Anda di halaman 1dari 7

FOTON, Jurnal Fisika dan Pembelajarannya Volume 15, Nomor 1, Februari 2011

Penerapan Pembelajaran Fisika dengan the 5 E Learning Cy-


cle Model untuk Meningkatkan Kemampuan Bertanya Guru
dan Siswa serta Prestasi Belajar Siswa Kelas VII- E SMPN
4 Malang
Khusaini
Jurusan Fisika Universitas Malang, Jl. Semarang No. 5, Malang 65145 Tlp. (0341) 552125

Intisari : Fisika mengalami perubahan arus metode pembelajarannya pada beberapa tahun ini.
Fisika dalam KTSP lebih mengutamakan proses kerja ilmiah dengan tujuan untuk menemukan gejala
alam. Salah satu komponen penting dalam proses kerja ilmiah adalah kemampuan bertanya guru dan
siswa. penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan bertanya siswa dan guru. Penelitian
ini juga bertujuan untuk mengetahui pengaruh kemampuan bertanya terhadap presatasi belajar
siswa. Penelitian ini menggunakan the 5 E Learning Cycle Model. Penelitian ini merupakan penelitian
kualitatif. Peningkatan kemampuan bertanya guru dan siswa digambarkan dengan menggunakan
persentase. Peningkatan prestasi siswa diukur dengan Gain score ternormalisasi. Penerapan the 5
E Learning Cycle Model berhasil meningkatkan kualitas dan kuantitas pertanyaan guru dan siswa.
Penerapan model ini juga dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dengan peningkatan angka gain
score dari <g>=0,49 untuk siklus I menjadi <g>=0,55 pada siklus II.

Kata kunci : the 5 E Learning Cycle Model, kemampuan bertanya guru dan siswa, prestasi belajar
siswa

1 PENDAHULUAN kegiatan siswa dengan mempelajari gejalanya


secara langsung melalui media pembelajaran
Fisika merupakan bagian dari ilmu penge- jarang dilakukan. Kegiatan praktikum di-
tahuan alam yang memiliki fakta yang laksanakan jika terdapat sisa waktu setelah
menarik untuk dipelajari, namun memiliki kegiatan penyampaian teori, sehingga siswa
kendala pada pengajarannya. Berdasarkan pasif mendengarkan keterangan guru dan ku-
hasil wawancara dengan ibu Amini selaku gu- rang berminat dalam belajar. Guru ju-
ru Fisika SMPN 4 Malang, nilai rata-rata ga banyak menyampaikan informasi sehingga
fisika siswa kelas VII SMPN 4 masih berk- keterampilan bertanya kurang diperhatikan.
isar pada angka enam. Remidi masih di- Pembelajaran dengan The 5 E Learning
lakukan bagi beberapa siswa untuk mencapai Cycle Model diharapkan menjadi solusi dalam
nilai batas kelulusan siswa. Fakta ini menun- mempelajari fisika terutama siswa SMP yang
jukkan masih kurang efektifnya kegiatan be- model berpikirnya masih konkrit. Model ini
lajar mengajar fisika di kelas selama ini. memiliki beberapa aspek yang dapat menim-
Pembelajaran fisika di kelas VII E SMP bulkan keingintahuan siswa serta mengharap-
N 4 Malang menggunakan metode ceramah. kan peran serta guru dalam rangka menge-
Berdasarkan hasil wawancara dengan gu- nalkan fisika sebagai bagian dari hidup siswa.
ru fisika kelas VII E SMP N 4 Malang, Model pembelajaran ini juga menawarkan

ISSN 1410-3273 23
c 2011 Jurusan Fisika UM
Penerapan Pembelajaran Fisika . . . 24

solusi kegiatan yang teratur sesuai dengan sebayanya untuk menyelidiki gagasan
hakikat fisika dan kemampuan berpikir siswa yang dipelajari melalui aktivitas lang-
serta meningkatakan kemampuan bertanya sung menggunakan media yang telah
guru dan siswa. disediakan oleh guru.

