Anda di halaman 1dari 4

Nama : Siti Maesaroh

NIM : 108117024

Prodi : S1 Keperawatan 3A

1. Berdasarkan prevalensi global case fatality rate kematian banyak terjadi pada
lansia, mengapa bisa demikian?
Jawab :
Kasus positif virus corona di Indonesia telah menyentuh angka 514 jiwa dan
48 orang di antaranya meninggal dunia. Jika dihitung persentase CFR (case
fatality rate) atau tingkat kematian saat ini, Indonesia telah mencapai 9,3
persen meningkat di beberapa hari sebelumnya yang hanya berkisar 8,4
persen.
Virus corona diketahui lebih rentan mengancam orang tua atau orang-orang
dengan kondisi kesehatan yang lemah. Berdasarkan data dari China, sekitar 80
persen orang dewasa yang meninggal berusia di atas 60 tahun. Sebuah jurnal
yang ditulis oleh para peneliti di Oxford University menyebutkan, Italia
memiliki populasi tertua kedua di dunia. Sekitar 23,3 persen orang Italia
berusia di atas 65 tahun.
"Menjadi jelas bahwa perkembangan dan dampak pandemi tersebut mungkin
sangat terkait dengan komposisi demografis populasi, khususnya struktur usia
populasi," tulis para peneliti, dilansir dari Express. Dalam hal ini, para lansia
lebih rentan dan berisiko terkena virus karena sistem pernapasan yang lebih
lemah. Sementara, anak-anak lebih kebal karena mereka cenderung memiliki
paru-paru yang masih baik. Meski demikian, suatu negara yang memiliki
populasi orang tua tinggi tidak selalu menjamin angka infeksi dan kematian
tinggi.

2. Bila dikaitkan dengan teori proses penuaan, bagaimana teori2 tersebut bisa
menjelaskan situasi saa tini
Jawab :
a. Teori rantai silang
Teori rantai silang mengatakan bahwa struktur molekular normal
yang dipisahkan mungkin terikat bersama-sama melalui reaksi kimia. Agen
rantai silang yang menghubungkan menempel pada rantai tunggal.dengan
bertambahnya usia, mekanisme pertahanan tubuhakan semakin melemah,
dan proses cross-link terus berlanjut sampai terjadi kerusakan. Hasil akhirnya
adalah akumulasi silang senyawa yang menyebabkan mutasi pada sel
ketidakmampuan untuk menghilangkan sampah metabolik
b. Teori imunitas
Teori imunitas berhubungan langsung dengan proses penuaan.
Selama proses penuaan, sistem imun juga akan mengalami kemunduran
dalam pertahanan terhadap organisme asing yang masuk ke dalam tubuh
sehingga pada lansia akan sangat mudah mengalami infeksi. Perubahan
sistem imun ini diakibatkan perubahan pada jaringan limfoid sehingga tidak
adanya keseimbangan dalam sel T intuk memproduksi antibodi dan
kekebalan tubuh menurun. Pada sistem imun akan terbentuk autoimun tubuh.
Perubahan yang terjadi merupakan pengalihan integritassistem tubuh untuk
mela!an sistem imun itu sendiri.

3. Bagaimana virus Corona bisa menular mempengaruhi kondisi lansia?


Jawab :
Pada lansia sistem imun akan mengalami kemunduran dalam pertahanan
terhadap organisme asing yang masuk ke dalam tubuh sehingga pada lansia
akan sangat mudah mengalami infeksi, maka dari itu covid-19 akan mudah
menyerang kepada lansia karena prinsip penyakit ini adalah self limiting
disease atau penyakit dapat sembuh sendiri selama daya tahan tubuh dapat
menangani hal tersebut. Maka dari itu covid-19 dapat mempengaruhi pada
lansia karena seiring sistem imun yang melemah.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, lansia atau orang dengan
usia lanjut dengan kondisi medis tertentu yang sudah ada sebelumnya dapat
dengan mudah terinfeksi oleh virus Corona karena kekebalan mereka lebih
rendah.

4. Bagaimana peran nutrisi dalam menghadapi virus Corona


Jawab :
Berdasarkan keterangan dari Nutrition Expert gummy multivitamin YOUVIT,
Rachel Olsen, B.Sc. Global Nutrition Health, virus bisa dicegah dengan
menjaga daya tahan tubuh yang baik. “Imunitas pada tubuh manusia
sebenarnya bisa dijaga dengan nutrisi yang tepat tiap harinya, seperti dari
sayur, buah dan sumber makanan alami lainnya,” ujar Rachel. Mengenai hal
itu, Rachel juga memberikan beberapa rekomendasi sumber nutrisi untuk
mencegah virus tersebut. Berikut penjelasannya.
a. Vitamin A
menjaga asupan vitamin A harian, karena vitamin ini terlibat pada
produksi dan fungsi sel darah putih yang membantu mengeliminasi
patogen (virus) dan mencegah adanya penyakit infeksi. Zat ini bisa
didapatkan dari wortel, ubi dan pepaya.
b. Vitamin B Kompleks
Selain itu, ada juga vitamin B Kompleks yang diperlukan oleh lebih dari
100 enzim dalam tubuh. Saat fungsi enzim ini dapat optimal, maka dia
akan membantu kerja sel imun dengan lebih baik. Makanan yang kaya
dengan vitamin B antara lain sayuran hijau (seperti daun singkong, bayam,
kangkung) dan kacang-kacangan.
c. Vitamin C
Vitamin ini merupakan antioksidan yang bagus untuk produksi sel-T (sel
imun tubuh). Zat terkenal ini paling tinggi terkandung dalam jambu biji.
d. Vitamin D
Vitamin D merupakan ragam zat penting lain yang dapat memberikan
tambahan lapisan perlindungan pada sel imun dalam tubuh, sehingga
pertahanan terhadap patogen bisa lebih maksimal. Vitamin ini bisa
didapatkan dari matahari maupun makanan seperti jamur kancing, ikan
tuna dan ikan salmon.
e. Vitamin E
Banyak yang tidak tahu bahwa vitamin E memiliki fungsi signifikan untuk
membentuk antibodi. Vitamin ini mempengaruhi pembentukan “natural
killer cell” yang nantinya bisa “membunuh” benda asing seperti virus.
Makanan yang tinggi dengan vitamin ini adalah kacang almond dan
alpukat.
f. Selenium
Selain dari ragam vitamin, Rachel juga menyarankan mengonsumsi
mineral seperti selenium. Zat ini dapat membantu memastikan produksi
jumlah sel imun tubuh mencukupi. Kita bisa mendapatkannya dari jamur,
telur dan ikan-ikanan.
g. Iodium
Mineral lain yang juga memiliki pamor untuk menjaga imunitas tubuh
adalah iodium. Zat ini membantu memberikan asupan energi yang lebih
baik agar kinerja sel imun dapat maksimal. Makanan yang tinggi iodium
antara lain rumput laut, telur dan ikan.

5. Apakah ras dan jenis kelamin juga mempengaruhi kondisi klien


Jawab:
Persentase probabilitas risiko meninggal dunia akibat virua corona lebih besar
laki-laki ketimbang perempuan. Namun, penelitian menunjukan bahwa risiko
bukan terdapat pada jenis kelamin, melainkan tentang gaya hidup, yakni
merokok.
Data statistik menemukan risiko kematian akibat virus corona menyasar
perempuan sebanyak 2,8%. Sedangkan lelaki sebanyak 4,8%. Hasil tersebut
dikarenakan jumlah perokok lebih banyak laki-laki dari pada perempuan