Panduan Lengkap Digital Marketer
Panduan Lengkap Digital Marketer
Digital marketer atau biasa disebut digital marketing specialist adalah seseorang yang
merencanakan, membuat, dan menerapkan strategi campaign marketing secara online. Hal ini
dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai channel digital seperti social media,
website, search engine, email, display advertising, serta blog.
Digital marketing menjadi bidang pekerjaan yang lumayan baru di era media sosial dan internet.
Hampir setiap industri membutuhkan seorang digital marketer untuk mengikuti perkembangan
zaman dan terus menjadi relevan di pasaran.
Beberapa perusahaan mensyaratkan pendidikan sarjana dalam marketing atau bisnis untuk
melamar posisi digital marketer. Namun bukan berarti lulusan jurusan lain tidak punya peluang
karier yang sama. Seseorang tanpa gelar yang berhubungan dengan marketing ataupun bisnis
bisa mengikuti program sertifikasi digital marketing untuk memperoleh keterampilan dan
pengetahuan yang relevan.
Asalkan keterampilan dan pengetahuan yang dimiliki sesuai dengan yang dibutuhkan
perusahaan, siapapun berpeluang bekerja sebagai digital marketer.
Realitanya, dalam dunia kerja, digital marketer bisa memiliki tanggung jawab yang berbeda-
beda, tergantung goal dan strategi perusahaan masing-masing. Misalnya saja, seorang digital
marketer di sebuah perusahaan bisa berfokus pada media sosial atau website development saja
dan tidak mencakup seluruh elemen digital marketing.
#1 Perencanaan Campaign
• Mengidentifikasi tren dan insight atau wawasan marketing misalnya melalui riset
kompetitor
• Mengalokasikan budget marketing ke channel marketing yang tepat yang dimiliki
perusahaan
#2 Eksekusi Campaign
• Mengaudit channel digital marketing seperti website, blog, sosial media, dan lain-lain
untuk memastikan semua best practice telah diaplikasikan
• Menganalisa metrik-metrik penting untuk memahami performa atau keberhasilan
strategi digital marketing
• Melakukan eksperimentasi atau A/B testing untuk meningkatkan performa
dan conversion
• Mengoptimasi konten untuk berbagai macam platform yang dimiliki perusahaan
#4 Pembuatan Laporan Campaign
Skill ini mengharuskan kamu memahami dan mengelola dengan baik periklanan media sosial,
seperti Facebook Ads, Instagram Business, serta lainnya.
#3 Data Analytics
Memahami cara menganalisis data berfungsi untuk mengoptimasi strategi bisnis kamu di masa
mendatang. Skill ini juga penting untuk melakukan report ke perusahaan.
Mulailah belajar data analytics dengan mengoperasikan tools yang tepat, menginterpretasikan
data, serta menarik kesimpulan dari data tersebut.
Jika kamu memiliki kedua skill ini, informasi dan pesan yang kamu sampaikan akan lebih mudah
diterima audiens.
Lebih dari itu, kemampuan menulis dan storytelling yang baik juga memperbesar peluang untuk
menarik perhatian audiens.
• Rutinlah menulis setiap hari. Kamu bisa menulis apa pun untuk meningkatkan writing
skill, seperti menulis jurnal harian atau membuat log pribadi.
• Biasakan membaca setiap hari, seperti membaca buku, berita, blog, jurnal ilmiah, dan
banyak lainnya.
• Mintalah seseorang yang lebih expert untuk mereview tulisanmu agar kamu tahu
kesalahan penulisan dan bagian mana saja yang masih harus diperbaiki.
Sama halnya jika kamu ingin mengoptimasi website dengan memanfaatkan iklan, maka kamu
perlu menguasai penerapan Search Engine Marketing (SEM).
Baik SEO maupun SEM dapat membantu mendorong konten kamu untuk menjangkau audiens
lebih luas.
#6 Strategic Planning
Skill ini memang tidak bisa diperoleh secara instan, sebab kamu membutuhkan perencanaan
intens dalam jangka panjang dan kebiasaan membuat plan secara berkelanjutan.
#7 Basic Design
Skill basic design
Sebagai seorang digital marketer, kamu harus peka terhadap estetika desain visual, terlebih
konten visual umumnya memberi lebih banyak eksposur dibanding konten tertulis.
Penting untuk setidaknya kamu memahami basic design dan bisa mengoperasikan tools, seperti
Photoshop, Illustrator, Canva, dan sebagainya.
Memahami basic design juga membantu kamu dalam memberikan arahan pada desainer atau
videografer agar konten yang akan dikerjakan sesuai dengan ekspektasi perencanaan
• GCFLearnFree.org YouTube
• Just Creative blog
• Free Graphic Design Courses and Tutorials oleh Udemy
Skill CRM
CRM adalah strategi bisnis yang berguna untuk meningkatkan hubungan antara perusahaan
dengan pelanggan sekaligus mendapatkan pelanggan baru lebih cepat. Skill ini melibatkan
bagaimana strategi yang bisa kamu gunakan untuk memantau dan memaksimalkan customer
experience.
Kamu biasanya memerlukan tools khusus, seperti Zoho, CRM Salesforce, Hubspot CRM, dan
sebagainya.
Berikut skill digital marketing yang perlu kamu asah sebelum mendaftar pekerjaan sebagai
digital marketer.
#1 Skill Komunikasi
Skill komunikasi
Skill komunikasi memberikan pengaruh besar dalam pengelolaan platform media sosial kamu.
Saat kamu diharuskan berkomunikasi dengan audiens, tentu kamu perlu menyampaikannya
dengan ringkas, jelas, menarik, dan mudah dipahami.
