0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
19 tayangan20 halaman

Penegakan Hukum dan HAM di Indonesia

Hak asasi manusia merupakan hak dasar setiap individu yang dilindungi oleh hukum dan peraturan. Pelaksanaan HAM di Indonesia diatur dalam berbagai undang-undang dan peraturan serta melibatkan peran pemerintah, pengadilan, dan masyarakat. HAM berkaitan erat dengan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945.

Diunggah oleh

Ferry Moch.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
19 tayangan20 halaman

Penegakan Hukum dan HAM di Indonesia

Hak asasi manusia merupakan hak dasar setiap individu yang dilindungi oleh hukum dan peraturan. Pelaksanaan HAM di Indonesia diatur dalam berbagai undang-undang dan peraturan serta melibatkan peran pemerintah, pengadilan, dan masyarakat. HAM berkaitan erat dengan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945.

Diunggah oleh

Ferry Moch.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB 6

PENEGAKAN HUKUM DAN HAK


ASASI MANUSIA (HAM)

Disusun Oleh :

Kelompok 5
Anggota Kelompok

Siti Meynurmalia Racmah


Fery Mochtar A Dwi Izzaturrahmawati
23040284158
23040284166 23040284074

Nur Anggiyatin
Vivid Setyawati Hasna Dwi Nur Pebrianti
23040284188
23040284157 23040284028
DAFTAR ISI
A. Pendahuluan G. Sejarah Perkembangan HAM
Persamaan Hak dan
B. Penegakan Hukum H.
Kewajiban
Tanggung Jawab
C. Unsur Sistem Hukum I.
Negara
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pelaksanaan HAM di
D. J.
Penegakan Hukum Indonesia

E. Tindakan Penegakan Hukum K. Instrumen HAM

F. Keterkaitan HAM dengan


Pengertian HAM L.
Pancasila dan UUD 1945
Hubungan HAM dan UUD
M.
1945
A. PENDAHULUAN
Pancasila sebagai sumber segala hukum negara dalam
pembentukan peraturan perundang-undangan harus
memperhatikan UUD 1945 dalam implementasi nya, penegakan
hukum bertujuan untuk menciptakan keamanan dan
ketentraman bangsa Indonesia.
Perlindungan yang diberikan negara yakni dengan penegakan
hukum sesuai dengan peraturan yang berlaku, bentuk
penegakan hukum adanya hak asasi manusia (HAM) bagi setiap
individu yang melakukan tindakan apapun sesuai dengan
ketentuan peraturan yang berlaku.
B. Penegakan Hukum
Indonesia sebagai negara hukum diartikan bahwa semua penyelenggaraan
pemerintah berdasarkan hukum, Penegakan hukum merupakan rangkaian
proses untuk menjabarkan ide, nilai cita yang abstrak menjadi jelas.
Penegakan hukum pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan
ketertiban dan kepatuhan dalam bermasyarakat.

Ada dua pembagian hukum:


1. hukum privat, yaitu hukum yang mengatur hubungan antar
manusia/individu yang menyangkut kepentingan pribadi.
2. hukum publik, yaitu hukum yang mengatur hubungan antara negara
dengan perseorangan yang menyangkut kepentingan umum.
Unsur Sistem Hukum dan Faktor yang Mempengaruhi
C. Unsur Sistem Hukum
Penegakan hukum terletak pada 3 Unsur sistem hukum Friedman yakni meliputi
[Link] Hukum (Legal Substance)
[Link] Hukum (Legal Culture)
[Link] hukum (Legal Structure)

