0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
33 tayangan42 halaman

Program PKB Sekolah 2022

Dokumen ini membahas tentang pengembangan keprofesian berkelanjutan bagi guru. Tujuannya adalah meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan mutu pendidikan. Sasarannya adalah kepala sekolah dan guru-guru SMAN 1 Padang Gelugur.

Diunggah oleh

bielly herdian
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
33 tayangan42 halaman

Program PKB Sekolah 2022

Dokumen ini membahas tentang pengembangan keprofesian berkelanjutan bagi guru. Tujuannya adalah meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan mutu pendidikan. Sasarannya adalah kepala sekolah dan guru-guru SMAN 1 Padang Gelugur.

Diunggah oleh

bielly herdian
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Guru adalah bagian integral dari organisasi pembelajar disekolah.
Sebuah organisasi, termasuk organisasi pembelajar disekolah perlu
dikembangkan agar mampu menghadapi perubahan dan ketidakpastian yang
merupakan ciri kehidupan modern. Salah satu karakter utama organisasi
pembelajar adalah senantiasa mencermati perubahan internal dan eksternal
yang diikuti dengan upaya penyesuaian diri dalam rangka mempertahankan
eksistensinya.
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional, Undang Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen,
dan Peraturan Pemerintah No 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 41),
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4496), sebagaimana
telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 13
Tahun 2015 tentang Perubahan kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19
Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2015 nomor 45, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 5670) mengamanatkan guru sebagai tenaga
profesional yang wajib melakukan kegiatan pengembangan keprofesian
secara berkelanjutan guna mendukung pengembangan profesionalisme guru
Pelaksanaan program kegiatan pengembangan keprofesian
berkelanjutan bagi guru diharapkan dapat meningkatkan kompetensi
pedagogik, profesional, sosial dan kepribadian untuk memenuhi kebutuhan
dan tuntutan masa depan yang berkaitan dengan profesinya sebagai guru.
Kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan bagi guru
dilaksanakan atas dasar profil kinerja guru sebagai perwujudan hasil uji
kompetensi guru dan penilaian kinerja guru serta didukung dengan hasil
evaluasi diri. Apabila profil guru masih berada di bawah standar kompetensi

1
yang dipersyaratkan dalam penilaian kinerja guru, maka guru diwajibkan
untuk mengikuti program pemenuhan standar kompetensi yang
dipersyaratkan. Sementara itu, guru yang profilnya telah mencapai standar
kompetensi yang dipersyaratkan dalam penilaian kinerja guru, kegiatan
pengembangan keprofesian berkelanjutan bagi guru diarahkan kepada
pengembangan kompetensi lebih lanjut supaya dapat memberikan pelayanan
pendidikan yang berkualitas serta dalam rangka pengembangan karirnya.
Sesuai dengan amanat Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan
Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang
Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya, Pengembangan Keprofesian
Berkelanjutan guna mendukung Pengembangan Profesi bagi Guru sebagai
salah satu unsur utama dalam kenaikan pangkat dan pengembangan karirnya
selain kegiatan pembelajaran/ pembimbingan dan tugas tambahan lain yang
relevan dengan fungsi sekolah/madrasah yang diberikan angka kredit untuk
kenaikan pangkat/jabatan fungsional guru. Harapannya melalui
Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan guna mendukung PPG akan
terwujud guru yang profesional yang bukan hanya sekedar memiliki ilmu
pengetahuan yang kuat, tuntas dan tidak setengah-setengah, tetapi tidak kalah
pentingnya juga memiliki kepribadian yang matang, kuat dan seimbang.
Pengembangan keprofesian berkelanjutan dilaksanakan setelah kegiatan
evaluasi diri yang dilakukan oleh masing-masing guru yang selanjutnya di
analisis oleh koordinator PKB beserta Tim Pembantu Koordinator. Dimana
hasil evaluasi diri dan analisis ini selanjutnya dijadikan sebagai acuan dalam
penyusunan Program Kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
(PKB). Pengembangan keprofesian berkelanjutan mencangkup kegiatan
perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan refleksi yang didesain untuk
meningkatkan karakteristik, pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan
Dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang kuat, tuntas
dan tidak setengah-setengah serta kepemilikan kepribadian yang prima, maka
diharapkan guru terampil membangkitkan minat peserta didik kepada ilmu
pengetahuan dan teknologi melalui penyajian layanan pendidikan yang

2
bermutu. Mereka mampu membantu dan membimbing peserta didik untuk
berkembang dan mengarungi dunia ilmu pengetahuan dan teknologi yang
secara cepat berubah sebagai ciri dari masyarakat abad ke-21.

B. Dasar Hukum
1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional;
2. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen;
3. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara;
4. Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan
Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil;
5. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 jo Peraturan Pemerintah
Nomor 32 Tahun 2013 tentang Standar Nasional Pendidikan;
6. Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru;
7. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun l999 tentang Rumpun Jabatan
Fungsional Pegawai Negeri Sipil;
8. Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara dan
Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional
Guru dan Angka Kreditnya;
9. Peraturan Bersama Menteri Pendidikan Nasional dan Kepala Badan
Kepegawaian Negara Nomor Nomor 14 Tahun 2010 dan Nomor
03/V/PB/2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional dan
Angka Kreditnya;
10. Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara Republik Indonesia
Nomor 1 Tahun 2013 tentang Ketentuan Pelaksanaan Peraturan
Pemerintah Nomor 46 tahun 2011 tentang Penilaian Prestasi Kerja
Pegawai Negeri Sipil
11. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 12 Tahun 2007 tentang
Standar Kualifikasi dan Kompetensi Pengawas Sekolah;
12. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 tentang
Standar Kualifikasi dan Kompetensi Kepala Sekolah;

3
13. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 tentang
Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru;
14. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 27 Tahun 2008 tentang
Standar Kualifikasi dan Kompetensi Konselor;
15. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 63 Tahun 2009 tentang
Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan;
16. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 35 Tahun 2010 tentang
Petunjuk Teknis Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka
Kreditnya.
17. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 11 Tahun 2015
tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan

C. Tujuan
1. Tujuan umum pengembangan keprofesian berkelanjutan adalah untuk
meningkatkan kualitas layanan pendidikan di sekolah/madrasah dalam
rangka meningkatkan mutu pendidikan.
2. Tujuan khusus pengembangan keprofesian berkelanjutan adalah sebagai
berikut;
a. Meningkatkan kompetensi guru untuk mencapai standar kompetensi
yang di tetapkan dalam peraturan perundangan yang berlaku.
b. Memutakhirkan kompetensi guru untuk memenuhu kebutuhan guru
dalam perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni untuk
memfasilitasi proses pembelajaran peserta didik.
c. Meningkatkan komitmen guru dalam melaksanakan tugas pokok dan
fungsinya sebagai tenaga profesional.
d. Menumbuhkan rasa cinta dan bangga sebagai penyandang profesi
guru.
e. Meningkatkan citra, harkat, dan martabat profesi guru di masyarakat.
f. Mununjang pengembangan karir guru.

4
D. Manfaat
Manfaat pengembangan keprofesian berkelanjutan yang terstruktur,
sistematik dan memenuhi kebutuhan peningkatan keprofesian guru adalah
sebagai berikut:
1. Bagi Peserta Didik
Peserta didik memperoleh jaminan pelayanan dan pengalaman belajar
yang efektif.
2. Bagi Guru
Guru dapat memenuhi standar dan mengembangkan kompetensinya
sehingga mampu melaksanakan tugas-tugas utamanya secara efektif
sesuai dengan kebutuhan belajar peserta didik untuk menghadapi
kehidupan di masa datang.
3. Bagi Sekolah
Sekolah mampu memberikan layanan pendidikan yang berkualitas
kepada peserta didik.
4. Bagi Orang Tua/Masyarakat
Orang tua/masyarakat memperoleh jaminan bahwa anak mereka
mendapatkan layanan pendidikan yang berkualitas dan pengalaman
belajar yang efektif.
5. Bagi Pemerintah
Memberikan jaminan kepada mayarakat tentang layanan pendidikan yang
berkualitas dan professional.

