Rekayasa Perangkat Lunak
Diskusi 1
Soal :
Selamat datang di sesi diskusi studi kasus pertama pada mata kuliah Rekayasa Perangkat Lunak!
Mari kita simak sebuah situasi nyata yang menguji kreativitas dan kemampuan problem solving
Anda.
Studi Kasus: Tantangan Dokumentasi pada Hasil Proyek Vendor
PT. ABC mengontrak sebuah vendor untuk mengembangkan sebuah program penting yang
mendukung operasional perusahaan. Setelah proyek selesai, vendor menyerahkan source code
program kepada PT. ABC, namun tanpa disertai dokumentasi teknis yang memadai.
Setahun kemudian, seiring dengan perubahan kebutuhan pasar, PT. ABC memutuskan untuk
melakukan modifikasi pada salah satu fitur program. Namun, tim internal mengalami kendala
besar karena:
Tidak adanya dokumentasi yang menjelaskan struktur, logika, dan arsitektur program.
Kesulitan memahami dan mengidentifikasi bagian-bagian kode yang perlu diubah.
Pertanyaan Diskusi:
1. Menurut Anda, apa saja dampak negatif yang mungkin timbul akibat tidak adanya
dokumentasi dari vendor?
2. Bagaimana hal ini dapat mempengaruhi operasional dan biaya perusahaan dalam jangka
panjang?
3. Solusi apa yang anda sarankan untuk situasi seperti ini ?
Silakan bagikan ide dan solusi inovatif kalian untuk mengatasi masalah ini. Diskusi ini diharapkan
tidak hanya memberikan jawaban atas permasalahan saat ini, tetapi juga membuka wawasan
tentang best practices dalam pengelolaan proyek perangkat lunak. Selamat berdiskusi dan
berkreasi!
Jawaban :
1. Dampak Negatif Tidak Adanya Dokumentasi Teknis
Tidak adanya dokumentasi teknis dari vendor menyebabkan banyak masalah krusial bagi PT.
ABC, antara lain:
Kesulitan dalam Pemeliharaan dan Pengembangan
Tim internal kesulitan memahami struktur, logika, dan fungsi program, sehingga
memperlambat proses perbaikan bug, integrasi sistem, dan pengembangan fitur baru.
(BMP MSIM4303, Hal. 2: Dokumentasi sebagai bagian integral dari perangkat lunak.)
Ketergantungan pada Vendor
Tanpa dokumentasi, perusahaan cenderung kembali bergantung pada vendor, yang bisa
berdampak pada biaya tambahan dan risiko kontrol proyek yang rendah.
(Hal. 9: Tantangan warisan dan heterogenitas — memperparah kendala dalam sistem
warisan.)
Risiko Gagal saat Modifikasi dan Penurunan Produktivitas
Modifikasi tanpa pemahaman mendalam dapat menyebabkan sistem rusak atau tidak
kompatibel. Waktu tim tersita hanya untuk memahami kode warisan.
(Hal. 5: Perangkat lunak membutuhkan pemeliharaan terus-menerus karena selalu
mengalami perubahan kebutuhan.)
Masalah Transfer Pengetahuan & Keamanan
Tanpa dokumentasi, pengetahuan sistem tidak dapat diwariskan dengan baik kepada tim
baru, serta memperbesar risiko keamanan karena arsitektur tidak dipahami secara
menyeluruh.
2. Dampak Jangka Panjang pada Operasional dan Biaya
Biaya Pemeliharaan Meningkat
Setiap perubahan membutuhkan waktu lebih lama karena minimnya pemahaman awal,
sehingga menaikkan total cost of ownership.
(Hal. 8: Maintainability dan dependability sebagai karakter penting rekayasa perangkat
lunak.)
Penurunan Inovasi & Kinerja Operasional
Kesulitan dalam pengembangan fitur menyebabkan perusahaan lambat merespons
perubahan pasar.
Downtime dan Risiko Finansial
Perbaikan yang terlambat atau salah dapat menyebabkan sistem down lebih lama,
berdampak langsung pada kegiatan bisnis dan profitabilitas.
3. Solusi yang Disarankan
Untuk mengatasi permasalahan ini, beberapa solusi strategis dapat dilakukan:
✅ Langkah Teknis Jangka Pendek
Code Review dan Dokumentasi Internal
Lakukan penelusuran kode secara menyeluruh dan susun dokumentasi teknis mencakup
arsitektur, modul, logika bisnis, hingga alur data.
(Hal. 12: Proses rekayasa perangkat lunak – tahap spesifikasi dan validasi.)
Gunakan Alat Dokumentasi Otomatis
Gunakan tools seperti UML Generator, Javadoc (untuk Java), atau Doxygen (untuk C/C++)
untuk menghasilkan dokumentasi awal.
Reverse Engineering (Jika Perlu)
Untuk kode kompleks, pertimbangkan menyewa ahli untuk melakukan reverse
engineering demi memahami sistem lebih cepat.
✅ Langkah Preventif Jangka Panjang
Standarisasi Proyek dan Kontrak Vendor
Tambahkan klausul dokumentasi teknis dalam kontrak dengan vendor sebagai syarat
serah-terima proyek.
(Hal. 7: Produk pemesanan – pentingnya dokumentasi kebutuhan pelanggan.)
Tulis Ulang Modul Kritis (Jika Perlu)
Jika dokumentasi tidak bisa dibuat dengan baik, pertimbangkan penulisan ulang bagian
penting sistem dengan standar dokumentasi baru.
Bangun Tim Internal yang Kompeten
Pastikan ada tim dengan kemampuan teknis dokumentasi dan analisis kode. Beri
pelatihan jika diperlukan.
Kesimpulan
Ketiadaan dokumentasi dalam proyek perangkat lunak bukan hanya masalah teknis, tetapi juga
dapat menjadi hambatan bisnis yang serius. PT. ABC harus segera mengambil langkah untuk
merekonstruksi dokumentasi dan menerapkan best practices manajemen proyek ke depannya.
Dengan dokumentasi yang baik, perusahaan dapat menjaga keberlanjutan sistem, efisiensi
biaya, dan fleksibilitas dalam menghadapi perubahan pasar.
Sumber Referensi:
Buku Materi Pokok (BMP) MSIM4303 – Rekayasa Perangkat Lunak: