Anda di halaman 1dari 3

REVIEW JURNAL

Judul:Pengaruh Kepemimpinan Transformasional terhadap Stres Kerja di antara


Manajer Atas di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Kenya.
Oleh: Solomon Muthamia11, Peter Lewa2, dan Michael Ndwiga3
1. Chandaria School of Business, United States International University, P.O Box
14634 - 00800, Nairobi.
2. Chandaria School of Business, United States International University, P.O Box
14634 - 00800, Nairobi.
3. Utafiti International Limited, P.O Box 13506- 00800, Nairobi.
1. Latar Belakang Teori dan Tujuan Penelitian:
Penelitian ini didasarkan pada filosofi penelitian interpretivism karena pendekatan tersebut
mengeksplorasi makna subjektif memotivasi tindakan masyarakat untuk memahami dan
mengerti motif, tindakan, dan niat orang lain. Penelitian ini menggunakan desain penelitian
deskriptif dan merupakan penelitian penjelasan (Explanatory research) yang membuktikan
hubungan kasual antara variable bebas (Independent variable) yaitu variable kepemimpinan
transformasional, dengan menilai memodelkan cara kepemimpinan, menginspirasi visi
bersama, menantang proses, memungkinkan orang lain untuk bertindak, serta memberi
dorongan motivasi; dengan variabel tergantung (Dependent variable), yaitu stres kerja.
Penelitian ini juga merupakan penelitian korelasional, yaitu penelitian yang berusaha untuk
melihat apakah antara dua variabel atau lebih memiliki hubungan atau tidak, dan seberapa
besar hubungan itu serta bagaimana arah hubungan tersebut.
Penelitian ini menganggap bahwa masing-masing dimensi kepemimpinan
transformasional mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap stres kerja.
Tujuan penelitian untuk membuktikan dan menganalisa pengaruh kepemimpinan
transformasional terhadap stres kerja diantara manajer top di BUMN Kenya. Secara khusus
penelitian ini bertujuan untuk menguji memodelkan cara kepemimpinan, menginspirasi visi
bersama, menantang proses, memungkinkan orang lain untuk bertindak, serta memberi
dorongan motivasi terhadap stres kerja.

2. Metode
Subyek penelitian ini adalah semua tim manajemen atas (TMT) yang bekerja di perusahaan
komersial di Kenya. Jumlah total TMT di 52 perusahaan adalah 312 orang. Dari populasi
sasaran ini, penelitian memperkirakan ukuran sampel dengan menggunakan formula Yamane
(1967), sehingga penelitian ini menargetkan untuk mewawancarai 175 manajer atas dari
BUMN komersial. Simple random sampling digunakan untuk memilih anggota tim
manajemen atas untuk diwawancarai serta metode purposive sampling digunakan untuk
memilih manajer tertentu di BUMN terpilih.
Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuisioner terstruktur. Sebelum
pengumpulan data untuk survei utama, instrumen penelitian tersebut diuji coba. Tujuan
dari studi percontohan adalah untuk uji lapangan kesesuaian instrumen dan validitas prosedur
pengumpulan data. Studi ini memilih 18 manajer yang akan diwawancarai untuk studi
percontohan. Alpha Chronbach digunakan untuk mengevaluasi reliabilitas kuesioner
sedangkan untuk validitas eksternal kuesioner dilakukan oleh ahli dan profesor di bidang
kepemimpinan dan stres kerja. Setelah pengumpulan data didapatkan sampel sebanyak 162
manajer BUMN yang mewakili tingkat respon sebesar 93%.
Untuk mengkaji hubungan antara kepemimpinan transformasional dan stres kerja
digunakan analisis faktor, korelasi dan analisis regresi multipel. Analisis faktor digunakan
untuk mengurangi data untuk stres kerja, memodelkan cara kepemimpinan, menginspirasi
visi bersama, menantang proses, memungkinkan orang lain untuk bertindak, serta memberi
dorongan motivasi dan selanjutnya nilai untuk masing-masing konstruk digunakan untuk
menghasilkan indeks. Indeks tersebut kemudian digunakan dalam model regresi linier
multipel dan analisis korelasional. Model regresi linier multipel digunakan dalam
menganalisis pengaruh praktek kepemimpinan transformasional terhadap stres kerja.

