Anda di halaman 1dari 11

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Di era modern saat ini teknologi terus berkembang tanpa henti. Perkembangan
teknologi ini dibuktikan dengan bertambah canggihnya suatu alat. Kecanggihan suatu alat
ini dapat mempengaruhi sebagian masyarakat menjadi kecanduan. Akibatnya, masyarakat
mulai mengabaikan salah satu hal penting dalam hidup, yaitu kesehatan. Kebiasaan
makan di Indonesia telah berubah dari tahun ke tahun. Saat ini masyarakat Indonesia
menginginkan makanan yang sehat, bahan makanannya beragam dan dengan porsi yang
lebih kecil.

Gaya hidup masyarakat perkotaan atau biasa di sebut dengan istilah life style
adalah sebuah gaya hidup atau kebiasaan dimana orang-orang banyak menghabiskan
waktunya sehari-hari dengan memperbanyak aktivitas duduk-duduk atau kurangnya
aktivitas fisik, seperti , bermain game online, kegiatan rapat, membuat laporan dokumen
di depan komputer dan yang terakhir adalah kurang berolahraga. Kebiasaan buruk ini
biasanya diikuti dengan pola makan yang tidak sehat, banyak mengkonsumsi makanan
cepat saji atau makanan berkalori tinggi, contohnya mengkonsumsi burger, hotdog, fried
chicken, french fries dan lain-lain. Makanan seperti ini banyak ditemui di restoran cepat
saji. Belum lagi dengan mengkonsumsi minuman berkalori tinggi, karena rasanya yang
enak dan praktis. Padahal, dampak dari mengkonsumsi makanan dan minuman berkalori
tinggi serta kurangnya ativitas fisik dapat menimbulkan penyakit. Maka dengan melihat
kondisi yang seperti ini, bisa menjadi peluang untuk membuka usaha rumahan bisnis
makanan diet.

Salah satu jenis usaha yang mempunyai peluang yang tinggi dan bisa
dikembangkan saat ini yaitu usaha rumahan atau disebut Home diet, dimana usaha yang
menyediakan makanan bagi pelanggan yang memerlukan makanan yang sehat dan
bergizi untuk kesehatan.Jumlah porsi dari Home Diet ini belum banyak seperti bisnis
pada umumnya, sehingga menjadi peluang untuk mengembangkan usaha Home Diet bagi
mahasiswa seperti kita yang ingin menambah penghasilan dengan berwirausaha.

1
1.2. Rumusan Masalah

Penulis dapat mengidentifikasi dalam penelitian ini, yaitu berikut:

a. Pada saat ini kebanyakan orang kurang memperhatikan pola makan yang
sehat. Pada jam-jam tertentu mereka terbiasa makan di luar rumah yang
banyak menyediakan hidangan yang disajikan kurang memperhatikan
kesehatan.
b. Jumlah pengusaha Home Diet yang belum banyak pada saat ini,sehingga
menjadi peluang bisnis yang dapat dikembangkan.
c. Masih mengalami kesulitan pada proses pembuatan perencanaan Home
Diet.

1.3. Visi, Misi dan Tujuan

Visi dari Home Diet adalah menjadikan Home Diet sebagai usaha rumahan yang
bergerak dibidang kesehatan yang mengusungkan makanan sehat (diet) terbaik di
kota Tanjung Selor.

Misi Home Diet, yaitu:

1. Menyediakan makanan dan minuman yang sehat dan nikmat.


2. Memberikan wawasan kepada masyarakat mengenai makanan sehat(diet) serta
kesehatan.
3. Menerima masukan atau ide-ide yang dibutuhkan dari masyarakat mengenai
makanan sehat.

Tujuan dari Home Diet adalah memberitahu dan memperkenalkan kepada


masyarakat bahwa di kota Tanjung Selor ini terdapat usaha rumahan yang bergerak
dibidang kesehatan.

