0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
22 tayangan14 halaman

1 PB

Penelitian ini mengembangkan E-modul Asam Basa berbasis Discovery Learning dengan bantuan Instagram untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. E-modul yang dihasilkan dinyatakan valid (nilai 3,87), praktis (respon guru 88,39% dan siswa 85,36%), dan efektif dengan peningkatan motivasi belajar dari 66,38% menjadi 84%. Hasil penelitian menunjukkan E-modul ini dapat meningkatkan kualitas pembelajaran kimia di SMA Frater Makassar.

Diunggah oleh

tutiellita17
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
22 tayangan14 halaman

1 PB

Penelitian ini mengembangkan E-modul Asam Basa berbasis Discovery Learning dengan bantuan Instagram untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. E-modul yang dihasilkan dinyatakan valid (nilai 3,87), praktis (respon guru 88,39% dan siswa 85,36%), dan efektif dengan peningkatan motivasi belajar dari 66,38% menjadi 84%. Hasil penelitian menunjukkan E-modul ini dapat meningkatkan kualitas pembelajaran kimia di SMA Frater Makassar.

Diunggah oleh

tutiellita17
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Chemistry Education Review, Pendidikan Kimia PPs UNM, 2023 Vol. 7, No.

1 (80-
93), ISSN (e): 2597-9361 dan ISSN (p): 2597-4068. Homepage: http://ojs.unm.ac.id/CER
DOI: https://doi.org/10.26858/cer.v7i1.53802

Pengembangan E-Modul Asam Basa Berbasis Discovery Learning Berbantuan


Instagram untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik

Thilma Tiziana Matakupani


Pendidikan Kimia, Universitas Negeri Makassar
Email: tiziathilma@gmail.com

Army Aulia
Pendidikan Kimia, Universitas Negeri Makassar
Email: auliaarmy@ymail.com

Muhammad Danial
Pendidikan Kimia, Universitas Negeri Makassar
Email: muh.niels@yahoo.com

(Diterima: 28-Juli-2023; direvisi: 28-Agustus-2023; dipublikasikan: 29-September-2023)

Abstrak: Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan E-modul Asam Basa
Berbasis Discovery Learning Berbantuan Instagram yang valid, praktis dan efektif. Model yang
digunakan adalah model pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima tahap yaitu tahap
analisis, tahap perancangan, tahap pengembangan, tahap implementasi, dan tahap evaluasi.
Instrumen yang digunakan untuk uji kevalidan: lembar validasi E-modul, uji kepraktisan:
lembar angket repon guru dan peserta didik dan uji keefektifan: angket motivasi belajar. Sumber
data kevalidan yaitu 2 orang validator, kepraktisan yaitu dua guru kimia dan peserta didik kelas
XI MIPA 2 SMA Frater Makassar yang berjumlah 32 orang begitupun dengan keefektifan. E-
modul dikatakan valid berdasarkan hasil validasi dengan nilai 3,87 (sangat valid). E-modul
telah memenuhi kriteria kepraktisan karena pada uji kepraktisan yang berhubungan dengan: (1)
angket respon guru positif 88,39% (sangat praktis) dan (2) respon peserta didik positif 85,36%
(sangat praktis). E-modul dikatakan efektif berdasarkan hasil angket motivasi belajar diperoleh
perubahan persentase belajar yaitu dari 66,38% menjadi 84% dan peningkatan motivasi belajar
diperoleh N-Gain yaitu 0,58 (ketegori sedang). Dengan demikian hasil penelitian menunjukkan
bahwa E-modul Asam Basa Berbasis Discovery Learning Berbantuan Instagram memiliki
kualitas valid, praktis dan efektif.

Kata kunci: E-Modul Asam Basa; Discovery Learning; Instagram.

Abstract: This development research aims to produce a valid, practical, and effective
Instagram-assisted Discovery Learning-Based Acid Base E-module. The model used is the
ADDIE development model, which consists of five stages, namely the analysis, design,
development, implementation, and evaluation. The instrument used for validity test was E-
module validation sheet, the practicality test employed teacher and students’ response
questionnaire sheet, and the effectiveness test employed learning motivation questionnaire. The
sources of validity data were two validators: the practicality used two chemistry teachers and
students of grade XI MIPA 2 at SMA Frater Makassar with 32 people. The same method was
also used to measure the effectiveness. E-module is declared to be valid based on validation
results with a value of 3.87 (very accurate). E-module has met the criteria of practicality because
the practicality test is related to (1) a positive teacher’s response questionnaire by 88.39% (very
practical) and (2) a positive students’ responses 85.36% (very practical). E-module is stated to
be effective based on the results of the learning motivation questionnaire obtained a change in
80
Chemistry Education Review, Pendidikan Kimia PPs UNM, 2023, Vol. 7, No. 1 (80-93)

the percentage of learning from 66.38% to 84% and an increase in learning motivation obtained
by N-Gain, which is 0.58 (moderate category). Therefore, the results indicate that the
Instagram-assisted Discovery Learning-based Acid-Base E-module has valid, practical, and
effective qualities.

Keywords: E-Module of Acid-Base; Discovery Learning; Instagram.

