Jurnal Baru 01
Jurnal Baru 01
Abstract
Job satisfaction factors have a positive effect on the success of the company's performance. Job
satisfaction perceived employee with income acceptance or improvement of welfare as well as
guaranteed career ladder in company make employee PT. Mitramas always feel calm in
working. With job satisfaction felt by PT. Mitramas Anchor Laksana will always perform the job
according to standard procedure. This research is quantitative research with descriptive design
which aims to know the factors in transformational leadership type that influence the
performance and job satisfaction of employee by using Structural Equation Modeling method.
The results showed that transformational leadership affect the performance of employees
positively either directly or indirectly with mediation mediation of job satisfaction. In addition in
this study proved significantly that job satisfaction affects employee performance.
Abstrak
Faktor Kepuasan kerja sangat berpengaruh secara positif terhadap penciptaan keberhasilan
Kinerja perusahaan. Kepuasan kerja karyawan yang dirasakan dengan penerimaan pendapatan
ataupun peningkatan kesejahteraan serta terjaminnya jenjang karir didalam perusahaan
membuat karyawan PT. Mitramas selalu merasakan ketenangan dalam bekerja. Dengan
kepuasan kerja yang dirasakan karyawan PT. Mitramas Jangkar Laksana akan selalu
melaksankan pekerjaan sesuai standart prosedur. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif
dengan desain diskriptif yang bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor pada tipe kepemimpinan
transformasional yang mempengaruhi kinerja dan kepuasan kerja karyawan dengan
menggunakan metode Structural Equation Modeling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
kepemimpinan transformasional mempengaruhi kinerja karyawan secara positif baik secara
langsung maupun tidak langsung dengan perantara mediasi kepuasan kerja. Selain itu dalam
penelitian ini terbukti secara signifikan bahwa kepuasan kerja berpengaruh terhadap kinerja
karyawan.
upaya untuk memberikan rasa kenyamanan, rasa dalam menyelesaikan masalah antara pimpinan
kemananan, rasa betah tinggal di apartemen dengan bawahan serta adanya jaminan kepastian
tersebut serta memberikan image positif untuk peningkatan kesejahteraan karyawan
terhadap keberadaan apartemen tersebut, serta sehingga dapat tercapai kinerja karyawan yang
yang tidak kalah pentingnya adalah untuk tinggi.
menjaga nilai investasi pemilik apartemen. Untuk
meningkatkan kinerja karyawan salah satu faktor Kepemimpinan Transformasional
yang berpengaruh adalah faktor kepuasan kerja. Kepemimpinan dapat diartikan sebagai
Sehingga untuk mengoptimalkan kepuasan kerja kemampuan untuk mempengaruhi dan
harus tercipta kesejahteraan karyawan baik menggerakkan orang lain untuk mencapai tujuan
berupa peningkatan gaji, promosi, karir, dan (Sutikno, 2014). Menurut (Saebeni, 2012).
kondisi lingkungan kerja yang nyaman dalam Kepemimpinan adalah kecakapan atau
perusahaan. Keadaan ini akan membawa kemampuan seseorang untuk mempengaruhi
dampak terhadap perasaan sikap senang atau orang lain agar melakukan pekerjaan sesuai
tidak senang karyawan terhapap kondisi dengan tujuan yang ingin dicapai. Sedangkan
perusahaan hal ini disebut sebagai kepuasan kepemimpinan transformasional menurut Kottler
kerja karyawan. Agar membawa dampak yang dan Pankowski dalam (Maulana, 2012) diartikan
baik terhadap kinerja maka kepuasan kerja harus sebagai proses penginspirasian perubahan dan
selalu mendapat perhatian yang lebih dari pemberdayaan bawahan untuk mencapai tujuan
pimpinan perusahaanan. yang tinggi, untuk memperbaiki diri dan
Selain faktor kepuasan kerja faktor meningkatkan proses organisasi. Sedangkan
kepemimpinan juga merupakan salah satu faktor menurut (Antonakis et al., 2003) mendefinisikan
yang mempengaruhi kinerja karyawan. Suatu kepemimpinan transformasional sebagai sebuah
perusahaan jasa pengelolaan gedung juga perilaku yang bersifat proaktif, meningkatkan
memerlukan seorang pemimpin yang perhatian atas kepentingan bersama kepada para
menginspirasi perubahan dan pemberdayaan pengikut, dan membantu para pengikut
bawahan untuk mencapai tujuan yang tinggi, mencapai tujuan pada tingkatan yang paling
untuk memperbaiki diri dan meningkatkan proses tinggi.
organisasi atau perusahaan. Kepemimpinan Menurut (Rivai, 2008) fungsi
seperti ini disebut dengan kepemimpinan kepemimpinan memiliki dua dimensi yaitu
transformasional. dimensi yang berkenan dengan tingkat
Dengan kepemimpinan transformasional kemampuan mengarahkan (direction) dalam
maka tidak ada jarak hubungan antara pemimpin tindakan atau aktivitas pemimpin serta dimensi
dengan bawahan, pemimpin akan selalu yang berkenaan dengan tingkat dukungan
mendengarkan masukan dari bawahan sehingga (support) atau kerlibatan orang-orang yang
akan tercipta kepemimpinan yang efektif. dipimpin dalam melaksanakan tugas-tugas pokok
Kepemimpinan yang efektif dalam mengelola kelompok atau organisasi. Karakter pemimpin
sumber daya manusia dalam suatu unit kerja yang disukai bawahan yaitu sifat pemimpin yang
akan berpengaruh pada perilaku kerja yang memperhatikan tugas bawahan misalnya
diindikasikan dengan meningkatnya kinerja perhatian pimpinan akan menambah motivasi
individu dan kinerja unit itu sendiri, yang pada dan kepuasan bawahan, selain itu sistem
akhirnya akan mempengaruhi kinerja perusahaan wewenang formal organisasi yang menjelaskan
secara keseluruhan tindakan mana yang disetujui dan tidak disetujui
Kinerja karyawan pada suatu perusahaan oleh pemimpin serta kesuksesan dan kegagalan
jasa khususnya dalam pengelolaan gedung suatu organisasi selalu dihubungkan dengan
memiliki peran yang penting dalam menentukan kepemimpinan. Secara umum fungsi pemimpin
maju mundurnya operasional perusahaan secara adalah memudahkan pencapaian.
keseluruhan. Oleh karena itu diperlukan adanya
koordinasi dan kerja sama, persamaan persepsi
Naiding Yang dan Cuixia Huang berpikir bahwa adalah suatu seni mengarahkan segala sumber
kepuasan merupakan sebuah konsep yang relatif daya yang dimiliki dalam upaya mencapai
sehingga tidak ada kriteria mutlak, akan tetapi tujuan dengan setrategi yang disesuaikan
sebagian besar disebabkan oleh kesenjangan dengan kondisi lingkungan.
antara harapan pribadi dengan prestasi Menurut (Wibowo, 2009) kepemimpinan
sesungguhnya. Harapan ini tersusun atas berpengaruh positif kuat terhadap kinerja,
berbagai aspek termasuk remunerasi dan juga berpengaruh signifikan terhadap learning
lingkungan kerja. organisasi. Temuan ini memberikan indikasi
Kepuasan karyawan merupakan sebuah bahwa gaya kepemimpinan seorang
faktor pemotivasi yang penting dalam kinerja pemimpin sangat berpengaruh terhadap
karyawan, dan pada tinjauan pustaka yang kinerja bawahannya, di samping itu untuk
relevan, kita dapat melihat bahwa kepemimpinan mendapatkan kinerja yang baik diperlukan juga
merupakan sebuah variabel yang penting bagi adanya pemberian pembelajaran terhadap
kepuasan karyawan. Sekarang ini para pemimpin bawahannya.
