Anda di halaman 1dari 8

METODOLOGI PERENCANAAN

DAN
ANALISA DISAIN

BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang

Kesehatan Jasmani maupun rohani sangat menunjang bagi kehidupan manusia. Dengan
adanya Pekan Olah Raga Provinsi ini merupakan Sarana untuk mengadu atau
mengimbangi kekuatan Fisik masing-masing daerah dalam ber-Olah Raga secara Sehat
dan Sportif. Tahun 2006 ini Kabupaten karawang telah ditunjuk sebagai Tuan Rumah
Penyelenggara Pekan Olah Raga Provinsi (PORPROV) Jawa Barat.

Untuk menunjang PORPROV tersebut, Kabupaten Karawang dituntut untuk menyediakan


Fasilitas yang menunjang bagi terselenggara Arena Ajang Pertandingan Olah Raga ini,
dikarenakan Fasilitas yang ada hanya dapat dipakai oleh masyarakat lingkungan
Kabupaten Karawang saja. Untuk itu diperlukannya perluasan dan pengembangan
Sarana Olah Raga yang memadai untuk Ajang tersebut, salah satu Sarana yang perlu
dibenahi yaitu Gedung Serbaguna Panatayudha yang mempunyai Fasilitas Olah Raga
dibidang Bulutangkis dan Tenis Lapangan. Gedung Serbaguna Panatayudha mempunyai
Lahan yang cukup untuk Cabang Olah Raga tersebut diatas, dan bahkan akan
ditambahkannya satu Cabang Olah Raga lagi yaitu Panjat Tebing.

Untuk itu Kabupaten Karawang diharapkan dapat Meningkatkan bahkan minimal


mempertahankan Prestasi dalam Bidang Olah Raga, yang akan terselenggara pada
tahun 2006 ini. Adapun dukungan seluruh Masyarakat Karawang baik Moril maupun
materiil sangat dibutuhkan dalam Arena Pekan Olah Raga ini, khususnya Pemda
Kabupaten Karawang.

Proposal Teknis

Proposal Teknis akan mengacu ke Kerangka Acuan Kerja (KAK) yang diberikan. Secara
garis besar Usulan Teknis ini terdiri dari :

1
a. Kerangka Acuan Kerja (KAK)
Penjabaran Kerangka Acuan Kerja (KAK) terhadap proses-proses
pendekatan permasalahan.

b. Metodologi
Sistematika dan metode yang digunakan untuk penyusunan program
Perencanaan Bangunan Gedung Serbaguna Panatayudha – Kabupaten
Karawang.

c. Program Kerja
Rencana Kerja, pembuatan dan penyusunan perangkat keras dan perangkat
lunak, dengan mempertimbangkan waktu, biaya, dan potensi yang lain.
Program Kerja ini terdiri dari :
a. Struktur organisasi
b. Pendelegasian
c. Penjadwalan
d. Dokumen kerja

2
BAB II
KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)

Beberapa asumsi berkaitan dengan KAK berkaitan dengan program penyusunan Proposal
Teknis :

1. Perencanaan Bangunan Gedung Serbaguna Panatayudha Kabupaten Karawang


akan terkait keseluruhan eksisting Kolam Renang Kabupaten Karawang .
2. Jadwal waktu pekerjaan dalam metodologi pendekatan yang dipakai telah ditentukan
yaitu 60 hari kalender (Risalah BA Penjelasan Kepada Konsultan Perencana
tanggal Juli 2005).

3
BAB III
PENDEKATAN DAN METODOLOGI

Sistematika dan Metode


Sistematika dan metode Perencanaan Bangunan Gedung Serbaguna Panatayudha
Kabupaten Karawang ini berupa analisis terhadap dua aspek disain, yaitu program dan
fungsi ruang, serta arsitektur massa bangunan sehubungan dengan keberadaan
eksisting. Adapun sistematika dan metode tersebut adalah sebagai berikut :

a. Survei Lapangan dan Pengumpulan Data


Program kegiatan ini adalah mengumpulkan data awal dari lapangan. Termasuk
kedalam data ini adalah aspek kondisi eksisting dari lapangan, dan orientasi
pengembangan komplek gelanggang ke arah depan. Adapun data yang diperlukan di
sini antara lain :
- Gugus fungsi aktifitas dan pelaku aktifitas
- Struktur organisasi
- Standar dimensi dan persyaratan ruangan
- Eksisting fisik tapak, luasan, batas-batas tapak, kondisi lingkungan
- Sistem mekanikal dan elektrikal eksisting
- Sifat fisik tanah
- Peraturan bangunan setempat atau dalam proyek ini adalah Kota Bandung
- Peraturan-peraturan yang berkaitan dengan perencanaan fisik bangunan
seperti : PBI, PKBBI, PKKI, PUIL, PPI, Peraturan Muatan Bangunan Indonesia

b. Fungsi Aktifitas
Fungsi aktifitas akan menelaah beberapa sub item program fungsi, yaitu :
1) Program ruang yang berdasarkan kepada :
- Hubungan antar aktifitas yang tergambar dari struktur organisasi
- Jumlah dan luasan ruang berdasar konteks pelaku aktifitas
2) Hubungan fungsional
Hubungan fungsi-fungsi dan kegiatan untuk merencanakan konfigurasi
ruang secara umum dan sistem sirkulasi yang akan diterapkan.
3) Jumlah dan jenis pelaku aktifitas
- Atlit
- Pengelola
- Pengguna umum

4
Keluaran dari studi program fungsi adalah program ruang fungsi dan luas ruang,
hubungan antar ruang fungsi, zona fungsional tapak.

c. Analisis masalah meliputi :


- Analisis daya dukung tapak terhadap program ruang fungsi, zona fungsional
tapak, dengan mengacu ke kondisi yang ada di atas tapak serta peraturan
bangunan Kabupaten Karawang.
- Analisis data keadaan lokasi/tapak dan lingkungan, mencakup antara lain :
pencapaian tapak, sirkulasi dalam tapak.

d. Penyiapan konsep pengembangan.