2 DASAR TEORI 4. Elaborasi (Elaboration) Tahap ini


juga dapat disebut tahap aplikasi
2.1 The 5 E Learning Cycle Model konsep. Aktivitas siswa pada tahap
ini adalah mengaplikasikan konsep
The 5 E Learning Cycle Model merupakan baru pada situasi yang lain untuk
model pembelajaran berbasis inkuiri yang ter- lebih memperdalam pemahamannya
diri dari beberapa tahap pembelajaran de- dan mengembangkan keterampilan-
ngan siklus tertentu. Siklus ini terdiri dari nya, sehingga memungkinkan mereka
lima komponen dengan hubungan yang saling menyelidiki konsep-konsep tersebut lebih
berkaitan dan kontinu. Siswa dapat mem- lanjut. Penerapan konsep diarahkan
pelajari fisika dengan lebih menyenangkan pada kehidupan sehari-hari.
dan sesuai dengan cara berpikirnya. Urutan
model ini tidak boleh berubah-ubah. Tahap 5. Evaluasi (Evaluation) Tahap terakhir
evaluasi saja yang dapat diletakkan pada seti- yang dilakukan adalah evaluasi pada
ap tahap namun posisi sebenarnya tetap ter- seluruh pengalaman siswa. Aspek yang
akhir. The 5 E Learning Cycle Model men- dinilai meliputi pengetahuan, keterampi-
gelompokkan aktivitas siswa dalam 5 tahapan lan, aplikasi konsep dan efektivitas pem-
pembelajaran antara lain. belajaran. Pada tahap ini memberi ke-
sempatan pada siswa untuk menilai cara
1. Pendahuluan (Engagement) Pendahu-
belajarnya, mengevaluasi kemajuan bela-
luan merupakan serangkaian aktivitas
jarnya dan proses pembelajarannya.
yang bertujuan untuk menarik perha-
tian siswa, melibatkan siswa dengan ob- Siklus belajar 5 E dapat membantu siswa
jek, masalah, situasi atau peristiwa. Gu- dalam mempelajari fisika. Model siklus bela-
ru menggali pengetahuan awal siswa de- jar 5 E menawarkan kegiatan pembelajaran
ngan memfokuskan perhatian dan minat yang teratur dengan siklus tertentu serta
peserta didik terhadap topik yang akan sesuai dengan cara berpikirnya. Kesesuaian
dibahas. ini karena siswa memerlukan waktu dalam
2. Eksplorasi (Exploration) Eksplorasi menggunakan daya otaknya dalam berpikir
merupakan aktivitas siswa dalam rangka untuk menghindari Pseudo Learning, yaitu
untuk memperoleh pengalaman bela- berupa hafalan yang dapat diingat dalam
jarnya melalui interaksi langsung dengan waktu yang relatif singkat [1].
objek nyata, menemukan fenomenanya,
melakukan aktivitas hands-on dengan 2.2 Kemampuan Bertanya
sedikit bantuan guru dan menggam-
barkan peristiwa dengan kata-kata Kemampuan bertanya memiliki posisi vital
sendiri. Pada tahapan ini, siswa da- dalam pembelajaran inkuiri. Siswa menja-
pat menyampaikan gagasan-gagasan di lebih tertarik untuk memecahkan masalah
bertentangan yang dapat menimbulkan dengan pertanyaan guru yang efektif. Par-
perdebatan dan analisis dari alasan tisipasi siswa bisa dibangkitkan guru de-
munculnya gagasan mereka. ngan mengajukan pertanyaan yang berkual-
itas. Guru yang berorientasi pada inkuiri
3. Eksplanasi (Explanation) Pada tahap ini, membimbing siswa untuk menemukan penge-
siswa dikenalkan dengan konsep baru tahuan dengan cara mengajukan pertanyaan
yang telah dipelajari pada tahap eksplo- [2] sehingga kegiatan pembelajaran menjadi
rasi. Siswa bekerja sama dengan teman lebih menarik dan tidak membosankan.