E. Sasaran
Sasaran kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan yang
terstruktur dan sistematik untuk memenuhi peningkatan keprofesian guru
adalah:
1. Kepala Sekolah
2. Guru-guru SMAN 1 Padang Gelugur

5
BAB II
PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN

A. Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan


Pengembangan keprofesian berkelanjutan adalah bagian penting dari
proses pengembangan keprofesian guru yang merupakan tanggungjawab guru
secara individu dan sekolah secara umum. Kegiatan pengembangan
keprofesian berkelanjutan harus mendukung kebutuhan individu guru dalam
meningkatkan keprofesian guru dan focus pada pemenuhan dan
pengembangan kompetensi guru unruk mendukung pengembangan diri dan
karier guru. Kegiatan ini mencakup; Pengembangan Diri, Publikasi
Ilmiah/Karya Inovatif, yang bertujuan untuk:
1. Pengembangan diri, untuk mencapai kompetensi dasar yang disyaratkan
bagi profesi guru.
2. Pengembangan diri untuk pendalaman dan pemutakhiran pengetahuan
dan keterampilan yang berkaitan dengan kompetensinya sebagai guru.
3. Peningkatan keterampilan dan kemampuan guru untuk menghasilkan
publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif.
4. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan untuk melaksanakan tugas-
tugas tambahan yang menunjang pengembangan kariernya sebagai
guru.
5. Pemenuhan kegiatan lain yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan
guru saat ini dan dimasa mendatang.

B. Ketentuan Pengembangan Diri dan Publikasi Ilmiah/Karya Inovatif


Berdasarkan Permenneg PAN dan RB no. 16 tahun 2009 pasal 17,
mengenai jumlah minimum angka kredit untuk memenuhi syarat kenaikan
pangkat/jabatan guru dari unsur pengembangan keprofesian berkelanjutan.
Digambarkan sebagai berikut;

6
Dari Ke
Unsur Publikasi Jenis Publikas
Jabatan/G Jabatan/Go
Pengemba Ilmiah/Kar Ilmiah/Karya
olongan longan
ngan Diri ya Inovatif inovatif
Ruang Ruang
Guru Guru
Pertama Pertama
3 - -
Golongan Golongan
III/a III/b
Bebas Memilih
Guru
Guru Muda Jenis Karya
Pertama
Golongan 3 4 Publikasi Ilmiah
Golongan
III/c dan Karya
III/b
Inovatif
Bebas Memilih
Guru Muda Guru Muda Jenis Karya
Golongan Golongan 3 6 Publikasi Ilmiah
III/c III/d dan Karya
Inovatif
Guru Minimal
Guru Muda
Madya terdapat satu
Golongan 4 8
Golongan laporan hasil
III/d
IV/a penelitian
Minimal
terdapat satu
Guru Guru
laporan hasil
Madya Madya
4 12 penelitian dan
Golongan Golongan
satu artikel yang
IV/a IV/b
dimuat di Jurnal
yang ber-ISSN
Minimal
terdapat satu
Guru Guru
laporan hasil
Madya Madya
4 12 penelitian dan
Golongan Golongan
satu artikel yang
IV/b IV/c
dimuat di Jurnal
yang ber-ISSN
Guru Guru Utama 5 14 Minimal
Madya Golongan terdapat satu
Golongan IV/d laporan hasil
IV/c penelitian dan
satu artikel yang
dimuat di Jurnal
yang ber-ISSN
dan satu buku
pelajaran atau
buku pendidikan

7
yang ber-ISBN.
Minimal
terdapat satu
laporan hasil
penelitian dan
Guru Utama Guru Utama satu artikel yang
Golongan Golongan 5 20 dimuat di Jurnal
IV/d IV/e yang ber-ISSN
dan satu buku
pelajaran atau
buku pendidikan
yang ber-ISBN.

C. Kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan


1. Pengembangan Diri
Kegiatan pengembangan diri adalah upaya untuk meningkatkan
profesionalisme diri agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan
peraturan perundang-undangan atau kebijakan pendidikan nasional.
Kegiatan ini meliputi Diklat dan Kegiatan Kolektif Guru.
a. Pendidikan dan latihan fungsional dan teknis
Kegiatan diklat dilakukan atas dasar penugasan dari kepala sekolah
atau kehendak sendiri. Kegiatan ini terdiri dari 1) Peningkatan
kompetensi pedagogis dan professional guru, 2) Penggunaan dan
pengembangan TIK dalam pembelajaran, 3) Pengembangan karya
inovatif, dsb. Ketentuan angka kredit diklat dapat dilihat pada tabel
berikut:
Kod
Kegiatan Angka Kredit
e
Diklat lebih dari 960 Jam 19 15
Diklat antara 641 s.d 960 20 9
Diklat antara 481 s.d 640 21 6
Diklat antara 181 s.d 480 22 3
Diklat antara 81 s.d 180 23 2
Diklat antara 30 s.d 80 24 1

8
Kegiatan diklat fungsional dan teknis ini pada tahun ini dilaksanakan
dengan metode dalam jaringan dan metode tatap muka.

b. Kegiatan Kolektif Guru


Kegiatan kolektif guru adalah kegiatan guru mengikuti kegiatan
pertemuan ilmiah atau mengikuti kegiatan bersama yang dilakukan
guru di sekolah maupun diluar sekolah (MGMP, MKKS). Selama
masa pandemi ini kegiatan kolektif guru banyak dilakukan
menggunakan pertemuan-pertemuan dalam jaringan (daring), yang
tidak menurunkan kualitas pertemuan kolektif tersebut.
Untuk angka kredit kegiatan kolektif guru dinilai per kegiatan 0,15
dengan ketentuan ada surat tugas dari kepala sekolah, jurnal kegiatan,
dan absensi kegiatan untuk setiap pertemuannya.

2. Publikasi Ilmiah
Merupakan hasil penelitian atau gagasan ilmiah bidang pendidikan
formal.
Ada beberapa bentuk publikasi ilmiah yang dapat dibuat oleh guru.
Bentuk publikasi yang dapat dilakukan oleh guru adalah presentasi pada
forum ilmiah, publikasi hasil penelitian atau gagasan inovatif pada bidang
pendidikan formal, dan publikasi buku teks pelajaran, buku pengayaan
dan/atau pedoman guru.
a. Presentasi pada forum ilmiah
Presentasi pada forum ilmiah adalah kegiatan penyampaian gagasan
ilmiah sebagai salah satu bentuk publikasi ilmiah. Dalam kegiatan ini
dapat mengambil peran sebagai pemrasan/narasumber atau peserta
pada kegiatan seminar, forum/diskusi ilmiah. Bukti fisik sebagai
pemrasan/narasumber adalah makalah yang disajikan dan surat
keterangan/sertifikat dari panitia kegiatan serta untuk peserta adalah
laporan kegiatan dan sertifikat keikutsertaan dari panitia kegiatan.

9
Angka Kredit untuk kegiatan presentasi ini adalah untuk
pemrasan/narasumber adalah 0,2 dan untuk peserta adalah 0,1.
b. Publikasi Ilmiah Berupa Hasil Penelitian atau Gagasan Ilmiah Bidang
Pendidikan Formal
1) Jurnal Ilmiah
2) Laporan Hasil Penelitian
Laporan penelitian dapat berupa penelitian tindakan kelas,
penelitian eksperimen, penelitian deskriptif, penelitian
perbandingan, penelitian korelasi, dan sebagainya. Untuk
publikasi ilmiah ini diharapkan guru-guru SMA Negeri 1 Padang
Gelugur mampu melaksanakan kegiatan penelitian tindakan kelas.
Gunanya sebagai bahan perbaikan diri baagi guru tersebut untuk
melakukan pembelajaran dikelas dan juga untuk menambah
publikasi ilmiah yang dilakukan oleh guru.
Supaya penelitian tindakan kelas ini diakui angka kreditnya, setiap
guru harus melaksanakan kegiatan seminar hasil penelitian pada
forum-forum tertentu, minimal pada forum kegiatan kolektif guru
(MGMP) dengan ketentuan dihadiri kurang lebih oleh 15 orang
guru sejawat dari 3 atau lebih sekolah berbeda. Setiap kegiatan
seminar PTK harus membuat berita acara berisi keterangan waktu,
tempat, peserta, notulen seminar, dan dilengkapi dengan daftar
hadir peserta dan ditandatangani oleh ketua panitia seminar dan
kepala sekolah/madrasah yang ditempati seminar atau ketua
KKG/MGMP wilayah. Angka kredit untuk Laporan penelitian
yang diseminarkan ini adalah 4.
3) Makalah
Makalah tinjauan ilmiah adalah karya tulis guru yang berisi
ide/gagasan penulis dalam upaya mengatasi berbagai masalah
pendidikan formal dan pembelajaran yang ada di satuan
pendidikannya (di sekolah/madrasahnya).