mencoba untuk membina suatu hubungan yang Penelitian dari (Khoirusmadi, 2011) mengenai
harmonis antara perilaku kepemimpinan dengan “Analisis Pengaruh Kepemimpinan
kepuasan karyawan. Transformasional Terhadap Kinerja Pegawai
Dengan menggunakan perilaku kepemim- Dengan Budaya Organisasi Sebagai Variabel
pinan sebagai variabel bebas, di mana Intervening” menyimpulkan bahwa
kepemimpinan transformasional dianggap kepemimpinan transformasional berpengaruh
sebagai gaya kepemimpinan untuk meningkatkan positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai ini
kepuasan karyawan. Beckeley berpikir bahwa membuktikan bahwa secara empiris
kepemimpinan transformasional memainkan kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan
dampak positif terhadap kepuasan karyawan. terhadap kinerja karyawan. Atas dasar hal-hal di
Meskipun dalam proses praktek dibandingkan atas, maka kemudian dapat diajukan hipotesis
dengan kepemimpinan transformasional, perilaku kedua : H2 : Kepemimpinan transformasional
kepemimpinan memberikan perhatian yang lebih akan meningkatkan kinerja karyawan
besar kepada perkembangan fisik dan mental Kepuasan kerja merupakan pemrediksi
karyawan dan menularkan pengalaman kinerja karena kepuasan kerja mempunyai
psikologis yang lebih nyaman kepada karyawan, korelasi moderat dengan kinerja. Pekerja yang
yang tentu saja membawa lebih banyak puas melakukan pekerjaan lebih baik dalam
kepuasan bagi para karyawan. Atas dasar hal-hal memenuhi kewajiban seperti tertuang dalam
di atas, maka kemudian dapat diajukan hipotesis deskripsi pekerjaan. Kenyataan menganjurkan
pertama: H1: Kepemimpinan transformational bahwa perasaan positif mendorong kreativitas,
berpengaruh terhadap kepuasan kerja. memperbaiki pemecahan masalah dan
Pemimpin mempunyai tanggung jawab pengambilan keputusan, dan meningkatkan
menciptakan kondisi yang merangsang memori dan menarik berbagai macam informasi
karyawan agar dapat mencapai tujuan yang tertentu. Kepuasan kerja mempunyai pengaruh
ditentukan. kepemimpinan menjadi cermin positif moderat pada kinerja, orang yang
kemampuan seseorang dalam mempunyai tingkat kepuasan kerja lebih tinggi
mempengaruhi individu atau kelompok. cenderung mempunyai tingkat kinerja lebih
Seorang pemimpin harus mampu menjaga tinggi, tingkat citizhen behavior lebih tinggi dan
keselarasan antara pemenuhan kebutuhan tingkat perilaku kontra produktif lebih rendah
individu dengan pengarahan individu pada tujuan (Colquit, Lepine, Wesson dalam Wibowo, 2013).
organisasi. Kepemimpinan dalam perusahaan Demikian juga dengan penelitian yang
merupakan hal penting dalam sebuah era dilakukan oleh Hilatunnisa dengan judul
organisasi modern yang menghendaki adanya “Pengaruh kepemimpinan Dan Tuntutan Tugas
demokratisasi dalam pelaksanaan kerja dan Melalui Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja
kepemimpinan perusahaan. Kepemimpinan Pegawai Di Tiga Puskesmas Perawatan
Dalam penelitian ini, terdapat tiga hipotesis tidak berada di lapangan. Hal ini menunjukkan
yang diuji, dan berdasarkan hasil pengujian, bahwa hasil penelitian terdapat pengaruh positif
diperoleh kesimpulan bahwa ketiga hipotesis secara langsung antara kepemimpinan
tersebut didukung oleh data. transformsional terhadap kepuasan kerja, karena
perusahaan mampu memenuhi sebagian besar
Hasil dan Pembahasan kebutuhan dasar individu yang bersangkutan.
