Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH STRATEGI PEMBELAJARAN

Dosen Pengampu: Dra. Rosni, M.Pd

Disusun Oleh

Kelompok 2:

Christine Elizabeth Sinaga

Enjelita Simarmata

Josephine Helena Putri Silaban

Saurina Septiani Sitanggang

Sulistriani

JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI


FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat-Nya, sehingga
makalah ini dapat tersususun hingga selesai. Tidak lupa kami juga mengucapkan banyak
terimakasih atas bantuan dari pihak yang telah berkonstribusi dengan memberi sumbangan
baik materi maupun pikirannya.

Dan harapan kami semoga makalah ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan
bagi para pembaca. Untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah agar
lebih baik lagi.

Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami. Kami yakin bahwa


masih banyak kekurangan dalam makalah ini. Oleh karena itu kami sangat mengharapkan
saran dan kritik yang membangun dari para pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

Kelompok 2

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR................................................................................................ 2

BAB I PENDAHULUAN........................................................................................... 4

1.1 Latar Belakang.................................................................................................. 4

1.2 Rumusan Masalah............................................................................................. 5

1.3 Tujuan Penulisan.............................................................................................. 5

BAB II PEMBAHASAN............................................................................................ 6

2.1 Pengertian Standar Proses................................................................................ 6

2.2 Tahapan Standar Proses Pembelajaran............................................................. 7

2.3 Fungsi Standar Proses Pendidikan.................................................................... 10

2.4 Keterkaitan Antara Standar Proses dengan Standar Lainnya........................... 11

BAB III PENUTUP................................................................................................... 13

3.1 Kesimpulan..................................................................................................... 13

3.2 Saran............................................................................................................... 13

DAFTAR PUSTAKA................................................................................................ 14

3
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Peranan guru sangat menentukan dalam usaha peningkatan mutu pendidikan Untuk
itu guru sebagai agen pembelajaran dituntut untuk mampu menyelenggarakan proses
pembelajaran dengan sebaik-baiknya, dalam kerangka pembangunan pendidikan. Guru
mempunyai fungsi dan peran yang sangat strategis dalam pembangunan bidang pendidikan,
dan oleh karena itu perlu dikembangkan sebagai profesi yang bermartabat.

Undang-Undang No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen Pasal 4 menyiratkan
bahwa guru sebagai agen pembelajaran berfungsi untuk meningkatkan mutu pendidikan
nasional. Untuk dapat melaksanakan fungsinya dengan baik, guru wajib untuk memiliki
syarat tertentu, salah satu di antaranya adalah kompetensi. Syarat kompetensi tersebut
ditinjau dari perspektif administratif, ditunjukkan dengan adanya sertifikat. Namun dalam
perspektif teknologi pendidikan kompetensi tersebut ditunjukkan secara fungsional, yaitu
kemampuannya mengelola kegiatan belajar dan pembelajaran.

Bertolak dari ketentuan perundangan (PP No. 19 Tahun 2005 Tentang Standar
Nasional Pendidikan), dapat dikatakan bahwa mutu pendidikan nasional dapat terwujud bila
ke delapan standar minimal, yaitu standar isi, standar proses, sandar kompetensi lulusan,
standar pendidikan dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar
pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan dapat dipenuhi.
Mengingat bahwa hakekat teknologi pendidikan adalah proses untuk meningkatkan nilai
tambah dalam pendidikan, maka makalah ini akan lebih banyak menyoroti standar proses.
Peningkatan mutu pendidikan dalam era pembangunan yang bersifat global, harus
mempertimbangkan hasil kajian empirik di negara maju sebagai masukan dalam menentukan
mutu pendidikan, sebab kalau tidak, maka masyarakat dan bangsa Indonesia akan terpuruk
dalam percaturan global. Keberhasilan pembangunan suatu masyarakat, dilihat dari indikator
ekonomi, ditentukan oleh mutu sumber daya manusianya, bukan ditentukan oleh kekayaan
sumber alam.

