Anda di halaman 1dari 17

TRANSUDAT DAN EKSUDAT

Meri suzana, SST, MKes


CAIRAN DALAM RONGGA SEROSA
 Normal : jumlah sedikit (hampir tidak bisa diukur)
 Fungsi : pelumas agar membran-membran yang dilapisi
mesotel dapat bergerak tanpa geseran
 Jumlah
1. Tekanan osmotik
2. Hidrostatik
3. Permeabelitas pembuluh darah
4. Limfe
5. Mesotel
CAIRAN DALAM RONGGA SEROSA

Rongga Perikardium

Rongga Pleura

Rongga Peritonium
TRANSUDAT

•Bukan radang
•Peningkatan tekanan hidrostatik atau
penurunan tekanan onkotik plasma
•Gangguan kesetimbangan cairan
badan (tekanan osmosis koloid,
stasis dalam kapiler atau tekanan
hidrostatik, kerusakan endotel, dsb.)
Jenis Transudat

•Hidrotoraks
•Hidroperikardium
•Hidroperitoneum
•Hidroarrosis
Kelainan-kelainan yg Dapat Menimbukan
Transudat
•Penurunan tekanan osmotic plasma karena
hipoalbuminemi
•Sindroma nefrotik
•Cirrhosis hepatis
•Peningkatan retensi Natrium dan air
•Penggunaan natrium dan air yang meningkat
•Penurunan ekskresi Natrium dan air (contoh :
gagal ginjal)
•Meningkatnya tekanan kapilaer / vena
•Gagal jantung, obstruksi vena porta, obstruksi
limfe.
EKSUDAT

•Proses peradangan (infeksi atau


keganasan)
•Peningkatan permeabilitas kapiler atau
penurunan reabsorbsi limfatik
•Sel yg keluar dari kapiler dan masuk ke
jaringan waktu radang
•Mengandung lebih banyak protein, berat
jenisnya lebih tinggi dan dapat membeku
JENIS EKSUDAT
1. Eksudat non seluler
a) Eksudat serosa
Eksudat td cairan dan zat-zat terlarut dng << leukosit. Eksudat
serosa td protein dari pembuluh darah + cairan. Contoh = cairan luka
melepuh.
b) Eksudat fibrinosa
Terbentuk jika protein dari pembuluh terkumpul pada daerah radang
yg banyak fibrinogen. Contoh = pleuritis.
c) Eksudat musinosa (Eksudat kataral)
Terbentuk pd membran mukosa, terdapat sel-sel sekresi musin 
sekresi sel bukan dari zat darah. Contoh = pilek.
JENIS EKSUDAT
2. Eksudat Seluler ( Eksudat netrofilik)
Eksudat paling sering dijumpai; td r neutrofil polimorfonuklear
dalam jumlah banyak. Eksudat neutrofil disebut purulen. Eksudat
purulen akibat infeksi bakteri.

3. Eksudat Campuran
Sering terjadi campuran eksudat seluler dan nonseluler;
dinamakan sesuai dengan campurannya.
a) Eksudat fibrino-purulen = fibrin dan neutrofil
polimorfonuklear
b) Eksudat mukopurulen = musin dan neutrofil
PERBEDAAN TRANSUDAT DAN EKSUDAT
PARAMETER TRANSUDAT EKSUDAT

Mekanisme Bukan proses radang Radang

Warna Kuning muda Purulen/Darah/Chylloid

Bau Tidak berbau Kadang berbau busuk

Kejernihan Jernih Keruh hingga menggumpal

BJ < 1,018 (1,005 – 1,015) >= 1,018

Bekuan Tidak ada Membeku spontan karena ada fibrinogen

Protein < 3 g/dl (<50% serum) >= 3 g/dl (>50% serum)

Glukosa ± sama dengan glukosa < glukosa plasma


plasma
LDH < 200 IU/L (<60% serum) > 200 IU/L (<60% serum)

Test Rivalta (-) (+)

Leukosit < 1.000/mm³ > 1.000/mm³


25% neutrofil *neutrofil pada infeksi akut
PEMERIKSAAN TRANSUDAT DAN EKSUDAT

Pra analitik
Analitik
Pasca analitik
PRA ANALITIK

Persiapan Pengambilan Transport Penangan Penyimpanan


pasien/alat spesimen spesimen spesimen spesimen
ANALITIK
Makroskopik Mikroskopik Kimia Mikr obiologi

Hitung
Warna Protein
jumlah sel

Hitung
Kejernihan Glukosa
jenis

Bekuan

BJ

pH
PEMERIKSAAN MAKROSKOPIS
PEM RIVALTA

Tujuan : Untuk mengetahui adanya protein dalam cairan .


Prinsip : seromusin dalam asam  denaturasi  kekeruhan.

Alat dan Reagensia :


 - Beaker gelas
 - Pipet tetes
 - Asam asetat glasial (100%)

Cara Kerja :
 100 mL aqudest dlm beaker gelas + 1 tetes asam asetat glasial  asam
asetat 1-2% dlm tabung reaksi 3 ml + 1 tetes cairan transudat eksudat.
 Amati adanya kekeruhan pada larutan tersebut.

Nilai Normal :
 Negatif : tidak terbentuk kekeruhan putih
 Positif : terbentuk kekeruhan putih.