• Kenali cara pemanfaatan media sosial. Masing-masing media sosial memiliki keunikan
tersendiri. Misalnya, Instagram lebih efektif untuk mempublikasikan foto atau video,
sementara Twitter lebih cocok digunakan untuk membuat thread.
• Biasakan diri untuk mendengarkan dengan seksama apa yang disampaikan audiens.
• Jawablah setiap pertanyaan audiens di media sosial dengan ramah dan to the point.
• Biasakan untuk menggunakan tata bahasa yang baik dan terstruktur.
• Sesuaikan gaya bahasa dengan target audiensmu.
Terlebih, dalam sebuah bisnis pasti akan ada pesaing yang kemungkinan mencoba mencapai
tujuan yang sama. Kamu akan dituntut berpikir kreatif dalam mencetuskan gagasan atau ide
yang fresh dan memikirkan tantangan-tantangan yang muncul agar engagement terus naik.
• Mendengarkan dengan seksama saat orang lain sedang berbicara dalam suatu forum.
• Biasakan diri untuk banyak bertanya menggunakan prinsip 5W 1H (what, where, why,
when, who, dan how).
• Perbanyak menyerap ilmu digital marketing dengan membaca, menonton YouTube,
mendengarkan podcast, dan sebagainya.
• Setiap ada permasalah bisnis yang harus diselesaikan, fokuslah pada akar masalah agar
lebih mudah mengatasinya.
#3 Multitasking
Skill multitasking
Saat berkarir di bidang digital marketing, sudah seharusnya kamu memiliki
kemampuan multitasking. Hal ini mengacu pada kemampuan untuk mengerjakan beberapa
pekerjaan dalam waktu bersamaan. Oleh sebab itu, kamu perlu mengubah fokus dengan cepat
untuk beralih dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain.
Hootsuite
Hootsuite/sumber: PCmag
Hootsuite adalah tool yang berguna untuk mengelola dan memantau berbagai media sosial secara
bersamaan. Tool ini memungkinkan kamu merespon berbagai tanggapan audiens secara
langsung tanpa perlu membuka satu-persatu platform media sosial tersebut.
Buffer
Buffer adalah salah satu tool digital marketing multifungsi. Kegunaan utama Buffer adalah
menyusun dan menjadwalkan publikasi konten untuk dipost di berbagai media sosial, termasuk
Instagram, Facebook, Twitter, Linkedin, dan Pinterest.
Dengan tool ini, kamu juga bisa melakukan analisis kinerja platform media sosial. Lebih dari itu,
kamu bisa menaikkan engagement dengan cara memantau apa saja yang audiens katakan
terhadap bisnismu di media sosial serta merespon setiap komentar atau direct message yang
memerlukan bantuan atau penjelasan.
Creator Studio
Dalam creator studio, setidaknya kamu dapat menggunakan fitur-fitur di bawah ini:
• Insights – Menunjukkan berbagai data analitik terkait performa konten yang kamu
publikasikan ke Facebook dan Instagram.
• Content library – Memberikan kategori pada konten berdasarkan tipenya dan
menjadwalkan waktu posting.
• Monetization – Mengetahui berbagai persyaratan yang perlu dipenuhi untuk
mendapatkan penghasilan dari halaman Facebook milikmu.
Kamu bisa menemukan lebih banyak informasi dan pilihan tools media sosial di artikel Panduan
Karir: Tools untuk Social Media Specialist.
SEO biasanya dimulai dengan mengidentifikasi keyword tertentu yang kemudian diolah menjadi
konten.
Berikut tools SEO yang bisa kamu gunakan untuk menjalankan strategi digital marketing:
Ahrefs
Ahrefs
Ahrefs adalah tool yang memiliki banyak fungsi dalam SEO, seperti melakukan
riset keyword, link building, menganalisis website kompetitor, dan banyak lainnya.
Adanya Ahrefs memungkinkan kamu merencanakan strategi SEO semaksimal mungkin dan
mengetahui keyword apa saja yang bisa dijadikan ide untuk kontenmu.
• Keyword explorer – Untuk mengetahui keyword apa saja yang memiliki search volume
tinggi sekaligus rekomendasi topik lain yang sesuai dengan topik utama.
• Site explorer – Berfungsi menganalisis backlink yang masuk ke website milikmu
sekaligus memberikan data keyword yang memiliki traffic paling tinggi.
• Site audit – Untuk mengetahui permasalahan yang ada di situs kamu, seperti broken
page.
• Content explorer – Digunakan untuk mengetahui konten apa saja yang paling populer
dan sering dibagikan audiens di search engine.
• Rank tracker – Untuk mengetahui ranking dari situs kamu, baik dari mobile maupun
desktop.
SEMrush
Semrush
Selain untuk mengoptimasi SEO, Semrush juga digunakan untuk menganalisis iklan yang sudah
kamu pasang di search engine (pay-per-click).
Tool ini memiliki fitur-fitur yang memudahkan pekerjaanmu sebagai digital marketer,
seperti keyword research, link building, rank tracking, competitor analysis, site audit, dan
banyak lainnya.
Google Analytics
Google Analytics
Google Analytics adalah salah satu tool populer yang digunakan dalam dunia digital marketing.
Tool ini diandalkan untuk menganalisis perkembangan suatu blog atau website berupa konversi
pengunjung dan traffic.
Dalam Google Analytics, terdapat 6 jenis data yang bisa kamu analisis:
• Demografi audiens – Menunjukkan dari mana saja audiens kamu berasal dan topik apa
yang paling mereka minati.
• Kecepatan website – Berapa lama waktu yang dibutuhkan audiens
untuk loading halaman website kamu
• Realtime – Mengecek metric secara realtime atau langsung. Saat kamu membuka website
atau aplikasi pada saat itu, maka data yang terekam bisa langsung didapatkan.
