0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
174 tayangan12 halaman

Tata Tertib Sekolah

Dokumen tersebut berisi peraturan sekolah SD Negeri Prengguk II tentang tata tertib guru dan pegawai serta peserta didik. Peraturan tersebut mencakup ketentuan kehadiran, pakaian kerja, tugas dan kewajiban guru, serta kewajiban-kewajiban peserta didik.

Diunggah oleh

S Prix
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
174 tayangan12 halaman

Tata Tertib Sekolah

Dokumen tersebut berisi peraturan sekolah SD Negeri Prengguk II tentang tata tertib guru dan pegawai serta peserta didik. Peraturan tersebut mencakup ketentuan kehadiran, pakaian kerja, tugas dan kewajiban guru, serta kewajiban-kewajiban peserta didik.

Diunggah oleh

S Prix
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PERATURAN SEKOLAH

TATA TERTIB GURU DAN PEGAWAI


TATA TERTIB PESERTA DIDIK

SD NEGERI PRENGGUK II
KORWIL BIDDIK KAPANEWON GEDANGSARI
KABUPATEN GUNUNGKIDUL

1
PEMERINTAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL
DINAS PENDIDIKAN
SDN PRENGGUK II, GEDANGSARI
Alamat : Cermo, Tegalrejo, Gedangsari, Gunungkidul, D.I. Yogyakarta Kode Pos 55863

TATA TERTIB GURU DAN PEGAWAI


Regulasi:
1. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2017 tentang Perubahan atas
Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru
2. Berdasarkan hasil Kongres Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) pada 21-25
November 1973 tentang Kode Etik Guru.
3. Berdasarkan Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Kode Etik dan Kode
Perilaku pegawai Aparat Sipil Negara (ASN).

KEHADIRAN
1. Guru dan pegawai hadir di sekolah, hari Senin-Kamis pukul 07.00 - 15.00 WIB
2. Guru dan pegawai hadir di sekolah, hari Jumat pukul 07.00 - 15.30 WIB
3. Guru dan pegawai absen daftar hadir pada waktu datang dan pada waktu pulang.
4. Guru dan pegawai hadir dan absen daftar hadir pada acara peringatan Hari Besar
Nasional dan Keagamaan yang dilaksanakan di luar jam dinas dan atau di luar sekolah.
5. Guru dan pegawai apabila berhalangan hadir memberi tahu secara tertulis kepada Kepala
Sekolah.
6. Guru dan pegawai apabila berhalangan hadir karena sakit lebih dari tiga hari disertai
dengan surat keterangan dokter.
7. Guru dan pegawai apabila berhalangan hadir karena cuti setelah mendapat rekomendasi
dari Dinas Pendidikan Kabupaten.
8. Guru dan pegawai apabila terlambat hadir atau meninggalkan sekolah pada waktu jam
dinas harus melapor atau minta izin kepada Kepala Sekolah atau wakil kepala sekolah
(jika kepala sekolah tidak berada di tempat) dan guru piket.

PAKAIAN KERJA
1. Hari Senin dan Selasa berpakaian dinas harian warna khaki.
2. Hari Rabu berpakaian kemeja warna putih, rok/celana warna hitam atau gelap;
3. Hari Kamis berpakaian batik lokal;
4. Hari Jumat berpakaian batik bebas
5. Hari Kamis Pahing berpakaian adat gagrak Yogyakarta;
6. Pakaian PGRI digunakan pada saat Peringatan Hari Guru Nasional atau sesuai ketentuan
yang diarahkan panitia penyelenggara acara;
7. Pakaian KORPRI digunakan pada saat peringatan hari KORPRI atau ketentuan yang
diarahkan oleh panitia penyelenggara acara;
8. Pakaian seragam dilengkapi Nama Pegawai, Tanda Pengenal, (Pin KORPRI bagi
PNS/ASN);
9. Ketentuan pakaian seragam tertentu atau hari tertentu diatur dan ditetapkan sesuai dengan
edaran dari pemerintah dan/atau hasil keputusan sekolah.

