Anda di halaman 1dari 87

TERAPI KELUARGA

Keluarga
Sekumpulan orang yang dihubungkan oleh ikatan perkawinan, adopsi, kelahiran, yang bertujuan : Menciptakan dan mempertahankan budaya yang umum, meningkatkan perkembangan fisik, mental, emosional dan sosial dari tiap anggota (Duvall) Dua atau lebih individu yang bergabung karena hubungan darah, perkawinan atau adopsi, hidup dalam satu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain dalam perannya dan menciptakan dan dalam perannya dan menciptakan dan mempertahankan suatu budaya (Bailon&Maglaya, 1978)

Orientasi Teori Sistem



Interaksi

Inter-Dependent
Memandang sistem stabil Memandang komuniti sebagai kehidupan dan berubah

Stuktur Keluarga

Pola & peoses komunikasi Struktur peran Struktur peran Struktur kekuatan

Niali-nilai keluarga (Friedman, 1988, p.121)

Tipe Keluaga
1. Tradisional Keluarga inti Keluarga "dyad"
Suami; istri, tanpa anak "Single - parent" Satu ortu (Ayah/ibu); dengan anak "Single - adult" Orang dewasa hidup sendiri Keluarga besar/axtended-family 1,2,3 generasi hidup bersama dalam satu rumah tangga Keluarga usila Suami dan istri usila; anak sidah pisah

2. Non Tradisional
a. "Commune Family" Beberapa kelg. Hidup bersama dalam satu rumah sumber yang sama.

b. Ortu yang tidak kawin dengan anak Ayah/ibu dengan anak c. Kelg. Orang tua (pasangan) yang tidak kawin dengan anak d. Kelg. Hidup bersama Laki-laki & Wanita Suami - Istri e. Homoseksual Sama jenis hidup bersama sebagai suami istri

Fungsi Keluarga
1. AFEKTIF Saling Mengasuh Saling mengahargai Saling Terkait & Identifikasi Perpisahan & Pertemuan (rasa berhubungan) SOSIALISASI FUNGSI PERAWATN KESEHATAN Konsep sehat - sakit keluarga Pengetahuan ttg sehat Keyakinan ttg sehat Tujuan kesehatan kelg. FUNGSI REPRODUKSI FUNGSI EKONOMI

1. 2.

1. 2.

Pola Interaksi yang Berfungsi

Komunikasi terbuka, jujur Emosional Konflik keluarga & Penyelesaiannya

Pola Komunikasi yang tidak Berfungsi


Selalu mengulang isu & pendapat sendiri Tidak mampu fokus pada 1 isu Gosip Komunikasi tertutup Negatif

Mengkaji Effektif Fungsi Kelg.


Mencari informasi Pengambilan keputusan Suasana emosi Penanganan konflik Produktivitas

Lima Kunci Sehat (Arde)


Bertanggung jawab Kesadaran terhadap nutrisi Penanganan stres Fitness Sensitivitas lingkungan

Suasana emosi yang sehat dalam keluarga


Saling percaya Hangat Perhatian Menerima Mengharapkan kesepakatan

Komunikasi Keluarga yang Berfungsi


Karakteristik Pengirim - Yakin mengemukakan sesuatu / pendapat - Jelas & berkualitas - Meminta umpan balik - Menerima umpan balik Karakteristik Penerima - Mendengar - Umpan balik - Validasi

Komunikasi Keluarga yang tidak Berfungsi


Karakteristik Pemimpin - Asumsi - Exspresi perasaan yang tidak jelas - Jugemental expressions - Tidak mampu mengemukakan kebutuhan

Karakteristik Pendengar
Gagal mendengar Diskualifikasi Bersifat negatif Kurang mengeksplorasi Kurang validasi

Peran : Struktur Peran

Serangkaian perilaku yang diharapkan sesuai dengan posisi sosial yang diberikan. Posisi atau Status posisi individu dalam sosial-masy - Istri - Suami - Anak-anak

Harapan Masy

Perilaku/ Penampilan

Role Model

Role Acceptance

Indv's Personality

Perkembangan Perilaku peran

Struktur Peran

Peran : Serangkaian perilaku yang diartikan/ diharapkan sesuai dengan posisi yang diberikan. Struktur Kekuatan "Kemampuan (potensial/aktual) dari individu untuk mengontrol atau mempengaruhi atau merubah perilaku orang lain" - legitimate Power/Authority Hak untuk mengontrol anak - Reference Power Seseorang yang ditiru - Reward Power "nurut deh nanti mama beliin." - Coercive Power Memaksakan kehendak - Affective Power Manipulasi dengan cinta kasih Nilai Keluarga "Sisitem ide-ide, sikap & keyakinan yang meningkatkan anggota keluarga-------dalam budaya tertentu"

