Anda di halaman 1dari 10

UJI AKTIVITAS EKSTRAK BIJI PEPAYA (CARICA PAPAYA L)

SEBAGAI PENGOBATAN SIROSIS (KERUSAKAN HATI)

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar


Sarjana Sains pada Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Oleh:
FITRIA JASMAN
60400117036

JURUSAN FISIKA
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR
2020
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Biji pepaya merupakan limbah dari buah pepaya yang dibuang oleh
masyarakat karena dianggap tidak penting namun sebenarnya biji pepaya data
diolah menjadi sesuatu yang lebih bermamfaat contohnya sebagai obat herbal.
Pepaya sudah terkenal sebagai tanaman yang berkhasiat atau herbal yang dapat
menyembuhkan berbagai macam penyakit. Setiap bagian tanaman pepaya dapat
dimamfaatkan, mulai dari akar, batang, daun, buah, bahkan biji buahnya. Salah
satu tanaman yang dapat dimamfaatkan sebagai obat tradisional adalah tanaman
pepaya (Carica papaya L.). Secara tradisional biji pepaya dapat dimamfaatkan
sebagai obat cacing gelang, gangguan pencernaan, diare, penyakit kulit,
kontrasepsi pria, bahan baku obat masuk angin dan sebagai sumber untuk
mndapatkan minyak dengan kandungan asam-asam lemak tertentu. Minyak biji
pepaya yang berwarnah kuning diketahui mengandung 71,60 % asam oleat, 15,13
% asam palmitat, 7,68 % asam linoleat, 3,60 % asam stearat, dan asam-asam
lemak lain dalamjumlah relatif sedikit atau terbatas. Pepaya (Carica papaya L.)
merupakan salah satu komoditas buah tropika yang telah dibudidayakan dan
dikembangkan secara intensif di Indonesia. Buah ini memiliki nutrisi yang baik
dan dapat dikonsumsi baik sebagai buah segar maupun produk olahan. Biji pepaya
merupakan sumber saponin yang cukup baik dan mempunyai sifat antimikrobia.
Biji papaya pun diketahui mengandung senyawa kimia lain seperti golongan
fenol, alkaloid, dan saponin (Warisno, 2003).
Sirosis hati merupakan penyakit kronis hati yang ditandai dengan fibrosis,
disorganisasi dari lobus dan arsitektur vascular, dan regenerasi nodul hepatosit.
Biasanya dimula dengan adanya proses peradangan nekrosis sel hati yang luas,
pembentukan jaringan ikat dan usaha regenerasi nodul. Distorsi arsitektur hati
akan menimbulkan perubahan sirkulasi mikro dan makro menjadi tidak
teraturakibat penambahan jaringam ikat dan nodul tersebut. Telah diketahui
bahwa penyakit ini merupakan stadium terakhir dari penyakit hati kronis dan
terjadinya pengerasan dari hati yang akan menyebabkan penurunan fungsi hati
dan bentuk hati yang normal akan berubah disertai terjadinya penekanan pada
pembuluh darah dan terganggunya aliran darah vena porta yang akhirnya
menyebabkan hipertensi portal. Pada sirosis dini biasanya hati membesar, terasa
kenyal, tepi tumpul, dan terasa nyeri bila ditekan.
Berdasarkan hal tersebut penelitian ini dilakukan untuk mengetahui
efektivitas biji pepaya sebagai obat tradisional pada penyakit sirosis hati.
1.2 Rumusan Masalah
Rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimana efektivitas biji
pepaya sebagai obat tradisional pada penyakit sirosis hati?
1.3 Tujuan Masalah
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas biji pepaya sebagai
obat tradisional pada penyakit sirosis hati.
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pepaya (Carica papaya L.)


Pepaya (Carica papaya L.) merupakan tanaman yang berasal dari Amerika
tropika. Tanaman ini menyebar ke berbagai negara tropika dan sub tropika hangat
seperti Karibia dan Asia Tenggara pada abad ke-16 selama masa ekspansi
Spanyol. Dalam klasifikasi tanaman, pepaya termasuk dalam famili Caricaceae,
genus Carica, dan spesies Carica papaya L. (Kalie,1999).

