Anda di halaman 1dari 3

Hati Bening - Hidup Bahagia dalam Ridho Allah

9 Gadis yang Tidak Dinikahi Laki-laki


Kategori : Keluarga Sakinah
Dipublikasikan oleh Abdullah pada 2008/5/19

9 Gadis yang Tidak Dinikahi Laki-laki

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh jurusan psikologi (ilmu jiwa) pada Fakultas Adab (sastra) di
Universitas Zaqaqiq, Mesir dengan judul: "Kepribadian Remaja Putri, Tata Cara kesiapan Jiwa dalam
Menghadapi Pernikahan, dan Masa Perubahan Jiwa Pasca Nikah Secara Khusus" menyimpulkan
ada 9 tipe gadis yang tidak diminati oleh para pemuda:

Pertama: Gadis Pencemburu

Pencemburu adalah sifat pertama kali yang dihindari oleh para pemuda dari calon istri-istri mereka.
Cemburu disini bermakna keraguan. Para pemuda itu menuntut adanya sebagian sifat cemburu
yang memperkuat ikatan cinta, akan tetapi mereka menolak ketidak percayaan (keraguan) yang
menimbulkan petaka dalam kehidupan rumah tangga. Mereka menginginkan kepercayaan dari para
istri mereka, dan tidak suka jika mereka menceritakan atau mengungkap setiap langkah yang
dilaluinya.

Kedua: Gadis Egois, sok menjadi ratu

Adapun gadis yang kedua adalah gadis yang egois, ingin berkuasa, menginginkan dari suaminya
segenap kecintaan, ketundukan, dan kepasrahan hanya kepadanya saja. Dia akan marah jika
melihat suaminya lebih mementingkan orang lain atau mencintai selain dirinya. Seperti cemburu
kepada kerabat suami, atau teman-temannya. Perbuatan ini kadang menimbulkan banyak
permasalahan. Dengan sikap seperti itu, dia telah mempersempit kepribadian suami, dan
menyebabkan timbulnya permasalahan dengan kerabatnya. Dengan sikap seperti itu, dia telah
menjadikan suami benci dengan kehidupan rumah tangganya. Sikap yang demikian tidak termasuk
cinta, tetapi ambisi kepemilikan dan penguasaan. Maka wajib bagi gadis ini untuk menyadari bahwa
mereka adalah kerabat suami, yang tidak mungkin ia bebas lepas dari mereka, begitu pula
sebaliknya mereka tidak mungkin bebas lepas darinya.

Ketiga: Gadis Durhaka

Yaitu istri yang tidak ridha dengan kehidupannya. Dia senantiasa membangkang pada suami dan
menggerutu tentang segala sesuatu. Dia tidak bersikap qonaah (menerima apa adanya), senantiasa
menginginkan tambahan dan lebih. Dengan sikap seperti ini, dia telah menekan suami hingga mau
memenuhi keinginannya. Dia tidak peduli darimana sang suami bisa memenuhi berbagai tuntutan
itu, dan bagaimana ia bisa mendapatkan harta tersebut. Dia adalah jenis istri perusak. Dia hanya
mencari untuk diri dan kebahagiannya sendiri, terutama harta, bukan cinta. Dia tidak menjaga suami
atau rumahnya. Biasanya keadaan yang seperti ini berakhir dengan perceraian.

Keempat: Gadis yang cuek dan masa bodoh

http://www.kajianislam.net 2008/7/7 6:56:44 / Page 1


Gadis ini tidak layak disebut sebagai seorang istri. Dia sama sekali tidak menaruh perhatian pada
suami, tidak juga pada rumahnya. Tidak berusaha memenuhi kebutuhan suami atau permintaannya.
Di sini sang suami merasa bahwa si istri tidak mencintainya, atau tidak menganggapnya. Kadang
yang demikian membuat sang suami bersikap kasar kepada istri sebagai usaha untuk
meluruskannya. Akan tetapi jika sang istri memiliki sifat seperti ini, maka akan sulit merubahnya. Hal
ini menjadikan sang suami tidak menaruh perhatian terhadap istri, tidak mesra dengannya dalam
segala hal, dan bisa menyebabkan perpisahan. Maka mulai sekarang seharusnya istri mulai
memberikan perhatian terhadap suami.

