User interview, Affinity Mapping, dan User Personal
User interview, affinity mapping, dan user persona adalah tiga teknik yang digunakan dalam
desain pengalaman pengguna (UX) untuk memahami pengguna dan mengembangkan solusi
yang lebih baik berdasarkan wawasan yang diperoleh. Berikut penjelasan dari masing-masing
teknik tersebut:
1. User Interview
User interview adalah proses wawancara langsung dengan pengguna atau calon pengguna
produk untuk mengumpulkan informasi tentang kebutuhan, harapan, masalah, serta perilaku
mereka. Tujuan dari user interview adalah untuk mendapatkan wawasan mendalam tentang
pengalaman pengguna.
Langkah-langkah dalam User Interview:
Persiapan: Menentukan tujuan wawancara, menyusun daftar pertanyaan, dan
memilih peserta yang tepat.
Pelaksanaan: Melakukan wawancara dengan pengguna, mendengarkan pengalaman
mereka, dan menggali lebih dalam jika diperlukan.
Pencatatan: Mencatat semua jawaban dan observasi penting.
Analisis: Menganalisis data wawancara untuk mencari pola, kebutuhan, dan masalah
utama pengguna.
Manfaat:
Mendapatkan wawasan langsung dari pengguna tentang pengalaman mereka.
Menemukan masalah yang mungkin tidak terduga.
Memahami konteks penggunaan produk.
2. Affinity Mapping
Affinity mapping adalah metode untuk mengorganisasi dan mengelompokkan data
berdasarkan kesamaan atau tema tertentu. Biasanya digunakan setelah melakukan user
interview, survei, atau pengumpulan data lainnya. Data (seperti catatan, wawancara, atau ide)
disusun secara visual pada dinding atau papan untuk menemukan pola atau tema yang
muncul.
Langkah-langkah dalam Affinity Mapping:
Pengumpulan Data: Kumpulkan informasi yang diperoleh dari berbagai sumber
(wawancara, survei, dll.).
Pengelompokan: Tempelkan catatan di papan atau dinding, kemudian kelompokkan
catatan yang memiliki hubungan atau tema serupa.
Penyusunan: Tentukan kategori atau tema berdasarkan pola yang ditemukan dan
berikan label pada kelompok tersebut.
Analisis: Gunakan pola atau tema yang ditemukan untuk mendapatkan wawasan
tentang pengguna atau masalah yang ingin dipecahkan.
Manfaat:
Mempermudah dalam menemukan tema atau pola dari data yang besar.
Meningkatkan pemahaman tentang masalah yang dihadapi pengguna.
Membantu dalam prioritas pengembangan produk.
3. User Persona
User persona adalah representasi fiktif dari kelompok pengguna yang memiliki karakteristik,
kebutuhan, dan perilaku yang serupa. User persona membantu tim desain untuk lebih
memahami siapa pengguna mereka dan bagaimana cara memenuhi kebutuhan mereka.
Langkah-langkah dalam Membuat User Persona:
Pengumpulan Data: Gunakan hasil dari user interview, survei, dan analisis untuk
mengidentifikasi ciri-ciri pengguna yang dominan.
Identifikasi Pola: Tentukan kategori pengguna berdasarkan perilaku dan karakteristik
yang serupa.
Pembuatan Persona: Buatlah karakter pengguna fiktif dengan informasi seperti
nama, umur, pekerjaan, tujuan, tantangan, dan perilaku pengguna.
Visualisasi Persona: Visualisasikan persona dalam bentuk dokumen atau poster yang
mudah dipahami oleh tim desain.
Manfaat:
Memudahkan tim untuk berfokus pada kebutuhan pengguna yang sesungguhnya.
Membantu dalam pengambilan keputusan desain yang lebih tepat.
Menyediakan gambaran yang jelas tentang siapa yang menjadi target produk atau
layanan.
Keterkaitan Ketiga Teknik:
User interview menghasilkan data yang menjadi dasar untuk membuat affinity
mapping, yang pada gilirannya membantu dalam pengembangan user persona yang
representatif.