Perkembangan Keluaraga
I. Pasangan Baru (Kelg. Baru) 1. Membina hub. & kepuasan bersama 2. Menetapkan tujuan bersama 3. Mengembangkan keakraban 4. Membina hub. Dengan kelg.lain, teman, kelg. Sosial II. Chlid Bearing (Menanti Kelahiran) 1. Persiapan untuk bayi 2. Role masing-masing & tanggung jawab 3. Persiapan biaya 4. Adaptasi dengan pola hub. Sexual 5. Pengetahuan tentang kehamilan, persalinan & menjadi orang tua

I. Keluarga dengan Anak Pra-sekolah 1. Pembagian waktu untuk ind, pasangan, kelg. 2. Kebutuhan naik. 3. Merencanakan kelahiran anak ke 4. Pembagian tanggungjawab anggota kelg. II. Keluarga dengan Anak Sekolah 1. Menyediakan aktivitas untuk anak 2. Biaya anak 3. Kerjasama untuk penyelesaian kerja 4. Memperhatikan kepuasan anggota kelg. & pasangan 5. Sistem komunikasi kelg. III.Keluarga dengan Anak Remaja 1. Menyediakan fasilitas dengan kebut yang berbeda 2. Sertakan remaja untuk bertanggungjawab 3. Cegah gap komunikasi 4. Pertahankan filosofi hidup

I. Keluarga dengan Anak Dewasa/Pelepasan 1. Penataan kembali fasilitas & sumber-sumber 2. Penataan tanggungjawab antar anak 3. Kembali suasana suami istri 4. Mempertahankan komunikasi terbuka 5. Meluaskan kelg. dengan melepaskan anak & mendapat mantu II. Keluarga Usia Pertengahan 1. Mempertahankan suasana rumah 2. Tanggung jawab semua tugas rumah tangga 3. Keakraban pasangan 4. Mempertahankan kontak dengan anak 5. Partisipasi aktifitas sosial III. Keluarga Usia Lanjut 1. Pensiun 4. Pertahankan kontak dengan anak-cucu 2. Saling merawat 5. Temukan arti hidup 3. Sepi, perpisahan 6. Mempertahankan kontak dengan masyarakat

Family Interventions (1995) Family Therapy (1991)


Family Interventions : Semua perawat dapat lakukan Family Therapy : Master Kep. Jiwa dengan sertifikat "F. Therapy" (USA)

Fungsi Keluarga

Kompetensi keluarga

Difungsi keluarga

Defisit kompetensi

Terapi Keluarga

Program Psiko Edukasi Keluarga (10 minggu edukasi)

Paradigma Intervensi Keluarga


Patology
Model Medikal (oriental Peny) . Sifat

Keluarga
Model Perkembangan Kes.

Pandangan pada kel Penekanan

MENGHADAPI REMAJA

Pembahasan I Psikososial Intelektual-sosial Fisik/ragawi & seksual Moral Pergaulan anti sosial dalam perkembangan remaja Pengaruh Internet pada kehidupan remaja Aspek negatif dari pornografi, seks cyber (cybersex), & kecanduan Internet Alasan-alasan remaja melakukan perilaku yang menyimpang (nakal) Bagaimana cara menolong para remaja tersebut Pembahasan II Macam-macam gangguan emosi umum & ketidakaturan kejiwaan yang sering ditemukan dalam masa remaja: ketidakaturan pola makan penyalahgunaan bahan-bahan farmasi depresi & kegelisahan bunuh diri & usaha melakukan bunuh diri di kalangan remaja

BERJUANG DENGAN IDENTITAS

Remaja transisi/peralihan dari anak-anak menuju dewasa yang berhubungan dengan pengalaman yang menggoncangkan jiwa, & periode waktu yang penuh dengan tekanan. Dusek (1991):
a self-developed, internal, and ever-changing organization of ones attitudes and beliefs. It helps one identify ones strength and weaknesses and ones uniqueness, as well as similarity to others. Identify provides a sense of continuity of the self over time and a sense of integration of the self.

Jenis-jenis status identitas remaja oleh James Marcia (1990): 1. identity-achieved teenager 2. foreclosed teenager 3. diffused teenager 4. moratorium teenager

BERHUBUNGAN DENGAN REMAJA YANG MEMPUNYAI STATUS IDENTITAS YANG BERBEDA-BEDA

Berkat adanya 4 jenis status identitas remaja, orang tua dapat berhubungan dengan para remaja dengan lebih berarti lagi.

