LEMBAR TUGAS WARTAWAN
Nama Peserta : ..............................
Media : ..............................
Tanggal : ..............................
Tempat : ..............................
MEMAHAMI DAN MELAKSANAKAN KEJ, UU PERS, PPRA
DAN UU SERTA PERATURAN PERUNDANGAN TERKAIT PERS
1. Media pers ialah media berbadan hukum dengan berdasarkan
Undang Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, dengan
terikat pada Kode Etik Jurnalistik dan Kode Perilaku Wartawan.
Sedangkan Media non-pers atau media sosial ialah media dengan
menyampaikan informasi berdasarkan UU ITE dan peraturan
perundangan terkait jika melakukan pelanggaran atau
menyiarkan informasi.
2. Wartawan independen ialah wartawan yang bekerja berdasarkan
data, fakta, dan hasil melakukan liputan di lapangan dengan
mengedepankan hati nurani dan KEJ dalam menulis berita, tanpa
ada intervensi dari siapa pun termasuk pimpinan perusahaan
pers.
3. Asas praduga tidak bersalah adalah cara wartawan menulis
berita dan menyiarkan berita berkaitan dengan kasus kriminal
dan pelanggaran lain dengan tidak menghakimi ketika belum
divonis di peradilan. Dengan menyebutkan pelaku yang belum
terbukti sebagai terduga atas tuduhan yang dilakukan.
4. Pedoman Pemberitaan Ramah Anak ialah menulis anak sebelum
usia 18 tahun sebagai pelaku, saksi, korban dan lainnya tidak
menulis identitas dan alamat juga kata serta kalimat yang
mengungkapkan atas pelanggaran itu.
5. Dst .......
Analisa Berita. Berita sebagaimana soal pada bagian dari modul
belum sempurna atau masih memerlukan perbaikan dan menghilangkan
kesalahan atau pelanggaran dalam penulisan karya jurnalistik .
Alinea satu .... dst
Merencanakan/Mengusulkan Liputan
Tema : Metro atau Ibukota
Topik : Kenaikan Harga Bahan Pokok
Acuan/Dasar/Alasan : Kenaikan bahan bakar minyak (BBM) sejumlah harga bahan pokok
naik
Sudut pandang (angle) : Beras naik, ayam naik, telur naik, tempe dan tahu naik.
Sumber (narasumber) : 1. Pembeli
2. Pedagang
3. Produsen
Daftar pertanyaan : 1. Mengapa harga bahan kebutuhan pokok naik?
2. Rata-rata naik berapa persen?
3. Apakah daya beli menurun?
Rencana biaya : Tugas rutin di dalam kota sehingga tidak ada biaya
Tema : Hukum Kriminal
Topik : Kejahatan dan Perampokan Meningkat
Acuan/Dasar/Alasan : Berbagai modus perampokan di berbagai daerah.
Sudut pandang (angle) : perampoka pom bensin, indomerat atau Alfamaret, toko kelonmtong,
dll.
Sumber (narasumber) : 1. Korban
2. Kepolisian
3. Pengamat dari kampus
4. Wakil Rakyat
Daftar pertanyaan : 1. Mengapa kejahatan dan parampokan serta penjamberatan meningkat?
2. Faktor apa yang membuat kejahatan meningkat?
3. Apakah karena pengangguran meningkat atau karena sebab lain?
Rencana biaya : 1. ke beberapa tempat perampokan Rp 1.000.000,00
2. Biaya tak terduga Rp 500.000,00
RAPAT REDAKSI
Hasil Kooridnasi
1. Memperkuat tema
2. Lebih Memfokuskan Sudut pandang (angle)
3. Menambah narasumber terkait
4. Penugaskan wartawan sesuai dengan kemampuan
5. Menerima Hasil Evaluasi dan Memperbaiki
6. Melaksanakan Rencana Kerja
7. Menyesuaikan Jadwal wawancara narasumber
8. Menambah Daftar pertanyaan
9. Menyesuaikan Biaya Liputan
10.Koordinasi dengan Redaktur Lain dan Wartawan Lain :
Berita terbaik
MISALNYA :
1. Kenaikan Harga Bahan Kebutuhan Pokok
2. Demo Kenaikan Harga Bahan Kebutuhan Pokok
3. Kejahatan Perampokan Meningkat
4. Kecelakaan Memakan Korban
5. Persebaya Jeblok
6. UMKM Dapat Dukungan
MISALNYA
Tema : Hukum Kriminal
Topik : Kejahatan dan Perampokan Meningkat
Acuan/Dasar/Alasan : Berbagai modus perampokan di berbagai daerah.
