0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
24 tayangan8 halaman

PBL Tingkatkan Berpikir Kritis Siswa SD

Diunggah oleh

B1 Wulansari Amalia
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
24 tayangan8 halaman

PBL Tingkatkan Berpikir Kritis Siswa SD

Diunggah oleh

B1 Wulansari Amalia
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

COLLAS Journal of Elementary Education

Volume XXX Number XXX, Bulan,Tahun


E-ISSN: 2614-4093
P-ISSN: 2614-4085
Creative of Learning Students Elementary Education
E
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BLASED LEARNING
(PBL) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS
DALAM PEMBELAJARAN IPAS SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR
Oleh :
Wulansari Amalia, Jozua Sabandar, Ruli Setiyadi
IKIP Siliwangi, JL. Terusan Jendral Sudirman No.3 Baros, Cimahi, Jawa Barat,
Indonesia
wulansariamalia12@gmail.com
ABSTRAK
Pendidikan merupakan faktor utama untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia
di masa yang akan datang, oleh karena itu upaya yang harus dilakukan dalam meningkatkan
mutu pendidikan di sekolah yaitu dengan terus memperbaiki semua yang kurang dalam proses
penerapan mutu Pendidikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan
berpikir kritis dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada
materi kebutuhanku. Hal ini disebabkan model pembelajaran yang digunakan hanya ceramah
sehingga mengakibatkan kurangnya berpikir kritis dalam mengikuti pembelajaran dikelas.
Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kombinasi (mixed methods). Subjek
penelitian yaitu siswa kelas IV SD Negeri Cimanglid di Bandung Barat tahun ajaran 2023-
2024. Hasil dari penelitian ini yaitu berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan peneliti pada
siswa kelas IV di salah satu SD Bandung Barat, tingkat kemampuan siswa dalam menyelesaikan
soal dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berada pada
kategori baik itu dengan perolehan rata-rata siswa 76,12%. Berbeda dengan hasil yang sebelum
menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) siswa hanya memperoleh
rata-rata nilai 65%. Perbedaan antara tingkat kemampuan siswa sebelum menggunakan model
pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan sesudah menggunakan model
pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dapat peneliti buktikan bahwa dengan
bertambahnya nilai rata-rata siswa sebesar 11,12%.

Kata Kunci: Penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) untuk
meningkatkan kemampuan berpikir kritis.

ABSTRACT
Education is the main factor for improving the quality of human resources in the future,
therefore efforts must be made to improve the quality of education in schools, namely by
continuing to improve everything that is lacking in the process of implementing quality
education. The purpose of this research is to determine critical thinking skills by using the
Problem Based Learning (PBL) learning model on the material I need. This is because the
learning model used is only lectures, resulting in a lack of critical thinking in participating in
classroom learning. The research method used is a combined research method (mixed methods).
The research subjects were fourth grade students at Cimanglid State Elementary School in West
Bandung for the 2023-2024 academic year. The results of this research are based on the results
of research conducted by researchers on class IV students at one of the West Bandung
COLLAS Journal of Elementary Education
Volume XXX Number XXX, Bulan,Tahun
E-ISSN: 2614-4093
P-ISSN: 2614-4085
Creative of Learning Students Elementary Education
E
elementary schools, the level of students' ability in solving problems using the Problem Based
Learning (PBL) learning model is in the good category with an average student achievement of
76 .12%. In contrast to the results before using the Problem Based Learning (PBL) learning
model, students only got an average score of 65%. Researchers can prove the difference
between students' ability levels before using the Problem Based Learning (PBL) learning model
and after using the Problem Based Learning (PBL) learning model by increasing the average
student score by 11.12%.

Keywords: Use of the Problem Based Learning (PBL) learning model to improve critical
thinking skills.

