Anda di halaman 1dari 8

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

RANGE OF MOTION (ROM) AKTIF

Pokok bahasan : Latihan Terapi Mobilitas Sendi

Sub Pokok bahasan : Mengajarkan latihan fisik rentang gerak kepada

keluarga Ny. M untuk diaplikasikan kepada Ny. M.


.
Hari dan Tanggal : Sabtu, 21 Maret 2020

Waktu : Jam 09.00 WIB

Tempat : Seruni/PTSW Pandaan.

Sasaran : Ny. M .

Penyuluh : Grace Firsty P.F, Marisa Devina, Ade Ajeng Aulia

A. TUJUAN

1. Tujuan umum

Setelah dilakukan penyuluhan mengenai latihan ROM aktif diharapkan Ny.M

dan keluarga memahami mengenai latihan rentang gerak.

2. Tujuan khusus

Setelah dilakukan penyuluhan selama 30 menit Ny. M dan keluarga dapat :


a. menyebutkan pengertian latihan rentang gerak/ ROM.

b. menyebutkan tujuan dan manfaat latihan rentang gerak/ ROM.

c. menyebutkan gerakan-gerakan pada latihan rentang gerak/ ROM aktif.

d. mampu mendemonstrasikan dan menerapkan gerakan latihan rentang

gerak ROM aktif pada Ny. M

B. ALOKASI WAKTU : ( 30 menit )

No Komunikator Komunikan waktu


Pre Interaksi
1 Memberi salam dan memperkenalkan diri Menjawab salam
2 Menjelaskan tujuan penyuluhan dan tema Mendengarkan 5 mnt
penyuluhan

Isi 20 mnt
3 Menjelaskan materi penyuluhan mengenai Mendengarkan
latihan ROM aktif dan gerakan-gerakan
yang harus dilakukan dalam latihan fisik.
4 Memberikan kesempatan kepada Mengajukan
komunikan untuk bertanya tentang materi pertanyaan
yang disampaikan
5 Penutup 5 mnt
Memberikan pertanyaan akhir sebagai Menjawab
evaluasi
6 Menyimpulkan bersama-sama hasil Mendengarkan
kegiatan penyuluhan
7 Menutup penyuluhan dan mengucapkan Menjawab salam
salam

C. STRATEGI PENGAJARAN

1. Demontrasi
2. Diskusi
3. Tanya jawab

D. MEDIA PENGAJARAN

Video latihan rentang gerak/ range of motion (ROM).


E. EVALUASI

1. Evaluasi proses pengamatan selama penyuluhan

2. Hasil Evaluasi formatif cara lisan/sering.

Materi Penyuluhan

LATIHAN FISIK RENTANG GERAK / RANGE OF MOTION

(ROM) AKTIF

A. Pengertian Latihan Fisik Rentang Gerak/ Range Of Motion (ROM)

Latihan range of motion (ROM) adalah latihan yang dilakukan untuk

mempertahankan atau memperbaiki tingkat kesempurnaan kemampuan

menggerakan persendian secara normal dan lengkap untuk meningkatkan massa

otot dan tonus otot (Potter & Perry, 2006). ROM Aktif yaitu gerakan yang

dilakukan oleh seseorang (pasien) dengan menggunakan energi sendiri.

B. Tujuan dan Manfaat Latihan Rentang Gerak/ ROM

Adapun tujuan dari ROM (Range Of Motion), yaitu :

1. Meningkatkan atau mempertahankan fleksibiltas dan kekuatan otot.

2. Mempertahankan fungsi jantung dan pernapasan.

3. Mencegah kekakuan pada sendi.

4. Merangsang sirkulasi darah.

5. Mencegah.kelainan bentuk, kekakuan dan kontraktur.

6. Menentukan nilai kemampuan sendi tulang dan otot dalam melakukan

pergerakan.

7. Mengkaji tulang, sendi, dan otot.

8. Mencegah terjadinya kekakuan sendi.


9. Memperlancar sirkulasi darah.

10.Memperbaiki tonus otot.

