Array (Larik)
Array yaitu yang berbaris-baris atau berderet-deret. Dalam pemrograman : deretan data yang mempunyai jenis atau tipe data yang sama. Nama Array mewakili deret data dia miliki.
Contoh: A:array[1..5] of integer
A adalah nama array
Definisi Array
Adalah sebuah peubah (variabel) yang mempunyai struktur data yang dapat menyimpan lebih dari satu nilai yang sejenis (tipe data yang sama), setiap elemen diacu melalui indeksnya. Elemen array tersusun di memori secara berurutan (sekuensial), oleh sebab itu indeks array(larik) haruslah tipe data yang menyatakan keterurutan, misalnya integer atau karakter.
Elemen Array
I n d e k s I n d e k s
1 2 3 4 5
Elemen Array kosong
A 1 158 2 157 3 162
4 170 5 163
Elemen Array yg sudah disi nilai
A[1], A[2], A[3], A[4], A[5]
Variabel array vs variabel biasa
Variabel array Dapat menyimpan lebih dari satu nilai yg sejenis Contoh: Deklarasi: A:array[1..5] of integer Variabel biasa Hanya dapat menyimpan satu nilai walaupun sejenis Contoh : Deklarasi: A1 : integer A2 : integer A3 : integer A4 : integer A5 : integer
Deklarasi Array
Sesuatu yang akan digunakan/dipakai dalam suatu program terlebih harus dideklarasikan Array (Larik) adalah struktur(susunan) data yg statis, artinya elemen larik harus sudah diketahui sebelum program dieksekusi. Jumlah elemen larik tidak dapat diubah (ditambah/dikurangi) selama pelaksanaan program (program running). Mendeklarasikan larik di dalam bagian deklarasi berarti :
mendefinisikan banyaknya elemen larik (memesan tempat di memori) mendefinisikan tipe elemen larik (menetapkan tipe nilai yg dapat disimpan oleh larik (array).--> tipe data dapat berupa : tipe dasar/sederhana (integer, real, char, string, Boolean), tipe bentukan (tipe terstruktur :record)
Deklarasi Array -next
Array dari tipe data dasar :
DEKLARASI : A : array[1.50] of integer NamaMhs : array[1..10] of string NilaiUjian : array[1..75} of real
Sebagai tipe bentukan :
membuat/medefinisikan tipe dasar dengan nama sebuah tipe baru DEKLARASI : Type LarikInt : array[1..100] of integer { nama tipe baru} A:LarikInt {A adalah sebuah variable (peubah) array dg 100 elemen
dan bertipe integer}
Deklarasi Array -next
Sebagai sebuah konstanta : Mendefinisikan ukuran array (larik) sebagai sebuah konstanta DEKLARASI:
Const max= 10 N: array[1..max] of real I: integer
ALGORITMA :
For i:=1 to max do read(n[i]) Endfor
Deklarasi Array -next
Sebagai tipe bentukan terstruktur (RECORD) :
Tipe yang berbentuk rekaman (record), rekaman disusun oleh satu atau lebih field. Setiap field menyimpan data dari tipe dasar tertentu. DEKLARASI :
Const NMaks = 100 Type Mahasiswa : record< NIM : integer NAMA : String IPK : real > Type tabmhs : array[1..maks] of mahasiswa Mhs : TabMhs Penulisan elemen mhs : Mhs[2] {elemen kedua dari array mhs} Mhs[2].NIM {mengacu field NIM dari elemen kedua dari array Mhs} Mhs[2].IPK {mengacu field IPK dari elemen kedua dari array Mhs}
Pengsian Nilai per field : Mhs[i].NIM 102131002 Mhs{i].NAMA BUDI UTOMO Mhs[i].IPK 3.6
Menampilkan hasil per field : Output([Mhs[i].NIM, Mhs[i].NAMA, Mhs[i].IPK)
Acuan Elemen Array(Larik)
Elemen Array diacu melalui indeksnya, Nilai Indeks harus terdefinisi.
A[4] mengacu elemen ke 4 dari larik A NamaMhs[2] mengacu elemen ke 2 dari larik namaMhs A[i] mencau elemen ke-I dari larik A, asalkan nilai I sudah terdefinisi.
