TUGAS 3
Disusun Untuk Memenuhi Tugas PKNI4317 Hak Asasi Manusia
Dosen Pembimbing : Musnar Indra Daulay
NAMA : AIGUS RISMAN ZEBUA
NIM : 859782378
PRODI : S1 PGSD
UNIVERSITAS TERBUKA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UPBJJ UT MEDAN
TAHUN 2024
SOAL
1. Hubungan antara hukum dan HAM , dimaksud setiap negara yang menghormati HAM
merupakan negara hukum dalam arti materiil atau substansial. Apa maksudnya?
Jelaskan argumen saudara!
2. Dinamika perkembangan HAM baik dalam ranah internasional dan nasional merupakan
perjalanan penting bagaimana HAM ditegakkan dan diterima sebagai perlindungan bagi
setiap individu diseluruh dunia tanpa terkecuali. Jelaskan perkembangan HAM yang
anda ketahui di beberapa negara di dunia!
3. Reformasi konstitusi khususnya mengenai HAM menegaskan secara eksplisit bahwa
Indonesia adalah negara hukum. Di dalamnya diatur pengakuan terhadap prinsip
supremasi hukum dan konstitusi serta adanya jaminan-jaminan hak asasi manusia.
Jelaskan pendapat saudara!
4. Penyelesaian kasus atau sebuah pelanggaran internasional hingga pada proses
pengadilan yaitu melalui beberapa tahapan. Tahapan ini harus diikuti oleh pihak-pihak
yang terlibat dalam peradilan HAM Internasional. Demikian juga, Beberapa pihak
berhak mengadukan kasus pelanggaran HAM internasional. Pihak-pihak mana yang
dianggap memiliki hak? Jelaskan pendapat saudara!
5. Indonesia telah banyak menetapkan peraturan perundangan yang berspektif HAM dan
dilakukan ratifikasi instrumen HAM internasional yaitu berupa undang-undang,
keputusan dan instruksi presiden. Salah satunya adalah ratifikasi Undang-undang
perlindungan untuk anak. Undang-undang apa saja yang memberi perlindungan anak?
Bagaimana isi Undang-undang ini mengatur?
JAWABAN
1. Hubungan antara hukum dan HAM, dimaksud setiap negara yang menghormati HAM
merupakan negara hukum dalam arti materiil atau substansial artinya yaitu secara
substansial negara hukum telah mengkonversi Perjanjian Internasionalterkait Hak Asasi
Manusia didalam konstitusi negara, sedangkan secara materiil artinya bagaimana upaya-
upaya penegakan Hak Asasi Manusia oleh Negara. Penjelasan: Secara subtansial negara
Indonesia sebagai negara hukum telah mengkonversi perjanjian internasional terkait
Hak Asasi Manusia sebagai bentuk penghormatan Hak Asasi Manusia. Di dalam Pasal 1
Ayat (3) Undang-undang Dasar Tahun 1945 (UUD 1945) menyatakan bahwa negara
Indonesia adalah Negara Hukum. Salah satu ciri dari Negara Hukum yaitu adanya hak
asasi manusia (HAM) dalam penyelenggaraan negara Indonesia. Pada tanggal 17
Agustus 1945 Negara Indonesia telah menegaskan pembelaannya terhadap hakasasi
manusia sebagaimana ternyata dalam klausul Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945
dan dalam batang tubuh UUD 1945 yakni pada pasal 27-34.Pada masa pemerintahan
Presiden Habibie, Presiden bersama DPR meratifikasi konvensi PBB yang menentang
penyiksaan dan perlakuan atau penghukuman lain yang kejam, tidak manusiawi, atau
merendahkan harkat dan martabat manusia kedalam UU No. 5 Tahun 1998. Kemudian
MPR juga mengeluarkan Ketetapan MPR No. XVII/MPR/1998 tentang HAM, yang
ditindak lanjuti dengan keluarnya UU No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia
(HAM).Secara Materiil negara menjunjung tinggi hak-hak warga negaranya dan
memberikan perlindungan hukum atas pemenuhan hak-hak warga negara sebagaimana
di atur dalam konstitusi yaitu antara lain:- Hak atas pekerjaan dan penghidupan yang
layak.- Hak untuk membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui
perkawinanyang sah.- Hak atas kelangsungan hidup.- Hak untuk mengembangkan diri
dan melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya dan berhak mendapat pendidikan, ilmu
pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya demi meningkatkan kualitas hidupnya
demi kesejahteraan hidupmanusia.- Hak untuk memajukan dirinya dalam
memperjuangkan haknya secara kolektif untuk membangun masyarakat, bangsa, dan
negaranya.- Hak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang
adilserta perlakuan yang sama di depan hukum.- Hak untuk mempunyai hak milik
pribadi Hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak kemerdekaan pikiran dan hati
nurani,hak beragama, hak untuk tidak diperbudak, hak untuk diakui sebagai pribadi di
hadapan hukum, dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut
adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun.
2. Pengertian kewajiban asasi manusia menurut salah satu tokoh yang bernamaProf. Darji
Darmodiharjo, HAM adalah hak-hak dasar yang telah dibawa manusia sejak lahir sebagai
anugrah dari Tuhan Yang Maha Esa. Hak hak asasi tersebut menjadi dasar dari adanya
hak dan kewajiban yang lain.Hak sendiri adalah bentuk kuasa untuk menerima.