FOTON/Vol. 15 No. 1/Februari 2011


25 Khusaini

Rakow mengidentifikasi kemampuan gu- • Teknik membimbing. Tujuan dari teknik


ru dalam menggunakan strategi bertanya ini adalah untuk meningkatkan respon
yang efektif sebagai salah satu karakteris- pertama siswa untuk sampai pada jawa-
tik guru guna menciptakan lingkungan kelas ban yang benar atau luas.
yang menumbuhkan inkuiri [3]. Kemampuan
bertanya yang strategis pada guru mampu • Sikap bertanya. Dalam mengajukan
menimbulkan gairah siswa untuk menemukan pertanyaan hendaknya guru memperli-
hal-hal baru. Guru dapat mengarahkan dan hatkan kesan ramah.
merangsang model berpikir siswa melalui per-
tanyaan yang berkualitas. • Pemberian waktu tunggu. Menurut
Rowe, perlu diberikan waktu tung-
Pada situasi pembelajaran berbasis inkuiri
gu sekitar 3-5 detik bagi siswa untuk
peranan pertanyaan hendaknya benar-benar
memikirkan dan memperbaiki jawaban-
diperhatikan. Partisipasi penuh siswa dap-
nya.
at dicapai bila guru menciptakan situasi be-
lajar dengan mengajukan pertanyaan yang • Cara memberikan giliran. Cara gu-
berkualitas. Pertanyaan yang baik menurut ru memberikan giliran menjawab akan
Fraze dan Rudnitski adalah pertanyaan yang memberikan hasil yang berbeda terhadap
mengandung jawaban yang terpusat pada isu kelas.
penting serta menuntut proses berpikir [4].
Berdasarkan hal ini, sebaiknya guru mem- Selain mempelajari teknik bertanya se-
berikan pertanyaan yang lebih dari sekedar baiknya guru juga mempelajari teknik meng-
mengingat informasi namun memungkinkan hadapi pertanyaan siswa. Pertanyaan siswa
siswa belajar ketika menjawab dan memilih mencerminkan tingkat berpikirnya selama
beberapa alternatif jawaban yang bisa dip- melakukan kegiatan pembelajaran. Per-
ilih. Namun dalam kenyataannya pada be- tanyaan siswa mencerminkan tingkat per-
berapa negara ditemukan pertanyaan guru masalahan yang mereka hadapi dalam rangka
50% bersifat pertanyaan ingatan. Pertanyaan mencari fakta fisika. Pertanyaan mereka bisa
yang bersifat drilling juga sering ditemukan membantu guru dalam rangka memahamkan
di sekolah-sekolah [5]. Jenis-jenis pertanyaan siswa.Tidak semua pertanyaan siswa harus di-
antara lain. jawab. Jenis pertanyaan siswa menentukan
jenis tanggapan yang diberikan. Bila per-
• Pertanyaan tertutup (konvergen) dan tanyaan siswa berupa respon, maka guru
pertanyaan terbuka (divergen). tidak perlu menjawab namun hanya mere-
sponnya supaya mereka meneruskan berpikir
• Pertanyaan Produktif dan pertanyaan tentang itu . Pertanyaan filosofi dari siswa
non produktif direspon dengan tidak perlu menjawabnya
malah dapat bertanya balik supaya mereka
• Pertanyaan kognitif.
mengemukakan jawaban sementara mereka.
Menghadapi pertanyaan berupa untuk men-
• Pertanyaan untuk mengembangkan
gungkapkan fakta, sebaiknya guru tidak lang-
keterampilan proses.
sung menjawab tetapi balik bertanya. Gu-
Teknik bertanya menduduki peranan pent- ru sebaiknya sabar tidak memberikan jawa-
ing ketika seseorang akan memberikan per- ban sampai mereka menemukan jawabannya
tanyaan. Cara guru bertanya mempen- sendiri dengan arahan atau pertanyaan balik
garuhi siswa dalam mempelajari konsep fisika. dari guru [5].
Teknik bertanya antara lain [5] :
3 METODE PENELITIAN
• Pengarahan ulang. Teknik ini dilakukan
bertujuan agar lebih banyak siswa yang Penelitian ini menggunakan pendekatan kual-
terlibat dalam kegiatan pembelajaran. itatif yaitu penelitian yang bermaksud untuk

