Anda di halaman 1dari 5

Gambaran Penggunaan Bahan Tambal Resin Komposit di Klinik Gigi

Rumah Sakit Siti Aisyah Kota Lubuklinggau


Periode Januari-Juni 2017
1Marselly Laon, 2 Santri Belinda W.J.
1
Dokter Gigi Pertama, PNS Daerah Rumah Sakit Siti Aisyah Kota Lubuklinggau
2
Perawat Gigi Rumah Sakit Siti Aisyah Kota Lubuklinggau
Email : laonisme@gmail.com

ABSTRAK
Bahan tambal komposit dapat didefinisikan sebagai gabungan 2 atau lebih bahan
berbeda dengan sifat-sifat yang unggul atau lebih baik dari pada bahan itu sendiri. Resin
komposit terdiri atas tiga komponen utama, yaitu matriks, filler, dan coupling agent.
Tujuan penelitian ini untuk untuk mengetahui gambaran penggunaan bahan tambal resin
komposit di Klinik Gigi Rumah Sakit Siti Aisyah Kota Lubuklinggau periode Januari -
Juni 2017. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Sampel
digunakan adalah total sampling yang berjumlah 218 pasien. Analisa data dengan teknik
analisis univariat dalam bentuk tabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan
bahan tambal resin komposit lebih banyak dilakukan oleh pasien perempuan yaitu 53,2
%, usia >18 tahun yaitu 73,2 %, dengan diagnosa penyakit karies gigi yaitu 74,8 %.

Kata kunci : bahan tambal, resin komposit

ABSTRACT

Dental filling composite can be defined as mixture of 2 or more different substance


with superior even better characteristics than the material itself. Resin composite
material consists of 3 main substance, i.e. matrix, filler and coupling agent. The main
purpose of this research is to describe the use of resin composite material in the Dental
Clinic of Rumah Sakit Siti Aisyah Kota Lubuklinggau from January to June 2017. The
method used in this research is descriptive by retrospective approach. Samples used are
total sampling of 218 patients. Data analysis with univariate analysis technique in table
form. The results showed that female patient performed more dental filling application
using resin composite material for 53,2% , >18 years old 73,2%, under dental caries
diagnosis for 74,8%.

