Anda di halaman 1dari 10

1

MAKALAH

“NYERI”

Di susun dalam rangka memenuhi tugas kelompok pada Mata Kuliah


Keperawatan Dasar 1
Dosen Pembimbing : Dedeh Husnaniyah,M.Kep

Disusun Oleh : Kelompok 5

Anggota : Estefaniah Apriyanti


Faisal Aditya
Jihan Nadilah
Intan Rahmadhani
Nana Rochmatun Nazzilah
Reza Rosita
Siti Rahma
Siti Rahufi

PROGRAM STUDI SARJANA ILMU KEPERAWATAN


YAYASAN INDRA HUSADA
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes) INDRAMAYU
Jl. Wirapati Telp.(0234)272020 Fax. (0234)2720558
Kecamatan Sindang Kabupaten indramayu
2019/2020
2

KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan YME yang telah


melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada kami sehingga akhirnya kami dapat
membuat makalah Falsafah dan Teori Keprawatan tersebut.

Makalah yang berjudul "Nyeri" ditulis untuk memenuhi tugas Falsafah dan
Teori Keperawatan. Pada kesempatan yang baik ini, kami menyampaikan rasa hormat
dan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang dengan tulus ikhlas telah
memberikan bantuan dan dorongan kepada kami dalam pembuatan makalah ini
terutama kepada: Ibu Dedeh Husnaniyah, S.Kep., Ns., M.Kep selaku dosen mata
kuliah Keperawatan Dasar 1. Orang tua kami yang telah memberikan semangat untuk
menyelesaikan makalah ini Anggota kelompok 5 telah dalam menyelesaikan makalah
ini.

Indramayu ,06 November 2019

Penulis
3

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...................................................................................................1
DAFTAR ISI.................................................................................................................2
BAB 1............................................................................................................................3
TINJAUAN PUSTAKA................................................................................................3
1.1 Definisi Nyeri..................................................................................................3
1.2 Fisiologi Nyeri................................................................................................3
1.3 Penyebab Nyeri...............................................................................................5
1.4 Prinsip Tekhnik Pemenuhan Kebutuhan Nyaman..........................................6
BAB II...........................................................................................................................8
PENUTUP.....................................................................................................................8
A. KESIMPULAN..................................................................................................8
DAFTAR PUSTAKA....................................................................................................9
4

BAB 1

TINJAUAN PUSTAKA

1.1 Definisi Nyeri

Definisi Nyeri adalah suatu kondisi dimana seseorang merasakan perasaan


yang tidak nyaman atau tidak menyenangkan yang disebabkan oleh kerusakan
jaringan yang telah rusak atau yang berpotensi untuk rusak.

1.2 Fisiologi Nyeri

Munculnya nyeri berkaitan erat dengan reseptor dan adanya rangsangan.


Reseptor nyeri tersebar pada kulit dan mukosa dimana reseptor nyeri
memberikan respon jika adanya stimulasi atau rangsangan. Stimulasi tersebut
dapat berupa zat kimia seperti histamine, bradikinin, prostaglandin dan macam-
macam asam yang terlepas apabila terdapat kerusakan pada jaringan akibat
kekurangan oksigen. Stimulasi yang lain dapat berupa termal, listrik, atau
mekanis (Smeltzer & Bare, 2002).

Nyeri dapat dirasakan jika reseptor nyeri tersebut menginduksi serabut saraf
perifer aferen yaitu serabut A-delta dan serabut C. Serabut Adelta memiliki
myelin, mengimpulskan nyeri dengan cepat, sensasi yang tajam, jelas
melokalisasi sumber nyeri dan mendeteksi intensitas nyeri. Serabut C tidak
memiliki myelin, berukuran sangat kecil, menyampaikan impuls yang
terlokalisasi buruk, visceral dan terus-menerus (Potter & Perry, 2005).