2
TUGAS DAN KEWAJIBAN GURU
1. Guru memahami dan melaksanakan kurikulum sekolah, tupoksi, serta tugas tambahan
yang diberikan;
2. Guru membuat/memiliki alokasi waktu pengajaran dalam satu tahun, kalender
pendidikan, standar isi, program tahunan, program semester, silabus, bahan ajar, rencana
pelaksanaan pembelajaran (RPP), Kreteria Ketuntasan Minimal (KKM), agenda kegiatan
belajar mengajar, daftar hadir siswa, daftar nilai dan jadwal mengajar yang disahkan oleh
Kepala Sekolah;
3. Guru memanfaatkan waktu di luar jam pembelajaran tatap muka untuk melengkapi
dokumen pendukung pembelajaran;
4. Guru hadir tepat waktu yang telah ditentukan, dan memberikan ulangan/ujian/tes dan
tugas, serta remedial sesuai kebutuhan, tiap standar kompetensi.
5. Guru memberikan umpan balik kepada peserta didik setelah memeriksa hasil ujian;
6. Guru yang berhalangan hadir agar mengirimkan tugas atau pekerjaan siswa untuk
diwakili oleh guru piket;
7. Guru wajib mengenal tabiat/tingkah laku/karakter peserta didik;
8. Guru wajib ikut membina pelaksanaan 7K (Kebersihan, Keamanan, Ketertiban,
Keindahan, Kekeluargaan, Kerindangan, dan Keimanan);
9. Guru wajib berusaha menyelamatkan siswa dari perbuatan kriminal berupa perkelahian,
pemerasan dan kekerasan lainnya;
10. Guru wajib mengutamakan tugas dan kewajiban sekolah dan satuan administrasi pangkal
(satmikal);
11. Guru wajib menjunjung tinggi martabat profesinya;
12. Guru wajib melaksanakan tugas dengan tertib,rapi dan bertanggung jawab
13. Guru wajib menjadi contoh yang baik dalam tingkah laku, tutur kata dan tata rias;
14. Guru wajib memelihara dan menjaga alat-alat perlengkapan sekolah sebaik-baiknya agar
dapat bermanfaat untuk bersama;
15. Guru wajib membina hubungan baik dengan guru, pegawai, siswa, orang tua dan
masyarakat;
16. Guru berpartisipasi dalam semua kegiatan sekolah baik intrakurikuler maupun
ekstrakurikuler;
17. Guru dilarang membawa anak waktu mengajar di kelas;
18. Guru selalu membimbing, menjaga ketertiban dan kenyamanan, peserta didik dalam
KBM;
19. Hal-hal yang belum tercantum dalam tata tertib ini, mengacu pada peraturan pemerintah,
dan perkembangan kebijakan pemerintah terbaru serta mengacu pada budaya dan
kearifan, serta budi pekerti yang berlaku di darah, dan akan diatur oleh Kepala Sekolah.

TATA TERTIB KHUSUS

1. Guru piket hadir lebih awal membantu persiapan aktifitas pagi hari diantaranya
menyiapkan bahan ajar guru yang berhalangan hadir, piket siswa dan memfasilitasi
pelaksanaan 7K (Kebersihan, Keamanan, Ketertiban, Keindahan, Kekeluargaan,
Kerindangan, dan Keimanan)
2. Guru Bimbingan Konseling mendata keadaan dan kendala peserta didik, memfasilitasi
dan melaporkan kepada kepala sekolah;
3. Wali Kelas melaksanakan pembimbingan kepada peserta didik binaanya dan administrasi
kelas.

3
PERATURAN DAN TATA TERTIB GURU
1. Mengisi Daftar Hadir Guru yang telah disediakan di kantor
2. Mengikuti Apel Pagi bagi Guru yang masuk pada jam pelajaran pertama
3. Mengikuti Upaca Bendera yang dilaksanakan disekolah dengan membuat barisan
guru/pegawai
4. Berpakaian rapi dan sopan serta memakai sepatu
5. Setiap Guru harus membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Program
Tahunan/Program Semester Mata Pelajaran yang diampu pada setiap KBM
6. Mengisi Daftar Hadir Siswa pada setiap KBM dan memasukkan nilai siswa pada Daftar
Nilai dari KHS yang telah dibagikan kepada setiap guru.
7. Mengisi Agenda Penyajian dan Agenda Kelas pada setiap pelaksanaan KBM
8. Mempedomani Lonceng Kantor pada setiap penggantian jam pelajaran dan pulang
9. Menyusun Kisi-Kisi Soal dan Soal pada setiap Penyelenggaraan Ujian Sumatif/Ujian
Sekolah (US)
10. Melakukan tindakan kelas pada Ramedial
11. Selalu memberikan contoh dan panutan dalam bertindak, baik disekolah maupun di
lingkungan masyarakat
12. Membuat terobosan baru/inovasi dalam program pembelajaran agar siswa belajar
menyenangkan
13. Apabila tidak hadir harus memberikan pemberitahuan/surat izin dan melampirkan
tugas/bahan ajar kepada Kepala Sekolah.
14. Larangan :
a. Mempercepat pulang siswa tanpa seizin Kasek dan lonceng kantor
b. Melakukan Kutipan Uang kepada siswa tanpa sepengetahuan Kasek
c. Menindak siswa diluar batas pembinaan, pendidikan.