10
Pada makalah dimuatkan surat keterangan dari kepala sekolah,
pernyataan keaslian dan surat dari perpustakaan sekolah. Angka
kredit untuk makalah ini adalah 2.
4) Tulisan Ilmiah Populer
Tulisan ilmiah populer dalam kaitan dengan upaya pengembangan
profesi guru merupakan tulisan yang lebih banyak mengandung isi
pengetahuan, berupa ide, atau gagasan pengalaman penulis yang
menyangkut bidang pendidikan.
Bukti fisiknya adalah berupa guntingan tulisan ilmiah yang dimuat
pada media masa dan tertera tanggal terbitnya, kalua tulisan ilmiah
tersebut ada pada website media masa bukti fisiknya berupa hasil
tangkapan layar yang memuat tulisan ilimah penulis. Untuk
keabsahannya ditunjang dengan surat keterangan dari kepala
sekolah/pengawas sekolah.
Angka kredit yang bisa diperoleh dari dari tulisan ilmiah ini
dikategorikan pada media masa mana tulisan tersebut dimuat
nasional atau daerah dengan nilai 2 untuk media nasional, 1,5
untuk media daerah/provinsi.
5) Artikel gagasan ilmiah/best practice dalam bidang pendidikan
Artikel gagasan ilmiah/best practice di bidang pendidikan pada
umumnya mengikuti aturan dari jurnal yang akan memuat artikel
gagasan ilmiah tersebut. Bukti fisik publikasi ilmiah dalam bentuk
artikel ini berupa jurnal ilmiah dengan adanya akreditasi pada
jurnal tersebut dimulai dari tingkatan kabupaten/kota, provinsi dan
nasional serta memiliki ISSN. Angka Kredit yang didapat
menyesuaikan dengan tingkatan jurnal ilmiah terakreditasi. Untuk
nasional 2 AK, provinsi 1,5 AK, dan untuk kabupaten 1 AK.
6) Publikasi Buku Teks Pelajaran, Buku Pengayaan, dan Buku
Pedoman Guru
a) Buku Pelajaran
b) Modul/Diktat

11
Modul atau diktat tersebut harus secara jelas menunjukkan
nama mata pelajaran atau materi pokok tertentu yang menjadi
isi utamanya, tahun/semester diterbitkan, serta penjelasan kelas
dari peserta didik yang akan menggunakan modul atau diktat
tersebut. Harapan pada penulisan modul adalah setiap guru
mampu membuat modul untuk proses pembelajaran yang akan
mereka lakukan. Angka kredit untuk modul yang digunakan
pada tingkatan sekolah adalah 0,5.
c) Buku dalam bidang pendidikan
d) Buku pengayaan
e) Buku pedoman guru
Buku Pedoman Guru adalah buku tulisan guru yang berisi
rencana kerja tahunan guru terdiri dari; rencana kerja
pengembangan pembelajaran bagi peserta didik; rencana
pengembangan profesi bagi guru pembelajar. Isi dari pedoman
guru adalah upaya dalam meningkatkan/ memperbaiki kegiatan
perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi proses pembelajaran
bagi peserta didik dan pengembangan profesi bagi guru
pembelajar. Angka kredit untuk penulisan pedoman guru ini
adalah 1,5.

3. Karya Inovatif
Karya inovatif terdiri dari 2 kategori yaitu karya kompleks dan karya
sederhana. Karya inovatif yang bisa dibuat oleh guru adalah karya
teknologi tepat guna berupa alat/mesin dan program computer dan berupa
pengembangan pada alat peraga/evaluasi dll, karya seni.
Ketentuan berikutnya yang harus dipahami oleh guru adalah karya
inovatif ini akan berbeda perlakukan penilaiannya sesuai dengan kategori
dan tingkat kegiatannya.

D. Prinsip pelaksanaan

12
Dalam sistem Pembinaan dan Pengembangan Profesi Guru, sebagai
langkah awal pelaksanaan pembinaan dan pengembangan profesionalisme
guru, dilakukan pemetaan profil kinerja guru dengan menggunakan
instrumen evaluasi diri. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada setiap awal
semester periode penilaian kinerja guru, untuk tahun ajaran 2021/2022
dilaksanakanan mulai minggu pertama bulan Januari 2022 sampai dengan
minggu ketiga bulan Februari 2022 (17 Januari 2022 s/d 12 Februari 2022),
yang hasilnya akan digunakan sebagai acuan dalam merencanakan program
pengembangan keprofesian berkelanjutan.
Minggu ke-2 sampai dengan minggu ke-4 bulan Maret 2022 (14
Februari sampai dengan 30 Maret 2022) dilaksanakan analisis terhadap
instrument evaluasi diri yang telah diisi oleh seluruh guru.
Melalui kegiatan ini dapat diketahui tentang profil kinerja guru baik
secara individual maupun kelompok. Merumuskan/membuat perencanaan
PKB oleh koordinator PKB bersama-sama guru, melalui konsuhasi dengan
kepala sekolah. menetapkan dan menyetujui rencana final PKB bagi guru
dengan oleh Koordinator PKB bersama Kepala Sekolah, untuk selanjutnya
serah terima rencana kegiatan PKB dari koordinator PKB kepada masing-
masing guru.
Pengembangan keprofesian berkelanjutan dilaksanakan selama kurun
waktu 2 semester baik bagi guru yang telah maupun yang belum mencapai
standar yang ditetapkan. Dalam setiap semester terdapat bulan yang tidak
sepenuhnya efektif digunakan dalam proses pembelajaran terdapat mingu-
minggu yang tidak efektif, hal ini tentunya harus dijadikan sebagai bahan
pertimbangan dalam penyusunan jadwal kegiatan PKB, selanjutnya pada
setiap akhir semester ke 2 dilakukan penilaian kinerja guru (PKG), dimana
hasilnya merupakan gambaran peningkatan kompetensi yang diperoleh
guru setelah melaksanakan pengembangan keprofesian berkelanjutan pada
tahun berjalan dan sekaligus digunakan sebagai dasar penetapan angka
kredit unsur utama dari sub-unsur pembelajaran/bimbingan pada tahun
tersebut. Hasil penilaian kinerja guru tahun sebelumnya dan dilengkapi hasil

13
evaluasi diri tahun berjalan, selanjutnya digunakan sebagai acuan
perencanaan pengembangan keprofesian berkelanjutan untuk tahun
berikutnya.
Agar pelaksanaan pengembangan keprofesian berkelanjutan dapat
mencapai tujuan yang diharapkan sesuai dengan prioritas pelaksanaan
tersebut, maka pelaksanaan pengembangan keprofesian berkelanjutan
didasarkah pada prinsip-prinsip sebagai berikut.
a. Pengembangan keprofesian berkelanjutan harus menjadi bagian integral
dari tugas guru sehari-hari yang berorientasi kepada keberhasilan peserta
didik. Cakupan materi untuk kegiatan pengembangan keprofesian
berkelanjutan harus kaya dengan materi akademik, metode
pembelajaran, penelitian pendidikan terkini, teknologi dan/atau seni,
serta berbasis pada data dan hasil pekerjaan peserta didik sebagai upaya
untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
b. Setiap guru berhak mendapat kesempatan dan wajib mengembangkan
diri secara leratur. sistematis, dan berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan
pengembangan profesinya.
c. Sekolah wajib menyediakan kesempatan kepada setiap guru untuk
mengikuti program pengembangan keprofesian berkelanjutan dengan
minimal jumlah jam per tahun sesuai dengan yang ditetapkan dalam
Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara dan
Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009. Dinas Pendidikan Provinsi
dan/atau sekolah berhak menambah alokasi waktu jika dirasakan perlu.
Untuk menghindari kemungkinan pengalokasian kesempatan
pengembangan yang tidak merata, maka proses perencanaan program
pengembangan keprofesian berkelanjutan harus dimulai dari sekolah.
d. Guru yang tidak memperlihatkan peningkatan kompetensi setelah diberi
kesempatan untuk mengikuti program pengembangan keprofesian
berkelanjutan sesuai dengan kebutuhannya, maka dimungkinkan
diberikan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku. Sanksi tersebut
tidak berlaku bagi guru, jika sekolah tidak dapat memenuhi kebutuhan

14
guru untuk melaksanakan program pengembangan keprofesian
berkelanjutan.
e. Guru harus terlibat secara aktif dalam perencanaan, pelaksanaan, dan
sebagai salah
f. satu sumber informasi kegiatan monitoring dan evaluasi program
pengembangan keprofesian berkelanjutan sehingga betul-betul terjadi
perubahan pada dirinya yang berkontribusi pada peningkatan kualitas
layanan pendidikan di sekolah.
g. Pengembangan keprofesian berkelanjutan harus berkontribusi dalam
mewujudkan visi, misi, dan nilai-nilai yang berlaku di sekolah dan/atau
kabupaten/kota. Oleh karena itu, kegiatan pengembangan keprofesian
berkelanjutan harus menjadi bagian terintegrasi dari rencana
pengembangan sekolah dan/atau kabupaten/kota dalam melaksanakan
peningkatan mutu pendidikan.
h. Sedapat mungkin kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan
dilaksanakan di sekolah atau MGMP bersama-sama dengan sekolah lain,
sehingga mengurangi dampak negatif pada layanan pendidikan karena
guru meninggalkan sekolah.
i. Pengembangan keprofesian berkelanjutan harus dapat mewujudkan guru
yang lebih profesional sehingga mendorong pengakuan profesi guru
sebagai lapangan pekerjaan yang bermartabat dan bermakna bagi
masyarakat dalam pencerdasan kehidupan bangsa.
j. Pengembangan keprofesian berkelanjutan diharapkan dapat mendukung
pengembangan karir guru yang lebih obyektif, transparan dan akuntabel.

Kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan untuk


pengembangan di SMAN 1 Padang Gelugur dilakukan secara mandiri dan
dikelompokkan sebagai berikut;
a. Dilakukan oleh guru secara mandiri, dengan program kegiatan antara
lain sebagai berikut:

15
1) mengembangkan kurikulum yang mencakup topik-topik
aktual/terkini yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan, teknologi,
seni, dan sebagainya sesuai dengan kebutuhan peserta didik;
2) merencanakan dan melaksanakan pembelajaran dengan
menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi sesuai dengan
kebutuhan peserta didik;
3) mengevaluasi, menilai dan menganalis hasil belajar peserta didik
yang dapat menggambarkan kemampuan peserta didik secara nyata;
4) menganalisis dan mengembangkan model pembelajaran berdasarkan
umpan balik yang diperoleh dari peserta didik;
5) melakukan refleksi terhadap kegiatan pembelajaran yang dilakukan
sehari-hari sebagai bahan untuk pengembangan pembelajaran;
6) mengkaji artikel dan/atau buku yang berkaitan dengan bidang dan
profesi untuk membantu pengembangan pembelajaran;
7) melakukan penelitian mandiri (misalnya Penelitian Tindakan
Kelas) dan menuliskan menjadi bahan publikasi ilmiah;
8) lain-lain kegiatan terkait dengan pengembangan keprofesian guru

b. Dilakukan oleh guru bekerja sama dengan guru lain dalam satu
sekolah dengan program kegiatan antara lain sebagai berikut:
1) mengobservasi kegiatan pembelajaran sesama guru dan memberikan
saran untuk perbaikan pembelajaran;
2) melakukan identifikasi, investigasi dan membahas permasalahan
yang dihadapi di kelas/sekolah;
3) menulis modul, buku panduan peserta didik, lembar kerja peserta
didik, dsb;
4) membaca dan mengkaji artikel dan/atau buku yang berkaitan dengan
bidang dan profesi untuk membantu pengembangan pembelajaran;
5) mengembangkan kurikulum dan persiapan mengajar dengan
memanfaatkan TIK;

16
7) melaksanakan pembimbingan pada program induksi bagi guru
pemula;
8) melakukan penelitian bersama dan menuliskan hasil penelitian
tersebut;
c. Dilakukan oleh guru melalui jaringan sekolah.
Kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan melalui jaringan
Sekolah dapat dilakukan dalam satu rayon (kelompok kerja/musyawarah
kerja guru), antar rayon dalam kabupaten/kota tertentu, antar provinsi,
bahkan dimungkinkan melalui jaringan kerjasama sekolah antar neeara
serta kerjasama sekolah dan industri, baik secara langsung maupun
melalui teknologi informasi.
Kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan melalui jaringan
antara lain dapat berupa:
1) kegiatan MGMP;
2) pelatihan/seminar/lokakarya;
3) kunjungan ke sekolah lain, dunia usaha dan industri, dsb;
4) mengundang narasumber dari sekolah lain, komite sekolah, dinas
pendidikan, pengawas, asosiasi profesi, atau dari instansi/institusi
yang relevan.
Adapun dalam pelaksanaannya nanti tentunya akan memperhatikan
hasil evaluasi diri yang dijadikan dasar dalam menentukan profil kinerja
guru, situasi dan kondisi, kemampuan serta arah kebijakan tingkat rayon,
tingkat kabupaten, propinsi dan pusat.
Dalam menetapkan pelaksanaan pengembangan keprofesian
berkelanjutan di sekolah, melalui jaringan sekolah, atau kepakaran lain,
hal hal lamnya yang juga menjadi perhatian yaitu:
1) tidak merugikan kepentingan belajar peserta didik
2) sesuai dengan kebutuhan pengembangan profesionalisme guru -dan
peningkatan mutu sekolah.

17
3) Kelayakan pelaksanaan program pengembangan keprofesian
berkelanjutan ditinjau dari segi ketersediaan sumber daya manusia,
biaya dan waktu.

E. Mekanisme Pelaksanaan Kegiatan


Tahap 1 : Guru melaksanakan evaluasi diri pada setiap awal tahun
dengan mengisi format-1
Tahap 2: Menentukan profil kinerja guru yang didasarkan pada hasil
evaluasi diri yang dilengkapi dengan dokumen pendukung
berupa perangkat pembelajaran
Tahap 3: Membuat perencanaan kegiatan PKB dengan menggunakan
format-2 oleh guru dan koordinator PKB melalui konsultasi
dengan Kepala Sekolah
Tahap 4: Menetapkan dan menyetujui rencana final PKB bagi guru
dengan menggunakan format 2-3 oleh Koordinator PKB
bersama Kepala Sekolah
Tahap 5 : Guru menerima rencana program pengembangan keprofesian
berkelanjutan yang mencakup kegiatan yang akan dilakukan
di dalam dan/atau luar sekolah
Tahap 6: Guru melaksanakan kegiatan pengembangan keprofesian
berkelanjutan yang telah direncanakan baik di dalam
dan/atau di luar sekolah

Dengan memperhatikan profil kinerja guru yang didasarkan pada hasil


evaluasi diri yang dilengkapi dengan dokumen pendukung berupa perangkat
pembelajaran, maka program kegiatan PKB pada tahap-6 ini diarahkan
menjadi:
1) Bagi guru yang memiliki kompetensi sesuai standar atau diatas standar
program pengembangan keprofesian berkelanjutan diarahkan kepada
peningkatan dan pengembangan kompetensi terkait dengan pelaksanaan
tugas utama/kinerja guru, pengembangan model pembelajaran aktif dan
materi-materi ajar berbasiskan IT/ICT, serta pengembangan kompetensi
untuk menghasilkanpublikasi ilmiah/karya inovatif. Dengan demikian
guru akan memiliki ilmu pengetahuan yang kuat, tuntas dan tidak

18
setengah-tengah serta memiliki kepribadian yang matang dan seimbang
agar mampu memberikan layanan pendidikan sesuai dengan
perkembangan masa kini
2) Bagi guru yang belum mencapai standar kompetensi yang dipersaratkan
Program pengembangan keprofesian berkelanjutannya diarahkan kepada
pencapaian standar kompetensi.

Dalam pelaksanaan pengembangan keprofesian berkelanjutan bagi guru


yang belum mencapai kompetensi standar dapat didampingi oleh Guru
pendamping. Adapun mekanisme penanganan guru yang belum memenuhi
standar yang ditetapkan akan dilakukan sebagai berikut;
1) Informal
Pada tahap ini guru bersangkutan menganalisis hasil penilaian
kinerjanya dengan menemukan kemungkinan solusi untuk
pengembangan lebih lanjut terhadap kompetensi yang nilainya dibawah
standar dengan didampingi oleh kepala sekolah, koordinator PKB dan
guru pembimbing. Dengan alokasi waktu 6-8 minggu untuk melaksnakan
PKB secara mandiri.
2) Semi-formal
Dilaksanaka apabila observasi pada tahap informal belum menunjukan
adanya peningkatan kompetensi yang ingin dicapai. Pada tahap ini,
program pembinaan lebih terstruktur dan guru harus bekerja sama
dengan seorang guru pendamping. Dengan dukungan guru pendamping,
guru melakukan kegiatan. peningkatan kompetensi yang diperlukan
selama 6 - 8 minggu melalui kegiatan kolektif guru di MGMP.
3) Formal
Jika hasil observasi ulang pada tahap informal dan semi-formal belum
menunjukkan peningkatan kompetensi standar, maka pembinaan guru
dilakukan melalui tahapan formal. Pada tahap formal ini, guru
dikirimkan oleh sekolah untuk mengikuti pengembangan keprofesian
berkelanjutan di lembaga pelatihan (misalnya P4TK, PT/LPTK, dan

19
service provider lainnya) melalui proses pengawasan oleh kepala
sekolah.

Tahap 7 : Guru mengikuti PKG diakhir semester


Tahap 8: Semua guru dan koordinator PKB melakukan refleksi terhadap
kegiatan PKB pada akhir semester dengan menggunakan
format-4.