D. Faktor Faktor yang mempengaruhi penegakan hukum di Indonesia


[Link] Hukum (Tugas penegakan hukum tidak disalahgunakan dan dilaksanakan
secara tanggungjawab)
[Link] Masyarakat (Pandangan masyarakat terhadap hukum dan perilaku aparat,
kesadaran masyarakat tentang hukum).
[Link] Kebudayaan (Nilai yang dipegang masyarakat mempengaruhi penerapan
hukum, kebudayaan dan sistem nilai masyarakat berperan dalam pembentukan
hukum)
E. Tindakan Penegakan Hukum
1. Tindakan Preventif 2. Tindakan Represif
Upaya humanis dalam penindakan tindak pidana sesuai
pencegahan tindak pidana hukum positif dengan implementasi
dengan bentuk penyuluhan, dalam kegiatan yakni menggunakan
seminar, sosialisasi dan peraturan sesuai dengan ketentuan
perbuatan Sejenis yang yang dimaksud.
memberikan edukasi cth: Pelanggaran lalu lintas dengan
masyarakat dalam penegak hukum yaitu polisi
melakukan pelanggaran memberikan surat tilang kepada
hukum. Pelanggar.
F. Pengertian Hak Asasi Manusia
→ HAM merupakan hak dasar setiap manusia tanpa memandang ras,
agama, jenis kelamin, kebangsaan, status sosial, atau status lainnya.
→ HAM meliputi hak dasar seperti hak atas kehidupan, kebebasan,
kesetaraan di hadapan hukum, kebebasan berpendapat, hak atas
pendidikan, hak atas pekerjaan, dan hak untuk tidak disiksa atau
diperlakukan secara sewenang - wenang.
→ HAM bersifat Supralegal yartu tidak bergantung pada adanya
suatu negara / UUD, maupun kekuasaan pemerintah.
Ciri-Ciri Pokok HAM
1. HAM tidak perlu diberikan, dibeli ataupun diwarisi, HAM
adalah bagian dari manusia secara otomatis.
2. HAM berlaku untuk semua orang tanpa memandang jenis
kelamin, asal usul, ras, agama, etnis, dan pandangan politik.
3. HAM tidak boleh dilanggar. Tidak seorang pun mempunyai
hak untuk membatasi atau melanggar hak orang lain. Orang
tetap memiliki HAM meskipun sebuah negara membuat
hukum yang tidak melindungi bahkan melanggar HAM.
G. Sejarah Perkembangan HAM
•Dimulai pada abad 13 dengan ditandatanganinya "Magna Charta">> Petition Of Rights .
Adanya Revolusi Tak berdarah (The Glorius Revolution) yang mengawali perubahan baru
dengan perubahan dari keluasaan raja ke tangan parlemen.
•John Locke mengatakan bahwa tugas negara melindungi hak hak individu yakni
(Life,Liberti, Estate) Perlindungan ini dimasukkan dalam konstitusi.
•Montesquieu bersama Rousseau melahirkan "Deklarasi Hak manusia dan Warga Negara
1789
•Adanya pengakuan Hak Hak dari amerika serikat bahwa manusia secara kodrati memiliki
hak (Life,Liberty, Persuit Of Happiness).
Selain itu perkembangan di Amerika memiliki kesamaan dengan Perancis dan inggris
•dan terakhir yakni pasca Revolusi Perancis Hingga perang dunia I dan II Dunia mulai
mengakui HAM
[Link] dalam Hak dan Kewajiban
•Dalam Hak memiliki 4 unsur di dalamnya subyek hukum, obyek hukum,
hubungan hukum yang mengikat pihak lain dan perlindungan hukum.
Hak itu sah karena dilindungi oleh hukum (Mertokusumo 2018)

Hak sendiri terdapat 2 jenis yakni Hak Absolut/Mutlak dan Hak bersifat Relatif/Nisbi.
Menurut (Soekanto 2009) Hak terbagi menjadi 2 yakni Hak searah atau Relative

Kebebasan seseorang dalam melakukan hak hak nya dibatasi oleh


keharusan untuk menghormati orang lain, oleh karena itu didalam
masyarakat terdapat norma norma yang harus dipatuhi oleh setiap
masyarakat yang berada di lingkungan tersebut dan untuk menciptakan
keseimbangan antara kewajiban dan Hak
I. Tanggung jawab negara dan
Kewajiban asasi manusia
Tanggung Jawab negara dan kewajiban asasi manusia meliputi:
1. Setiap orang wajib menghormati HAM orang lain dalam tertib
kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
2. Dalam menjalankan hak dan kebebasannya, setiap orang wajib tunduk
pada pembatasan yang diterapkan oleh Undang-undang dengan maksud
semata-mata untuk menjamin pengakuan dan penghormatan atas hak
dan kebebasan orang lain serta untuk memenuhi tuntutan keadilan sesuai
dengan nilai-nilai agama, moralitat kesusilaan, keamanan, dan ketertiban
umum dalarn masyarakat yang demokratis.
3. Negara bertanggung jawab atas perlindungan, pemajuan, penegakan
dan pemenuhan HAM.
4. Untuk menjamin pelaksanaan HAM, dibentuk Komite Nasional HAM
yang bersifat independen dan tidak memihak, yang pembentukan,
susunan dan kedudukannya diatur dengan undang-undang.
Ketentuan yang memberikan jaminan konstitusional
terhadap HAM itu sangat penting dan bahkan
dianggap merupakan salah satu ciri pokok dianutnya
prinsip negan hukum di suatu negara. Namun
disamping HAM, manusia perlu dipahamkan bahwa
setiap orang juga memiliki kewajiban dan tanggung
jawab yang juga bersifat asasi.
Jaminan hak dan kewajiban itu tidak ditentukan oleh
kedudukan orang sebagai warga negara.
J. Pelaksanaan Hak Asasi Manusia di
Indonesia
Pelaksanaan HAM di Indonesia terdiri dari beberapa peraturan dan undang-
undang, seperti Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945,
Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor 27 ayat
2, 1998 tentang Hak Asasi Manusia, dan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999
tentang Hak Asasi Manusia.
Pelaksanaan HAM di Indonesia juga dijelaskan dalam Undang-Undang Nomor
26 Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia dan Undang-Undang No.
16 Tahun 2011 tentang Bantuan Hukum.
Pelaksanaan HAM di Indonesia juga memerlukan peran aktif dari pemerintah,
pengadilan, dan masyarakat. Pemerintah harus menjamin kepastian hukum,
yang meliputi publikasi atau pembiakan peraturan-undangan yang relevan.
Hukum adalah aturan dalam bentuk norma dan sanksi, dibuat dengan tujuan
mengatur kehidupan manusia, menjamin keadilan, dan mencegah kekerasan.
Setiap individu di Indonesia memiliki hak asasi yang terlepas dari status sosial,
pendidikan, jenis kelamin.
K. Instrumen HAM
Instrumen HAM adalah berbagai peraturan perundang-undangan
yang berisi ketentuan-ketentuan jaminan HAM sebagai alat
untuk menjamin perlindungan dan pelaksanaan HAM Nasional di
Indonesia.

