0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
122 tayangan12 halaman

Panduan Lengkap Penggunaan Array dalam Pemrograman

Dokumen tersebut membahas penggunaan array atau larik untuk menyimpan data dalam jumlah banyak dengan tipe data yang sama. Dijelaskan pengertian array, cara deklarasi dan pengisian nilai array, serta contoh program yang menggunakan array untuk menghitung nilai rata-rata, tertinggi, dan terendah dari data nilai siswa.

Diunggah oleh

deviana
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
122 tayangan12 halaman

Panduan Lengkap Penggunaan Array dalam Pemrograman

Dokumen tersebut membahas penggunaan array atau larik untuk menyimpan data dalam jumlah banyak dengan tipe data yang sama. Dijelaskan pengertian array, cara deklarasi dan pengisian nilai array, serta contoh program yang menggunakan array untuk menghitung nilai rata-rata, tertinggi, dan terendah dari data nilai siswa.

Diunggah oleh

deviana
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

A.

PENDAHULUAN

Dalam keadaan yang sebenarnya maka akan dihadapi suatu permasalahan dalam
pembuatan aplikasi program dimana harus memasukkan data dalam jumlah yang
banyak, dimana data tersebut mempunyai nilai isi atau informasi yang sama (tipe data
yang sama). Contoh data nama siswa dalam sebuah kelas, data agama siswa, data nilai
ulangan harian suatu mata pelajaran dan lain sebagainya.

Penggunaan data yang demikian biasanya digunakan pada sebuah aplikasi program
untuk pengolahan data, perhitungan matematika, perhitungan statistik dan lain-lain.
Bahkan untuk penggunaan data dengan dimensi dua maka dapat digunakan untuk
pengolahan berbentuk table ataupun perhitungan matrik.

Pembuatan aplikasi untuk keperluan di atas, akan semakin sulit bila tidak menggunakan
konsep array atau larik. Listing program yang harus dituliskan akan semakin panjang dan
file program pada akhirnya akan semakin besar. Disamping itu akan dijumpai kesulitan
apabila kita ingin mengakses data-data tertentu seperti ingin melihat informasi atau isi
data dari variabel nama ke-4, nama ke-12, nama ke-25 dan seterusnya.

B. PENGERTIAN ARRAY / LARIK

Array atau Larik adalah sebuah tipe data bentukan yang terstruktur yang terdiri dari
sejumlah komponen dengan tipe data yang sama, yang artinya dapat menampung data
yang sejenis dalam jumlah yang banyak dengan hanya menggunakan satu variable saja.

Untuk lebih jelas tentang pengertian array atau larik, perhatikan ilustrasi di bawah ini,
misalkan ada 20 data nama peserta didik yang akan diolah datanya, maka jika tidak
mengenal konsep array atau larik, 20 nama peserta didik akan di-ibaratkan seperti laci-
laci kecil yang berdiri sendiri secara terpisah satu sama lainnya, dimana masing-masing
laci mempunyai pengenal atau nama yang berbeda. Tetapi jika menggunakan konsep
array maka 20 nama peserta didik itu diibaratkan sebagai laci-laci yang berada dalam
sebuah lemari yang sama dimana untuk mengenal laci-laci tersebut cukup mengenal
nama lemarinya dan indek untuk laci nomor berapa.
Perhatikan gambar di bawah ini :

nama1 [1]
nama2 [2]
[3]
nama3 nama
[4]
nama4 [5]
nama5 […]

nama….

Tanpa Konsep Array Dengan Konsep Array

Untuk cara penulisan programnnya akan jadi seperti di bawah ini :

Tanpa Array / Larik :

Var nama1, nama2, nama3, nama4,


nama5, nama6, nama7, nama8,
nama9, nama10, nama11, nama12,
nama13, nama14, nama15, nama16,
nama17, nama18, nama19, nama20 : string[40];

Dengan Array / Larik :

Var nama : array [1..20] of string[40];