PENDAHULUAN

Pendidikan merupakan faktor utama untuk meningkatkan kualitas sumber daya


manusia di masa yang akan datang, oleh karena itu upaya yang harus dilakukan dalam
meningkatkan mutu pendidikan di sekolah yaitu dengan terus memperbaiki semua yang
kurang dalam penerapan mutu pendidikan. Pendidikan sebagai sarana pembangunan
sumber daya manusia yang produktif dan mempunyai kemampuan yang profesional
dalam meningkatkan kehidupan manusia dalam berbangsa dan bernegara. Pendidikan
dilaksanakan tanpa mengenal batas usia, ruang, dan waktu yang dimulai dari keluarga
kemudian dilanjutkan di dalam lingkungan sekolah dan diperluas di lingkungan
masyarakat yang hasilnya diterapkan untuk membangun kehidupan pribadi, agama,
masyarakat, keluarga dan negara. Maka pendidikan harus dapat mengembangkan siswa
yang mampuh menghadapi berbagai masalah yang akan dihadapi dimasa yang akan
datang.
Sekolah merupakan lembaga formal yang menyelenggarakan pendidikan yang
mengacu kepada kearah pencapaian pendidikan nasional. Sekolah tidak hanya mencetak
generasi yang berilmu, kreatif, dan mandiri tetapi juga menjadikan siswanya menjadi
manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia.
Proses kegiatan pembelajaran merupakan inti dari pendidikan di sekolah. Guru
merupakan personel yang mempunyai peran penting dalam mengembangkan sumber
daya manusia, yang mana seorang guru di tuntut harus bisa mengikuti perkembangan
zaman di dunia pendidikan. Disamping sebagai pendidik guru juga merupakan
fasilitator dalam pembelajaran siswa, selain itu juga guru adalah sebagai pembimbing,
serta dapat mengarahkan peserta didiknya sehingga menjadi manusia yang memiliki
pengetahuan luas, baik pengetahuan agama, kecerdasan, kecakapan hidup,
keterampilan, mempunyai kepribadian yang baik dan memiliki semangat untuk
membangun bangsa ini.
Keterampilan berpikir kritis adalah kemampuan untuk menganalisis,
mengevaluasi, dan menyimpulkan informasi secara logis dan rasional. Keterampilan ini
COLLAS Journal of Elementary Education
Volume XXX Number XXX, Bulan,Tahun
E-ISSN: 2614-4093
P-ISSN: 2614-4085
Creative of Learning Students Elementary Education
E
melibatkan kemampuan untuk mengidentifikasi argumen yang valid dan tidak valid,
mengevaluasi bukti dan alasan, serta membuat keputusan yang baik berdasarkan
pemikiran yang kritis. Keterampilan berpikir kritis sangat penting dalam kehidupan
sehari-hari, baik dalam konteks akademis maupun profesional, karena membantu
individu untuk memecahkan masalah secara efektif dan membuat keputusan yang lebih
baik. Keterampilan berpikir kritis juga membantu individu untuk memahami dunia di
sekitarnya dengan lebih baik, menghindari penipuan dan manipulasi, serta
mengembangkan sikap yang lebih kritis dan rasional.
Pendekatan Problem Based Learning (PBL) merupakan salah satu pendekatan
dalam pembelajaran yang membantu siswa untuk mengembangkan aktivitas dalam
pembelajaran. Pendekatan ini mendasarkan pada pandangan para ahli yang menyatakan
bahwa Problem Based Learning (PBL) adalah pendekatan pembelajaran yang
menggunakan permasalahan dunia nyata sebagai suatu konteks, guna merangsang
kemampuan berpikir kritis serta kemampuan pemecahan masalah siswa dalam
memahami konsep dan prinsip yang esensi dari materi pelajaran.
Dalam Problem Based Learning (PBL), siswa diberikan permasalahan dunia nyata
yang harus mereka selesaikan dengan cara berpikir kritis dan mencari solusi yang tepat.
Siswa akan belajar dengan cara mencari informasi, menganalisis data, dan memecahkan
masalah secara mandiri atau dalam kelompok. Dengan demikian, siswa akan lebih aktif
dan terlibat dalam proses pembelajaran, sehingga mereka akan lebih mudah memahami
dan mengingat materi pelajaran. Selain itu, Problem Based Learning (PBL) juga dapat
membantu siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan
inovatif, serta kemampuan bekerja sama dalam tim.
Menurut (Warsono dan Hariyanto, 2013:152) Pendekatan Problem Based
Learning (PBL) memang memiliki kelebihan dan kelemahan yang perlu diperhatikan.
Beberapa kelebihan dari penerapan pendekatan PBL antara lain:

1. Siswa terbiasa menghadapi masalah (problem posing) dan merasa tertantang


untuk menyelesaikan masalah. Mereka tidak hanya terkait dengan pembelajaran
dalam kelas, tetapi juga dapat menghadapi masalah dalam kehidupan sehari-hari
(real world).

2. PBL memupuk solidaritas sosial antara siswa. Mereka belajar berdiskusi


dengan teman-teman sekelompok dan juga berdiskusi dengan teman-teman
sekelasnya. Hal ini dapat mempererat hubungan antara siswa dan guru.

3. PBL dapat membiasakan siswa dalam menerapkan metode eksperimen.


Mereka akan terbiasa melakukan eksperimen untuk mencari solusi atas masalah
yang dihadapi.

Namun, ada juga beberapa kelemahan dari pendekatan PBL, antara lain:
COLLAS Journal of Elementary Education
Volume XXX Number XXX, Bulan,Tahun
E-ISSN: 2614-4093
P-ISSN: 2614-4085
Creative of Learning Students Elementary Education
E
1. Tidak banyak guru yang mampu mengantarkan siswa dalam pemecahan
masalah. Pendekatan PBL membutuhkan guru yang memiliki pemahaman dan
keterampilan dalam membimbing siswa dalam menghadapi masalah.

2. Penerapan PBL seringkali memerlukan biaya yang mahal dan waktu yang
panjang. Misalnya, untuk melakukan eksperimen atau kunjungan lapangan,
diperlukan biaya dan waktu yang tidak sedikit.

3. Aktivitas siswa yang dilaksanakan di luar sekolah sulit dipantau oleh guru.
Ketika siswa melakukan kegiatan di luar kelas, seperti kunjungan lapangan, guru
sulit untuk memantau dan memberikan arahan secara langsung.