Kepala SDN Prengguk II

SUPRIYATNO, S.Pd.
NIP: 19710513 199308 1 002

4
PEMERINTAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL
DINAS PENDIDIKAN
SDN PRENGGUK II, GEDANGSARI
Alamat : Cermo, Tegalrejo, Gedangsari, Gunungkidul, D.I. Yogyakarta Kode Pos 55863

TATA TERTIB PESERTA DIDIK


Menimbang:
Bahwa dalam rangka pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar
Pengelolaan Pendidikan oleh Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah perlu menetapkan
Peraturan Sekolah tentang Tata Tertib Peserta Didik.

Mengingat:
1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
2. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan

Menetapkan:
PERATURAN SEKOLAH TENTANG TATA TERTIB PESERTA DIDIK

BAB I Pengertian
Ketertiban berarti kondisi dinamis yang menimbulkan keserasian, keselarasan dan keseimbangan
dalam tata hidup bersama sebagai makhluk Tuhan. Dalam kehidupan sekolah, kondisi itu
mencerminkan keteraturan dalam pergaulan, dalam penggunaan dan pemeliharaan sarana /
prasarana, penggunaan waktu, pengelolaan administrasi dan dalam mengatur hubungan dengan
masyarakat dan lingkungannya.
Ketertiban sekolah dituangkan dalam Tata Tertib Peserta Didik, dan disusun secara Operasional
untuk mengatur tingkah laku dan sikap hidup peserta didik.

Dalam Tata Tertib Peserta didik memuat:


a. Hal-hal yang diharuskan atau diwajibkan.
b. Hal-hal yang dianjurkan.
c. Hal-hal yang tidak boleh dilakukan atau larangan.
d. Sanksi-sanksi / hukuman bagi pelanggar.
 
BAB II Kewajiban-kewajiban Siswa
Pasal 1 : Kehadiran Siswa

1. Sepuluh menit sebelum jam pertama siswa sudah hadir di sekolah


2. Masuk dan keluar kelas harus tertib dan teratur, diatur oleh ketua kelas.
3. Sebelum pelajaran dimulai dan pada akhir pelajaran, anak-anak berdoa sesuai dengan agama
dan kepercayaan masing-masing.
4. Apabila siswa tidak masuk sekolah karena sakit, atau ijin harus mengirimkan surat ijin yang
sah dari orang tua / wali murid pada hari itu juga atau lewat telpon sekolah.
5. Apabila siswa akan meninggalkan sekolah sebelum jam belajar sekolah berakhir oleh karena
sakit atau ijin keperluan lain, harus minta ijin kepada guru kelas.
6. Wajib mengikuti semua kegiatan belajar mengajar sejak jam pertama hingga jam terakhir,
serta pulang secara bersama-sama setelah tanda bel pelajaran terakhir dibunyikan.
7. Berada di dalam kelas pada jam-jam kegiatan belajar mengajar.
8. Pada waktu istirahat, murid harus berada di luar ruang kelas dan tetap berada di lingkungan
halaman sekolah
9. Wajib mengikuti Upacara Bendera dan Senam Pagi yang ditentukan oleh sekolah.
5
Pasal 2: Pakaian Seragam Sekolah