Remaja yang telah mendapatkan identitasnya: Dapat mengatasi masa-masa kritis secara dewasa Mampu membuat keputusan sendiri Mampu menyelesaikan masalahnya sendiri Menghargai kemandirian & perlakuan yang sama dengan orang dewasa

Remaja yang tertutup: Kebebasan atau kemandirian yang terlalu datang tiba-tiba dapat menimbulkan kebingungan yang besar. Perpisahan psikologis dari orang tua sebaiknya dilakukan secara bertahap. Remaja yang tertunda mendapatkan identitasnya: Pada saat merasa cemas/gelisah, mereka sebenarnya membutuhkan bantuan dari orang dewasa supaya diberi jarak & waktu agar dapat mengatasi krisis identitasnya. Dibutuhkan kesabaran & pengertian. Perjalanan menuju pencapaian identitas kadang berjalan tidak secara urut.

PERKEMBANGAN INTELEKTUAL-SOSIAL

Pemikiran anak remaja - egosentris (dipenuhi dengan pemikiran & perasaan diri sendiri) Konsekuensi dari sikap egosentris: Merasa seperti sedang diamati orang lain menghasilkan kepercayaan bahwa mereka menjadi pusat perhatian banyak orang Personal fable (dongeng perumpaan pribadi): Mempunyai pemikiran & perasaan unik yang disebabkan karena mempunyai pemikiran bahwa dirinya lebih penting dari orang lain, yang memberikan kontribusi pada peningkatan rasa malu seorang anak.

Rasa malu yang berlebihan meningkatkan kegelisahan/kecemasan remaja dalam waktu yang bersamaan pada saat ia harus menghadapi tantangan: Perubahan pola pada interaksi sosial Harapan akademik yang berbeda Penyesuaian perubahan fisik Kebirahian Perilaku anak remaja memberontak sebab: meningkatnya kemampuan para remaja untuk memisahkan antara yang nyata dan yang ideal Simbol dari kemerdekaan yang berkembang & tuntutan akan kemandiriannya

MEMPERTAHANKAN VS MELEPASKAN

Masa remaja adalah waktu yang cukup menantang bagi remaja itu sendiri ataupun orang tua.

White & White (1989): Orang tua dari remaja yang lebih dewasa sebaiknya membangun hubungan kedewasaan yang didasari oleh sikap saling menghormati & persahabatan.
Pada saat menghadapi konflik sebaiknya kedua belah pihak (Tan, 1997): mencari solusi dari konflik tersebut menjelaskan pandangan masing-masing perihal isu yang ada menyampaikan perasaan masing-masing mengenai isu tersebut menjalankan beberapa pilihan & rencana tindakan yang akan dilakukan yang telah disetujui oleh kedua belah pihak

PERUBAHAN FISIK

Yang paling terlihat jelas adalah tinggi badan. Implikasi segi fisik anak laki-laki & anak perempuan berbeda-beda

Anak laki-laki & anak perempuan sangat memperhatikan: penampilan fisik & bentuk tubuh tinggi & berat badan mereka bau badan masalah kulit karena jerawat bahkan ada yang terobsesi dengan penampilan & bau badan
Pengaruh dari media (iklan koran & iklan majalah): Bertujuan meningkatkan kesadaran diri para remaja yang berhubungan dengan fisik/ragawi. Menyampaikan pesan bahwa popularitas & penghargaan terhadap diri sendiri mempunyai hubungan yang erat dengan penampilan fisik yang menarik.

MEMBANTU REMAJA MENEMUKAN DIRINYA SENDIRI

Orang tua & guru harus tahu bagaimana caranya menghadapi tekanantekanan dari iklan-iklan media: Membantu membentuk pandangan skeptis yang sehat seputar dunia periklanan tidak boleh merasa malu terhadap penampilan mereka sendiri membantu para remaja untuk melakukan pola makan yang sehat membantu untuk mengejar minat-minat mereka Guru perlu waspada terhadap olokan-olokan yang terjadi di lingkungan sekolah, dengan cara: membantu siswa belajar menghargai satu dengan yang lainnya melalui aktifitas-aktifitas sekolah membantu mengurangi kemungkinan-kemungkinan terjadinya insideninsiden tersebut Aktifitas grup dan interaksi dengan siswa dapat juga dilaksanakan guna membantu anak-anak remaja buangan/ditolak merasa sebagai anggota tim yang berarti

KESADARAN SEKSUALITAS

Terjadi karena: Meningkatnya kemampuan kognitif remaja yang didapat melalui pengalaman-pengalaman yang mempunyai peran penting dalam cara mereka berpikir yang mungkin didominasi dengan: perhatian-perhatiannya akan kesadaran terhadap diri sendiri perkiraan-perkiraan mengenai diterima atau tidaknya di lingkungan sekitarnya pemikiran yang berdasarkan hipotesis pembuatan keputusan perihal seks berkencan/berpacaran perilaku & hubungan seksual

Pengalaman pertama mereka dengan seks dapat dikategorikan sebagai perilaku autoerotic
perilaku seksual yang dilakukan oleh diri sendiri (khayalan-khayalan erotis yang dapat mendatangkan birahi, masturbasi, sperma yang dikeluarkan pada malam hari, & orgasme)

