0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan4 halaman

Tt3 Ham Reyna

Tt 3 ham

Diunggah oleh

candraverdi7
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan4 halaman

Tt3 Ham Reyna

Tt 3 ham

Diunggah oleh

candraverdi7
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Tugas Tutorial 3

Hak Asasi Manusia

Nama : Reyna Aulia Herninda.


NIM : 857986062
UPBJJ : Yogyakarta

1. Hubungan antara hukum dan HAM , dimaksud setiap negara yang menghormati HAM
merupakan negara hukum dalam arti materiil atau substansial. Apa maksudnya? Jelaskan
argumen saudara!
= Negara hukum materiil atau substansial adalah konsep negara hukum yang tidak hanya
fokus pada penerapan hukum secara formal (prosedur dan aturan yang ada), tetapi juga
mempertimbangkan nilai-nilai keadilan, moralitas, dan kesejahteraan masyarakat. Dalam
arti ini, hukum bukan sekadar alat teknis, tetapi juga harus selaras dengan prinsip-prinsip
HAM, seperti keadilan sosial, kebebasan, dan perlindungan hak individu.

❖ Contoh nyata :
➢ Pengadilan HAM
Dalam negara hukum substansial, kejahatan terhadap HAM seperti genosida,
perbudakan, dan diskriminasi serius harus diadili, meskipun pelaku adalah aparat
negara.
➢ Perlindungan Minorita
Negara hukum substansial melindungi hak-hak minoritas, meskipun kelompok
mayoritas memiliki pengaruh lebih besar secara politik.

Negara yang hanya fokus pada formalitas hukum (negara hukum formal) berisiko
mengabaikan keadilan dan HAM. Misalnya, undang-undang yang sah secara prosedur
dapat tetap menindas jika tidak mengindahkan nilai-nilai kemanusiaan. Sebaliknya,
negara hukum materiil memastikan hukum melayani manusia, bukan sebaliknya. Dengan
demikian, penghormatan terhadap HAM adalah salah satu indikator utama keberadaan
negara hukum yang substansial.

2. Dinamika perkembangan HAM baik dalam ranah internasional dan nasional merupakan
perjalanan penting bagaimana HAM ditegakkan dan diterima sebagai perlindungan bagi
setiap individu diseluruh dunia tanpa terkecuali. Jelaskan perkembangan HAM yang anda
ketahui di beberapa negara di dunia!
❖ Eropa
➢ Abad Pertengahan.
HAM di Eropa mulai muncul dalam bentuk perlindungan terhadap kelompok
tertentu, seperti Magna Carta (1215) di Inggris yang membatasi kekuasaan raja
dan menjamin hak-hak tertentu bagi bangsawan.
➢ Era Pencerahan
Pemikiran filsuf seperti John Locke, Jean-Jacques Rousseau, dan Montesquieu
mengemukakan konsep hak alamiah, kebebasan individu, dan pemerintahan
berdasarkan kontrak sosial.
➢ Modernisasi HAM.
Setelah Perang Dunia II, HAM mendapat perhatian lebih besar dengan
berdirinya.Dewan Eropa (1949) dan pengesahan Konvensi Eropa tentang HAM
(1950). Eropa menjadi pelopor dalam perlindungan HAM melalui pengadilan
HAM Eropa.

❖ Amerika Utara
➢ Deklarasi Kemerdekaan AS (1776)
Menegaskan bahwa "semua manusia diciptakan setara" dengan hak atas
kehidupan, kebebasan, dan mengejar kebahagiaan. Konstitusi AS (1787) dan Bill
of Rights (1791) menjadi dasar hukum HAM di Amerika Serikat.
➢ Gerakan Hak Sipil (1960-an)
Menandai tonggak penting bagi HAM dengan perjuangan melawan diskriminasi
rasial, terutama dipimpin oleh tokoh seperti Martin Luther King Jr.
➢ Peran Internasional
Amerika Serikat sering mempromosikan HAM secara global, meskipun juga
menghadapi kritik terkait pelanggaran HAM di dalam negeri, seperti diskriminasi
rasial dan perlakuan terhadap imigran.

❖ Asia
➢ Pengaruh Filosofi dan Agama
Tradisi Asia, seperti Konfusianisme, Hindu, dan Islam, telah memberikan
kontribusi besar dalam bentuk pemikiran tentang kewajiban moral dan
keharmonisan sosial.
➢ Perjuangan Modern
HAM di Asia sering dipengaruhi oleh gerakan melawan kolonialisme, seperti
Mahatma Gandhi di India dengan prinsip non-kekerasan.
➢ Isu HAM Regional
Masalah seperti kebebasan berpendapat, hak minoritas, dan perlakuan terhadap
pekerja migran masih menjadi tantangan besar di Asia.
➢ ASEAN dan HAM
Meskipun ada deklarasi HAM ASEAN (2012), pendekatan HAM di kawasan ini
sering dikritik karena kurangnya implementasi nyata.

3. Reformasi konstitusi khususnya mengenai HAM menegaskan secara eksplisit bahwa


Indonesia adalah negara hukum. Di dalamnya diatur pengakuan terhadap prinsip
supremasi hukum dan konstitusi serta adanya jaminan-jaminan hak asasi manusia.
Jelaskan pendapat saudara!
= Pernyataan tersebut menegaskan beberapa aspek penting sebagai berikut :
❖ Penegasan Identitas Sebagai Negara Hukum.
Reformasi konstitusi menegaskan bahwa Indonesia menganut prinsip negara
hukum (rechtsstaat), sebagaimana dinyatakan dalam Pasal 1 Ayat (3) UUD 1945.
Hal ini berarti bahwa segala aspek kehidupan berbangsa dan bernegara harus
berlandaskan hukum, bukan atas dasar kekuasaan atau otoritarianisme.
❖ Pengakuan Prinsip Supremasi Hukum dan Konstitusi.
Prinsip supremasi hukum menegaskan bahwa konstitusi (UUD 1945) adalah
hukum tertinggi yang menjadi pedoman bagi seluruh peraturan perundang-
undangan di Indonesia. Reformasi konstitusi menciptakan sistem yang lebih
demokratis dengan:
➢ Membatasi kekuasaan pemerintah agar tidak sewenang-wenang.
➢ Memberikan mekanisme checks and balances, seperti judicial review oleh
Mahkamah Konstitusi.
➢ Memastikan bahwa semua pihak, termasuk pemerintah, tunduk pada hukum.
❖ Penguatan Jaminan Hak Asasi Manusia.
Reformasi konstitusi memperkenalkan Bab X A (Pasal 28A-28J) UUD 1945,
yang secara eksplisit menjamin berbagai hak asasi manusia, seperti:
➢ Hak untuk hidup, bebas, dan berkembang.
➢ Kebebasan beragama, berpendapat, dan berekspresi.
➢ Hak atas persamaan di hadapan hukum dan perlindungan hukum yang adil.
➢ Hak ekonomi, sosial, dan budaya, seperti pendidikan dan kesejahteraan.
Jaminan-jaminan ini menunjukkan bahwa negara tidak hanya menghormati HAM
secara deklaratif tetapi juga berkomitmen untuk melindungi dan memenuhinya.
❖ Kesesuaian dengan Standar Nasional
Reformasi konstitusi menjadikan Indonesia selaras dengan standar-standar
internasional mengenai HAM, seperti yang diatur dalam Deklarasi Universal Hak
Asasi Manusia (DUHAM) dan konvensi-konvensi PBB lainnya. Dengan
demikian, Indonesia mengukuhkan posisinya sebagai negara yang menjunjung
tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