Memanipulasi elemen array (larik) :
A[4] 10 NamaMhs[i] Achmad
Read(A[i]) If A[i] < 10 then A[i] A[i] + 10 Else .
Pemrosesan Array (Larik)
Elemen array diproses secara beruntun melalu indeks yang terurut mulai dari elemen pertama sampai elemen terakhir. Skema umum pemrosesan array: PROGRAM ProsesArray DEKLARASI:
Const max= 10 Type LarikInt : array[1..max] of integer A : LarikInt I: integer
{indeks Array}
ALGORITMA :
For i:=1 to max do pemrosesan terhadap A[i]) Endfor
Pemrosesan pengisian nilai, pembacaan, penulisan, komputasi, dan manipilasi lainnya.
Pengisian Elemen Array (Larik) :
Secara Lansung :
Contoh
A[i] 10 Inisialisasi :
For I 1 to n do A[i] I Endfor
Dengan pembacaan (dari keyboard) :
Contoh :
For I 1 to n do read(A[i]) Endfor
Ukuran efektif Array (Larik)
Jumlah elemen larik sudah ditentukan (statis), tapi belum tentu semua digunakan/dipakai Jumlah elemen yang dipakai itulah yang disebut dengan ukuran/jumlah efektif array. Ukuran efektif dapat dicatat di dalam peubah (variabel) tertentu, misalnya n.
tiga cara untuk menentukan jumlah elemen efektif dari array(Larik) :
1. Jika Jumlah elemen efektif ditentukan di awal 2. Jika Jumkah elemen efektif diketahui di akhir pembacaan 3. Jika Jumlah elemen efektif baru diketahui di akhir pembacaan (variasi dari versi 2)
Jumlah elemen efektif ditentukan di awal
Procedure BacaLarik(Output A : LarikInt, input n : integer) {Mengisi elemen-elemen larik A[1..n] dengan pembacaan}
{K. Awal : n adalah jumlah elemen efektif larik, nilainya terdefinisi} { K. Akhir : setelah pembacaan, seluruh elemen larik A berisi nilai-nilai yang dibaca dari piranti masukan (keyboard)}
DEKLARASI i : integer {pencatat indeks larik } ALGORITMA for i 1 to n do read(A[i]) endfor
Jumlah elemen efektif diketahui di akhir pembacaan
Setiap kali selesai pembacaan satu buah elemen, akan dilakukan konfirmasi apakah masih ada lagi elemen larik yang akan dimasukkan, seperti statement di bawah ini : Write(Lagi? (y/t)) JIka jawabnya y maka pembacaan dilanjutkan, jika t maka proses pembacaan dihentikan. Jumlah elemen yang dibaca di catat di dalam suatu variabel (peubah)
Procedure BacaLarik2(Output A: Larikint, Output n: integer) {K. Awal : sembarang} {K. Akhir : sebanyak n buah elemen larik A berisi nilai-nilai yang dibaca; n berisi jumlah elemen larik yang diisi} DEKLARASI Jawab : char ALGORITMA N0 Repeat nn+1 Read(A[n]) Write(Lagi? (y/t)) Read(jawab) Until jawab = t
Jumlah elemen efektif baru diketahui di akhir pembacaan (variasi dari versi 2)
Proses pembacaan dianggap selesai jika nilai yang dibaca adalah suatu tanda, misalnya 9999.