4
1.2 Rumusan Masalah

1.1 Apakah pengertian dari Standar proses ?

1.2 Bagaimana Tahapan dalam Standar Proses ?

1.3 Bagaimana fungsi dari Standar Proses?

1.4 Bagaimana keterkaitan Standar Proses dengan Standar lainnya?

1.3 Tujuan Penulisan

1.1 Mengetahui dan memahami mengenai Standar Proses

1.2 Mengetahui dan memahami mengenai Tahapan dalam Standar Proses

1.3 Mengetahui dan memahami mengenai Fungsi dari Standar Proses

1.4 Mengetahui dan memahami mengenai Standar Proses dengan Standar lainnya

5
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Standar Proses

Standar proses pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan
pelaksanaan pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi
lulusan (Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 Bab I Pasal 1 Ayat 6). Dari pengertian ini
dapat digaris bawahi. Pertama, Standar proses pendidikan adalah standar nasional pendidikan
yang berarti standar ini berlaku di seluruh lembaga pendidikan di Indonesia. Kedua, standar
proses pendidikan berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran, yang berarti standar ini berisi
tentang bagaimana seharusnya proses pembelajaran berlangsung. Ketiga, standar proses
pendidikan diarahkan untuk mencapai standar kompetensi lulusan.

Dengan demikian, standar kompetensi lulusan merupakan rujukan utama dalam


menentukan standar proses pendidikan. Lemahnya proses pembelajaran yang dikembangkan
guru dewasa ini merupakan salah satu masalah yang dihadapi dunia pendidikan kita. Guru
seharusnya melaksanakan pengelolaan pembelajaran dengan sungguh-sungguh melalui
perencanaan matang dengan memanfaatkan seluruh sumber daya yang ada dan
memperhatikan taraf perkembangan otak anak. Melalui standar proses pembelajaran setiap
guru dapat mengembangkan proses pembelajaran sesuai rambu-rambu yang ditentukan.

6
2.2 Tahapan Standar Proses Pembelajaran

Berdasarkan standar proses pembelajaran pada implementasi Kurikulum 2013, maka


guru harus melaksanakan 3 tahapan yaitu:
1. Kegiatan Pendahuluan pada Proses Pembelajaran Kurikulum 2013
Kegiatan pendahuluan yang harus dilakukan oleh guru berdasarkan amanat
Kurikulum 2013 adalah:
a. Kegiatan yang mula-mula harus dilakukan oleh guru pada kegiatan pendahuluan
di dalam sebuah proses pembelajaran adalah mempersiapkan siswa baik psikis
maupun fisik agar dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik.
b. Selanjutnya guru harus mengajukan beberapa pertanyaan-pertanyaan terkait
materi pembelajaran baik materi yang telah siswa pelajari serta materi-materi
yang akan mereka pelajari dalam proses pembelajaran tersebut.
c. Setelah memberikan pertanyaan-pertanyaan, guru kemudian mengajak siswa
untuk mencermati suatu permasalahan atau tugas yang akan dikerjakan sehingga
dengan demikian mereka akan belajar tentang suatu materi, kemudian langsung
dilanjutkan dengan menguraikan tentang tujuan pembelajaran atau KD yang akan
dicapai pada pembelajaran tersebut.
d. Terkahir, dalam kegiatan pendahuluan guru harus memberikan outline cakupan
materi serta penjelasan mengenai kegiatan belajar yang akan dilakukan oleh
siswa untuk menyelesaikan permasalahan atau tugas yang diberikan.

2. Kegiatan Inti pada Proses Pembelajaran Kurikulum 2013


Pada hakikatnya, kegiatan inti adalah suatu proses pembelajaran agar tujuan
yang ingin dicapai dapat diraih. Kegiatan ini mestinya dilakukan oleh guru dengan
cara-cara yang bersifat interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi
siswa agar dengan cara yang aktif menjadi seorang pencari informasi, serta dapat
memberikan kesempatan yang memadai bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian
sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis siswa.
Metode yang digunakan dalam kegiatan inti harus bersesuaian dengan
karakteristik siswa dan mata pelajaran. Kegiatan inti mencakup proses-proses
berikut: (1) melakukan observasi; (2) bertanya; (3) mengumpulkan informasi; (4)
mengasosiasikan informasi-informasi yang telah diperoleh; (5) dan