Sudut pandang (angle) : perampoka pom bensin, indomerat atau Alfamaret, toko kelonmtong,
dll.
Menentukan lokasi yang pernah dirampok atau kejahatan sejenis
Sumber (narasumber) : 1. Korban
2. Kepolisian
3. Pengamat dari kampus
4. Wakil Rakyat
Nara sumber ditambah ke pelaku yang tertangkap dengan bantuan pihak Kepolisian
Menambah narasumber pengamat hukum dan kriminal
Daftar pertanyaan : 1. Mengapa kejahatan dan parampokan serta penjamberatan meningkat?
2. Faktor apa yang membuat kejahatan meningkat?
3. Apakah karena pengangguran meningkat atau karena sebab lain?
Rencana biaya : 1. ke beberapa tempat perampokan Rp 1.000.000,00
2. Biaya tak terduga Rp 500.000,00
3. Tambahan biaya konfirmasi Rp 500.000,00
Mencari Bahan Liputan/Acara Terjadual/Konferensi Pers
1. Hadir pada Acara Jumpa Pers
1. Berpakaian rapi dan sopan
2. Datang tepat waktu (sebelum acara dimulai, mempelajari suasana dan sikon)
3. Menyiapkan peralatan yang dibutuhkan
4. Mengumpulan Informasi
5. Mencatat nama lengkap (sesuai) narsum, no telp, memfoto, merekam, dll
6. Memastikan mencatat dengan benar narasumber dan bahan liputan.
7. Menyiapkan daftar pertanyaan sesuai dengan materi jumpa pers
8. Menyiapkan pertanyaan umpan balik (apabila diperlukan)
9. Mengakhiri Liputan
10. Menyiapkan pertanyaan umpan balik dari penanya lain (apabila diperlukan)
11. Aktif, sistematis, efesien.
12. Mempunyai bahan informasi yang cukup untuk membuat berita.
13. Menyelaraskan bahasa
14. Menyelaraskan pernyataan-pernyataan yang multitafsir
15. Menyiapkan data pendukung (data perpustakaan, data di media, atau data lain)
Nama narasumber :
Jabatan :
Masalah/Bahan Berita :
Tempat Acara :
Hari dan Tanggal :
Bagaimana Perkembangan :
Wawancara Cegat
Nama narasumber :
Jabatan :
Masalah/Bahan Berita :
Tempat Acara :
Hari dan Tanggal :
Bagaimana Perkembangan :
1. Materi dan Daftar Tanya Jawab
2. Sebutkan siapa saja yang tanya dan jawabannya.
MEMBANGUN JEJARING
1. Membangun Jejaring dan Memanfaatkannya (Membina Relasi Dibuktikan)
a. Mempunyai data base kontak dengan narasumber secara periodik (telepon,
kunjungan,pertemuan)
b. Mempunyai alamat kontak narasumber dan menyimpannya secara sistemats
c. Mampu memanfaatkan sarana teknologi untuk mendukung sistem bank data2.
2. Memanfaatkan Akses (40)
a. Memastkan narasumber dapat dihubungi sewaktu-waktu diperlukan.
b. Memiliki nomor telepon alternatve atau staf dibawahnya.
3. Menambah Kontak Baru dan Memperbaruhi Database Alamat Kontak (20)
a. Senantasa mengikut perkembangan / posisi narasumber (promosi, pindah /mutasi)
b. Membina kontak dan silaturahmi dengan narasumber baru (pejabat baru)
c. Meminta informasi kepada rekan lain yang memilki nomor kontak alternatve narasumber.
DAFTAR NARASUMBER
No Nama Jabatan No Telp/HP Alamat Keterangan
1
2
3
*) DILANJUTKAN MINIMAL 20 DAFTAR NAMA NARASUMBER
*) DILENGKAPI BIODATA SINGKAT MINIMAL 3 NARASUMBER
MENULIS BERITA
1. Menentukan Berita sesuai dengan Katagori/Rubrik Media/Perusahaan (30)
a. Memastikan berita yang akan dibuat memiliki kesesuaian bahan dan
rubrik/program medianya.
b. Memastikan masalah utama menjadi bahan berita sedangkan masalah
sampingan bisa menjadi berita pendamping / bahan pelengkap.
