0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
151 tayangan8 halaman

Materi Ip Address

Diunggah oleh

Anna
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
151 tayangan8 halaman

Materi Ip Address

Diunggah oleh

Anna
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF atau baca online di Scribd
untuk jaringan berukuran besar dan sedan oe 4. Fungsi IP Address ie 4 i i berikut. Pada jaringan komputer, IP address memiliki fungsi sebaga! tarmuka dalam Jaringan aj suatu cara untuk mengenali siapa orang a IP address yang unig a. IP Address Sebagai Alat Identifikasi Host atau An' Fungsi ini diilustrasikan seperti nama orang, sel Be sec tersebut. Dalam jaringan komputerpun berlaku hal yang sama 4 ee Serine tersebut akan digunakan untuk mengenali sebuah komputer atau de b. IP Address Sebagai Alamat Lokasi Jaringan vast kta Dee i asi kita berada. Unt Fungsi ini diilustrasikan seperti alamat rumah kita yang menunjukkan a dana tuk memudahkan pengiriman paket data, maka IP address memuat informasi kebera ya. Ada rute tertentu yang harus dilalui agar data dapat sampai ke komputer yang dituju. 2. Jenis IP Address a. IP Versi 4 (IPv4) Internet protocol version 4 atau IPv4 terdiri dari 32-bit dan bisa menampung lebih dari 4.294.967.296 host di seluruh dunia. Sebagai contoh yaitu 172.146.80.100, jika host di seluruh dunia melebihi angka 4.294.967.296 maka dibuatlah IPv6. b. IP Versi 6 (IPv6) 'Pv6 diciptakan untuk menjawab kekhawatiran akan kemampuan IPv4 yang hanya menggunakan 32 bit untuk menampung ip address di seluruh dunia, semakin banyaknya pengguna jaringan internet ari hari ke hari di seluruh dunia, 1Pv4 dinilai suatu saat akan mencapai batas maksimum yang dapat akan. Dengan kemampuanya yang jauh lebih besar dari IPv4, IPv6 dinilai akan mampu menyediakan IP address Pada seluruh pengguna jaringan internet di seluruh dunia yang semakin hari semakin banyak, : bit. IP ini 4 kali dari 1Pv4, tetapi jumlah host yang bisa ditampung bukan 4 kali dari 4.294.967,296 melainkan 4.294.967.296 F an vl jadi hasilnya 340.282,366.920.938.463.463.374.607.431, 768.211.456. sell 3. Pembagian Kelas IP Address nilai 1 oktet adalah 25: i | address yang tersedia adalah 255 x 255 x 255 a =e a X 255. IP address noe ‘ 4 seluruh pengguna jaringan internet di seluruh dunia, Untuk hee . harus dibecl aaa ‘ah proses pembagiannya ! IP address dikelompokan dalam lima kelas, yait , yaitu kelas A, P el pada ukuran dan jumlah, Ip address kelas A untuk jaringan Ate es z ue a sar. IP address kelas B dig ada a IP address Kelas C untuk Pembagian jari nyak, nam oe ’ ; Pesta, vt cea memiliki anggota yang sedikt. IP address Kelas D dan E juga Peicencty dan E untuk Le Penggunaan normal, kelas D diperuntukan bagi jaringan b Mira elena pada dua hal, yaitu Network ID sata eee Freese hast dalam susty ee peed pasangan network 1D (identitas jaringan) dan host 1D Masing-masing komputer atau router di suatu jaringan, host ID nya harus unik dan harus berbeda jan kom| : deng: puter yang lain. Gambar dibawah ini memperlihatkan pembagian kelas IP address. a, Kelas A Fe at h ‘orma\ : Onnnvnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh.hhhhhhhh (n = Net 1D, h = Host ID) Bit Pertama 20) Panjang NetID: 8 bit (1 oktet) Panjang Host ID 24 bit (3 oktet) Oktet pertama 5800 1127: Range IP address 1.xXX.xxx.xxx.sampai 126.xxx.xxx.xxx (0 dan 127 dicadangkan) Jumlah Network : 126 Jumlah IP address: 16.777.214 IP kelas A untuk sedikit jaringan dengan host yang sangat banyak. Cara membaca IP address kelas Amisalnya 113.46.5.6 ialah Network ID :113, Host ID = 46.5.6 b. Kelas B Format JOnnnnnn.annnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh (n = Net ID, h = Host ID) 2bit pertama —: 10 Panjang NetID : 16 bit (2 oktet) Panjang Host ID 16 bit (2 oktet) 128-191 Oktet pertama Range IP address Jumlah Network Jumlah IP address Biasa digunakan untuk j 128.0.0.xxx sampai 191.255.Xxx.Xxx 16.384 65.534 jaringan Jas B dapat menampung sekitar 65.000 host. besar dan sedang. Dua bit pertama selalu di set 10. 