1. Cara mendeklarasikan :

Sintak :
Contoh :
 nama : array [1..25] of string[40];
menyiapkan sebuah variabel dengan nama ‘nama’ sebanyak 40 elemen / indeks
dengan tipe data string maksimum 40 karakter.
 nilai : array [1..100] of byte;
menyiapkan sebuah variabel dengan nama ‘nilai’ sebanyak 100 elemen / indeks
dengan tipe data byte (bilangan bulat 0 – 255).
 agama : array [1..50] of char;
menyiapkan sebuah variabel dengan nama ‘agama’ sebanyak 50 elemen / indeks
dengan tipe data karakter.
 gaji : array [1..100] of longint;
menyiapkan sebuah variabel dengan nama ‘gaji’ sebanyak 100 elemen / indeks
dengan tipe data bilangan bulat longint.

2. Cara Mengisi Nilai Variabel :

Perhatikan potongan program di bawah ini yang digunakan untuk mengisi nilai data
dari suatu variabel baik yang menggunakan konsep biasa maupun dengan
menggunakan konsep array / larik.

Begin
Clrscr;
Writeln (‘Nama Ke-1 : ‘); readln (nama1);
Writeln (‘Nama Ke-2 : ‘); readln (nama2);
Writeln (‘Nama Ke-3 : ‘); readln (nama3);
Writeln (‘Nama Ke-4 : ‘); readln (nama4);
Writeln (‘Nama Ke-5 : ‘); readln (nama5);
Writeln (‘Nama Ke-6 : ‘); readln (nama6);
Writeln (‘Nama Ke-7 : ‘); readln (nama7);
Writeln (‘Nama Ke-8 : ‘); readln (nama8);
Writeln (‘Nama Ke-9 : ‘); readln (nama9);
Writeln (‘Nama Ke-10 : ‘); readln (nama10);
…………….;
…………….;
End.

Potongan Program Isi Nilai Variabel Tanpa Menggunakan Array.


Begin
Clrscr;
For i := 1 to 10 do
Begin
Writeln (‘Nama Ke-‘,i:2,’ : ‘); readln (nama[i]);
End;
…………….;
…………….;
End.

Potongan Program Isi Nilai Variabel Dengan Menggunakan Array.

Perhatikan sungguh perbedaan yang sangat mencolok antara kedua potongan


program di atas, listing program akan semakin banyak/panjang jika tidak
menggunakkan konsep array.

Keuntungan lain dengan menggunakan konsep Array / Larik adalah data array yang
kita masukkan dapat fleksibel jumlahnya artinya dalam pendeklarasian variabel kita
boleh meminta jumlah indek yang besar walaupun nanti yang digunakan dalam
pengolahan data indeknya lebih kecil. Perhatikan listing program di bawah ini !

Begin
Clrscr;
Writeln (‘Jumlah Data Siswa : ‘); readln (jumdata);
For i := 1 to jumdata do
Begin
Writeln (‘Nama Ke-‘,i:2,’ : ‘); readln (nama[i]);
End;
…………….;
…………….;
End.

Buatlah Program untuk mencari NILAI RATA-RATA, NILAI TERTINGGI dan NILAI
TERENDAH dari sejumlah data Nilai yang dimasukkan melalui keyboard.
LISTING PROGRAM :

Program Nilai_Siswa;
Uses Crt;
Var JumData, I, Tinggi, Rendah : byte;
TotalNilai : Integer;
Nilai : array [1..10] of byte;
Rata : real;

Begin
Clrscr;
Write (‘Jumlah Data Nilai : ‘); readln (JumData);
Writeln;
For I := 1 to JumData do
Begin
Write (‘Nilai Ke-‘,I:2,’ : ‘);
Readln (nilai[I]);
End;

TotalNilai := 0;
Tinggi := 0;
Rendah := 100;
For I := 1 to JumData do
Begin
TotalNilai := TotalNilai + nilai[I];
If nilai[I] > Tinggi then Tinggi:= nilai[I];
If nilai[I] < Rendah then Rendah := nilai[I];
End;
Rata := TotalNilai / JumData;

Writeln;
Writeln (‘Nilai Rata-Rata : ‘,Rata:12:0);
Writeln (‘Nilai Tertinggi : ‘,Tinggi:12);
Writeln (‘Nilai Terendah : ‘,Rendah:12);
Readln;
End.
Output :