Kewords : dental filling materials, resin composite


PENDAHULUAN digunakan oleh dokter gigi, salah
Penyakit gigi dan mulut yang satunya adalah bahan tambal resin
sering dijumpai pada fasilitas kesehatan komposit.
adalah karies dan penyakit pulpa. Karies Istilah bahan tambal komposit
adalah penyakit yang terlokalisasi pada dapat didefinisikan sebagai gabungan 2
permukaan gigi akibat aktivitas atau lebih bahan berbeda dengan sifat-
metabolik dari deposit mikroorganisme sifat yang unggul atau lebih baik dari
(biofilm gigi) yang menutupi permukaan pada bahan itu sendiri. Resin komposit
gigi dalam waktu tertentu.1 Karies terdiri atas tiga komponen utama, yaitu
ditandai oleh adanya demineralisasi matriks, filler, dan coupling agent.
mineral-mineral dentin dan diikuti oleh Kelebihan bahan resin komposit yaitu
kerusakan bahan-bahan organiknya. warna yang menyerupai warna gigi asli,
Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar memiliki nilai estetis yang baik dan
(RISKESDAS) tahun 2013, gigi biokompatibilitas yang tinggi sedangkan
penduduk Indonesia yang mengalami kekurangan dari resin komposit yaitu
karies dan belum diobati yaitu 160 gigi adanya pengerutan pada saat
5
per 100 orang sedangkan gigi yang polimerisasi. Resin komposit terbagi
sudah ditambal yaitu 8 gigi per 100 menjadi tiga tipe berdasarkan ukuran,
orang.2 Hal ini menunjukkan bahwa jumlah, dan komposisi dari bahan
bahwa masih kurangnya kesadaran pengisi inorganic yaitu komposit
masyarakat akan kesehatan gigi dan konvensional, komposit mikrofil, dan
mulut. komposit hibrida. Ditemukan pula
Kesehatan gigi dan mulut beberapa tipe komposit hibrida yaitu
merupakan aspek dari kesehatan secara flowable, packable, nanofill
umum.3 Untuk mewujudkan derajat composites.6 Berdasarkan dari proses
kesehatan bagi masyarakat, polimerisasinya, resin komposit dibagi
diselenggarakan upaya kesehatan menjadi tiga yaitu light-cured composite
dengan pendekatan pemeliharaan, (aktivasi sinar) dan self-cure composite
peningkatan kesehatan, pencegahan (aktivasi kimia), dan dual-cured
penyakit, penyembuhan penyakit dan composite (diaktivasi oleh sinar dan
pemulihan kesehatan yang dilaksanakan dilanjutkan secara kimia) .7
secara menyeluruh, terpadu dan Berdasarkan uraian diatas
berkesinambungan.4 Salah satu upaya diperoleh rumusan masalah yaitu
penyembuhan penyakit gigi dan mulut bagaimana gambaran penggunaan bahan
yang dilaksanakan di Klinik Gigi Rumah tambal resin komposit di Klinik Gigi
Sakit Siti Aiysah Kota Lubuklinggau Rumah Sakit Siti Aisyah Kota
adalah penambalan gigi. Lubuklinggau periode Januari - Juni
Penambalan gigi merupakan 2017. Tujuan penelitian tersebut untuk
suatu tindakan perawatan untuk mengetahui gambaran penggunaan
memperbaiki kerusakan gigi yaitu bahan tambal resin komposit di Klinik
dengan membuang jaringan karies dan Gigi Rumah Sakit Siti Aisyah Kota
meletakkan bahan tambal pada gigi yang Lubuklinggau periode Januari - Juni
mengalami kerusakan. Tindakan 2017. Manfaat dari penelitian ini yaitu
perawatan menggunakan bahan tambal dapat memberikan data statistik
lebih efektif dibandingkan dengan mengenai penggunaan bahan tambal
pencabutan karena pertimbangan resin komposit di Klinik Gigi Rumah
estetika dan fungsional. Ada banyak Sakit Siti Aisyah Kota Lubuklinggau
jenis bahan tambalan yang biasa periode Januari - Juni 2017.
METODE Tabel 2. Distribusi frekuensi bahan
Penelitian ini merupakan jenis tambal resin komposit berdasarkan usia
penelitian deskriptif dengan pendekatan Kategori Bahan Tambal Resin
retrospektif. Penelitian dilaksanakan Komposit
pada bulan Desember 2017 di Klinik n %
Gigi Rumah Sakit Siti Aisyah Kota ≤ 18 tahun 54 24,8
Lubuklinggau. Metode pengambilan >18 tahun 164 75,2
sampel yang digunakan adalah metode Total 218 100
total sampling yaitu seluruh pasien di
Klinik Gigi Rumah Sakit Siti Aisyah Tabel 2 menunjukkan bahwa
yang ditambal dengan bahan resin penambalan gigi dengan bahan resin
komposit berjumlah 218 pasien. komposit berdasarkan usia lebih sering
Variabel penelitian ini yaitu jenis dilakukan oleh pasien dengan kategori
kelamin, usia dan diagnosa. usia >18 tahun yaitu 75,2 %
Pengambilan data sampel diambil dari dibandingkan dengan pasien dengan
seluruh rekam medis pasien yang telah kategori ≤ 18 tahun yaitu sebesar 24,8 %.
ditambal dengan bahan resin komposit.
Analisis data menggunakan program Tabel 3. Distribusi frekuensi bahan
komputer dengan teknik analisis tambal resin komposit berdasarkan
univariat dalam bentuk tabel. diagnosa
Kategori Bahan Tambal Resin
HASIL PENELITIAN Komposit
Hasil penelitian mengenai n %
penggunaan bahan tambal resin Karies gigi (K02) 163 74,8
komposit berdasarkan jenis kelamin, Penyakit pulpa dan 55 25,2
usia dan diagnosa. jaringan periapikal
( K04)
Tabel 1. Distribusi frekuensi bahan Total 218 100
tambal resin komposit berdasarkan jenis
kelamin Tabel 3 menunjukkan bahwa
Kategori Bahan Tambal penambalan gigi dengan bahan resin
Resin Komposit komposit berdasarkan diagnosa lebih
n % sering dilakukan oleh pasien dengan
