Anda di halaman 1dari 8

Jurnal Internasional

IDENTITAS ARTIKEL
Judul Artikel An Analysis of Computerized Accounting System Security Threats in
Malaysian Public Listed Companies
Nama Jurnal Terengganu International Finance and Economics Journal
Volume 2
Nomor Jurnal 1
Tahun Jurnal 2012
Halaman 28-35
REVIEW ARTIKEL
Masalah - Apa ancaman yang dirasakan dari sistem informasi akuntansi
Penelitian terkomputerisasi (CAIS) di Perusahaan Publik Malaysia?
- Apakah ada perbedaan yang signifikan antara industri dan
ukuran perusahaan yang berbeda dalam hal ancaman keamanan
yang dirasakan di CAIS mereka?.
Tujuan Menyelidiki masalah ancaman keamanan dalam sistem akuntansi
Penelitian terkomputerisasi di perusahaan publik Malaysia.
Kajian Teori
Metode
Penelitian
Hasil Penelitian

Implikasi
Penelitian
Hasil Review
JURNAL NASIONAL
IDENTITAS ARTIKEL
Judul Artikel Intensitas Ancaman Keamanan Sistem Informasi Akuntansi
Komputerisasian
Nama Jurnal Jurnal Bisnis dan Akuntansi
Volume Vol. 10
Nomor Jurnal No. 2
Tahun Jurnal 2008
Halaman 113-126
REVIEW ARTIKEL
Masalah Teknologi informasi mengalami perkembangan yang sangat
Penelitian cepat. Perkembangan tersebut diharapkan membuat akuntansi menjadi
lebih akurat dan cepat. Akan tetapi perkembangan yang pesat ini tidak
diikuti dengan pengendalian dan perkembangan pengetahuan mengenai
teknologi informasi. Perubahan yang terjadi juga akan menciptakan
risiko keamanan sistem informasi akuntansi komputerisasian.
Tujuan Menganalisis berbagai ancaman keamanan yang diterima oleh
Penelitian sistem informasi akuntansi komputerisasian (SIAK) pada organisasi
yang ada di Jakarta dengan cara mengukur intensitas keterjadian
ancaman keamanan dalam berbagai organisasi.
Kajian Teori Loch (1992) mengembangkan daftar dua belas ancaman
keamanan SIAK dengan menggunakan tiga metode analisis data
(weighted votes, the number of first place votes and unit votes) untuk
memaparkan ancaman keamanan pada SIAK yang menyangkut
ancaman keamanan dalam microcomputer, mainframe computer, serta
network. Loch menerangkan bahwa ancaman yang terjadi karena
bencana alam dan ketidaksengajaan karyawan berada pada posisi
teratas. Berdasarkan penelitian Loch, ancaman internal yang diterma
lebih besar daripada ancaman eksternal. Perusakan data yang tidak
disengaja oleh karyawan, kesalahan yang tidak disengaja dalam
memasukkan data oleh karyawan, dan ketidakcukupan pengendalian
media penyimpanan merupakan ancaman yang paling serius dalam
microcomputer. Sedangkan pada mainframe computer, ancaman yang
paling serius meliputi karyawan dengan sengaja memasukkan data yang
salah, bencana alam, dan karyawan yang sengaja merusak data.
Kemudian pada lingkungan network ancaman utama yang dihadapi
adalah bencana alam, akses data oleh hacker, dan pengendalian yang
lemah.
Davis (1996) meneliti beberapa sampel acak yang diperoleh dari
anggota ISACA dan AICPA. Hasil penelitian tersebut menjelaskan
bahwa mayoritas responden merasa ada sedikit risiko keamanan SIAK.
Perbedaan risiko keamanan disebabkan oleh perbedaan lingkungan
perkomputeran. Dalam penelitian ini juga diungkapkan bahwa
microcomputer dengan hubungan network keluar adalah bagian yang
paling berisiko. Sedangkan bagian mainframe computer adalah bagian
yang berisiko rendah.