Berikut ini merupakan pembahasan dari Terdapat pengaruh positif antara
hasil penelitian yang telah dilakukan proses uji kepemimpinan transformasional terhadap
hipotesis dan pengolahan data menggunakan kinerja. Kepemimpinan transformasional mempe-
analisis SEM. Adapun pembahasan penelitian ngaruhi kinerja karyawan secara langsung, hal
adalah sebagai berikut ini: itu dapat dilihat antara lain : adanya sikap
Terdapat pengaruh positif antara keterbukaan direksi untuk selalu mengajak
kepemimpinan transformasional terhadap karyawan bekerjasama didalam mencari solusi
kepuasan kerja karyawan. Hal ini menunjukan penyelesaian suatu masalah. Direksi selalu
bahwa kepuasan kerja dipengaruhi oleh memberikan kesempatan kepada bawahan untuk
kepemimpinan secara langsung, kita tahu bahwa memberikan masukan, sehingga karyawan
penyebab karyawan merasa puas dengan merasa diperhatikan dan diperlakukan secara
pekerjaannya adalah salah satunya dari diri profesional.
seorang direksi. Direksi selalu memberikan dorongan
Direksi sebagai pimpinan PT. Mitramas kepada setiap karyawan untuk bekerja dengan
Jangkar Laksana telah menyiapkan kebijakan baik dan benar, memberikan motivasi dengan
beserta aturan prosedur sebagai pendukung penjelasan secara nyata misalnya bahwa hasil
untuk menjalakan operasional perusahaan. Hal pekerjaan seorang karyawan tentunya akan
ini tentunya juga menyangkut mengenai gaji, dilihat dan dinilai oleh atasan, sehingga akan
karir dan promosi bagi karyawan suatu memberikan dampak yang menguntungkan bagi
perusahaan jasa pengelolaan. Pimpinan dalam karyawan apabila karyawan bekerja dengan
hal ini adalah direksi selalu melaksankan benar, misal adanya bonus bagi karyawan yang
kebijakan yang telah dibuat oleh perusahaan dapat menyelesaikan pekerjaan diatas rata-rata,
baik itu mengenai gaji yang sesuai dengan penambahan insentif bagi karyawan yang
ketentuan yang telah ditetapkan oleh undang- bekerja memenuhi target.
undang ketenagakerjaan ataupun promosi karir Dengan demikian kondisi hubungan
bagi karyawan yang mempunyai prestasi. antara pimpinan dengan bawahan yang baik
Dengan melihat kondisi ini karyawan PT. akan membawa gairah kerja bagi karyawan.
Mitramas merasa puas dengan kondisi pekerjaan Keterbukaan direksi dalam menjalin hubungan
yang ada serta merasa puas dengan pendapatan kerjasama dengan karyawan, sikap saling
yang diterima. Karyawan juga merasa nyaman menghargai dan menghormati, serta sikap
dengan kondisi hubungan yang dijalin diantara perhatian direksi terhadap karyawan tentunya
karyawan PT. Mitramas Jangkar Laksana. Ini akan membawa dampak perubahan yang baik
terwujud dengan adanya sosok kepemimpinan dalam kinerja karyawan untuk menyelesaikan
yang bisa mengarahkan dan mengatur serta pekerjaannya.
mengontrol operasional perusahaan secara Direksi juga mendorong karyawan untuk
umum. Bentuk pengawasan yang tidak kaku menuangkan ide dan gagasannya serta
adalah sebagai bukti bahwa direksi melakukan kebebasan dalam melaksankan pekerjaan dan
pengawasan dengan memberikan kebebasan dalam memecahkan masalah pekerjaan namun
yang bertanggung jawab. Artinya bahwa tetap berada dalam batasan aturan-aturan
pelaksanaan pekerjaan oleh karyawan harus standart prosedur yang telah ditetapkan
dilaksankan berdasarkan prosedur-prosedur yang perusahaan. Direksi selalu memberikan arahan
sudah ditentukan meskipun seorang pemimpin untuk kemajuan karyawan sehingga kwalitas
hasil pekerjaanya akan memuaskan bagi secara langsung dan tidak langsung (Dahlan,
perusahaan. Sikap seorang direksi sebagai 2014). Analisa variabel mediasi dapat dilakukan
pimpinan tentu akan menjadi panutan bagi melalui dua pendekatan, yaitu: selisih koefisien
karyawannya, hal ini tentunya direksi dan perkalian. Pendekatan pertama dilakukan
mempunyai kemauan sebagai pribadi untuk dengan cara melakukan pemeriksaan melalui
bersikap bertanggung jawab, tegas, tanggap analisa dengan dan tanpa variabel mediasi,
dalam mengambil keputusan dan mempunyai sedangkan metode kedua dilakukan dengan
perhatian secara serius mengenai kondisi menggunakan prosedur Sobel (Hair et al., 2008 ;
karyawannya. Kepemimpinan seperti inilah yang Solimun, 2011). Melalui metode perkalian
kita kenal dengan gaya kepemimpinan koefisien, hasil pengujian hipotesis penelitian
transformational, yang akan memberikan menunjukkan adanya pengaruh variabel mediasi
perubahaan yang lebih sempurna bagi karyawan. kepuasan kerja antara variabel kepemimpinan
Terdapat pengaruh positif antara transformasional dan kinerja. Variabel mediasi
kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan. Hal kepuasan kerja digunakan untuk menjembatani
ini bisa dilihat dari hasil pekerjaan yang telah hubungan antara kepemimpinan transforma-
diselesaikan. Dengan penyelesaian pekerjaan sional dan kinerja.