7
mengkomunikasikan hasilnya. Pada proses pembelajaran yang terkait dengan KD
yang bersifat prosedur untuk melakukan sesuatu, guru memfasilitasi sedemikian rupa
sehingga siswa dapat melakukan pengamatan terhadap pemodelan/demonstrasi yang
diberikan guru atau ahli, siswa menirukannya, selanjutnya guru melakukan
pengecekan dan pemberian umpan balik, dan latihan lanjutan kepada siswa.
Di tiap kegiatan pembelajaran seharunya guru memperhatikan kompetensi
yang terkait dengan sikap seperti jujur, teliti, kerja sama, toleransi, disiplin, taat
aturan, menghargai pendapat orang lain sebagaimana yang telah dicantumkan pada
silabus dan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran). Cara-cara yang dilakukan
berkaitan dengan proses pengumpulan data (informasi) diusahakan sedemikian rupa
sehingga relevan dengan jenis data yang sedang dieksplorasi, misalnya di
laboratorium, studio, lapangan, perpustakaan, museum, dan lain-lain. Sebelum
menggunakan informasi atau data yang telah dikumpulkan dan diperoleh siswa mesti
tahu dan kemudian berlatih, lalu dilanjutkan dengan menerapkannya pada berbagai
situasi.
Berikut ini merupakan contoh penerapan dari kelima tahap kegiatan ini pada
proses pembelajaran
a. Melakukan observasi (melakukan pengamatan)
Dalam kegiatan melakukan pengamatan, guru membuka secara luas dan
bervariasi kesempatan siswa untuk melakukan pengamatan melalui kegiatan-
kegitan seperti: melihat, menyimak, mendengar, dan membaca. Guru
memfasilitasi siswa untuk melakukan pengamatan, melatih mereka untuk
memperhatikan (melihat, membaca, mendengar) hal yang penting dari suatu
benda atau objek.
b. Bertanya
Pada saat siswa berada pada kegiatan melakukan pengamatan, guru
membuka kesempatan secara luas kepada peserta didik untuk mempertanyakan
mengenai apapun yang telah mereka lihat, mereka simak, atau mereka baca.
Penting bagi guru untuk memberikan bimbingan kepada siswa agar bisa
mengajukan pertanyaan. Pertanyaan yang dimaksud di sini berkaitan dengan
pertanyaan dari hasil pengamatan objek yang konkrit sampai kepada yang
abstrak baik berupa fakta, konsep, prosedur, atau pun hal lain yang lebih abstrak.
Pertanyaan dapat pula yang bersifat faktual hingga pada pertanyaan yang bersifat
hipotetik.

8
Berawal situasi siswa diajak untuk berlatih menggunakan pertanyaan dari
guru diusahakan agar terus meningkat kualitas tahapan ini sehingga pada
akhirnya siswa mampu mengajukan pertanyaan secara mandiri. Dari kegiatan
bertanya ini akan dihasilkan sejumlah pertanyaan. Kegiatan bertanya
dimaksudkan juga agar siswa dapat mengembangkan rasa ingin tahunya. Pada
prinsipnya, semakin terlatih siswa untuk bertanya maka rasa ingin tahu mereka
akan semakin berkembang.
Pertanyaan-pertanyaan yang telah mereka ajukan akan dijadikan dasar
untuk mencari informasi yang lebih lanjut dan beragam dari sumber-sumber
belajar yang telah ditentukan oleh guru hingga mencari informasi ke sumber-
sumber yang ditentukan oleh siswa sendiri, dari sumber yang tunggal sampai
sumber yang beragam.
c. Mengumpulkan dan mengasosiasikan informasi
Adapun langkah selanjutnya yang merupakan tindak lanjut dari kegiatan
bertanya adalah menggali dan mengumpulkan informasi dari beragam sumber
dengan bermacam cara. Dalam hal ini siswa boleh membaca buku yang lebih
banyak, mengamati fenomena atau objek dengan lebih teliti, atau bisa juga
melaksanakan eksperimen. Berdasarkan kegiatan-kegiatan inilah pada akhirnya
akan dikumpulkan banyak informasi.
Informasi yang banyak ini selanjutnya akan dijadikan fondasi untuk
kegiatan berikutnya yakni memproses informasi sehingga pada akhirnya siswa
akan menemukan suatu keterkaitan antara satu informasi dengan informasi
lainnya, menemukan pola dari keterkaitan informasi dan bahkan mengambil
berbagai kesimpulan dari pola yang ditemukan.
d. Mengkomunikasikan hasil
Kegiatan terakhir dalam kegiatan inti yaitu membuat tulisan atau bercerita
tentang apa-apa saja yang telah mereka temukan dalam kegiatan mencari
informasi, mengasosiasikan dan menemukan pola. Hasil tersebut disampikan di
kelas dan dinilai oleh guru sebagai hasil belajar siswa atau kelompok siswa
tersebut.

