Anda di halaman 1dari 18

MAKALAH

GAMBAR STRUKTUR BANGUNAN

“DINDING”

Disusun Oleh:

Ayu Santika – 1406564


Faisal Reinaldi – 1405187
M. Iwa Surtiwa – 1404957
Rahmat Fajri . S - 1405133
Prodi : Teknik Sipil S1

Departemen Pendidikan Teknik Sipil

Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan

Universitas Pendidikan Indonesia


KATA PENGANTAR

Segala puji hanya milik Allah SWT. Shalawat dan salam selalu tercurahkan kepada
Rasulullah SAW. Berkat limpahan dan rahmat-Nya penyusun dapat menyelesaikan tugas
makalah ini guna memenuhi tugas mata kuliah Gambar Struktur Bangunan.

Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang struktur bangunan
yang sering kita jumpai khususnya mengenai tentang dinding, yang kami sajikan berdasarkan
pengamatan dari berbagai sumber informasi, referensi, dan berita.

Dalam penyusunan tugas atau materi ini, tidak sedikit hambatan yang penulis hadapi.
Namun penulis menyadari bahwa kelancaran dalam penyusunan materi ini tidak lain berkat
bantuan, dorongan, dan bimbingan orang tua, serta pertolongan Allah SWT sehingga kendala-
kendala yang penulis hadapi teratasi.

Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas dan menjadi
sumbangan pemikiran kepada pembaca khususnya bagi kami selaku penyusun dan umumnya
kita semua. Saya sadar bahwa makalah ini masih banyak kekurangan dan jau dari sempurna.
Untuk itu, kepada semua pembaca kritik dan saran sangat kami harapkan demi perbaikan
pembuatan makalah kami di masa yang akan datang.

Bandung, 22 Oktober 2014

Penyusun

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR………………………………………………………………………………………………………………………i

DAFTAR ISI…………………………………………………………………………………………………………………………………ii

BAB 1 PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG…………………………………………………………………….……………………………………1
B. RUMUSAN MASALAH………………………………………………………………...………………………………….1

BAB 2 PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN DINDING……………………………………………………………………….…………………………2
B. FUNGSI DINDING………………………………………………………………………………..………………………..2
C. MACAM-MACAM DINDING…….…………………………………………………………………….……………..3
D. BAHAN DINDING……………………………….……………………………………………………………………..….4
E. FINISHING DINDING….………………………………………………………………………………………………..11
F. PERMASALAHAN PADA DINDING DAN SOLUSINYA………………….………………………………….13

BAB 3 PENUTUP……………………………………………………………………………………………………………………...14

DAFTAR PUSTAKA……………………………………..…………………………………………………………………………….15

ii
BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Dinding merupakan salah satu bagian yang penting di dalam sebuah konstruksi
bangunan. Pada era modern seperti saat ini semakin banyak macam-macam dinding yang
ditinjau dari bahan pembuatannya.

Atas dasar itu kami menyusun sebuah makalah tentang konstruksi dinding. Hal ini
menunjukan salah satu bukti kontribusi kami sebagai mahasiswa Teknik Sipil untuk memberi
pengetahuan tentang konstruksi dinding kepada mahasiswa lainnya.

B. RUMUSAN MASALAH

Adapun masalah-masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah sebagai berikut:

1. Apa itu dining?


2. Apa fungsi dinding?
3. Apa saja macam-macam dinding?
4. Apa saja bahan-bahan dinding?
5. Bagaimana memfinishing dinding?
6. Apa saja permasalahan pada dinding dan solusinya?

1
BAB II

PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN DINDING

Dinding adalah konstruksi vertikal pada bangunan yang melingkupi, memisahkan,


dan melindungi ruangan-ruangan interiornya. Dinding dapat berupa struktur penopang
dengan konstruksi homogen atau komposit yang direncanakan untuk mendukung beban
dari lantai dan atap. Dinding bias juga terdiri dari kolom-kolom dan balok-balok yang
membentuk suatu rangka dengan panel non-struktur yang diisikan diantaranya. Pola
dinding dan kolom-kolom penopang ini harus dikordinasikan dengan layout ruang-ruang
interior suatu bangunan.

B. FUNGSI DINDING
1. Secara Umum
Sebagai pemikul beban diatasnya.
Sebagai pembatas ruang, mempunyai sifat : Privasi, Indah dan bagus dalam
skala, warna, tekstur, Dapat dibuat transparan, Sebagai peredam terhadap bunyi
baik dari dalam maupun dari luar.
Pelindung terhadap gangguan dari luar (sinar matahari, Isolasi terhadap suhu, air
hujan dan kelembapan, hembusan angin, dan gangguan dari luar lainnya).