Penggunaan perkomputeran client server sebagai alternatif
perkomputeran mainframe pada organisasi memberikan keuntungan
dan juga memberikan risiko tambahan pada perkomputeran. Penelitian
Ryan dan Bordoloi (1997) memaparkan bahwa dari lima belas
ancaman keamanan SIAK, tujuh di antaranya berkaitan erat dengan
lingkungan perusahaan. Kelemahan dalam penelitian tersebut, seperti
yang diungkapkan Abu-Musa (2004), adalah ketidakjelasan dalam
membedakan ancaman keamanan SIAK dan ketidakcukupan
pengendalian keamanan.
Penelitan Abu-Musa (2006) pada organisasi perbankan
menunjukkan ketidaksengajaan karyawan dalam memasukkan data
yang salah, kesengajaan karyawan dalam memasukkan data yang salah,
karyawan yang membagikan kode akses, pengenalan virus pada sistem,
bencana alam dan ulah manusia, serta mencetak dan menyebarkan
informasi pada pihak yang tidak berkepentingan adalah suatu ancaman
yang besar terhadap keamanan SIAK. Dalam penelitiannya, Abu-Musa
juga menyatakan bahwa tidak ada perbedaaan di antara organisasi
perbankan dalam hal ancaman keamanan yang mengganggu SIAK
kecuali ancaman keamanan SIAK untuk akses data dan/atau sistem
secara tidak sah oleh pihak luar.
Berdasarkan penelitian yang telah ada, peneliti melakukan
penelitian tentang ancaman keamanan sistem informasi akuntansi
komputerisasian atas berbagai tipe organisasi di Jakarta dengan
menggunakan sembilan belas ancaman keamanan SIAK yang
digunakan oleh Abu-Musa (2004). Peneliti juga menambahkan satu
permasalahan, yaitu perbedaan ancaman keamanan SIAK antara
organisasi yang menggunakan SIAK yang terintegrasi dan SIAK yang
terintegrasi-manual. Selain tipe organisasi dan kelompok responden,
SIAK yang terintegrasi secara on-line akan lebih terbuka untuk
mendapatkan ancaman keamanan SIAK daripada yang manual.
Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah:
H1: Terdapat ancaman keamanan yang paling mengganggu sistem
informasi akuntansi komputerisasian atas berbagai tipe organisasi.
H2: Terdapat perbedaan ancaman keamanan SIAK antar tipe organisasi
yang berbeda.
H3: Terdapat perbedaan ancaman keamanan SIAK antara organisasi
yang menggunakan SIAK yang terintegrasi secara on-line dan
terintegrasi secara manual.
Metode 1. Jenis Penelitian
Penelitian Penelitian berjenis penelitian kualitatif survei.
2. Populasi/Sampel Penelitiannya
Sampel penelitian adalah organisasi yang telah menggunakan
sistem informasi akuntansi komputerisasian secara terintegrasi.
Sampel yang diperoleh sejumlah 94 dan 83 di antaranya memenuhi
kriteria.
3. Teknik Pengumpulan Data
Sample data dikumpulkan dengan menggunakan teknik purposive
sampling. Data dikumpulkan dengan cara menyebarkan kuisioner
melalui e-mail dan mengirimkannya melalui pos.
4. Ujicoba Penelitian (Jika Ada)
5. Teknik Analisis Data dan Hipotesis.
Data dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis. Dalam penelitian
ini diajukan tiga hipotesis, yaitu:
- Terdapat ancaman Terdapat ancaman keamanan yang paling
mengganggu sistem informasi akuntansi komputerisasian atas
berbagai tipe organisasi.
- Terdapat perbedaan ancaman keamanan SIAK antar tipe
organisasi yang berbeda.
- Terdapat perbedaan ancaman keamanan SIAK antara organisasi
yang menggunakan SIAK yang terintegrasi secara online dan
terintegrasi secara manual.
Hasil Penelitian Hasil pengujian hipotesis satu menunjukan bahwa terdapat
ancaman yang mengganggu SIAK. Intensitas ancaman tersebut terjadi
setiap hari. Ancaman tersebut berupa ketidaksengajaan memasukan
data yang salah oleh karyawan, perusakan data secara tidak sengaja
oleh karyawan, karyawan membagikan kode akses dan pengenalan
virus komputer pada sistem.
Hasil pengujian hipotesis dua menunjukan bahwa tidak ada
perbedaan ancaman keamanan SIAK antar jenis organisasi yang
berbeda. Dalam pengujian ini terlihat bahwa seluruh jenis organisasi
menerima ancaman yang sama dalam keamanan SIAK.