PENDAHULUAN ilmu pengetahuan dan teknologi. Proses


Pendidikan dikatakan sebagai pembelajaran akan berhasil jika siswa
kebutuhan manusia sepanjang hayat, yang mempunyai motivasi dalam belajar. Oleh
dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja karena itu, guru juga perlu menumbuhkan
tanpa dibatasi oleh usia. Tanpa adanya motivasi belajar peserta didik agar senantiasa
pendidikan, akan menjadikan manusia sulit belajar dalam berbagai kesempatan. Pada
berkembang dan terbelakang. Sistem akhirnya, seorang guru dapat memainkan
Pendidikan Nasional, sebagaimana tercantum perannya sebagai motivator dalam proses
dalam Undang-Undang Republik Indonesia belajar mengajar bila guru itu telah
Nomor 20/2003 pasal 3 dinyatakan bahwa: menguasai materi dan mampu bersaing di
fungsi pendidikan nasional adalah perkembangan zaman.
mengembangkan kemampuan dan Di masa ini perkembangan teknologi
membentuk watak serta peradaban bangsa semakin pesat, sangat memungkinkan
yang bermartabat dalam rangka diaplikasikan dalam proses pembelajaran
mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mendapatkan tujuan pembelajaran
untuk berkembangnya potensi peserta didik dengan hasil lebih baik. Salah satu dampak
agar menjadi manusia yang beriman dan dari perkembangan teknologi saat ini di
bertakwa kepada Tuhan YME, berakhlak bidang pendidikan yaitu mengubah modul
mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, cetak ke dalam format elektronik atau yang
dan menjadi warga negara yang demokratis disebut e-modul. E-modul Kemendikbud
serta bertanggung jawab. (2017) yaitu suatu penyajian bahan belajar
Pendidikan pada era revolusi industri mandiri yang dibentuk secara sistematis lalu
4.0 memiliki tantangan yang besar. Sekolah masuk ke unit pembelajaran tertentu, yang
sebagai sarana belajar harus mampu dihasilkan dalam format elektronik.
meningkatkan kualitas agar lulusannya Keunggulan e-modul dibandingkan modul
memiliki kemampuan berdaya saing tinggi. cetak adalah sifat yang mudah dan menarik
Guru harus mampu berinovasi untuk memudahkan untuk navigasi, menampilkan
meningkatkan motivasi dan keaktifan siswa atau memuat gambar, video, audio dan
dalam belajar. Peningkatan mutu salah animasi juga dilengkapi dengan tes formatif
satunya dapat dilakukan melalui yang memungkinkan untuk umpan balik
pembaharuan/inovasi media pembelajaran. otomatis.
Peningkatan kualitas dalam proses Maraknya penggunaan media sosial
belajar mengajar termasuk salah satu upaya di kalangan peserta didik merupakan dampak
peningkatan mutu pendidikan. Dalam proses yang ditimbulkan oleh kecanggihan
pendidikan, peserta didik merupakan pusat teknologi. Informasi apapun dapat disebar
dalam proses pendidikan. Mereka adalah melalui telepon pintar (smartphone) yang
sumber daya manusia yang harus mudah dibawa kemana saja. Banyak orang
dikembangkan potensinya. Dalam hal ini, yang mengekspresikan ide, pemikiran dan
guru menempati posisi yang sangat strategis perasaan mereka dalam bentuk tulisan atau
dalam mengembangkan potensi peserta foto yang diunggah di sosial media. Sosial
didik. Sebagai pengajar, guru sepatutnya media merupakan salah satu media atau
membantu perkembangan siswa untuk sarana berkomunikasi di dunia maya. Media
menerima dan memahami serta menguasai sosial disebut juga sebagai Social Network
81
Matakupani, Aulia, Danial. Pengembangan e-modul asam….

Sites (SNS) memiliki berbagai macam situs menyenangkan. Pemakaian media


yang digemari khususnya di kalangan peserta pembelajaran berbasis sosial media
didik. Sebuah media sosial yang digunakan Instagram dalam proses belajar mengajar
untuk berinteraksi, menyebarkan dan diharapkan dapat membangkitkan minat dan
mendapatkan informasi diharapkan juga siswa tertarik untuk mengikuti pelajaran,
dapat membantu peserta didik dalam membangkitkan rasa ingin tahu dan
mengimplementasikan pengetahuan yang rangsangan kegiatan belajar dan berlanjut
mereka dapatkan ke dalam kehidupan pada peningkatan motivasi belajar siswa.
kemudian dijadikan sebagai pengalaman Kesulitan yang dialami pada materi
dalam proses belajar. pelajaran kimia menyebabkan peserta didik
Media pembelajaran berbasis sosial tidak mampu memvisualisasikan
media paling berpotensi untuk dikembangkan menghubungkan konsep yang terdapat dalam
saat pembelajaran di sekolah. Teknologi pelajaran kimia. Salah satu materi yang
sosial media yang paling menjadi sorotan dianggap sulit oleh peserta didik yaitu
adalah perkembangan media sosial materi asam basa yang terdapat di kelas XI
Facebook, Twitter, Pinterest, Line, Tumblr, SMA. Materi asam basa berisi pengetahuan
dan Instagram. Sosial media yang digemari yang berdimensi faktual, konseptual, dan
peserta didik saat ini salah satunya adalah prosedural. Asam basa merupakan materi
Instagram. Instagram merupakan salah satu prasyarat untuk mempelajari materi
platform media sosial yang memungkinkan selanjutnya seperti larutan penyangga atau
penggunanya untuk dapat mengunggah foto, hidrolisis garam. Jika siswa belum paham
gambar, video dan dapat menuliskan pada materi itu, maka siswa akan sulit untuk
informasi terkait unggahan. Melalui memahami materi selanjutnya. Oleh karena
Instagram, seseorang dapat memperoleh itu, materi ini membutuhkan pemahaman
berbagai informasi dari berbagai kalangan yang lebih mendalam.
dan dari manapun. Selain itu, pengguna Usaha yang dilakukan untuk
Instagram juga dapat membagikan atau membantu siswa dalam pembelajaran kimia
menginformasikan ide pemikiran dan dibutuhkan bantuan media atau bahan ajar
perasaan mereka dalam bentuk gambar yang dapat diakses kapan saja dan di mana
maupun video disertai dengan teks caption. saja agar siswa lebih mudah dalam belajar
Sosial media Instagram merupakan dan lebih tertarik dalam proses pembelajaran.
salah satu situs yang paling berpotensi, Namun pada kenyataannya guru belum bisa
karena situs ini berfokus pada media gambar menggunakan media atau bahan ajar pada
dan video. Instagram dapat menjadi salah saat pembelajaran. Selama ini guru hanya
alternatif dan inovatif bagi guru untuk menggunakan buku paket sebagai sumber
menampilkan e-modul. Dengan media belajar, bahkan guru kadang tidak
gambar dan video diharapkan peserta didik menggunakan satupun buku sebagai sumber
lebih tertarik dalam pembelajaran kimia. belajar di kelas, oleh karena itu siswa menjadi
Penerapan pembelajaran bosan dan menjadi tidak tertarik dalam proses
menggunakan sosial media Instagram pembelajaran. Siswa yang tidak tertarik
didasarkan pada banyaknya kalangan peserta dalam proses pembelajaran tersebut
didik yang memiliki akun Instagram dan mengakibatkan siswa yang kurang paham
gambar-gambar juga unggahan yang terdapat terhadap materi yang diajarkan guru dan
di Instagram sangat menarik dan dapat tidak tercapainya tujuan pembelajaran yang
membantu menjelaskan pelajaran kimia telah dibuat atau nilai menjadi rendah.
khususnya materi asam basa. Sehingga Hasil observasi yang telah dilakukan
pembelajaran menjadi lebih mudah oleh peneliti di SMA Frater Makassar
dipahami, siswa aktif dan hasil pembelajaran menunjukkan bahwa guru kimia disekolah
pun akan menjadi lebih baik karena media tersebut belum pernah mengembangkan
pembelajaran yang digunakan maupun menerapkan E-modul Asam Basa.

82
Chemistry Education Review, Pendidikan Kimia PPs UNM, 2023, Vol. 7, No. 1 (80-93)

Bahan ajar seperti buku paket belum Instagram diharapkan mampu meningkatkan
menyentuh keterkaitan antara materi dengan motivasi belajar peserta didik pada mata
konteks kehidupan sehari-hari peserta didik pelajaran kimia khususnya materi asam basa
terutama pada materi asam basa. Hal dan menghilangkan gambaran kimia adalah
demikian menyebabkan pemahaman konsep pelajaran yang susah dan sulit dipahami.
yang diterima kurang baik sehingga peserta Waktu luang siswa biasanya dipakai untuk
didik merasa bosan dan tidak termotivasi menggunakan media sosial Instagram untuk
dalam belajar mata pelajaran kimia. melihat dan membagikan foto dan video
Indikator dan karakteristik motivasi yang tidak menyangkut pendidikan,
belajar dapat diklasifikasikan sebagai sehingga setelah ini siswa diharapkan dapat
berikut (Elmirawati dkk., 2013): 1) kuatnya menggunakan media sosial Instagram
kemauan untuk berbuat; 2) ketekunan dalam sebagai salah satu pilihan sumber
mengerjakan tugas; 3) jumlah waktu yang pembelajaran.
disediakan dalam belajar; 4) ulet menghadapi Bahan ajar yang cocok, menarik dan
kesulitan (tidak lekas puas); 5) kerelaan mudah diakses kapan saja dan di mana saja
meninggalkan kewajiban atau tugas lain; 6) yaitu E-modul Asam Basa berbasis
adanya harapan dan cita-cita masa depan; dan Discovery Learning berbantuan Instagram.
7) lebih senang bekerja sendiri. Kesulitan E-modul yang telah dirancang dengan
lain diakibatkan oleh cara belajar peserta semenarik mungkin dan kemudian diupload
didik lebih banyak menghafal bukan di aplikasi Instagram. E-modul Asam Basa
memahami konsep, dan kemampuan peserta berbasis Discovery Learning berbantuan
didik dalam menganalisis dan mengaitkan Instagram bisa memuat gambar atau foto
beberapa konsep masih lemah. Selain itu, dan video pembelajaran yang menarik
kesulitan belajar yang dialami juga sehingga siswa lebih tertarik saat proses
dirasakan pada saat proses belajar. Proses pembelajaran. E-modul Asam Basa berbasis
belajar yang berpusat pada guru Discovery Learning berbantuan Instagram
menyebabkan rendahnya minat dan motivasi juga bisa diakses kapan saja dan di mana
belajar yang ditandai dengan rendahnya saja, sehingga memudahkan siswa untuk
keaktifan peserta didik pada saat belajar. Hal belajar secara mendiri di rumah dan siswa
ini dikarenakan bahan ajar yang digunakan mempunyai sumber belajar mandiri di
belum menampilkan tahapan Model rumah.
Discovery Learning. Penggunaan E-modul Asam Basa
Model Discovery Learning berbasis Discovery Learning berbantuan
dikembangkan untuk memotivasi peserta Instagram sangat berpotensi digunakan
didik dalam belajar sehingga mencapai dalam pembelajaran online khususnya di
motivasi belajar berupa prestasi akademik, SMA Frater Makassar yang tersedia jaringan
toleransi, menerima keragaman, dan internet bagi guru dan peserta didik dan
pengembangan keterampilan berpikir kritis. umumnya peserta didik sudah memiliki
Kerja sama antara guru dan peserta didik smartphone yang bisa menjalankan aplikasi
dalam kegiatan pembelajaran harus Instagram.
dilakukan untuk mencapai motivasi belajar Uraian permasalahan di atas, maka
Model Discovery Learning. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian
penggunaan model ini dapat meningkatkan yang judul “Pengembangan E-modul Asam
motivasi belajar peserta didik yang Basa Berbasis Discovery Learning
berpengaruh pada pengembangan Berbantuan Instagram Untuk Meningkatkan
kemampuan berpikir kritisnya sehingga Motivasi Belajar Peserta Didik”. Penelitian
mampu meningkatkan hasil belajar peserta ini tentang pengembangan modul elektronik
didik di kelas (Syamsir, Danial dan Syahrir, pada materi asam basa yang dapat
2020). Pengembangan E-modul Asam Basa meningkatkan motivasi peserta didik pada
berbasis Discovery Learning berbantuan pembelajaran Model Discovery Learning.
83
Matakupani, Aulia, Danial. Pengembangan e-modul asam….

Pada penelitian ini menekankan apakah e- dikembangkan berupa angket motivasi


modul yang dihasilkan valid, praktis dan belajar peserta didik pada materi asam basa.
efektif untuk digunakan dalam proses Instrumen motivasi belajar yang digunakan
pembelajaran kimia oleh guru maupun dalam penelitian ini berisi 20 item kuisioner
siswa. yang dibuat berdasarkan indikator-indikator
motivasi belajar (internal dan eksternal)
METODE yang diungkapkan oleh Uno (2008) meliputi
Penelitian ini termasuk dalam jenis (1) adanya hasrat dan keinginan berhasil; (2)
penelitian Research and Development adanya dorongan dan kebutuhan dalam
(R&D). Produk yang dihasilkan dari belajar; (3) adanya harapan dan cita-cita
penelitian ini adalah bahan ajar berupa E- masa depan; (4) adanya penghargaan dalam
modul Asam Basa berbasis Discovery belajar; (5) adanya kegiatan yang menarik
Learning berbantuan Instagram untuk dalam belajar; (6) adanya lingkungan belajar
meningkatkan motivasi belajar peserta didik. yang kondusif sehingga memungkinkan
Penelitian ini dilaksanakan pada semester seorang peserta didik dapat belajar dengan
genap tahun pelajaran 2021/2022 yang baik. Pada angket motivasi belajar tersebut
berlokasi di XI SMA Frater Makassar. terdiri dari empat alternatif jawaban yaitu
Desain penelitian yang digunakan mengikuti sangat setuju (SS), setuju (S), tidak setuju
model pengembangan model ADDIE yang (TS) dan sangat tidak setuju (STS). Agar
terdiri atas lima tahap yaitu tahap analisis, diperoleh data kuantitatif, maka setiap
perancangan, pengembangan, implementasi alternatif jawaban diberi skor yaitu SS=4,
dan evaluasi. S=3, TS=2 dan STS=1 untuk pertanyaan
Instrumen yang digunakan untuk bersifat positif dan SS=1, S=2, TS=3 dan
menilai kevalidan e-modul yang juga STS=4 untuk pertanyaan bersifat negatif. Uji
dikembangkan dalam penelitian ini terdiri coba produk dalam penelitian ini terdiri atas
atas: (1) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran uji coba terhadap 32 peserta didik kelas XI
(RPP); (2) Lembar Kerja Peserta Didik di SMA Frater Makassar.
(LKPD); (3) E-modul Asam Basa berbasis
Discovery Learning berbantuan Instagram; HASIL DAN PEMBAHASAN
(4) lembar Keterlaksanaan E-modul; (5) 1. Proses Pengembangan E-modul Asam
lembar penilaian angket respon guru terhadap Basa berbasis Discovery Learning
penggunaan E-modul Asam Basa berbasis berbantuan Instagram
Discovery Learning berbantuan Instagram; a. Deskripsi Hasil Analisis
(6) lembar penilaian angket respon peserta Tahap awal penelitian yang dilakukan
didik terhadap penggunaan E-modul Asam adalah menganalisis untuk
Basa berbasis Discovery Learning mempertimbangkan dan menentukan produk
berbantuan Instagram; (7) lembar penilaian yang akan dikembangkan. Tahap ini
angket motivasi belajar peserta didik. dilakukan dengan menggunakan data hasil
Instrumen yang digunakan untuk observasi dan wawancara dengan pihak
menilai kepraktisan E-modul Asam Basa sekolah, guru dan peserta didik serta telaah
berbasis Discovery Learning berbantuan dokumen pelaksanaan pembelajaran yang
Instagram yang dikembangkan terdiri atas: selama ini digunakan oleh guru mata
(1) angket respon guru terhadap penerapan E- pelajaran kimia. Hasil analisis yang diperoleh
modul Asam Basa berbasis Discovery meliputi analisis permasalahan pembelajaran,
Learning berbantuan Instagram; dan (2) analisis karakteristik peserta didik, analisis
angket respon peserta didik terhadap tujuan dan analisis setting pembelajaran.
penerapan E-modul Asam Basa berbasis 1) Analisis Permasalahan Pembelajaran
Discovery Learning berbantuan Instagram. Berdasarkan hasil observasi dan
Instrumen yang digunakan untuk wawancara yang dilakukan di SMA Frater
menilai keefektifan e-modul yang Makassar dalam proses pembelajaran buku