2. Dilihat dari Nilai Kenyamanan, Kesehatan, dan Keamanan


Sebagai pemisah antar ruangan.
Sebagai pemisah ruang yang bersifat pribadi, dan bersifat umum.
Sebagai penahan cahaya, angin, hujan, banjir dan lain-lain yang bersumber dari
alam.
Sebagai pembatas dan penahan struktur (untuk fungsi tertentu seperti dinding,
lift, resovoar dan lain-lain).
Sebagai penahan kebisingan untuk ruang yang memerlukan ambang kekedapan
suara tertentu seperti studio rekaman atau studio siaran.
Sebagai penahan radiasi sinar atau zat-zat tertentu seperti pada ruang radiologi,
ruang operasi, laboratorium, dan lain-lain.
Sebagai fungsi artistik tertentu dan penyimpan surat-surat berharga seperti
brankas di bank dan lain-lain.

2
3. Menurut Konstruksi
Dinding berfungsi sebagai pemikul. Itulah sebabnya konstruksinya harus kuat
dan kokoh agar mampu menahan beban super struktur, bebannya sendiri serta
beban horizontal.
Dinding berfungsi sebagai pembatas/partisi, tidak perlu kokoh tetapi harus kaku
sehingga perlu kolom penguat ( kolom praktis ).

C. MACAM-MACAM DINDING
1. Dinding Interior

Dinding interior adalah dinding yang dipakai didalam ruangan. Ada pemilik
rumah yang menginginkan rumahnya memiliki dinding permanen atau dinding massive,
ada juga pemilik yang menggunakan dinding bangunan yang mudah seperti
menggunakan partisi. Dinding partisi ini merupakan sekat pembatas yang dapat
diangkat atau dipindahkan.

2. Dinding Exterior

Dinding exterior adalah dinding yang letaknya diluar ruangan. Karena terletak
diluar ruangan maka dinding exterior harus kuat, indah, dan tahan cuaca, terutama
disesuaikan dengan cuaca daerah sekitar. Disebut harus kuat karena dinding exterior
tersebut mengalami kontak langsung dengan kondisi lingkungan seperti perubahan
cuaca. Di daerah yang sering terjadi gempa, hujan, dan tingkat cuaca panasnya tinggi,
pemilihan jenis materialnya untuk dinding sangat berpengaruh terhadap kekuatan
dinding tersebut. Sementara itu, disebut indah karena penampakan dari luar akan
menjadi nilai tambah pada sebuah rumah atau bangunan bila penampilannya indah.

3. Diding Fungsi Khusus

Bila dinding mempunyai fungsi khusus, tentu jenisnya disesuaikan dengan fungsi
yang harus diembannya. Misalnya dinding kedap suara, tentu dinding tersebut harus
terbuat dari bahan akustik yang disesuaikan dengan tingkat ambang kebisingan yang
dapat ditoleran.

3
D. BAHAN DINDING
1. Dinding Bata Merah

Dinding batu bata merupakan dinding yang paling banyak digunakan dalam
pembangunan gedung baik gedung sederhana, perumahan, atau gedung berukuran
besar. oleh karena itu dinding batu bata mempunyai seni tersendiri dalam sistem
pemasangannya. Dinding bata merah terbuat dari tanah liat/ lempung yang dibakar.

Kelebihan dinding bata merah:

Batu bata merah kedap air sehingga jarang terjadi rembesan pada tembok.
Keretakan relatif jarang terjadi.
Kuat dan tahan lama karena batu bata tahan terhadap cuaca panas, cuaca
dingan dan udara lembab.
Penolak panas yang baik.
Batu bata mampu membuat di dalam rumah terasa dingin walau diluar rumah
cuaca panas.
Warna yang unik.
Harganya Murah.
Tanah liat yang merupakan bahan utama batu bata mudah didapat dan 
persediaannya cukup banyak.

Kekurangan dinding bata merah:

Waktu pemasangannya lebih lama dibandingkan material dinding bangunan


yang lain.
Jika proses pembakarannya kurang matang, bata mudah retak dan pecah.
Biaya lebih tinggi dari dinding batako.

Pasangan dinding bata merah:


Dengan aturan pemasangan batu merah kita menghubungkan batu merah
masing-masing bersama mortar menjadi suatu kesatuan yang juga dapat menerima
beban. Siar-siar vertikal selalu diusahakan agar tidak merupakan satu garis, harus
bersilang, seperti terlihat pada gambar berikut. Siar vertikal pada umumnya kita pilih
sebesar 1 cm dan siar horisontal setebal 1,5 cm.