16 bit selanjutnya, network |P ke -G Kelas C | Honnnnn.nnnnnnnn.nnnnnnan.hhhhhhhh (n = Net ID, h =H _ Format é y Hains 3 bit pertama no 24 bit (3 oktet) Oktet pertama 192-223 Range IP address: — 192.0.0.xxx sampai 255.255.255.xxX Jumlah Network : 2.097.152 ess: 254 stent ame 8 bit terakhir, dengan IP Kelas C, dapat dibentuk sekitar 2 juta network yang masing-masing memiliki 256 IP address. Tiga bit pertama IP ad dengan 21 bit berikutnya. Host ID ialah 8 bit terakhir. d. Kelas D Format £ 7MOmmmm.mmmmmmmm.mmmmmmmm.mmmmmmmm ABitpertama : 1110 Bit multicast 2 2B bit Byte Inisial 224-247 Deskripsi 2 Kelas D adalah ruang alamat multicast - d Kelas ini digunakan untuk keperluan Multicasting. 4 bit pertama 1110, bit-bit berikutnya dis sesuai keperluan multicast group yang menggunakan IP address ini dikenal network bit dan host bit e. Kelas E Format VW rererecerer.eeeresreereccerr 4 bit pertama mn Bit cadangan 28 bit Byte inisial 248-255 Deskripsi Kelas E adalah ruang alamat yang dicadangkan untuk keperluan eksperimental Tabel 5.2 Kelas IP Address Kelas IP Range Network ID Network ID Default Subnet Maksimal Penggunaan | Pertama Terakhir Mask Host Per-Network KelasA 1-126 1.0.0.0 126.0.0.0 255.0.0.0 16777216 | KelasB | 128-191 128.0.0.0 _—_191.255.0.0 255.255.0.0 65536 | Kelas C | 192-223 192.0.0.0 _233.255.255.0 255.255.255.0 | Kelas D | 224-239 Digunakan untuk keperluan multicasting. 254 [elas | 240-255 | Digunatan untuk Keperluan pengembangan (research and experime .) sa a . nl 106 Komputer dan Jaringan Dasar SMK/MAK Kelas X idress kelas C selalu berisi 117 Dalam multicasting tidak es 1 subnetmask sebuah IP Address terdiri dari dua buah al ip dan alamat host (host 1D). Kalau kita ibar psa analogikan bahwa jl. Ampera sebagai n, Say ari mat, yaitu alamat jaringan (network address atau network fatkan dengan alamat rumah: ||. Ampera no. 2, maka kita 4 jetwork address ‘ Untuk memisahkan antara network addres: d. dan No. 2 sebagai host address. s dan cqntoh pada Tabel 5.5 host address digunakanlah Subnet Mask. Sebagai table 5.5 Contoh Penggunaan Subnet Mask 1p Address 172 % | = te nedeled a] 25 | | | ——_ | 88 ho al / Binal 1 | mer Be | 0101100 , 00011001 | 01011000 00001001 subnet mask 255 255 ipsa Sg cree aa Binary 14a Vidi oa | 00000000 Network ID 172 2s es fo Maka, alamat IP 172.25.88.9 dengan Subnet Mask 255.255.255.0 memiliki network ID 172.25.88.0 dan host ID pada 172.25.88.9 8 Network Address atau Network ID Ketika kita membagi sebuah IP Address ke dalam subnet-subnet maka kita akan mendapatkan ut, Alamat inilah yang disebut network ID. Fungsinya adalah alamat pertama dari pembagian tersebt ut berada pada kelompok network tertentu. Kalau kita untuk mendefinisikan bahwa jaringan terse tee itabel di atas, IP Address 172,25:88.9-dengan subnet mask 255.255.255.0 terletak pada Network Address 172.25.88.0. IP ‘Address yang terletak di network yang berbeda tidak dapat saling ir 88.0. berkomunikasi kecuali dijembatan! oleh router. 