Gambar 2.1: Pohon Pepaya


Sumber: https://www.google
Pepaya banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia terutama bagian
buah dan daunnya. Pepaya memiliki mamfaat yang besar antara lain untuk
memperlancar pencernaan, sebagai sumber antioksidan, bahkan mampu berfungsi
sebagai antijamur dan anti bakteri. Mamfaat tanaman pepaya ni dapat ditemukan
pada semua bagian tubuhnya, termasuk bijinya (Zona sehat, 2007).
Menurut United States Departement of Agriculture, klasifikasi tanaman
papaya yaitu :
Kingdom Plantae
Divisio Spermatphyta
Sub Divisio Angiospermae
Ordo Dicotylidonae
Famili Caricaceae
Spesies Carica Papaya L
Pepaya merupakan tanaman herbal yang pada umumnya tidak bercabang
dan mengandung getah di semua bagiannya. Daunnya memiliki petiol yag panjang
dan tersusun spiral. Tanaman ini pada umumnya bersifat diocious, yaitu bunga
jantan, bunga betina, maupun bunga sempurna terletak pada tanaman yag berbeda
(Samson 1980). Pohon jantan memiliki malai bunga bercabang banyak yang
menggantung dengan bunga-bunga jantan yang lebat. Pohon betina memiliki in
florensia dengan 3-5 bunga betina yang bertangkai pendek, bahkan sering hanya
dengan sebuah bunga betina yang duduk pada ketiak daun. Pohon sempurna
memiliki inflorensia yang terdiri dari beberapa bunga sempurna dan 1- bunga
jantan. Masing-masing bunga tersebut bertangkai pendek. Berdasarkan bentuk
bakal buah dan jumlah benang sarinya, bunga sempurna dibedakan menjadi bunga
sempurna elongate dan pentandria (Kali, 1999).
Peran multiguna pepaya sebagai buah segar, olahan, sayur (baik daun
maupun buahnya), penyehat mata oleh energi yang dihasilkan oleh 100 g umbi
kentang (Salunkhe,1984). 60 % buah papaya dapat dimakan. Untuk setiap 100 g
buah papaya terdiri atas 86,6 g air, 0,5 g protein, 0,3 g lemak, 12,1 g karbohidrat,
0,7 g serat, 0,5 g abu, 204 mg kalium, 34 mg kalsium, 11 mg fosfor, 1 mg besi, 74
mg vitamin A, 0,003 mg tiamin, 0,5 mg niasin, dan 0,00 riboflavin (Verheij dan
Coronel, 1997).
2.2 Biji Pepaya
Biji pepaya merupakan bagian dari buah pepaya yang terdapat di dalam
buah pepaya yang tidak dimakan. Pada umumnya biji pepaya hanya dibuang atau
di tanam atau dimamfaatkan sebagai bibit untuk dibudidayakan, padahal
sebenarnya biji pepaya bisa diolah menjadi suatu barang yang bermamfaat dan biji
pepaya lebih banyak dijadikan limbah buangan, padahal berdasarkan uji klinis
yang dilakukan oleh banyak praktikum bidang kesehatan, ternyata biji pepaya bisa
diolah da diambil minyaknya sebagai obat, karena di dalam kandungan biji
pepaya terdapat sumber minyak yang bermamfaat bagi tubuh (Arbianto, 2007).
Gambar 2.2: Biji Pepaya
Sumber: https://www.google