Persilangan setengah batu


Tembok batu bata dengan ikatan
tegak

5
Tembok pertemuan setengah batu
Pesilangan satu bata dengan

Ikatan tegak

2. Dinding Batako

Batako merupakan material untuk dinding yang terbuat dari batu buatan/ cetak
yang tidak dibakar. Terdiri dari campuran tras, kapur (5 : 1). Ukuran dan model nya
beragam. Pada batako terdapat 3 lubang disisinya. Lubang tersebut digunakan sebagai
adukan pengikat. Karena dimensinya lebih besar dari bata merah, penggunaan batako
pada bangunan bisa menghemat plesteran 75%, berat tembok 50% - beban pondasi
berkurang. Selain itu apabila dicetak dan diolah dengan kualitas yang baik, dinding
batako tidak memerlukan plesteran+acian lagi untuk finishing.

Kelebihan dinding batako:


Harga relatif murah.
Selain harganya lebih murah per meternya, dimensi yang lebih besar dan
berlubang dapat menghemat 75% plesteran dan 50% beban dinding.
Irit perekat.
Tidak memerlukan plesteran + acian lagi untuk finishing.
Kedap air sehingga sangat kecil kemungkinan terjadinya rembesan air.

Kekurangan dinding batako:

Harga relatif lebih mahal dibanding batako tras. 


Mudah terjadi retak rambut pada dinding. 
Mudah dilubangi karena terdapat lubang pada bagian sisi dalamnya. 

3. Dinding Hebel/Bata Ringan

Bata hebel/bata ringan dibuat dengan mesin di pabrik. Dinding bata hebel/bata
ringan adalah bahan bangunan pembentuk dinding yang mutu kualitasnya tinggi.
Penjualan bata jenis ini tidak ada pada agen atau toko material. Melainkan harus
memesan terlebih dahulu. Umumnya berukuran 10 cm x 19 cm x 59 cm.

Kelebihan dinding hebel:

Memiliki ukuran dan kualitas yang seragam sehingga dapat menghasilkan


dinding yang rapi.
Lebih ringan dari pada bata biasa  sehingga memperkecil beban struktur.
Pelaksanaannya lebih cepat daripada pemakaian bata biasa.
Tidak diperlukan plesteran yang tebal, umumnya ditentukan hanya 2,5 cm saja.

Kedap air, sehingga kecil kemungkinan terjadinya rembesan air.


Mempunyai kekedapan suara yang baik.
Daya Kuat tekan yang tinggi.
Mempunyai ketahanan yang baik terhadap gempa bumi.

Kekurangan dinding hebel:

Karena ukurannya yang besar, untuk ukuran tanggung, membuang sisa cukup
banyak.
Perekatnya khusus. Umumnya adalah semen instan yang berbahan dasar pasir,
silika, filter dan semen.
Jika terkena air, maka untuk menjadi benar-benar kering dibutuhkan waktu yang
lebih lama dari bata biasa.
Harga relatif lebih mahal daripada bata merah.

4. Dinding Kayu/Papan

Konstruksi dinding kayu/papan seperti ini umumnya ditemui pada rumah-rumah


tradisional. Terdiri dari susunan batang kayu bulat, balok, kayu pipih. Sistem konstruksi
seperti ini tidak memerlukan rangka penguat/pengikat lagi karena sudah merupakan
dinding struktural.

Kelebihan dinding kayu/papan:

Dapat menciptakan suasana sejuk di dalam rumah.


Dinding kayu mudah untuk dikerjakan karena lebih banyak tukang kayu yang
paham karakteristik pengerjaan dinding kayu.
Selain mudah diperoleh di pasaran, dinding kayu juga memiliki bobot yang ringan
serta mudah di bentuk.

Kekurangan dinding kayu/papan:

Dinding kayu tidak tahan api dan rayap.


Untuk jenis kayu tertentu tidak tahan terhadap air.
Pada sambungannya harus dikerjakan secara hati-hati karena sifat kayu yang
mudah susut menyebabkan terjadinya renggangan.

5. Dinding Batu Alam

Dinding batu alam biasanya terbuat dari batu kali utuh atau pecahan batu cadas.
Prinsip pemasangannya hampir sama dengan batu bata, dimana siar vertikal harus
dipasang selang-seling. Untuk menyatukan batu diberi adukan (campuran 1 kapur : 1
tras untuk bagian dinding dibawah permukaan tanah, dan ½ PC : 1 kapur : 6 pasir untuk
bagian dinding di atas permukaan tanah). Dinding dari batu alam umumnya memiliki
ketebalan min. 30 cm, sehingga sudah cukup kuat tanpa kolom praktis, hanya
diperlukan.

