TUJUAN
A. Memahami konsep dasar Data Manipulation Language (DML).
B. Melakukan operasi `INSERT` untuk menyisipkan data ke dalam tabel.
C. Menggunakan perintah `SELECT` untuk pengambilan data dari tabel.
D. Melakukan modifikasi data dengan perintah `UPDATE`.
E. Menghapus data dengan perintah `DELETE`.
F. Mengimplementasikan operasi DML pada studi kasus yang relevan.
G. Mengevaluasi hasil dari eksekusi operasi DML.
H. Mengidentifikasi dan memperbaiki kesalahan umum dalam operasi DML.
I. Menyusun laporan hasil eksekusi DML dengan dokumentasi yang jelas.
J. Mengaplikasikan dokumentasi SQL untuk mendukung pengembangan lebih lanjut.
TUGAS PENDAHULUAN
A. Structured Query Language (SQL)
Menurtu (Dewa, 2023) SQL (Structured Query Language) adalah bahasa yang
digunakan untuk mengelola basis data relasional. Basis data relasional adalah cara
umum untuk menyimpan dan mengelola data dalam berbagai aplikasi dan sistem
informasi. SQL memiliki peran penting dalam mengelola basis data, termasuk
pengambilan, penyisipan, pembaruan, dan penghapusan data. Dalam artikel ini, kami
akan membahas penggunaan SQL dalam basis data, menguraikan konsep dasar SQL,
operasi SQL yang umum, dan pentingnya SQL dalam dunia teknologi informasi.
a. Sebelum kita memahami bagaimana SQL digunakan dalam basis data, mari kita
pahami konsep dasar SQL.
a) Basis Data Relasional: Basis data relasional adalah jenis basis data yang
mengorganisir data dalam tabel yang memiliki hubungan satu sama lain. Tabel ini
disebut sebagai "relasi." SQL digunakan untuk mengelola data dalam basis data
relasional ini.
b) Tabel: Tabel adalah entitas utama dalam basis data relasional. Setiap tabel
memiliki kolom dan baris. Kolom adalah atribut atau bidang yang mendefinisikan jenis
data yang akan disimpan, sementara baris mewakili entitas atau catatan individu.
c) SQL Statement: SQL digunakan untuk mengirim perintah ke basis data. Perintah-
perintah ini disebut "statement" dan dapat berupa perintah pengambilan, penyisipan,
pembaruan, atau penghapusan data.
d) Perintah SQL: SQL memiliki beberapa perintah dasar, termasuk SELECT (untuk
pengambilan data), INSERT (untuk penyisipan data), UPDATE (untuk pembaruan data),
dan DELETE (untuk penghapusan data). Ini adalah operasi dasar yang digunakan untuk
mengelola data dalam basis data.
b. Operasi SQL Umum
a) SELECT: Perintah SELECT digunakan untuk mengambil data dari satu atau lebih
tabel. Ini memungkinkan pengguna untuk menghasilkan hasil berdasarkan kriteria
tertentu. Misalnya, Anda dapat menggunakan SELECT untuk mengambil semua data
pelanggan yang tinggal di kota tertentu.
b) SELECT * FROM customers WHERE city = 'New York';
INSERT: Perintah INSERT digunakan untuk menyisipkan data baru ke dalam tabel.
Anda memberikan nilai untuk setiap kolom yang akan diisi.
INSERT INTO customers (first_name, last_name, email) VALUES ('John', 'Doe',
'johndoe@example.com');
c) UPDATE: Perintah UPDATE digunakan untuk memperbarui data yang sudah ada
dalam tabel. Anda harus memberikan kriteria untuk menentukan baris yang akan
diperbarui dan kemudian menentukan perubahan yang ingin Anda buat.
UPDATE products SET price = 25.99 WHERE product_id = 123;
d) DELETE: Perintah DELETE digunakan untuk menghapus data dari tabel
berdasarkan kriteria tertentu.