4. Penyelesaian kasus atau sebuah pelanggaran internasional hingga pada proses pengadilan
yaitu melalui beberapa tahapan. Tahapan ini harus diikuti oleh pihak-pihak yang terlibat
dalam peradilan HAM Internasional. Demikian juga, Beberapa pihak berhak
mengadukan kasus pelanggaran HAM internasional. Pihak-pihak mana yang dianggap
memiliki hak? Jelaskan pendapat saudara!
= Menurut pendapat saya, hak untuk mnegadukan pelanggaran HAM Internasional
diberikan kepada pihak – pihak yang memiliki keterkaitan langsung dengan kasus
tersebut. Ini bertujuan untuk mematikan akuntabilitas dan keadilan bagi korban serta
mencegah impunitas pelaku. Namun, mekanisme ini juga memerlukan transparasi,
aksesibilitas, dan keberanian pihak – pihak yang melapor, terutama jika pelanggaran
terjadi di negara dengan sistem hukum yang represif atau tidak berpihak pada keadilan.
Kolaborasi antara individu korban, organisasi HAM, Negara, dan lembaga internasional
menjadi kunci dalam penyelesaian kasus pelanggaran HAM ditingkat global.
Dalam menyelesaikan pelanggaran HAM, PBB membentuk Komisi PBB untuk Hak
Asasi Manusia (The Unted Nations Commision on Human Right). Beberapa contoh
pengadilan HAM Internasional :
• IMT Nuremberg dan IMT Tokyo
• International Criminal Tribunal for the Former Yugoslavia (ICTY)
• International Criminal Tribunal for Rwanda (ICTR).

5. Indonesia telah banyak menetapkan peraturan perundangan yang berspektif HAM dan
dilakukan ratifikasi instrumen HAM internasional yaitu berupa undang-undang,
keputusan dan instruksi presiden. Salah satunya adalah ratifikasi Undang-undang
perlindungan untuk anak. Undang-undang apa saja yang memberi perlindungan anak?
Bagaimana isi Undang-undang ini mengatur?
a) UU Nomor 35 Tahun tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang
Perlindungan Anak.
Isi dan Pengaturan :
• Hak Anak : Meliputi hak hidup, tumbuh kembang, perlindungan dari kekerasan,
eksploitasi, dan diskriminasi, serta hak untuk berpartisipasi sesuai
usianya.Meliputi hak hidup, tumbuh kembang, perlindungan dari kekerasan,
eksploitasi, dan diskriminasi, serta hak untuk berpartisipasi sesuai usianya.
• Kewajiban Negara : Pemerintah pusat dan daerah wajib menyediakan lingkungan
yang kondusif bagi tumbuh kembang anak.
• Penyelesaian Kekerasan : Pengaturan mekanisme pelaporan, investigasi, dan
penanganan kasus kekerasan terhadap anak.
• Peran Orang Tua : Orang tua wajib memberikan bimbingan, pendidikan, dan
perlindungan terbaik bagi anak mereka.
b) UU Nomor 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA)
Isi dan Pengaturan :
• Diversi : Anak yang berhadapan dengan hukum diberi kesempatan menjalani
proses di luar pengadilan melalui pendekatan keadilan restoratif.
• Hak Anak dalam Proses Hukum : Perlindungan terhadap anak selama proses
peradilan, seperti didampingi penasihat hukum dan tidak diperlakukan
diskriminatif.
• Sanksi yang Mendukung Rehabilitas : Sanksi yang diberikan lebih berorientasi
pada pembinaan, seperti pembimbingan atau pelatihan kerja, bukan hukuman
penjara.
c) UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Keternagakerjaan
Isi dan Pengaturan :
• Larangan Memperkerjakan Anak : Anak di bawah usia 18 tahun dilarang
dipekerjakan, kecuali untuk pekerjaan ringan dan dengan persyaratan tertentu.
• Perlindungan Khusus : Anak yang dipekerjakan untuk kepentingan pendidikan
atau seni harus tetap mendapatkan waktu untuk belajar, istirahat, dan bermain.
d) UU Nomor 4 Tahun 1979
Isi dan Pengaturan :
• Hak Atas Kesejahteraan : Anak berhak mendapatkan perlindungan, pendidikan,
kesehatan, dan kesejahteraan sosial.
• Peran Pemerintah : Pemerintah wajib menyediakan sarana dan prasarana untuk
memenuhi kebutuhan dasar anak.

Anda mungkin juga menyukai