Procedure BacaLarik3(output A, LArikint, output n : integr)
{mengisi elemen-elemen larik A[1..n] dg cara pembacaan. Akhir pembacaan ditandai jika nilai yang dibaca adalah 9999} {K.Awal : sembarang } K. Akhit : sebanyak n buah elemen larik A berisi nilai-nilai yang dibaca; n berisi jumlah larik yang diisi.}
DEKLARASI x : integer {menyimpan sementara nilai yang di baca} ALGORITMA n0 read(x) while x 9999 do n n +1 A[n] x read(x) endwhile
{x = 9999}
Menghitung Nilai Rata-rata
Data yang sudah disimpan di dalam Larik, selanjutnya data tersebut dapat dimanipulasi
Procedure hitungRataRata(input A:Larikint, input n:integer) DEKLARASI
I : integer Jumlah : real
ALGORITMA
I 1 {dimulai dari elemen pertama} Jumlah 0 {jumlah total nilai mula mula} For i 1 to n do jumlah jumlah + A[i] Endfor U jumlah/n
Notasi Algoritma hitung rata rata
PROGRAM Rerata
DEKLARASI const NMaks = 100 type LarikInt : array[1..NMaks] of integer A : LArikInt n : integer u : integer { nilai rata-rata }
procedure BacaLarik1(output A : Larikint, input n :integer)
{ mengisi elemen larik A[1..n] dengan pembacaan }
procedure HitungRataRata(input A : LArikint, input n : integer. Output u : real)
{menghitung nilai rata-rata larik A}
ALGORITMA read(n) {tentukan jumlah elemen larik yang akan digunakan } BacaLarik1(A, n) HitungRataRata(A, n, u) write(u)
Kapan menggunakan Larik (array):
Untuk menyimpan sejumlah data yang bertipe sama. Untuk menghindari penggunaan namanama peubah(variabel) yang banyak. Agar penulisan program lebih efisien dalam penulisan kode programnya.
latihan
Buatlah algoritma tanpa menggunakan prosedur (sub program) untuk menghitung nilai-nilai rata-rata dari data yang tersimpan pada elemen array(larik) yang bertipe integer. Konversikan algoritma tersebut ke dalam bahasa pascal.
ARRAY KONSTAN :
Nilai yang terkandung di dalam sebuah array dapat bernilai konstan, artinya nilai-nilai tersebut tidak dapat diubah. mendeklarasikan array bersangkutan dengan kata kunci CONST. Bentuk umumnya adalah sbb: Const NamaArray : array[IndekAwal..IndekAkhir] of tipe_data = (nilai1, nilai2, ...);
Bentuk umum array konstan
Const NamaArray : array[IndekAwal..IndekAkhir] of tipe_data = (nilai1, nilai2, ...)
Contoh : Const A: array[1..5] of char = (A, B, C, D, E)
Array A di atas bersifat konstan, maka nilai yang ada tidak digantikan dengan nilai lainnya. Contoh : A[1] V { SALAH, Karena elemen A[1] selalu bernilai A} A[2] W {SALAH, Karena elemen A[2] selalu bernilai B} A[3] X { SALAH, Karena elemen A[3] selalu bernilai C} A[4] Y {SALAH, Karena elemen A[4] selalu bernilai D} A[5] Z { SALAH, Karena elemen A[5] selalu bernilai E}
Algoritma penggunaan Array konstan
Program ArrayKonstan DEKLARASI : Const BULAN : array[1..12] of string = (Januari, Februari, Maret, April, Mei, Juni, Juli, Agustus, September, Oktober, Nopember, Desember) noBulan : integer;
ALGORITMA : read(noBulan) write(BULAN[noBulan]);
MENCARI NILAI MAKSIMUM ARRAY :
Nilai maksimum pada sebuah variabel Array adalah elemen array yang mempunyai nilai terbesar diantara elemen array lainnya.
158 157 162 169 172 155 170 163
1 2 3 4 5 6 7 8
Nilai maksimum adalah : 172 ada pada elemen A[5]
Kalau elemen larik sudah terurut baik secara ascending maupun descending, maka nilai maksimum langsung bisa diperoleh : Ascending pada elemen terakhir, Descending pada elemen pertama
Permasalahan muncul bila nilai elemen array tesusun secara acak, maka untuk mencari nilai maksimumnya harus mengunjungi seluruh elemen array.
Tiga versi algoritma untuk mencari nilai maksimum
Cara 1 : 1. Mengasumsikan nilai maksimum sementara (maks) adalah yang sangat kecil (misal: -9999). 2. Selanjutnya array dikunjungi mulai dari elemen pertama, 3. setiap kali mengunjungi elemen array, bandingkan elemen tersebut dengan nilai maksimum sementara. 4. Jika elemen array yang sedang dintinjau lebih besar dari nilai maksimum sementara, maka (maks) diganti dengan elemen tersebut. 5. pada akhir kunjungan (setelah seluruh elemen array dikunjungi), nilai maksimum semntara menjadi nilai maksimum sebenarnya.