Seberapa banyakkah pengetahuan mengenai seks yang dimiliki para remaja? Survei yang dilakukan oleh Singapore Planned Parenthood Association (SPPA) pada tahun 1999, menemukan ada: 25% remaja mendapatkan pengetahuan seks dari sekolah mereka 23% dari teman-teman 23% dari buku, dan hanya 18% yang dapat dari orang tua mereka

Yang menjadi kecemasan utama para remaja meliputi: alat kontrasepsi kehamilan tak terduga & aborsi masturbasi stimulasi/rangsangan reaksi seksual kekerasan seksual

Anak perempuan mencemaskan: # petting (bercumbu-cumbuan) dan apa saja yang termasuk dalam seks # keperawanan # rasa sakit pada saat bersetubuh # kehamilan Anak laki-laki merasa penasaran pada kegiatan seksual itu sendiri, seperti: # stimulasi yang dapat memberikan rangsangan # reaksi seksual Dari hasil survey SPPA ditemukan:
Tidak nyaman membicarakan masalah seks Pernah melakukan hubungan seksual sebelum menikah:

62% mengatakan tidak nyaman membicarakan masalah seks dengan orang tua 96% tidak nyaman membicarakannya dengan guru mereka

3,6% remaja

Survei serupa yang dilakukan SPPA pada tahun 1988 dan 1996 perihal: Berhubungan seks sebelum menikah

1988

1996

10,5% anak laki-laki


5,5% anak perempuan

8,3% anak laki-laki


4,4% anak perempuan

Umur pada saat pertama kali melakukan hubungan seksual


1996
Anak laki-laki: 15 tahun Anak perempuan: 18 tahun

1999
Anak laki-laki: 14 tahun Anak perempuan: 15 tahun

Penggunaan alat kontrasepsi

1999 30% anak remaja tidak menggunakan alat kontrasepsi

Beberapa alasan remaja tertarik pada aktifitas seksual: keinginan untuk tergabung dalam suatu kelompok untuk menyesuaikan diri terhadap tekanan-tekanan dari temanteman untuk meningkatkan rasa percaya diri & popularitas untuk menunjukkan kedewasaan/kematangan mereka untuk membangun sebuah hubungan percintaan hanya karena merasa penasaran Beberapa alasan untuk tidak menggunakan alat kontrasepsi: kurangnya pengetahuan mereka percaya pada informasi yang salah menemukan kesulitan untuk mendapatkan alat kontrasepsi tidak mengantisipasi akan terjadinya aktifitas seksual

Konsekuensi-konsekuensi medis dari kehamilan pada usia remaja: anemia kelahiran secara prematur tingginya jumlah bayi yang lahir dengan berat badan rendah Dampak psikologis dari aborsi: beberapa anak perempuan cenderung menahan atau tidak menunjukkan perasaannya kecuali jika mereka dipicu oleh beberapa kejadian merasa malu & bersalah menyesal merasakan pahitnya hidup & kemarahan rendahnya kepercayaan diri mereka penghindaran terhadap kegiatan/hubungan seks depresi mempunyai pikiran untuk bunuh diri

PROGRAM-PROGRAM PENDIDIKAN SEKS

Program-program pendidikan seks mempunyai kemampuan yang sudah terbukti dapat meningkatkan pengetahuan akan kehamilan, reproduksi, & cara penggunaan alat-alat kontrasepsi (Fizen, Zellman, dan McAlister, 1990). Program-program pendidikan seks justru mendorong remaja-remaja yang sudah pernah berhubungan seksual sebelum menikah untuk mempraktikkan hubungan seks yang aman. Sebelum program-program pengenalan dari Pastoral Care dan Care Guidance (PCCG), pendidikan seks di sekolah-sekolah berbentuk perbincangan-perbincangan (seminar) pada pertemuan-pertemuan sekolah.

The Growing Years Bertujuan mengajar tidak hanya kenyataan hidup, tetapi juga menyinggung nilai-nilai seks kemanusiaan. Tujuan: Memberikan pengetahuan yang tepat & memadai seputar seks kemanusiaan & konsekuensi-konsekuensi dari aktifitas seksual Menanamkan kecakapan dalam memecahkan masalah, membuat keputusan, & komunikasi yang efektif terhadap diri sendiri & orang lain Menanamkan nilai-nilai & perilaku seks yang positif Guru yang memberikan program pendidikan seks pada anak didiknya harus (Byer, Shainberg dan Galliano, 2002): mempunyai perhatian yang tulus kepada mereka merasa nyaman dengan seksualitas dirinya sendiri begitu juga dengan seksualitas orang lain peka terhadap pandangan-pandangan yang berbeda dari pandangannya sendiri

