0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
72 tayangan7 halaman

Pertemuan 12 Basis Data

Dokumen ini menjelaskan proses normalisasi database yang dimulai dari bentuk tidak normal hingga mencapai bentuk normal ketiga (3NF) dan Boyce-Codd Normal Form (BCNF). Proses ini bertujuan untuk menghilangkan duplikasi data, memastikan ketergantungan fungsional yang tepat, dan meminimalisir anomali dalam database. Kesimpulannya, normalisasi penting untuk menciptakan struktur tabel yang efisien dan menghindari masalah penyimpanan data.

Diunggah oleh

Christine Ginting
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
72 tayangan7 halaman

Pertemuan 12 Basis Data

Dokumen ini menjelaskan proses normalisasi database yang dimulai dari bentuk tidak normal hingga mencapai bentuk normal ketiga (3NF) dan Boyce-Codd Normal Form (BCNF). Proses ini bertujuan untuk menghilangkan duplikasi data, memastikan ketergantungan fungsional yang tepat, dan meminimalisir anomali dalam database. Kesimpulannya, normalisasi penting untuk menciptakan struktur tabel yang efisien dan menghindari masalah penyimpanan data.

Diunggah oleh

Christine Ginting
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENYELESAIAN TUGAS NORMALISASI

1. Unnormalization Form
Bentuk yang tidak normal dimaksudkan suatu kumpulan data yang akan diolah yang diperoleh
dari format– format yang beraneka ragam, masih terdapat duplikasi atau pengulangan data, bisa
saja tidak sempurna atau tidak lengkap, dan sesuai fakta lapangan. Bentuk ini didapat dari
dokumen yang ada dilapangan atau manual dengan atribut bukan nilai sederhana, seperti dilihat
pada tabel 1 di bawah ini :

Tabel 1. Unnormalisasi Tabel

2. Bentuk Normal Tahap Pertama (1st Normal Form / 1NF)


Adapun ciri-ciri bentuk normal 1NF adalah :
a. Jika sebuah tabel tidak memiliki atribut bernilai banyak (multivalued attribute) denga
arti harus bernilai tunggal.
b. Jika sebuah tabel tidak memiliki atribut composite atau kombinasinya dalam domain data
yang sama.
c. Jika sebuah tabel tidak memiliki atribut turunan/derivatied value.
d. Jika sebuah tabel tidak memiliki record yang bernilai ganda/ redundancy.
e. Atribut composite atau kombinasinya dalam domain data yang sama.
f. Setiap atribut dalam tabel tersebut harus bernilai atomic (tidak dapat dibagi-bagi lagi).

Tabel dari unnormalisasi pada langkah pertama dapat dekomposisi menjadi tabel 2 di bawah ini :
Tabel 2. Tabel Mahasiswa Bentuk 1NF

Dari tabel di atas masih terdapat atribut yang muncul secara berulang, untuk itu harus
melanjutkan ke tahap normalisasi kedua.

3. Bentuk Normal Tahap Kedua (2nd Normal Form)


a. Bentuk normal 2NF terpenuhi dalam sebuah tabel jika telah memenuhi bentuk 1NF,
dan semua atribut selain primary key, secara utuh memiliki Functional Dependency
pada primary key
b. Sebuah tabel tidak memenuhi 2NF, jika ada atribut yang ketergantungannya
(Functional Dependency) hanya bersifat parsial saja (hanya tergantung pada sebagian
dari primary key)
c. Jika terdapat atribut yang tidak memiliki ketergantungan terhadap primary key, maka
atribut tersebut harus dipindah atau dihilangkan. Hal ini dapat dilihat pada tabel 3 di
bawah ini :

Tabel 3. Tabel Kuliah Bentuk 2NF

4. Bentuk Normal Tahap Ketiga (3rd Normal Form /3NF)


a. Bentuk normal 3NF terpenuhi jika telah memenuhi bentuk 2NF, dan jika tidak ada atribut
non primary key (biasa) yang memiliki ketergantungan terhadap atribut non primary key
(biasa) yang lainnya.
b. Untuk setiap Functional Dependency dengan notasi X → A, maka:
- X harus menjadi superkey pada tabel tersebut.
- Atau A merupakan bagian dari primary key pada tabel tersebut.
Hal ini dapat dilihat pada tabel-tabel di bawah ini, yakni tabel mahasiswa, tabel dosen, tabel
matakuliah dan tabel nilai.

Tabel 4 Tabel Tabel Bentuk 3NF

Selanjutnya langkah kelima dilakukan pengecekan composite dan multivalue attribute dengan
cara melihat data yang mengandung tanda koma. Jika tidak ada data yang mengandung nilai
koma, maka tabel yang dihasilkan tetap dan proses normalisasi selesai, dan tabel dapat
diimplementasikan ke database relational.
Contoh lain : Data Struk Penjualan

Untuk melakukan normalisasi database kita harus mengidentifikasi data seperti apa yang akan
disimpan.