1. Mengenakan pakaian seragam yang ditentukan.


a. Senin – Selasa : Putih – Merah Hati
b. Rabu – Kamis : Batik Identitas
c. Jumat : Pramuka
d. Bersepatu Hitam bertali dan berkaos kaki
2. Pakaian seragam dalam keadaan bersih dan rapi (tidak kotor/lusuh).
3. Baju bagian bawah dimasukan pada celana/Rok sehingga tampak ikat pinggangnya.
4. Mengenakan Topi dan dasi sekolah saat Upacara bendera.
5. Pakainan olah raga sesuai dengan ketentuan sekolah

Pasal 3: Lingkungan Sekolah

1. Ikut menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan sekolah.


2. Membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.
3. Membersihkan ruangan kelas setiap hari oleh petugas Piket Kelas masing-masing.
4. Mengatur sepeda di tempat Parkir Sekolah secara teratur dan rapi serta dikelompokkan sesuai
tempat parkir yang telah ditentukan.
5. Tidak melakukan corat-coret baik di pintu, jendela, dinding maupun meja belajar.
6. Buang air harus di tempat yang telah ditentukan, bersihkan dan siram kembali WC setelah
dipergunakan.
7. Ikut menjaga kelestarian tanaman sekolah.
8. Tidak merusak sarana /prasarana yang ada di sekolah.

Pasal 4: Etika , Estetika dan Sopan Santun

1. Menghormati Kepala sekolah, guru dan karyawan


2. Bersikap sopan dan santun kepada semua warga sekolah.
3. Menjunjung tinggi kultur dan adat budaya
4. Tidak dibenarkan berkuku panjang, bagi anak-anak wanita dilarang memakai perhiasan yang
mencolok ke sekolah.
5. Rambut diatur secara rapi tidak dicat dan untuk siswa putra tidak berambut Gondrong.
6. Berbicara secara santun, baik terhadap guru/ karyawan maupun teman-teman sekolah.
7. Selalu hormat pada tamu yang hadir di sekolah.
8. Saling hormat-menghormati sesama siswa.
9. Menjaga keamanan dan ketertiban selama di sekolah maupun sepulang sekolah.
10. Harus menjaga nama baik sekolah di manapun berada.

Pasal 5: Administrasi Sekolah

1. Meminjam dan mengembalikan buku-buku Perpustakaan sesuai dengan ketentuan yang


ditentukan oleh Perpustakaan.
2. Memanfaatkan sarana dan prasarana sekolah secara benar sesuai dengan pengunaannya.

Pasal 6: Kegiatan Ekstra Kurikuler dan Pengembangan Diri

1. Wajib mengikuti ekstrakurikuler/Pengembangan Diri sekurang-kurangnya satu jenis Kegiatan


Ekstra Kurikuler /Pengembangan Diri
2. Wajib mengikuti kegiatan lain yang ditentukan oleh sekolah.

6
BAB III Larangan-larangan

Pasal 1

1. Melanggar kewajiban-kewajiban yang harus dipatuhi oleh siswa sebagaimana pada Bab II.
2. Meninggalkan sekolah sebelum berakhirnya kegiatan belajar mengajar tanpa ijin (bolos)
3. Berkeliaran di luar lingkungan sekolah pada saat jam-jam kegiatan belajar mengajar maupun
istirahat
4. Memarkir sepeda motor di luar pagar sekolah.
5. Membawa uang saku secara berlebihan.
6. Membawa HP ke sekolah
7. Bertingkah / berbicara teriak-teriak dan berbuat onar yang mengundang kerawanan sekolah.
8. Membawa senjata tajam atau sejenisnya, yang diperkirakan dapat dipergunakan untuk hal-hal
yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
9. Berkelahi diantara sesama siswa.
10. Merokok selama masih mengenakan seragam sekolah baik di sekolah maupun di luar
sekolah.
11. Berjudi atau hal-hal yang bisa diindikasikan perjudian.
12. Mengambil barang –barang baik milik sekolah maupun milik teman yang bukan miliknya
13. Melakukan pemerasan atau sejenisnya yang bersifat atau diindikasikan Premanisme.
14. Melakukan pelecehan / penghinaan kehormatan martabat guru, karyawan maupun sesama
peserta didik.
15. Membawa/mengkonsumsi/mengedarkan obat-obat terlarang ( Narkoba ) maupun minuman
keras, baik di sekolah maupun di luar sekolah.
16. Melakukan semua tindakan dalam kategori Tindakan Kriminal.