Biji pepaya juga memiliki efek farmakologis bagi tubuh manusia . Oleh
sebab itu membuang biji pepaya memiliki banyak mamfaat dan memiliki
kandungan yang banyak. Jika diurai, maka kandungan biji pepaya antara lain
alkaloid, steroid, tannin, dan juga minyak atsiri. Secara mendetail, kandungan biji
tersebut berupa beberapa asam lemak tak jenuh dalam jumlah tinggi. Asam
tersebut adalah oleat dan asam palmiat. Selain itu, biji pepaya juga diketahui
mengandung senyawa kimia golongan fenol, terpenoid, dan juga saponin.
Senyawa inin bersifat sitolsik, anti-androgen dan berefek strogenik. Selanjutnya
biji pepaya juga mengandung karbohidrat dalam jumlah kecil, air, abu, protein,
dan juga lemak. Sementara itu, terkait mamfaatnya sebagai penghitam rambut,
terkait erat dengan kandungan senyawa Glucoside Carcirin di dalam biji pepaya
(Herynfrianka, 2010).
2.3 Sirosis Hati
Istilah sirosis hati diberikan oleh Laence (1819), yang berasal dari kata
Khirros yang berarti kuning (orange yellow), karena perubahan warna pada
nodule-nodule yang terbentuk. Pengertian sirosis hati dapat dikatakan sebagai
keadaan disorganisasi yang difusi dari suatu struktur hati yang normal akibat
nodule regeneratif yang dikelilingi jaringan mengalami fibrosis.
Sirosis adalah suatu keadaan patologis yang menggambarkan stadium
akhir fibrosis hepatik yang berlangsung progresif yang ditandai dengan distorsi
dari arsitektur hepar dan pembentukan nodulus regenerative (Sudoyo, 2009).
Sirosis hati merupakan penyakit kronis hati yang ditandai dengan fibrosis,
disorganisasi dari lobus dan arsitektur vascular, dan regenerasi nodul hepatosit.
Biasanya dimula dengan adanya proses peradangan nekrosis sel hati yang luas,
pembentukan jaringan ikat dan usaha regenerasi nodul. Distorsi arsitektur hati
akan menimbulkan perubahan sirkulasi mikro dan makro menjadi tidak
teraturakibat penambahan jaringam ikat dan nodul tersebut. Telah diketahui
bahwa penyakit ini merupakan stadium terakhir dari penyakit hati kronis dan
terjadinya pengerasan dari hati yang akan menyebabkan penurunan fungsi hati
dan bentuk hati yang normal akan berubah disertai terjadinya penekanan pada
pembuluh darah dan terganggunya aliran darah vena porta yang akhirnya
menyebabkan hipertensi portal. Pada sirosis dini biasanya hati membesar, terasa
kenyal, tepi tumpul, dan terasa nyeri bila ditekan.
Beberapa faktor yang terlibat dalam etiologi sirosis, konsumsi minuman
berakohol dianggap sebaga faktor penyebab yang utama. Sirosis terjadi dengan
frekuensi paling tinggi pada peminum minuman keras. Meskipun defisiensi gizi
dengan penurunan asupan protein turut menimbulkan kerusakan hati pada sirosis,
namun asupan alcohol yang berlebihan merupakan faktor utama pada perlemakan
hati dan konsekuensi yang ditimbulkannya. Namun demikian, sirosis juga pernah
terjadi pada individu yang tidak memiliki kebiasaan minum-minuman keras dan
pada individu yang dietnya normal tetapi dengan konsumsi alkohol yang tinggi.
Faktor lainnya yang dapat me mainkan pe ranan, te rmasuk pajanan de ngan zat
kimia tertentu (karbon tetraklorida, naftalen terklorinasi, asen atau fosfor) atau
infeksi skistosomiasis yang menular. Jumlah laki-laki penderita sirosis adalah dua
kali lebih banyak daripada wanita, dan mayoritas pasien sirosis berusia 40 – 60
tahun (Smeltzer, 2001).
2.4 Integrasi Keilmuan
Di dalam Al-Qur’an telah dijelaskan macam-macam buah-buahan yang
dapat bermamfaat bagi kehidupan manusia, sebagaimana telah dijelaskan dalam
QS. An-Nahl ayat 11:
‫ ويُخرج‬،‫ ويُخرج به الزيتون والنخيل واألعناب‬،‫يُخرج لكم من األرض بهذا الماء الواحد الزروع المختلفة‬
)١١( .‫ فيعتبرون‬،‫ إن في ذلك اإلخراج لداللةً واضحة لقوم يتأملون‬.‫به كل أنواع الثمار والفواكه‬
Terjemahan-Nya:
“Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman,
zaitun, kurma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya
pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi
kaum yang memikirkan (QS. An-Nahl (16) : 11)”.