• Keseluruhan traffic – Menunjukkan seberapa banyak website kamu dikunjungi dalam
jangka waktu tertentu.
• Sumber traffic – Bagaimana audiens bisa sampai ke halaman website kamu.
• Perilaku pengunjung – Mengetahui bagaimana respon audiens terhadap website kamu,
misalnya seberapa sering mereka kembali, bagaimana konversinya, dan lain-lain.
Apa itu Search Engine Optimization (SEO)?
SEO adalah proses untuk meningkatkan peringkat website di halaman pencarian atau Search
Engine Result Page (SERP) agar produk atau layanan terkait bisnismu mudah ditemukan di
Google, Bing, dan search engine lainnya.
Semakin mudah halaman website-mu muncul dalam hasil pencarian, semakin besar
kemungkinan untuk menarik perhatian calon customer ke bisnismu.
Search engine seperti Google, Bing, dan lain-lain ada untuk menemukan, memahami, dan
mengatur konten internet untuk memberikan hasil atau jawaban yang paling relevan dengan
pertanyaan yang diajukan oleh user.
Agar muncul di hasil pencarian, konten harus terlebih dahulu terlihat oleh search engine. Pada
intinya, jika sebuah situs website tidak dapat ditemukan oleh search engine, tidak mungkin situs
tersebut akan muncul di SERP (Search Engine Results Page).
• Crawling
Crawling adalah proses discovery di mana search engine mengirimkan tim robot (yang
disebut crawlers atau spiders) untuk menemukan konten baru dan yang telah di-update di dunia
Internet .
Konten dapat bervariasi—bisa berupa halaman web, gambar, video, PDF, dll.—tetapi terlepas
dari formatnya, konten ditemukan melalui link.
Googlebot memulai proses crawling dengan mengambil beberapa halaman web, lalu mengikuti
seluruh link yang ada di halaman web tersebut untuk menemukan URL baru.
Dengan menjelajahi banyak link, crawler dapat menemukan konten baru yang kemudian
dilanjutkan ke proses indexing.
• Indexing
Saat crawler menemukan konten yang memenuhi syarat teknis dan berkualitas menurut search
engine, konten tersebut akan ditambahkan ke dalam database URL besar yang dikenal sebagai
indeks pencarian atau search index.
Setelah halaman website berada dalam indeks, halaman tersebut telah memasuki proses untuk
ditampilkan sebagai hasil dari pertanyaan user yang relevan.
Ketika pengguna melakukan pencarian, search engine akan menjelajahi konten-konten yang
sudah terindeks untuk mencari mana yang paling relevan dengan kebutuhan pengguna.
Hasilnya kemudian akan ditampilkan di SERP sesuai dengan ranking yang diberikan search
engine.
• Ranking
Search engine memberikan ranking atau urutan pada konten-konten yang memberikan jawaban
terbaik untuk pertanyaan user. Konten yang paling relevan dengan pertanyaan user akan
ditampilkan pada halaman pertama search engine.
Search engine juga mempertimbangkan berbagai faktor seperti kegunaan halaman, kredibilitas
konten, serta lokasi dan setelan akun user.
Sifat dari kata kunci yang dipakai juga berperan menentukan seberapa berpengaruhnya faktor-
faktor tersebut.
Misalnya pengguna memasukkan keyword “berita terkini” yang mementingkan kebaruan konten,
maka konten yang dimunculkan adalah konten teraktual.
• Bisnis dapat menjangkau audiens yang berniat untuk mengenal bahkan membeli
suatu produk atau service
Banyak sekali orang yang melakukan pencarian di search engine, yang sering kali bertujuan
untuk mendapatkan informasi mengenai produk maupun service.
• Search sering kali menjadi sumber utama traffic digital untuk brand
Semakin besar visibilitas dan peringkat situs maka semakin tinggi pula traffic ke bisnismu yang
dapat memberi dampak yang signifikan terhadap keuntungan perusahaan.
Ada beberapa strategi SEO yang efektif membantu situsmu mudah dilihat pada halaman satu
pencarian:
• Technical optimization
Technical optimization berkaitan dengan proses pembangunan atau pemeliharaan situs web untuk
meningkatkan “SEO”.
Beberapa hal yang termasuk dalam optimasi teknis seperti menambah peta situs XML,
mempercepat waktu muat (loading) halaman, memastikan elemen gambar di dalam situs sudah
dalam ukuran ideal (jelas terlihat dan tidak memperlambat loading time), dan
lingkungan hosting yang aman dari virus dan peretasan.
• On-page optimization
On-page optimization adalah proses untuk memastikan konten dalam website relevan bagi
pengguna. Strategi ini termasuk menyertakan keyword atau kata kunci yang sesuai, deskripsi
meta yang unik, tautan internal di dalam situs, dan URL link yang disertai kata kunci utama.
Selain itu juga penting untuk menyertakan foto disertai teks alternatif berisi keyword untuk
mempermudah robot menemukan situsmu.
• Off-page optimization
Off-page optimization yaitu teknik meningkatkan peringkat situs melalui aktivitas di
luar website dengan cara menanamkan backlink menuju situsmu. Strategi ini bisa dilakukan
dengan bekerja sama dengan pihak lain atau membagikan konten lewat
berbagai channel seperti media sosial dan e-mail.
Strategi SEO di atas tak dapat berjalan dengan baik jika konten yang dibuat tidak original,
berkualitas, dan tidak menyertakan kata kunci yang banyak dicari. Untuk menentukan kata kunci
yang tepat bisa menggunakan tools SEO seperti Ahrefs, Semrush, dan Ubbersuggest.