Hasil pengujian hipotesis tiga menunjukkan bahwa secara
keseluruhan tidak ada perbedaan ancaman keamanan SIAK antara
organisasi yang menggunakan SIAK yang terintegrasi secara online dan
terintegrasi secara manual. Perbedaan di antara keduanya terletak pada
ancaman pengenalan virus komputer pada sistem. Ancaman ini
cenderung sering terjadi pada organisasi yang menerapkan SIAK yang
terintegrasi secara online.
Implikasi Implikasi yang dikemukakan oleh peneliti adalah bahwa
Penelitian pengelola organisasi akan lebih memperhatikan ancaman keamanan
yang berkaitan dengan sistem informasi akuntansi komputerisasian
apalagi pada ancaman virus komputer pada sistem. Pengelola perlu
memperbarui perlindungan terhadap virus pada sistemnya. Karyawan
yang tugasnya terkait SIAK juga diharapkan agar mampu mengatasi
ancaman-ancaman keamanan yang mengganggu.
Peneliti juga mengungkapkan bahwa penelitian ini terkendala
dalam jumlah sampel yang ada karena banyak kuesioner yang tidak
direspon sebab responden adalah manajer akuntansi. Selain itu, masih
terdapat ancaman keamanan SIAK yang ada di perusahaan tetapi
ancaman tersebut tidak teridentifikasi dalam penelitian ini. Untuk itu,
peneliti menyarankan agar penelitian selanjutnya menggunakan
karyawan di bidang akuntansi. Peneliti juga menyarankan agar jenis
ancaman dapat ditambahkan.
Hasil Review Dari segi metodologi, peneliti telah menggunakan metode yang
sangat baik dalam melakukan penelitian ini. Penyebaran angket acak
pada organisasi-organisasi yang telah menggunakan sistem informasi
akuntansi komputerisasian secara terintegrasi akan menghasilkan data
yang valid. Akan tetapi, perlu dilakukan pergantian subjek agar jumlah
responden dapat meningkat. Penggunaan uji Kruskal-Wallis dalam
analisis data juga akan menunjukkan hasil yang relevan.
Dari segi konten, artikel ini juga membahas permasalahan
dengan baik. Analisis yang dilakukan peneliti sudah tepat sehingga
menghasilkan pembahasan yang sesuai dengan keadaan sebenarnya.
Pada artikel ini ditemukan kesalahan dalam ejaan bahasa.
Kemungkinan disebabkan oleh artikel ini yang terbit sudah cukup lama
sehingga belum mengikuti kaidah bahasa Indonesia saat ini.
Jurnal UNY
IDENTITAS ARTIKEL
Judul Artikel Omzet Usaha dan Sistem Informasi Akuntansi pada Usaha Pempek di
Palembang
Nama Jurnal Nominal: Barometer Riset Akuntansi dan Manajemen
Volume Vol. 9
Nomor Jurnal No. 2
Tahun Jurnal 2020
Halaman 179-190
REVIEW ARTIKEL
Masalah Omzet penjualan yang meningkat berpengaruh pada peningkatan
Penelitian kompleksitas pengelolaan transaksi.
Tujuan Menguji secara empiris apakah omzet usaha berpengaruh positif
Penelitian terhadap penerapkan sistem informasi akuntansi pada usaha pempek.
Kajian Teori - Faktor Kontingensi
Nicolau (2000) menyatakan dalam konteks SIA, desai SIA
adalah merupakan renspon terhadap faktor-faktor kontingensi.
Menurut Ahmad & Mohamed Zabri (2015) dan Azudin &
Mansor (2017) faktor kontingensi yang mempengaruhi SIA
salah satunya adalah ukuran perusahaan atau omzetnya.
- Sistem Informasi Akuntansi
SIA adalah kunci dalam keberlangsungan suatu usaha termasuk
pada UKM. Hal tersebut dikarenakan SIA mendukung kegiatan
bisnis dengan menyediakan informasi yang berguna dalam
pengambilan keputusan bisnis. Menurut Romney & Steinbart
(2018) SIA merupakan sistem yang mengumpulkan, mencatat,
menyimpan, serta memproses data akuntansi dan data lainnya
untuk menghasilkan informasi untuk pembuat keputusan.