9. Host ID atau Host Address Host ID atau host address adalah alam: bung ke jaringan) U ‘at yang dapat dipergunakan (usable) oleh end point devices intuk berkomunikasi di dalam jaringan. Gerver/client yang terhul 10, Broadcast Address pergunakan ol ingan- Alam Ich server atau router untuk mengirimkan pesan ke setiap end at Broadcast yang biasa dipakai adalah alamat terakhir pada wince Alamat 1P broadcast di devices yang terhubung ke 2" Suatu subnet IP. 11. CIDR dan Subnetting @. CIDR (Classless Inter Domain Routing) | Classless Inter-Domain Routing adalah sebuah cara alternatif untuk mengklasifikasikan alamat. | alamat IP berbeda dengan sistem klasifikasi ke dalam kelas A, kelas B, kelas C, kelas D, dan kelas E, disebut juga sebagai subnetting. CIDR merupakan mekanisme routing yang lebih efisien dibandingkan dengan cara yang asli, yaitu dengan membagi alamat IP jaringan ke dalam kelas-kelas A, B, dan C. CIDR memakai network prefix dengan panjang tertentu. Network prefix ini menentukan jumlah bit sebelah kiri yang digunakan sebagai network ID. Contoh dari penulisan dari network previx adalah /18 dibelakang ip address. Contoh: 202.168.0.1 /18 subnet mask yang bisa digunakan untuk melakukan subnetting pun berbeda-beda mengikuti kelas- kelasnya, perhatikan tabel berikut. Tabel 5.6 CIDR Kelas A Subnetmask Nilai CIDR | Subnetmask Nilai CIDR 255.128.0.0 19 | 255.255.240.0 /20 | 255.192.0.0 0 255.255.248.0 /21 255.224.0.0 mM | 255.255.2520 (22 255,240.0.0 2 255.255.254.0 /23 /255.248.0.0 n3 255.255.255.0 (24 [2 55.2 4a 255.255.255.128 125 | 255.25400 [ns | | 25s. 255.255.192 /26 z | 255.2551 0 [ns "255.255.255.224 127 | 255.255.128.0 | /17 | | 255.255.255.240 ‘8 | 255.255.192.0 8 fase sce se eaaa th 2. | ham | 255.255.224.0 ng 255.255.255.252 255.255.255.248 | 9 | | b. Subnetting Subnetting adalah sebuah cara untuk membagi-bagi alamat IP. Alamat IP penting untuk dibagi- bagi karena persediaan IP address saat ini terbatas. Di sisi lain, laju pertumbihan devais-devais yand tersambung dengan internet pun semakin banyak. & Komputer dan jringan Dasar SMK/MAK Kelas x Penghitungan subnetting bisa dilakukan dengan dua cara, dan cara Khusus yang lebih cepat. pada hakekatnya ar berkisar di empat masalah, yaitu jumlah subnet broadcast. yaitu cara binary yang relatif lambat pertanyaan tentang subnetting akan jumlah host per subnet, blok subnet, dan alamat host- Penulisan 'P address umumnya adalah dengan 192.168.1.2. Namun adakalanya ditulis dengan 192.168.1.2/24. Apa artinya address tersebut? Artinya bahwa IP address 192.168.1.2 dengan subnet mask 255.255.255.0. /24 diambil dari Penghitungan bahwa 24 bit subnet mask diselubung dengan binari tyOengan. kata lain, subnet masknya adalah: 11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0). Konsep ini yang disebut dengan CIDR (Classless inter-Domain Routing) yang diperkenalkan pertama kali tahun 1992 oleh IEFT. Lalu, Subnet Mask berapa saja yang bisa digunakan untuk melakukan subnetting? Coba kamu perhatikan tabel berikut. Tabel 5.7 Subnetting | Kelas Prefix (/) Range Prefix a Kelas A /9 s/d /30 8, /9, M0, /11, 2, 113, 114, /15, 116, 117, /18, /19, 20, /21, 122, 23, /24, [25, [26, [27, |28, /29, [30 Kelas B NN7 sid [30 17, 118, /19, 20, (21, /22, 123, (24, 25, /26, 27, /28, 129, /30 Kelas C 125 sid 130/25, /26, /27, /28, /29, /30 | 1) Subnetting pada IP Address Kelas C Subnetting seperti apa yang terjadi dengan sebuah NETWORK ADDRESS 192.168.1.0/252 Analisa: 192.168.1.0 berarti kelas C dengan Subnet Mask /25 berarti W11111.19111.1111111.1 0000000 (255.255.255.128). Penghitungan: penyelesaiannya meliputi jumlah subnet, jumlah host per subnet, blok subnet, alamat host dan broadcast yang valid 2) Jumiah subnet = 24, dengan x adalah baryaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi jumlah subnet adalah 29 = 2 subnet. b)_Jumlah host per subnet = 29 - 2, dengan y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0. pada oktet terakhir subnet. jadi jumlah host per subnet adalah 28 - 2 = 126 host. ©) Blok subnet = 256 - 126 (nilai oktetterakhir subnet mask) = 126. Jad subnet lengkapnya adalah 0, 128. d) Untuk alamat host dan broadcast yang valid, kita langsung membuat