Anda di halaman 1dari 16

Gambaran Kondisi Stunting di Indramayu

dan Tata Kelola di RSUD Indramayu


dr. Rizal Agustiansyah, SpA
PREVALENSI STUNTING
Prevalensi stunting di Indonesia
masih tinggi yaitu 30,8% diatas rata-
rata dunia(22,2%)
Strategi Pencegahan dan Penanggulangan
Stunting di Indonesia

Penanggulangan
TB/U < -2
stunting
Skrining
pertumbuhan
Pencegahan
TB/U ≥ -2
stunting
Alur Penanggulangan Stunting
Posyandu Puskesmas Rumah Sakit/ Dokter
Spesialis Anak

• Untuk kader, • Timbang BB • Membedakan


bidan desa, dan ukur TB stunting/ non-
PGL/TGP jika ulang stunting
ditemukan • Mencari • Tatalaksana
anak dengan penyakit secara
TB/U < -2 SD penyerta komprehensif
• Merujuk ke • Menentukan termasuk
puskesmas redflag apakah kepada
harus dirujuk pemberian
ke dokter PKMK(ONS)
spesialis anak • Rujuk balik ke
faskes tingkat I
Alur Penerimaan Pasien Stunting
di RSUD

Anamnesis Pemeriksaan fisik Tatalaksana


dan Penunjang

Kasus rujukan :
Antropometri Perina dan NICU
- Riwayat penyakit Stunting/Bukan Follow up
- Kehamilan, ANC (BB/U, H/A, BB/TB, Tata kelola keberhasilan
LILA/U) stunting
dan Persalinan (BL, penyakit, IMD, ASI
PL, LK) eksklusif, Tata kelola Rencana rujuk
- Kuantitas dan Pemberian penyakit balik
kualitas asupan formula tinggi penyerta dan
nutrisi (ASI, MPASI) kalori (ONS) nutrisi (PKMK-
- Tumbuh kembang Gizi kurang, gizi
ONS)
- Riwayat imunisasi buruk, berisiko
gagal tumbuh,
stunting
Tata Kelola Pasien Rujukan
Pengobatan penyakit penyerta secara komprehensif dan multi-disiplin

Tata kelola nutrisi sesuai kondisi klinis dan kebutuhan (parenteral,enteral,oral)

Pemantauan, evaluasi kenaikan BB, dan pemberian PKMK (ONS) sesuai indikasi

Upaya rehabilitatif kasus penyimpangan/gangguan perkembangan

Konseling orangtua/pengasuh oleh PGL/TGP RSUD


• Menilai kesiapan orangtua/anak
• Jenis bahan baku makanan sesuai sumber daya yang tersedia di rumah
• Umpan balik → tingkat pemahaman dan kepatuhan orangtua/pengasuh

Catch up imunisasi

Koordinasi dengan PKM setempat sesuai domisili untuk rujuk balik


• Perencanaan jaminan kesehatan → BPJS, KIS, JM-APBD

Rencana monitoring dan evaluasi keberhasilan


FAKTOR RISIKO STUNTING
DI NEGARA BERKEMBANG
Faktor Risiko

Prematur/ sangat Gizi kurang/ gizi buruk


prematur

Tidak imunisasi Berisiko gagal tumbuh

BBLR/ BBLSR Alergi protein susu sapi

Tidak ASI eksklusif Status perkembangan


meragukan/ menyimpang

Tidak ANC Kelainan metabolisme


bawaan

Pendidikan ibu yang Anak yang tinggal di desa


rendah
Amerta Nutr (2019) 122-126
Permenkes No.29 Tahun 2019
Gambaran Umum Pasien Lahir
di RSUD Indramayu
Kunjungan Pasien R.Perinatologi RSUD Indramayu
Tahun 2018 - 2020
Total Pasien yang Lahir di RSUD dan Pasien Rujukan
Tren Jumlah Pasien per Bulan
per Tahun

Data tahun 2020 sampai dengan bulan September


BB <1500 gr BB 1500-2500 gr BB >2500 gr

Jumlah Pasien Berdasarkan 1%

Berat Badan Lahir 21%

2018
78%

BB <1500 gr BB 1500-2500 gr BB >2500 gr

1%

17%

2019
82%

BB <1500 gr BB 1500-2500 gr BB >2500 gr

1%

19%

2020
80%

Data tahun 2020 sampai dengan bulan September


Jumlah Pasien Rawat NICU
yang Lahir di RSUD dan Rujukan

DIAGNOSA

Jumlah Pasien Rawat NICU


Berdasarkan Berat Badan Lahir
Tata Kelola Upaya Pencegahan Stunting
BBLR dan Prematur
Tatalaksana penyakit secara komprehensif (sepsis, RDS, MAS, asfiksi, NEC, hiperbilirubinemi, pneumoni)

Pemberian nutrisi sesuai kondisi klinis dan kebutuhan (parenteral ~ dextrose, protein, lipid, enteral, per oral)

Pemantauan, evaluasi kenaikan BB,PB,LK (kurva fenton) dan pemberian PKMK/ONS sesuai indikasi
• Formula prematur (24 kkal/ 30 ml)
• Human milk fortifier
• EHP, asam amino based

Edukasi ibu untuk Perawatan Metode Kanguru (belajar menyusui) dan konseling oleh PGL/TGP di RSUD
• ASI dilanjutkan
• Pemberian MPASI
• Tepat waktu
• Nutrisi cukup (makro dan mikro seimbang)
• Aman
• Diberikan dengan cara yang benar

Imunisasi awal

Perencanaan rujuk balik ke PKM setempat

Perencanaan jaminan kesehatan → BPJS, KIS, JM-APBD


Monitoring dan Evaluasi
Posyandu/ PKM setempat (kader, bidan desa, dokter umum yang sudah dilatih,
PGL/TGP)
• Penilaian kondisi klinis, ada tidak “redflag”
• Data antropometri
• Kenaikan BB, PB, LK, LILA → gizi kurang/ gizi buruk/ gagal tumbuh/ risiko stunting
• Penilaian status perkembangan (normal/meragukan/menyimpang)
• KPSP ~ SDIDTK
• Penilaian keberhasilan tata kelola nutrisi ~ monitoring dan evaluasi kenaikan BB
• Melengkapi imunisasi dasar sesuai usia

Tata kelola nutrisi kasus non “redflag” di PKM

• Lanjutkan ASI, MPASI, PKMK/ONS jika diperlukan sesuai indikasi


• Evaluasi kenaikan BB → 2 minggu – 1 bulan – 3 bulan
• Persiapan rujukan ke RSUD/ SpA bila tidak berhasil

Rujuk/ konsul ke RSUD/ SpA jika ditemukan “redflag”

• Koding diagnosis
• Jaminan kesehatan