Anda di halaman 1dari 8

TUGAS PENDAHULUAN

PRAKTIKUM GEOLOGI FISIK


PROGRAM STUDI TEKNIK PERMINYAKKAN
TAHUN 2021

Modul 4 – Batuan Metamorf

Oleh :
Marcella Agatha Nathania Rimporok
PE-B /101320076

FAKULTAS TEKNOLOGI EKSPLORASI DAN PRODUKSI


UNIVERSITAS PERTAMINA

JAKARTA
2020/2021
PERNYATAAN

Dengan ini saya menyatakan bahwa jawaban yang saya tulis disini merupakan hasil
pengerjaan sendiri. Jika ada sumber yang digunakan, maka saya mencantumkan sitasinya
dalam teks serta referensinya di daftar pustaka.

Yang Menyatakan,

Marcella Agatha Nathania Rimporok


NIM: 101320076

TUGAS PENDAHULUAN PRAKTIKUM – GEOLOGI FISIK 2021


JAWABAN PERTANYAAN – 1
1. Jelaskan Proses Pembentukan batuan Metamorf!
Batuan metamorf adalah batuan yang terbentuk hasil proses metamorfosa, seperti
perubahan tekanan, perubahan kondisi kimia didalam kerak bumi. Perubahan temperature,
dan faktor lainnya. Proses batuan metamorf terjadi karena adanya perubahan yang
disebabkan oleh proses metemorfosa.
Proses metaforsa adalah proses pengubahan batuan akibat dipengaruhi faktor-faktor
tertentu yaitu tekanan, temperatur, dan adanya aktivitas kimia, baik fluida maupun gas,
bahkan dapat terjadi secara bersamaan.

Tiga faktor yang dapat menyebabkan terjadi proses metamorfosa tersebut sehingga
mengakibatkan proses terbentuknya batuan metamorf, antara lain:
1. Perubahan Tempetur
Perubahan temperatur dapat terjadi karena adanya beberapa faktor, seperti adanya
pemanasan akibat intrusi magmatik dan perubahan gradient geothermal.
2. Perubahan Tekanan
Tekanan yang dapat menyebabkan terjadinya proses metamorfosa pada dasarnya
bervariasi.
3. Aktivitas Kimiawi
Ativitas kimiawi fluida maupun gas yang berada pada jaringan antara butir batuan,
mempunyai peranan penting dalam proses metamorfosa. Hal ini dikarenakan memang
fluida aktif memiliki banyak peran, yaitu air, karbon dioksida, asam hidroklorik, dan
hidroflorik.
4. Waktu
Reaksi kimia yang terlibat dalam metamorfosa, selama re-kristalisasi, dan pertumbuhan
mineral-mineral baru terjadi pada waktu yang sangat lambat.

(Geost, 2017)

TUGAS PENDAHULUAN PRAKTIKUM – GEOLOGI FISIK 2021


JAWABAN PERTANYAAN – 2

Sebutkan dan jelaskan tipe metamorfisme!

1. Metamorfosa Regional (Dinamothermal)


Metamorfosa regional yang juga dikenal dengan sebutan dinamothermal merupakan proses
metamorfosa yang terjadi di daerah yang sangat luas. Metamorfosa Regional (Dinamothermal)
dibagi menjadi 3 macam, diantaranya:
• Metamorfosa Orogenik terjadi pada daerah sabuk orogenik, di mana terjadi proses deformasi
yang menyebabkan rekristalisasi. Batuan yang dihasilkan dari metamorfosa ini mempunyai
butiran mineral yang terorientasi dan membentuk sabuk yang melampar atau terbentang dari
ratusan hingga ribuan kilometer.
• Metamorfosa Burial terjadinya akibat adanya kenaikan tekanan dan temperatur pada daerah
geosinklin yang mengalami sedimentasi intensif.
• Metamorfosa Dasar Samudera (ocean floor) terjadi akibat adanya perubahan pada kerak
samudera, tepatnya di sekitar punggungan tengah samudera (mid oceanic ridges. Selain itu,
adanya pemanasan air laut juga menyebabkan mudah terjadinya reaksi kimia antara batuan
dengan air laut tersebut.

2. Metamorfosa Lokal
Metamorfosa lokal merupakan proses metamorfosa yang terjadi di daerah yang sempit, yaitu
diantara kisaran beberapa meter hingga kilometer saja. Metamorfosa ini dibagi menjadi 6
macam, diantaranya:
• Metamorfosa Kontak terjadi pada batuan yang mengalami pemanasan di sekitar kontak
massa batuan beku intrusif maupun ekstrusif. Perubahan terjadi karena adanya pengaruh
panas dan material yang dilepaskan oleh magma serta deformasi akibat gerakan massa.
Batuan yang dihasilkan pada proses metamorfosa kontak ini umumnya memiliki butir-
butir halus.
• Metamorfosa Kaustik/Thermal/Optalic (Pirometamorfosa) merupakan jenis khusus
dari metamorfosa kontak yang menunjukkan suatu efek hasil temperatur yang tinggi pada
kontak batuan dengan magma pada kondisi volkanik atau quasi volkanik. Adapun
contohnya ialah pada xenolith atau pada zone dike.
• Metamorfosa Kataklastik/Dislokasi/Kinemati/Dinamik terjadi pada daerah yang
mengalami deformasi intensif, seperti pada pahatan. Adapun batuan yang dihasilkan pada
metamorfosa kataklastik ini memiliki sifat non-foliasi, di mana juga dikenal sebagai fault
breccia, fault gauge ataupun milonit.