Kelima: Gadis yang Kekanak-kanakkan

Yaitu gadis yang senantiasa tergantung pada ibunya, dan terus terikat dengannya, bersandar
kepadanya dalam segala hal. Dia bertindak dengan malu, tidak mampu mengemban tanggung
jawab. Kebanyakan ibunyalah yang memberikan keputusan dan berkuasa pada seluruh urusan
rumah. Maka sang putripun bersandar kepadanya dalam segala hal seperti apa yang dia kerjakan
saat masih kanak-kanak. Dengan sifat seperti itu, dia tidak layak menjadi seorang ibu bagi
putra-putranya, dikarenakan putra-putranya akan menjadi pribadi-pribadi yang terputus, tidak utuh.
Adapun sang suami, maka ia merasa seolah-olah telah menikahi ibu mertuanya, karena dialah yang
mengatur segala keperluannya. Maka wajib bagi para gadis untuk belajar memikul tanggung jawab
dan berbuat secara dewasa.

Keenam: Gadis yang meninggalkan Tugas Rumah Tangga

Kebanyakan gadis seperti ini adalah gadis yang bekerja (wanita karir). Akan tetapi, ada perbedaan
antara istri yang bekerja dan istri yang pergi meninggalkan tanggung jawab rumah. Artinya ada
banyak istri yang bekerja, tetapi mereka dapat melakukan segenap pekerjaan rumah tangga dan
memberikan perhatian terhadap berbagai keperluan suami dan anak-anak mereka. Pekerjaan
mereka tidak membuat mereka durhaka terhadap keluarga. Maka istri harus menyeimbangkan
antara pekerjaan dengan suami dan anak-anaknya. Janganlah pekerjaan membuat keluarga
terhalangi dari perhatian dan kasih sayangnya. Sehingga sang suami merasa kehilangan
kemesraan, akhirnya timbullah permasalahan diantara mereka.

Ketujuh: Gadis yang Lemah

Yaitu seorang gadis yang terbiasa pasrah terhadap keadaan di sekitarnya, apakah terhadap
keluarga atau teman-temannya. Dia sangat lemah untuk bisa mengambil keputusan dengan dirinya
sendiri, tidak berusaha mengadakan musyawarah atau menampakkan pendapat apapun.
Kepribadian yang lemah, penurut, dan tidak terbiasa memikul tanggung jawab. Kebanyakan
penyebabnya adalah keluarga, yaitu dengan sikap keras sang ayah, dan diamnya ibu. Maka sang
suamipun kehilangan teman yang bisa memberikan nasihat, atau masukan-masukan dalam berbagai
urusannya.

Kedelapan: Gadis yang membuat was was

Yaitu gadis yang menggambarkan suaminya dengan gambaran yang terburuk. Sebagai contoh, jika
suami terkena penyakit mulas, maka sang istri membesar-besarkannya serta meyakininya bahwa
sang suami menderita usus buntu. Jika panas sang suami meningkat dia berkata bahwa dia telah
terkena demam. Jika sang suami terlambat, dia berkeyakinan telah terjadi kecelakaan atau terkena
sesuatu yang tidak disukai. Istri semacam ini akan mendorong suami untuk selalu was-was dan

http://www.kajianislam.net 2008/7/7 6:56:44 / Page 2


berkhayal macam-macam serta selalu khawatir.

Kesembilan: Gadis yang Sok Sempurna

Yaitu gadis yang berambisi untuk mengerjakan sesuatu dengan benar, dan terlalu berlebih-lebihan di
dalamnya sehingga sang suami dan orang-orang yang tinggal di sekitarnya terkadang merasa
jengkel. Sifat seperti itu membuatnya fanatik buta dalam kehidupan rumah tangga. Dia menginginkan
kesempurnaan dalam segala hal. Jika pergi salah seorang teman maka harus membawa hadiah
berharga dan mahal dibungkus dengan bungkus yang mewah dan seterusnya. Sifat seperti ini
dimungkinkan akan membuat suami melakukan respon yang mungkin bisa menjadi seorang laki-laki
yang keras dan menolak apa saja yang dilakukan istri, sekalipun perbuatan itu untuk
kepentingannya, dan dia tidak lagi mementingkan keridhaan istrinya

Sekarang, carilah untuk dirimu sendiri wahai saudariku, sifat manakah dari kesembilan sifat tersebut
yang kamu miliki? Kemudian bersihkanlah dari dirimu agar kehidupan rumah tanggamu selamat dan
bahagia. (Zuhair Qarami. Majalah Qiblati).

http://www.kajianislam.net 2008/7/7 6:56:44 / Page 3