Tools SEO
Tools SEO sebenarnya memiliki beberapa kategori. Kategori ini didasarkan pada kebutuhan
yang ingin kamu capai dari tools yang digunakan, antara lain sebagai berikut:
• Tools untuk riset: Digunakan saat kamu berfokus pada research keyword, analisis
kompetitor, atau backlink.
• Tools untuk optimasi: Berguna untuk memahami alur kinerja selama proses optimasi
serta memberikan saran pengoptimalan.
• Tools untuk monitoring: Bisa digunakan untuk memantau performa SEO yang sudah
berjalan.
• All-in-one tools: Saat kamu membutuhkan tools yang bisa melakukan riset, optimasi, dan
monitoring sekaligus, inilah tools yang tepat.
Lebih lanjut, berikut penjelasan berbagai tools SEO beserta fitur utama yang diusungnya.
Ubersuggest
Ubersuggest adalah salah satu tool yang cocok digunakan untuk SEO pemula dikarenakan
penggunaannya yang cukup sederhana. Aplikasi buatan Neil Patel ini memiliki banyak fitur yang
efektif untuk memperluas strategi marketing melalui riset keyword.
Tak kalah dengan dua tools sebelumnya, Ubersuggest juga menyediakan beberapa fitur yang
dapat diakses secara gratis sekaligus free trial selama 7 hari bagi kamu yang tertarik untuk
berlangganan.
Fitur utama:
• Memberikan berbagai saran keyword dengan cara mengetikkan keyword atau kata yang
mewakili topik utama konten yang ingin kamu buat.
• Memberikan rincian data keyword yang dicari, seperti search volume, paid, CPC,
hingga keyword difficulty.
• Terdapat fitur content ideas yang dapat digunakan untuk bersaing dengan kompetitor dan
meningkatkan ranking di halaman website.
• Fitur traffic analyzer overview yang berguna melihat bagaimana upaya kompetitor dalam
menjalankan SEO.
Biaya per bulan:
• Individual: $12 atau sekitar Rp. 165.000 per bulan (free trial 7 hari)
• Business: $20 atau sekitar Rp. 280.000 per bulan (free trial 7 hari)
• Enterprise atau Agency: $40 atau sekitar Rp. 552.000 per bulan (free trial 7 hari)
Ahrefs
Ahrefs
Ahrefs adalah salah satu tools SEO terkenal yang sudah banyak digunakan para ahli SEO. Ahrefs
cocok digunakan sebuah bisnis untuk mengembangkan SEO.
Software ini dapat digunakan untuk riset keyword dan melakukan crawling pada website guna
mengetahui traffic pencarian, related keywords, backlinks, dan lainnya.
Ahrefs juga menyediakan beberapa fitur yang bisa kamu akses secara gratis bagi pemula. Namun
jika kamu membutuhkan fitur yang lebih kompleks, ada baiknya menggunakan pilihan berbayar.
Fitur utama:
• Terdapat keyword explorer untuk mencari keyword yang relevan dengan topik utama.
• Memberikan estimasi traffic tentang seberapa sering audiens mencari keyword yang akan
kamu jadikan konten.
• Terdapat content explorer untuk menganalisis berbagai topik di search engine yang
sedang tren di masyarakat.
• Adanya backlink checker tool yang berguna mengetahui link situs berkualitas tinggi
untuk menambah kredibilitas.
• Dapat melacak ranking website secara berkala baik di desktop maupun mobile.
• Memiliki site audit yang bisa melakukan pengecekan jika ada masalah yang muncul
dalam website.
Biaya per bulan:
• Lite: $99 atau sekitar Rp. 1.370.000 per bulan (7 hari trial dengan biaya $7 atau
Rp.100.000).
• Standard: $179 atau sekitar Rp. 2.480.000 per bulan (7 hari trial dengan biaya $7 atau
Rp.100.000).
• Advanced : $399 atau sekitar Rp. 5.540.000 per bulan.
• Agency: $999 atau sekitar Rp. 13.880.000 per
bulan.
Semrush
Semrush
Semrush adalah tool untuk keyword research yang memungkinkan kamu mendapatkan data
tentang seberapa banyak orang yang mencari keyword topik tertentu.
Semrush juga memberi kamu informasi tentang saran keyword lain yang masih relevan
dengan keyword utama.
Lebih dari itu, tool ini menawarkan informasi tentang bagaimana strategi yang digunakan
kompetitor dalam SEO.. Misalnya, kamu bisa memperoleh data berapa banyak traffic yang
didapatkan kompetitor.
Sama halnya seperti Ahrefs, Semrush juga menyediakan beberapa fitur yang bisa diakses secara
gratis. Namun tentu saja fitur tersebut tidak selengkap fitur berbayar.
Fitur utama:
• Memberikan data dalam analisis traffic, seperti jumlah visitor, rata-rata durasi
kunjungan, unique visitors, traffic rank, dan bounce rate.
• Melihat keyword yang digunakan kompetitor dan berapa banyak traffic yang mereka
dapatkan.
• Menemukan informasi tentang backlink website lain.
• Melihat iklan teks dari media kompetitor.
Biaya per bulan:
Screaming frog
Screaming frog bisa diandalkan sebagai tool untuk melakukan audit dan analisis masalah
terkait On-page SEO di website kamu. Software ini memberikan data berupa masalah apa saja
yang perlu segera kamu perbaiki dalam situsmu.
Fitur utama:
Fitur utama:
• Mendapatkan data dari link suatu website, seperti berapa banyak linking domin, ranking
keywords, inbound links, dan lainnya.
• Mengumpulkan dan mengukur skor data website kamu dan membandingkan dengan
kompetitor.
• Meneliti seberapa kompetitif keyword yang akan kamu gunakan sekaligus berapa search
volumenya.
• Mencari tahu siapa saja kompetitor kamu sekaligus apa saja target keyword mereka.
