Anda di halaman 1dari 1

Seorang pasien pria bernama Pa Agie (40 tahun) datang ke sebuah klinik di Bandung.

Pasien tersebut sudah satu tahun menderita penyakit asam urat. Pasien mengluhkan
rasa sakit di bangian lutut , diantara jari-jari kaki dan bengkak, serta terasa panas
pada bagian yang bengkak. Setelah diperiksa oleh dokter dan mendapatkan
hasil dari test laboratorium ternyata asam urat pasien meningkat kembali.
Setelah dari dokter pasien segera membawa resep ke apotek untuk
mendapatkan obat. Di apotek terdapat seorang apoteker bernama ibu Fevi. Di apotek:
Pasien : (memasuki apotek)
Apoteker : selamat siang ada yang dapat saya bantu?
Pasien : selamat siang, ia saya mau memberikan resep dari dokter, ini resepnya
(memberikan resep kepada apoteker)
Apoteker : sebelumnya boleh saya minta waktu bapak sebentar?
Pasien : ya boleh, saya sedang tidak buru-buru
Apoteker : perkenalkan nama saya Fevi sebagai apoteker di apotek ini.
Copy
resepnya untuk pak Agie usia 40 thn?
Pasien : ya, copy resepnya untuk saya sendiri.
Apoteker : jika boleh tahu, gejala apa yang bapak rasakan ? dan apa yang dokter
katakan mengenai penyakit bapak? (mengecek ketepatan regimen obat
dengan penyakit yang diderita pasien)
Pasien : saya merasa sakit di bangian lutut , diantara jari-jari kaki dan bengkak,
serta terasa panas pada bagian yang bengkak, sudah setahun saya menderita asam
urat, dan sekarang menurut dokter sekarang asam urat saya kambuh lagi