Anda di halaman 1dari 5

KASUS 4

1. Deskripsi Lesi

Tipe lesi : nodula eksofitik

Warna : putih

Bentuk : seperti bunga kol (cauliflower-like)

Lokasi : vestibulum labial

2. Anamnesa Spesifik

- Apakah pasien merasakan nyeri pada lesi tersebut?

Biasanya lesi pada kasus ini tidak terasa nyeri.

- Berapakah usia pasien?

Biasanya kasus ini terjadi pada pasien usia 30-50 tahun, tetapi juga dapat terjadi pad
a anak-anak.

- Dimana saja pasien memiliki lesi seperti ini?

Biasanya lesi ini dapat terlihat pada palatum, lidah, bibir, dan permukaan mukosa or
al mana saja.

- Apakah pasien menderita infeksi HIV?


Lesi seperti ini dapat terjadi pada pasien infeksi HIV, khusunya pada pasien dengan t
erapi HAART.

3. Pemeriksaan Penunjang

Secara histologis, verrucous carcinoma ditandai dengan menumpuknya keratin pada p


ermukaan, dengan pertumbuhan epitel hiperplastik yang membentuk club-shape fingers. Disp
lasia ringan dan terdapat infiltrat limfosit dan sel plasma yang padat. Verrucous carcinoma jar
ang menyebar ke kelenjar getah bening (Burket, 162)

Verrucous carcinoma mempunyai penampilan yang jinak pada mikroskop. Dikarakter


istikkan dengan rete ridge yang lebar dan memanjangyang tampak “mendorong” ke jaringan i
kat dasar. Lesi biasanya menunjukkan keratin berlimpah. Sel epitel umumnya menunjukkan a
tipia seluler yang tidak signifikan. Seringkali terdapat infiltrat sel inflamasi yang intens pada j
aringan ikat. Dignosis histopatologis verrucous carcinoma membutuhkan biopsi insisi yang m
emadai (Nevill, 390)

4. Diagnosis dan alasannya

Diagnosis pada kasus 4 yaitu Verrucous carcinoma, karena:

a. Terjadi pada laki-laki dewasa dengan umur 55 tahun (rata-rata pasien: 65-70 tahun)
b. Lokasi lesi yang terlibat yaitu vestibulum mandibula, gingiva, mukosa bukal, lidah,
dan palatum. Area yang terlibat sering berhubungan dengan penempatan tembakau.
c. Lesi berplak tebal, berbatas tegas, dan tidak nyeri.
d. Lesi biasanya berwarna putih tetapi bisa juga berwarna eritema atau merah muda.
e. Terdapat pembesaran kelenjar getah bening.
f. Ketika tidak diobati dapat merusak jaringan yang dibawahnya seperti tulang, tulang ra
wan, otot, dan kelenjar ludah.
g. Terjadi kerusakan secara lokal dan jarang menyebar (metastasis)

5. Diagnosis Banding

Diagnosis banding untuk diagnosis kerja Squamous papilloma terkait kelainan saluran pernaf
asan, yaitu :

A. Verruca Vulgaris

Verruca Vulgaris itu berupa focal, jinak, hyperplasia diinduksi HPV epitel squamous stratifik
asi. Verruca Vulgaris itu menular dan dapat menyebar ke bagian lainnya pada kulit atau muk
osa dengan autoinokulasi.
Secara klinis, sering terjadi pada vermillion border, mukosa labial, atau lidah anterior. Biasan
ya, verucca tampak papule tidak nyeri atau nodule dengan projeksi papillary atau kasar, perm
ukaan pebbly. Lesi kutan berwarna pink, kuning, atau putih; lesi oral biasanya berwarna putih.
Verucca vulgaris membesar dengan cepat menjadi ukuran maksimum (biasanya <5 mm), dan
biasanya konstan untuk bulan atau tahun.

B. Condyloma Acuminatum

Proliferasi yang diinduksi HPV epitel squamous stratifikasi di regio anogenital, mulut, dan lar
ing. Secara klinis biasanya didiagnosis pada remaja dan dewasa mudah, tetapi semua usia me
mungkinkan. Lesi oral biasanya terjadi pada mukosa labial dan frenulum lingual, palatum dur
um juga memungkinkan. Condyloma biasanya sessile, pink, well-demarcated, non-tender, ma
ssa exophytic pendek, dan permukaan menonjol. Condyloma cenderung lebih besar dari papil
loma dan ditandai dengan bergumul-gumal dibandingan condylomata lainnya. Ukuran rata-ra
ta biasanya 1.0 hingga 1.5 cm, tetapi lesi oral membesar 3 cm.

C. Verruciform Xanthoma

Verruciform xanthoma adalah lesi mukosa oral jinak yang dapat terjadi pada kulit, terutama p
ada genital. Penyebabnya belum diketahui, tetapi mutasi missense pada exon 6 dari 3 beta-hy
droxysteroid dehydrogenase (NSDHL) gene telah dilaporkan pada verrucifotm xanthoma soli
ter. Mutasi pada gen ini yang terbatas pada exon 4 dan 6 dilaporkan pada verruciform xantho
ma sindromik multipel.

Gambar 3. Verruciform xanthoma. A dan B, terlihat sel xanthoma (foamy macrophage)

pada lamina propria.


Secara klinis, lesi berupa granular hingga permukaan papillary yang berbatas jelas, ukuranny
a berkisar 2 mm sampai lebih dari 2 cm. Terdapat eksofitik atau permukaan menurun, dan les
i terkadang mengalami ulserasi. Tingkat keratinisisasi pada permukaan mempengaruhi warna,
yang berkisar dari merah hingga putih.

Verruciform xanthoma dapat menyerupai squamous papilloma, tetapi lesi ini memiliki predil
eksi yang berbeda pada gingiva dan alveolar ridge dan mengandung sel xanthoma (makrofag
dengan sitoplasma seperti bubble, disebut foamy macrophages) pada papilla jaringan ikat. Per
awatannya dapat dilakukan eksisi konservatif.

6. Perawatan

Penatalaksanaan yang dapat dilakukan untuk squamous papilloma yaitu :

a. Eksisi bedah konservatif, yang dilakukan hingga ke dasar lesi adalah perawtan adekua
t untuk squamous papilloma dan biasanya tidak rekuren.

Terapi dengan interferon-alpha dan cidofovir dapat menjadi adjuvant therapy

Walaupun umunya oral squamous papilloma diinduksi oleh virus, tetapi infektivitas HPV ada
lah rendah. Rute transmisi virus tidak diketahui untuk lesi oral, walaupun kontak langsung pa
da area trauma lokal dapat dipertimbangkan.

Pembuangan dengan eksisi bedah dapat menjadi pilihan perawatan. Ablasi laser juga efektif, t
etapi tidak memperlihatkan pemeriksaan mikroskopis lesi untuk mengkonfirmasi. Rekuren da
pat terjadi, kecuali lesi pada pasien yang terinfeksi HIV.

REFERENSI:

h. Greenberg MS, Glick M. Burket’s Oral Medicine, Diagnosis and Treatment 12 th ed. B
C Decker Inc. New York. 2015. Pages 181.

i. Neville BW., et al. Oral and Maxillofacial Pathology 4 th Edition. WB Saunders Comp
any. Philadelphia. 2015. Pages 389-91.

j. Regezi, Sciubba, Jordan. Oral Pathology, Clinical pathologic correlations.7 th Ed. Saun
ders. St. Louis. 2016. Pages 154-56.