84
Chemistry Education Review, Pendidikan Kimia PPs UNM, 2023, Vol. 7, No. 1 (80-93)

paket kimia yang digunakan peserta didik di hanya berupa buku paket kimia yang
sekolah tersebut kurang menarik dan peserta membuat peserta didik kesulitan memahami
didik mengalami kesulitan memahami apa materi. Oleh karena itu, dirancanglah sebuah
yang ada dibuku paket tersebut. Buku paket bahan ajar dalam bentuk E-modul Asam
kimia yang digunakan peserta didik sangat Basa berbasis Discovery Learning
monoton dan sulit dipahami karena tidak berbantuan Instagram dengan penjelasan dan
banyak terdapat gambar atau foto sehingga gambaran yang mudah dipahami peserta
membuat peserta didik merasa bosan dan didik.
tidak termotivasi untuk belajar. 3) Analisis Tujuan Pembelajaran
Alternatif pemecahan masalah di atas Materi pelajaran yang digunakan
mengenai kurang menariknya bahan ajar, dalam penelitian ini adalah materi asam basa
maka dikembangkan bahan ajar kimia yang untuk peserta didik SMA kelas XI.
menarik dan dapat digunakan peserta didik Berdasarkan analisis terhadap konsep untuk
dalam belajar sehingga meningkatkan materi asam basa yang mengacu pada
motivasi belajar. Bahan ajar yang dapat kurikulum 2013 yang terdiri dari kompetensi
digunakan adalah e-modul (modul inti dan kompetensi dasar dan indikator
elektronik) yang dibuat dengan pencapaian kompetensi. Kompetensi dasar
menggunakan aplikasi Canva kemudian terdiri dari 1) Memahami konsep asam dan
dimasukkan dalam aplikasi Instagram. basa serta kekuatannya dan kesetimbangan
Aplikasi Canva sangat cocok digunakan pengionannya dalam larutan dan 2)
untuk pembelajaran karena membuat Menganalisis trayek perubahan pH beberapa
tampilan modul lebih menarik dimana indikator yang diekstrak dari bahan alam
aplikasi ini tidak terpaku hanya pada tulisan melalui percobaan.
saja tetapi bisa dimasukkan gambar, animasi 4) Analisis Setting Pembelajaran
maupun video. E-modul yang sudah ada Analisis setting pembelajaran yang
kemudian dimasukkan dalam aplikasi telah dilakukan di SMA Frater Makassar
Instagram yang dapat diakses peserta didik melalui wawancara kepada guru bidang
kapanpun dan dimanapun sehingga studi kimia bahwa pada pembelajaran kimia
memudahkan proses belajar dan guru belum menerapkan Model Discovery
meningkatkan motivasi belajar. E-modul Learning pada keseluruhan proses
Asam Basa berbasis Discovery Learning pembelajaran. Selain itu, peserta didik
berbantuan Instagram yang dikembangkan kesulitan menghubungkan konsep-konsep
diterapkan dalam proses pembelajaran sehingga membuat motivasi belajar peserta
menggunakan Model Discovery Learning, didik rendah sehingga dalam penerapan
dimana peserta didik menemukan sendiri Model Discovery Learning ini dibutuhkan
konsep sehingga bahan ajar yang bahan ajar yang menarik yang dapat
dikembangkan. E-modul ini sangat cocok membuat peserta didik menemukan konsep
menjadi bahan belajar mandiri yang dan dapat belajar secara mandiri. Bahan ajar
membuat peserta didik dapat belajar dimana yang digunakan oleh peneliti adalah E-
dan kapan saja. modul Asam Basa berbasis Discovery
2) Analisis Karakteristik Peserta Didik Learning berbantuan Instagram. Setiap
Berdasarkan hasil observasi dan pertemuan peserta didik menggunakan E-
wawancara peserta didik diketahui bahwa modul Asam Basa berbasis Discovery
peserta didik kelas XI MIPA 2 SMA Frater Learning berbantuan Instagram sebagai
Makassar, sebagian memiliki motivasi sumber belajarnya dalam mempelajari
belajar yang rendah. Hal ini dikarenakan materi asam basa secara berkelompok.
kebanyakan peserta didik mengalami Pembelajaran dengan Model
kesulitan untuk memahami materi jika hanya Discovery Learning pada tahap pertama
diberikan penjelasan secara lisan. Selain itu, dilakukan dengan memberikan stimulus
bahan ajar yang digunakan terbatas yaitu kepada peserta didik yang terdapat di dalam
85
Matakupani, Aulia, Danial. Pengembangan e-modul asam….