FOTON/Vol. 15 No. 1/Februari 2011


Penerapan Pembelajaran Fisika . . . 26

memahami fenomena tentang apa yang diala- dan guru yang berhubungan dengan kemam-
mi oleh subjek penelitian secara holistik serta puan bertanya dan prestasi belajar.
dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata Pengumpulan data dilakukan dengan
dan bahan pada konteks khusus yang alamiah menggunakan beberapa teknik berikut an-
dan memanfaatkan berbagai metode ilmiah. tara lain wawancara, observasi, dokumentasi,
Karakteristik penelitian kualitatif juga dimi- catatan lapangan serta tes. Penelitian di-
liki oleh penelitian ini. Karakteristik tersebut lakukan dalam dua siklus. Siklus I berusaha
mencakup menyelesaikan permasalahan yang terjadi di-
lapangan. Sikus II dilakukan sebagai langkah
1. Penelitian kualitatif melakukan peneli- penyempurnaan dari siklus I. Tahapan peneli-
tian pada latar alamiah tian dalam satu siklus yaitu perncanaan,
pemberian tindakan, evaluasi, analisis dan
2. Manusia sebagai instrumen,
refleksi.
3. Menggunakan metode kualitatif berupa Data yang diperoleh pada penelitian ini
pengamatan, wawancara, atau penelaa- adalah data yang bersifat kualitatif dan
han dokumen, kuantitatif. Model alur digunakan untuk
menganalisis data yang bersifat demikian.
4. Analisis data secara insuktif, Komponen kegiatan yang dilakukan secara
bersamaan pada model ini antara lain, (1)
5. Lebih mementingkan proses daripada reduksi data, (2) display data, dan (3) pe-
hasil, narikan kesimpulan dan refleksi. Analisis
6. Desain bersifat sementara, yang digunakan dalam menganalisis kemam-
puan bertanya guru dan siswa adalah de-
7. Deskriptif, dan ngan menggunakan persentase. Persentase
ini menggambarkan kemampuan bertanya
8. Adanya batas yang ditentukan oleh fokus guru penggunaan teknik dan jenis per-
[6]. tanyaan. Persentase ini bisa dibandingkan
antara frekuensi jenis pertanyaan dan teknik
Jenis penelitian yang dilaksanakan adalah
bertanya (F) terhadap jumlah keseluruhan
penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian
jumlah jenis pertanyaan dan teknik bertanya
tindakan kelas adalah bagaimana sekelompok
(A). Jika dituliskan secara matematis: [8]
guru mengorganisasikan kondisi praktek pem-
belajaran mereka dan mengajukan cara seba- F
P = x100% (1)
gai alternatif pemecahan masalahnya sebagai A
upaya belajar dari pengalaman sendiri serta Tingkat keberhasilan belajar siswa dapat
melihat pengaruh nyata dari upaya itu [7]. diketahui dengan membandingkan pre tes dan
Penelitian ini dalam rangka mencari solusi pos tes siswa. Analisis data kuantitatif di-
terhadap permasalahan yang terdapat di la- gunakan analisis statistik deskriptif dan gain
pangan. score. Tingkat penguasaan materi dianalisis
Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 4 dengan analisis gain score. gain score ternor-
Malang yang terletak di jalan Veteran 15 malisasi dapat ditentukan dengan rumus se-
Malang. Siswa yang menjadi sasaran peneli- bagai berikut [9].
tian adalah siswa kelas VII E SMPN 4 Malang
dengan jumlah 39 siswa, dengan rincian 24 %Sf − %Si
< g >= x100% (2)
orang siswa putri dan 15 orang siswa putra. 100 − %Si
Jenis data yag diperoleh dari penelitian ini Keterangan :
adalah kemampuan bertanya guru dan siswa < g > : gain score ternormalisasi
serta prestasi belajar siswa. Prestasi bela- Sf : skor rerata pos tes
jar siswa diindikatorkan dengan hasil pre tes Si : skor rerata pre tes
dan pos tes. Sumber data yang digunakan Gain score merupakan indikator yang
adalah semua hal yang diperoleh dari siswa baik untuk menunjukkan tingkat keefektifan