M. Qurais Shihab telah menafsirkan dengan menyatakan bahwa dia yakin


Allah swt, menumbuhkan bagi kaum dengannya, yakni dengan air hujan itu
tanaman-tanaman, dari yang cepat layu sampai dengan yang paling panjang
usianya dan paling banyak mamfaatnya. Dia menumbuhkan zaitun, salah satu
pohon yang paling panjang usianya, demikian juga kurma, yang dapat dimakan
mentah atau matang, mudah dipetik dan sangat bergizi dan berkalori tinggi, juga
anggur yang dapat kamu jadikan makanan yang halal atau minuman yang haram
dan dari segala macam atau sebagan buah-buahan, selain yang disebut itu.
Sesungguhnya pada yang demikian, yakni ada curah hujan dan akibatnya itu
bnar-benar ada tanda yang sangat jelas bahwa yang mengaturnya seperti itu adalah
Maha Esa lagi Maha Kuasa. Tanda itu berguna bagi kaum yang memikirkan.
Betapa tidak, sumber airnya sama, tanah tempat tumbuhnya berdempetan, tetapi
ragam dan rasanya berbeda-beda”.
Ayat di atas ditafsirkan bahwasanya manusia perlu mengetahui macam
tanaman dan juga buah-buahan ciptaan Allah, yaitu agar manusia dapat
menunjukkan akan kekuasaan Allah swt. dengan kita mengetahui ciptaan-Nya,
khususnya pada buah-buahan, kita dapat memamfaatkan tanaman atau pun buah-
buahan itu untuk berbagai kepentingan makhluk hidup lainnya.
Ayat di atas menjelaskan akan kekuasaan Allah swt. Bahwasanya sebagai
hamba Allah swt. kita harus menjaga dan juga memamfaatkan alam dengan
sebaik-baiknya dan mengembangkan menjadi suatu yang bermamfaat. Salah
satunya yaitu memamfaatkan biji pepaya untuk diolah menjadi makanan maupun
sebagai obat-obatan.
BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Waktu dan Tempat

Waktu dan tempat penelitian yaitu sebagai berikut:

Waktu : Juli 2020

Tempat : Laboratorium Biomedik UIN Alauddin Makassar

3.2 Alat dan Bahan

Alat dan bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah sebagai berikut:

3.2.1 Alat

a. Lengser / cetakan
b. Pisau
c. Saringan
d. Baskom

3.2.2 Bahan

a. Biji papaya
b. Gula merah
c. Gula Putih

3.3 Prosedur Kerja


Prosedur kerja pada penelitian ini adalah sebagai berikut:
3.3.1 Pembuatan serbuk biji papaya
a. Menyiapkan alat dan bahan
b. Mengambil buah papaya yang sudah masak
c. Memotong buah papaya menjadi bebarapa bagian
d. Memisahkan biji papaya dari daging buahnya
e. Mengeringkan biji papaya
f. Mesangrai biji papaya yang sudah dikeringkan hingga beraroma khas
g. Menumbuk biji papaya yang sudah di sangria hingga halus
h. Menyaring biji papaya yang sudah ditumbuk halus
i. Serbuk biji papaya siap digunakan.

3.3.2 Cara pembuatan obat biji papaya

a. Menyiapkan alat dan bahan


b. Memasukan sedikit air pada panic
c. Menyalakan kompor
d. Merebus air sampai mendidih
e. Masukkan gula merah pada panic secukupnya
f. Aduk sampai merata
g. Masukan adonan permen kedalam cetakan
h. Mencetak sesuai keingnan
i. Menunggu sampai dingin
j. Mengeluarkan dari cetakan

3.4 Skema Pembuatan

Buah Pepaya

Biji Pepaya

Dikeringkan

Gula Merah Serbuk Biji Kelapa Gula Putih

Permen Biji Pepaya