kegiatan belajar pada E-modul Asam Basa validator yang ahli dalam bidangnya.
berbasis Discovery Learning berbantuan Setelah validator memberikan tanggapan
Instagram. Tahap kedua, peserta didik dan saran perbaikan terhadap seluruh
mengidentifikasi masalah berdasarkan instrumen, selanjutnya dilakukan revisi.
stimulus yang diberikan kemudian dituliskan Instrumen yang telah direvisi siap
dalam LKPD. Tahap ketiga, membantu digunakan dalam penelitian.
penyelidikan mandiri dan kelompok dimana 2) Penyusunan Perangkat Pembelajaran
guru mengarahkan peserta didik untuk Perangkat pembelajaran yang
mengumpulkan data untuk menjawab disusun meliputi Rencana Pelaksanaan
permasalahan yang telah diidentifikasi Pembelajaran (RPP) dan Lembar Kerja
melalui stimulus yang diberikan melalui Peserta Didik (LKPD). Penyusunan RPP
kegiatan belajar dengan E-modul Asam Basa didasari dari silabus mata pelajaran kimia
berbasis Discovery Learning berbantuan materi asam basa sesuai dengan Kurikulum
Instagram. Tahap keempat, peserta didik 2013 (K-13). Kegiatan pembelajaran dalam
mendiskusikan hasil temuannya dalam RPP disusun dengan sintaks Model
kelompok masing-masing berdasarkan Discovery Learning yaitu stimulus,
data/informasi yang diperoleh melalui E- identifikasi masalah, pengumpulan data,
modul Asam Basa berbasis Discovery pengolahan data, pembuktian dan menarik
Learning berbantuan Instagram. Tahap kesimpulan. RPP disusun sebanyak empat
kelima, guru memberikan kesempatan kali pertemuan dengan alokasi waktu 2×45
kepada setiap kelompok untuk menit setiap pertemuan. Penyusunan LKPD
mempresentasikan hasil diskusi yang telah juga disusun sesuai dengan sintaks Model
dilakukan bersama dengan teman Discovery Learning. Setiap pertemuan
kelompoknya. Guru memberikan dalam proses pembelajaran, peserta didik
kesempatan kepada peserta didik lain untuk belajar menggunakan E-modul Asam Basa
memberikan tanggapan atau pertanyaan. berbasis Discovery Learning berbantuan
Tahap keenam yaitu generalisasi, peserta Instagram.
didik menyimpulkan materi pembelajaran 3) Rancangan E-modul Asam Basa
yang telah dipelajari dengan menggunakan berbasis Discovery Learning
bahasa sendiri yang sesuai dengan tujuan berbantuan Instagram
pembelajaran. Guru menguatkan dan E-modul Asam Basa berbasis
meluruskan hasil diskusi kelompok yang Discovery Learning berbantuan Instagram
dilakukan sekaligus menyimpulkan dirancang dengan tampilan yang menarik
pembelajaran bersama peserta didik. dan bahasa yang mudah dipahami. Materi
Kegiatan penutup dari proses pembelajaran asam basa pada e-modul diperoleh dari
ini guru bertanya tentang materi yang berbagai sumber seperti buku-buku kimia,
kurang dipahami dan memberikan tes artikel serta jurnal ilmiah yang dijadikan
evaluasi untuk mengetahui tercapainya sebagai referensi penyusunan e-modul. E-
tujuan pembelajaran. modul disusun sesuai dengan kompetensi
b. Deskripsi Hasil Perancangan dasar dan indikator materi asam basa.
1) Penyusunan Instrumen Penelitian E-modul Asam Basa berbasis
Instrumen penelitian yang disusun Discovery Learning berbantuan Instagram
yaitu instrumen kevalidan, kepraktisan dan dibuat melalui beberapa tahap perancangan.
keefektifan yang meliputi lembar validasi e- Tahap pertama yang dilakukan dalam
modul, angket respon guru dan peserta didik membuat E-modul Asam Basa berbasis
terhadap e-modul dan angket motivasi Discovery Learning berbantuan Instagram.
belajar. Penyusunan instrumen dilakukan Desain dilakukan pada aplikasi Canva
sesuai aspek yang ditetapkan dan diadaptasi (www.canva.com) dengan langkah pertama
dari penelitian sebelumnya. Seluruh pemilihan ukuran E-modul yaitu 1080x1350
instrumen divalidasi terlebih dahulu oleh px dengan alasan ukuran tersebut cocok

86
Chemistry Education Review, Pendidikan Kimia PPs UNM, 2023, Vol. 7, No. 1 (80-93)

dengan ukuran pada aplikasi Instagram. membaca E- modul. Setelah itu dilakukan
Selanjutnya saat muncul halaman kosong, pemilihan tema yang sesuai dengan
dilakukan pemilihan font atau jenis huruf selera peserta didik saat ini. Tahap
yaitu Krabuler dengan alasan agar peserta pembuatan diperlihatkan pada Gambar 1, 2,
didik tidak merasa monoton saat dan 3.

Gambar 1. Pemilihan Ukuran E-Modul pada Aplikasi Canva

Gambar 2. Pemilihan Jenis Huruf E-Modul pada Aplikasi Canva

Gambar 3. Hasil Desain E-Modul dengan Aplikasi Canva


87
Matakupani, Aulia, Danial. Pengembangan e-modul asam….

Hasil dari desain E-modul Asam Basa c. Deskripsi Hasil Pengembangan


berbasis Discovery Learning berbantuan E-modul yang telah dibuat dengan
Instagram berjumlah 33 halaman yang terdiri menggunakan aplikasi Canva kemudian
dari halaman judul, daftar isi, glosarium, peta dimasukkan ke dalam aplikasi Instagram
konsep, materi pembelajaran dan video (www.instagram.com) agar dapat diakses
pembelajaran interaktif yang selanjutnya peserta didik secara langsung. Penyusunan e-
akan dimasukkan dalam aplikasi Instagram. modul dapat dilihat pada Gambar 4.

Gambar 4. Penyusunan E-Modul dengan Menggunakan Aplikasi Instagram

Aplikasi Instagam ini dapat diakses yaitu guru bidang studi kimia agar didapatkan
peserta didik kapanpun dan dimanapun, juga respon guru.
dapat membuat peserta didik memberikan e. Deskripsi Hasil Evaluasi
pendapatnya secara langsung berupa Hasil evaluasi dan revisi hasil desain
komentar pada tiap unggahan yang dalam proses pengembangan E-modul Asam
dimasukkan. Peserta didik juga dapat melihat Basa berbasis Discovery Learning
langsung video pembelajaran interaktif yang berbantuan Instagram meliputi penyusunan
dimasukkan dalam E-modul Asam Basa instrumen penelitian, penyusunan perangkat
berbasis Discovery Learning berbantuan pembelajaran dan rancangan e-modul
Instagram. Evaluasi dilakukan bukan hanya pada tahap
d. Deskripsi Hasil Implementasi akhir tetapi dapat dilakukan juga pada
(Implementation) semua tahapan lain dalam model
E-modul Asam Basa berbasis pengembangan ADDIE.
Discovery Learning berbantuan Instagram 2. Deskripsi Umum E-Modul Asam
yang telah diunggah selanjutnya diuji Basa Berbasis Discovery Learning
cobakan pada 32 peserta didik kelas XI MIPA berbantuan Instagram
2 SMA Frater Makassar dengan empat kali Penelitian pengembangan ini bertujuan
pertemuan. Sebelum mulai menggunakan E- untuk menghasilkan produk berupa E-modul
modul Asam Basa berbasis Discovery Asam Basa berbasis Discovery Learning
Learning berbantuan Instagram, peserta didik berbantuan Instagram yang valid, efektif dan
diberikan angket begitu pula setelah selesai praktis. Secara umum, e-modul ini berisi
pertemuan keempat agar dapat mengetahui panduan belajar untuk peserta didik sehingga
respon peserta didik. Saat dilakukan proses dapat secara aktif dan mandiri memperoleh
pembelajaran, peserta didik juga diberikan pengetahuan dan pemahaman. E-modul yang
perangkat pembelajaran dan ada observer dikembangkan tersusun dengan spesifikasi
berdasarkan panduan dari Depdiknas yang

