Anda di halaman 1dari 5

OBAT adalah bahan atau paduan bahan, termasuk produk biologi yang digunakan untuk mempengaruhi atau

menyelidiki sistem fisiologi atau keadaan patologi dalam rangka penetapan diagnosis, pencegahan,
penyembuhan, pemulihan dan peningkatan kesehatan untuk manusia. Bila obat tidak digunakan secara efektif
dan aman akan mengakibatkan kegagalan pengobatan bahkan dapat menimbulkan efek samping yang tidak
diinginkan.
ARA PENGGUNAAN OBAT YANG EFEKTIF DAN AMAN

 Informasikan kepada dokter mengenai ada atau tidaknya alergi obat


 Baca aturan pakai obat dengan jelas
 Minum obat sesuai waktu yang ditentukan
 Minumlah obat sesuai dengan aturan pakainya : saat makan atau sebelum makan dan sesudah makan.

Waktu yang tepat untuk minum obat : Pada saat makan / segera setelah makan : Sebelum makan (1/2 – 1
jam sebelum makan), Sesudah makan (1/2 jam sesudah makan)

CARA PENGGUNAAN OBAT YANG EFEKTIF DAN AMAN

 Simpanlah obat di tempat kering, terlindung dari cahaya matahari langsung, jauhkan dari jangkauan
anak anak dan jika perlu di simpan di lemari pendingin (bukan freezer)
 Minumlah obat dengan air putih, jangan dengan teh, kopi, atau minuman jenis lain
 Gunakan alat bantu pemakaian obat secara benar (inhaler, jarum suntik, sendok takar)
 Jangan gunakan obat lain maupun obat bebas lain sebelum berkonsultasi denga dokter
 Jangan menghentikan pengobatan sebelum berkonsultasi
 Bila mengalami reaksi yang tidak diinginkan setelah minum obat, segera konsultasikan ke dokter atau
apoteker

WASPADAI KEMUNGKINAN ALERGI TERHADAP OBAT TERTENTU

 Beberapa orang mungkin sangat sensitive terhadap kandungan aktif dari beberapa obat. Hal ini dapat
menyebabkan beberapa reaksi alergi, seperti batuk, pembengkakan pada bibir, lidah atau wajah, gatal-
gatal pada kulit, atau bintik merah dan bengkak.
 Gejala ini akan hilang setelah obat dihentikan

Gejala-gejala alergi yang harus diwaspadai dan diobati

 Masalah pada jaringan: pembengkakan pada tenggorokan dan lidah, suara serak, suara tarikan napas
yang terdengar keras.
 Masalah pernapasan: sesak napas.
 Masalah pada peredaran darah; detak jantung yang cepat, merasa pusing, pucat, kehilangan kesadaran

Jenis-jenis Obat yang Bisa Menyebabkan Reaksi Alergi

 Antibiotik (contohnya penisilin)


 Antiinflamasi nonsteroid
 Aspirin
 Krim atau losion kortikosteroid
 Antikejang (antikonvulsan)
 Obat-obatan herbal
 Vaksin
 Obat-obatan untuk hipertiroidisme
 Obat-obatan kemoterapi
 Obat-obatan untuk infeksi HIV

EFEK SAMPING OBAT

 Efek samping obat adalah suatu reaksi yang tidak diharapkan dan berbahaya yang diakibatkan oleh
suatu pengobatan.
 Efek samping obat, seperti halnya efek obat yang diharapkan, merupakan suatu kinerja dari dosis atau
kadar obat pada organ sasaran.
 Interaksi obat juga merupakan salah satu penyebab efek samping.

CONTOH EFEK SAMPING OBAT YG BIASA TERJADI

 Aborsi atau keguguran, akibat Misoprostol, obat yang digunakan untuk pencegahan (gastric ulcer)
borok lambung
 Ketagihan, akibat obat-obatan penenang dan analgesik seperti diazepam serta morfin.
 Kerusakan janin, akibat Thalidomide
 Pendarahan usus, akibat Aspirin.
 Penyakit kardiovaskular, akibat obat penghambat COX-2.
 Tuli dan gagal ginjal, akibat antibiotik Gentamisin.
 Kematian, akibat Propofol.
 Diabetes, yang disebabkan oleh obat-obatan psikiatrik neuroleptik.
 Diare, akibat penggunaan CEFIXIME
 Disfungsi ereksi, akibat antidepresan.
 Demam, akibat vaksinasi.
 Glaukoma, akibat tetes mata kortikosteroid.
 Rambut rontok dan anemia, karena kemoterapi melawan kanker atau leukemia.
 Hipertensi, akibat penggunaan Efedrin. Hal ini membuat FDA mencabut status ekstrak tanaman efedra
(sumber efedrin) sebagai suplemen makanan.
 Kerusakan hati akibat Parasetamol.
 Mengantuk dan meningkatnya nafsu makan akibat penggunaan antihistamin.
 Bunuh diri akibat penggunaan Fluoxetine, suatu antidepresan.