BAB IV  Sanksi – Sanksi


Pasal 1: Tahapan Sanksi

Apabila siswa tidak mentaati kewajiban – kewajiban dan melanggar larangan-larangan seperti
tersebut di atas, maka akan diberikan Sanksi oleh sekolah berupa :
1. Peringatan secara lisan dan penindakan secara langsung
2. Peringatan secara tertulis.
3. Pemanggilan orang tua / wali peserta didik
4. Skorsing tidak boleh mengikuti pelajaran.
5. Dikembalikan kepada Orang tua / wali.
6. Dikeluarkan dari sekolah dengan tidak hormat

Pasal 2: Peringatan Secara Lisan dan Penindakan Secara Langsung

Diberlakukan bagi siswa yang melanggar tata tertib peserta didik yang bersifat Katagori ringan :
1. Tidak mematuhi kewajiban sebagaimana Bab II Kewajiban-kewajiban Siswa
2. Melanggar Larangan –larangan sebagaimana Bab III pasal 1 :
3. Berkeliaran atau berada di luar kelas pada saat jam-jam kegiatan belajar mengajar
a. Membawa uang saku secara berlebihan
b. Memarkir sepeda di luar pagar sekolah
c. Bertingkah / berbicara teriak-teriak dan berbuat onar yang mengundang kerawanan
sekolah.
d. Berpacaran di lingkungan sekolah baik pada saat jam-jam sekolah maupun di luar jam
sekolah
e. Membawa HP
4. Penindakan langsung dapat berupa hukuman pembinaan yang bersifat mendidik.

7
Pasal 3: Peringatan Secara Tertulis

Diberlakukan bagi siswa yang melanggar tata tertib peserta didik yang bersifat pembinaan awal :
1. Melanggar kewajiban sebagaimana Bab II secara berulang kali
2. Tidak mengindahkan peringatan secara linsan dan penindakan secara langsung sebanyak 3
kali sebagaimana ketentuan Bab IV pasal 2
3. Melanggar Larangan –larangan sebagaimana Bab III pasal 1 :
a. Membawa senjata tajam atau sejenisnya
b. Merokok selama masih mengenakan seragam sekolah baik di sekolah maupun di luar
sekolah
c. Berkeliaran di luar lingkungan sekolah pada saat proses kegiatan belajar mengajar
maupun istirahat
d. Mengendarai sepeda pada jam pelajaran di halaman sekolah
e. Bertingkah / berbicara teriak-teriak dan berbuat onar yang mengundang kerawanan
sekolah
f. Meninggalkan sekolah sebelum berakhirnya kegiatan belajar mengajar tanpa ijin (bolos )
g. Memalsukan Dokumen
4. Peringatan tertulis berupa :
a. Surat pemberitahuan kepada orang tua / wali
b. Surat pernyataan / janji siswa yang diketahui oleh orang tua / wali.
5. Peringatan tertulis untuk sebuah pelanggaran diberlakukan sebanyak-banyaknya 3 kali dan
selebihnya dilakukan tahapan pemanggilan orang tua / wali peserta didik.

Pasal 4: Pemanggilan Orang-tua / Wali Peserta didik

Diberlakukan bagi siswa yang melanggar tata tertib peserta didik yang bersifat pembinaan
bersama:
1. Telah melalui tahapan pembinaan sebagaimana disebutkan pada Bab IV pasal 2 dan pasal 3
2. Melanggar Larangan –larangan sebagaimana Bab III pasal 1 :
a. Membawa HP
b. Berkelahi diantara sesama siswa.
c. Mengambil barang –barang baik milik sekolah maupun milik teman yang bukan miliknya
d. Berjudi atau hal-hal yang bisa diindikasikan perjudian
e. Melakukan pemerasan atau sejenisnya yang bersifat atau diindikasikan Premanisme
f. Melakukan pelecehan / penghinaan kehormatan dan martabat guru, karyawan maupun
sesama peserta didik
3. Pemanggilan orang tua / wali peserta didik yang bersifat mendesak dapat dilakukan melalui
telpon atau sarana komunikasi lainnya.