bersikap profesional untuk tidak membela (non-defensive) agar dapat mengembangkan kerja sama dengan orang tua punya kemampuan untuk mengenali masalah-masalah apa saja yang perlu diserahkan pada bantuan/pertolongan profesional mempunyai pengetahuan dasar mengenai seksualitas kemanusiaan mampu mengadakan diskusi-diskusi & kerja kelompok memotivasi anak didiknya untuk berpikir kritis & analitis seputar permasalahn-permasalahan seksual mendorong anak didiknya untuk mempertanyakan kebijaksanaan umum, memeriksa perkiraan-perkiraan dasar & mengidentifikasi prasangka-prasangka, memahami pemikiran anak didik dalam membuat keputusan & mampu mendorong nilai-nilai & kepercayaan mereka, & menilai kualitas dari argumen-argumen & pernyataan-pernyataan

BERBICARA PADA REMAJA MENGENAI SEKSUALITAS

Dalam sebuah survey mengenai kekhawatiran perihal pendidikan seks di sekolah-sekolah (Khoo & Lim, 2001), para guru melaporkan bahwa mereka khawatir para remaja akan menanyakan pertanyaan-pertanyaan pribadi tentang pengalaman-pengalaman pribadi mereka. Para remaja perlu merasa bahwa mereka dapat berkomunikasi secara terbuka, jujur, & bersikap tidak terlalu cepat memberikan penilaian pada orang dewasa yang mereka percayai Mereka tidak mau diceramahi mengenai moralitas & kurang menerima informasi atau saran yang disampaikan secara moralitas Guru yang mendengarkan dengan penuh simpati & mempunyai pemahaman yang jelas mengenai permalasahan-permasalahan remaja dapat mendorong mereka untuk berbagi cerita tentang kekhawatirankekhawatiran mereka

REMAJA TERHADAP INTERNET

Banyaknya interaksi anonim dalam Internet membuat para remaja dapat mengeksplorasi identitas-identitas mereka secara mendalam. Berhubung tidak berdasarkan interaksi fisik, para remaja dapat berekspresi & mengungkapkan dirinya dengan bebas. Remaja dapat menjelajahi bermacam-macam aspek & menggunakan Internet sebagai semacam eksperimen identitas karena mereka menggunakan persona online yang berbeda-beda &, berhubungan dengan orang-orang yang berbeda-beda secara virtual. Keuntungan-keuntungan dari berinteraksi dengan Internet (Young, 1998):
Di dalam amannya dunia cyber (cyberspace), anda dapat berbagi perasaan terdalam anda, memberikan opini terkuat anda, & dengan cepat dapat menjangkau banyak orang, & menjadi lebih terbuka daripada di kehidupan nyata anda... Anda bisa menjadi siapa saja yang anda pilih & melakukan apapun yang anda mau.

PORNOGRAFI & SEKS CYBER (CYBERSEX)

Cybersex Obrolan seksual melalui Internet yang menggambarkan kegiatan-kegiatan seksual yang dilakukan oleh dua orang dengan cara membayangkan melakukan kegiatan-kegiatan seksual & biasanya diakhiri dengan masturbasi. Lebih dari setengah anak-anak remaja yang disurvei mengakui mereka memasuki website-website yang bertema: sado-masochism (aktifitas seksual yang dibumbui dengan perilaku saling menyakiti satu dengan lainnya), bestiality (bersifat kebinatangan), dan tema-tema lainnya. Nikmatnya dunia cyber (cyberspace) menambahkan timbulnya pengaruh online yang dapat membebaskan seseorang.

KETERGANTUNGAN INTERNET

Yang termasuk dalam ketergantungan Internet: online dalam jangka waktu yang lama sampai pada akhirnya mengabaikan tugas sekolah & tanggung jawab lainnya berkurangnya interaksi dengan keluarga & mempersempit lingkaran sosialnya kebutuhan untuk menghabiskan waktu online lebih banyak lagi untuk mencapai tingkat kepuasan ketidakmampuan diri untuk mengontrol waktu online The Parents Advisory Group for the Internet (PAGi): Bertujuan untuk mendidik para orang tua agar mereka mempunyai pendidikan yang cukup untuk membimbing aktifitas-aktifitas Internet anak-anaknya. Upaya kerja sama antara orang tua & guru sangatlah diperlukan

MEMBIMBING REMAJA DALAM MENGGUNAKAN INTERNET

CHAT Chatdanger (www.chatdanger.com/home/index.htm)

SMART website Kidsmart (www.kidsmart.org.uk/smart.html)

of

Childnet

International

Saran-saran untuk guru & orang tua dalam menghadapi anak-anak muda adalah membuat aturan-aturan dalam menggunakan komputer: batas waktu menempatkan komputer di tempat yang mudah diakses di mana kegiatan-kegiatan dalam layar (online screen) dapat dengan mudah dimonitor menggunakan filter (penyaringan)

TANGGUNG JAWAB MORAL & PERILAKU TIDAK ANTI SOSIAL

Pada saat anak-anak sudah dewasa, mereka mengalami perkembangan moral .