tabelnya, Sebagai catatan, host pertama adalah 1 angka setelah subnet, dan broadcast adalah 1 angka sebelum subnet berikutnya. Bb 5 inn Romper 113) Table 5.8 Subnetting /26 Ip - Broadcast is 192.168.1.127 1192.168.1.255 126 192.168.1.1 - 192.168.1 Ben 192,168.1.129 - 192.168.1.254 192.168.1.0 192.168.1128 2) Subnetting pada IP Address Kelas B Subnet mask yang bisa digunakan untuk subnet ns menjadi dua, yaitu blok sebelah kiri dan kanan karena masing-™* pani a oktet yang “dimainkan’ berdasarkan blok subnetnya. CIDR /17 ae iaige bate i kkan langsung ke subnetting kelas C, hanya blok subnetnya kita masu! 0 (ketipatan) BICKER C yang “dimainkan” di o} n CIDR /25 sampai imai i oktet keempat. Sedangkan CIDR /: ‘elah selesai oktet ketiga berjalan maju (counter) dari 0, 1, 2, 3, dan perti pada tabel 5.9 dipisahian class B adalah se| ue jerbeda teknik terutama untu, “mainkan” di oktet keempat, tapi set seterusnya. Tabel 5.9 CIDR Kelas B Subnetmask Nilai CIDR | | _ Subnetmask [_Nilai CIDR | 255.255.128.0 255.255.255.0 [24 | 255.255.192.0 "| 255.255.255.128 125 | 255.255.224.0 [255.255.255.192 126 255.255.240.0 | | 255.255.255.224 127 255.255.248.0 |_| 255.255.255.240 (p28 255.255.2520 | | 255.255.255.248 [29 255.255.254.0 "| 255.255.255.252 /30 Sekarang akan kita coba dua soal untuk kedua teknik subnetting untuk Kelas B. Kita mulai dari yang menggunakan subnetmask dengan CIDR /17 sampai /24. Contoh network address adalah 172.16.0.0/18. Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /18 berarti 11111111.11111111.11000000. 00000000 (255.255.192.0). Penghitungan: a) _Jumlah subnet = 2x, dengan x adalah banyaknya binari 1 i subnet Pada 2 oktet ij anette terakhir, jadi jumlah a B) slummleh host per subnet'= 2y-- 2, dengan y adalah kebatikan dari x yaitu banyaknya bined 0 pat 2 oktet terakhir. Jad jumlah host per subnet adalah 214 - 2 = 16.382 ty ie PurPx Ost. ©) Blok Subnet = 256 - 192 = 64, Subnet berikutnya adalah 64 = ~ subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192, + 64 = 128, dan 1284642192. 9 am Komputer dan Jaringan Dasar SMK/MAK Kelas X - aa em yay 4) Alamat host dan broadcast yang valid? Perhatikan tabel berikut. P & “subnet |172.1600 172.16.64.0 172.16.128,0 | 172.16.192.0 we. ] a Host Pertama —172.16.0.1 172.16.64.1 172.16.128.1 | 172.16.192.1 Host Terakhir | 172.16.63.254 | 172.16.127.254 | 172.16.191.254 | 172.16.255.254 | Broadcast | 172.16.63.255 | 172.16.127.255 | 172.16.191.255 | 172.16.255.255 3) Subnettng pada IP Address Kelas A Kalau sudah paham, kita lanjut ke kelas A. Konsepnya semua sama saja. Perbedaannya adalah di OKTET mana kita mainkan blok subnet. Kalau kelas C di oktet ke 4 (terakhir), kelas B di oktet 3 dan 4 @oktet terakhir), kalau kelas A di oktet 2, 3 dan 4 (3 oktet terakhir). Kemudian subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting kelas A adalah semua subnet mask dari CIDR /8 sampai /30- Kita coba latihan untuk network address 10.0.0.0/16. ‘Analisa: 10.0.0.0 berarti kelas A, dengan Subnet Mask /16 berarti 11111111.11111111.00000000.00 000000 (255.255.0.0). Penghitungan: Jumlah Subnet = 28 = 256 subnet Jumlah Host per Subnet = 216 - 2 = 65534 host Blok Subnet = 256 - 255 = 1. Jadi subnet lengkapnya: 0,1,2,3,4, dan seterusnya. 2) b) 4) Alamat host dan broadcast yang valid? Perhatikan tabel berikut ini. Tabel 5.10 Perhitungan Preffix /16 Subnet 10.0.0.0 10.1.0.0 10.254.0.0 10.255.0.0 Host Pertama 10.0.0.1 10.1.0.1 10.254.0.1 10.255.0.1 Host Terakhir | 10.0.255.254 10.1.255.254 | 10.254.255.254 10.255.255.254 Broadcast 10.0.255.255 | 10.1.255.255 110.254.255.255 110.255.255.255, 1. Apakah yang dimaksud denga' . Tuliskan dua perbedaan IPv4 dan IPv6! POE ME, CF in IP address? Tuli

Anda mungkin juga menyukai