Anda di halaman 1dari 4

INRACRANIAL STENOSIS DAN STROKE ISKEMIK

Stroke merupakan penyebab kematian dan disability paling sering di


dunia, 87% persen dari kasus yang terjadi adalah stroke iskemik. Stenosis arteri
Aterosklerotik Intrakranial adalah penyebab tersering dari stroke dan TIA.
Sebanyak 8-10% dari seluruh stroke iskemik dan 30-50 % dari kejadian stroke
iskemik di ASIA.
Aterosklerotik intrakranial dapat menjadi gejala yang disebabkan oleh :
a. Perforator iskemik
b. Emboli arteri
c. Hipoperfusi hemodinamik
d. Kombinasi

Terapi pada ICAS bisa dilakukan dalam 3 jenis terapi dimana terapi yang
1 dengan yang lainnya dapat saling berkaitan.
Pada perubahan gaya hidup yang bisa dilakukan adalah seperti
peneurunan berat badan, melakukan olahraga dan berhenti merokok.
Sedangkan penggunaan medikamentosa sesuai dengan SAMMPRIS Trial 2011
yaitu penggunaan dual anti platelete seperti ASA + Clopidogrel selama 90 hari,
Statin dosis tinggi dengan target ≤ 70 mg/dl, HbA1c target ≤ 6.5% dan target
tekanan darah sistolik ≤ 140 mmHg sehingga dapat menurunkan rekurensi
stroke sebanyak 5.8%.
Leung et al (2015) melakukan penelitian terhadap 50 pasien dengan 3D
angiogram setelah dilakukan terapi selama 12 bulan. Hasilnya didapatkan 49%
pasien dengan stenosis intrakranial mengalami penurunan sebesar 10%,
sebanyak 43% tetap stabil dan hanya 8% yang mengalami stenosis progresive.
Pada terapi endovaskular untuk Stenosis arteri Aterosklerotik
Intrakranial dapat dilakukan dengan kateterisasi dengan stent, baloon
agnioplasti dan self expanding stent.

c
a b
Keuntungan dari baloon angioplasti adalah pilihan yang aman dan dapat
digunakan pada terapi ICAS dan Penempatan stent primer dapat dihindari.
Pada Baloon Mounted dan Self expanding stents dapat digunakan intrakranial
pemilihan balon atau stent tergantung pada panjang dan derajat stenosis,
akses rute target pembuluh darah. Diantara Baloon Angioplasty dan Stent
placement Tak satu pun yang menjadi pilihan utama terapi endovaskular untuk
ICAS. Keamanan dan efikasi dari Balloon Angioplasty dan Stent Placement
masih diperdebatkan.
Menurut FDA kegunaan dari Wingspan Stent masih berkisar 70-99% dari
arterosklerotik intrakranial stenosis dengan recurent stroke, Kondisi fungsi
yang baik dengan mRS 0-3, ≥2 Strokes dibawah terapi obat-obatan yang agresif
dan terakhir stroke > 7 hari sebelum dilakukan pemasangan stent.
Dari 2 sumber yaitu SAMMPRIS (2011) dan VISSIT (2015) dapat dikatakan
bahwa tidak mendukung penggunaan endovaskular pada pasien dengan
stenosis intrakranial.
Tiga hal utama yang diabaikan dalam SAMMPRIS
1. Lebih dari 35.3% pasien dalam PTAS Grup tidak refrakter terhadap terapi
obat-obatan
2. Median waktu dari randomisasi SAMMPRIS adalah 7 hari pada PTAS grup
dimana indikasi dari pasien di diagnosa sebagai akut atau sub akut.
3. Mekanisme dari stroke iskemik tidak dilaporkan meskipun efek dari
komplikasi dan efikasi dari intrakranial stenosis.
Beberapa studi dari Eropa dan Asia melaporkan hasil dari terapi
endovaskular. Indikasi dari penggunaan Stent untuk ICAS adalah stent
angioplasti dapat digunakan untuk hipoperfusi hemodinamik dan pasien
dibawah terapi obat-obatan dengan gejala stroke yang progresif dipicu oleh
stenosis intrakranial tingkat tinggi. Terapi endovaskular dengan pilihan yang
lebih selektif pada pasien tipe PTAS dengan operator yang berpengalaman
akan menurunkan risiko terjadinya komplikasi dan dapat mendapatkan
keuntungan yang lebih baik untuk gejala gejala pasien ICAS.
Kesimpulan :
 Masih diperlukan interdisiplin untuk persetujuan indikasi
dilakukan endovaskular terapi pada ICAS
 Pada Studi klinis, Pendekatan konservatif dengan perawatan
medis merupakan terapi terbaik
 Terapi endovaskular mungkin bermanfaat bagi Pasien ICAS yang
dipilih dengan cermat