2. Menyusun Komposisi Berita (40)
a. Mengikuti kaidah jurnalistik (5 W dan 1 H, piramida terbaik)
b. Menggunakan bahasa sesuai ragam media (tulis, tutur).
c. Mengoperasikan alat kerja untuk mengetk dan manulis berita (memakai komputer,
akses bank data, telepon selular) serta kerjasama dengan teknisi.
3. Memeriksa Akurasi, Menepati Tenggat Waktu (20)
a. Memeriksa akurasi data dan fakta (kebenaran dan kelengkapan)
b. Memeriksa kesalahan ketk,salah ejaan
c. Bekerja sesuai dengan jadual dan tenggat yang ditetapkan (mampu bekerja di
bawah tekanan)
4. Menerapkan KEJ (10)
Menyelaraskan dengan kode etk Jurnalistk (penulisan nama korban,
terdakwa, anak di bawah umur, data of the record,pencemaran nama
baik).
Struktur Berita : Piramid Terbalik
Jumlah kata : 100 kata (minimal)
KONSTRUKSI BERITA
1. Judul
2. Lead / Teras Berita
3. Tubuh Berita
4. 5 W + 1 H
5. Struktur, Bahasa, dan Kebenaran kata dan ejaan
MISALNYA :
OKK PWI Jatim Tingkatkan Profesi Wartawan
Surabaya, SKKMigas.com – Pelaksanaan Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) yang
sudah tiga kali diselenggarakan Persatuan Wartawan Indonesia Jawa Timur bersama PWI
Kabupataen dan Kota juga Dinas Komindo Pemerintah Provinsi Jawa Timur, telah mampu
meningkatkan profesi wartawan.
Menurut Mahmud Suhermono, Wakil Ketua PWI Jatim bidang Organisasi bahwa peningkatan profesi
wartawan itu, karena peserta OKK jika sebelumnya masih kurang memahami dan mengerati secara
sempurna Kode Etik Jurnalistik dan Kode Perilaku Wartawan, maka dengan diberi pembekalan dan
diskusi pada OKK melalui tanya jawab, pengetahuan tentang kewartawanan dan organisasi semakin
baik.
“Dalam hal organisasi kami menjelaskan dengan detail Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah
Tangga (PD PRT) PWI hasil Kongres 2018 di Solo, juga beberapa hal berkaitan dengan ketaatan
dalamn berorganisasi,” kata Mahmud di Aula PWI Jatim, Selasa (27/9/2022).
Selain itu, lanjut Mahmud, peserta OKK juga disegarkan dengan materi UU pers, Undang Undang
Sistem Peradilan Anak dan PPRA, PPMS, jugq perkembangan media pers dan media nonpers di era
digital.
“Pemetari atau narasumber secara bersama-sama saling melengkapi PD PRT, KEJ, KPW, UU Pers dan
UU terkait sekaligus penulisan berita ditekankan pada materi UKW,’ tandasnya.
MENYUNTING BERITA SENDIRI
1. Nilai Berita (Menentukan Kelayakan Berita) --- (25)
a. Menilai kelayakan berita sesuai visi dan misi lembaga / media
b. Mempertimbangkan nilai berita layak siar, kelengkapan informasi, aktualitas, dan
kontekstualita berita
2. Narasumber (Memeriksa Kompetensi Narasumber) ---- (15)
a. Menilai apakah narasumber yang dipilih sudah tepat.
b. Menilaia apakah narasumber cukup jumlahnya/berimbang dan menyeluruh (cover all
sides, semua pihak)
3. Format Berita/Struktur Berita (Sesuai Keidah Jurnalistik dan KEJ) --- (25)
a. Memeriksa 5 W plus 1 H
b. Memeriksa struktur, judul, teras dan tubuh berita.
c. Memeriksa susunan piramida terbalik.
d. Memeriksa keselarasan dengan KEJ.
4. Pengayaan (Menambah Informasi Baru) --- (5)
Menambah data dengan mencari sumber lain.
5. Mengelola Bahasa (Struktur Bahasa Diperiksa) --- (15)
a. Menggunakan bahasa yang baik dan benar serta konsisten (Indonesia, daerah, Inggris—
sesuai bahasa yang digunakan media penyuntng)
b. Memperbaiki Logika bahasa dan rasa bahasa.
c. Memeriksa penggunaan gaya bahasa komunikatf (media umum, anak, perempuan,
ekonomi,teknis tertentu).
d. Memeriksa etka berbahasa (hirarki, penghalusan, tdak bias).
e. Menerapkan ekonomis bahasa
6. Menetapkan akurasi informasi
MISALNYA :
OKK PWI Jatim Tingkatkan Profesi Wartawan
Surabaya, SKKMigas.com – Pelaksanaan Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) yang
diselenggarakan Persatuan Wartawan Indonesia Jawa Timur bersama Dinas Komindo Pemerintah
Provinsi Jawa Timur, telah mampu meningkatkan profesi wartawan. Hal terungkap hasil evaluasi
dari peserta.
Menurut Mahmud Suhermono, Wakil Ketua PWI Jatim bidang Organisasi karena terbukti sangat
bermanfaat, maka PWI Malang Raya dan PWI Kabupaten Tuban telah menggelar OKK dengan
banyak melakukan diskusi kasus-kasus yang berkembang di daerah.
Mahmud menjelaskan adanya peningkatan profesi wartawan itu, karena peserta OKK jika
sebelumnya masih kurang memahami dan mengerati secara sempurna Kode Etik Jurnalistik dan
Kode Perilaku Wartawan, maka dengan diberi pembekalan dan diskusi pada OKK melalui tanya
jawab, pengetahuan tentang kewartawanan dan organisasi semakin baik.
“Dalam hal organisasi kami menjelaskan dengan detail Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah
Tangga (PD PRT) PWI hasil Kongres 2018 di Solo, juga beberapa hal berkaitan dengan ketaatan
dalamn berorganisasi,” kata Mahmud di Aula PWI Jatim, Selasa (27/9/2022).
Selain itu, lanjut Mahmud, peserta OKK juga disegarkan dengan materi UU pers, Undang Undang
Sistem Peradilan Anak dan PPRA, PPMS, jugq perkembangan media pers dan media nonpers di era
digital.
“Pemetari atau narasumber secara bersama-sama saling melengkapi PD PRT, KEJ, KPW, UU Pers dan
UU terkait sekaligus penulisan berita ditekankan pada materi UKW,’ tandasnya.
Wawancara Tatap Muka
1. Melakukan Pertemuasn
2. Berpakaian rapi dan sopan, sesuai kondisi serta percaya diri.
3. Memberikan salam
4. Mengenal diri dan Menyampaikan maksud dan tujuan wawancara
5. Menyiapkan peralatan yang dibutuhkan
6. Mencatat nama lengkap (sesuai) narsum, no telp, memfoto, merekam, dll
7. Menyiapkan daftar pertanyaan sesuai kapasitas narasumber
8. TAHAPAN Menyiapkan pertanyaan umpan balik (apabila diperlukan)
9. Mengamati gerak gerik, kebiasaan, dan karakter narasumber,
10. Menanyakan hobi atau kebiasaan narasumber sebagai pemanis tulisan
11. Mengkonfirmasi dan verifikasi informasi dan data narasumber
12. Meminta kesediaan narasumber untuk menjadi mitra kerja selanjutnya
MISALNYA :
1. Melakukan tahapan wawancara tatap muka
2. Membuat janji, datang mengetuk pintu dan mengucapkan salam.
3. Menunjukkan ID Card.
4. Menyampaikan maksud dan tujuan wawancara
5. Memohon untuk foto atau merekam.
6. Meminta ejaan nama dan gelar yang benatr juga panggilan akrab.
7. Materi pokok wawancara dengan Bupati ialah :
a.
b.
c.
8. Menanyakan kalimat dan kata yang membutuhkan penjelasan dan
penegasan.
9. Memastikan informasi yang off the record
10. Mengakhiri wawancara dan meminta telp atau yang bisa dihubungi untuk
konfirmasi tambahan atau lainnya.
11. Mengakhiri wawancara dengan pamit dan meminta sewaktu waktu bisa
berkomunikasi.