Pasal 5: Skorsing Tidak Boleh Mengikuti Pelajaran

Diberlakukan bagi siswa yang melanggar tata tertib peserta didik yang bersifat peringatan Keras:
1. Telah melalui tahapan pembinaan sebagaimana disebutkan pada Bab IV pasal, pasal 3 dan
pasal 4.
2. Melanggar Larangan–larangan sebagaimana Bab IV pasal 2, pasal 3 dan pasal 4 secara
berulang.
3. Melanggar tahapan-tahapan pembinaan yang telah dilakukan: Peringatan secara lisan,
Peringatan secara tertulis, Pemanggilan orang tua / wali peserta didik.

8
Pasal 6: Dikembalikan Kepada Orang-tua / Wali

Diberlakukan bagi siswa yang melanggar tata tertib peserta didik yang bersifat dengan Kategori
berat:
1. Telah melalui tahapan pembinaan sebagaimana disebutkan pada Bab IV pasal 2, pasal 3, pasal
4 dan pasal 5.
2. Melanggar Larangan –larangan sebagaimana Bab III pasal 1 :
a. Membawa/mengkonsumsi/mengedarkan obat-obat terlarang (narkoba) maupun minuman
keras, baik di sekolah maupun di luar sekolah
b. Menjalani proses hukum tindak pidana oleh pihak kepolisian
3. Melakukan penghasutan atau sejenisnya yang bersifat SARA.

Pasal 7: Dikeluarkan dari Sekolah dengan Tidak Hormat

Diberlakukan bagi siswa yang melanggar tata tertib peserta didik yang bersifat dan Kategori
amat sangat berat :
1. Telah melalui tahapan pembinaan sebagaimana disebutkan pada Bab IV pasal 2, pasal 3, pasal
4 dan pasal 5 dan diindikasikan sudah tidak memungkinkan dilakukan pembinaan.
2. Berbuat onar dan mengganggu Stabilitas sekolah.

BAB V Mekanisme Penanganan Kasus

Pasal 1: Kasus Pelanggaran Tata Tertib Peserta Didik

1. Tahapan penanganan kasus pelanggaran tata tertib peserta didik :


1. Peringatan secara lisan dan penindakan langsung
2. Peringatan secara tertulis
3. Pemanggilan orang tua / wali peserta didik
4. Skorsing tidak boleh mengikuti pelajaran
5. Dikembalikan kepada Orang tua / wali
6. Dikeluarkan dari sekolah dengan tidak hormat
2. Setiap guru / karyawan berhak melakukan Peringatan secara lisan dan penindakan langsung
kepada setiap siswa yang melakukan pelanggaran tata tertib peserta didik.
3. Setiap guru / karyawan yang telah melakukan Peringatan secara lisan dan penindakan
langsung terhadap siswa, untuk segera melaporkan kepada guru kelas berkaitan dengan
pelanggaran tata tertib peserta didik yang dilakukan oleh siswa untuk mendapatkan
penanganan lebih lanjut.
4. Guru kelas memiliki wewenang melakukan Peringatan secara lisan dan penindakan langsung
serta menetapkan dan memberikan besar skor pelanggaran kepada peserta didik yang secara
nyata melakukan pelanggaran.
5. Peringatan secara tertulis diberikan oleh sekolah dilengkapi dengan data pelanggaran yang
telah dilakukan siswa berdasar usulan dari Guru kelas.
6. Guru kelas memberikan Laporan penanganan pelangaran siswa kepada kepala sekolah untuk
mendapatkan penanganan lebih lanjut.
7. Pemanggilan orang tua / wali peserta didik yang melakukan pelanggaran dilakukan oleh guru
kelas dan diketahui oleh Kepala Sekolah.
8. Dalam hal sanksi berat dan sangat berat siswa dikembalikan kepada Orang tua / wali dan
dikeluarkan dari sekolah tidak dengan hormat dilakukan setelah melalui rapat dewan guru.