88
Chemistry Education Review, Pendidikan Kimia PPs UNM, 2023, Vol. 7, No. 1 (80-93)

terdiri dari beberapa bagian, yaitu sampul a. Kevalidan E-modul Asam Basa
dengan tampilan yang menarik agar peserta berbasis Discovery Learning
didik tertarik membaca e-modul tersebut. berbantuan Instagram
Kemudian terdapat kata pengantar yang Validasi ahli dilakukan untuk melihat
berhubungan dengan gambaran umum dari e- validitas pembelajaran, isi dan bahasa yang
modul, daftar isi, glosarium untuk mencakup semua E-modul Asam Basa
memudahkan peserta didik memahami istilah berbasis Discovery Learning berbantuan
penting dalam e-modul, serta peta konsep Instagram yang dikembangkan beserta
yang dipelajari. perangkat pendukung. Hasil validasi ahli
Penyajian materi dalam e-modul digunakan sebagai dasar untuk melakukan
diawali dengan pemberian stimulus yang
revisi dan penyempurnaan terhadap produk
berhubungan dengan materi asam basa yang
E-modul Asam Basa berbasis Discovery
ada dalam kehidupan sehari-hari agar peserta
Learning berbantuan Instagram yang
didik termotivasi untuk belajar. Secara umum,
e-modul ini terdiri dari tiga kegiatan dikembangkan beserta perangkat pendukung.
pembelajaran yang disesuaikan dengan KD Penilaian kelayakan E-modul Asam Basa
dan IPK agar peserta didik dapat memahami berbasis Discovery Learning berbantuan
materi yang disajikan secara terstruktur. Instagram beserta perangkat pendukung
Materi pembelajaran tersebut meliputi: dilakukan oleh dua orang ahli yaitu Dr.
1) teori asam basa; 2) kesetimbangan ion Jusniar, S.Pd, M.Pd yang merupakan dosen
dalam larutan asam basa; 3) derajat keasaman; dari Jurusan Kimia FMIPA UNM dan Dr.
4) indikator asam basa. Setiap kegiatan Hasri, M.Si yang merupakan dosen dari
pembelajaran terdapat tujuan pembelajaran, Jurusan Kimia FMIPA UNM. Data yang
tahapan pelaksanaan kegiatan pembelajaran diperoleh dari validasi E-modul beserta
berbasis Discovery Learning untuk menuntun perangkat pendukung selanjutnya digunakan
peserta didik menyelesaikan permasalahan untuk melakukan revisi E-modul hingga
secara berkelompok, uraian materi asam basa dinyatakan layak oleh para ahli. E-modul
yang akan dipelajari, rangkuman yang memuat Asam Basa berbasis Discovery Learning
hal-hal pokok dalam e-modul yang telah berbantuan Instagram beserta perangkat
dibahas, tugas yang harus dikerjakan peserta pendukung hasil revisi berdasarkan masukan
didik dan latihan-latihan agar peserta didik dari para validator selajutnya diuji cobakan.
lebih memahami materi asam basa. Deskripsi hasil penilaian ahli terhadap E-
3. Kualitas E-Modul Asam Basa modul Asam Basa berbasis Discovery
Berbasis Discovery Learning Learning berbantuan Instagram beserta
berbantuan Instagram perangkat pendukung dapat dilihat pada
Tabel 1.

Tabel 1. Rekapitulisasi Hasil Penilaian Ahli terhadap E-modul Asam Basa berbasis Discovery
Learning berbantuan Instagram Beserta Perangkat Pendukung
Instrumen Validasi Indikator Penilaian Rerata Kategori
• Kelayakan Isi 3,75
E-Modul Asam Basa • Kelayakan Penyajian 3,95 3,87 Sangat Valid
• Kelayakan Bahasa 3,90
Persentase Kelayakan 96,75 Sangat Layak
• Format RPP 3,67
• Isi yang Disajikan 3,63
RPP 3,70 Sangat Valid
• Bahasa 3,75
• Waktu 3,75
Persentase Kelayakan 92,50 Sangat Layak
• Aspek Petunjuk 3,75
Angket Respon Guru 3,81 Sangat Valid
• Aspek Cakupan Komponen 3,67
89
Matakupani, Aulia, Danial. Pengembangan e-modul asam….

Instrumen Validasi Indikator Penilaian Rerata Kategori


Angket
• Aspek Bahasa 4,00
Persentase Kelayakan 95,25 Sangat Layak
• Aspek Petunjuk
3,75
Angket Respon • Aspek Cakupan Komponen
3,83 3,86 Sangat Valid
Peserta Didik Angket
4,00
• Aspek Bahasa
Persentase Kelayakan 96,50 Sangat Layak
• Materi Soal 3,90
Motivasi Belajar • Konstruksi 3,75 3,84 Sangat Valid
• Bahasa 3,88
Persentase Kelayakan 96,00 Sangat Layak

Hasil analisis terhadap E-modul berbantuan Instagram digunakan pada uji


menunjukkan rata-rata penilaian validator coba perangkat pembelajaran.
terhadap E-modul Asam Basa berbasis Penelitian mengenai pengembangan
Discovery Learning berbantuan Instagram E-modul juga dilakukan oleh Ula dkk.
yang ditinjau dari aspek kelayakan isi, (2021), skor rata-rata kevalidan sebesar 3,72
penyajian dan bahasa adalah 3,87 dengan dengan kategori sangat valid sehingga E-
kategori sangat valid karena berada pada modul layak untuk diuji cobakan. Penelitian
rentang 3,5  X/Y/Z  4 dan persentase serupa juga dilakukan oleh Faridah dkk.
kelayakan sebesar 96,75% dengan kategori (2022) diperoleh skor rata-rata untuk validasi
sangat layak. Penilaian umum oleh para ahli E-modul sebesar 3,87 yang artinya semua
untuk E-modul Asam Basa berbasis komponen berada dalam kategori sangat
Discovery Learning berbantuan Instagram valid sehingga layak digunakan untuk uji
ini adalah sangat baik dan dapat digunakan coba. Hasil uji kevalidan E-modul yang
dengan sedikit revisi. Hal ini berarti bahwa E- dikembangkan sudah lebih baik dari kedua
modul Asam Basa berbasis Discovery hasil penelitian tersebut sehingga dapat
Learning berbantuan Instagram telah disusun dikatakan bahwa hasil yang diperoleh telah
sesuai dengan prinsip pengembangan memenuhi kriteria kevalidan.
sehingga E-modul Asam Basa berbasis Hasil analisis validasi RPP diperoleh
Discovery Learning berbantuan Instagram rata-rata 3,70 yang berarti sangat valid,
dapat digunakan sebagai bahan ajar dalam analisis LKPD diperoleh rata-rata 3,88 yang
kegiatan pembelajaran. berarti sangat valid, analisis angket respon
Meskipun demikian, terdapat guru dan peserta didik diperoleh rata-rata
beberapa aspek yang perlu diperhatikan agar 3,81 dan 3,86 yang berarti sangat valid dan
menghasilkan E-modul yang lebih baik analisis angket motivasi belajar peserta
(Depdiknas, 2017), yakni penyusunan didik diperoleh rata-rata 3,84 yang berarti
didasarkan pada pola belajar yang fleksibel sangat valid. Kesimpulan dari kedua
dan sesuai kebutuhan peserta didik yang validator menyatakan bahwa E-modul Asam
belajar dan pencapaian tujuan pembelajaran Basa berbasis Discovery Learning
serta berfokus pada pemberian kesempatan berbantuan Instagram, instrumen
bagi peserta didik untuk berlatih. Aspek lain penelitian dan perangkat pembelajaran
yang perlu diperhatikan adalah penyajian yang dikembangkan dapat digunakan
materi, sehingga dilakukan revisi dengan sedikit perbaikan dan dapat diuji
berdasarkan saran dari kedua validator yaitu cobakan.
(1) ditambahkannya link video pembelajaran b. Kepraktisan E-modul Asam Basa
interaktif dan (2) penulisan sumber gambar berbasis Discovery Learning
yang ada. Hasil akhir revisi E-modul Asam berbantuan Instagram
Basa berbasis Discovery Learning 1) Angket Respon Guru

