Anda di halaman 1dari 7

HUBUNGAN PENGETAHUAN TERHADAP SELF EFFICACY

DALAM PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE


MASYARAKAT DI DUSUN NGALANG-NGALANGAN
SENTING SAMBI BOYOLALI

PROPOSAL SKRIPSI
Untuk Memenuhi Persyaratan Mencapai Sarjana Keperawatan

Oleh :
Annisa’ Istiqomah
NIM S16133

PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN


STIKES KUSUMA HUSADA
SURAKARTA
2019
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Profil Kesehatan Indonesia (2016), demam berdarah dengue adalah

penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang tergolong Arthropod-

Borne Virus, genus Flavivirus, dan famili Flaviviridae. Demam berdarah

dengue ditularkan melalui gigitan nyamuk dari genus Aedes, terutama Aedes

aegypti atau Aedes albopictus. Penyakit demam berdarah dengue dapat

muncul sepanjang tahun dan dapat menyerang seluruh kelompok umur.

Penyakit ini berkaitan dengan kondisi lingkungan dan perilaku masyarakat.

World Health Organization (2013), demam berdarah dengue adalah penyakit

yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes yang terinfeksi dengan salah

satu dari empat virus dengue. Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah (2017),

demam berdarah dengue adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue

dan ditularkan oleh vektor nyamuk Aedes aegypti. Penyakit ini sebagian besar

menyerang anak berumur <15 tahun, namun dapat juga menyerang orang

dewasa.

World Health Organization (2012), angka kejadian demam berdarah

dengue meningkat 30 kali lipat dalam 5 dekade terakhir dan telah menjadi

endemik pada lebih dari 100 negara dengan kasus meningkat setiap tahunnya.

Dari 2,5 milyar penduduk didunia, lebih dari 40% beresiko mengalami

demam berdarah dengue. Sekitar 50-100 juta penduduk dunia mengalami


infeksi demam berdarah dengue. Profil Kesehatan Indonesia (2016), jumlah

kasus demam berdarah dengue tahun 2016 sebanyak 204.171 angka tersebut

meningkat dibandingkan jumlah kasus pada tahun 2015 sebanyak 129.650

kasus. Jumlah kematian akibat demam berdarah dengue pada tahun 2016

sebanyak 1.598 orang angka tersebut meningkat dibandingkan jumlah kasus

kematian pada tahun 2015 sebanyak 1.071 kasus.

Angka kesakitan demam berdarah dengue di Provinsi Jawa Tengah pada

tahun 2016 sebesar 43,4 per 100.000 penduduk, pada tahun 2017 sebesar

21,68 per 100.000 penduduk. Angka kematian demam berdarah dengue di

Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2016 sebesar 1,46%, pada tahun 2017

sebesar 1,24% (Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, 2017). Kasus

demam berdarah dengue di Kabupaten Boyolali pada tahun 2018 sebanyak

130 kasus. Jumlah kasus DBD tahun 2018 mengalami kenaikan dibanding

tahun 2017 sebesar 100 kasus) (Profil Kesehatan Kabupaten Boyolali, 2018).

Penderita DBD menurut jenis kelamin Kabupaten Boyolali tahun 2018 Laki-

laki sebesar (57,69%), Perempuan (43,31%) (Profil Kesehatan Kabupaten

Boyolali, 2018). Peringkat tiga teratas dengan angka kesakitan DBD per

Puskesmas di Kabupaten Boyolali adalah Puskesmas Mojosongo sebesar 16,

Puskesmas Nogosari sebesar 15, dan Puskesmas Sambi sebesar 15 (Profil

Kesehatan Kabupaten Boyolali, 2018).

Pencegahan demam berdarah dengue dengan berbagai cara telah

diupayakan seperti survei jentik dan fogging massal tetapi belum didapatkan

hasil yang optimal. Hal ini dipengaruhi oleh partisipasi masyarakat yang
masih kurang dalam pencegahan demam berdarah dengue karena kurangnya

pengetahuan masyarakat yang masih kurang dan akan berpengaruh pada

upaya pencegahan demam berdarag dengue (Nasir et al, 2014). Penelitian

yang dilakukan oleh Rahmaditia dan Suharto (2011), terdapat hubungan

bermakna antara pengetahuan dan sikap ibu terhadap tidakan pencegahan

penyakit DBD. Penelitian yang dilakukan oleh Pantow (2016), tidak ada

hubungan antara pengetahuan masyarakat dengan tindakan pencegahan DBD.

Kurangnya pengetahuan dapat disebabkan karena self efficacy yang kurang

dalam mengambil keputusan (Widyowati, 2018).

Perilaku seseorang dipengaruhi oleh self efficacy karena mencerminkan

persepsi individu tentang kemampuan mereka (Agustin, 2018). Penelitian

yang dilakukan oleh Ningtyas (2019), pendidikan kesehatan dengan media

booklet memberikan dampak positif pada peningkatan self efficacy dalam

melakukan pencegahan DBD. Penelitian yang dilakukan oleh Muyassaroh

(2015), terdapat hubungan self efficacy dengan respon perilaku ibu dalam

penanganan pertama luka bakar pada anak usia pra-sekolah di Desa Jombor

Bendosari Sukoharjo. Self efficacy mempengaruhu pola pikir dan reaksi

emosional individu, baik dalam menghadapi situasi saat ini maupun dalam

menghadapi situasi yang akan datang (Bandura, 1986).

Berdasarkan latar belakang tersebut, peneliti tertarik untuk melakukan

penelitian tentang hubungan pengetahuan terhadap self efficacy dalam

pencegahan demam berdarah dengue masyarakat di Dusun Ngalang-

ngalangan Senting Sambi Boyolali.


1.2 Rumusan Masalah

Demam berdarah dengue adalah penyakit yang disebabkan oleh gigitan

nyamuk Aedes yang terinfeksi dengan salah satu dari empat virus dengue.

Pencegahan DBD belum optimal hal ini dipengaruhi oleh partisipasi

masyarakat yang masih kurang dalam pencegahan demam berdarah dengue

karena kurangnya pengetahuan masyarakat dan kurangnya self efficacy atau

keyakinan seseorang untuk berhasil mencapai tugas. Sehingga rumusan

masalah dalam penelitian ini adalah “Adakah Hubungan Pengetahuan

Terhadap Self Efficacy Dalam Pencegahan Demam Berdarah Dengue

Masyarakat Di Dusun Ngalang-ngalangan Senting Sambi Boyolali?”

1.3 Tujuan Penelitian

1.3.1 Tujuan Umum

Untuk mengetahui hubungan pengetahuan terhadap self efficacy dalam

pencegahan demam berdarah dengue masyarakat Di Dusun Ngalang-

ngalangan Senting Sambi Boyolali

1.3.2 Tujuan Khusus

1. Mengidentifikasi karakteristik responden (usia, pendidikan, pekerjaan)

masyarakat Di Dusun Ngalang-ngalangan Senting Sambi Boyolali.

2. Mengidentifikasi pengetahuan pencegahan demam berdarah dengue

masyarakat Di Dusun Ngalang-ngalangan Senting Sambi Boyolali.


3. Mengidentifikasi self efficacy dalam pencegahan demam berdarah

dengue masyarakat Di Dusun Ngalang-ngalangan Senting Sambi

Boyolali.

4. Menganalisis hubungan pengetahuan terhadap self efficacy dalam

pencegahan demam berdarah dengue masyarakat Di Dusun Ngalang-

ngalangan Senting Sambi Boyolali.

1.4 Manfaat Penelitian

1.4.1 Bagi rumah sakit / masyarakat

Penelitian ini diharapkan mampu menjadi bahan masukan kepada bidang

keperawatan untuk memberikan pendidikan kesehatan kepada masyarakat

dalam pencegahan demam berdarah dengue

1.4.2 Bagi institusi pendidikan

Penelitian ini diharapkan mampu menjadi acuan dalam pendidikan

keperawatan dan menambah informasi untuk memperluas pengetahuan

tentang pencegahan demam berdarah dengue.

1.4.3 Bagi peneliti lain

Penelitian ini diharapkan mampu menjadi bahan acuan peneliti lain untuk

meneliti dalam pencegahan demam berdarah dengue dengan variabel dan

metode yang berbeda sehingga dapat meneliti tentang faktor-faktor yang

berkaitan dalam pencegahan demam berdarah dengue.


1.4.4 Bagi peneliti

Mampu menambah wawasan, pengetahuan, dan pengalaman dalam

penelitian mengenai pengetahuan terhadap self efficacy dalam pencegahan

demam berdarah dengue.

1.4.5 Bagi Masyarakat

Penelitian ini diharapkan mampu menambah masukan dan informasi kepada

masyarakat tentang pentingnya pencegahan demam berdarah dengue.