20
BAB III
PELAKSANAAN PKB DI SMAN 1 PADANG GELUGUR

A. Pelaksana Kegiatan
Jabatan Dalam
No Nama/NIP/NUPTK Jabatan
Kegiatan
1 Nelson, S.Pd., MM Kepala Sekolah PenJab Kegiatan

2 Redhatul Hayati, S.Si Wakasek Koordinator PKB

3 Samsiani, S.Pd Guru Bagian Publikasi Ilmiah

Bagian Pengembangan
4 Bielly Herdian, S.Pd Guru
Diri
5 Nike Okmi Melyanti, S.Pd Guru Bagian Karya Inovatif

B. Materi dan Strategi Pengambangan Kegiatan PKB


1. Uraian Materi
Berikut ini disampaikan uraian materi pokok kegiatan PKB yang
berkaitan dengan unsur pengembangan diri, berdasarkan kisi-kisi
penilaian kinerja guru, untuk guru mata pelajaran dan untuk guru BP/BK.
a. Uraian Materi PKB Guru Mata Pelajaran.

No KOMPETENSI INDIKATOR
1 Mengenal 1. Guru dapat mengidentifikasi karakteristik
karakteristik belajar setiap peserta didik di kelasnya.
peserta didik 2. Guru memastikan bahwa semua peserta
didik mendapatkan kesempatan yang
sama untuk berpartisipasi aktif dalam
kegiatan pembelajaran.
3. Guru dapat mengatur kelas untuk
memberikan kesempatan belajar yang
sama pada semua peserta didik dengan
kelainan fisik dan kemampuan belajar
yang berbeda.

21
No KOMPETENSI INDIKATOR
4. Guru mencoba mengetahui penyebab
penyimpangan perilaku peserta didik
untuk mencegah agar perilaku tersebut
tidak merugikan peserta didik lainnya.
5. Guru membantu mengembangkan
potensi dan mengatasi kekurangan
peserta didik
6. Guru memperhatikan peserta didik
dengan kelemahan fisik tertentu agar
dapat mengikuti aktivitas pembelajaran,
sehingga peserta didik tersebut tidak
termarginalkan (tersisihkan, diolok- olok,
2 Menguasai teori minder, dsb.).
1. Guru memberi kesempatan kepada
belajar dan peserta didik untuk menguasai materi
prinsip-prinsip pembelajaran sesuai usia dan
pembelajaran kemampuan belajarnya melalui pengaturan
yang mendidik proses pembelajaran dan aktivitas yang
2. bervariasi
Guru selalu memastikan tingkat
pemahaman peserta didik terhadap materi
pembelajaran tertentu dan menyesuaikan
aktivitas pembelajaran berikutnya
berdasarkan tingkat pemahaman
tersebut.
3. Guru dapat menjelaskan alasan
pelaksanaan kegiatan/aktivitas yang
dilakukannya, baik yang sesuai maupun
yang berbeda dengan rencana, terkait
4. keberhasilan pembelajaran.
Guru menggunakan berbagai teknik
untuk memotiviasi kemauan belajar
5. Guru merencanakan kegiatan
pembelajaran yang saling terkait satu sama
lain, dengan memperhatikan tujuan
pembelajaran maupun proses belajar
6. peserta didik.
Guru memperhatikan respon peserta didik
yang belum/kurang memahami materi
pembelajaran yang diajarkan dan
menggunakannya untuk memperbaiki
rancangan pembelajaran berikutnya.
3 Pengembangan 1. Guru dapat menyusun silabus yang sesuai
kurikulum dengan kurikulum.

22
No KOMPETENSI INDIKATOR
2. Guru merancang rencana pembelajaran
yang sesuai dengan silabus untuk
membahas materi ajar tertentu agar peserta
didik dapat mencapai kompetensi dasar
yang ditetapkan.
3. Guru mengikuti urutan materi
pembelajaran dengan memperhatikan
tujuan pembelajaran.
4. Guru memilih materi pembelajaran
yang: a) sesuai dengan tujuan
pembelajaran, b) tepat dan mutakhir, c)
sesuai dengan usia dan tingkat
kemampuan belajar peserta didik, dan d)
dapat dilaksana kan di kelas e) sesuai
dengan konteks kehidupan sehari-hari
4 Kegiatan peserta didik.melaksanakan
1. Guru aktivitas
Pembelajaran pembelajaran sesuai dengan rancangan
yang Mendidik yang telah disusun secara lengkap dan
pelaksanaan aktivitas tersebut
mengindikasikan bahwa guru mengerti
tentang tujuannya.
2. Guru melaksanakan aktivitas
pembelajaran yang bertujuan untuk
membantu proses belajar peserta didik,
bukan untuk menguji sehingga membuat
peserta didik merasa tertekan.
3. Guru mengkomunikasikan informasi baru
(misalnya materi tambahan) sesuai dengan
usia dan tingkat kemampuan belajar
peserta didik.
4. Guru menyikapi kesalahan yang dilakukan
peserta didik sebagai tahapan proses
pembelajaran, bukan semata-mata
kesalahan yang harus dikoreksi. Misalnya:
dengan mengetahui terlebih dahulu peserta
didik lain yang setuju atau tidak setuju
dengan jawaban tersebut, sebelum
memberikan penjelasan tentang jawaban
yang benar.
5. Guru melaksanakan kegiatan pembelajaran
sesuai isi kurikulum dan mengkaitkannya
dengan konteks kehidupan sehari-hari
peserta didik.

23
No KOMPETENSI INDIKATOR
6. Guru melakukan aktivitas
pembelajaran secara bervariasi dengan
waktu yang cukup untuk kegiatan
pembelajaran yang sesuai dengan usia dan
tingkat kemampuan belajar dan
mempertahankan perhatian peserta didik.
7. Guru mengelola kelas dengan efektif
tanpa mendominasi atau sibuk dengan
kegiatannya sendiri agar semua waktu
peserta dapat termanfaatkan secara
produktif.
8. Guru mampu menyesuaikan aktivitas
pembelajaran yang dirancang dengan
kondisi kelas.
9. Guru memberikan banyak kesempatan
kepada peserta didik untuk bertanya,
mempraktekkan dan berinteraksi dengan
peserta didik lain.
10. Guru mengatur pelaksanaan aktivitas
pembelajaran secara sistematis untuk
membantu proses belajar peserta didik.
Sebagai contoh: guru menambah informasi
baru setelah mengevaluasi pemahaman
peserta didik terhadap materi sebelumnya.
11. Guru menggunakan alat bantu mengajar,
dan/atau audio-visual (termasuk TIK)
untuk meningkatkan motivasi belajar
peserta didik dalam mencapai tujuan
5 pembelajaran.
Memahami dan 1. Guru menganalisis hasil belajar
mengembangkan berdasarkan segala bentuk penilaian
potensi terhadap setiap peserta didik untuk
mengetahui tingkat kemajuan masing-
masing.
2. Guru merancang dan melaksanakan
aktivitas pembelajaran yang mendorong
peserta didik untuk belajar sesuai dengan
kecakapan dan pola belajar masing-masing.
3. Guru merancang dan melaksanakan
aktivitas pembelajaran untuk memunculkan
daya kreativitas dan kemampuan berfikir
kritis peserta didik.

24
No KOMPETENSI INDIKATOR
4. Guru secara aktif membantu peserta
didik dalam proses pembelajaran dengan
memberikan perhatian kepada setiap
individu.
5. Guru dapat mengidentifikasi dengan benar
tentang bakat, minat, potensi, dan kesulitan
belajar masing-masing peserta didik.
6. Guru memberikan kesempatan belajar
kepada peserta didik sesuai dengan cara
belajarnya masing-masing.
7. Guru memusatkan perhatian pada interaksi
dengan peserta didik dan mendorongnya
untuk memahami dan menggunakan
informasi yang disampaikan.
6 Komunikasi 1. Guru menggunakan pertanyaan untuk
dengan peserta mengetahui pemahaman dan menjaga
didik partisipasi peserta didik, termasuk
memberikan pertanyaan terbuka yang
menuntut peserta didik untuk menjawab
dengan ide dan pengetahuan mereka.
2. Guru memberikan perhatian dan
mendengarkan semua pertanyaan dan
tanggapan peserta didik, tanpa
menginterupsi, kecuali jika diperlukan
untuk membantu atau mengklarifikasi
pertanyaan/tanggapan tersebut.
3. Guru menanggapinya pertanyaan peserta
didik secara tepat, benar, dan mutakhir,
sesuai tujuan pembelajaran dan isi
kurikulum, tanpa mempermalukannya.
4. Guru menyajikan kegiatan
pembelajaran yang dapat
menumbuhkan kerja sama yang baik antar
pesertadidik.
5. Guru mendengarkan dan memberikan
perhatian terhadap semua jawaban peserta
didik baik yang benar maupun yang
dianggap salah untuk mengukur tingkat
pemahaman peserta didik
6. Guru memberikan perhatian terhadap
pertanyaan peserta didik dan meresponnya
secara lengkap dan relevan untuk
menghilangkan kebingungan pada peserta
didik.