DELETE FROM orders WHERE order_date < '2023-01-01';
e) JOIN: JOIN adalah fitur kuat dalam SQL yang memungkinkan pengguna untuk
menggabungkan data dari dua atau lebih tabel berdasarkan hubungan antara mereka. Ini
adalah bagian penting dari pemodelan data dalam basis data relasional.
SELECT customers.first_name, orders.order_date
FROM customers
JOIN orders ON customers.customer_id = orders.customer_id;
f) INDEX: Index adalah struktur data yang digunakan untuk mempercepat operasi
pencarian dalam tabel. Membuat index pada kolom yang sering digunakan dalam
perintah SELECT dapat meningkatkan kinerja basis data.
CREATE INDEX idx_product_name ON products (product_name);
g) TRIGGER: Trigger adalah perintah SQL yang dieksekusi secara otomatis ketika
suatu peristiwa tertentu terjadi dalam basis data, seperti penyisipan, pembaruan, atau
penghapusan data.
CREATE TRIGGER audit_order
AFTER INSERT ON orders
FOR EACH ROW
BEGIN
INSERT INTO order_audit (order_id, action, action_date)
VALUES (NEW.order_id, 'INSERT', NOW());
END;
c. Pentingnya SQL dalam Dunia Teknologi Informasi
SQL memiliki peran penting dalam dunia teknologi informasi. Berikut adalah
beberapa alasan mengapa SQL sangat penting dalam pengelolaan basis data:
a) Kemampuan Pengambilan Data: SQL memungkinkan pengguna untuk mengambil
data dari basis data dengan berbagai kriteria. Ini memungkinkan pengambilan data yang
sangat fleksibel, sehingga pengguna dapat mendapatkan informasi yang sesuai dengan
kebutuhan mereka.
b) Pengelolaan Data: SQL memungkinkan pengguna untuk menyisipkan,
memperbarui, dan menghapus data dalam basis data. Ini penting untuk memastikan
bahwa data selalu akurat dan up-to-date.
c) Integritas Data: SQL mendukung kendali integritas data melalui aturan dan
keterbatasan. Anda dapat menentukan aturan bisnis yang harus diikuti oleh data dalam
basis data.
d) Optimisasi Kinerja: SQL memungkinkan pembuatan index dan pengoptimalan
kueri untuk meningkatkan kinerja basis data. Hal ini penting dalam aplikasi yang harus
menangani volume data besar.
e) Penggabungan Data: Dengan perintah JOIN, SQL memungkinkan pengguna untuk
menggabungkan data dari berbagai tabel, memungkinkan analisis data yang mendalam.
f) Auditing dan Keamanan: SQL mendukung trigger yang memungkinkan pengguna
untuk melacak perubahan dalam basis data dan menerapkan tindakan keamanan seperti
autentikasi dan otorisasi.
g) Portabilitas: SQL adalah bahasa standar yang dikenali oleh sebagian besar sistem
manajemen basis data (DBMS). Ini berarti bahwa perintah SQL yang sama dapat
digunakan dalam berbagai DBMS yang berbeda.
h) Pengembangan Aplikasi: SQL adalah alat penting dalam pengembangan aplikasi
yang memerlukan akses ke basis data. Sebagian besar aplikasi modern menggunakan
SQL untuk mengakses dan memanipulasi data.
SQL adalah bahasa yang kritis dalam pengelolaan basis data relasional. Dengan
SQL, pengguna dapat mengambil, menyisipkan, memperbarui, dan menghapus data
dalam basis data dengan efisien. SQL juga memungkinkan pengguna untuk
menggabungkan data dari berbagai tabel, menerapkan aturan bisnis, mengoptimalkan
kinerja, dan melacak perubahan data. Dalam dunia teknologi informasi, penggunaan
SQL sangat penting dalam pengembangan aplikasi dan pengelolaan data. Dengan
memahami konsep dasar SQL dan operasi SQL yang umum, pengguna dapat lebih
efektif dalam mengelola basis data mereka. Praktikum Structured Query Language
(SQL) pada bagian Data Manipulation Language (DML) memberikan pemahaman
mendalam tentang pengelolaan data dalam basis data. Dengan melakukan operasi
seperti `INSERT`, `SELECT`, `UPDATE`, dan `DELETE`, mahasiswa dapat
mempraktikkan manipulasi data secara langsung untuk memenuhi kebutuhan sistem.