Romney & Steinbart (2018) juga memaparkan bahwa SIA
terdiri dari siklus pendapatan, siklus pengeluaran, siklus
produksi, siklus sumber daya manusia, siklus keuangan, dan
buku besar dan sistem pelaporan.
- Hipotesis
Omzet usaha pempek mempengaruhi secara positif penerapan
sistem informasi akuntansi.
Metode 1. Jenis Penelitian
Penelitian Penelitian berjenis penelitian kualitatif survei.
2. Populasi/Sampel Penelitiannya
Sampel penelitian adalah pengusaha pempek yang berjumlah 100.
Seluruh sampel tersebut telah memberikan tingkat power of test
yang memadai, yaitu 96,7%.
3. Teknik Pengumpulan Data
Sample data dikumpulkan dengan menggunakan teknik
convenience sampling. Dalam penelitian data yang digunakan
berjenis data primer. Data primer diperoleh langsung dari
pengusaha pempek dengan metode kuesioner.
4. Ujicoba Penelitian (Jika Ada)
5. Teknik Analisis Data dan Hipotesis.
Data dianalis menggunakan teknik analisis statistik deskriptif.
Sedangkan, hipotesis diuji menggunakan statistik Two Way
ANOVA. Tingkat signifikansi penerimaan hipotesis adalah 5%.
Hasil Penelitian Pengujian hipotesis menghasilkan bukti empiris bahwa omzet
berpengaruh secara signifikan terhadap penerapan SIA. Dengan begitu
terdapat indikasi bahwa kompleksitas kegiatan usaha pempek yang
disebabkan oleh meningkatnya omzet usaha pempek mendorong
kebutuhan penerapan SIA dalam mendukung kegiatan usaha.
Hasil penelitian menunjukan terdapat perbedaan persentase
luasnya penerapan SIA antara usaha pempek beromzet < Rp
100.000.000 dengan > Rp 100.000.000 masing-masing memiliki
persentase sebesar 61% dan 91%. Data tersebut mendukung
argumentasi yang meyebutkan bahwa semakin besar omzet usaha akan
meningkatkan kompleksitas pengelolaan transaksi bisnis. Usaha
pempek dengan omzet yang lebih besar akan memudahkannya dalam
menerapkan SIA karena kemampuan keuangannya lebih memadai.
Sejalan dengan hal tersebut, hasil penelitian juga menunjukkan hal
yang sama bahwa hampir seluruh usaha pempek yang beromzet > Rp
100.000.000 per bulan sudah menerapkan SIA pada setiap siklus
akuntansinya.
Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa usaha pempek kecil
atau beromzet < Rp 100.000.000 juga telah menerapkan SIA. Rata-rata
penerapan SIA dalam kelima siklus akuntasi sebesar 61%. Dengan kata
lain, usaha pempek berskala kecil telah menerapkan SIA dalam
setidaknya tiga siklus akuntansi. Pada usaha pempek berskala kecil,
siklus produksi adalah siklus yang menerapkan SIA paling banyak
dengan persentase mencapai 85%. Hal tersebut menunjukkan bahwa
usaha pempek dengan skala kecil memerlukan informasi akuntansi
biaya terkait kegiatan produksi untuk mengambil keputusan penetapan
harga.
Implikasi Penelitian ini menujukkan bahwa omzet usaha terbukti berpengaruh
Penelitian secara signifikan terhadap penerapan SIA. Dengan begitu dapat
disimpulkan bahwa alasan usaha pempek menerapkan SIA adalah besar
kecilnya omzet usaha pempek. Penelitian juga membuktikan bahwa
omzet usaha pada usaha pempek merupakan faktor kontingensi yang
berpengaruh terhadap penerapan SIA. Semakin besar omzet suatu
usaha akan berdampak pada peningkatan kompleksitas pengelolaan
transaksi bisnis sehingga akan mendorong penerapan SIA.
Hampir seluruh usaha pempek berozet besar menerapkan SIA pada
seluruh siklus akuntansi. Sedangkan, usaha pempek beromzet kecil,
hampir seluruhnya menerapkan SIA pada siklus produksi. Fakta ini
memberikan implikasi bahwa semua usaha pempek membutukan
informasi akuntansi dalam menjalankan usaha.
Hasil Review