3. Hasil dan Pembahasan


Hasil analisis penelitian ini dapat diuraikan sebagai berikut:
Berdasarkan model regresi linier berganda, hasil penelitian menunjukkan bahwa
memodelkan cara kepemimpinan dan menginspirasi visi bersama merupakan faktor penentu
utama stres kerja. Penelitian ini menemukan bahwa memodelkan cara kepemimpinan secara
positif mempengaruhi stres kerja. Studi ini menemukan bahwa koefisien untuk memodelkan
cara kepemimpinan secara statistik signifikan dengan nilai 1,086 dan nilai p= 0,005 (Tabel
10). Temuan ini menunjukkan penolakan terhadap hipotesis nol bahwa memodelkan cara
kepemimpinan tidak demikian mempengaruhi stres kerja. Artinya bahwa peningkatan
memodelkan cara kepemimpinan seorang manajer, meningkatkan stres kerja bawahannya.
Hal ini menunjukkan bahwa manajer yang lebih memperhatikan langkah-langkah yang
diperlukan untuk mengaktualisasikan rencana bisnisnya cenderung lebih tertekan. Hal ini
dapat dijelaskan oleh fakta bahwa mereka sangat tertarik dengan rincian dan ini mungkin
menunjukkan bahwa para manajer adalah pengelola mikro yang mungkin akan bekerja
dengan beban berlebih sehingga meningkatkan stres kerja.
Untuk dimensi menginspirasi visi bersama didapatkan bahwa secara negatif
mempengaruhi stres kerja. Koefisien untuk menginspirasi visi bersama adalah -1.683 dengan
nilai p = 0,022 yang membuktikan hal itu signifikan pada tingkat 5 persen (P <0,05). Temuan
ini menunjukkan penolakan terhadap hipotesis nol yang menyatakan bahwa menginspirasi
visi bersama tidak mempengaruhi stres kerja. Temuan ini menunjukkan bahwa manajer yang
menginspirasi visi bersama memiliki sedikit kesempatan untuk mengalami stres kerja. Hal ini
bisa dijelaskan oleh fakta bahwa manajer yang menerjemahkan visi mereka ke dalam
tindakan memiliki bayangan yang jelas tentang apa yang perlu dicapai baik dalam jangka
pendek maupun jangka panjang sehingga mengurangi ketidakpastian dalam pelaksanaan visi
dan pada akhirnya mengurangi stres kerja. Hasil-hasil ini menguatkan Gill et al. (2010) dan
Dhaliwal (2008) menemukan bahwa kepemimpinan transformasional mempengaruhi stres
kerja.
Sedangkan, dimensi kepemimpinan transformasional yang lain tidak berpengaruh
signifikan terhadap stres kerja di kalangan manajer atas BUMN komersial di Kenya.

4. Simpulan
Berdasarkan hasil analisa data pada penelitian ini didapatkan bahwa:
a. Memodelkan cara kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap stres
kerja
b. Menginpirasi visi bersama berpengaruh negatif dan signifikan terhadap stres kerja
c. Menantang proses, memungkinkan orang lain untuk bertindak, serta memberi
dorongan motivasi tidak berpengaruh signifikan terhadap stres kerja

Critical Review
Secara keseluruhan, jurnal ini sudah cukup lengkap dan memenuhi standar penulisan.
Namun, ada beberapa hal yang menjadi critical review antara lain penulis tidak menuliskan
secara eksplisit hipotesis serta variabel-variabel apa saja yang digunakan pada penelitian ini.
Seperti mencantumkan yang menjadi variabel bebas, variabel antara, dan variabel tergantung.
Sehingga memudahkan pembaca dalam memahami isi dari jurnal atau penelitian ini. Dari
metodelogi, penulis tidak menuliskan definisi operasional dari masing-masing variabel dan
teknik analisis data yang digunakan dalam mengolah data.
Akan lebih baik pula, apabila penulis dapat menjelaskan masing-masing item pada
stress kerja dan komponen-komponen yang digunakan pada indeks kepemimpinan
transformasional yang tercantum pada tabel-tabel analisa data. Hal ini tentunya akan sangat
membantu pembaca didalam memahami tabel serta hasil dari penelitian ini.
Untuk lebih mengetahui lebih jauh tentang pengaruh kepemimpinan transformasional
terhadap stres kerja, maka penulis sebaiknya melakukan penelitian lanjutan dengan
memadukan pendekatan penelitian kuantitatif dan kualitatif.