Ketika serabut C dan A-delta menyampaikan rangsang dari serabut saraf


perifer maka akan melepaskan mediator biokimia yang aktif terhadap respon
nyeri, seperti : kalium dan prostaglandin yang keluar jika ada jaringan yang
rusak. Transmisi stimulus nyeri berlanjut di sepanjang serabut saraf aferen
sampai berakhir di bagian kornu dorsalis medulla spinalis. Didalam kornu
dorsalis, neurotransmitter seperti subtansi P dilepaskan sehingga menyebabkan
suatu transmisi sinapsis dari saraf perifer ke saraf traktus spinolatamus.
5

1. Tahapan Fisiologi Nyeri

A. Tahap Transduksi

a) Stimulus akan memicu sel yang terkena nyeri untuk melepaskan


mediator kimia (prostaglandin, bradikimin, histamine,dan substansi P)
yang mensensitisasi nosiseptor.

b) Mediator kimia akan berkonvensi menjadi impuls-impuls nyeri


elektrik

B. Tahap Transmisi

a) Nyeri merambat dari serabut saraf perifer (serabut A- delta dan serabut
C) ke medula spinalis

b) Transmisi nyeri dari medula spinalis ke batang otak dan thamulus


melalui jarak spinotalamikus(STT) –> menegenal sifat dan lokasi nyeri

c) Impuls nyeri diteruskan ke kortex sensorik motorik, tempat nyeri


dipersepsikan

C. Tahap Persepsi

a) Tahap kesadaran individu akan adanya nyeri

b) Memunculkan berbagai strategi perilaku kognitif untuk mengurangi


komponen sensorik dan efektif nyeri

D. Tahap Modulasi

a) Disebut juga tahap desenden

b) Fase ini neuron dibatang otak mengirim sinyal-sinyal kembali ke


medulla spinalis
6

c) Serabut desenden itu melepaskan substansi (opoid,serotonin,dan


norepinefrin) yang akan menghambat impuls asenden yang
membahayakan di bag dorsal medula spinalis

1.3 Penyebab Nyeri

Banyak faktor penyebab nyeri. Penyebab pertama ialah peradangan


(inflamasi). Ini disebut nyeri inflamasi atau nyeri nosiseptif.

Nyeri ini terjadi bila ada kerusakan jaringan, misalnya pada sendi dan tulang
yang mengalami cedera (sendi terkilir, patah tulang), radang rematik
(osteoartritis, rheumatoid arthritis), infeksi (osteomyelitis) atau kanker (kanker
tulang primer seperti osteosarkoma atau kanker metastasis dari organ lain seperti
kanker prostat yang sering menyebar ke tulang belakang). Otot dan
tendo/ligamen juga sering terasa nyeri atau pegal. Misalnya terjadi kekakuan otot
akibat duduk atau kerja terlalu lama, atau cedera sewaktu berolahraga atau
bekerja (stretch & strain injury). Organ-organ dalam pun sering mengalami nyeri
(nyeri visceral) seperti koliek ginjal, nyeri ulu hati akibat luka lambung atau usus
duabelas jari.

Nyeri organ ini sering menjalar (nyeri rujukan atau reffered pain). Misalnya
nyeri pada serangan jantung koroner dirasakan sebagai nyeri dada yang dapat
menjalar ke bahu kiri atau leher seperti rasa tercekik, nyeri pada batu empedu
dapat dirasakan sebagai nyeri perut kanan atas yang dapat menjalar ke punggung
kanan. Nyeri pada radang usus buntu (appendicitis) dapat dirasakan pada perut
atas (ulu hati). Jenis kedua ialah nyeri yang disebabkan kerusakan primer pada
susunan saraf (nyeri neuropatik). Bila kerusakannya pada susunan saraf tepi,
disebut nyeri neuropatik perifer.
7

Kondisi ini sering disebabkan oleh cedera, penyakit diabetes, tumor, infeksi,
kurang gizi, otoimun, degenerasi discus tulang belakang, intoksikasi alkohol,
obat-obatan seperti obat antituberkulosis. Bila kerusakan terjadi pada susunan
saraf pusat disebut nyeri neuropatik sentral. Ini biasanya disebabkan oleh
gangguan peredaran darah (stroke), infeksi, tumor, atau cedera. Nyeri neuropatik
cenderung menahun (lebih dari 3 bulan). Sifat nyeri bisa timbul spontan, tanpa
rangsangan seperti rasa terbakar, kecapaian, rasa dingin, rasa ditusuk-tusuk,
kesemutan, atau tersengat listrik. Nyeri dapat terus-menerus atau hilang timbul.