FOTON/Vol. 15 No. 1/Februari 2011


27 Khusaini

pembelajaran yang dilakukan dilihat dari Kondisi berpikir ini dapat mewujudkan fisi-
skor pre tes dan pos tes. Tingkat perolehan ka menjadi ilmu yang sangat menarik un-
gain score ternormalisasi dikategorikan dalam tuk dipelajari. Kondisi berpikir dengan the
tiga kategori [9], yaitu: 5 E Learning Cycle Model dapat membantu
g-tinggi ; dengan (< g >) > 0,7 cara belajar otak yang bersifat membentuk
g-sedang ; dengan 0,7 (< g >) 0,3 jaringan, memerlukan hal yang konkrit dan
g-rendah ; dengan (< g >) < 0,3 pengaitan dalam belajar [10].
Penggunaan model pembelajaran ini ju-
ga meningkatkan kemampuan bertanya guru.
4 HASIL DAN PEMBAHASAN Guru sudah menggunakan pertanyaan dalam
mengkomunikasikan konsep dan fakta fisika
Penerapan The 5 E Learning Cycle Model da- pada siklus I. Kendala utama yang masih
pat meningkatkan prestasi belajar siswa. Pen- terlihat pada siklus I adalah penggunaan
ingkatan ini bisa dilihat dari hasil pre tes dan pertanyaan tertutup yang masih berjumlah
pos tes yang dilakukan setiap pemberian tin- 49,7%. Jumlah ini menunjukkan banyaknya
dakan. Peningkatan ini semakin tampak ji- pertanyaan tertutup yang diajukan guru ham-
ka ditinjau dari analisa gain score ternormal- pir separuh pertanyaan guru. Pertanyaan ter-
isasi. Skor rata-rata pos tes siswa sudah men- buka memiliki porsi 33,8% dan pertanyaan
capai 67,21 pada siklus I dan 77,05 pada sik- produktif 16,6%. Kondisi yang ditimbulkan
lus II. Bila dianilisis menggunakan gain score oleh banyaknya pertanyaan tertutup adalah
ternormalisasi didapatkan sebesar 0,49 pada rendahnya tingkat berpikir siswa serta jawa-
siklus I dan 0,55 pada siklus II. ban yang bersifat serempak yang disampaikan
Hasil penelitian ini menunjukkan bah- siswa. Tingkat berpikir siswa hendaknya dit-
wa pembelajaran fisika dengan menggu- ingkatkan dengan pertanyaan terbuka dan
nakan model pembelajaran yang tepat dapat produktif. Jawaban serentak dari siswa juga
meningkatkan prestasi belajar siswa. Pemili- sebaiknya dihindari. Jawaban serentak dap-
han model ini harus mempertimbangkan fisika at menyulitkan guru untuk mengidentifikasi
sebagai bagian dari IPA, bukan hanya sebagai jawaban siswa yang salah dapat menyebabkan
kumpulan pengetahuan serta rumus-rumus siswa malas berpikir dan tidak mengikuti
belaka. Dengan pemilihan model yang tepat pembelajaran lagi [10]. Penunjukan pen-
dapat meningkatkan motivasi siswa dalam be- jawab masih jarang dilakukan, sehingga jawa-
lajar. The 5 E Learning Cycle Model meru- ban bersifat serempak dan terkadang siswa
pakan model yang berbasis inkuiri yang dap- malu untuk menjawab. Waktu tunggu sudah
at meningkatkan motivasi dan prestasi bela- ada, namun perlu diperpanjang lagi. Waktu
jar siswa. Pembelajaran berbasis inkuiri dap- tunggu sangat vital peranannya untuk mem-
at memberikan tujuan yang jelas pada siswa. beri waktu berpikir bagi siswa untuk memper-
Hal ini sesuai dengan hakikat belajar seba- oleh jawaban yang tepat dan berbobot [11].
gai aktivitas yang bertujuan. Semakin je- Pengulangan pertanyaan yang sama pada gu-
las tujuan siswa dalam belajar, semakin ting- ru masih dilakukan, pengulangan ini men-
gi motivasi siswa dalam belajar [2]. Mod- gakibatkan siswa tidak begitu memperhatikan
el ini juga memenuhi model pembelajaran pertanyaan pertama guru dan kurang berpar-
yang bisa meningkatkan kemampuan berpikir tisipasi dalam pembelajaran.
siswa. The 5 E Learning Cycle Model men- Teknik bertanya yang dilakukan guru pa-
gajak siswa berpikir mulai dari awal pembe- da siklus II mengalami peningkatan diband-
lajaran hingga akhir. Awal pembelajaran de- ingkan pada metode ceramah. Teknik yang
ngan menghubungkan pembahasan yang telah bersifat pemusatan berjumlah 44,1%, pe-
dipelajari siswa dengan yang akan dipela- mindahan giliran 34,5%, tuntunan 16,6% dan
jari. Pengaitan ilmu yang dipelajari dengan pelacak 4,8%. Teknik bertanya yang digu-
kondisi lingkungan siswa juga meningkatkan nakan sudah menunjukkan tingkat penggu-
kemampuan berpikir dan mengingat siswa. naan pertanyaan oleh guru dalam kegiatan