Ketiganya saling mendukung dalam mendalami pemahaman pengguna secara
mendalam dan membentuk solusi desain yang relevan dan efektif.
Cara mengakses akun Figma
Untuk mengakses akun Figma, ikuti langkah-langkah berikut:
1. Buka Website Figma: Kunjungi figma.com di browser Anda.
2. Klik "Log In": Di halaman utama, klik tombol "Log In" yang biasanya berada di
pojok kanan atas.
3. Masukkan Informasi Akun:
o Jika Anda sudah memiliki akun, masukkan email dan kata sandi yang
terdaftar.
o Jika Anda mendaftar menggunakan akun Google atau SSO (Single Sign-On),
pilih opsi tersebut dan ikuti proses login yang sesuai.
4. Akses Dashboard: Setelah berhasil login, Anda akan diarahkan ke dashboard Figma,
tempat Anda dapat mengakses proyek dan file desain yang telah Anda buat atau yang
dibagikan dengan Anda.
Jika Anda belum memiliki akun Figma, Anda bisa memilih opsi "Sign Up" untuk membuat
akun baru menggunakan email atau akun Google.
Teknik desain dengan aplikasi figma
Desain dengan menggunakan Figma adalah salah satu metode populer dalam dunia desain
grafis dan antarmuka pengguna (UI/UX). Figma adalah alat desain berbasis web yang
memungkinkan kolaborasi real-time dan sangat cocok untuk tim yang bekerja bersama dalam
pembuatan prototipe, desain UI, dan wireframing.
Berikut ini adalah beberapa teknik desain yang dapat dilakukan dengan aplikasi Figma:
1. Wireframing
Wireframe adalah desain kasar atau sketsa dari antarmuka pengguna (UI). Di Figma,
Anda bisa menggunakan frame dan shape dasar untuk membuat wireframe aplikasi
atau website.
Gunakan alat seperti Rectangle, Line, dan Text untuk menyusun elemen-elemen dasar
UI.
Anda juga bisa menggunakan Auto Layout untuk mengatur elemen secara otomatis
dan menghemat waktu dalam mendesain wireframe.
2. Prototyping
Figma memungkinkan pembuatan prototipe interaktif, di mana Anda bisa
menambahkan interaksi dan transisi antar layar.
Gunakan fitur Prototype untuk menautkan artboard (frame) satu ke lainnya dengan
berbagai jenis transisi, seperti On Click, On Hover, atau After Delay.
Anda juga bisa mengatur Animation untuk memperhalus transisi dan membuat
prototipe lebih realistis.
3. Desain UI
Desain antarmuka pengguna (UI) adalah elemen visual yang terlihat pada aplikasi
atau website. Figma memungkinkan pembuatan komponen UI dengan presisi.
Gunakan Components dan Styles untuk menjaga konsistensi desain. Misalnya, Anda
dapat membuat tombol atau ikon yang dapat digunakan kembali di seluruh proyek.
Vector tools dan Pen tool sangat membantu untuk membuat desain yang lebih detail,
seperti ikon, ilustrasi, dan elemen-elemen kustom.
4. Kolaborasi Tim
Figma sangat terkenal dengan kemampuannya untuk bekerja secara kolaboratif.
Desainer, pengembang, dan anggota tim lainnya dapat bekerja bersama dalam satu
file desain secara real-time.
Anda bisa mengomentari desain langsung di dalam aplikasi, yang memudahkan
komunikasi dan feedback.
5. Desain Responsif
Figma mendukung desain responsif dengan fitur Constraints dan Auto Layout. Ini
memungkinkan elemen desain menyesuaikan secara otomatis dengan ukuran layar
yang berbeda.
Anda dapat membuat desain yang fleksibel yang dapat ditampilkan dengan baik di
berbagai perangkat, baik itu desktop, tablet, atau smartphone.
6. Pembuatan Sistem Desain
Figma memungkinkan Anda untuk membuat dan mengelola sistem desain (Design
System) yang mencakup komponen UI, warna, tipografi, dan gaya desain lainnya.