Sebagai contoh, nyeri pada neuropatik diabetika, nyeri pasca herpetic dan
nyeri saraf trigeminus (trigeminal neuralgia). Ada pula nyeri neuropatik yang
timbul dengan rangsangan, tetapi dirasakan berlebihan atau tidak wajar. Misalnya
rasa rabaan di pipi atau menggosok gigi pada neuralgia trigeminal sudah
menimbulkan nyeri. Ini disebut Atodinia. Sementara hiperalgesia dirasakan
sebagai nyeri hebat dengan rangsangan nyeri yang ringan. Adapun nyeri tanpa
kerusakan jaringan disebabkan oleh faktor kejiwaan (nyeri psikogenik), misalnya
akibat gangguan cemas dan depresi. Namun, apa pun jenis dan penyebabnya,
nyeri harus segera diatasi dengan adekuat melalui pendekatan multi dimensional
atau holistik.

1.4 Prinsip Tekhnik Pemenuhan Kebutuhan Nyaman

Kenyamanan & rasa nyaman adalah suatu keadaan telah terpenuhinya


kebutuhan dasar manusia yaitu kebutuhan akan ketentraman (suatu
kepuasanyang meningkatkan penampilan sehari'hari), kelegaan (kebutuhan telah
terpenuhi), dan transenden (keadaan tentang sesuatu yang melebihi masalah dan
nyeri). Kenyamanan mesti dipandang se!ara holistik yang mencakup empat aspek
yaitu;

1. F i s i k , b e r h u b u n g a n d e n g a n s e n s a s i t u b u h ,

2. Sosial, berhubungan dengan hubungan interpersonal, keluarga, dan social


8

3. Psikospiritual, berhubungan dengan kewaspadaan internal dalam


diri sendiri yang meliputi harga diri, seksualitas, dan makna kehidupan).

4. Lingkungan, berhubungan dengan latar belakang pengalaman


eksternal manusia seperti !ahaya, bunyi, temperatur, warna, dan unsur
alamiah lainnya. 

Meningkatkan kebutuhan rasa nyaman diartikan perawat telah memberikan


kekuatan, harapan, hiburan, dukungan, dorongan, dan bantuan. Se!ara umum
dalam aplikasinya pemenuhan kebutuhan rasa nyaman adalah kebutuhan rasa
nyaman bebas dari rasa nyeri, dan hipotermia & hipertermia. Hal inidisebabkan
karena kondisi nyeri dan hipo & hipertermia merupakan kondisi yang
mempengaruhi perasaan tidak nyaman pasien yang ditunjukan dengan timbulnya
gejala dan tanda pada pasien.
9

BAB II

PENUTUP
A. KESIMPULAN

Nyeri adalah suatu kondisi dimana seseorang merasakan perasaan yang tidak
nyaman atau tidak menyenangkan yang disebabkan oleh kerusakan jaringan yang
telah rusak atau yang berpotensi untuk rusak. Penyebab nyeri ialah peradangan
(inflamasi) disebut nyeri inflamasi atau nyeri nosiseptif. Nyeri terjadi bila ada
kerusakan jaringan, misalnya pada sendi dan tulang yang mengalami cedera
(sendi terkilir, patah tulang), radang rematik (osteoartritis, rheumatoid arthritis),
infeksi (osteomyelitis) atau kanker (kanker tulang primer seperti osteosarkoma
atau kanker metastasis dari organ lain seperti kanker prostat yang sering
menyebar ke tulang belakang).
10

DAFTAR PUSTAKA

dr. Sari, Istiana,SpS,FIPM,M.Med. 2017. Definisi Nyeri, Penyebab, dan Pengobatan.


http://awalbros.com/saraf-definisi-nyeri-tatalaksananya.html. (05 November 2019)

Gabriel,Abdi. 2014. Nyeri Bisa Terjadi Akibat Apa Saja?.


https://www.liputan6.com/nyeri-bisa-terjadi-akibat-apa-saja .html. (05 November 2019)

Wulandari. 2017. Kebutuhan rasa aman dan nyaman.


https://www.academia.edu//KEBUTUHAN-RASA-AMAN-DAN-NYAMAN-NYERI.html.
(05 November 2019)