Anda di halaman 1dari 2

TUGAS MATAKULIAH TEORI ADMINISTRASI DISKUSI KE – 5

Soal :

1. Jelaskan pengertian dan lima strategi reinventing government!

Jawaban :

1. Adanya reformasi birokrasi merupakan salah satu tindak lanjut dari ketidakpuasan
masyarakat terhadap kinerja birokrasi dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya.
Dimana salah satu hal yang paling disorot adalah bagaimana birokrasi melaksanakan
pelayanan public. Salah satu hasil dari reformasi birokrasi ini yaitu Reinventing
Government / mewirausahakan birokrasi yang dikemukakan oleh David Osborne dan
Ted Gabler pada tahun 1992. Reinventing Government adalah lebih merupakan
perubahan cara berpikir dan bertindak dan pemerintah untuk tidak menyandarkan
anggaran pendapatan Negara yang bersumber kepada pajak, tetapi dengan jiwa
wirausaha untuk mewujudkan ke dalam kebijakan yang memperkuat sector publik
(Lukmanul Hakim,2013:5). Jadi reinventing government merupakan sebuah transformasi
pola berpikir birokrasi untuk memaksimalkan kemampuannya dalam melaksanakan
tugas pokok dan fungsinya dalam melaksanakan pelayanan public secara efektif dan
efisien. Osborne dan Gebler dalam (Sri Suwitri et al, 2019:5.14) menawarkan sepuluh
prinsip Reinventing Government :
1. Pemerintahan katalis : mengarahkan ketimbang mengayuh (catalic government :
sterring rather than roring)
2. Pemerintahan milik masyarakat : memberi wewenang ketimbang melayani
(community-owned government : empoworring rather than serving)
3. Pemerintahan yang kompetitif : menyuntikkan persaingan ke dalam pemberian
pelayanan (competitive government : infecting competition into service delivery)
4. Pemerintahan yang digerakkan oleh misi : mengubah organisasi yang digerakkan
oleh peraturan (mission driven government : transferring rule driver organization)
5. Pemerintahan yang berorientasi hasil : membiayai hasil bukan memasukkan (result-
oriented government : funding outcomes, not inputs)
6. Pemerintahan berorientasi pelanggan : memenuhi kebutuhan pelanggan bukan
birokrasi (customer-driven government : meeting the needs of the customers, not the
bureaucracy)
7. Pemerintahan wirausaha : menghasilkan ketimbang membelanjakan (enterprising
government : earning rather than spending)
8. Pemerintahan antisipatif : mencegah daripada mengobati (anticapitory government :
Prevention rather than cure)
9. Pemerintahan berorientasi pasar : mendongkrak perubahan melalui pasar (market-
oriented government : leveranging change through out the market)
10. Mengumpulkan semua menjadi satu (put in all together)

Dengan adanya prinsip reinventing government ini diharapkan birokrasi mejadi lebih
professional dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
2. dalam pelaksanaan Reinventing Government tentu ada strategi – straegi yang
dibutuhkan hal ini dikemukakan oleh David Osborne dan Peter Plastrik dalam (Sri
Suwitri et.al. 2019:5.17) terdapat lima strategi untuk menghidupkan birokrasi yang harus
dikelola dengan baik sehingga menjadi satu kekuatan yaitu :
1. Strategi Inti
Stretgi inti, menciptakan tujuan yang jelas. Birokrasi harus dapat menentukan arah
tujuan yang dapat dituangkan dalam visi dan misi birokrasi tersebut, kejelasan tugas
dan fungsi baik itu birokrasi tersebut maupaun individu dalam organisasi tersebut
sehingga arah kebijakan yang akan dilaksanakan menjadi lebih jelas, efektif, efisien
dan terukur sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
2. Strategi konsekuensi
strategi ini lebih menekankan bagaimanan birokrasi melakukan menejaman tata
kelola seperti merubah sistem insetif menjadi konsekuensi kinerja kepada para
aparatur yang teradapat didalam organisasi tersebut sehingga mampu meningkatkan
kinerja dari aparatur dalam melaksanakan tugas dan fungsinya.
3. Strategi pelanggan
Strategi ini lebih menekankan pada akuntabilitas, yakni pertanggung jawaban
birokrasi pemerintah dalam melaksanakan tugas dan fungsinya terutama terkait
dengan pelayanan public, sehingga dapat meningkatkan kepuasan masyarakat
terhadap pelayanan yang diberikan.
4. Strategi pengendalian
Strategi ini menitik beratkan pada memperjelas misi dan nilai dari birokrasi tersebut
sehingga hasil yang dicapai sesuai dengan target yang ditetapkan oleh birokrasi,
sejalan dengan pembagian wewenang dan pelaksanaan serta pertanggung jawaban
dalam mencapai visi dan misi birokrasi tersebut.
5. Strategi budaya
Strategi ini lebih menekankan pada budaya – budaya didalam birokrasi seperti nilai,
norma, sikap pegawai untuk meningkatkan pelayanan birokrasi kepada masyarakat
selain itu strategi ini juga menekankan adanya perubahan budaya birokrasi dimana
didalamnya terdapat tujuan organisasi, sistem insentif, sistem pertanggung
jawabannya sehingga dapat membentuk kebiasaan baru dalam birokrasi tersebut.

Sumber :

Suwitri, Sri et.al.2019.Teori Administrasi.Tanggerang Selatan : Universitas Terbuka

Hakim, Lukman. 2013. Memwirausahakan Birokrasi. Among Makarti Vol. 6 No. 12 diakses pada
20 April 2021 tersedia pada https://jurnal.stieama.ac.id/index.php/ama/article/download/90/73