• Memberikan saran optimasi On-page dan peringatan jika terdapat kesalahan.
Biaya per bulan:
Buzzstream
Pada dasarnya, Buzzstream adalah tool yang membantu kamu dalam link building dan digital
PR. Dengan Buzzstream, kamu bisa menilai kinerja campaign yang telah dibuat dan
menganalisis keberhasilan campaign tersebut.
Buzzstream juga membantu kamu mendapatkan influencers yang relevan dengan bisnis kamu,
mengorganisir jangkauan program lebih luas, mendapatkan lebih banyak prospek, dan lainnya.
Fitur utama:
FULL PROGRAM
Apabila kamu seorang pemula yang masih ingin belajar SEO atau juga pelaku bisnis yang baru
ingin mencoba SEO, berikut tools SEO gratis yang bisa kamu jadikan pilihan:
Google Trends
Google Trends
Google Trends digunakan untuk melihat popularitas topik dari waktu ke waktu. Software ini
akan membantu kamu untuk mencari tahu topik apa saja yang sedang tren dan paling menarik
perhatian audiens di search engine.
Fitur utama:
Saat dihubungkan dengan AdWords, Google Analytics dapat menilai seberapa efektif iklan
Adwords yang kamu pasang di Google.
Fitur utama:
• Memberikan laporan real-time tentang dari mana asal visitor website sekaligus perangkat
dan keyword apa yang digunakan.
• Menunjukkan tren audiens dari waktu ke waktu.
• Memberikan data dari mana asal saluran yang digunakan audiens, misalnya berasal dari
penelusuran organik atau media sosial.
• Memberikan data rata-rata performa situs, seperti rata-rata waktu yang dihabiskan
audiens saat mengunjungi website kamu.
Google Search Console
Fitur utama:
• Memantau keyword yang digunakan audiens untuk menjangkau website kamu.
• Menemukan keyword populer yang relevan dengan bisnis kamu.
• Memberikan informasi halaman mana saja dari website kamu yang paling banyak
mendatangkan pengunjung.
• Mengidentifikasi perangkat yang digunakan audiens saat mengunjungi website
• Memantau backlink yang mengarah ke situs kamu.
• Memberikan peringatan jika terdapat malware sekaligus memeriksa broken link.
Google Keyword Planner
Google Keyword Planner adalah salah satu tool gratis untuk melakukan keyword research guna
membuat iklan berbayar di Google Ads. Kamu juga bisa menggunakan software ini untuk
keperluan konten agar menjadi SEO-friendly.
Perlu diketahui bahwa tool ini terintegrasi dengan Google Ads, jadi kamu bisa membuka Google
Keyword Planner dalam halaman Google Ads.
Fitur utama:
• Memberikan data search volume untuk setiap keyword yang kamu cari.
• Menentukan daya saing keyword berdasarkan cost per click.
• Memberikan laporan rinci untuk keyword tertentu.
Google PageSpeed Insights
Fitur utama:
Yoast membantu kamu menentukan judul dan meta deskripsi, melacak sekaligus
menetapkan keyword yang ditargetkan, mengelola sitemap, dan lainnya.
Meski ada pilihan berbayar di tool ini, namun sebagian besar fitur dalam Yoast SEO dapat kamu
akses gratis.
Fitur utama:
SEOquake
SEOquake merupakan salah satu plugin yang masih satu perusahaan dengan tool Semrush..
Tool ini tidak memiliki database sendiri seperti tool SEO lainnya, namun SEOquake merangkum
data terkait performa On-page dan Off-page SEO dari tool lain. Nantinya, SEOquake akan
menampilkan data dari kumpulan peringkat URL seperti di Semrush, Google Index, Alexa Rank,
dan sebagainya.
Fitur utama:
SEO dan SEM adalah dua strategi dari digital marketing yang dilakukan untuk melakukan
optimasi guna meningkatkan visibilitas website.
Memiliki tujuan yang sama, ternyata terdapat berbagai perbedaan dengan cara kerja keduanya.
Untuk mengetahui teknik apa yang tepat digunakan dalam strategi bisnismu, ketahui lebih lanjut
perbedaan SEO vs SEM di artikel berikut ini.
Contoh SEO
SEO adalah praktik pengoptimalan website secara berkelanjutan dengan tujuan mendapatkan
ranking di halaman pertama mesin pencari atau SERP (Search Engine Optimization Page).
#1 On-Page SEO
On-page SEO
On-Page adalah cara kerja SEO dengan mengoptimalkan faktor-faktor yang ada di halaman web.
Pengoptimalan ini bertujuan agar memudahkan search engine memahami isi dari konten yang
kamu buat. On-Page SEO biasanya mencakup optimasi judul, heading, meta description, image
alt-text, dan lainnya.
#2 Off-Page SEO
Off-page SEO
Apabila On-Page melakukan optimasi dari dalam website, maka Off-Page bertugas
mengoptimalkan website dari luar. Off-Page berfokus pada peningkatan kepercayaan atau
kredibilitas website di mata audiens dan search engine. Taktik ini dilakukan dengan cara link
building, backlink, dan lainnya.
Saat search engine mengetahui website kamu terpercaya dan kredibel bagi audiens, maka
Google berpotensi menempatkan website kamu di ranking yang lebih tinggi.
#3 Technical SEO
Dalam technical SEO, kamu harus memastikan bahwa Google dapat mengindeks dan
melakukan crawl di semua halaman website kamu. Teknik ini berhubungan dengan optimasi
kecepatan situs, mobile-friendly, crawlability, keamanan, pengindeksan, dan sebagainya.