90
Chemistry Education Review, Pendidikan Kimia PPs UNM, 2023, Vol. 7, No. 1 (80-93)

Tujuan analisis data respon guru Asam Basa berbasis Discovery Learning
terhadap proses pembelajaran untuk berbantuan Instagram. Hasil analisis tersebut
mengetahui respon guru terhadap E-modul disajikan pada Tabel 2.

Tabel 2. Hasil Analisis Respon Guru


No Penilaian Guru Rerata % Kategori
1 Guru 1 (P1) 88 Sangat praktis
2 Guru 2 (P2) 89 Sangat praktis
Rerata Total 88,39 Sangat praktis

Keefektifan pembelajaran dengan indikator yang disusun pada angket motivasi


menggunakan E-modul Asam Basa berbasis belajar menunjukkan peningkatan rata-rata
Discovery Learning berbantuan Instagram >10%. Peningkatan paling signifikan terjadi
diuji melalui angket motivasi belajar peserta pada indikator kelima yaitu senang
didik. Instrumen untuk menguji keefektifan memecahkan masalah soal-soal mengalami
yang dibuat sesuai dengan tujuan peningkatan sebesar 25,39% dan indikator
pengembangan E-modul Asam Basa berbasis keenam yaitu semangat berkompetisi dalam
Discovery Learning berbantuan Instagram menyampaikan dan mempertahankan
yaitu untuk meningkatkan motivasi belajar pendapatnya mengalami peningkatan sebesar
peserta didik. Hasil analisis data untuk 28,71%. Hasil yang diperoleh menunjukkan
keefektifan E-modul Asam Basa berbasis bahwa dengan adanya E-modul Asam Basa
Discovery Learning berbantuan Instagram berbasis Discovery Learning berbantuan
dijelaskan sebagai berikut. Instagram membuat peserta didik termotivasi
Motivasi belajar peserta didik untuk memecahkan masalah soal-soal yang
terhadap E-modul Asam Basa berbasis berkaitan dengan materi asam basa dan
Discovery Learning berbantuan Instagram menjadi semangat untuk menyampaikan dan
diuji dengan menggunakan angket motivasi mempertahankan pendapatnya.
belajar peserta didik. Hasil implementasi Selama kegiatan pembelajaran
pembelajaran dengan menggunakan E-modul dengan menggunakan E-modul Asam Basa
Asam Basa berbasis Discovery Learning berbasis Discovery Learning berbantuan
berbantuan Instagram menunjukkan Instagram, peneliti melakukan kegiatan
peningkatan motivasi belajar peserta didik. pembelajaran sesuai dengan tahapan dalam
Hasil yang diperoleh sebelum pembelajaran Model discovery learning yang membuat
menggunakan E-modul Asam Basa berbasis peserta didik terlibat aktif dalam proses
Discovery Learning berbantuan Instagram pembelajaran. Penggunaan E-modul Asam
diperoleh persentase 66,38% sedangkan Basa berbasis Discovery Learning
setelah pembelajaran dengan menggunakan berbantuan Instagram diterapkan pada tahap
E-modul Asam Basa berbasis Discovery stimulus dan pengumpulan data. E-modul
Learning berbantuan Instagram menjadi yang digunakan sangat cocok jika diterapkan
84%. Hasil yang diperoleh menunjukkan dengan Model Discovery Learning
bahwa terjadi peningkatan motivasi belajar dikarenakan e-modul merupakan bahan ajar
peserta didik pada pembelajaran mandiri yang membuat peserta menemukan
menggunakan E-modul Asam Basa berbasis sendiri konsep sesuai dengan Model
Discovery Learning berbantuan Instagram Discovery Learning sehingga dapat
dari kategori tinggi menjadi sangat tinggi. meningkatkan motivasi belajar peserta didik.
Hasil analisis data angket motivasi Hal ini didukung dengan penelitian yang
belajar sebelum dan setelah uji coba E-modul dilakukan oleh Anisa dkk (2017) bahwa
Asam Basa berbasis Discovery Learning pembelajaran dengan menggunakan Model
berbantuan Instagram terlihat bahwa setiap Discovery Learning meningkatkan motivasi