9
3. Kegiatan Penutup pada Proses Pembelajaran Kurikulum 2013
Pada kegiatan penutup, guru bersama-sama dengan siswa dan/atau sendiri
membuat rangkuman/simpulan pelajaran, melakukan penilaian dan/atau refleksi
terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram,
memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran, merencanakan
kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan,
layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun
kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik, dan menyampaikan rencana
pembelajaran pada pertemuan berikutnya. Perlu diingat, bahwa KD-KD
diorganisasikan ke dalam 4 (empat) KI (Kompetensi Inti).

 KI-1 berkaitan dengan sikap diri terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
 KI-2 berkaitan dengan karakter diri dan sikap sosial.
 KI-3 berisi KD tentang pengetahuan terhadap materi ajar
 KI-4 berisi KD tentang penyajian pengetahuan.

KI-1, KI-2, dan KI-4 harus dikembangkan dan ditumbuhkan melalui proses
pembelajaran setiap materi pokok yang tercantum dalam KI-3, untuk semua mata
pelajaran. KI-1 dan KI-2 tidak diajarkan langsung, tetapi menggunakan proses
pembelajaran yang bersifat indirect teaching pada setiap kegiatan pembelajaran.

2.3    Fungsi Standar Proses Pendidikan

Secara umum standar proses pendidikan (SPP) memiliki fungsi sebagai pengendali
proses pendidikan untuk memperoleh kualitas hasil dan proses pembelajaran yaitu:

1.  Fungsi SPP dalam Rangka Mencapai Standar Kompetensi yang Harus


Dicapai

SPP berfungsi sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan serta program
yang harus dilaksanakan oleh guru dan siswa dalam mencapai tujuan pendidikan.

2.  Fungsi SPP Bagi Guru

Standar proses pendidikan bagi guru berfungsi sebagai pedoman dalam


membuat perencanaan program pembelajaran dan sebagai pedoman untuk
implementasi program dalam kegiatan nyata.

10
3.  Fungsi SPP Bagi Kepala Sekolah

Sebagai alat pengukur keberhasilan program pendidikan di sekolah yang


dipimpinnya, dan sebagai sumber utama dalam merumuskan berbagai kebijakan
sekolah khususnya dalam menentukan dan mengusahakan ketersediaan berbagai
keperluan sarpras untuk menunjang proses pendidikan. 

4.   Fungsi SPP Bagi Para Pengawas (Supervisor)

Bagi pengawas SPP berfungsi sebagai pedoman dalam menetapkan bagian


mana yang perlu disempurnakan atau diperbaiki oleh guru dalam pengelolaan proses
pembelajaran.

5.  Fungsi SPP Bagi Dewan Sekolah dan Dewan Pendidikan

Melalui pemahaman SPP, maka lembaga ini dapat melaksanakan fungsinya yaitu:

 Menyusun program dan memberikan bantuan khususnya yang berhubungan dengan


penyediaan sarana dan prasarana yang diperlukan sekolah dalam pengelolaan proses
pembelajaran sesuai standar minimal.

 Memberikan saran-saran dalam pengelolaan pembelajaran sesuai standar minimal.

