Anda di halaman 1dari 9

2.

Program dan Kegiatan Penataan Peraturan Perundang-undangan a. Pelaksanaan Kegiatan Program penataan Peraturan Perundang-Undangan pada Reformasi Birokrasi Polri gelombang II akan dilaksanakan dalam bentuk kegiatankegiatan sebagai berikut : 1) Sosialisasi Perkap Nomor 26 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pembentukan Peraturan Kepolisian; 2) 3) Identifikasi terhadap peraturan perundang-undangan; Pemetaan terhadap peraturan perundang-undangan yang tidak harmonis, tidak sinkron, dan/atau tumpang tindih berdasarkan Perkap Nomor 26 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pembentukan Peraturan Kepolisian; 4) Deregulasi terhadap peraturan yang tidak sinkron, tidak harmonis, dan/atau tumpang tindih, dilakukan dengan merevisi atau mengganti peraturan perundang-undangan tersebut,

sedangkan regulasi dilakukan karena adanya kekosongan pengaturan serta dirasakan kebutuhan terhadap peraturan tersebut; 5) Sosialisasi terhadap peraturan perundang-undangan sebagai instrumen yang harus dipahami oleh seluruh anggota Polri dalam melaksanakan tugas dan keberlangsungan organisasi. 6) Quick Wins Quick wins dari Program penataan peraturan perundangundangan adalah Sosialisasi Perkap Nomor 26 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pembentukan Peraturan Kepolisian dengan alasan untuk meningkatkan pemahaman dan konsistensi Tata Cara Pembuatan dan Penyusunan Peraturan Kepolisian.

b.

Kriteria Keberhasilan. Guna mengukur tingkat keberhasilan secara cepat dan tepat dalam pelaksanaan Program Penataan Peraturan Perundang-undangan, maka perlu ditentukan kriteria keberhasilan pelaksanaan dari masingmasing program dan kegiatan tersebut. Kriteria keberhasilan dari program dan kegiatan dimaksud dapat digambarkan pada tabel 12 berikut ini.
Program dan kegiatan, Rencana Aksi, Output dan Outcomes

PROGRAM / KEGIATAN 1 Penataan berbagai peraturan perundangundangan yang dikeluarkan/ diterbitkan Polri

RENCANA AKSI 2 Identifikasi peraturan perundang-undangan yang dikeluarkan/ diterbitkan oleh Polri Pemetaan terhadap peraturan perundangundangan yang tidak harmonis/tidak sinkron di lingkungan Polri Regulasi dan Deregulasi peraturan perundangundangan Sosialisasi Perkap Nomor 26 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pembentukan Peraturan Kepolisian Sosialisasi peraturan perundang-undangan yang baru

INDIKATOR KINERJA OUTPUTS (KELUARAN) OUTCOMES (HASIL) 3 4 Teridentifikasinya peraturan perundang-undangan yang dikeluarkan/diterbitkan oleh Polri Tersedianya peta peraturan perundang-undangan yang tidak harmonis/tidak sinkron di lingkungan Polri Terlaksananya regulasi dan deregulasi peraturan perundangundangan Terlaksananya sosialisasi Perkap Nomor 26 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pembentukan Peraturan Kepolisian Terlaksananya Sosialisasi peraturan perundang-undangan yang baru Tercapainya peraturan perundang-undangan yang harmonis dan sinkron, serta pelaksanaannya efektif dan efisien.

c.

Agenda Prioritas Prioritas pelaksanaan program Penataan Peraturan perundangundangan sebagaimana tersebut di atas adalah: 1) Prioritas 1 : Sosialisasi Perkap Nomor 26 Tahun 2010

tentang Tata Cara Pembentukan Peraturan Kepolisian; 2) Prioritas 2 undangan; : Identifikasi terhadap peraturan perundang-

3)

Prioritas 3

Pemetaan terhadap peraturan perundang-

undangan yang tidak harmonis, tidak sinkron, dan/atau tumpang tindih berdasarkan Perkap Nomor 26 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pembentukan Peraturan Kepolisian; 4) Prioritas 4 : Deregulasi terhadap peraturan yang tidak

sinkron, tidak harmonis, dan/atau tumpang tindih dengan melakukan revisi atau mengganti peraturan tersebut, regulasi terhadap peraturan perundang-undangan yang terjadi karena adanya kekosongan pengaturan serta kebutuhan akan

peraturan tersebut; 5) Prioritas 5 : Sosialisasi terhadap peraturan perundang-

undangan sebagai instrumen yang harus dipahami oleh seluruh anggota Polri dalam melaksanakan tugas dan keberlangsungan organisasi. d. Waktu Pelaksanaan dan Tahapan Kerja. 1) Tahun 2011 a) Sosialisasi Perkap Nomor 26 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pembentukan Peraturan Kepolisian kepada Satker di lingkungan Mabes Polri dan Satwil. b) Identifikasi peraturan perundang-undangan yang berlaku di lingkungan Polri. c) Pemetaan terhadap peraturan perundang-undangan

berdasarkan hasil identifikasi yang berlaku di lingkungan Polri. d) Regulasi dan deregulasi peraturan perundang-undangan hasil pemetaan sebanyak 33 Perkap, meliputi: (1) Regulasi sebagai hasil inventarisasi permasalahan dengan mengisi kekosongan hukum: (a) (b) Perkap Tanda Penghargaan Polri. Perkap Pengadaan Barang/Jasa Secara Elektronik.