Menurut (Effendi & Hendriyani, 2019;Isnaeni et al., 2021).dalam menerapkan


Problem Based Learning (PBL) ada beberapa langkah-langkah yang harus diperhatikan
dalam kegiatan belajar mengajar yaitu:
1. Pengenalan permasalahan kepada peserta didik melalui materi pelajaran yang akan
dipelajari bersama. Guru memperkenalkan permasalahan atau tantangan yang akan
menjadi fokus pembelajaran. Hal ini bertujuan agar peserta didik memiliki pemahaman
awal tentang masalah yang akan dipecahkan.
2. Orientasi terhadap peserta didik. Guru menjelaskan tujuan dari pembelajaran yang
akan dilaksanakan dan memotivasi peserta didik agar berperan aktif dalam proses
pembelajaran atau pemecahan masalah. Tujuan ini memberikan arah dan motivasi
kepada peserta didik untuk terlibat secara aktif.
3. Peserta didik diorganisir dalam kelompok belajar. Mereka melakukan diskusi dan
guru membimbing peserta didik dalam melakukan penyelidikan secara individu atau
kelompok. Guru memberikan bimbingan kepada peserta didik untuk mengumpulkan
informasi yang berkaitan dengan topik pembelajaran dan mencari solusi serta
pemecahan masalah.
4. Hasil analisis peserta didik dipresentasikan di depan kelas. Peserta didik
memperlihatkan hasil analisis mereka kepada kelas. Langkah ini bertujuan untuk
memperkuat karakter toleransi terhadap perbedaan hasil dari gagasan tiap-tiap
kelompok. Peserta didik dapat saling belajar dan menghargai sudut pandang yang
berbeda.
5. Guru membantu peserta didik dalam melakukan evaluasi penyelidikan. Guru
membantu peserta didik dalam melakukan evaluasi terhadap hasil gagasan mereka.
Evaluasi ini membantu peserta didik untuk melakukan refleksi terhadap hasil kerja
mereka dan memperbaiki pemahaman mereka.
COLLAS Journal of Elementary Education
Volume XXX Number XXX, Bulan,Tahun
E-ISSN: 2614-4093
P-ISSN: 2614-4085
Creative of Learning Students Elementary Education
E
Berpikir Kritis
Berpikir kritis adalah berpikir yang masuk akal dan reflektif yang berfokus untuk
menentukan apa yang harus dipercaya atau dilakukan (Ennis, 2011:1).
Indikator berpikir kritis siswa yaitu:
1. klarifikasi dasar (Basic Clariification),
2. memberikan alasan sebuah keputusan (The Bases for a decision),
3. menyimpulkan (Inference),
4. klarifikasi lebih lanjut (Advanced Clarification),
5. dugaan dan keterpaduan (Supposition and integration).
METODE PENELITIAN
Metode penelitian yang digunakan untuk menjawab rumusan masalah dalam
penelitian ini adalah Mix Method . Metode ini dipilih sesuai dengan karakteristik
pertanyaan penelitian yang hendak dijawab meliputi outcomes dan proses yang
menggabungkan hasil analisis data kuantitatif dan kualitatif. Penelitian yang dilakukan
merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui penggunaan Penggunaan Model
Pembelajaran Problem Blased Learning (Pbl) Untuk Meningkatkan Keterampilan
Berpikir Kritis Dalam Materi Kebutuhanku Siswa Kelas IV Sekolah Dasar
Adapun desain yang digunakan adalah Explanatory Sequential Design. Desain
ini digunakan karena peneliti ingin mendapatkan data secara kuantitatif terlebih dahulu
dan diikuti penjelasan data kualitatif. Berikut ini adalah rincian dari desain Explanatory
Sequential digambarkan sebagai berikut :

Gambar 1. Desain Explanatory Sequential


Subjek dalam penelitian ini adalah siswa SD Negeri yang berada di Bandung
Barat. Lebih tepatnya dikelas IV SD yang semuanya berjumlah 31 siswa, selain siswa
yang menjadi subjeknya yaitu guru kelas IV SD di Bandung Barat.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Berdasarkan hasil penelitian kemampuan berpikir kritis siswa menggunakan
model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada materi cuaca di SD kelas 4 di
salah satu sekolah negeri di Bandung Barat tahun pelajaran 2023-2024 dengan jumlah
siswa 31 orang. Siswa terdiri dari 14 siswa perempuan dan 17 siswa laki-laki.
kemampuan siswa dalam memahami materi sangat heterogen karena diambil satu kelas
dan tidak menggunakan tahap seleksi. Sehingga satu kelas siswa tersebut memang
COLLAS Journal of Elementary Education
Volume XXX Number XXX, Bulan,Tahun
E-ISSN: 2614-4093
P-ISSN: 2614-4085
Creative of Learning Students Elementary Education
E
memiliki daya tangkap yang berbeda-beda sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Maka dengan ini peneliti akan menjabarkan hasil penelitian selama 7 kali pertemuan
sesuai dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian. pertemuan tersebut termasuk
kepada pos- test.
Berikut ini merupakan hasil tes analisis dari soal yang telah diajukan kepada
siswa pada pembelajaran cuaca yang sebelumnya sudah diujikan kepada siswa diatas
siswa yang mendapat perlakuan dan di validasi menggunakan anates. Ketuntasan siswa
akan diukur dengan menggunakan rata-rata nilai. Siswa yang memiliki diatas rata-rata
dianggap dapat memahami pembelajaran cuaca dengan baik.