#4 Konten
Konten adalah salah satu faktor yang dipertimabngkan Google agar website kamu mendapatkan
ranking tinggi. Konten yang kurang berkualitas akan lebih sulit mendapatkan ranking tinggi
di search engine dan sebaliknya. Di sini, kamu memerlukan strategi konten yang tepat sesuai
kebutuhan bisnismu.
Contoh SEM
Search Engine Marketing atau SEM adalah strategi yang menggunakan taktik berbayar untuk
mendapatkan visibilitas di search engine atau dikenal juga dengan pay-per-click (PPC).
Jika SEO lebih menekankan pada pengoptimalan website secara organik, maka SEM adalah
memanfaatkan platform periklanan PPC seperti Google Ads untuk menjangkau target audiens.
Dari segi teknis, SEM biasanya akan memulai campaign dengan melakukan keyword
research dan memperhatikan iklan dari kompetitor.
Campaign dalam SEM sendiri bisa meliputi Search Ads, Shopping Ads, Display Ads, Gmail
Ads,dan YouTube Ads.
Saat audiens mencari keyword tertentu di search engine yang sesuai dengan bisnis kamu,
disitulah mereka biasanya akan melihat iklan khusus di bagian atas SERP dengan penanda ikon
“Ad” atau “Iklan”.
Meskipun proses yang digunakan berbeda, namun SEO dan SEM memiliki beberapa persamaan,
yaitu sebagai berikut:
SEO vs SEM
Meski sebagian orang beranggapan bahwa SEO tidak memerlukan biaya alias gratis, namun saat
kamu ingin mencapai hasil maksimal dalam optimasi website melalui pencarian organik, kamu
membutuhkan biaya untuk membentuk tim SEO yang kompeten.
Pembentukan tim SEO mengartikan kamu harus menyiapkan gaji, tools, pelatihan, dan teknologi
pengoptimalan lainnya.
Sementara dengan SEM, walaupun biaya yang dikeluarkan memang lebih tinggi agar bisa terus
beriklan, namun kamu membutuhkan lebih sedikit sumber daya internal untuk mengelola iklan
tersebut.
#2 Pemilihan Target Audiens
Saat kamu menjalankan SEO, kamu tidak bisa benar-benar memilih target audiens. Artinya,
konten kamu bisa mengarah ke semua kategori audiens.
Sementara dengan SEM, kamu bisa memilih audiens yang menjadi target kamu. SEM
memungkinkan kamu dapat menentukan audiens berdasarkan lokasi, umur, dan lainnya untuk
menampilkan hasil pencarian keyword sesuai target.
SEM memiliki waktu yang lebih cepat dan sesegera mungkin untuk menghasilkan traffic.
Sebaliknya, SEO memerlukan waktu cukup lama untuk memberikan keuntungan traffic guna
meningkatkan lead dan penjualan.
Dengan begitu, kamu bisa terus menghasilkan pendapatan dengan investasi minimal.
Lain halnya dengan SEM, saat kamu sudah tidak melakukan campaign iklan,
maka traffic dan lead juga akan berhenti yang mengakibatkan tidak ada lagi proses transaksional
dalam bisnis.
Terlebih, Google telah memberi ikon penanda “iklan” atau “Ad” di setiap halaman website yang
dapat membedakan SEO dengan SEM.
Berbeda dengan itu, kamu tidak dapat melakukannya melalui SEO. Hal ini dikarenakan SEO
memerlukan waktu cukup lama untuk melihat dampak dari strategi konten, apakah keyword yang
kamu gunakan dalam konten berhasil atau tidak.
Lalu, teknik optimasi mana yang lebih baik dilakukan? SEO atau SEM?
Untuk menjawab hal tersebut, kamu harus melihat dari berbagai faktor sesuai kebutuhan
bisnismu. Ada saat tertentu yang mengharuskan kamu menggunakan SEO, SEM, atau bahkan
keduanya.
• Mendominasi SERP
Apabila bisnis kamu ingin mendapatkan ranking tinggi sekaligus memiliki
Ad placement di search engine, inilah yang disebut mendominasi SERP. Langkah ini sangat
efektif untuk menonjolkan brand kamu dalam persaingan bisnis.
Namun, perlu diingat bahwa untuk menjalankan keduanya secara bersamaan diperlukan biaya
yang lebih banyak. Jadi, pastikan kamu melakukan audit keuangan dengan tepat jika ingin
melakukan langkah ini.
Penargetan audiens ini dapat melalui display Ads, search Ads, dan lainnya.
Apa itu Instagram Ads?
Instagram Ads merupakan layanan iklan berbayar yang berada di bawah naungan Meta
Ads tetapi di khususkan pada platform media sosial Instagram. Instagram Ads memungkinkan
bisnis dan pengiklan untuk mempromosikan produk, layanan, atau merek kepada pengguna
Instagram yang ditargetkan.
Instagram Ads terdiri dari gambar atau video yang diberi label “sponsored” dan muncul
di feed, story, dan reels.
Instagram Ads memiliki cara kerja yang kurang lebih sama seperti iklan di platform media sosial
lainnya. Pengguna atau suatu brand dapat mengatur target audience, anggaran iklan, posisi iklan
dan jenis iklan yang ingin ditampilkan.
Karena Instagram Ads masuk ke dalam keluarga perusahaan Meta, opsi untuk pengaturan iklan
menjadi beragam bisa melalui business suite Meta, dashboard ads Meta ataupun langsung di
aplikasi Instagram itu sendiri.
Ini menjadikan Instagram Ads mudah untuk digunakan. Instagram Ads juga memiliki alat
analisis untuk mengukur performa iklan, termasuk metrik seperti tayangan, interaksi,
dan konversi.
Ketika iklan yang dibuat sudah berjalan, pengguna Instagram dapat diarahkan untuk melakukan
tindakan yang diinginkan seperti mengunjungi situs web, mengeklik tautan, mengirim direct
message, mengikuti akun pengiklan, atau membeli produk.