yang sesuai dengan target waktu yang Berdasarkan hasil pengujian selisih
ditentukan serta sesuai dengan prosedur koefisien terhadap model penelitian (Tabel 4.5)
pekerjaan menunjukan bahwa kinerja karyawan terlihat bahwa kepemimpinan transformasional
PT. Mitramas Jangkar Laksana berjalan dengan tidak berpengaruh langsung terhadap kinerja,
baik. Kondisi karyawan yang berhubungan dengan nilai t = 63,1 (>1,96). Sehingga harus
dengan kesejahteraan telah dipenuhi dengan dimediasi oleh kepuasan kerja. Kepemimpinan
baik oleh PT. Mitramas Jangkar Laksana. Gaji, transformasional berpengaruh langsung terhadap
THR, Bonus dan insentif bagi karyawan yang kinerja dengan nilai t = 2,59 (>1,96) sehingga
mempunyai prestasi kerja akan diberikan sesuai dapat disimpulkan bahwa kepuasan kerja
kebijakan yang berlaku di PT. Mitramas Jangkar memediasi hubungan antara kepemimpinan
Laksanana. transformasional terhadap kinerja karyawan.
Sesuai hasil penelitian maka karyawan
PT. Mitramas Jangkar Laksana menyatakan Kesimpulan
bahwa mereka telah mendapatkankan hak sesuai Penelitian ini menguji pengaruh
dengan kebijakan perusahaan serta sesuai kepemimpinan transformasional terhadap kinerja
dengan peraturan perundangan yang berlaku, karyawan PT. Mitramas Jangkar Laksana.
sehingga tidak ada alasan bagi karyawan PT. Penelitian ini menggunakan analisis Stuctural
Mitramas untuk tidak bekerja secara maksimal. Equation Model (SEM). Hasil yang dapat
Karyawan dengan kesadaran akan melaksanakan disimpulkan dari penelitian ini kepemimpinan
pekerjaan dengan baik tanpa adanya tekanan transformasional pada PT. Mitramas Jangkar
serta tanpa adanya kerisauan mengenai masa Laksana berpengaruh langsung terhadap
depan mereka. Karena pada dasarnya dari segi peningkatan kinerja karyawan, ini bisa dilihat
kesejahteraan, dari segi hubungan antara antara lain peran dari pemimpin yang
karyawan serta dari segi hubungan dengan mempunyai jiwa melayani sehingga akan
atasan semua diperhatikan. menimbulkan rasa hormat serta sikap rasa
percaya dari bawahan terhadap seorang
Analisa Mediasi pimpinan. Kemampuan memberikan semangat
Kepemimpinan transformasional berpe- dalam bekerja juga menjadi harapan tersendiri
ngaruh secara langsung terhadap kinerja dan bagi karyawan untuk meningkatkan kinerjanya.
kepemimpinan transformasional berpengaruh Selain itu adanya gaya kepemimpinan yang
secara tidak langsung terhadap kinerja melalui mampu merangsang bawahan untuk selalu
mediasi kepuasan kerja. Hal ini disebut analisis berinovasi sehingga karyawan selalu mengasah
mediasi parsial karena bisa mempengaruhi diri adalah hal yang menantang diri karyawan
untuk membuktikan bahwa karyawan mampu Hair JF, “Multivariate. Data Analysis Fifth Edition
bekerja dengan baik. Perhatian dari pimpinan PT. USA. Prentice Hall International Inc”.