Tabel 1: Hasil Evaluasi penerapan model Problem Based Learning (PBL) untuk
meningkatkan kemampuan berpikir kritis

No. Keterangan Jumlah


1 Tuntas 27 Siswa
2 Tidak Tuntas 4 Siswa

Berdasarkan pada perhitungan tabel di atas nilai tes akhir terlihat bahwa nilai tertinggi
adalah 90, dan nilai terendah adalah 50 dan nilai rata-rata keseluruhan siswa adalah
76,12. Dapat kita lihat bahwa siswa yang tidak tuntas dalam pembelajaran cuaca ada 4
orang yaitu N.S.R, D.P.A, N.A.F, R
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan peneliti pada siswa kelas IV di
salah satu SD Bandung Barat, tingkat kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal
dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berada pada
kategori baik dengan perolehan rata-rata siswa 76,12%. Karena dengan menggunakan
model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dapat mengembangkan cara belajar
aktif dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan
mudah diingat oleh siswa. Melalui belajar penemuan, siswa juga dapat belajar berpikir
analisis dan mencoba memecahkan masalah yang dihadapinya sehingga dapat
menambah minat belajar terutama dalam pembelajaran cuaca. Berbeda dengan hasil
yang sebelum menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) siswa
hanya memperoleh rata-rata nilai 65%. Dikarenakan model pembelajaran yang
digunakan yaitu ceramah sehingga membuat kemampuan berpikir kritis dalam
mengikuti pembelajaran kurang. Berbeda dengan menggunakan model pembelajaran
Problem Based Learning (PBL) yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis.
Perbedaan antara tingkat kemampuan siswa sebelum menggunakan model pembelajaran
Problem Based Learning (PBL) dengan sesudah menggunakan model pembelajaran
Problem Based Learning (PBL) dapat peneliti buktikan dengan bertambahnya nilai rata-
rata siswa sebesar 11,12%.
COLLAS Journal of Elementary Education
Volume XXX Number XXX, Bulan,Tahun
E-ISSN: 2614-4093
P-ISSN: 2614-4085
Creative of Learning Students Elementary Education
E
DAFTAR PUSTAKA
Arifin, Mulyani. 2010. Ilmu Pengetahuan Alam Pusat Perbukuan Departemen
Pendidikan Nasional
Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian Jakarta: PT Rineka Cipta.
Ardiyanti, F. (2013). Pengaruh model pembelajaran berbasis fenomena untuk
meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa sekolah dasar. Kaunia Jurnal Sains
dan Teknologi, 9(2), 27-33.
Haryanto, 2012. Sains untuk SD/MI Kelas III Jakarta: Erlangga
Hosnan,M. 2014. Pendekatan Saintifik dan Kontekstual Dalam Pembelajaran Abad
21. Bogor: Ghalia indonesia.
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, 2013. Materi Pelatihan Guru
Implementasi Kurikulum 2013, Jakarta: Kemendikbud.
Kemendikbud.(2014). Pembelajaran kurikulum nasional. Jakarta: Depdiknas.
Kurniasih, Imas dan Berlin sani. 2014. Implementasi Kurikulum 2013 Konsep dan
Penerapan. Surabaya: Kata Pena.
Novanto, A. E., & Darsinah, D. Implementasi Problem Based Learning pada
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan untuk Penanaman Karakter Peserta Didik
Sekolah Dasar. Al-Fikra: Jurnal Ilmiah Keislaman, 21(1), 70-84.
Rahmadani, N., & Anugraheni, I. (2017). Peningkatan aktivitas belajar matematika melalui
pendekatan problem based learning bagi siswa kelas 4 SD. Scholaria: Jurnal Pendidikan Dan
Kebudayaan, 7(3), 241-250.

Suprihatiningrum, Jamil. 2014. Strategi Pembelajaran. Yogyakarta: Ar-Ruzz


Media.
Syamsuddin. 2012. Metodologi Penelitian Pendidikan Bahasa Bandung: Sekolah
Pascasarjana Universitas Pendidikan Terbuka.
Wisudawati dan Sulistyowati, Eka. 2014. Metodologi Pembelajaran IPA. Jakarta: Bumi
Aksa
COLLAS Journal of Elementary Education
Volume XXX Number XXX, Bulan,Tahun
E-ISSN: 2614-4093
P-ISSN: 2614-4085
Creative of Learning Students Elementary Education
E

Anda mungkin juga menyukai