Fungsi Intrumen HAM:


1. Melindungi hak-hak dasar setiap individu, seperti hak
kebebasan, hak hidup dll.
2. Memberi mekanisme untuk menuntut pelanggar HAM dan
memastikan keadilan bagi korban.
L. Keterkaitan Hak Asasi Manusia dengan
Pancasila dan UUD NRI Tahun 1945
Nilai-nilai hak asasi manusia terkandung dalam Pancasila dan UUD NRI Tahun
1945, dan dapat dijadikan barometer Negara Kesatuan Republik Indonesia telah
mengakui dan menghargai hak asasi manusia.

Hubungan HAM dengan Pancasila. Dari kelima sila yang diamanatkan dalam
Pancasila dapat diuraikan hubungan antara HAM dengan Pancasila sebagai
berikut:
1. Sila Pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa. setiap warga negara bebas untuk
memeluk agama dan kepercayaannya masing-masing. Selaras dengan
deklarasi Universal tentang HAM di mana terdapat perlindungan HAM dari
adanya deskriminasi.
L. Keterkaitan Hak Asasi Manusia dengan
Pancasila dan UUD NRI Tahun 1945
2. Sila Kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. adanya persamaan derajat, tercantum
dalam Deklarasi HAM PBB yang melarang adanya diskriminasi.
3. Sila Ketiga, Persatuan Indonesia. Adanya unsur pemersatu diantara warga Negara dengan
semangat rela berkorban dan menempatkan kepentingan bangsa dan Negara diatas
kepentingan pribadi atau golongan, hal ini sesuai dengan Prinsip HAM dimana hendaknya
sesama manusia bergaul satu sama lainnya dalam semangat persaudaraan.
4. Sila Keempat, Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam
Permusyawaratan Perwakilan. Musyawarah dan mufakat dalam setiap penyelesaian masalah
dan pengambilan keputusan bukan dari inisiatif sendiri atau tindakan sendiri. Hal ini sesuai
pula dengan Deklarasi HAM.
5. Sila Kelima, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Tercermin asas keadilan dalam
HAM, dimana keadilan ditujukan untuk kepentingan umum, tidak ada pembedaan atau
diskriminasi antar individu.
M. Hubungan Hak Asasi Manusia dan UUD NRI 1945
1. Negara melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Dengan
demikian perlindungan diberikan kepada seluruh bangsa dan tumpah darah Indonesia, bukan
terbatas atau berdasarkan kepentingan kelompok atau warga Negara tertentu.
2. Memajukan kesejahteraan umum, pembangunan kesejahteraan secara merata dan setiap
warga Negara punya kesempatan untuk sejahtera.
3. Mencerdaskan kehidupan bangsa, untuk meningkatkan sumberdaya manusia Indonesia
secara merata guna mengejar ketertinggalan dari bangsa lain.
4. Melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan
keadilan sosial, membangun bangsa yang mandiri serta kewajiban untuk menyumbangkan
pada bangsa-bangsa lain di dunia tanpa perbedaan.
5. Dalam penjelasan pembukaan UUD NRI Tahun 1945 dikatakan bahwa Indonesia adalah
Negara berdasarkan hukum (rechtsstaat) bukan berdasarkan atas kekuasaan belaka
(machtsstaat).
Ada
Pertanyaan?
Terimakasih

Anda mungkin juga menyukai