Contoh data dibawah ini merupakan data yang belum dinormalisasi, selanjutnya menuju tahap
normalisasi 1NF.

1NF
Suatu tabel dikatakan 1NF jika dan hanya jika setiap atribut dari data tersebut hanya memiliki
nilai tunggal dalam satu baris.
Jadi, tabel yang belum dinormalisasi tadi perlu diubah, sehingga bentuk 1NF menjadi seperti
tabel dibawah ini:

Inti dari normalisasi 1NF adalah tidak boleh ada grouping data ataupun duplikasi data. Sekarang
lanjut pada tahap normalisasi 2NF.

2NF
Syarat 2NF adalah tidak diperkenankan adanya partial “functional dependency“ kepada
primary key dalam sebuah tabel.
Functional dependency adalah setiap atribut yang bukan kunci (non key) bergantung secara
fungsional terhadap primary key.

Intinya adalah pada tahap normalisasi 2NF ini tabel tersebut harus dipecah berdasarkan primary
key. Sehingga bentuk normalisasi 2NF dari tabel tersebut adalah sebagai berikut:

Setelah dinormalisasi 2NF, tabelnya terpecah menjadi 2. Sekarang lanjut pada tahap normalisasi
3NF.

3NF
Pada 3NF tidak diperkenankan adanya partial “transitive dependency“ dalam sebuah tabel.
Transitive dependency biasanya terjadi pada tabel hasil relasi, atau kondisi dimana terdapat tiga
atribut A, B, C. Kondisinya adalah A ⇒ B dan B ⇒ C. Maka C dikatakan sebagai transitive
dependency terhadap A melalui B.

Intinya pada 3NF ini, jika terdapat suatu atribut yang tidak bergantung pada primary key tapi
bergantung pada field yang lain maka atribut-atribut tersebut perlu dipisah ke tabel baru.

Contohnya ada pada atribut qty, kolom tersebut tidak bergantung langsung pada primary
key kode_faktur melainkan bergantung pada kolom kode_barang. Jadi setelah dinormalisasi
3NF akan menghasilkan tabel berikut:
Dari gambar tabel di atas dapat dilihat pada tahap normalisasi 3NF menghasilkan 1 tabel baru
dari hasil pemecahan tabel transaksi yaitu tabel detail barang yang isinya menampung barang-
barang yang dibeli.

Catatan :

Kenapa di tabel detail barang terdapat kolom harga lagi? padahal kolom harga sudah ada di
tabel barang.

Karena kolom harga pada tabel detail barang digunakan untuk menyimpan harga barang pada
saat proses transaksi. Jadi, meskipun kolom harga pada tabel barang berubah (naik/turun),
harga barang yang ada pada tabel detail barang tidak ikut berubah (fixed). Bayangkan jika kita
tidak menambahkan kolom harga pada pada tabel detail barang, maka yang terjadi total
invoice dari transaksi akan berubah seiring berubahnya harga barang.

5.BCNF Boyce–Codd normal form


Merupakan sebuah teknik normalisasi database yang sering disebut 3.5NF, memiliki hubungan
yang sangat erat dengan bentuk 3NF. Pada dasarnya adalah untuk menghandle anomali dan
overlooping yang tidak dapat di handle dalam bentuk 3NF. Normalisasi database bentuk ini
tergantung dari kasus yang disediakan, tidak semua tabel wajib di normalisasi dalam bentuk
BCNF.
Untuk tabel yang memenuhi Bentuk Normal Boyce-Codd, harus memenuhi dua kondisi berikut:
a. Table harus dalam Bentuk Normal Ketiga.
b. Untuk ketergantungan apa pun A → B, A harus menjadi super key.
Berarti, bahwa untuk ketergantungan A → B, A tidak dapat menjadi atribut non-prima,
jika B adalah atribut utama.

Pentingnya Normalisasi
Suatu rancangan database disebut buruk jika :
1. Data yang sama tersimpan di beberapa tempat (file atau record).
2. Ketidakmampuan untuk menghasilkan informasi tertentu.
3. Terjadi kehilangan informasi.
4. Terjadi adanya redudansi (pengulangan) atau duplikasi data sehingga memboroskan
ruang penyimpanan dan menyulitkan saat proses updating data.
5. Timbul adanya NULL VALUE..
6. Kehilangan informasi bisa terjadi bila pada waktu merancang database (melakukan
proses dekomposisi yang keliru).
7. Bentuk normalisasi yang sering digunakan adalah 1st NF, 2nd NF, 3rd NF,dan BCNF.

Kesimpulan
Normalisasi dimulai dari tahap tidak normal (unnormalized), bentuk normal pertama (1 NF),
bentuk normal kedua (2 NF), dan seterusnya sampai didapatkan struktur tabel yang normal.
Normalisasi data berfungsi untuk meminimalisir redudansi data dan mencegah anomali.

Anda mungkin juga menyukai