 Melaksanakan pengawasan terhadap jalannya proses pembelajaran yang dilakukan


guru.

2.4  Keterkaitan Standar Proses Pendidikan dengan Standar Lainnya

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 19 Tahun 2005 Tentang Standar


Pendidikan Nasional dikatakan bahwa standar nasional pendidikan adalah kriteria minimal
tentang system pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia
(PP No. 19 Tahun 2005 Bab 1 Pasal 1 Ayat 1). Selanjutnya, selain standar proses pendidikan
ada beberapa standar lain yang ditetapkan yaitu standar kompetensi lulusan, standar isi,
standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan,
standar pembiayaan, dan standar penilaian. Hubungan standar proses dan standar lainnya
yakni :

11
 Pertama, SPP ditentukan oleh Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi.
 Kedua, efektivitas dan kelancaran SPP dapat dipengaruhi atau tergantung kepada
tenaga pendidik dan kependidikan serta sarana dan prasarana.
 Ketiga, efektivitas standar proses selanjutnya akan diukur oleh standar penilaian.
 Keempat, keberhasilan pencapaian standar minimal pendidikansangat bergantung
pada pembiayaan dan pengelolaan yang dilakukan pada setiap jenjang atau satuan
pendidikan.

Standar proses pendidikan merupakan jantung dalam sistem pendidikan


bagaimanapun bagusnya standar yang lain apabila tidak diimplementasikan dalam standar
proses tidak akan berarti apa-apa. Guru mempunyai peran penting dalam implementasi SPP.
Pertama, pemahaman dan perencanaan program pendidikan. Kedua, pemahaman dalam
disain dan implementasi strategi pembelajaran. Ketiga, pemahaman tentang evaluasi.

12
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Dapat disimpulkan bahwa standar proses merupakan standar nasional pendidikan


yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk
mencapai standar kompetensi lulusan (Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 Bab I Pasal
1 Ayat 6). Dari pengertian ini dapat digaris bawahi. Pertama, Standar proses pendidikan
adalah standar nasional pendidikan yang berarti standar ini berlaku di seluruh lembaga
pendidikan di Indonesia. Kedua, standar proses pendidikan berkaitan dengan pelaksanaan
pembelajaran, yang berarti standar ini berisi tentang bagaimana seharusnya proses
pembelajaran berlangsung. Ketiga, standar proses pendidikan diarahkan untuk mencapai
standar kompetensi lulusan.

Berdasarkan standar proses pembelajaran pada implementasi Kurikulum 2013, maka


guru harus melaksanakan 3 tahapan yaitu Kegiatan Pendahuluan, kegiatan Inti, dan kegiatan
Penutup. Secara umum standar proses pendidikan (SPP) memiliki fungsi sebagai pengendali
proses pendidikan untuk memperoleh kualitas hasil dan proses pembelajaran.

Hubungan standar proses dan standar lainnya yakni :

 Pertama, SPP ditentukan oleh Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi.
 Kedua, efektivitas dan kelancaran SPP dapat dipengaruhi atau tergantung kepada
tenaga pendidik dan kependidikan serta sarana dan prasarana.
 Ketiga, efektivitas standar proses selanjutnya akan diukur oleh standar penilaian.
 Keempat, keberhasilan pencapaian standar minimal pendidikansangat bergantung
pada pembiayaan dan pengelolaan yang dilakukan pada setiap jenjang atau satuan
pendidikan.

3.2 Saran

Melalui Makalah mengenai Standar Proses diharapkan dapat memberikan manfaat


yang baik bagi Guru dan Peserta Didik dan diterapkan dengan baik sesuai rancangan
Kurikulum Pendidikan saat ini.

13
DAFTAR PUSTAKA

Dedi Supriawan dan A. Benyamin Surasega, 1990. Strategi Belajar Mengajar (Diktat Kuliah).

Bandung: FPTK-IKIP Bandung.

Udin S. Winataputra. 2003. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Pusat Penerbitan Universitas

Terbuka.

Wina Senjaya. 2008. Strategi Pembelajaran; Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta:

Kencana Prenada Media Group

14