Berdasarkan alternatif solusi pemecahan masalah dilakukan analisis untuk alternatif
konsep pengembangan.

e. Perumusan usulan konsep Rencana Penataan Ruang Bangunan.


Adalah penentuan konsep pengembangan yang sudah terpadu, pada prinsipnya
mencakup :
- Konsep zona fungsional tapak.
- Konsep sirkulasi tapak.
- Konsep massa bangunan dan ruang luar dalam tapak.
- Konsep desain arsitektural.
- Konsep sistem Site Engineering.

f. Rencana Teknis.
Pengembangan Konsep disain ke arah rencana detail yang lebih bersifat teknis
arsitektur, sipil yaitu pengolahan tapak, dan enjinering tapak. Adapun uraian rinci
seperti diuraikan dalam Gambar Kerja.

Pelaksanaan tahapan-tahapan tersebut dalam waktu yang telah ditentukan yaitu 175
hari kalender.

Tentang Proyek
1. Lokasi Proyek
Lokasi proyek : Kabupaten Karawang.
Kondisi Lahan : Tapak relatif datar, ada beberapa bangunan disekitarnya, luas
lahan ± 750 m²

5
2. Gedung Serbaguna Panatayudha Kabupaten Karawang .
Lokasi Bangunan Gedung Serbaguna Panatayudha Kabupaten Karawang saat ini
merupakan tanah kosong, sisi timur bersebelahan dengan Ruang Penerima/Entrance
dan sisi barat berhadapan dengan Ruang Ganti Wanita. Arah hadap bangunan
Ruang Ganti Pria adalah ke arah Kolam Lomba.

Ide Disain
1. Penzoningan (Alokasi Ruang)
Berdasarkan kepada jumlah dan jenis pelaku aktifitas, maka kebijaksanaan yang
diambil untuk alokasi zona fungsi adalah :
- Zona fungsi utama
- Zona fungsi penunjang
- Zona fungsi sirkulasi

2. Sirkulasi Tapak.
Berdasarkan kepada kondisi eksisting, dan karena Ruang Ganti Pria merupakan
kelanjutan dari Bangunan Counter, maka kebijaksanaan yang diambil untuk zona
pencapaian adalah :

- Arah masuk bangunan tetap mempergunakan Bangunan Counter

3. Massa dan Ruang


Batasan yang ada adalah :
- Lahan/ Tapak yang terbatas.
- Orientasi massa bangunan terhadap bangunan sekelilingnya.

4. Desain Arsitektural.
Masalah dana adalah pertimbangan utama, oleh karenanya fungsi dan pemilihan
bahan yang tahan lama dan pemeliharaan yang mudah pada desain bangunan
menjadi pemikiran utama. Walaupun demikian, desain arsitektural bangunan akan
mencitrakan desain moderen.

5. Sistem Site Engineering.


Sistem Site Engineering mencakup :
- Sistem suplai daya listrik.
Catu daya listrik diambil dari MDP utama, yang berada di bangunan Counter.

6
- Sistem komunikasi.
Sistem komunikasi telepon diambil dari jaringan telepon utama.

- Sistem penangkal petir.


Sistem penangkal petir menggunakan sangkar faraday, secara prinsip langsung
ditanam ke dalam tanah.

- Sistem suplai air bersih.


Suplai air bersih diambil dari jaringan pipa air bersih kompleks.

- Sistem pembuangan air limbah.


Pembuangan air sisa dikelompokkan menjadi :
Air bekas langsung dialirkan ke saluran drainase
Air hujan langsung dialirkan ke saluran drainase
Air koKAK kategori dibuang ke tangki septik

- Sistem drainase.
Air hujan dari bangunan dibuang ke sistem drainase tapak yang akhirnya dialirkan
ke sistem drainase lingkungan.

- Pengolahan Lahan.
Tidak perlu dilakukan pengolahan lahan secara ekstrim, kecuali hanya perataan
sedikit permukaan tanah.

PRODUK KERJA

1. Struktur Organisasi Proyek ( Terlampir )


2. Jadwal Pelaksanaan Perencanaan ( Terlampir )
3. Jadwal Penugasan Personil ( Terlampir )
4. Rencana Dokumen.
Sesuai dengan KAK, dokumen merupakan sebuah bundel 5 rangkap yang terdiri
dari :
a. Gambar-gambar kerja Tapak (Site) antara lain :
- Rencana Tapak (Site Plan).
- Sistem jaringan air bersih /minum.
- Sistem jaringan drainase.
- Sistem jaringan air limbah.
- Sistem jaringan penanggulangan kebakaran.

7
- Sistem jaringan komunikasi.
- Sistem jaringan listrik.
- Sistem jaringan petir/arde.
b. Gambar-gambar kerja Bangunan, mencakup antara lain :
- Gambar kerja dan detail pelaksanaan arsitektur.
- Gambar kerja dan detail pelaksanaan struktur.
- Gambar kerja dan detail pelaksanaan mekanikal & elektrikal.
c. RAB dan BQ.
d. RKS.