Pada anak laki-laki ditandai dengan: penolakannya terhadap norma-norma pemberontakannya pada yang berwenang Pada anak perempuan ditandai dengan: perhatian pada diri sendiri & orang lain
Ada hubungan yang cukup dekat antara perkembangan moral & perilaku tidak anti sosial perilaku yang berkeinginan untuk menolong atau menguntungkan orang lain tanpa memedulikan motivasi-motivasi dari si penolong tersebut. Faktor lainnya yang dapat mempengaruhi perilaku tidak anti sosial di kalangan remaja adalah kepopularitasan di antara teman-teman sebayanya

MEMPROMOSIKAN SIKAP TIDAK ANTI SOSIAL (PROSOSIAL)

Orang tua yang prososial mempunyai pengaruh yang lebih besar. Program-program televisi juga bisa menjadi sumber contoh perilaku prososial. Guru yang ingin memajukan sikap & perilaku yang tidak egois & prososial di sekolahsekolahnya dapat membawa para remaja pada contoh-contoh prososial melalui: program-program televisi website-website yang mengandung cerita kepahlawanan & pengorbanan diri contoh-contoh perilaku prososial guru itu sendiri Guru-guru dapat mengajarkan anak didiknya mengenai pencantuman moral: menghindari pemberian nama & memasukkan siswa-siswa ke dalam kategorikategori atau grup-grup sosial membantu para remaja untuk menolak pemikiran-pemikiran klise/streotype mengenai orang-orang dalam grup yang berbeda-beda melawan grup yang cenderung condong sebelah dengan cara membantu remajaremaja tersebut menerima orang lain sebagai bagian dari sebuah identitas grup yang besar

PELANGGARAN NORMA-NORMA
Emler & Reicher, 1995: Kurangnya pengontrolan sosial

Kurang mempunyai ikatan kuat dengan keluarga & sekolah mereka Mempunyai orang tua yang tidak perhatian ataupun terlalu mengontrol, & dengan seorang ayah yang kehadirannya jarang ada Di sekolah, mereka cenderung tidak diterima oleh lingkungan sosialnya Tidak berprestasi baik di bidang akademis Kelompok (geng) menjadi bagian terpenting bagi para remaja menyediakan remaja dengan sebuah identitas sosial yang didasari dengan penolakan pada norma-norma yang memberikan tekanan pada nilai-nilai seperti kesuksesan dalam bidang akademis.

MENGHINDARI BERKEMBANGNYA TANDA-TANDA KENAKALAN/KEJAHATAN

Orang tua & guru dapat melakukan:

Menghindari perlakuan-perlakuan seperti memberi julukan pada remaja yang berperilaku menyimpang atau menguatkan statusnya yang menyimpang

Dukungan dari keluarga dan teman-teman Menghindari perasaan malu daripada takut akan sebuah hukuman

Orang tua & guru harus ingat walaupun para remaja mempunyai identitas kenakalan yang sulit diubah, identitas tersebut bukanlah sesuatu yang pasti, tapi bisa berubah-ubah.

KETIDAKATURAN PSIKOLOGIS KEREMAJAAN


ketidakaturan

pola makan

penyalahgunaan kecemasan bunuh

bahan-bahan farmasi

& depresi

diri di kalangan remaja

KETIDAKATURAN POLA MAKAN

Tiga tipe ketidakaturan pola makan: Anorexia nervosa keputusan sukarela untuk kehilangan berat badan yang dikarenakan rasa takut pada kegemukan berhentinya masa menstruasi pengalaman & persepsi yang salah mengenai tubuh seseorang (perkiraan yang berlebihan mengenai ukuran tubuh & kegemukan) Bulimia tidak mempunyai bobot tubuh yang terlalu rendah mereka juga mempunyai ketakutan yang sama terhadap kegemukan & persepsi tubuh yang salah (tapi tak terlalu berlebihan) Binge-eating (makan terlalu banyak) sama seperti bulimia perbedaannya ada pada tidak adanya perilaku imbangan untuk membuang sesuatu

PENYEBAB

Pendapat yang beredar memusatkan pada contoh biopsikososial akan bermacam-macamnya faktor yang membuat seseorang terpengaruh untuk menyukainya, membuat seseorang tergesa-gesa, & membuat sesuatu menjadi abadi/tahan lama. Hubungannya dengan dunia industri juga memberikan beberapa bukti akan adanya penyebab-penyebab yang berasal dari lingkungan sekitar.