Kelebihan dinding batu alam:

Berkesan natural, elegan, dan mewah.


Tidak cepat rusak jika dipasang pada dinding.
Jika ada yang rusak, dinding batu alam tidak akan terlihat jelek.
Ukurannya fleksibel, dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

Kekurangan dinding batu alam:

Warnanya tidak bisa seragam, namun sebenarnya itulah keunikannya


Memiliki pori-pori yang besar sehingga harus ditutup dengan bahan khusus lagi
Penggunaan batu alam pada lantai dua, harus memperhatikan struktur
bangunan

Material cenderung berat, sehingga saat distribusi dan pemasangan cukup repot
Harganya lebih mahal dibandingkan harga keramik

6. Dinding Bambu
Dinding bambu adalah konstruksi dinding sederhana yang menggunakan
pemanfaatan bambu sebagai pengganti material yang lain.

Kelebihan dinding bambu:

Mudah digunakan dan murah.


Cara penyambungan cukup dengan paku dan ijuk yang kuat.
Material yang sangat lentur dan dapat dengan mudah kita bentuk sesuai dengan
keinginan kita.

Kekurangan dinding bambu:

Memiliki nilai keawetan yang cukup terbatas.


Mudah terbakar.
Mudah dimakan rayap.
Mutu bambu biasanya dipengaruhi oleh masa potong bambu (pemanenan),
perawatan dan pengeringan bambu, dan pengawetan bamboo.

10

E. FINISHING DINDING
1. Pendahuluan

Dinding yang telah selesai dipasang perlu dilindungi (ditutup) dengan suatu
lapisan dari adukan spesi, agar tembok itu lebih rapi dan indah. Khusus bidang dinding
bagian bawah yang berhubungan langsung dengan tanah diplester kedap air setinggi ±
20 cm.
Pada sudut-sudut tembok sering terjadi cacat akibat benturan benda keras,
adukan untuk plester bagian sudut harus dibuat lebih kuat dari bagian lainnya.
Sedangkan untuk bagian beton bertulang, sebelum plesteran dimulai, permukaan beton
sebaiknya diberi cairan semen kental. Hal tersebut dimaksudkan agar antara plesteran
dan bagian permukaan beton dapat menyatu dengan kuat.

2. Pekerjaan Plesteran

Setelah dinding terpasang sampai atas, mulailah melakukan pelapisan penutup


dinding bata. Pelapisan dilakukan dengan diplester untuk dinding dalam. Dinding luar
atau batas kavling biasanya hanya disawut (plesteran tanpa dihaluskan serta tanpa
diaci). Campuran adukan yang dipakai untuk plesteran adalah 1 pc : 2 pasir untuk
dinding bagian bawah (kedap air) dan 1 pc : 4 pasir untuk pekerjaan plester pada bagian
tengah dan atas yang tidak berhubungan dengan air.

3. Plester dan Acian Bidang Tembok


a. Syarat-Syarat Memplester Tembok
Tembok yang akan diplester harus datar.
Sebelum memulai memplester tembok harus digaruk dengan sapulidi dan
dibersihkan dengan air tawar (air minum).
Tebal lapis plester hanya 1 @ 1,5 cm.
Adukan yang dipakai : 1 kapur : 1 tras : 3 pasir, bila perlu dapat dibuat 1
semen: 3 pasir.

b. Pelaksanaan Memplester Tembok


Tembok yang akan diplester dibagi dalam beberapa bagian (petak- petak).
Pada keempat sudut petak tembok dipasang paku dengan kepala menonjol .
± 3 cm dari bidang tembok, untuk merentangkan benang.
Jarak benang dari sisi tembok 1,5 cm dan bila ada tembok yang menempel
pada benang, maka temboknya harus dipahat dulu supaya didapat plester
sama tebal dan rata.