Dengan menggunakan Styles, Anda dapat memastikan bahwa seluruh tim
menggunakan elemen desain yang konsisten dan meminimalkan kesalahan visual.
7. Plugin dan Integrasi
Figma memiliki berbagai plugin yang memperluas fungsionalitasnya. Misalnya, Anda
bisa menambahkan plugin untuk Icon libraries, Stock images, Design handoff to
developers, dan lainnya.
Integrasi dengan alat lain, seperti Slack, JIRA, atau Zeplin, membantu meningkatkan
alur kerja.
8. Exporting dan Handoff ke Developer
Figma memudahkan proses pengiriman desain ke developer melalui fitur Inspect.
Dengan fitur ini, pengembang dapat melihat kode CSS dan detail spesifik tentang
desain yang telah dibuat.
Anda juga dapat mengekspor elemen desain seperti gambar, ikon, atau SVG dengan
mudah dari Figma.
9. Versi dan Revisi
Figma secara otomatis menyimpan riwayat perubahan, sehingga Anda dapat
mengakses versi sebelumnya dari desain Anda kapan saja.
Ini sangat berguna untuk melacak perubahan yang telah dilakukan dan memudahkan
kolaborasi antar anggota tim.
Tips untuk Memaksimalkan Figma:
Gunakan shortcut keyboard untuk mempercepat alur kerja.
Buat dan kelola Komponen (Components) untuk elemen yang digunakan berulang-
ulang.
Gunakan Auto Layout untuk membuat desain responsif dan adaptif.
Kustomisasi Styles dan Grids untuk menjaga konsistensi antar desain.
Eksplorasi plugin Figma yang bisa meningkatkan produktivitas, seperti untuk
generasi dummy text, mockup otomatis, dan lainnya.
Dengan memanfaatkan teknik-teknik ini, Anda dapat menghasilkan desain yang lebih efisien
dan efektif menggunakan Figma.
Component pada figma
Di Figma, Component adalah elemen desain yang dapat digunakan kembali, yang
memungkinkan kamu membuat elemen UI (User Interface) yang konsisten di seluruh proyek
atau file desain. Component membantu kamu mengelola dan merancang UI secara efisien
dengan mengurangi kebutuhan untuk menduplikasi elemen yang sama berulang kali.
Komponen terdiri dari dua bagian utama:
1. Master Component (atau Component utama): Ini adalah versi asli dari komponen
yang kamu buat. Perubahan yang dilakukan di Master Component akan diterapkan ke
semua instance komponen yang digunakan di tempat lain dalam desain.
2. Instance: Ini adalah salinan dari Master Component. Instance ini bisa kamu gunakan
di tempat lain dalam desain, dan meskipun mereka adalah salinan, kamu masih bisa
melakukan modifikasi terbatas seperti mengganti teks atau warna tanpa memengaruhi
Master Component.
Cara Membuat Component di Figma:
1. Pilih elemen atau grup elemen yang ingin kamu jadikan komponen.
2. Klik kanan dan pilih "Create Component" atau tekan Cmd/Ctrl + Alt + K.
3. Komponen tersebut akan muncul dengan ikon kecil berbentuk berlian di sudut kiri
atasnya.
Manfaat Menggunakan Components:
Konsistensi: Memastikan desain tetap konsisten di seluruh halaman atau artboard.
Efisiensi: Menghemat waktu dengan menghindari pembuatan elemen yang sama
berulang kali.
Pemeliharaan Mudah: Memungkinkan perubahan yang mudah dan terpusat.
Misalnya, kamu hanya perlu mengubah Master Component untuk memperbarui
semua instance-nya.
Selain itu, Figma juga mendukung Component Variants, yang memungkinkan kamu
membuat variasi komponen yang berbeda, seperti tombol dengan status aktif, hover, atau
disabled, semuanya dalam satu komponen.
Jika kamu membutuhkan penjelasan lebih lanjut atau tutorial lainnya, jangan ragu untuk
bertanya!