25
No KOMPETENSI INDIKATOR
7 Penilaian dan 1. Guru menyusun alat penilaian yang
evaluasi sesuai dengan tujuan pembelajaran untuk
mencapai kompetensi tertentu seperti yang
tertulis dalam
2. Guru RPP.
melaksanakan penilaian dengan
berbagai teknik dan jenis penilaian, selain
penilaian formal yang dilaksanakan
sekolah, dan mengumumkan hasil serta
implikasinya kepada peserta didik, tentang
tingkat pemahaman terhadap materi
pembelajaran yang telah dan akan
dipelajari.
3. Guru menganalisis hasil penilaian
untuk mengidentifikasi topik/kompetensi
dasar yang sulit sehingga diketahui
kekuatan dan kelemahan masing-masing
peserta didik untuk keperluan remedial
dan pengayaan.
4. Guru memanfaatkan masukan dari
peserta didik dan merefleksikannya
untuk meningkatkan pembelajaran
selanjutnya, dan dapat membuktikannya
melalui catatan, jurnal pembelajaran,
rancangan pembelajaran, materi tambahan,
dan sebagainya.
5. Guru memanfatkan hasil penilaian
sebagai bahan penyusunan rancangan
pembelajaran yang akan dilakukan
8 Bertindak sesuai selanjutnya.
1. Guru menghargai dan mempromosikan
dengan norma prinsip-prinsip Pancasila sebagai dasar
agama, hukum, ideologi dan etika bagi semua warga
sosial dan Indonesia.
kebudayaan 2. Guru mengembangkan kerjasama dan
nasional membina kebersamaan dengan teman
Indonesia sejawat tanpa memperhatikan perbedaan
yang ada (misalnya: suku, agama, dan
gender).
3. Guru saling menghormati dan menghargai
teman sejawat sesuai dengan kondisi dan
keberadaan masing-masing
4. Guru memiliki rasa persatuan dan
kesatuan sebagai bangsa Indonesia.
5. Guru mempunyai pandangan yang luas
tentang keberagaman bangsa Indonesia
(misalnya: budaya, suku, agama).

26
No KOMPETENSI INDIKATOR
9 Menunjukkan 1. Guru bertingkah laku sopan dalam
pribadi yang berbicara, berpenampilan, dan berbuat
dewasa dan terhadap semua peserta didik, orang tua,
teladan dan teman sejawat.
2. Guru mau membagi pengalamannya
dengan teman sejawat, termasuk
mengundang mereka untuk mengobservasi
cara mengajarnya dan memberikan
masukan
3. Guru mampu mengelola pembelajaran
yang membuktikan bahwa guru dihormati
oleh peserta didik, sehingga semua peserta
didik selalu memperhatikan guru dan
berpart isipasi aktif dalam proses
4. pembelajaran.
Guru bersikap dewasa dalam menerima
masukan dari peserta didik dan
memberikan kesempatan kepada peserta
didik untuk berpartisipasi dalam proses
pembelajaran.
5. Guru berperilaku baik untuk mencitrakan
nama baik sekolah.
10 Etos kerja, 1. Guru mengawali dan mengakhiri
tanggung jawab pembelajaran dengan tepat waktu.
yang tinggi, dan 2. Jika guru harus meninggalkan kelas, guru
rasa bangga mengaktifkan siswa dengan melakukan
menjadi guru hal-hal produktif terkait dengan mata
pelajaran, dan meminta guru piket atau
guru lain untuk mengawasi kelas.
3. Guru memenuhi jam mengajar dan
dapat melakukan semua kegiatan lain di
luar jam mengajar berdasarkan ijin dan
persetujuan pengelola sekolah.
4. Guru meminta ijin dan memberitahu
lebih awal, dengan memberikan alasan
dan bukti yang sah jika tidak menghadiri
kegiatan yang telah direncanakan,
termasuk proses pembelajaran di kelas.
5. Guru menyelesaikan semua tugas
administrative dan non-pembelajaran
dengan tepat waktu sesuai standar
yang ditetapkan.
6. Guru memanfaatkan waktu luang
selain mengajar untuk kegiatan yang
produktif terkait dengan tugasnya.

27
No KOMPETENSI INDIKATOR
7. Guru memberikan kontribusi terhadap
pengembangan sekolah dan mempunyai
prestasi yang berdampak positif terhadap
nama baik sekolah.
8. Guru merasa bangga dengan profesinya
sebagai guru.
11 Bersikap inklusif, 1. Guru memperlakukan semua peserta
bertindak didik secara adil, memberikan perhatian
objektif, serta dan bantuan sesuai kebutuhan masing-
tidak 2. Guru menjaga hubungan baik dan peduli
Diskriminatif dengan teman sejawat (bersifat inklusif),
serta berkontribusi positif terhadap semua
diskusi formal dan informal terkait dengan
pekerjaannya.
3. Guru sering berinteraksi dengan peserta
didik dan tidak membatasi perhatiannya
hanya pada kelompok tertentu (misalnya:
peserta didik yang pandai, kaya, berasal
dari daerah yang sama dengan guru).
12 Komunikasi 1. Guru menyampaikan informasi tentang
dengan sesama kemajuan, kesulitan, dan potensi peserta
guru, tenaga didik kepada orang tuanya, baik dalam
pendidikan, orang pertemuan formal maupun tidak formal
tua peserta didik, antara guru dan orang tua, teman sejawat,
dan masyarakat dan dapat menunjukkan buktinya
2. Guru ikut berperan aktif dalam kegiatan di
luar pembelajaran yang diselenggarakan
oleh sekolah dan masyarakat dan dapat
memberikan bukti keikutsertaannya.
3. Guru memperhatikan sekolah sebagai
bagian dari masyarakat, berkomunikasi
dengan masyarakat sekitar, serta berperan
13 Penguasaan 1. dalam
Guru kegiatan sosial dipemetaan
melakukan masyarakat standar
materi struktur kompetensi dan kompetensi dasar untuk
konsep dan pola mata pelajaran yang diampunya, untuk
pikir keilmuan mengidentifikasi materi pembelajaran
yang mendukung yang dianggap sulit, melakukan
mata pelajaran perencanaan dan pelaksanaan
yang diampu pembelajaran, dan memperkirakan alokasi
waktu yang diperlukan
2. Guru menyertakan informasi yang tepat
dan mutakhir di dalam perencanaan dan
pelaksanaan pembelajaran.

28
No KOMPETENSI INDIKATOR
3. Guru menyusun materi, perencanaan
dan pelaksanaan pembelajaran yang
berisi informasi yang tepat, mutakhir, dan
yang membantu peserta didik untuk
memahami konsep materi pembelajaran.
14 Mengembangkan 1. Guru melakukan evaluasi diri secara
keprofesian spesifik, lengkap, dan didukung dengan
melalui tindakan contoh pengalaman diri sendiri.
reflektif 2. Guru memiliki jurnal pembelajaran,
catatan masukan dari kolega atau hasil
penilaian proses pembelajaran sebagai
bukti yang menggambarkan kinerjanya.
3. Guru memanfaatkan bukti gambaran
kinerjanya untuk mengembangkan
perencanaan dan pelaksanaan
pembelajaran selanjutnya dalam program
Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
4. (PKB).
Guru dapat mengaplikasikan pengalaman
PKB dalam perencanaan, pelaksanaan,
penilaian pembelajaran dan tindak
lanjutnya.
5. Guru melakukan penelitian,
mengembangkan karya inovasi,
mengikuti kegiatan ilmiah (misalnya
seminar, konferensi), dan aktif dalam
melaksanakan PKB.
6. Guru dapat memanfaatkan TIK dalam
berkomunikasi dan pelaksanaan PKB

b. Uraian Materi Kegiatan PKB Guru BK.

No KOMPETENSI INDIKATOR
1 Menguasai teori 1. Guru BK/Konselor dapat menunjukkan
dan praksis dalam perencanaan layanan BK, sesuai
pendidikan. dengan landasan dan prinsip-prinsip
pendidikan serta pembelajaran yang
aktif, kreatif, mandiri, dan berpusat pada
peserta didik/konseli.
2. Guru BK/Konselor dapat menunjukkan
dalam perencanaan layanan BK, sesuai
dengan usia, tahap perkembangan, dan
kebutuhan peserta didik/konseli.