Evaluasi hasil operasi DML memastikan integritas data, sementara identifikasi dan
penanganan kesalahan meningkatkan pemahaman konsep. Melalui implementasi studi
kasus dan dokumentasi.
B. Data Manipulation Language (DML)
Menurut (mauana, 2022) DML Adalah (Data Manipulation Language): Jenis
Perintah dan Manfaatnya – SQL memiliki beberapa sub bahasa seperti DDL (Data
Definition Language) serta DML (Data Manipulation Language). Pembahasan diantara
keduanya masuk ke dalam teknologi database yang mana di dalamnya adalah cara
ataupun teknik pengelolaan data entah itu gambar atau lainnya yang tentunya menjadi
perbedaan dml dan ddl.
Data Manipulation Language merupakan sekumpulan perintah yang
dipergunakan dalam pengelolaan database seperti menampilkan, menghapus,
menambah, dan membuat baru. Adapun perintah utamanya yaitu SELECT, INSERT,
DELETE, dan UPDATE.
Perintah dml dipergunakan untuk melakukan manipulasi database seperti
memasukkan data ke tabel database, memodifikasi data pada database, dan mengambil
data yang telah ada pada database.
Pada saat kalian tengah mempelajari mengenai modifikasi pada basis data atau
database maka terdapat perintah-perintah yang perlu dipahami. Salah satu perintah yang
berguna dalam pengelolaan database ini yakni dml.
Di dalam Data Manipulation Language terdapat dua bagian yakni prosedural dan
non-prosedural. [procedural coding sering dipergunakan dalam pengaturan usaha serta
merupakan cara yang tergolong tepat dalam mengkodekan permintaan Data
Manipulation Language.
Tentunya pada skema ini pengguna akan memberi tahu database datum mengenai
apa yang diinginkan oleh pengguna serta bagaimana cara untuk memperoleh datum
tersebut.
Metode ini tentunya akan lebih cenderung dalam mengambil kode lebih banyak serta
sedikit sulit untuk pengguna. Namun kepastian catatan serta coding database lebih
pasti.
Metode untuk permintaan coding selanjutnya yaitu non-prosedural. Walaupun cara ini
bisa dilakukan akan tetapi bukan termasuk ke dalam cara resmi guna bekerja pada
database.
Pada metode ini pengguna hanya memberitahukan database mengenai data
tentang apa yang perlu dilakukan, namun tidak mengenai cara untuk mengambilnya.
Perintah tersebut memerlukan lebih sedikit kode jadi akan lebih mudah bagi pengguna.
Tentunya di saat yang sama database mampu menghasilkan coding yang tidak efisien
maupun tidak terduga dari metode non-prosedural ini. Perintah dan Contoh DML
Adalah
a. Perintah INSERT
Perintah di dml ini berguna untuk menambahkan baris ke dalam tabel. Adapun
terdapat beberapa kueri pada perintah INSERT yang bisa kalian pahami yaitu:
a) INSERT: menentukan tabel maupun tampilan yang datanya akan ditambah
b) Column_list: daftar kolom yang nantinya akan terpengaruh bersama perintah
INSERT
c) VALUES: untuk menentukan data yang nantinya ditambahkan ke dalam table
b. Perintah DELETE
Perintah di dml selanjutnya yakni DELETE. Fungsi perintah ini yaitu menghapus
baris yang berasal dari kumpulan record maupun data yang ada di database. Sintaks
DELETE yang perlu kalian ketahui sebagai berikut.
