Anda di halaman 1dari 7

KELAYAKAN MODUL HASIL INVENTARISASI TUMBUHAN

PELANCAR HAID DI DESA TUMIANG KECAMATAN


SAMALANTAN PADA SUB MATERI STRUKTUR
DAN FUNGSI ORGAN REPRODUKSI
MANUSIA DI KELAS XI SMA

OUTLINE

OLEH
KHAIRUNNISA
NIM F1071171025

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI


JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN
ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
PONTIANAK
2020
KELAYAKAN MODUL HASIL INVENTARISASI TUMBUHAN
PELANCAR HAID DI DESA TUMIANG KECAMATAN
SAMALANTAN PADA SUB MATERI STRUKTUR
DAN FUNGSI ORGAN REPRODUKSI
MANUSIA DI KELAS XI SMA

KHAIRUNNISA
NIM F1071171025

Disetujui

Dosen Pembimbing Akademik Mahasiswa

Dr. Ruqiah Ganda Putri Panjaitan, M.Si Khairunnisa


NIP. 197409232000032002 NIM F1071171025

Disahkan oleh:
Ketua Program Studi Pendidikan Biologi

Dr. Afandi, M.Pd


NIP. 198705282008121002

Pembimbing I : ___________________________________________
Pembimbing II : ___________________________________________
A. JUDUL PENELITIAN
KELAYAKAN MODUL HASIL INVENTARISASI TUMBUHAN
PELANCAR HAID DI DESA TUMIANG KECAMATAN
SAMALANTAN PADA SUB MATERI STRUKTUR DAN
FUNGSI ORGAN REPRODUKSI MANUSIA DI KELAS XI
SMA

B. LATAR BELAKANG
Pembelajaran adalah proses interaksi antara pendidik dengan
peserta didik dan sumber belajar dalam suatu lingkungan belajar.
Pembelajaran adalah suatu peristiwa atau situasi yang dengan sengaja
dirancang dalam rangka membantu dan mempermudah proses belajar
dengan harapan dapat membangun kreatifitas peserta didik (Nazarudin,
2007). Adapun menurut Sudjana (2016) pembelajaran adalah suatu
kombinasi yang secara tersusun meliputi unsur-unsur manusiawi,
material fasilitas, pelengkap dan prosedur yang saling mempengaruhi
terhadap ketercapaian tujuan pembelajaran.
Salah satu cara agar pendidik dapat membuat pembelajaran
menjadi menyenangkan adalah dengan menggunakan bahan ajar yang
menyenangkan pula, yaitu bahan ajar yang bisa membuat peserta didik
merasa tertarik dan senang saat mempelajari bahan ajar tersebut. Peran
pendidik dalam merancang bahan ajar sangatlah menentukan
keberhasilan proses belajar. Bahan ajar merupakan segala bahan (baik
informasi, alat, maupun teks) yang disusun secara sistematis, yang
menampilkan sosok utuh dari kompetensi yang akan dikuasai peserta
didik dan digunakan dalam proses pembelajaran dengan tujuan
perencanaan dan penelaahan implementasi pembelajaran (Prastowo:
2012). Salah satu bahan ajar cetak yang sering dijumpai adalah modul.
Modul merupakan bahan ajar cetak yang dirancang untuk agar
dapat dipelajari secara mandiri oleh peserta didik. Menurut Daryanto
(2013) modul merupakan salah satu bentuk bahan ajar yang dikemas
secara utuh dan sistematis, di dalamnya memuat seperangkat
pengalaman belajar yang terencana dan didesain untuk membantu
peserta didik menguasi tujuan pembelajaran yang spesifik.
Menurut Lestari (2013), modul mempunyai ciri-ciri atau
karakteristik yaitu mampu membelajarkan siswa secara mandiri, seluruh
materi pembelajaran dari satu unit kompetensi atau sub kompetensi yang
dipelajari terdapat di dalam satu modul secara utuh, modul yang
digunakan daat berdiri sendidi, memiliki daya adaptif yang tinggi
terhadap perkembangan ilmu dan teknologi, dan bersifat bersahabat
dengan pemakainya.
Modul dapat digunakan sebagai bahan ajar pada sub materi
struktur dan fungsi organ reproduksi manusia. Hal ini dikarenakan
modul memiliki kelebihan yaitu dapat membuat peserta didik lebih aktif
dalam belajar, mengatasi keterbatasan waktu, ruang, dan daya indera
bagi pendidik maupun peserta didik, serta dapat digunakan secara tepat
dan bervariasi. Berdasarkan silabus kurikulum 2013, sub materi struktur
dan fungsi organ reproduksi manusia terdapat di kelas XI semester
genap, memiliki Kompetensi Dasar 3.12. menganalisis hubungan antara
struktur jaringan penyusun organ reproduksi dengan fungsinya dalam
proses reproduksi manusia. Sub materi struktur dan fungsi organ
reproduksi manusia memiliki cakupan materi yaitu organ reproduksi
bagian luar, organ reproduksi bagian dalam, dan proses-proses yang
melibatkan organ reproduksi manusia.
Kalimantan Barat merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang
memiliki kekayaan alam dan budaya. Keanekaragaman hayati yang
dimiliki Kalimantan Barat meliputi 3.000 jenis pohon, 2.500-3.000 jenis
anggrek, dan 1.000 jenis pakis yang masih belum banyak diketahui oleh
masyarakat (Budiarto, 2016). Selain keanekaragaman tersebut,
Kalimantan Barat juga memiliki berbagai jenis tumbuhan yang dapat
dimanfaatkan sebagai tumbuhan obat yang digunakan secara turun-
temurun dari leluhur.
Tumbuhan obat tradisional merupakan ramuan bahan alam yang
secara tradisional telah digunakan untuk pengobatan berdasarkan
pengalaman dan keanekaragaman tumbuhan obat-obatan yang dapat
menunjang adanya ketersediaan obat-obat tradisional yang siap pakai
(Jumiarni dan Komalasari: 2017). Siklus haid yang tidak teratur dapat
disebabkan oleh berbagai kondisi seperti karena terdapat pengaruh dari
penggunaan obat-obatan tertentu, terlalu banyak olahraga, maupun
stress. Beberapa kondisi tersebut dapat mengubah hormon estrogen dan
progesteron sehingga jadwal hais terpengaruh. Dengan menggunakan
ramuan bahan alami seperti jahe, kayu manis, dan cuka sari apel, maka
kondisi haid yang tidak teratur tersebut dapat menjadi lancar.
Berdasarkan informasi yang didapatkan oleh warga di Kecamatan
Samalantan, diketahui bahwa masyarakat di Desa Tumiang masih
banyak yang memanfaatkan tumbuhan sebagai bahan obat alami seperti
untuk memperlancar haid. Hal ini dikarenakan Desa Tumiang
mempunyai bentagan alan dan hutan yang luas. Oleh karena itu, peneliti
memilih Desa Tumiang sebagai lokasi penelitian. Selain itu, setelah
dilakukan wawancara dengan pekerja di kantor camat Samalantan
bagian kependudukan, diketahui bahwa di Desa Tumiang terdapat
keragaman suku yaitu suku Dayak, Cina, dan Jawa.
Berdasarkan uraian di atas, maka peneliti tertarik untuk melakukan
penelitian dengan judul “Kelayakan Modul Hasil Inventarisasi
Tumbuhan Pelancar Haid di Desa Tumiang Kecamatan
Samalantan Pada Sub Materi Struktur dan Fungsi Organ
Reproduksi Manusia di Kelas XI SMA”.

C. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang yang sudah dipaparkan di atas, maka
rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:
1. Jenis tumbuhan apa saja yang dimanfaatkan sebagai obat pelancar
haid oleh warga Desa Tumiang?
2. Bagian organ tumbuhan apa saja yang digunakan sebagai obat
pelancar haid oleh warga Desa Tumiang?
3. Bagaimana kelayakan modul dari hasil inventarisasi tumbuhan
pelancar haid di Desa Tumiang pada sub materi struktur dan fungsi
organ reproduksi manusia di kelas XI SMA?

D. TUJUAN PENELITIAN
Berdasarkan rumusan masalah yang ada, maka tujuan dari
dilaksanakannya penelitian ini adalah:
1. Mengetahui jenis-jenis tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai obat
pelancar haid oleh warga Desa Tumiang.
2. Mengetahui bagian organ tumbuhan yang digunakan sebagai obat
pelancar haid oleh warga Desa Tumiang.
3. Mengetahui kelayakan modul dari hasil inventarisasi tumbuhan
pelancar haid di Desa Tumiang pada sub materi struktur dan fungsi
organ reproduksi manusia di kelas XI SMA.

E. MANFAAT PENELITIAN
Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk segala
pihak yang meliputi:
1. Bagi Siswa
a. Membangun semangat belajar peserta didik dengan
digunakannya modul saat proses belajar mengajar.
b. Memperoleh informasi mengenai tumbuhan yang dimanfaatkan
sebagai obat pelancar haid oleh warga Dusun dan Dusun, Desa
Pati Jaya.
2. Bagi Guru
a. Membantu guru dalam proses pembelajaran mengenai materi
sistem reproduksi manusia di kelas XI SMA dengan
menggunakan modul.
b. Memberikan inspirasi untuk membuat bahan ajar yang menarik
lainnya.
3. Bagi Sekolah
Memberi inovasi baru dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan
pembelajaran di sekolah yaitu melalui penggunakan modul pada sub
materi struktur dan fungsi organ reproduksi manusia di kelas XI
SMA.
4. Bagi Masyarakat
Memberikan informasi kepada masyarakat mengenai jenis-jenis
tumbuhan yang dapat digunakan sebagai obat pelancar haid.
5. Bagi Peneliti
a. Menambah pengetahuan peneliti mengenai tumbuhan yang
digunakan sebagai obat pelancar haid oleh warga Dusun dan
Dusun, Desa Pati Jaya.
b. Dapat menyusun modul mengenai sub materi struktur dan fungsi
organ reproduksi manusia di kelas XI SMA.