Anda di halaman 1dari 14

PENCEGAHAN

PENYAKIT MENULAR
DI TEMPAT KERJA

Oleh
Dr Sjarif Hidajat MS MKes SpOk
Pendahuluan

Pencegahan penyakit menular di tempat kerja


adalah upaya menghindari terjadinya
penyebaran dan terjadinya kejadian luar biasa
akibat penyakit menular di tempat kerja untuk
melindungi pekerja dan mayarakat sekitarnya.
Pendahuluan
Tujuan
Tujuan Umum
Melindungi masyarakat dan pekerja yang kontak
dengan orang yang terinfeksi atau sumber infeksi
penyakit menular

Tujuan Khusus
• Mencegah terjadinya kejadian luar biasa dari penyakit
menular di tempat kerja
• Mencegah dengan membatasi penyebarannya dan
mengendalikan penyakit menular di tempat kerja
Jenis Penyakit Menular
Berdasarkan Agen
Infeksi karena bakteri
TBC
Legionnaire’ disease
Infeksi karena virus
Strain Influenza
Common cold
Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS)
West Nile Virus
Avian Influenza
Infeksi karena jamur
Jenis Penyakit Menular
Berdasarkan Lokasi
Penyakit menular lokal
TBC
Legionnaire’ disease
Strain Influenza
Common cold

Penyakit menular dari luar negeri


Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS)
West Nile Virus
Avian Influenza
Cara Penularan Penyakit Menular

Langsung
Langsung ke agen infeksi, mis HIV/AIDS
Kontak Fisik dengan sumber infeksi, mis Flu
Langsung ke membran selaput lendir mata,
hidung, mulut tersangka, mis SARS
Ke kulit yang luka, mis Hepatitis B
Cara Penularan Penyakit Menular
 Tidak Langsung
 Melalui barang (Vehicle born)
• Melalui barang terkontaminasi mis. tempat tidur, baju,
peralatan/linen operasi,
– Corona virus penyebab SARS dapat bertahan 48 jam dalam temperatur
udara
• Melalui makanan,
– Salmonella
• Melalui air,
– Hepatitis A
 Melalui vektor (Vector born)
• Serangga,
– Penyakit malaria,
– West Nile Virus
 Melalui udara (Air born)
• Melalui percikan atau sisa percikan
– SARS
– TBC
– Batuk Rejan
– German Measles
Penyakit Menular dan
Kesehatan Masyarakat
Pencegahan dan pengendalian penyakit
menular adalah masalah Kesehatan
Masyarakat yang telah diatur dalam UU
dan Peraturan Menteri Kesehatan

Pusat dan daerah mempunyai program


kesehatan masyarakat antara lain Promosi
Kesehatan dan peraturan lain untuk
melindungi masyarakat serta sistem
pelaporan penyakit menular
Penyakit Menular dan
Kesehatan Masyarakat
Sistem pelaporan penyakit menular
 Data dikumpulkan dari masyarakat dimana penyakit tersebut muncul
 Data ini diolah ditingkat Kabupaten atau di tingkat Propinsi
 Data kemudian dikompilasi di tingkat Nasional
 Untuk penyakit-penyakit tertentu suatu negara melaporkannya ke WHO

 Petugas Kesehatan dan para klinisi harus segera


melaporkan penyakit menular kepada pejabat kesehatan
setempat yang dapat berupa laporan individu atau
kelompok
 Laporan penyakit menular individu:
Nama, alamat, diagram, umur, jenis kelamin, tanggal laporan, tanggal
terjadinya penyakit, diagnosa
 Laporan penyakit menular kelompok:
Jumlah kasus penyakit menular yang berisi diagnosa dalam periode
waktu tertentu
Penyakit Menular dan
Kesehatan Masyarakat
Penyakit menular yang wajib dilaporkan
Menurut International Health Regulation 1969,
• Penyakit Pes
• Penyakit Cholera
• Penyakit Demam Kuning
Penyakit dibawah surveilans WHO
• Penyakit Demam Tifus Leuseborn
• Penyakit Demam bolak balik
• Penyakit Polio Myelitis
• Penyakit Malaria
• Penyakit Influenza
Penyakit Menular dan
Tempat Kerja
Jenis pekerjaan yang berhubungan dengan
masyarakat
Pekerja sosial
Pengemudi bus
Guru
Pengasuh anak
Pekerja kantoran
Penjual eceran
Pelayanan kesehatan (rumah sakit, dr bedah,
perawat, pelayan kesehatan masyarakat,
Petugas Emergency Response (Polisi, ambulans,
perawat,P3K)
Penyakit Menular dan
Tempat Kerja

 Pekerja yang berhubungan dengan


masyarakat untuk mencegah penyebaran
penyakit menular harus bertanggung
jawab atas:
K3 kondisi kerja
K3 organisasi
Informasi, pendidikan dan pelatihan
Menerapkan standar K 3
Membina hubungan masyarakat industrial
Penyakit Menular dan
Tempat Kerja
 Untuk mencegah terjadinya penyakit menular di tempat
kerja maka perlu kegiatan sebagai berikut
 Pengendalian tehnis dan administratif untuk menghilangkan atau
mengurangi terpaparnya terhadap biohazard
 Penggunaan APD untuk melindungi pekerja dari bahan biohazard
 Ketata rumahtanggaan yang baik agar tempat kerja bersih dan
bebas dari tumpahan bahan biohazard
 Membuat prosedur penanganan linen yang terkontaminasi
biohazard
 Penanganan limbah medis yang baik
 Menerapkan sistem Standar Precaution pada semua proses
untuk pencegahan infeksi
 Sistem ventilasi udara di tempat kerja yang baik