CARA MENCEGAH TIMBULNYA EFEK SAMPING OBAT

 Baca dosis dan aturan pakai penggunaan obat sesuai dengan yang tertera di leafleat atau yang
diresepkan dokter.
 Pergunakan obat sesuai indikasi yang jelas dan tepat sesuai yang tertera di leafleat atau yang diresep
dokter.
 Berikan perhatian khusus terhadap penggunaan dan dosis obat pada bayi, pasien usia lanjut dan pasien
dengan penyakit hati atau ginjal.
 Perhatikan dan catat riwayat alergi akibat penggunaan obat
 Beritahukan ke dokter apabila anda sedang hamil, menyusui, alergi obat tertentu, memiliki penyakit
diabetes, penyakit ginjal atau liver, sedang meminum obat lain atau suplemen herbal
 Hindari penggunaan berbagai jenis obat dan kombinasi sekaligus
 Mintalah dokter mengevaluasi penggunaan obat dalam jangka panjang

HAL-HAL YG HARUS DIPERHATIKAN

 Cek Label Baca baik-baik label obatnya, terutama kalau kita membeli obat bebas yang nggak
memerlukan resep dokter. Lihat tanggal kadaluarsa dan perhatikan isi obat tersebut. Yang paling
penting juga, jangan sampai obat tersebut mengandung zat yang bisa memicu alergi buat kita.
 Dosis Pas Minum obat sesuai dosis yang dianjurkan.
 Tepat Waktu Setiap obat diminum dengan waktu yang berbeda-beda. Ada yang satu kali sehari, ada
juga yang tiga kali sehari.
 Sesudah atau Sebelum Makan?
 Habiskan Antibiotik
 Air Putih Saja
 Jangan Dicampur

PENYIMPANAN OBAT

 Obat membutuhkan perlakuan khusus dalam penyimpanan tergantung dari karakteristiknya sehingga
obat tetap bisa dipakai dan tidak kehilangan efeknya.
 Masa penyimpanan semua jenis obat mempunyai batas waktu, karena lambat laun obat akan terurai
secara kimiawi akibat pengaruh cahaya, udara dan suhu. Akhirnya khasiat obat
 Tanda2 kerusakan obat kadangkala tampak dengan jelas, misalnya bila larutan bening menjadi keruh
dan bila warna suatu krim berubah tidak seperti awalnya ataupun berjamur.
 Akan tetapi dalam proses rusaknya obat tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Bentuk dan baunya
obat tidak berubah, namun kadar zat aktifnya sudah banyak berkurang, atau terurai dengan
membentuk zat-zat beracun.
 Berkurangnya zat aktif hanya dapat ditetapkan dengan analisa di laboratorium.

Cara penyimpanan obat yang benar yang dapat dilakukan dirumah

 Jauhkan dari jangkauan anak-anak


 Simpan sesuai dengan petunjuk yang tertera Obat dapat disimpan pada tempat sejuk dan kering yaitu
pada suhu kamar yang jauh dari sumber panas.
 Simpan obat dalam kemasan aslinya Penandaan pada kemasan asli serta brosur jangan dibuang,
karena pada etiket obat tersebut tertera cara penggunaan dan informasi penggunaan obat yang penting.

Hal Lain Yang Perlu Diperhatikan


 Sediakan wadah penyimpanan obat dan pilah-pilah obat menurut jenisnya, untuk memudahkan ketika
kita mencarinya.
 Simpan obat dalam kemasan asli dan dalam wadah tertutup rapat.
 Simpan obat pada suhu kamar dan terhindar dari sinar matahari langsung atau seperti yang tertera
pada kemasan.
 Simpan obat ditempat yang tidak panas atau tidak lembab karena dapat menimbulkan kerusakan.
 Jangan menyimpan obat bentuk cair dalam lemari pendingin agar tidak beku, kecuali jika tertulis pada
etiket obat.
 Periksa kondisi obat secara rutin, jangan menyimpan obat yang telah kadaluarsa atau rusak.
 Jauhkan dari jangkauan anak-anak.
 Bersihkanlah wadah/kotak tempat penyimpanan obat secara rutin.

Lama Penyimpanan Obat

 Masa penyimpanan obat tergantung dari kandungan dan cara menyimpannya (lihat label obat)
 Obat yang mengandung cairan paling cepat terurainya
 Bila kemasan aslinya sudah dibuka, maka tanggal kadaluwarsa tsb tidak berlaku lagi.

Jangka Waktu Penyimpanan Obat

INTERAKSI OBAT DAN MAKANAN

 Adalah perubahan efek suatu obat akibat pemakaian obat lain atau oleh makanan, obat tradisional dan
senyawa kimia lainnya
 Adanya reaksi atau interaksi obat dengan makanan atau obat dengan zat lain dapat menurunkan
potensi obat dan mengurangi efek pengobatan, atau sebaliknya bisa terjadi peningkatan efek samping
dari obat itu sendiri.
 Interaksi antara obat dengan makanan dapat terjadi jika makanan yang kita makan mempengaruhi obat
yang sedang kita gunakan sehingga mempengaruhi efek obat tersebut.

CONTOH interaksi Obat dan Makanan

 Susu + Antibiotik Tetrasiklin, akibatnya tetrasiklin tidak dapat diserap oleh tubuh. (-)
 Jus Jeruk + suplemen yg mengandung zat besi, vit C dlm jus akan meningkatkan penyerapan zat Besi
(+)
 Obat pengencer darah + Makanan yg mengandung Vit K (Brokoli, Bayam), akibatnya menurunkan
efek dari obat
 Obat pengencer darah + bawang putih, akibatnya meningkatkan efek obat (Pendarahan)
 Jus Jeruk + Obat Penurun darah, menurunkan tek.darah terlalu jauh
 Jus Jeruk + obat penurun kolesterol, meningkatkan penyerapan obat (kerusakan otot)
 Jus jeruk + aspirin, Meningkatkan asam lambung.
 Kafein meningkatkan risiko over dosis antibiotik tertentu (cth ciprofloxacin)

UNTUK MENGHINDARI INTERAKSI OBAT DENGAN MAKANAN, SEBAIKNYA MINUM OBAT


DENGAN SEGELAS AIR PUTIH.

Anda mungkin juga menyukai