9
Pasal 2: Kasus Pribadi

1. Kasus pribadi dimaksudkan sebagai kasus bukan bersifat pelanggaran Tata Tertib Peserta
didik
2. Penanganan dilakukan oleh Guru kelas, kepala sekolah dan orang tua / wali peserta didik

BAB VI Penutup

1. Peraturan sekolah ini diberlakukan sejak tanggal ditetapkan


2. Hal-hal yang belum diatur pada Peraturan sekolah ini akan diatur kemudian

Ditetapkan di : Tegalrejo
Pada Tanggal : 1 November 2021
Kepala SDN Prengguk II

SUPRIYATNO, S.Pd.
NIP: 19710513 199308 1 002

10
PEMERINTAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL
DINAS PENDIDIKAN
SDN PRENGGUK II, GEDANGSARI
Alamat : Cermo, Tegalrejo, Gedangsari, Gunungkidul, D.I. Yogyakarta Kode Pos 55863

TATA TERTIB PERPUSTAKAAN

Waktu Kunjungan:
 Kunjungan dilaksanakan setiap hari kerja 07.30 - 12.30

Waktu Peminjaman:
 Pelayanan peminjaman buku dilaksanakan hari masuk sekolah (Senin-Jumat)
 Waktu peminjaman Pukul 07.30 - 12.00

Lama Peminjaman:
 Jangka waktu peminjaman diberikan paling lama 3 (tiga) hari sejak tanggal peminjaman.
 Perpanjangan waktu peminjaman hanya diberikan waktu maksimal 1 hari dari tanggal
pengembalian buku.
Buku yang Dipinjam
 Setiap peminjam (siswa, guru, dan pegawai) hanya boleh meminjam paling banyak 2 (dua)
buah buku/eks.
Pengadministrasian/Pencatatan
 Setiap peminjam agar melaporkan kepada petugas dan dicatat/diadministrasikan pada buku
pinjaman dan buku pengembalian.

Setiap pengunjung wajib:


1. Menaati tata tertib perpustakaan
2. Mengisi buku kunjungan
3. Menjaga kebersihan dan keamanan
4. Menaruh kembali ke tempat semula buku yang telah dibaca
5. Mengembalikan buku yang telah dipinjam tepat pada waktunya
6. Dilarang membawa tas ke dalam ruangan perpustakaan
7. Dilarang membawa makanan/minuman
8. Dilarang membuat gaduh di dalam ruang perpustakaan
9. Dilarang masuk/berada di ruang kerja petugas

Sanksi
 Keterlambatan; peminjam tidak mengembalikan buku yang dipinjam sesuai dengan tanggal
kembali, maka peminjam wajib melaporkan kepada petugas dan tidak diperkenankan
meminjam lagi sebelum buku tersebut dikembalikan.
 Buku Hilang; peminjam yang terbuktu menghilangkan buku yang dipinjam harus mengganti
dengan buku yang sama; peminjam tidak bisa menggantu dengan buku yang sama, maka
peminjam wajib mengembalikan dengan cara memfoto copy buku yang hilang.
 Buku Rusak; peminjam yang terbukti telah merusak buku yang dipinjam baik disengaja
maupun tidak disengaja, maka pihak perpustakaan berhak untuk tidak memberikan pinjaman
buku sebelum kerusakan buku tersebut diperbaiki.

Kepala SDN Prengguk II

SUPRIYATNO, S.Pd.
NIP: 19710513 199308 1 002
11
PEMERINTAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL
DINAS PENDIDIKAN
SDN PRENGGUK II, GEDANGSARI
Alamat : Cermo, Tegalrejo, Gedangsari, Gunungkidul, D.I. Yogyakarta Kode Pos 55863

TATA TERTIB UKS

1. Masuk UKS sepatu/alas kaki dilepas sebelum “batas” yang telah ditentukan.
2. UKS bukan tempat bermain, tempat bolos, tempat sembunyi, tempat makan, tempat ganti baju
atau tempat penitipan barang.
3. Pasien harap lapor petugas UKS atau bapak/ibu guru, BP/BK.
4. Pasien/teman yang mendampingi harap mengisi buku pasien.
5. Segala bentuk peminjaman alat, obat (minyak kayu putih, dll) yang ada di UKS harus
sepengetahuan petugas UKS dan dikembalikan kembali ke UKS.
6. Bantal, selimut dan yang lainnya dilarang ditaruh dibawah tempat tidur, kecuali dalam
keadaan darurat.
7. Dilarang keras bercanda berlebihan di UKS.
8. Patuhi segala Tata tertib UKS.
9. Tetap jagalah kerapian dan kebersihan UKS!

Kepala SDN Prengguk II

SUPRIYATNO, S.Pd.
NIP: 19710513 199308 1 002

12

Anda mungkin juga menyukai