(c) (d)

Perkap Diklat PPNS. Perkap Tata Cara Pemberian Tunjangan Kinerja Pegawai Negeri Pada Polri.

(e)

Perkap Susunan Organisasi dan Tata Kerja Rumah Sakit Bhayangkara Tk I s.d IV.

(f) (g)

Perkap Penerimaan Calon Brigadir. Perkap Administrasi Penerbitan STNK/

TNKB Rahasia/Khusus. (h) Perkap Penggunaan Jaringan I-24/7 Dan Jaringan E-ADS Indonesia. (i) (j) Perkap Manajemen Operasional Kepolisian. Perkap Tata Cara Penanganan Pengaduan Masyarakat Di (k) Lingkungan Polri.

Perkap Pedoman Penyelenggaraan SPIP di Lingkungan Polri.

(l)

Perkap

Penggunaan

Pakaian

Dinas

Seragam Polri dan PNS Polri. (m) Perkap Pidana. (n) Perkap Prosedur Penindakan Tindak Manajemen Penyidikan Tindak

Pidana Terorisme. (o) Perkap Tata Cara Penyelesaian

Pelanggaran Disiplin Anggota Polri. (p) (q) Perkap Tata Cara Upacara Polri. Perkap HTCK Satuan Fungsi Pada Tingkat Mabes Polri dan Kewilayahan. (r) (s) (t) Perkap Penasehat Ahli Kapolri. Perkap Wasrik Rutin. Perkap Pengeluaran Dan Pemberhentian Peserta Didik, Pendidikan Pembentukan (Diktuk), Pendidikan Pengembangan

Spesialisasi (Dikbangspes) Dan Pendidikan Pengembangan Umum (Dikbangum).

(u)

Perkap Tata Cara Penanganan Tindakan Anarkis.

(v)

Perkap Prosedur Penggunaan Transmisi Multimedia.

(w)

Perkap Program Nasional Keamanan Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan.

(x)

Perkap Administrasi Kenaikan Pangkat di Lingkungan Polri.

(y) (z)

Perkap Kedokteran Kepolisian. Perkap Bantuan Pengamanan Eksekusi Obyek Jaminan Fidusia.

(2)

Deregulasi

sebagai

hasil

inventarisasi

permasalahan dengan merevisi atau mencabut peraturan perundang-undangan yang tidak sesuai: (a) Revisi Perkap Nomor 7 Tahun 2006 tentang Kode Etik Profesi Polri. (b) Revisi Perkap Nomor 8 Tahun 2006 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Komisi Kode Etik Profesi Polri. (c) Revisi Perkap Nomor 3 Tahun 2005 tentang Pedoman bagi Anggota Polri dalam

Pencalonan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah. (d) Revisi Perkap tentang Tata Cara

Pengawasan Penyidikan. (e) Revisi Perkap Nomor 21 Tahun 2010 tentang Susunan OTK Mabes Polri. (f) Revisi Perkap Nomor 22 Tahun 2010 tentang Susunan OTK Polda. (g) Revisi Perkap Nomor 23 Tahun 2010 tentang Susunan OTK Polres. (h) Menyusun laporan dan evaluasi tahun 2011.

2)

Tahun 2012 a) Sosialisasi peraturan perundang-undangan yang baru: 1) 2) Perkap tentang Tanda Penghargaan Polri. Perkap tentang Pengadaan Barang/Jasa Secara Elektronik. 3) 4) Perkap tentang Diklat PPNS. Perkap tentang Tata Cara Pemberian Tunjangan Kinerja Pegawai Negeri Pada Polri. 5) Perkap tentang Susunan Organisasi Dan Tata Kerja Rumah Sakit Bhayangkara Tk I s.d IV. 6) 7) Perkap tentang Penerimaan Calon Brigadir. Perkap tentang Administrasi Penerbitan STNK/ TNKB Rahasia/Khusus. 8) Perkap tentang Penggunaan Jaringan I-24/7 Dan Jaringan E-ADS Indonesia. 9) Perkap Kepolisian. 10) Perkap tentang Tata Cara Penanganan tentang Manajemen Operasional

Pengaduan Masyarakat Di 11)

Lingkungan Polri.