91
Matakupani, Aulia, Danial. Pengembangan e-modul asam….

belajar peserta didik. Peningkatan motivasi peneliti, yaitu pada angket respon guru belum
belajar tersebut didukung dengan hasil mengakomodasi seluruh respon guru
penelitian yang dilakukan oleh Kasim dkk. terhadap E-modul Asam Basa berbasis
(2022), bahwa hasil analisis motivasi belajar Discovery Learning berbantuan Instagram.
kimia peserta didik sebelum dan setelah
belajar mengalami peningkatan dengan rerata SIMPULAN DAN SARAN
presentase 70,66% menjadi 81,82%. Hal ini Berdasarkan hasil penelitian dan
sejalan dengan penelitian yang dilakukan pengembangan yang telah dilakukan, maka
Sineri dan Ramlah (2020) dimana terdapat dapat disimpulkan bahwa proses
pengaruh motivasi belajar peserta didik pengembangan E-modul Asam Basa berbasis
sebesar 56,9%. Penelitian ini sudah lebih Model Discovery Learning berbantuan
baik dari hasil skor kedua penelitian tersebut Instagram menggunakan model
sehingga menunjukkan bahwa penggunaan pengembangan ADDIE, yang meliputi: 1)
E-modul Asam Basa berbasis Discovery Tahap analisis yang terdiri dari analisis
Learning berbantuan Instagram dapat permasalahan pembelajaran, karakteristik
meningkatkanmotivasi belajar peserta didik. peserta didik, tujuan pembelajaran dan
Berdasarkan hasil N-Gain yang setting pembelajaran; 2) Tahap desain yang
diperoleh juga menunjukkan adanya terdiri dari penyusunan perangkat
peningkatan motivasi belajar peserta didik pembelajaran dan E-modul, pembuatan
dimana dari 32 peserta didik, diperoleh 5 rancangan awal pengembangan E-modul
peserta didik pada kategori tinggi dan 27 Asam Basa berbasis Model Discovery
peserta didik pada kategori sedang. Diperoleh Learning berbantuan Instagram; 3) Tahap
rata-rata N-Gain motivasi belajar peserta pengembangan terdiri validasi produk dan
didik berada pada kategori sedang yaitu 0,58 instrumen penelitian lainnya serta revisi
dengan persentase 84,37% yang produk berdasarkan saran validator; 4) Tahap
menunjukkan bahwa rata-rata peserta didik implementasi yang dilakukan dengan uji
setelah dibelajarkan dengan menggunakan E- coba produk kepada peserta didik; dan 5)
modul Asam Basa berbasis Discovery Tahap evaluasi yaitu pemberian angket
Learning berbantuan Instagram membuat motivasi belajar kepada peserta didik. E-
motivasi belajar peserta didik meningkat. modul Asam Basa berbasis Model Discovery
Peningkatan motivasi belajar tersebut Learning berbantuan Instagram berada pada
didukung dengan hasil penelitian yang kategori sangat valid berdasarkan hasil
dilakukan oleh Awwaliyah dkk (2021), analisis validasi dan perangkat pendukung
bahwa E-modul dapat meningkatkan pembelajaran oleh validator; sangat praktis
motivasi belajar dikarenakan di dalam E- berdasarkan hasil analisis respon guru dan
modul Asam Basa berbasis Discovery respon peserta didik; dan efektif berdasarkan
Learning berbantuan Instagram telah peningkatan motivasi belajar peserta didik.
disajikan materi yang dilengkapi dengan Penelitian ini telah menghasilkan
gambar, video maupun soal-soal sehingga E-modul Asam Basa yang dibuat dengan
peserta didik semakin semangat dalam aplikasi Canva dan Instagram, proses
belajar. Hal ini sejalan dengan pendapat pembelajarannya menggunakan Model
Afriani dkk (2022) dimana keduanya Discovery Learning sehingga peserta didik
menggunakan E-modul dalam pembelajaran dapat menyelesaikan masalah dan mampu
membuat peserta didik tertarik untuk belajar memahami konsep belajar secara mandiri.E-
sehingga dapat meningkatkan motivasi modul Asam Basa berbasis Discovery
belajar peserta didik. Learning berbantuan Instagram yang telah
4. Keterbatasan Penelitian dikembangkan dapat meningkatkan
Pengembangan E-modul Asam Basa motivasi belajar peserta didik sebelum
berbasis Discovery Learning berbantuan pembelajaran dengan persentase 66,38%
Instagram ini tidak terlepas dari keterbatasan sedangkan setelah pembelajaran menjadi

92
Chemistry Education Review, Pendidikan Kimia PPs UNM, 2023, Vol. 7, No. 1 (80-93)

persentase 84% dengan kategori sangat dukungan orangtua dengan motivasi


tinggi. belajar serta implikasinya terhadap
Berdasarkan hasil temuan yang bimbingan konseling. Jurnal Ilmiah
diperoleh dalam penelitian ini dikemukakan Konseling, 2(1), 1-7.
beberapa saran yaitu bagi guru, E-modul Faridah, U., Rahayu, Y.S., & Dewi, S.K.
Asam Basa berbasis Discovery Learning (2022). Pengembangan E-modul
berbantuan Instagram yang dikembangkan Interaktif untuk Melatihkan
sudah memenuhi kriteria valid, praktis dan Keterampilan Literasi SAINS Siswa
efektif sehingga dapat digunakan dalam Materi Transpor Membran. Bioedu,
pembelajaran untuk meningkatkan motivasi 11(2), 394-404.
belajar peserta didik pada materi asam basa, Kasim, S.M., Sudding, & Gani, T. (2022).
bagi sekolah, dapat jadi bahan pertimbangan Pengembangan Perangkat
dalam mengembangkan bahan ajar sebagai Pembelajaran Pada Materi Asam
upaya peningkatan kualitas pembelajaran, Basa dalam Model Discovery
bagi peserta didik, hendaknya memanfaatkan Learning untuk Meningkatkan
dengan baik E-modul Asam Basa berbasis Motivasi dan Hasil Belajar Peserta
Discovery Learning berbantuan Instagram Didik. Chemistry Education Review
dan dapat belajar secara mandiri agar dapat (CER), 5(2), 140-146.
meningkatkan motivasi belajarnya dan agi Kemendikbud, (2017). Panduan praktis
peneliti lain, hasil penelitian ini dapat penyusunan e-modul tahun 2017.
dijadikan acuan dalam meneliti E-modul Jakarta: Direktorat Jenderal
pada model pembelajaran dan materi lain. Manajemen Pendidikan Dasar dan
Menengah, Direktorat Pembinaan
DAFTAR RUJUKAN Sekolah Menengah Atas.
Afriani, N., Haris, M., Savalas, L. R. T., & Sineri, L.A., & Ramlah. (2020). Dampak
Sofia, B. F. D. (2022). Pengaruh Motivasi Peserta Didik pada Materi
Modul Elektronik Kimia terhadap Pokok Bahasan Larutan Elektrolit
Hasil Belajar Siswa Kelas XI MIPA dan Non Elektrolit Terhadap Hasil
SMAN 1 Jonggat pada Materi Belajar Secara Daring Di Kelas X
Termokimia. Jurnal Ilmiah Profesi IPA SMA Negeri Oransbari.
Pendidikan, 7(1), 84-88. Chemistry Education Jurnal, 3(2),
Anisa, E. N., Rudibyani, R. B., & Sofya, E. 241-247.
(2017). Pembelajaran Discovery Syamsir, M., Danial, M., & Syahrir, M.
Learning untuk Meningkatkan (2020). Pengembangan perangkat
Motivasi Belajar dan Penguasaan pembelajaran IPA SMP berbasis
Konsep Siswa. Jurnal Pendidikan dan Discovery Learning berorientasi
Pembelajaran Kimia, 6(2), 283–295. meningkatkan kemampuan berpikir
Awwaliyah, H. S., Rahayu, R., & Muhlisin, kritis dan hasil belajar peserta didik.
A. (2021). Pengembangan E-Modul Chemistry Education Review, 3(2),
Berbasis Flipbook untuk 205-220.
Meningkatkan Motivasi Belajar Ula, M., Susilo, G. & Permatasari, B.I.
Siswa SMP Tema Cahaya. (2021). Pengembangan E-Modul
Indonesian Journal of Natural Pembelajaran Berbasis Sigil pada
Science Education, 4(2), 516–523. Materi Induksi Matematika. Jurnal
Depdiknas. (2017). Panduan Praktis Kajian Pendidikan Matematika,
Penyusunan E-Modul Tahun 2017. 2682(1), 1-14.
Jakarta: Dirjen Pendidikan Dasar dan
Menengah.
Elmirawati, Daharnis, & Syahniar. (2013).
Hubungan antara aspirasi siswa dan
93

Anda mungkin juga menyukai