1.4. Keunggulan Produk

Keunggulan dari produk ini yaitu:


1. Memiliki berbagai macam – macam bentuk
2. Memiliki berbagai macam – macam rasa
3. Pemilihan Bahan produk yang Higenis

2
BAB II
ANALISA SWOT

Setiap kegiatan untuk memulai usaha, maka hal yang harus dilakukan terlebih
dahulu adalah mengukur kemampuan kami terhadap lingkungan atau pesaing, yaitu
melalui analisis SWOT :

(S) Strengtht (W) Weaknesses


( Kekuatan ) ( Kelemahan )
Factor - faktor
Internal a. makanan sehat dan higienis a. bahan baku yang mahal di
b. mempunyai cita rasa yang Tanjung Selor
khas b. modal untuk memulai usaha
c. tampilan menu terlihat masih kurang/minim
menarik c. tampilan produk yang
d. harga yang terjangkau mudah untuk ditiru oleh
e. bebas bahan pengawet siapa saja
f. mengutamakan kualitas d. konsep Home Diet yang
produk belum terstruktur
g. bisa delivery atau pesan e. kesulitan memilih bahan
antar tambahan yang tidak
Faktor – faktor berbahan kimia
Eksternal f. jika ada pesaing, belum siap
untuk bersaing
g. pesimis sebelum memulai

Strategi SO : Strategi WO :
( O ) Opportunities 1. Makanan sehat dan 1. Kerjasama dengan petani
( Peluang ) higienis membuat local sehingga mendapatkan
masyarakat semakin bahan murah
a. semakin banyak masyarakat mengutamakan kesehatan 2. Dengan modal yang minim
yang mengutamakan sekaligus menurunkan usaha tetap berjalan
kesehatan tubuh berat badan bagi yang memanfaatkan bahan yang
b. Menarik konsumen / sedang Diet. mudah didapat dan murah
pelanggan 2. Pertahankan cita rasa dan 3. Membuat menu baru
c. pelanggan tidak bosan kembangkan inovasi dengan bahan yang sama
d. pelanggan dari semua 3. Penyajian yang bersih dan tapi cita rasa berbeda
kalangan rapih 4. Proses pemilihan Bahan
e. Membuka usaha dirumah 4. Tambah jumlah produksi tambahan seperti sayur dan
f. belum ada persaingan yang 5. Menggunakan peralatan buah dengan lebih teliti
ketat yang steril serta juru masak mengingat produk kita yang
g. memberikan lapangan kerja yang handal harus higienis.
yang cukup besar bila di 6. Tingkatkan kreatifitas 5. Sudah ada pesaing ataupun
kembangkan dengan menu makanan belum, seorang pebisnis
yang bisa dikembangkan atau wirausaha harus
7. Cepat merespon pelanggan, siap.karena akan ada orang
tidak membuat pelanggan yang tidak ingin melihat kita
menunggu lama. diatas mereka.
6. Meningkatkan pola pikir
dalam membuka usaha
kuliner.

3
( T ) Threates Strategi ST : Strategi WT :
( Ancaman ) 1. Makanan diet harus 1. Penyediaan bahan baku lebih
dikelolah lebih inovatif dan banyak dari pesaing
a. banyak pesaing yang lebih kreatif dalam mengolah 2. Modal usaha yang minim bisa
inovatif produk baik dari segi diatasi dengan cara penyajian
b. persaingan dalam harga, tampilan Kekuatan yang pas menu.
penyajian dan cita rasa 2. Tetap menjalankan usaha 3. Professional,dan terus
c. ada beberapa oknum yang dan lebih tingkatkan variasi kembangkan kreasi,rajin
mencoba menjelekkan dan keunikan dari produk menonton youtube,serta
produk Home Diet Home Diet mencari inspirasi jika perlu
d. naiknya harga BBM 3. Mengoptimalkan harga keluar daerah.
berdampak pada bahan sebisa mungkin walaupun 4. Periksa kembali konsep
baku kenaikan BBM bisa Home Diet, disusun dengan
e. mindset konsumen yang bedampak pada bahan baku. lebih baik lagi, dan jika naik
berubah-ubah dan tidak 4. Home diet adalah makanan harga BBM tidak akan
percaya dengan produk diet yang bebas bahan berdampak pada bahan baku,
Home Diet pengawet dan mengubah karena kita sudah memiliki
f. masyarakat cenderung mindset konsumen. stok bahan baku yang lebih
menyukai produk dari luar 5. Terus memperhatikan dan banyak.
yang lebih murah dan instan mengerti kemauan dari 5. Ada atau tidaknya pesaing
konsumen serta meyakinkan hanya kualitas yang
konsumen bahwa produk membuktikan,begitupula
local jauh lebih enak dan dengan produknya, baik dari
dibandingkan produk dari luar ataupun lokal, hanya
luar hasil yang akan
membuktikan.