Mitramas Jangkar Laksana terhadap
perkembangan kemampuan melalui pelatihan Handoko TH. (2002). “Manajemen Sumber Daya
membuktikan bahwa pimpinan ingin karyawan Manusia”, BPFE, Jakarta.
berkembang dan bisa menyelesaikan pekerjaan
sesuai dengan kemampuan yang maksimal. Hasibuan MSP. (2008). “Manjemen Sumber Daya
Kepemimpinan transformasional berpe- Manusia”, PT. Bumi Aksara, Jakarta.
ngaruh terhadap kepuasan kerja karyawan dalam
bekerja. Kebijakan dan peraturan perusahaan Khoirusmadi, A. S. (2011). “Analisa
yang mengatur hak dan kewajiban sesuai Kepemimpinan Transformasional
dengan peraturan perusahaan yang mengatur Terhadap Kinerja Pegawai Dengan
gaji, promosi THR ataupun insentif membuat Budaya Organisasi Sebagai Variabel
karyawan PT. Mitramas Jangkar Laksana selalu Intervening”, Skripsi, Universitas
bekerja secara optimal, ini dikarenakan direksi Diponegoro Semaran.
perusahaan selalu menjalankan kebijakan
perusahaan dengan baik. Hubungan yang baik Locke E A. (1997). “Esensi Kepemimpinan (Terj.
antar karyawan juga menambah faktor kepuasan Aris Ananda)”, Spectrum, Jakarta.
kerja bagi karyawan sehingga karyawan dapat
menjalankan pekerjaannya dengan baik. Selain Lufthans F. (2006). “Perilaku Organisasi”, (alih
itu pengawasan yang dilakukan oleh direksi bahasa VA. Yuwono dkk), Edisi bahasa
ataupun pimpinan perusahaan tidak membuat Indonesia, ANDI, Yogyakarta.
karyawan merasa tertekan sehingga karyawan
bebas bekerja dengan hasil yang baik. Mangkunegara AP. (2011). “Manajemen Sumber
Faktor Kepuasan kerja sangat berpe- Daya Manusia Perusahaan”, PT. Remaja
ngaruh secara positif terhadap penciptaan Rosdakarya Offset, Bandung.
keberhasilan Kinerja perusahaan. Kepuasan kerja
karyawan yang dirasakan dengan penerimaan Mangkuprawira S. (2009). “Bisnis Manajemen
pendapatan ataupun peningkatan kesejahteraan dan Sumber Daya Manusia”, Cetakan
serta terjaminnya jenjang karir didalam Kedua. IPB Press. Bogor.
perusahaan membuat karyawan PT. Mitramas
selalu merasakan ketenangan dalam bekerja. Maulana E. (2012). “Kepemimpinan
Dengan kepuasan kerja yang dirasakan Transformasional Dalam Birokrasi
karyawan PT. Mitramas Jangkar Laksana akan Pemerintahan”, PT. Multicerdas
selalu melaksankan pekerjaan sesuai standart Publishing.
prosedur.
Munandar AS. (2001). “Psikologi Industri dan
Organisasi”, UI Press Jakarta.
Daftar Pustaka
Antonakis J, Avolio BJ, & Sivasubramaniam N. Rivai V. (2008). “Kepemimpinan dan Perilaku
(2003). “Context and leadership: An Organisasi”, Edisi Kedua, Raja Grafindo
examination of the nine-factor full-range Persada, Jakarta.
leadership theory using the Multifactor
Leadership Questionnaire. The Leadership -----------. (2005). “Manajemen Sumber Daya
Quarterly”. Manusia dari Teori ke Praktek”, PT. Raja
Grafindo Persada, Jakarta.
Dachlan U. (2014). “Panduan lengkap Structural
Equation Modeling”, Lentera Ilmu Siagian SP. (2000). “Manajemen Sumber Daya
Semarang. Manusia”, Bumi Aksara, Jakarta.