FOTON/Vol. 15 No. 1/Februari 2011


Penerapan Pembelajaran Fisika . . . 28

pembelajaran. Guru tidak langsung mengko- Gambar 2.


munikasikan fakta dan konsep fisika, na-
mun mengajak berpikir siswa melalui per-
tanyaan. Peran serta siswa dalam pembela-
jaran fisika sudah ditingkatkan dengan men-
gajukan pertanyaan pemindahan giliran dan
pelacak. Teknik penuntun dapat menga-
jak siswa mengetahui kesalahan tanpa ditun-
jukkan langsung oleh guru.
Kemampuan bertanya guru pada siklus
II mengalami peningkatan yang lebih baik
dibandingkan dengan siklus I. Jenis per- Gambar 1: Perbandingan Jenis Pertanyaan Gu-
tanyaan yang digunakan guru sudah menun- ru siklus I dan Siklus II
jukkan upaya guru untuk mengajak siswa
berpikir. Pertanyaan terbuka yang diajukan
guru sudah mendominasi pertanyaan guru.
Pertanyaan terbuka berjumlah 60%. Per-
tanyaan terbuka ini mengalami peningkatan
26,2% dari siklus I. Pertanyaan terbuka men-
gajak siswa berpikir aktif, sehingga tingkatan
berpikirnya lebih meningkat serta siswa dapat
meningkatkan bekal belajarnya sebelum pem-
belajaran. Pertanyaan tertutup mengalami
penurunan dalam penggunaan. Pertanyaan
tertutup digunakan sebanyak 33,3% dengan
Gambar 2: Perbandingan Teknik Bertanya Per-
penurunan penggunaan sebesar 16,4%. Peng-
tanyaan Guru Siklus I dan Siklus II
gunaan pertanyaan produktif sebanyak 6,7%
dengan penurunan penggunaan sebesar 9,1%.
Penggunaan jenis pertanyaan guru menun- 5 PENUTUP
jukkan peningkatan kemampuan bertanya gu-
ru. Pemberian waktu tunggu mengala- Dari hasil analisis data dan pembahasan, da-
mi perbaikan, sehingga siswa lebih banyak pat disimpulkan bahwa:
memiliki waktu untuk berpikir dalam men- 1. Pembelajaran fisika dengan the 5 E
jawab pertanyaan guru. Penunjukkan ter- Learning Cycle Model pada kelas VII-E
hadap siswa yang menjawab dilakukan sete- SMPN 4 Malang dapat meningkatkan ke-
lah guru memberikan pertanyaan dan waktu mampuan bertanya guru. Peningkatan
berpikir. Penunjukkan dengan cara ini bisa kemampuan bertanya guru dapat ditun-
meningkatkan partisipasi siswa dalam men- jukkan dengan semakin seringnya peng-
jawab pertanyaan guru [11]. Pengulangan gunaan jenis pertanyaan terbuka serta
pertanyaan masih dilakukan, namun sudah teknik pemindahan giliran yang lebih
berkurang frekuensinya. Jawaban serentak merata dengan waktu tunggu yang cukup
dari siswa masih terlihat, kondisi ini dise- serta penunjukkan siswa yang tepat, se-
babkan oleh beberapa pertanyan guru masih hingga siswa lebih banyak merespon per-
rendah tingkatan berpikirnya. Guru se- tanyaan guru disertai peningkatan ke-
baiknya meningkatkan tingkatan berpikir pa- mampuan berpikirnya.
da pertanyaannya, sehingga jawaban serem-
pak bisa dihindari. Perbandingan penggu- 2. Pembelajaran fisika dengan the 5 E
naan jenis pertanyaan guru dapat dilihat Learning Cycle Model pada kelas VII-
pada Gambar 1 dan perbandingan penggu- E SMPN 4 dapat meningkatkan ke-
naan teknik bertanya guru dapat dilihat pada mampuan bertanya siswa. Pertanyaan