Buatlah Program untuk mencari NILAI TERTINGGI dan NILAI TERENDAH dari sejumlah
data Ulangan Peserta Didik yang dimasukkan melalui keyboard dimana output
ditampilkan dalam bentuk table / laporan. Data Yang Dimasukkan berupa
NAMA_SISWA, NIS, NILAI, Sedangkan Bentuk Output yang diinginkan adalah :

DAFTAR NILAI SISWA


NIS Nama Peserta Didik Nilai Tertinggi Terendah
……. ……………………………….. 99 x
……. ……………………………….. 76
……. ……………………………….. 67 x

LISTING PROGRAM :

Program Nilai_Siswa;
Uses Crt;
Var JumData, I, Tinggi, Rendah : byte;
Nilai : array [1..10] of byte;
Nama : array [1..10] of string[20];
NIS : array [1..10] of string[10];
Begin
Clrscr;
Gotoxy (5,2); Write (‘Jumlah Data Nilai : ‘); readln (JumData);
For I := 1 to JumData do
Begin
Gotoxy (10,3); Write (‘Data Ke-‘,I:2,’ : ‘);
Gotoxy (15,4); Write (‘NIS : ‘); clreol; readln (nis[I]);
Gotoxy (15,5); Write (‘NIS : ‘); clreol; readln (nama[I]);
Gotoxy (15,6); Write (‘NIS : ‘); clreol; readln (nilai[I]);
End;

Gotoxy (1,10); Writeln (‘Silahkan Tekan Enter Untuk Lihat Laporan……..’);


Readln;

Clrscr;
Tinggi := 0;
Rendah := 100;
For I := 1 to JumData do
Begin
If nilai[I] > Tinggi then Tinggi:= nilai[I];
If nilai[I] < Rendah then Rendah := nilai[I];
End;
Writeln;
Writeln (‘DAFTAR NILAI SISWA’);
Writeln (‘ -------------------------------------------------------------------------------------‘);
Writeln (‘ NIS Nama Peserta Didik Nilai Tertinggi Terendah ’);
Writeln (‘ -------------------------------------------------------------------------------------‘);
For I := 1 to JumData do
Begin
Write (‘ ‘,nis[I].’ ‘,nama[I],’ ‘:length(nama[I]-27,nilai[I]:7);
If (nilai[I] = Tinggi) then write (‘ * ‘);
If (nilai[I] = Rendah) then write (‘ * ‘);
Writeln;
End;
Writeln (‘ -----------------------------------------------------------------------------------‘);
Readln;
End.
Output :

Kerjakan Praktikum VI-1, Silahkan Klik Menu Praktikum dan Klik Materi Array dan Larik.
Kerjakan Praktikum VI-2. Silahkan Klik Menu Praktikum dan Klik Materi Array dan Larik.

C. ARRAY DUA DIMENSI

Pada dasarnya array bukan hanya seperti contoh-contoh di atas yang hanya berdimensi
satu saja, array dapat diterapkan juga sebagai array multi dimensi / array dimensi
banyak dimana array dapat berdimensi lebih dari satu. Hanya saja dalam kenyataan
sehari-hari yang kita temui, dimensi yang ada adalah dimensi dua (dimensi bentuk) dan
dimensi tiga (dimensi ruang), Dua jenis dimensi inilah yang umumnya banyak digunakan
dalam pembuatan aplikasi program.

Namun pada kesempatan ini yang akan kita pelajari hanya array / larik dua dimensi saja
dimana aplikasi penerapannya adalah membuat program untuk perhitungan
matematika MATRIKS.
DEKLARASI VARIABEL :