Perkap tentang Pedoman Penyelenggaraan SPIP Di Lingkungan Polri.

12)

Perkap

tentang

Penggunaan

Pakaian

Dinas

Seragam Polri Dan PNS Polri. 13) Perkap tentang Manajemen Penyidikan Tindak Pidana. 14) Perkap tentang Prosedur Penindakan Tindak Pidana Terorisme. 15) Perkap tentang Tata Cara Penyelesaian

Pelanggaran Disiplin Anggota Polri. 16) 17) Perkap tentang Tata Cara Upacara Polri. Perkap tentang HTCK Satuan Fungsi Pada Tingkat Mabes Polri dan Kewilayahan.

18) 19) 20)

Perkap tentang Penasehat Ahli Kapolri. Perkap tentang Wasrik Rutin. Perkap tentang Pengeluaran Dan Pemberhentian Peserta Didik, Diktuk, Dikbangpes Dan

Dikbangum. 21) Perkap tentang Tata Cara Penanganan Tindakan Anarkis. 22) Perkap tentang Prosedur Penggunaan Transmisi Multimedia. 23) Perkap tentang Program Nasional Keamanan Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan. 24) Perkap tentang Administrasi Kenaikan Pangkat di Lingkungan Polri. 25) 26) Perkap tentang Kedokteran Kepolisian. Perkap tentang Bantuan Pengamanan Eksekusi Obyek Jaminan Fidusia. 27) Hasil revisi Perkap Nomor 7 Tahun 2006 tentang Kode Etik Profesi Polri. 28) Hasil revisi Perkap Nomor 8 Tahun 2006 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Komisi Kode Etik Profesi Polri. 29) Hasil revisi Perkap Nomor 3 Tahun 2005 tentang Pedoman bagi Anggota Polri Dalam Pencalonan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah. 30) Hasil Revisi Perkap tentang Tata Cara

Pengawasan Penyidikan. 31) Hasil Revisi Perkap Nomor 21 Tahun 2010 tentang Susunan OTK Mabes Polri. 32) Hasil Revisi Perkap Nomor 22 Tahun 2010 tentang Susunan OTK Polda. 33) Hasil Revisi Perkap Nomor 23 Tahun 2010 tentang SOTK Polri tingkat Polres.

b)

Identifikasi peraturan perundang-undangan yang telah disusun dan diimplementasikan.

c)

Pemetaan

terhadap

peraturan

perundang-undangan

yang telah disusun dan diimplementasikan. d) Regulasi dan Deregulasi peraturan perundang-undangan hasil pemetaan. e) 3) Menyusun laporan dan evaluasi tahun 2012.

Tahun 2013 dan 2014 a) Melanjutkan undangan; b) c) d) e) Melanjutkan identifikasi peraturan perundang-undangan; Melanjutkan pemetaan peraturan perundang-undangan; Melanjutkan regulasi dan deregulasi; Menyusun laporan dan evaluasi tahun 2013 dan tahun 2014. sosialisasi atas peraturan perundang-

e.

Penanggung jawab. Penanggungjawab program Penataan Peraturan Perundang-undangan sebagai berikut: 1) Kegiatan sosialisasi Perkap Nomor 26 tahun 2010 tentang Tata Cara Pembentukan Peraturan Kepolisian dengan penanggung jawab utama Kadivkum Polri, penanggung jawab lainnya kasatker beserta kasatwil; 2) Kegiatan Identifikasi terhadap peraturan perundang-undangan dengan penanggung jawab Kadivkum Polri; 3) Kegiatan Pemetaan terhadap peraturan perundang-undangan yang tidak harmonis, tidak sinkron, dan/atau tumpang tindih berpedoman pada pelaksanaan Perkap Nomor 26 tahun 2010 tentang Tata Cara Pembentukan Peraturan Kepolisian dengan penanggung jawab utama Kadivkum Polri, penanggung jawab lainnya kasatker beserta kasatwil;

4)

Kegiatan deregulasi terhadap peraturan yang tidak sinkron, tidak harmonis dan/atau tumpang tindih dengan melakukan revisi atau mengganti peraturan perundang-undangan tersebut, regulasi terhadap peraturan perundang-undangan yang terjadi karena adanya kekosongan peraturan serta dirasakan

kebutuhan terhadap peraturan tersebut dengan penanggung jawab utama Kadivkum Polri, penanggung jawab lainnya kasatker beserta kasatwil; 5) Kegiatan sosialisasi terhadap peraturan perundang-undangan sebagai instrumen yang harus dipahami oleh seluruh anggota Polri dalam melaksanakan tugas dan keberlangsungan

organisasi dengan penanggung jawab utama Kadivkum Polri, penanggung jawab lainnya kasatker beserta kasatwil.