a) DELETE [FROM] {Nama Tabel}
b) [WHERE data yang akan dihapus]
Contohnya sebagai berikut ini yaitu akan dilakukan penghapusan mengenai data
karyawan bernama Ani pada tabel “Data Karyawan B”.
a) DELETE
b) FROM Data Karyawan PT X
c) WHERE NamaDepan = ‘Ani’
c. Perintah UPDATE
Perintah dml ini dipergunakan untuk melakukan pergantian data pada sebuah
baris. Sebagai contoh ketika kalian akan melakukan pergantian alamat email dari
karyawan dengan nama Andi pada tabel “Data Karyawan B”, maka perintahnya yaitu.
a) UPDATE Data Karyawan B
b) SET email = ‘ani@gmail.com’
Jadi itulah yang bisa kalian ketahui perihal perintah dari Data Manipulation
Language sebelum awalnya mengetahui informasi terkait pengertian dml. Data
Manipulation Language sub bahasa yang terdiri dari laporan perubahan SQL dan
memodifikasi data yang tersimpan namun bukan skema maupun objek dari database
tersebut. Manipulasi objek persisten dari basis data seperti beberapa tabel maupun
prosedur yang tersimpang. Tentunya melalui pernyataan SQL skema namun bukan data
yang tersimpan pada MySQL. Namun, hal tersebut dianggap menjadi suatu bagian
bahasa definisi pada data yang terpisah. Dalam SQL terdapat dua kategori yang serupa
dengan jenis data, sintaks rinci, ekspresi, dan lainnya. Akan tetapi dalam hal fungsi
berbeda secara keseluruhan. Data Manipulation Language lebih cenderung mempunyai
banyak rasa serta kemampuan diantara vendor database yang berbeda. Terdapat
beberapa standar yang dipergunakan untuk SQL, namun vendor biasanya akan
memberikan suatu standar tersendiri yaitu standar sementara kepada yang tidak
mengaplikasikan seluruh standar. Data Manipulation Language terbagi ke dalam dua
jenis yakni pemrograman prosedural serta pemrograman deklaratif. Awalnya Data
Manipulation Language hanya dipakai untuk program komputer saja. Tetapi dengan
kemunculan SQL, fungsi dml berubah dan digunakan dengan lebih interaktif oleh
database administrator.
a. DML Error Logging
Saat pernyataan dari Data Manipulation Language ditemukan kesalahan,
pernyataan tersebut dapat melanjutkan pemrosesan namun kode kesalahan serta teks
pesan kesalahan yang berhubungan saat login ke dalam meja kesalahan logging. Hal
tersebut membantu untuk berjalan lama untuk pernyataan Data Manipulation Language
dalam jumlah besar. Ketika operasinya selesai maka kalian dapat melakukan
pemeriksaan tabel error logging guna melakukan perbaikan baris dan kesalahan. Sintaks
baru yang dimasukkan ke laporan Data Manipulation Language untuk memberikan
nama berupa tabel error logging, reject limit, dan tag pernyataan. Reject limit ini
menentukan soal apakah pernyataan tadi harus dibatalkan. Untuk operasi Data
Manipulation Language paralel, reject limit umumnya diterapkan pada setiap budak.
Satu-satunya nilai yang dipergunakan menolak batas yang tepat diterapkan ke dalam
operasi paralel yaitu nol dan tidak terbatas. Dengan adanya kesalahan konversi data,
biasanya Oracle akan mencoba memberikan nilai yang berarti saat log dan kolom.
b. Keuntungan Data Manipulation Language
Dml adalah hal penting ketika membicarakan tentang bagaimana melakukan suatu
operasi dalam database terstruktur. Keuntungan yang dimilikinya antara lain:
a) Memberikan fleksibilitas guna mengambil data yang sesuai dengan persyaratan
dalam menerapkan kondisi memakai klausa WHERE.
b) Data yang ada pada database mampu dimodifikasi dengan mudah kapan saja dan
perintahnya bisa dilakukan dengan mudah.
c) Dml menyediakan fasilitas interaksi efisien serta cepat diantara manusia (end-user
memakai sistem) dengan sistem maupun data backend tersimpan pada database.
d) Kita mampu menerapkan banyak batasan ke tingkat skema serta memberikan hak
istimewa pada end-user guna memanipulasi serta mengambil data pada bawah
lingkungan yang terkendali.
e) End-user tidak mampu melakukan modifikasi apa pun pada tingkat skema pada
database memakai dalam yang sekali lagi jika membicarakan soal privasi ini merupakan
suatu keuntungan.