11

Di tempat-tempat tertentu yaitu pada paku dan rentangan benang dibuat


plester utama yang berhimpit dengan benang-benang tadi, sebagai standar
tebal plester.
Plester utama yang vertikal ini dibuat tiap-tiap jarak 1,00 meter. Setelah ini
selesai, benang dapat dilepas.
Diantara 2 lajur plester utama di isi penuh dengan adukan, kemudian digores
dengan penggaris besar dan lurus mulai dari bawah ke atas untuk
memperoleh bidang yang rata.
Kemudian bidang yang paling luar dilapisi dengan lapisan encer (kapur +
semen merah + air) sambil digosok dengan papan gosok supaya permukaan
standar yang rata, ini disebut mengaci.
Rusuk-rusuk dan sudut pertemuan plester tembok harus merupakan sudut
siku ( = 90°) dan ini harus diplester dengan adukan 1 semen : 3 pasir supaya
tahan benturan-benturan ringan.
Setelah lapis ini betul-betul kering, bidang permukaannya disapu dengan
kapur tohor sebanyak 3 kali, dan agar terlihat indah kapur ini dicampur
dengan zat pewarna yang sesuai dengan selera pemilik bangunan.

c. Hal-Hal Yang Harus Diperhatikan


Bahan adukan plester seperti pasir, tras dan kapur yang telah dicampur rata
harus diayak dulu, supaya butiran-butiran kasar tidak ikut bercampur.
Usahakan jangan menggunakan adukan bekas tembok lama karena daya
lekatnya kurang.
Pada pekerjaan mengaci, bila dalam ember kapur tadi air kapumya sudah
habis, hanya tinggal butiran-butiran kasar yang harus dibuang dan diganti
dengan campuran yang sama dan baru.

4. Pekerjaan Acian

Pekerjaan berikutnya adalah mengaci, untuk menutupi adanya keretakan alami


akibat penguapan

12

F. PERMASALAHAN PADA DINDING DAN SOLUSINYA


1. Rembesan air pada dinding biasa disebabkan oleh atap rumah yang bocor.
Solusinya :
Tutupi tembok yang retak-retak tersebut dengan adukan semen dan aqua proof.
Perbaiki genteng. Mulai dari nok atap hingga dudukan genteng secara
keseluruhan.
2. Retakan karena kualitas beton dinding basement jelek, tebal plesteran dan acian
tidak sempurna sehingga dinding mudah retak, karena beban terpusat (atap : dapat
dihindari dengan balok ring), penyusutan dan pemuaian kusen kayu dan factor alam.
Solusinya :
Injection (grouting); memasukkan bahan yang bersifat encer kedalam celah atau
retakan pada beton, kemudian diinjection dengan tekanan, sampai terlihat pada
lubang atau celah lain telah terisi atau mengalir keluar.
Epoxy injection. Menyiapkan cairan kimia khusus yang sifatnya mengikat dan
cepat kering (epoxy), selanjutnya suntikkan/grouting pada daerah retakan.
Mengganti plesteran yang lama dengan yang baru.
3. Efflorescence (Kotoran Putih Berbentuk Bunga-bunga); terjadi saat dinding
mengering pertama kali, dapat diminimalisasi dengan mengefektifkan pengaman
kelembaban, menghindari penggunaan batu bata yang mengandung garam,
membiarkan batu bata mongering terlebih dahulu sebelum dipasang dan menutup
dinding setiap hari sebelum pekerjaan benar-benar selesai. Untungnya efflorescence
normalnya akan hilang pada saat hujan dan tidak perlu perawatan khusus.
4. Noda; seperti efflorescence terapi tidak bisa hilang saat hujan, biasanya akibat
tumpukan kapur. Penanganannya adalah sebagai berikut :
Bersihkan dinding dengan air bersih.
Disikat dengan sikat dan ditambah cairan tertentu.
Setelah noda dibersihkan, bersihkan lagi dengan air bersih.
Dilakukan perawatan secara teratur untuk membersihkan noda.
5. Lumut, jamur dan tumbuhan lainnya Solusinya dengan membersihkan secara periodic atau
menggunakan cairan tertentu seperti sodium ortho pentachlorophenate.

13

BAB III

PENUTUP
Demikianlah yang dapat kami sampaikan mengenai materi yang menjadi bahasan dalam
makalah ini, tentunya banyak kekurangan dan kelemahan kerena terbatasnya pengetahuan
kurangnya rujukan atau referensi yang kami peroleh hubungannya dengan makalah ini.
Penulis banyak berharap kepada para pembaca yang budiman memberikan kritik saran yang
membangun kepada kami demi sempurnanya makalah ini. Semoga makalah ini dapat
bermanfaat bagi penulis para pembaca khusus pada penulis. Aamiin 

14

DAFTAR PUSTAKA
ILUSTRASI KONSTRUKSI BANGNAN(EDISI KETIGA)
TEKNIK KONSTRUKSI BANGUNAN GEDUNG(JILID DUA)

15