Seorang anggota keluarga yang mempunyai ketidakaturan pola makan


Diet pada masa-masa remaja Komentar-komentar negatif & ejekan-ejekan pada anak perempuan yang sensitif & yang sedang berjuang untuk menanggulangi konsekuensi fisik, psikologis, & sosial karena mempunyai berat badan yang lebih (overweight).

PENGENALAN
ANOREXIA-NERVOSA Mempunyai berat badan yang sangat rendah Pucat Kulitnya terkadang kering & berwarna agak kekuning-kuningan Tampilan pada leher, bahu, atau tungkai & lengan mungkin tampak adanya rambut-rambut halus seperti lanugo hair Lesu Gelisah Khawatir Terlalu aktif Karakter dari si penderita yaitu biasanya ia menyangkal bahwa ada suatu masalah dengan dirinya Cara mudah untuk mengecek tingkat keparahan hilangnya kekuatan otot penderita anorexia: Minta si penderita menjongkokkan badannya & memintanya berdiri kembali tanpa menggunakan bantuan tangan

BULIMIA & BINGE-EATING

Memuntahkan makanan mungkin bisa dihubungkan dengan tanda-tanda


berikut ini:

pembengkakan muka yang disebabkan oleh pembengkakan kelenjar

parotis atau kelenjar ludah (parotid gland hypertrophy)


pengikisan lapisan email gigi tanda Russel pembengkakan yang tidak terasa pada buku jari yang

berasal dari pergesekan gigi pada saat memuntahkan makanan

memar-memar pada dada atau perut karena menyesuaikan bentuk badan dengan lingkaran toilet

ketidaknormalan pada ion-ion sel tubuh seperti penipisan pottasium,


sodium, dan klorida

BAHAYA & RESIKO DARI KETIDAKATURAN POLA MAKAN

Meliputi fisik, psikologis, & ketidakmampuan untuk bergaul dengan lingkungan Menyebabkan penyakit, kematian, & terganggunya prestasi akademik Ketidakaturan pola makan juga hadir bersamaan dengan gangguan kejiwaan seperti: depresi gangguan pada kecemasan seseorang (terutama social phobia & obsessivecompulsive disorder) gangguan kepribadian gangguan yang bersifat ketergantungan impulse control disorders gangguan di mana penderita mempunyai kepribadian ganda atau lebih Yang terjadi pada penderita bulimia: Dissociative disorder & impulse control problems menyakiti diri sendiri persetubuhan dengan siapa saja pencurian di toko/shoplifting

PENGOBATAN KETIDAKATURAN POLA MAKAN

Pengobatan anorexia nervosa, bulimia, dan binge-eating mempunyai komponen yang penting seperti: penilaian yang baik pembetulan ketidaknormalan fisik pengembalian bobot tubuh menormalkan kembali pola makan yang teratur menghilangkan metode-metode pengurangan berat badan yang tidak tepat pengetahuan mengenai dampak & penyakit dari ketidakaturan pola makan konseling jika perlu memberikan perawatan dengan obat-obatan

ANOREXIA NERVOSA pengembalian bobot tubuh menjadi keperluan penting BULIMIA & BINGE-EATING pola makan yang teratur menghilangkan keinginan untuk makan secara berlebihan keinginan menghilangkan untuk sesuatu yang tidak diinginkan/disukai psikoterapi teori-perilaku: memonitor diri sendiri dengan menggunakan video rekaman membuat pola makan yang teratur mengganti keinginan untuk makan berlebihan dengan perilaku-perilaku atau aktifitas lainnya memusatkan pada pengubahan cara berpikir & menggunakan pendekatan pemecahan masalah memberhentikan perilaku berdiet & mengubah aturan makanan menjadi lebih berfungsi pencegahan terjadinya kembali ketidakaturan pola makan

BAGAIMANA ORANG TUA & GURU DAPAT MEMBANTU

Yang termasuk dalam grup-grup beresiko tinggi: pelari jarak jauh & olahragawan penari-penari balet penari-penari pesenam siswa-siswa perempuan yang bersaing tinggi dalam olahraga Dapat dilakukan kuesioner penyaringan: Dalam beberapa tahun ini sudah berapa kali anda melakukan program diet? Apakah sekarang ini anda merasa perlu berdiet? Apakah anda merasa tidak puas dengan ukuran tubuh yang sekarang ini? Apakah berat tubuh anda mempengaruhi apa yang anda rasakan mengenai diri anda sendiri?