Instagram Ads adalah salah satu opsi terbaik untuk beriklan bagi bisnis dan pengiklan untuk
menarget audience yang diinginkan, mendapat jangkauan yang lebih luas dan
meningkatkan brand awareness, hingga menaikkan penjualan.
Jangan lupa juga untuk membuat iklan yang menarik dan relevan supaya dapat mencapai hasil
terbaik dari campaign iklan kamu yang buat.
• Jumlah pengguna aktif yang sangat tinggi, Instagram memiliki lebih dari 1 miliar
pengguna
aktif bulanan di seluruh dunia, sehingga menjadikannya platform yang sangat besar untuk
menjangkau target audience.
Dengan demikian, iklan dapat dipromosikan kepada orang-orang yang sesuai dan paling
mungkin tertarik pada produk atau layanan yang ditawarkan.
• Format iklan yang beragam juga menjadi salah satu aspek penting di Instagram
Ads.
Instagram Ads menawarkan berbagai format iklan seperti foto, video, stories, dan reels.
Format iklan ini dapat membantu pengiklan menarik perhatian pengguna dalam memperkenalkan
produk atau layanan mereka. Yang tidak kalah penting, IG juga memiliki tool analisis kinerja
Iklan yang detail untuk mengukur keberhasilan iklan seperti dari segi tayangan, interaksi, dan
konversi.
Dengan menggunakan data yang tersedia di tool analisis, pengiklan dapat menilai kinerja iklan
yang telah dijalankan dan dapat melakukan optimasi kampanye iklan supaya lebih efektif.
• Budget iklan yang murah dibandingkan dengan media sosial lain, dikarenakan
Instagram
Ads hanya menarik budget iklan per hari kurang lebih bisa di mulai dari harga Rp15.000 saja.
Biaya iklan di Instagram dapat sangat bervariasi tergantung pada berbagai faktor seperti
target audience, persaingan di pasar, jenis iklan, dan banyak faktor lainnya.
Oleh karena itu, sangat disarankan untuk membuat anggaran iklan yang realistis dan melakukan
uji coba untuk menentukan biaya iklan yang tepat karena
tiap cost untuk metric seperti CPC atau CPM akan berbeda-beda.
Tapi jika ingin mengetahui biaya harian minimal yang dikeluarkan bisa dengan melihat pada
opsi setup iklan. Jika kalian menggunakan ads manager bisa dimulai dari Rp16.000 saja.
Sedangkan jika kalian ingin menggunakan business suite Meta atau
mungkin boosting promote dari konten organik, minimal budget per hari adalah Rp20.000.
Instagram Ads masih termasuk platform iklan media sosial termurah untuk media beriklan
karena platform media sosial lain rata-rata budget harian untuk minimal pengeluaran bisa 2x
lipat bahkan lebih.
2) Setelah klik tombol boost post, pilih objektif atau select goal yang akan dijadikan tujuan
beriklan, apakah supaya user mengunjungi profil, kunjungan ke website, atau
mendapatkan direct message.
3) Setelah kamu memilih objektif, lanjut ke pemilihan audience. Kamu bebas memilih apakah
ingin menggunakan automatic audience yang nantinya ditentukan Instagram atau membuat
sendiri sesuai kebutuhanmu. Sebaiknya pilih untuk membuat audience sendiri dengan klik
opsi create your own.
4) Selanjutnya beri nama audience (sesuai kebutuhan masing-masing), pilih lokasi, minat, umur,
dan gender. Setelah itu klik tombol done.
5) Lanjutkan ke pemilihan budget dengan menyesuaikan kebutuhan alokasi sendiri dan pilih
apakah durasinya ingin agar selalu berjalan atau ditentukan beberapa hari.
6) Terakhir pada halaman review, cek kembali apakah semuanya sudah sesuai dengan yang
diinginkan.
1) Buka Business Manager Meta atau akses langsung lewat URL business.facebook.com atau
adsmanager.facebook.com.
2) Pilih menu bar paling atas dan klik ad account yang nantinya akan dipakai beriklan.
3) Lalu create pada tombol hijau untuk membuat campaign iklan baru.
4) Pilih objektif yang akan dicapai, misal kita menginginkan traffic yang diarahkan ke akun
Instagram kita sendiri atau website yang sudah dipersiapkan.
5) Setelah menu Campaign terbuka, kalian dapat melakukan setup nama seperti pada gambar
atau menentukan buying type, objective, budget sesuai kebutuhan.
6) Selanjutnya pada adset, kamu dapat memilih ingin mengarahkan kunjungan ke mana, optimasi
iklan apa, melakukan setup waktu mulai dan berhentinya iklan, audience.
Yang paling penting terkait pembahasan Instagram Ads adalah placement karena ini yang akan
memisahkan posisi iklan. Kamu dapat menghilangkan pilihan posisi iklan pada
Facebook, Audience Network & Messenger.
7) Pada bagian ads yang terakhir, kamu dapat memilih page dan Instagram yang akan digunakan,
memilih elemen creative atau menggunakan creative dari konten organik yang sudah di-
posting organik sebelumnya.
Penutup
Ada tips penutup yang akan membantu kalian dalam menjalankan Instagram Ads:
• Gunakan budget rendah terlebih dahulu untuk mencoba beberapa strategi campaign.
• Coba gunakan beberapa setup mulai dari boost konten organik hingga menggunakan Ads
Manager.
• Tentukan tujuan campaign dengan jelas.
• Targetkan audience yang tepat.
• Gunakan gambar atau video berkualitas tinggi.
• Gunakan Call-to-action (CTA) yang tepat.
• Banyak melakukan A/B testing dan optimalkan kampanye.