11. Meningkatkan mobilisasi sendi.

12. Memperbaiki toleransi otot untuk latihan.

C. Gerakan dalam Pelaksanaan Latihan Rentang Gerak/ Range Of Motion

(ROM)

Ada berbagai macam gerakan ROM, yaitu :

a. Fleksi, yaitu berkurangnya sudut persendian.

b. Ekstensi, yaitu bertambahnya sudut persendian.

c. Hiperekstensi, yaitu ekstensi lebih lanjut.

d. Abduksi, yaitu gerakan menjauhi dari garis tengah tubuh.

e. Adduksi, yaitu gerakan mendekati garis tengah tubuh.

f. Rotasi, yaitu gerakan memutari pusat dari tulang.

g. Eversi, yaitu perputaran bagian telapak kaki ke bagian luar, bergerak

membentuk sudut persendian.

h. Inversi, yaitu putaran bagian telapak kaki ke bagian dalam bergerak

membentuk sudut persendian.

i. Pronasi, yaitu pergerakan telapak tangan dimana permukaan tangan

bergerak ke bawah.

j. Supinasi, yaitu pergerakan telapak tangan dimana permukaan tangan

bergerak ke atas.

k. Oposisi, yaitu gerakan menyentuhkan ibu jari ke setiap jari-jari tangan pada

tangan yang sama.


Gerak sendi Derajat rentang normal
Leher, Spina, Serfikal
Fleksi : menggerakkan dagu menempel 45°
ke dada.
Ekstensi: Mengembalikan kepala ke 45°
posisi tegak.
Hiperektensi: menekuk kepala ke
belakang sejauh mungkin. 40-45°
Fleksi lateral: memiringkan kepala
sejauh mungkin sejauh mungkin kearah
setiap bahu. 40-45°
Rotasi: memutar kepala sejauh
mungkin dalam gerakan sirkuler. 180°
Bahu
Fleksi: menaikan lengan dari posisi di 180°
samping tubuh ke depan ke posisi di
atas kepala.
Ekstensi: Mengembalikan lengan ke 180°
posisi di samping tubuh.
Hiperektensi: menggerakkan lengan
kebelakang tubuh, siku tetap lurus. 45-60°
Abduksi: menaikan lengan ke posisi
samping di atas kepala dengan telapak 180°
tangan jauh dari kepala.
Adduksi: menurunkan lengan ke
samping dan menyilang tubuh sejauh 320°
mungkin.
Rotasi dalam: dengan siku pleksi,
memutar bahu dengan menggerakan 90°
lengan sampai ibu jari menghadap ke
dalam dan ke belakang.
Rotasi luar: dengan siku fleksi,
menggerakan lengan sampai ibu jari ke 90°
atas dan samping kepala.
Sirkumduksi: menggerakan lengan
dengan lingkaran penuh. -
Siku
Ektensi: meluruskan siku dengan
menurunkan tangan. 150°
Fleksi
Menggerakkan siku sehingga lengan 150°
bahu bergerak ke depan sendi bahu dan
tangan sejajar bahu.

Pinggul
Fleksi: menggerakkan tungkai ke depan 90-120°
dan keatas.
Ekstensi: menggerakan kembali ke 90-120°
samping tungkai yang lain.
Hiperekstensi: mengerakan tungkai ke 30-50°
belakang tubuh.
Abduksi: menggerakan tungkai ke 30-50°
samping menjauhi tubuh,
Adduksi : menggerakan tungkai 30-50°
kembali ke posisi media dan melebihi
jika mungkin.
Rotasi dalam: memutar kaki dan 90°
tungkai ke arah tungkai lain.
Rotasi luar: memutar kaki dan tungkai 90°
menjauhi tungkai lain.
Sirkumduksi: menggerakan tungkai -
melingkar
Lutut
Fleksi: mengerakan tumit ke arah 120-130°
belakang paha.
Ekstensi: mengembalikan tungkai 120-130°
kelantai.
Kaki
Inversi: memutar telapak kaki ke
samping dalam. 10°
Eversi: memutar telapak kaki ke
samping luar.
10°

Anda mungkin juga menyukai