TUGAS LABORATORIUM
A. Kegiatan 1
Menampilkan seluruh data Mata Kuliah yang dengan SKS = 2
B. Kegiatan 2
Tampilkan seluruh mata kuliah yang memiliki nama dengan awalan “Sistem”
C. Kegiatan 3
Tampilkan seluruh mata kuliah yang memiliki nama dengan Akhiran “Digital”
D. Kegiatan 4
Tampilkan seluruh data Mahasiswa yang memiliki nama mengandung kata “ara”
atau “ana”
E. Kegiatan 5
Urutkan data mata kuliah berdasarkan nama mata kuliah dengan urutan menaik
F. Kegiatan 6
Tampilkan nama Mahasiswa yang memprogram mata kuliah “Sistem Digital”
dengan mendapat nilai “A”
G. Kegiatan 7
Tampilkan nama Mahasiswa yang tinggal di “Surabaya”. Mahasiswa tersebut
memprogram mata kuliah “Sistem Digital” dengan mendapat nilai “A”
H. Kegiatan 8
Pada kegiatan 8 ini, Mahasiswa mampu melakukan penambahan data kedalam
sebuah tabel.
a. Lakukan penambahan data pada tabel Dosen, yaitu data Dosen baru dengan NPP
adalah 15005-AN, bernama “Rita Merdekawati”, dan alamatnya adalah Surabaya.
b. Cek hasilnya pada database
c. Ulangi untuk memasukkan data baru, gunakan skrip SQL (tidak boleh
menggunakan menu wizard pada fitur yang disediakan database engine), yaitu untuk
data:
d. Tuliskan 5 buah skrip SQL penambahan 5 data Dosen baru tersebut
I. Kegiatan 9
Pada kegiatan 9 ini, Mahasiswa mampu melakukan perubahan data di dalam
sebuah tabel.
a. Untuk data Dosen berikut pada tabel Dosen:
b. Cek hasilnya pada database
c. Ulangi untuk melakukan perubahan data, gunakan skrip SQL (tidak boleh
menggunakan menu wizard pada fitur yang disediakan database engine), yaitu untuk
data:
d. Tuliskan 5 buah skrip SQL perubahan 5 data Dosen baru tersebut
J. Kegiatan 10
Pada kegiatan 10 ini, Mahasiswa mampu melakukan penghapusan data di dalam
sebuah tabel.
a. Hapus untuk data Dosen berikut pada tabel Dosen:
b. Cek hasilnya pada database
c. Ulangi untuk melakukan penghapusan data, gunakan skrip SQL (tidak boleh
menggunakan menu wizard pada fitur yang disediakan database engine), yaitu untuk
data:
d. Tuliskan 4 buah skrip SQL penghapusan 5 data Dosen baru tersebut
HIPOTESA
Menurut (Daalan, 2024), hipotesa yang mungkin diajukan dalam konteks
praktikum basis data yang fokus pada Query Create Table menggunakan SQL Server
Management Studio dapat mencakup berbagai aspek, mulai dari menampilkan data
hingga menghapus data. Dengan menggunakan Query Create Table pada SQL Server
Management Studio, diasumsikan bahwa mahasiswa dapat berhasil menampilkan data
dari tabel yang telah mereka buat. Hipotesa ini menyiratkan bahwa sintaks SQL yang
benar telah diterapkan untuk mengekstrak informasi yang diperlukan dari tabel yang
telah dibuat. Penggunaan perintah SELECT diharapkan menghasilkan hasil yang sesuai
dengan struktur tabel yang telah ditentukan.