29
No KOMPETENSI INDIKATOR
3. Guru BK/Konselor dapat menunjukkan
dalam perencanaan layanan BK, sesuai
dengan keragaman latar belakang
budaya, ekonomi, dan sosial peserta
2 Mengaplikasikan 1. didik/konseli.
Peserta didik/konseli diberi
perkembangan kesempatan dalam memperoleh layanan
fisiologis dan BK sesuai dengan kebutuhan
psikologis serta perkembangan mental, emosional, fisik,
perilaku konseli. 2. dan gender. didik/konseli
Peserta diberi
kesempatan dalam memperoleh layanan
BK sesuai dengan kebutuhan bakat,
minat, dan potensi pribadi.
3. Peserta didik/konseli diberi
kesempatan dalam memperoleh
layanan BK sesuai dengan harapan
untuk melanjutkan pendidikan dan
pilihan karir.
3 Menguasai esensi 1. Layanan BK yang diprogramkan oleh
layanan BK guru BK/Konselor telah memenuhi
dalam jalur, jenis, esensi layanan pada jalur satuan
dan jenjang pendidikan formal, nonformal dan
satuan 2. informal.
Layanan BK yang diprogramkan oleh
pendidikan. guru BK/Konselor telah memenuhi
esensi layanan pada jenis satuan
pendidikan umum, kejuruan, keagamaan,
3. dan khusus.
Layanan BK yang diprogramkan oleh
guru BK/Konselor telah memenuhi esesi
layanan pada jenjang satuan pendidikan
4 Beriman dan 1. usia
Guru dini, dasar dan
BK/Konselor menengah, rapih
berpenampilan serta
bertakwa kepada dan bersih.
Tuhan Yang 2. Guru BK/Konselor berbicara dengan
Maha Esa. santun dan jujur kepada peserta
didik/konseli.
3. Guru BK/Konselor bersikap dan
mendorong kepada peserta didik/konseli
untuk bersikap toleran.
4. Guru BK/Konselor memperlihatkan
konsistensi dan memotivasi peserta
didik/konseli dalam melaksanakan
ibadah.

30
No KOMPETENSI INDIKATOR
5 Menghargai dan 1. Guru BK/Konselor merencanakan
menjunjung layanan BK yang mengacu kepada
tinggi nilai-nilai pengaplikasian pandangan dinamis
kemanusian, tentang manusia sebagai mahluk
individualitas dan bermoral spiritual, sosial, dan individu.
kebebasan 2. Pelayanan BK yang dirancang oleh
memilih. Guru BK/Konselor mendorong kepada
pengembangan potensi positif individu.
3. Rancangan pelayanan BK mengacu
k e p a d a kebutuhan dan masukan balik
peserta didik/konseling.
4. Pelayanan BK dirancang untuk
mengembangkan sikap toleran dalam
menjunjung hak azasi manusia pada
peserta didik/konseli.
6 Menunjukkan 1. Guru BK/Konselor menunjukkan
integritas dan kepribadian, kestabilan emosi dan
stabilitas perilaku yang terpuji, jujur, sabar, ramah,
kepribadian yang dan konsisten.
kuat. 2. Guru BK/Konselor menunjukkan
kepekaan dan bersikap empati terhadap
keragaman dan perubahan.
3. Guru BK/Konselor menampilkan
toleransi tinggi terhadap peserta
didik/konseli yang menghadapi stres dan
frustasi.
7 Menampilkan 1. Guru BK/Konselor memotivasi peserta
kinerja didik/konseli untuk berpartisipasi aktif
berkualitas dalam layanan BK yang diberikan.
tinggi. 2. Guru BK/Konselor melaksanakan
pelayanan BK yang efektif sesuai dengan
rancangan untuk mencapai tujuan
pelayanan BK dalam waktu yang
tersedia.
3. Guru BK/Konselor melaksanakan tugas
layanan BK secara mandiri, disiplin, dan
semangat agar peserta didik/konseli
berpartisipasi secara aktif.
8 Mengimplementa 1. Guru lain dapat menunjukkan
sikan kolaborasi contoh penggunaan hasil pelayanan
internal di tempat BK untuk membantu peserta
didik/konseli dalam proses pembelajaran
yang dilakukannya.

31
No KOMPETENSI INDIKATOR
2. Guru BK/Konselor merencanakan
pelayanan BK dengan menyertakan
pihak-pihak terkait di sekolah.
3. Guru BK/Konselor dapat menunjukkan
bukti bagaimana menjelaskan program
dan hasil layanan BK kepada pihak-pihak
terkait di sekolah.
4. Guru BK/Konselor dapat menunjukkan
bukti permintaan guru lain untuk
membantu penyelesaian permasalahan
pembelajaran.
9 Mengimplementa 1. Guru BK/Konselor mentaati Kode Etik
sikan kolaborasi organisasi profesi BK (seperti MGBK,
internal di tempat ABKIN, atau organisasi profesi
sejenis lainnya).
2. Guru BK/Konselor berpartisipasi aktif
dalam proses pengembangan diri melalui
organisasi profesi guru BK/Konselor.
3. Guru BK/Konselor dapat memanfaatkan
organisasi profesi BK/Konselor untuk
membangun kolaborasi dalam
pengembangan program BK.
10 Mengimplementa 1. Guru BK/Konselor dapat
si kolaborasi menunjukkan bukti melakukan interaksi
antar profesi. dengan organisasi profesi lain.
2. Guru BK/Konselor dapat berkolaborasi
dengan institusi atau profesi lain untuk
mencapai tujuan pelayanan BK.
3. Guru BK/Konselor dapat memanfaatkan
keahlian lain untuk membantu
penyelesaian permasalahan peserta
didik/konseli sesuai kebutuhan.
11 Menguasai 1. Guru BK/Konselor dapat
konsep dan mengembangkan instrumen nontes
praksis asesmen (pedoman wawancara, angket, atau format
untuk memahami lainnya) untuk keperluan pelayanan BK.
kondisi, 2. Guru BK/Konselor dapat mengaplikasikan
kebutuhan dan instrumen nontes untuk mengungkapkan
masalah konseli. kondisi aktual peserta didik/konseli
berkaitan dengan lingkungan.

32
No KOMPETENSI INDIKATOR
3. Guru BK/Konselor dapat mendeskripsikan
penilaian yang digunakan dalam
pelayanan BK yang sesuai dengan
kebutuhan peserta didik/konseli.
4. Guru BK/Konselor dapat memilih jenis
penilaian (Instrumen Tugas
Perkembangan/ITP, Alat Ungkap
Masalah/AUM, Daftar Cek
Masalah/DCM, atau instrumen non tes
lainnya) yang sesuai dengan kebutuhan
layanan bimbingan dan konseling.
5. Guru BK/Konselor dapat
mengadministrasikan penilaian
(merencanakan, melaksanakan, mengolah
data) untuk mengungkapkan kemampuan
dasar dan kecenderungan pribadi peserta
didik/konseli.
6. Guru BK/Konselor dapat
mengadministrasikan penilaian
(merencanakan, melaksanakan, mengolah
data) untuk mengungkapkan masalah
peserta didik/konseli (data catatan pribadi,
kemampuan akademik, hasil evaluasi
belajar, dan hasil psikotes).
7. Guru BK/Konselor dapat menampilkan
tanggung jawab profesional sesuai
dengan azas BK (misalnya kerahasiaan,
keterbukaan, kemutakhiran, dll.) dalam
praktik penilaian.
12 Menguasai 1. Guru BK/Konselor dapat mengaplikasikan
kerangka hakikat pelayanan BK (tujuan, prinsip,
teoritik dan azas, fungsi, dan landasan).
praksis BK. 2. Guru BK/Konselor dapat
menentukankan arah profesi
bimbingan dan konseling (peran sebagai
guru BK/konselor).
3. Guru BK/Konselor dapat
mengaplikasikan dasar-dasar pelayanan
BK.
4. Guru BK/Konselor dapat mengaplikasikan
pelayanan BK sesuai kondisi dan tuntutan
wilayah kerja.

33
No KOMPETENSI INDIKATOR
5. Guru BK/Konselor dapat
mengaplikasikan
pendekatan/model/jenis pelayanan dan
kegiatan pendukung bimbingan dan
6. Guru BK/Konselor dapat
mengaplikasikan praktik format
13 Merancang 1. (kegiatan) pelayanan BK.
Guru BK/Konselor dapat menganalisis
program kebutuhan peserta didik/konseli.
BK. 2. Guru BK/Konselor dapat menyusun
program pelayanan BK yang
berkelanjutan berdasar kebutuhan peserta
didik/konseli secara komprehensif dengan
pendekatan perkembangan.
3. Guru BK/Konselor dapat menyusun
rencana pelaksanaan program pelayanan
BK.
4. Guru BK/Konselor dapat merencanakan
sarana dan biaya penyelenggaraan
program pelayanan BK.
14 Mengimplementa 1. Guru BK/Konselor dapat melaksanakan
sikan program pelayanan BK.
program BK 2. Guru BK/Konselor dapat melaksanakan
yang pendekatan kolaboratif dengan pihak
komprehensif. terkait dalam pelayanan BK.
3. Guru BK/Konselor dapat
memfasilitasi perkembangan akademik,
karier, personal/ pribadi, dan sosial
peserta didik/konseli.
4. Guru BK/Konselor dapat mengelola
sarana dan biaya program pelayanan BK.
15 Menilai proses dan 1. Guru BK/Konselor dapat melakukan
hasil kegiatan BK. evaluasi proses dan hasil program
pelayanan BK.
2. Guru BK/Konselor dapat melakukan
penyesuaian kebutuhan peserta
didik/konseli dalam proses pelayanan BK
3. Guru BK/Konselor dapat
menginformasikan hasil pelaksanaan
evaluasi pelayanan BK kepada pihak
terkait.
4. Guru BK/Konselor dapat menggunakan
hasil pelaksanaan evaluasi untuk merevisi
dan mengembangkan program pelayanan
BK berdasarkan analisis kebutuhan.