Laki-laki 102 46,8 diagnosa karies gigi yaitu sebesar 74,8 %
Perempuan 116 53,2 dibandingkan dengan pasien dengan
Total 218 100 diagnosa penyakit pulpa dan jaringan
periapikal yaitu sebesar 25,2 %
Tabel 1 menunjukkan bahwa
penambalan gigi dengan bahan resin PEMBAHASAN
komposit berdasarkan jenis kelamin Hasil penelitian tentang
lebih sering dilakukan oleh pasien penggunaan bahan tambal resin
perempuan daripada pasien laki-laki, komposit berdasarkan jenis kelamin
meskipun demikian jumlah kunjungan menunjukkan bahwa pasien berjenis
pasien laki-laki dan perempuan yang kelamin perempuan lebih sering
menambal gigi dengan bahan tambal menambal gigi daripada pasien laki-laki
resin komposit tidak terlalu signifikan. meskipun jumlahnya tidak terlalu
signifikan. Jumlah pasien perempuan
yang menambal gigi dengan bahan
tambal resin komposit yaitu 116 pasien Distribusi frekuensi bahan
(53,2%) sedangkan pasien laki-laki tambal resin komposit berdasarkan
berjumlah 102 pasien (46,8%). Hal ini diagnosa menunjukkan bahwa pasien
sejalan dengan penelitian yang dengan diagnosa karies gigi
dilakukan di poli gigi RS. Gunung Maria mendapatkan perawatan lebih banyak
Tomohon tahun 2012 oleh Sumolang daripada pasien dengan diagnosa
hasilnya menunjukkan bahwa penyakit pulpa dan jaringan periapikal.
perempuan paling banyak menerima Perbedaan jumlah pasiennya yaitu
perawatan bahan tumpatan.8 sebesar 49,6 %. Kondisi ini dikaitkan
Perempuan banyak dipengaruhi dengan keluhan pasien berupa rasa sakit.
oleh hormon estrogen yaitu pada saat Ciri khas yang membedakan karies gigi
pubertas, menstruasi, kehamilan dan dan penyakit pulpa yaitu karies gigi
menopause. Pada kondisi seperti ini, terdapat keluhan ngilu pada gigi
hormon estrogen meningkat dan sedangkan penyakit pulpa sudah ada
peningkatannya dapat menyebabkan keluhan sakit pada giginya. Biasanya
perubahan pada rongga mulut, salah pasien yang merasa ngilu pada giginya
satunya terjadi karies gigi.9 Berbeda akan meminta untuk ditambal sedangkan
dengan hormon androgen yang dimiliki pasien yang merasa sakit pada giginya
oleh laki-laki, hormon tersebut terbukti akan meminta untuk dicabut.
tidak memiliki pengaruh terhadap resiko
terjadinya karies. Hal ini membuat KESIMPULAN
kebutuhan perempuan terhadap 1. Penggunaan bahan tambal
perawatan gigi dan mulut lebih besar resin komposit lebih banyak
daripada laki-laki. dilakukan oleh pasien
Berdasarkan usia pasien, perempuan yaitu 53,2 %
penambalan gigi dengan bahan tambal dibandingkan dengan pasien
resin komposit banyak dialami oleh laki-laki yaitu 46,8 %.
pasien usia >18 tahun sebesar 75,2 % 2. Penggunaan bahan tambal
dibandingkan dengan pasien usia ≤ 18 resin komposit lebih banyak
tahun yang hanya 24, 8 %. Hal ini serupa dilakukan pada pasiaen usia
dengan penelitian sebelumnya yang >18 tahun yaitu 75,2 %
dilakukan di RSGMP FKG UI selama 3 dibandingakn dengan pasien
tahun oleh Indriani tentang survei ≤ 18 tahun yaitu 26,8 %.
pemaparan amalgam, GIC, dan resin 3. Penggunaan bahan tambal
komposit sebagai bahan tumpat gigi, resin komposit lebih banyak
menurut Indiriani karena usia dewasa dilakukan pada pasien
merupakan usia produktif yang telah dengan diagnosa karies gigi
memiliki pengetahuan dan kesadaran yaitu 74,8 % dibandingan
diri yang tinggi terhadap segi estetika dengan pasien penyakit
dan fungsional dari kesehatan gigi dan pulpa dan jaringan
mulut dibandingkan kelompok usia periapikal yaitu 25,2 %.
lainnya.10 Pasien dewasa yang merasa
terganggu kesehatan gigi dan mulutnya
akan segera pergi ke dokter gigi untuk
mendapatkan perawatan, tidak seperti
pasien anak yang biasanya akan
mengunjungi dokter gigi apabila
didampingi oleh orangtuanya.
DAFTAR PUSTAKA Resin Komposit Sebagai Bahan
Tumpat Gigi di RSGMP FK UI
1. Kidd E, Fejerskov O. 2016. pada Tahun 2005, 2006, dan
Essentials of Dental Caries. 2007. Jakarta : FKG UI.
Inggris. Hlm. 6.
2. Badan Penelitian dan
Pengembangan Kesehatan
Kementerian Kesehatan RI.
2013. Riset Kesehatan Dasar
(RISKESDAS) 2013. Jakarta.
Hlm. 118.
3. Chrisopoulos S, Harford J. 2013.
Oral health and dental care in
Australia Key facts and figures.
Australia. Hlm.10.
4. Departemen Kesehatan RI. 2009.
Sistem Kesehatan Nasional.
Jakarta. Hlm. 15.
5. Anusavice, Kenneth J. 2013.
Phillips’ Science of Dental
Materials. China. Hlm. 275-300.
6. Anas F. M. Al-Aubaydi
BDS.MSc., (2010). Effect of
Pepsi Cola Beverage On
Microhardness Of Composite
Resin Polymerized With
Different Curing Lights (in Vitro
Study). Irak. Hlm. 12-15.
7. Dalia M. A. Mohamed, dkk.
(2011). Effect of Resin
Composite Composition, Shade
And Curing System on Fracture
Toughness. Mesir. Hlm. 7.
8. Sumolang M. 2012. Gambaran
Penggunaan Resin Komposit dan
Semen Ionomer Kaca Sebagai
Bahan Restorasi di Poli Gigi
Rumah Sakit Gunung Maria
Tomohon Tahun 2012. Jurnal E
Gigi
9. Lengkey, C., dkk. 2015.
Gambaran Penggunaan Bahan
Tumpatan di Poliklinik Gigi
Puskesmas Kota Bitung Tahun
2014. Jurnal E Gigi . Sulawesi
Utara. Hlm. 339.
10. Idriani. 2008. Survei Pemaparan
Penggunaan Amalgam, GIC, dan