Hipotesa kedua menurut (Daalan, 2024) mencakup kemampuan mahasiswa untuk
mengurutkan data yang ditampilkan dari tabel. Melalui penggunaan klausa ORDER BY
pada perintah SELECT, diharapkan mereka dapat mengurutkan data berdasarkan satu
atau lebih kolom. Keberhasilan praktikum diukur melalui kemampuan mereka untuk
mengimplementasikan pengurutan data yang sesuai dengan aturan yang telah diajarkan.
Selanjutnya, diasumsikan bahwa mahasiswa dapat berhasil menambahkan data baru ke
dalam tabel yang telah mereka buat. Penggunaan perintah INSERT dianggap efektif
untuk menambahkan catatan baru, dan hipotesa ini menekankan bahwa sintaks SQL
yang benar dan sesuai telah diterapkan untuk memastikan bahwa data dimasukkan
dengan benar.
Terakhir, hipotesa keempat mencakup kemampuan mahasiswa untuk menghapus
data dari tabel menggunakan perintah DELETE. Diharapkan bahwa mereka dapat
mengidentifikasi data yang tidak diperlukan dan mengimplementasikan perintah
DELETE dengan kriteria yang sesuai untuk menghapus data tersebut dari tabel.
Keberhasilan praktikum diukur melalui kemampuan mereka untuk menjaga integritas
data dan struktur tabel setelah melakukan operasi penghapusan (Daalan, 2024)
Dengan memformulasikan hipotesa-hipotesa ini, instruktur atau pembimbing
dapat melakukan evaluasi yang lebih terfokus terhadap hasil praktikum dan memberikan
umpan balik yang lebih spesifik kepada mahasiswa. Hipotesa-hipotesa ini juga dapat
membantu mahasiswa dalam mengarahkan upaya selama praktikum, meningkatkan
pemahaman mereka tentang konsep-konsep dasar dalam pengelolaan basis data
menggunakan SQL Server Management Studio.
KESIMPULAN
Menurut (Daalan, 2024) Secara keseluruhan, praktikum basis data yang fokus
pada Query Create Table menggunakan SQL Server Management Studio adalah
pengalaman yang membangun pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam
pengelolaan basis data. Dari empat hipotesa yang diajukan, dapat disimpulkan bahwa
mahasiswa umumnya berhasil mencapai tujuan praktikum dengan baik. Mereka mampu
menampilkan data dari tabel yang telah mereka buat dengan menggunakan perintah
SELECT, menunjukkan pemahaman yang kuat terhadap sintaks SQL yang diperlukan
untuk tugas tersebut (Daalan, 2024)
Selain itu, mahasiswa juga berhasil dalam kemampuan untuk mengurutkan data,
menambahkan data baru, dan menghapus data dari tabel. Implementasi perintah
ORDER BY, INSERT, dan DELETE menunjukkan bahwa mereka dapat
mengaplikasikan konsep-konsep dasar manipulasi data dengan benar. Hasil ini
menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya memahami sintaks SQL, tetapi juga dapat
menghubungkannya dengan operasi sehari-hari yang terlibat dalam pengelolaan basis
data (Daalan, 2024)
Kesimpulan dari praktikum ini menggambarkan bahwa pembelajaran SQL Server
Management Studio dan Query Create Table memberikan landasan yang kuat bagi
mahasiswa dalam mengelola basis data relasional. Pengalaman ini memperkuat
pemahaman mereka tentang bagaimana membuat, mengelola, dan memanipulasi tabel,
yang merupakan keterampilan yang sangat bernilai dalam pengembangan perangkat
lunak dan administrasi basis data. Dengan berhasil menyelesaikan praktikum,
mahasiswa dapat membawa pemahaman dan keterampilan ini ke proyek-proyek masa
depan dan bekerja dengan efisien dalam konteks pengelolaan data relasional (Daalan,
2024)