sisi kepala pasien. Sakit kepala seperti tertimpa bebean yang berat. Pasien sebelumnya tidak pernah
mengalami hal seperti ini. Di anggota keluarga pasien tidak ada yang memiliki riwayat serupa.

Objective :

Keadaan Umum : Sedang

Kesadaran : Compos mentis

Tekanan Darah : 140/70 mmHg

Nadi : 98 bpm

Nafas : 22 bpm

Suhu : 37,3 °C

Pemeriksaan fisik :

Jantung : Bunyi Jantung I-II regular, Murmur (-), Gallop (-)

Paru : Vesikular (+/+), rhonki (-/-), wheezing (-/-)

Abdomen : Supel, Datar, BU normal, Perkusi sonor, Nyeri tekan epigastrium (-)
Ny.RF; 45th; 162cm; 56kg (Thyphoid)

Plan :

Terapi :

Ciprofloxacin tablet 500mg No. XV, 3 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Paracetamol tablet 500mg No. X, 3 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Klorfeniramin Maleat (CTM) tablet 4mg No. X 3 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Ambroxol tablet 30mg No. X 3 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Edukasi :

1. Konsumsi makanan yang lunak dan gampang dicerna


2. Rutin konsumsi obat sesuai anjuran dokter
3. Jaga Hygiene tubuh, terkhususnya area mulut
4. Kontrol kembali apabila tidak ada perbaikan

Subjective :

Pasien datang dengan keluhan demam sejak 8 hari yang lalu. Demam dirasakan naik turun setiap
harinya. Badan terasa lebih panas ketika malam hari dan panas mulai berkurang ketika pagi hari.
Selain demam, pasien juga mengalami batuk berdahak serta pilek. Batuk keluar dahak warna putih
kehijauan. Lidah pasien juga tampak kotor ketika dilihat oleh keluarganya. Sebelum demam terjadi,
pasien saat itu makan di warung makan tepi jalan. Anggota keluarga pasien tidak ada yang
mengalami keluhan serupa.

Objective :

Keadaan Umum : Sedang

Kesadaran : Compos mentis

Tekanan Darah : 120/70 mmHg

Nadi : 78 bpm

Nafas : 20 bpm

Suhu : 38,1 °C

Pemeriksaan fisik :

Mulut : Lidah kotor, Faring hiperemis, T2- T2

Jantung : Bunyi Jantung I-II regular, Murmur (-), Gallop (-)

Paru : Vesikular (+/+), rhonki (-/-), wheezing (-/-)

Abdomen : Supel, Datar, BU normal, Perkusi sonor, Nyeri tekan epigastrium (-)
Ny.EP; 36th; 162cm; 66kg (Serumen Prop)

Plan :

Terapi :

Carbogliserin tetes telinga 10% 10mL bottle No I, 3 gtt 2 kali pada telinga kanan

Edukasi :

1. Jangan menggunakan cotton bud pada telinga yang susah mendengar


2. Hindari masuknya air atau benda asing ke dalam telinga
3. Jangan berenang ketika keluhan pendengaran masih dialami
4. Gunakan obat sesuai indikasi dokter
5. Kontrol kembali ketika obat tetes telinga habis

Subjective :

Pasien datang dengan keluhan pendengaran pada telinga sisi sebelah kiri berkurang sejak 1 minggu
yang lalu. Pasien harus diteriaki agar bisa mendengar ucapan orang lain. Tidak ada keluar cairan dari
telinga kanan ataupun kiri. Pasien tidak mengeluhkan nyeri pada telinga kanannya. Telinga kiri tidak
mengalami keluhan serupa. Pasien memiliki kebiasaan mencongkel telinganya ketika keluhan kurang
pendengarannya berlangsung. Sebelumnya pasien pernah mengalami keluhan serupa dan sembuh
ketika berobat ke dokter. Anggota keluarga tidak ada yang mengeluhkan keluhan serupa.

Objective :

Keadaan Umum : Sedang

Kesadaran : Compos mentis

Tekanan Darah : 100/70 mmHg

Nadi : 81 bpm

Nafas : 16 bpm

Suhu : 36,4 °C

Pemeriksaan fisik :

Telinga Kanan : Liang telinga sempit, tidak meradang, terdapat serumen yang berwarna hitam dan
kering, cairan (-)

Telinga Kiri : Liang telinga lapang, tidak meradang, tidak ada serumen, cairan (-)

Jantung : Bunyi Jantung I-II regular, Murmur (-), Gallop (-)

Paru : Vesikular (+/+), rhonki (-/-), wheezing (-/-)

Abdomen : Supel, Datar, BU normal, Perkusi sonor, Nyeri tekan epigastrium (-)
Tn.JW; 63th; 156cm; 69kg (DM tipe II)

Plan :

Terapi :

Metformin tablet 500mg No. XX, 2 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Glibenklamid tablet 5 mg No. X, 1 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Vitamin B Kompleks tablet No. X, 2 kali sehari 1 tablet p.c per oral

Edukasi :

1. Jaga pola makan, hindari makanan yang kandungan gulanya tinggi


2. Perbanyak konsumsi air mineral
3. Rutin konsumsi obat sesuai anjuran dokter
4. Kontrol kembali apabila ada keluhan

Subjective :

Pasien datang dengan keluhan badan terasa keram-keram pada kedua tangannya sejak 1 minggu
yang lalu. Keram terasa semakin memberat ketika pasien bangun tidur. Pasien merupakan penderita
Diabetes Melitus sejak 10 tahun yang lalu. Pasien rutin mengkonsumsi obat dari dokter dan rutin
kontrol. Pasien merasa semakin sering kencing ketika malam hari dan pasien kurang banyak
konsumsi air mineral saat malam hari. Ayah pasien merupakan penderita DM dan meninggal karena
komplikasi dari DM.

Objective :

Keadaan Umum : Sedang

Kesadaran : Compos mentis

Tekanan Darah : 130/80 mmHg

Nadi : 102 bpm

Nafas : 20 bpm

Suhu : 36,4 °C

Pemeriksaan fisik :

Jantung : Bunyi Jantung I-II regular, Murmur (-), Gallop (-)

Paru : Vesikular (+/+), rhonki (-/-), wheezing (-/-)

Abdomen : Supel, Datar, BU normal, Perkusi sonor, Nyeri tekan epigastrium (-)

Laboratorium : GDP : 236 mg/dl