TUGAS PENDAHULUAN PRAKTIKUM – GEOLOGI FISIK 2021


• Metamorfosa Hidrotermal (Metasotisme) terjadi akibat adanya perlokasi fluida atau gas
yang panas pada jaringan antar butir atau pada retakan-retakan batuan. Sedemikian
sehingga menyebabkan perubahan komposisi mineral dan kimia. Selain itu, perubahan
juga dipengaruhi karena adanya confining pressure.
• Metamorfosa Impact terjadi akibat adanya tabrakan hypervelocity sebuah meteorit.
Adapun kisaran waktunya hanya sekitar beberapa mikrodetik, di mana pada umumnya
ditandai dengan terbentuknya mineral coesite dan stishovite.
• Metamorfosa Retrogade (Diaropteris) terjadi akibat adanya penurunan temperatur.
Sedemikian sehingga kumpulan mineral metamorfosa tingkat tingginya berubah menjadi
kumpulan mineral stabil pada temperatur yang lebih rendah dari sebelumnya.

(Geost, 2017)
JAWABAN PERTANYAAN – 3
Sebutkan dan jelaskan tekstur dan struktur dari batuan metamorf beserta contoh
gambarnya (hanya gambar tekstur)!

Tekstur dari batuan metamorf


a. Homeoblastik terdiri dari:

Lepidoblastik tekstur mineral pipih dan sejajar

Nematoblastik bentuk menjarum dan sejajar

Granoblastik berbentuk butir

bentuk mineral piph yang


Porfiroblastik
mengelilingi mineral yang besar

TUGAS PENDAHULUAN PRAKTIKUM – GEOLOGI FISIK 2021


b. Heteroblastik, terdiri dari kombinasi tekstur homeoblastik

STRUKTUR BATUAN METAMORF

a. Foliasi
Foliasi adalah hubungan tekstur yang memperlihatkan orientasi kesejajaran. Orientasi
kesejajaran mineral ini tidak berhubungan dengan perlapisan batuan sedimen. Foliasi juga
mencerminkan derajat metamorfisme. Jenis-jenis foliasi di antaranya:
1. Gneissic: perlapisan dari mineral-mineral yang membentuk jalur terputus-putus, dan
terdiri dari tekstur lepidoblastik dan granoblastik.
2. Schistosity: perlapisan mineral-mineral yang menerus dan terdiri dari selang-seling
tekstur lepodoblastik dan granoblastik.
3. Phyletic: perlapisan mineral-mineral yang menerus dan terdiri dari tekstur
lepidoblastik.
4. Slaty: merupakan perlapisan, umumnya terdiri dari mineral yang pipih dan sangat
luas.

b. Non-foliasi
Batuan metamorf yang tidak berfoliasi dapat menunjukkan tekstur granulose. Pada tekstur ini
berbentuk butir, berukuran relatif sama, atau masif. Batuan metamorf non-foliasi yang berasal
dari hasil metamorfisme dinamis, umumnya harus diamati secara langsung di lapangan.
(Laboratorium Geologi Fisik, 2019)

JAWABAN PERTANYAAN – 4
Jelaskan proses pembentukan Gneiss, schist, slate, dan phyllite kemudian urutkan berdasarkan derajat
metamorfismenya dari yang terendah sampai yang tertinggi!

TUGAS PENDAHULUAN PRAKTIKUM – GEOLOGI FISIK 2021


Gambar 1 PPT Modul 4 Praktikum Batuan Metamorf

a) Gneis (gneiss) adalah batuan hasil metamorfisme derajat tinggi yang bersifat faneritik dengan
ukuran butir kasar. Batuan gneiss dapat berasal dari batuan beku maupun batuan sedimen.
tserpih dan napal sehingga batuan ini memiliki komposisi kuarsa, feldspar dan mineral-mineral
mafic. Mineral-mineral yang pipih atau merabut (menyerat) contohnya klorit, mika, granit,
hornblende, kyanit, staurolit, sillimanit
b) Schist, memiliki tekstur yang khas yaitu kepingan-kepingan dari mineral-mineral yang sejajar
dan teratur, dan mengandung mineral feldspar, augit, hornblende, garnet, epidot. Derajat
metamorfosa batuan ini lebih tinggi dari filit.
c) Slate merupakan peralihan dari batuan sedimen ke metamorf yang berbutir halus, bidang
foliasi tidak memperlihatkan pengelompokan mineral. Jenis mineral seringkali tidak dapat
dikenal secara megakopis karena butiranya sangat halus. Komposisi mineral terdiri dari
mineral lempung dan serisit. Batuan ini bersifat kompak dan keras. Derajat metamorfisme
batuan ini paling rendah.
d) Filit (phyllite), merupakan peralihan dari batusabak ke sekis. Batuan ini berkomposisi mineral
mika (megaskopis), pipih, belahan phyllitic, berkilap sutera pada bidang foliasinya , dan
terdapat mineral-mineral lain, seperti turmalin dan garnet. Derajat metamorfisme batuan filit
lebih tinggi dari slate.

(Laboratorium Geologi Fisik, 2019)

TUGAS PENDAHULUAN PRAKTIKUM – GEOLOGI FISIK 2021


REFERENSI

Geost, F.2017. Macam-macam Jenis Batuan Metamorf dan Contohnya. Geologinesia.


https://www.geologinesia.com/2017/08/macam-macam-jenis-batuan-metamorf-dan-
contohnya.html

Laboratorium Geologi Fisik. 2019.Modul Praktikum Geologi Fisik. Jakarta: Universitas


Pertamina

Laboratorium Geologi Fisik.2019.PPT Modul 4 Praktikum.Jakarta:Universitas Pertamina

TUGAS PENDAHULUAN PRAKTIKUM – GEOLOGI FISIK 2021