• Gunakan fitur pengukuran dan pelaporan.
Jangan terlalu diambil pusing dengan banyaknya opsi melakukan setup dan mulailah mencoba
dengan budget rendah supaya kalian dapat mencoba sedikit-sedikit mana formula beriklan di
Instagram Ads yang pada akhirnya akan menjadi winning campaign kalian.
Dengan tips yang sudah diberikan, semoga kalian dapat segera menjalankan Instagram Ads dan
melakukan optimasi dengan baik. Semangat mencoba!
Apa itu A/B Testing?
Dilansir dari Neil Patel, split testing atau biasa dikenal dengan A/B testing adalah
strategi marketing yang membandingkan dua versi berbeda, yaitu konten A dan konten B.
Tujuan perbandingan ini adalah melihat versi mana yang lebih baik.
Data yang didapat setelah testing bisa membantu pemasar memilih versi konten mana yang
memberi hasil paling maksimal.
Ketika pemasar sudah memegang versi konten terbaik, banyak hal yang bisa tercapai. Salah
satunya efisiensi biaya dalam campaign marketing berbayar, seperti pemasangan iklan di Google
Ads, Facebook Ads, dll.
Dengan A/B testing, bisnis bisa mengetahui apa yang berhasil dan apa yang tidak karena
disertai data pendukung. Dari sini, perusahaan lebih mudah membuat keputusan dan menyusun
strategi pemasaran yang lebih efektif dalam jangka panjang.
Berikut adalah beberapa manfaat lain menjalankan A/B testing dirangkum dari Neil Patel:
Ada banyak tools yang bisa digunakan untuk A/B testing. Berikut beberapa contohnya yang
dilansir dari Hubspot:
Oracle Maxymiser
Oracle Maxymiser membantu bisnis melakukan pengujian website tingkat lanjut.
Dengan tool ini, bisnis dapat membuat website dan mobile app yang paling efektif untuk
menghasilkan conversion. Selain itu, Oracle Maxymiser juga bisa dipakai untuk
menjalankan multivariate testing. Penjelasan bedanya dengan A/B testing bisa dibaca pada
bagian FAQ artikel ini.
VWO
VWO juga bisa dipakai untuk A/B testing dan multivariate testing. VWO memiliki integrasi kuat
yang memungkinkan pengguna memasukkan data ke tool eksternal untuk menghubungkan
berbagai platform berbeda. Dengan fitur integrasi ini, pengguna bisa menyederhanakan proses
pengujian karena data terpusat di VWO.
Contoh bagaimana A/B testing dilakukan dalam digital marketing dapat dilihat dalam kondisi
berikut.
Tim marketing di perusahaan A ingin meningkatkan jumlah signup dari salah satu
halaman website milik perusahaan.
Mereka beranggapan bahwa hal ini bisa ditingkatkan dengan mengganti teks pada tombol CTA.
Namun, mereka belum sepenuhnya yakin teks dengan kalimat seperti apa yang bisa menarik
audiens untuk melakukan signup.
Tim marketing memiliki hipotesisnya bahwa teks CTA yang to the point dan singkat dapat
meningkatkan konversi.
Contoh CTA
Ada 2 variasi halaman yang dibuat dalam pengujian tersebut:
• Versi A: membuat tombol CTA dengan tulisan yang singkat "Apply Now".
• Versi B: membuat tombol CTA dengan tulisan yang lebih panjang "See Our Available
Programs".
Setelah tim marketing menjalankan pengujian selama beberapa hari, data menunjukkan variasi A
dengan tulisan singkat "Apply Now" memenangkan eksperimentasi tersebut.
Dari hasil yang didapatkan, tim marketing akhirnya mendapatkan keputusan teks CTA seperti
apa yang cocok untuk audiens mereka.
Penutup
A/B testing membandingkan performa dua versi elemen (seperti headline, gambar, dan desain)
untuk melihat mana yang lebih menarik audiens. Strategi ini menguji versi A terhadap versi B
untuk mengukur mana yang paling berhasil sesuai metrik utama bisnis.
Dengan menggunakan pengujian dan mengumpulkan data empiris, bisnis bisa mengetahui
dengan tepat strategi pemasaran mana yang paling cocok untuk perusahaan.
Multivariate testing menunjukkan variasi yang berbeda dari berbagai elemen pada halaman
(seperti penempatan CTA, penempatan teks, dan gambar) untuk memahami aspek mana yang
paling menarik bagi audiens.
Saat melakukan multivariate testing, bisnis tidak sekadar menguji versi web page yang berbeda
seperti A/B testing. Namun, dengan proses ini bisnis juga mendapatkan wawasan tentang elemen
mana yang berperan penting dalam mencapai tujuan halaman.
• A/B testing hanya melibatkan dua versi web page (terkadang tiga atau empat
versi). Multivariate testing dapat menyertakan belasan versi halaman web berbeda karena
banyak kombinasi variabel yang diuji.
• Dalam A/B testing dan multivariate testing, traffic yang ada di web page perlu dibagi
rata. Untuk mendapatkan hasil yang signifikan, multivariate testing akan memiliki
banyak versi page. Sementara A/B testing hanya memiliki dua versi page.
• Hasil A/B testing biasanya lebih mudah diuraikan karena test page sangat berbeda dan
jumlahnya lebih sedikit. Sedangkan terlalu banyak variasi dan jumlah halaman yang
berbeda sering kali membuat hasil multivariate testing menjadi kurang jelas.
• A/B testing memberikan hasil lebih cepat karena hanya ada dua opsi berbeda yang
dibandingkan. Bergantung pada tingkat traffic dan jumlah variabel, diperlukan waktu
berbulan-bulan untuk menyelesaikan multivariate testing.