34
No KOMPETENSI INDIKATOR
16 Memiliki 1. Guru BK/Konselor dapat memberdayakan
kesadaran dan kekuatan pribadi, dan keprofesionalan
komitmen guru BK/konselor.
terhadap etika 2. Guru BK/Konselor dapat meminimalisir
professional. dampak lingkungan dan keterbatasan
pribadi guru BK/konselor.
3. Guru BK/Konselor dapat
menyelenggarakan pelayanan BK sesuai
dengan kewenangan dan kode etik
profesional guru BK/konselor.
4. Guru BK/Konselor dapat
mempertahankan objektivitas dan
menjaga agar tidak larut dengan masalah
pesertaBK/Konselor
5. Guru didik/konseli. dapat melaksanakan
layanan pendukung sesuai kebutuhan
peserta didik/konseli (misalnya alih
tangan kasus, kunjungan rumah,
konferensi kasus, instrumen bimbingan,
himpunan data)
6. Guru BK/Konselor dapat menghargai
identitas profesional dan pengembangan
profesi.
7. Guru BK/Konselor dapat mendahulukan
kepentingan peserta didik/konseli
daripada kepentingan pribadi guru
17 Menguasai BK/konselor.
1. Guru BK/Konselor dapat mendeskripsikan
konsep dan jenis dan metode penelitian dalam BK.
praksis penelitian
2. Guru BK/Konselor mampu merancang
dalam BK.
penelitian dalam BK.
3. Guru BK/Konselor dapat melaksanakan
penelitian dalam BK.
4. Guru BK/Konselor dapat memanfaatkan
hasil penelitian dalam BK dengan
mengakses jurnal yang relevan.

2. Strategi Pengembangan Kegiatan


Profil kinerja guru yang didasarkan pada evaluasi diri yang
selanjutnya dianalisis oleh koordinator PKB bersama guru bersangkutan
akan memberikan hasil yang beragam. pencapain indikator dimensi tugas
utama sebagai guru mata pelajaran.

35
Ada yang sudah mampu atau sama sekali belum mampu. Meskipun
terdapat perbedaan mata pelajaran yang diampu akan tetapi pada
dasarnya bentuk perangkat pembelajaran yang disusun sebagai salah satu
penentuan profil kinerja guru mampu atau tidak mampu memenuhi
indikator dimensi tugas utama adalah sama, untuk guru BK pada saat ini
baru ada satu orang. Berdasarkan hal tersebut dan juga
mempertimbangkan hal yang lainnya, strategi pengembangan kegiatan
PKB direncanakan sebagai berikut;
a. dilakukan oleh guru mata pelajaran/ BK sendiri
b. dilakukan bersama guru lain
c. dilaksanakan di sekolah
d. dilaksanakan di MGMP
b. dilaksanakan oleh institusi selain sekolah
c. diajukan/dikoordinasikan oleh Dinas Pendidikan untuk
dipertimbangkan

C. Peserta Kegiatan
Peserta Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan ini adalah guru-guru
SMAN 1 Padang Gelugur. Dimana peserta ini sudah melakukan evaluasi diri
dari hasil Penilaian Kinerja pada tahun sebelumnya.

D. Jadwal Kegiatan
Secara garis besar jadwal pelaksanaan kegiatan PKB di SMAN 1
Padang Gelugur adalah sebagai berikut:
1. Jadwal Kegiatan Pelaksanaan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
(PKB) untuk Penguatan dan Meningkatkan Kemampuan Guru dalam
Perencanaan Pembelajaran dan Penilaian terutama kompetensi Pedagogik
(kompetensi 1 sampai dengan 7 pada instrumen PKG) Bulan Mei 2022
Minggu ke 3 dan ke 4
2. Jadwal Kegiatan Pelaksanaan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
(PKB) untuk Penguatan dan Meningkatkan Kemampuan Guru dalam

36
Kompetensi Kepribadian dan Sosial (kompetensi 8 sampai dengan 12
pada instrumen PKG) Bulan September 2022 Minggu ke 1 dan ke 2
3. Jadwal Kegiatan Pelaksanaan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
(PKB) untuk Penguatan dan Meningkatkan Kemampuan Guru dalam
Kompetensi Profesional (kompetensi 13 sampai dengan 14 pada
instrumen PKG) Bulan Oktober 2022 Minggu ke 1 dan ke 2.
4. Jadwal Kegiatan Pelaksanaan Penilaian Kinerja Guru (PKG) (kompetensi
1 sampai dengan 14 pada instrumen PKG) Bulan November 2022
Minggu ke 3 dan ke 4.

E. Rencana Anggaran Kegiatan PKB


Rencana anggaran kegiatan PKB menyesuaikan pada RKAS sekolah
tahun 2022, dimana dalam kegiatan ini ada beberapa tahapan yang dilalui
diantaranya:
1. Persiapan
a. Mengikuti kegiatan sosialisasi
b. Musyawarah Dewan Pendidik untuk menunjuk dan memutuskan
Koordinator PKB

2. Pelaksanaan
a. Tahap 1: Guru melaksanakan evaluasi diri pada setiap awal tahun
dengan mengisi format-1
b. Tahap 2: Menentukan profil kinerja guru yang didasarkan pada hasil
evaluasi diri yang dilengkapi dengan dokumen pendukung berupa
perangkat pembelajaran
c. Tahap 3: Membuat perencanaan kegiatan PKB dengan menggunakan
format-2 oleh guru dan koordinator PKB melalui konsultasi dengan
Kepala Sekolah
d. Tahap 4: Menetapkan dan menyetujui rencana final PKB bagi guru
dengan menggunakan format 2-3 oleh Koordinator PKB bersama
Kepala Sekolah

37
e. Tahap 5: Guru menerima rencana program pengembangan
keprofesian berkelanjutan yang mencakup kegiatan yang akan
dilakukan di dalam dan/atau luar sekolah.
f. Tahap 6: Guru melaksanakan kegiatan pengembangan
keprofesian berkelanjutan yang telah direncanakan baik di dalam
dan/atau di luar sekolah
g. Tahap 7: Guru mengikuti PKG diakhir semester
h. Tahap 8: Semua guru dan koordinator PKB melakukan refleksi
terhadap kegiatan PKB pada akhir semester dengan menggunakan
format-4.
3. Monitoring dan Evaluasi.
4. Pelaporan dan Rencana Tindak Lanjut

38
BAB IV
PENUTUP

Dengan adanya pedoman pengembangan keprofesian berkelanjutan di


sekolah, dapat membantu guru dan kepala sekolah dalam meningkatkan
kemampuan mereka secara profesional dan meningkatkan kualitas diri. Dalam
pedoman ini diharapkan guru tidak lagi mengalami kesulitan dalam menentukan
kegiatan yang akan dilakukan untuk pengembangan diri dan penghitungan angka
kredit setiap kegiatan yang diikuti/ dipilih.
Tujuan pembuatan pedoman ini supaya guru-guru dan kepala sekolah
memiliki semangat yang lebih untuk meningkatkan golongan ruang dan jabatan
secara professional.

39
Daftar Pustaka

Buku 1 Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Guru


Buku 2 Penilaian Kinerja Guru
Buku 4 Pedoman Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan dan Angka
Kreditnya

40
Lampiran:

STRUKTUR ORGANISASI PELAKSANA KEGIATAN PKB


SMAN 1 PADANG GELUGUR

NELSON, S.Pd, MM
Penanggung Jawab PENGAWAS MANAJERIAL

REDHATUL HAYATI, S.Si


Koordinator PKB

BIELLY HERDIAN, S.Pd SAMSIANI, S.Pd NIKE OKMI MELYANTI, S.Pd


Koordinator PKB Bagian Koordinator PKB Bagian Koordinator PKB Bagian
Pengembangan Diri Publikasi ilmiah Karya Inovatif

GURU DAN TENAGA


KEPENDIDIKAN
SMAN 1 PADANG GELUGUR

41
Deskripsi Pelaksanaan PKB

42

Anda mungkin juga menyukai