Ilustrasi untuk maks : -999
A `
158 157 162 169 172 155 170 163
Asumsi : maks = -9999 (nilai maksimum sementara) A[1] > maks? Ya A[2] >maks? Tidak A[3] > maks? Ya A[4] > maks? Ya A[5] >maks? Ya A[6] > maks? tidak A[7] > maks? tidak A[8] >maks? Tidak maks A[1] (maks=158) maks tidak berubah maks A[3] (maks=162) maks A[4] (maks=169) maks A[5] (maks=172) maks tidak berubah maks tidak berubah maks tidak berubah
(proses pembandingan selesai) Didapat : maks = 172 (nilai maksimum array yang ditemukan)
Algoritma untuk maks = -999
Program NilaiMaksimum DEKLARASI : Const N = 8 A : array[1..N] of integer = (158, 157, 162, 169, 172, 155, 170, 163) I, maks : integer
ALGORITMA : Maks -9999 {nilai maksimum sementara} For i 1 to N do If A[i] > maks then Maks A[i] endif endfor Write(maks)
Cara 2: Mencari nilai Maksimal
1. Nilai maksimum sementara diinisialisasikan dengan elemen pertama array. 2. selanjutnya, arrray dikunjungi mulai dari elemen kedua 3. setiap kali mengunjungi elemen array, bandingkan elemen tersebut dengan nilai maksimum sementara. 4. jika elemen array yang sedang dintinjau lebih besar dari nilai maksimum sementara, maka (maks) diganti dengan elemen tersebut. 5. pada akhir kunjungan (setelah seluruh elemen array dikunjungi), nilai maksimum sementara menjadi nilai maksimum sebenarnya.
Ilustrasi untuk maks : elemen pertama
A `
158 157 162 169 172 155 170 163
Asumsi : maks = A[1] (nilai maksimum sementara, maks=158) A[2] >maks? Tidak A[3] > maks? Ya A[4] > maks? Ya A[5] >maks? Ya A[6] > maks? tidak A[7] > maks? tidak A[8] >maks? Tidak maks tidak berubah maks A[3] (maks=162) maks A[4] (maks=169) maks A[5] (maks=172) maks tidak berubah maks tidak berubah maks tidak berubah
(proses pembandingan selesai) Didapat : maks = 172 (nilai maksimum array yang ditemukan)
Algoritma untuk maks = Elemen pertama
Program NilaiMaksumum DEKLARASI : Const N = 8 A : array[1..N] of integer = (158, 157, 162, 169, 172, 155, 170, 163) I, maks : integer
ALGORITMA : Maks A[1] {nilai maksimum sementara} For i 2 to N do If A[i] > maks then Maks A[i] endif endfor Write(maks)
Cara 3: Mencari nilai Maksimal
Mencari nilai maksimal berdasarkan nomor indeks array. Algoritma : idxMaks 1 for I 2 to n do if A[i] > A[idxMaks] then idxMak I endif endfor
Mencari Nilai Minimum Array (Larik)
Mencari elemen larik yang mempunyai nilai terkecil di antara elemen larik lainnya. Konsepnya sama dengan Mencari nilai maksimum array
Latihan
Buatlah algoritma untuk mencari nilai terbesar dari data yang sudah tersimpan pada elemen array, dimana nilai yang tersimpan pada elemen array tersebut di baca dari inputan eksternal (keyboard). Konversikan algoritma di atas ke dalam Bahasa Pascal
Menyalin Larik (Array)
A ` B `
1 2 3 4 5 6 7 8
158
157
162
169
172
155
170
163
Algoritma Menyalin Larik
Program Salin DEKLARASI: Const maks=100 A:array[1..maks] of integer B:array[1..maks] of integer I,n : integer ALGORITMA: Read(n) {menentukan jumlah elemen yang akan digunakan} {membaca nilai dari inputan eksternal (keyboard)} For I 1 to n do read(A[i]) Endfor {menyalin Larik A ke Larik B} for I 1 to n do B[i] A[i] endfor {Menampilkan nilai elemen array B setelah dilakukan penaylinan dari elemen array A} For I 1 to n do write(B[i]) endfor
Menguji kesamaan dua buah Larik
Dilakukan dengan membandingkan setiap elemen yang berpadanan pada ke dua larik tersebut Jika ditemukan satu saja elemen yang tidak sama, maka dapat dipastikan dua buah larik tersebut tidak sama. Apabila semua elemen dari larik itu sama, maka dapat dikatakan dua buah larik itu sama.