Sedangkan kewajiban adalah sebuah beban untuk memberikan sesuatu yang sudah
semestinya diberikan oleh pihak tertentu dan dapat dituntut secara paksa. Sejarah hak
asasi manusia berawal dari duniaBarat (Eropa). Seorang filsuf Inggris pada abad ke-17,
John Locke, merumuskan adanya hak alamiah (natural rights) yang melekat pada setiap
diri manusia, yaitu hak atas hidup, hak kebebasan, dan hak milik. Pada waktu itu, hak
masih terbatas pada bidang sipil (pribadi) dan politik. Sejarah perkembangan hak asasi
manusia ditandai adanya tiga peristiwa penting di dunia Barat, yaitu Magna Charta,
Revolusi Amerika, dan Revolusi Prancis.
Pembahasan : HAM atau Hak Asasi Manusia adalah hak dasar atau hak pokokyang
dibawa oleh manusia sejak lahir dan menjadi kodrat yang sudah melekat pada setiap
manusia serta tidak dapat diganggu gugat adanya, hal ini karenaHAM merupakan
anugerah dari Tuhan YME.
3. Reformasi konstitusi dipandang merupakan kebutuhan dan agenda yang harusdilakukan
karena UUD 1945 sebelum perubahan dinilai tidak cukup untukmengatur dan
mengarahkan penyelenggaraan negara sesuai harapan rakyat,terbentuknya good
governance, serta mendukung penegakan demokrasi dan hakasasi manusia.Konstitusi
adalah sebagai sumber hukum tertinggi yang ada dalam sebuah negara. Konstitusi
berhubungan dengan pemerintahan antara penguasa danrakyat. Bagian formil
konstitusi juga memuat masalah kekuasaan sekaligusbatasan kekuasaan masing-masing
badan-badan penyelenggara negara.Bagaimana konsep HAM di dalam konstitusi?
Pengaturan HAM dalam UUD NRI1945 mengatur hak- hak dasar setiap warga negara di
dalam bidang sosial,ekonomi, politik, budaya, sipil, serta hak atas pembangunan. Setiap
warganegara seimbang antara hak dan kewajibannya. Pengaturan mengenai HAMdalam
UUD NRI 1945 adalah seimbang antara hak dan kewajiban.Konstitusi sebagai hukum
tertinggi lahir untuk melindungi hak-hak asasi manusia. Konstitusi merupakan
kesepakatan tentang prinsip-prinsip dasar penyelenggaraan negara serta hak-hak warga
negara yang harus dilindungi.
4. Prosedur pembentukan pengadilan HAM adalah berdasarkan adanya dugaan telah
terjadi kasus pelanggaran HAM yang berat. Dugaan adanya kasus pelanggaran yang
berat ini kemudian diselidiki oleh Komnas HAM denganmembentuk komisi Penyelidikan
Pelanggaran HAM (KPP HAM).Proses penyelesaian pelanggaran HAM menurut undang-
undang pengadilan HAM melalui tahap penangkapan, penahanan, penyelidikan,
penyidikan,penuntutan, sumpah dan pemeriksaan. Adapun proses penyelesaian
pelanggaran HAM menurut undang- undang pengadilan HAM adalah sebagai berikut:
Penangkapan: Penangkapan harus dilakukan dengan menunjukkan surat tugas
penangkapan dari penyidik atau penyidik pembantu. Surat perintah penangkapan
harus berisi identitas tersangka, alasan penangkapan, uraian singkat perkara, dan
tempat pemeriksaan.
Penahanan: Penahanan hanya dapat dikenakan terhadap tersangka atau terdakwa
yang melakukan tindak pidana, percobaan, atau memberikan bantuan dalam tindak
pidana tersebut.
Penyelidikan: Penyelidikan dilakukan oleh kepolisian. Penyelidik berwenang
menerima laporan atau pengaduan, melakukan pemeriksaan, dan mengumpulkan
keterangan.
Penyidikan: Penyidikan dilakukan oleh kepolisian atau penyidik pegawai negeri sipil
(PPNS) yang memiliki wewenang khusus. Penyidik berwenang melakukan tindakan
pertama di tempat kejadian, menyuruh tersangka berhenti, dan memeriksa tanda
pengenal diri tersangka.
Penuntutan: Penuntut umum berwenang mengalihkan jenis penahanan.
Sumpah: Sumpah dilakukan dalam sidang pengadilan.
Pemeriksaan: Pemeriksaan dilakukan di sidang pengadilan.
5. UU apa saja yang mengatur Perlindungan Anak?UU No. 35 Tahun 2014 tentang
Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak
Perubahan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak juga
mempertegas tentang perlunya pemberatan sanksi pidana dan denda bagi pelaku
kejahatan terhadap Anak, untuk memberikan efek jera, serta mendorongadanya
langkah konkret untuk memulihkan kembali fisik, psikis dan sosial Anakkorban dan/atau
Anak pelaku kejahatan. Hal tersebut perlu dilakukan untuk mengantisipasi Anak korban
dan/atau Anak pelaku kejahatan di kemudian hari tidak menjadi pelaku kejahatan yang
sama.