Contoh :
 Matrik_A : array [1..10, 1..10] of byte;
Menyiapkan variabel dengan nama ‘Matrik_A’ dengan dimensi array dua dimensi
dengan tipe data byte;
 Nm_Siswa : array [1..10, 1..2] of String[40];
Menyiapkan variabel dengan nama ‘Nm_Siswa’ dengan dimensi array dua
dimensi dengan tipe data string sebanyak 40. Dengan menggunakan array ini,
kita dapat melakukan manipulasi data sebagai contoh,
 Nm_Siswa[1..10, 1] bisa diasumsikan untuk nama lengkap siswa
 Nm_Siswa[1..10, 2] disasumsikan untuk nama panggilan siswa
 Dta_Lain : array[1..10, 1..3] of Char;
Menyiapkan variabel dengan nama ‘Dta_Lain’ dengan dimensi array dua dimensi
dengan tipe data karakter. Sama seperti contoh di atas maka kita dapat
menerapkan manipulasi data dengan menggunakan variabel array dengan
asumsi misalkan :
 Dta_Lain [1..10,1] diasumsikan dengan agama siswa
 Dta_Lain [1..1o,2] diasumsikan dengan jenis kelamin siswa

Buatlah sebuah program yang dapat digunakan untuk menjumlahkan dua buah matrik,
yaitu Matrik A dan Matrik B. Dimana Ordo Matrik maksimum 5 baris kali 5 kolom,
dimana ordo matrik ditentukan dari input keyboard.

Pemecahan :
Untuk dapat membuat programnya tentunya kita harus mengetahui syarat dua buah
matrik dapat dijumlahkan yaitu mempunyai ORDO YANG SAMA yaitu jumlah baris pada
Matrik A harus sama dengan jumlah baris pada Matrik B, dan jumlah kolom pada Matrik
A harus sama pula dengan jumlah kolom pada Matrik B.
Listing Program :

Program Jumlah_Dua_Matrik;
Uses Crt;
Var
Mat_A, Mat_B, Mat_C : array [1..5 1..5] of byte;
I, J, K, Brs, Klm : byte;

Begin
Clrscr;
Gotoxy (5,2); Write (‘Jumlah Baris Matrik [Mak. 5] : ‘); readln (Brs);
Gotoxy (5,3); Write (‘Jumlah Kolom Matrik [Mak. 5] : ‘); readln (Klm);

Clrscr;
Gotoxy (5,2); Writeln (‘Matrik A :’);
For I := 1 to Brs do
For J := 1 to Klm do
Begin
Gotoxy (4*J,3+I); Readln (Mat_A[i,j]);
End;
Gotoxy (45,2); Writeln (‘Matrik B :’);
For I := 1 to Brs do
For J := 1 to Klm do
Begin
Gotoxy (4*J+40,3+I); Readln (Mat_B[i,j]);
End;
For I := 1 to Brs do
For J := 1 to Klm do
Mat_C[I,J] := Mat_A[I,J] + Mat_B[I,J];
Gotoxy (25,13); Writeln (‘Matrik C :’);
For I := 1 to Brs do
For J := 1 to Klm do
Begin
Gotoxy (4*J+20,14+I); Writeln (Mat_C[i,j]);
End;
Readln;
End.
Output :

Kerjakan Praktikum VI-3, Silahkan Klik Menu Praktikum Dan Klik Materi Array dan Larik.

D. TEKNIK SORTIR DATA

Selain digunakan untuk perhitungan MATRIK, salah satu pengimplementasian array atau larik
yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah ‘bagaimana cara mengurutkan
data’. Banyak cara, teknik atau metode yang dapat digunakan dalam mengurutkan sebuah data,
antara lain dikenal dengan teknik BUBLE SORT, QUICK SORT, BINARY SORT dan lain-lain. Pada
pembahasan kali ini akan dibahas dua metode teknik mengurutkan data, yaitu :

 BUBLE SORT
Bubble Sort adalah proses pengurutan sederhana yang bekerja dengan cara berulang
kali membandingkan dua elemen data pada suatu saat dan menukar elemen data yang
urutannya salah. Ide dari Bubble Sort adalah gelembung air yang akan “mengapung”
untuk metode sort yang terurut menaik (ascending). Elemen bernilai kecil akan
“diapungkan” (ke indeks terkecil), artinya diangkat ke “atas” (indeks terkecil) melalui
pertukaran. Karena algoritma ini melakukan pengurutan dengan cara membandingkan
elemen-elemen data satu sama lain, maka bubble sort termasuk ke dalam jenis
algoritma comparison-based sorting.

Anda mungkin juga menyukai