Menguji kesamaan dua buah Larik - next
123 130 140 160 180
A `
B `
123 130 140
160
180
Algoritma menguji kesamaan larik
Program uji DEKLARASI Const maks=5 A:array[1..maks] of integer=(123,130,140,160,180) B:array[1..maks] of integer=(123,130,140,160,180) I : integer Sama : boolean ALGORITMA: I 1 Sama true While (I maks) and (sama) do if A[i] = B[i] then I I + 1 {tinjau elemen berikutnya} else sama false endif Endwhile { I > maks or sama=false } {tampilkan hasil} If sama true then write(dua larik sama) Else write(dua larik berbeda) endif
ARRAY DUA DIMENSI (MATRIKS) Pengertian array dua dimensi :
Array dua dimensi dapat dipandang sebagai gabungan array satu dimensi. Ilustrasi :Pandanglah tiga buah array satu dimensi yang dibuat dengan: A1[4], A2[4], A3[4] : dengan tipe data yang sama
ARRAY DUA DIMENSI (MATRIKS)-next
Ketiga buah array satu dimensi di atas, dapat digabung menjadi satu, sehingga terbentuk sebuah array yang disebut array dua dimensi, yang dapat diilustrasikan sebagai berikut :
Dari ilustrasi diatas, terlihat array tersebut terdiri dari 3 baris, dan 4 kolom, dan jumlah elemennya = 3 x 4 = 12 elemen, karena terdiri dari baris (row) dan kolom (column) maka arrray dua dimensi sering disebut MATRIX. Karena sudah menjadi satu buah array, maka nama array hanya satu buah, Misalnya A[3] [4] yang maksudnya adalah terdiri barisnya ada 3, dan kolomnya ada 4.
Bentuk Umum Array Dua Dimensi
Array konstan untuk array dua dimensi (matriks) Cotoh: Array Dua Dimensi dengan matriks : 3 x 5, dengan tipe data integer dan char :
Mengisi Elemen Array Dua Dimensi (MATRIKS) Diketahui array dua dimensi : A : array[1..3, 1..4] of integer
Untuk keperluan praktis dan keragaman, indeks untuk baris dan kolom menggunakan variabel. Misal : i untuk baris dan J untuk kolom
Algoritmanya : I 2 J3 A[i, j] 17
Isi Elemen Matriks per baris atau per kolom
Pengisian semua elemen Matriks secara baris perbaris :
Algoritmanya : N 1 I1 While (i<=3) J 1 While ( j<= 4) A[i, j] N N++ J++ Endwhile I++ Endwhile
Pengisian semua elemen Matriks secara kolom perkolom :
Algoritmanya : X 1 NX J1 While (J <= 4) i 1 While ( i <= 3) A[i, j] N N+4 i++ Endwhile X++ NX J++ Endwhile
Mengisi Elemen Array Dua Dimensi, dengan Nilai yang diinput dari Keyboard :
Misalnya Array Dua Dimensi dengan Matrik 3 x 5. isikan nilai kedalam elemen matrik tersebut.
Algoritmanya : I1 While (i<=3) J 1 While ( j<= 5) Read(nilai) A[i, j] nilai J++ Endwhile I++ endwhile
Latihan 1:
diketahui matriks 3 x4 untuk array dua dimensi, Buatlah algoritma untuk melakukan inisialisasi nilai (nilai konstan) pada array dua dimensi tersebut dengan tipe data integer. Dan cetak/tampilkanlah nilai dari masing-masing elemen dari matriks tersebut di atas. Transformasikanlah Algoritma di atas ke dalam bahasa pemrogaram PASCAL.