4
BAB III
ASPEK PEMASARAN

Home Diet memiliki dua target pasar,yaitu baik pria maupun wanita yang berusia
18 tahun keatas dan yang sangat menyukai pola hidup sehat, yakni berolahraga, terutama
mereka yang suka pergi ke tempat kebugaran (gym). Home Diet tidak menyediakan nasi
putih sebagai sumber karbohidrat utama, digantikan dengan beras merah, ubi jalar,
singkong, jagung dan sebagainya.

Selanjutnya, Home Diet hanya sedikit menyediakan lauk dengan cara digoreng, itu
pun minyak yang digunakan sedikit dan baik bagi kesehatan, lalu dengan cara dikukus,
rebus dan dipanggang. Pada intinya Home Diet merupakan rumah makan sederhana yang
diperuntukkan bagi mereka yang ingin berdiet atau mereka yang mencintai pola makan
yang sehat.

Teknik pengolahan makanan di Home Diet antara lain: dikukus, rebus, tumis dan
dipanggang. Teknik yang dilakukan ini dimaksudkan agar makanan yang disajikan dari
makanan tersebut tetap sehat. Basic dari makanan Home Diet ini adalah rendah
lemak,rendah gula, rendah garam dan tinggi protein.

Adapun teknik pemasaran dari Home Diet ini adalah Apabila ada konsumen yang
tidak punya waktu untuk keluar rumah maka kami menyediakan jasa pesan antar atau
deliveri.dikarenakan belum ada kompetitor atau usaha sejenis. Harga dimulai dari Rp
25.000 – Rp 50.000. Home Diet akan menggunakan Beberapa cara promosi, yaitu :

3.1. promosi dengan beriklan di media social baik di facebook,whatsapp ataupun


instagram
3.2. menyebarkan brosur ke tempat-tempat umum seperti café,rumah sakit, pasar,
kantor dan tempat untuk berolahraga (gym),
3.3. menggunakan cara lama yaitu promosi dari mulut ke mulut

5
BAB IV
ASPEK PRODUKSI/OPERASI

Bahan utama dari Home Diet ini menggunakan Nasi Merah karena membantu
program diet yang khasiatnya sudah tidak diragukan lagi untuk mengikis lemak dalam
tubuh,dimana beras merah mengandung karbohidrat kompleks,kalori yang rendah karena
tingginya air dan serat.itulah mengapa bahan utma dari Home diet ini Beras Merah yang
kamipilih dalam menu utama dan tiap hari menunya dibuat bervariasi (tidak menentu) ,
dan didampingi dengan lauk dan sayur yang sudah dipilih manfaat dan kandungan
vitaminnya dengan baik.

4.1. menu makanan pertama :

Sebelum memasak gunakan sarung tangan untuk memasak agar makanan tetap
higienis
I. Bahan-bahan :
1. 200 gr Beras merah
2. 200 gr Ikan laut ( Tuna )
3. 1 bh Labu siam
4. 1bh Jagung
5. 2 siung Bawang putih
6. 1 btl Minyak kelapa

6
7. 2 sdm Saus asam manis
6. 1 bh jeruk/lemon
7. 500gr Tepung kanji
8. 150 gr Air

II. Proses pembuatan :


 Membuat nasi merah
1. Cuci beras merah hingga bersih minimal 2 kali lalu tuangkan ke
Magic Com dengan takaran air 150gr,tunggu hingga masak
2. Membuat sayur labu siam dan jagung
3. Bersihkan labu,cuci hingga bersih dan potong-potong kecil
memanjang dengan panjang kira-kira 5cm.
4. Pisahkan jagung dari tongkolnya,lalu cuci hingga bersih.
5. Setelah itu, Cincang halus bawang putih,panaskan wajan masukkan
1 sdm minyak kelapa ke dalam wajan, lalu tumislah labu siam
dengan jagung (tambahkan sedikit penyedap rasa) aduk-aduk sampai
sayurnya matang,
6. Sesudah matang,angkat,dan sajikan diatas piring

 Membuat ikan asam manis


1. Potong-potong memanjang ikan tuna,lalu cuci dan berikan perasan
jeruk/lemon agar bau amisnya hilang,tunggu beberapa menit.
2. Campurkan ikan tuna ke dalam tepung lalu di goreng sampai
berwarna coklat keemasan,setelah matang,angkat dan tiriskan
minyaknya.