FOTON/Vol. 15 No. 1/Februari 2011


29 Khusaini

dari siswa mulai muncul dalam mod- [10] Kock, Heinz. 1984. Saya Guru yang Baik.
el ini dibandingkan dengan model ce- Yogyakarta : Penerbit Kanisius
ramah tanpa adanya pertanyaan dari
siswa. Siswa bertanya pada tahap eks- [11] Usman, Muhammad Uzer. 2006. Menjadi
planasi pada siklus I serta tahap elabo- Guru Profesional. Bandung : PT. Rema-
rasi pada siklus II. ja Rosda Karya

3. Pembelajaran fisika dengan the 5 E


Learning Cycle Model pada kelas VII-
E SMPN 4 dapat meningkatkan prestasi
belajar siswa. Kenaikan prestasi siswa
berdasarkan nilai Gain score ternormal-
isasi termasuk dalam kategori sedang.

PUSTAKA

[1] Adnyana, Putu Budi. 2004. Pembela-


jaran Berbasis Inkuiri. Malang: Lemlit
UM

[2] Wartono. 2003. Pengembangan Program


Pengajaran Fisika. Malang : Pendidian
Fisika UM

[3] Handayanto, Supriyono Koes. 2003.


Strategi Pembelajaran Fisika. Malang:
JICA

[4] Corebima, A.D. 2004. Bertanya dan


Berpikir pada Pembelajaran. Malang:
Lemlit UM

[5] Nuryani, R. 2005. Strategi Belajar Men-


gajar Biologi. Malang : UM Press

[6] Moleong, Lexy J. 2006. Metodologi


Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Re-
maja Rosdakarya

[7] Wiriaatmadja, Rochiati. 2006. Metode


Penelitian Tindakan Kelas. Bandung:
Penerbit Rosdakarya

[8] Arikunto, suharsimi.2006. Prosedur


Penelitian, Suatu Pendekatan Praktek.
Jakarta: PT. Rineka Cipta

[9] Yuliati, Lia. 2005. Pengembangan Pro-


gram Pembelajaran untuk Meningkatkan
Kemampuan Awal Mengajar Guru Fisi-
ka. Disertasi. Bandung: Universitas Pen-
didikan Indonesia. Tidak diterbitkan

FOTON/Vol. 15 No. 1/Februari 2011