Latihan 2:
diketahui matriks 3 x4 untuk array dua dimensi, Buatlah algoritma dengan menginputkan nilai dari inputan eksternal (keyboard) ke dalam masing elemen matriks di atas dengan tipe data integer. Dan cetak/tampilkanlah nilai dari masingmasing elemen dari matriks tersebut. Transformasikanlah Algoritma di atas ke dalam bahasa pemrogaram PASCAL.
MENYALIN ISI ARRAY DUA DIMENSI
Algoritmanya : For i=1 to i<= 3 do For j=1 to j <=4 do B[i,j] A[i,j] Endfor Endfor
MENGHITUNG TOTAL ISI ARRAY DUA DIMENSI Algoritmanya : TOT 0 I1 While (i<=3) do J1 While (J <= 4) do TOT TOT + A[i,j] J++ Endwhile I++ Endwhile Write (TOT )
MENAMBAH ISI DUA BUAH ARRAY DUA DIMENSI
Dua buah array Dua Dimensi yang dibuat A[3,4], dan B[3,4] dengan tipe data integer.
Algoritmanya : I 1 While (i <= 3 ) do J 1 While ( J <= 4 ) do C[i,j] A[i,j] + B[i,j] J++ Endwhile I++ Endwhile
MENGALIKAN ISI DUA BUAH ARRAY DUA DIMENSI :
Dua buah array Dua Dimensi A[2,3] dan B[3,4] yang dibuat dengan tipe data integer :
Catatan : Syarat dua buah matriks dapat dikalikan adalah : Jumlah kolom matriks ke 1 harus sama dengan jumlah baris matriks ke 2. Sedangkan hasilnya adalah matriks ke 3, yaitu jumlah baris matriks ke 3 (matriks hasil) sama dengan jumlah baris matriks ke 1, dan jumlah kolomnya (matriks 3) sama dengan jumlah kolom matriks ke 2.
Perkalian matriks - next
Contoh : A[2,3] x B[3,4] = c[2,4]
Ilustrasi proses : 2x3+4x2+3x3 = 2x2+4x4+3x3 = 2x5+4x6+3x2 = 2x7+4x3+3x5 =
3x3+2x2+5x3 3x2+2x4+5x3 3x5+2x6+5x2 3x7+2x3+5x5 = = = =
Secara umum 8 persamaan di atas, dapat ditulis sebagai berikut : C[i,j] = (A[i,k] * b[k,j] ) Dimana : K dipakai untuk : COL pada array A dan ROW pada array B, dan untuk suatu nilai i dan j, nilai k bergerak 1 sd. 3
Latihan 1:
diketahui matriks 3 x4 untuk array dua dimensi, Buatlah algoritma untuk menghitung nilai total dari matriks tersebut sedang nilai didapat dengan melakukan inisialisasi nilai (nilai konstan) pada array dua dimensi tersebut dengan tipe data integer. Dan cetak/tampilkanlah nilai total dari matriks di atas. Transformasikanlah Algoritma di atas ke dalam bahasa pemrogaram PASCAL.
Latihan 2:
diketahui matriks A=2 x3 dan matrisk B=3x4, Buatlah algoritma untuk menghitung hasil perkalian dua buah matriks. Sedang nilai dari dua buah matriks tersebut didapat dengan melakukan inisialisasi nilai (nilai konstan) pada dua matriks tersebut dengan tipe data integer. Dan cetak/tampilkanlah hasil perkalian dua matriks tersebut. Transformasikanlah Algoritma di atas ke dalam bahasa pemrogaram PASCAL.
TUGAS
(dikumpulkan minggu depan, 20 april 2011)
Buatlah tiga jenis algoritma untuk menentukan hasil perkalian dari dua buah matriks. Dengan ketentuan sebagai berikut :
Silahkan tentukan sendiri ukuran dari dua buah matriks tersebut. Tentukanlah nilai dari dua buah matriks tersebut dengan menggunakan inisialisasi atau inputan dari keyboard. Tipe data ke dua matriks tersebut adalah integer.
Konversikanlah tiga jenis algoritma di atas ke dalam bahasa pemrograman Pascal.