Setelah semua bahan siap, dan sudah matang maka saatnya untuk menyajikan di
dalam kotak yang sudah disediakan. Dan siap untuk dijual dan di nikmati pelanggan.

7
4.2. Tampilan Menu makanan kedua :

I. Bahan-bahan yang digunakan :


1. 200 gr beras merah
2. 300 gr dada ayam
3. 1 bungkus tempe
4. Cabe rawit secukupnya
5. 1 ½ suing bawang putih dan bawang merah cincang halus
6. Minyak kelapa secukupnya
7. Garam,gula,penyedap rasa secukupnya
8. 150 gr air
9. 1 bh lemon

II. Proses pembuatan :


Untuk memasak beras merah Cuci beras hingga bersih lalu tuangkan ke
dalam magic dengan takaran air air 150 gr, dan tunggu hingga masak.

 Proses pembuatan ayam :


Cuci ayam hingga bersih,berikan perasan lemon dan garam,tunggu
bberapa menit sampai bumbunya meresap, Setelah itu, ayam di goreng pada
minyak yang sudah di panaskan sampai kecoklatan dan jangan terlalu kering
lalu diangkat dan tiriskan minyaknya.

8
 Proses pembuatan tempe :
1. Potonglah tempe kecil-kecil
2. Gorenglah tempe sampai matang,angkat dan tiriskan
3. Panaskan minyak secukupnya saja,lalu masukkan bawang putih dan
bawang merah yang sudah di cincang dan cabe rawit yang di
haluskan,dan di aduk lalu masukkan tempe tempe yang tadi sudah di
goreng,aduk-aduk sampai merata
4. Tambahkan garam dan penyedap rasa,lalu campurkan.
5. Masak selama 10 menit,lalu angkat
6. Siap di sajikan

Setelah tahap produksi, produk ini harus segera di jual agar menjamin kesegaran
dari produk ini. Setiap kegiatan distribusi / penjualan harus dicatat sebagai bukti
penjualan.

9
BAB V
ASPEK KEUANGAN

5.1. Kebutuhan Dana Dan Sumbernya


Modal awal yang dipakai dalam membuka usaha Home Diet ini adalah 50% milik
Pribadi dan 50% milik Keluarga. Adapun rincian persiapan anggaran dalam usaha ini
adalah sebagai berikut :

Keterangan Anggaran

Bahan baku Rp. 3.000.000


Sayuran Rp. 1.500.000
Perlengkapan dapur Rp. 2.000.000
Styrofoam Rp. 300.000
Buah-buahan dan bahan pelengkap Rp. 750.000
Jumlah Rp. 7.550.000

5.2. Proyeksi Pendapatan


- Pendapatan kotor per hari Rp. 375.000
- Pendapatan kotor per minggu Rp. 2.250.000
- Pendapatan kotor per bulan Rp. 9.000.000

5.3. Proyeksi Rugi/Laba

Perhitungan laba/rugi yaitu dengan menghitung selisih pendapatan dengan


pengeluaran.

Laba/Rugi = Pendapatan - Pengeluaran

= Rp. 9.000.000 – Rp. 7.550.000

= Rp. 1.450.000

Dengan demikian laba yang diperoleh adalah sebesar Rp. 1.450.000

10
BAB VI
PENUTUP

6.1. Kesimpulan

Membuka usaha Home Diet berkaitan dengan pengorganisasian yang


meliputi penyusunan menu diet, kecukupan gizi, siklus menu, aplikasi manajemen,
pedoman menu, perencanaan anggaran belanja, penyimpanan bahan makanan,
pendistribusian makanan, tempat produksi, pemasaran terpadu dan promosi produk.
Dalam memulai suatu usaha tidak boleh diiringi dengan tujuan – tujuan yang
buruk, dengan demikian bisnis akan bisa berkembang.
6.2. Saran

Dengarkanlah semua masukan yang diberikan dari teman, keluarga, ahli,


bahkan kata hati sendiri. Dengarkan masukan dan saran yang dapat membuat usaha
yang didirikan semakin baik, namun buanglah jauh – jauh hinaan dan cacian yang
dilontarkan oleh orang –orang yang ingin menggagalkan keinginan untuk membuka
usaha sendiri. Masukan, kritik, dan saran dari orang – orang yang sudah
berpengalaman dalam mebuka usaha akan sangat membantu.

11