Anda di halaman 1dari 1

Jakarta.

Pemerintah terus berbenah untuk memperbaiki dan meningkatkan pelayanan di Program


Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Beberapa ketentuan pun dikeluarkan untuk menciptakan hal
tersebut.

Salah satunya adalah dengan mengeluarkan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 12 tahun
2016 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 59 tahun 2014 tentang Standar Tarif
Pelayanan Kesehatan dalam Penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan.

Staf Ahli Menteri Kesehatan Bidang Ekonomi Kesehatan, Donald Pardede mengatakan, ketentuan ini
untuk menyempurnakan pengaturan norma kapitasi yang telah berjalan saat ini. Kapitasi adalah sebuah
metode pembayaran untuk pelayanan kesehatan di mana penyedia layanan dibayar dalam jumlah tetap
per pasien tanpa memperhatikan jumlah atau sifat layanan yang sebenarnya diberikan.

"Semangatnya menyamakan pengukuran norma input sedangkan kinerja diukur dari output pelayanan,"
kata Donald kepada KONTAN belum lama ini.

Adapun beberapa poin revisi yang ada dalam beleid yang diteken Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek
pada 17 Maret lalu adalah dalam pasal 4 dan pasal 12. Ketentuan anyar itu merinci lagi besaran kapitasi
kepada Fasilitas Kesehatan (Faskes) dengan ketersediaan sumber daya manusia (SDM).

Kriteria SDM adalah ketersediaan dokter dan dokter gigi. Pertimbangan penilaian pemenuhan kriteria
SDM penetapannya adalah sebagai berikut:

Kapitasi sebesar Rp 3.000 apabila tidak memiliki dokter dan tidak memiliki dokter gigi. Kapitasi sebesar
Rp 3.500 apabila memiliki dokter gigi dan tidak memiliki dokter.

Kapitasi sebesar Rp 4.500 apabila memiliki satu orang dokter, tetapi tidak memiliki dokter gigi. Kapitasi
sebesar Rp 5.000 apabila memiliki satu orang dokter dan memiliki dokter gigi. Kapitasi sebesar Rp 5.500
apabila memiliki paling sedikit dua orang dokter, tetapi tidak memiliki dokter gigi. Kapitasi sebesar Rp
6.000 apabila memiliki paling sedikit dua orang dokter dan memiliki dokter gigi.

Bagi klinik Pratama atau fasilitas kesehatan yang setara, kapitasi sebesar Rp 8.000 apabila memiliki satu
orang dokter dan tidak memiliki dokter gigi. Kapitasi sebesar Rp 9.000 jika memiliki minimal dua orang
dokter gigi. Kapitasi sebesar Rp 10.000 apabila memiliki minimal dua orang dokter dan memiliki dokter
gigi.

Sementara itu untuk Rumah Sakit (RS) kelas D Pratama memperoleh kapitasi sebesar Rp 10.000 apabila
memiliki minimal dua orang dokter dan memiliki dokter gigi.

Terkait dengan tarif pelayanan kesehatan tikat pertama pada daerah kepulauan dan terpencil (tarif
kapitasi khusus), dalam aturan baru ini juga lebih diperinci. Tarif kapitasi khusus yang memiliki dokter
ditetapkan sebesar Rp 10.000 per peserta per bulan. Tarif kapitasi khusus bagi FKTP yang hanya memiliki
bidan atau perawat ditetapkan sebesar Rp 8.000 per peserta per bulan.