Orang tua & guru dapat juga melihat tanda-tanda yang dapat memberikan petunjuk seperti yang berikut ini: Tidak adanya penjelasan berarti akan turunnya berat badan seorang remaja perempuan yang sepertinya tampak tak peduli, padahal ternyata ia tampak sehat & aktif Meningkatnya penyimpanan rahasia-rahasia & penarikan diri dari orang lain yang berhubungan dengan makan bersama dengan keluarga, teman-teman, & di depan publik Perubahan dalam kebiasaan makan (makan yang terlalu lama, pilih-pilih, membatasi, vegetarian) Frekuensi, durasi, & intensitas latihan aerobik yang meningkat secara tiba-tiba Meningkatnya penggunaan toilet (terlebih pada saat & setelah makan) dengan terciumnya bau atau terlihat seperti habis muntah

PENYALAHGUNAAN BAHAN-BAHAN KIMIA

Remaja yang menyalahgunakan bahan-bahan kimia mempunyai bahaya yang dapat menimbulkan:

kemajuan menjadi budaya untuk menyalahgunakan bahan-bahan kimia atau ketergantungan

perilaku-perilaku gaya hidup (lifestyle) merugikan lainnya seperti bersetubuh dengan siapa saja

adanya kerugian-kerugian kesehatan seperti infeksi HIV

PENYALAHGUNAAN VS KETERGANTUNGAN
Penyalahgunaan obat-obatan (WHO) penggunaan secara tetap atau terjadi secara tidak reguler yang terlalu berlebihan dengan atau yang tidak berhubungan dengan praktek medis yang tepat.

Ketergantungan obat-obatan

mempunyai gagasan pada ketagihan

secara tidak langsung menyatakan adanya ketergantungan psikologis


dan/atau fisik pada bahan-bahan kimia

NIKOTIN

Penyalahgunaan bahan-bahan kimia paling umum yang sering terjadi di kalangan para remaja Mempunyai jangka hidup yang pendek Mengakibatkan sifat ketagihan yang tinggi

Alasan paling umum untuk mulai merokok: rasa penasaran relaksasi tekanan dari teman-teman

ALKOHOL

Penyalahgunaan bahan-bahan kimia kedua yang sering terjadi di kalangan para remaja Para ahli kesehatan mengukur penggunannya ke dalam bentuk satuansatuan, satu unit sama dengan: - setengah liter bir - satu gelas anggur - takaran (25 ml) dari minuman keras Pedoman umum menganjurkan untuk tidak mengkonsumsi alkohol: - lebih dari 21 unit dalam satu minggu (pria) - lebih dari 14 unit (wanita)

Resiko umum dari penggunaan alkohol yang berlebihan: rusaknya organ hati kerusakan pada syaraf, jantung, & sistem pencernaan Perilaku remaja dengan penyalahgunaan alkohol: Mabuk (tidak dapat berdiri tegak, bicara yang tidak jelas, sikap yang malumalu atau segan, & pernyataan pendapat yang merusak atau mengganggu)

BAHAN CAIRAN ATAU PELARUT


MENGHIRUPI LEM Penghirup lem melakukannya lebih dikarenakan rasa penasaran daripada ketergantungan

Efek yang didapat serupa dengan apabila sedang dalam keadaan mabuk akan alkohol Penghirupan yang berulang-ulang dapat menyebabkan kehilangan kesadaran atau bahkan kematian karena adanya perubahan ritme jantung.

PERANCANG OBAT-OBATAN
EKSTASI

Orang-orang muda mencari efek akan rasa senang & halusinasi yang disediakan oleh bahan-bahan tersebut

Konsekuensi-konsekuensi dari penggunaan ekstasi:

ketidaknormalan ritme jantung


suhu badan berada jauh di bawah suhu normal rusaknya organ hati rusaknya organ lambung kematian (walaupun jarang)

STIMULASI-STIMULASI
AMPHETAMINE

Sering dihubungkan dengan kokain & rangsangan

Peninggi yang kuat yang dapat menghasilkan tingginya suasana hati, naiknya tingkat tenaga, perasaan yang penting, & percaya diri.

Efek dari stimulasi dapat menyebabkan penyakit seperti psyhotic

schizophrenia (penyakit jiwa yang suka mengasingkan diri).

HALLUCINOGENS
LCD (LYSERGIC ACID DIETYLAMIDE) Menghasilkan pengalaman-pengalaman pancaindera yang kuat & aneh, seperti gambar-gambar yang semakin nyata, perubahanperubahan bentuk, gerakan & bahkan perubahan suasana hati.

Ciri dari pemakai hallucinogens suasana hatinya besar & kuat Pengalamannya terkadang bisa juga menakutkan (perjalanan yang buruk)

Kecelakaan dapat saja terjadi apabila sedang berada dalam keadaan mabuk

PENYALAHGUNAAN OBAT MEDIS LAINNYA


KETAMINE

Obat yang banyak digunakan untuk menenangkan anak-anak dan binatang

Masalah-masalah yang mengiringi penggunaan obat ini didapat dari


kecelakaan-kecelakaan yang disebabkan oleh keadaan mabuk

APA SAJA YANG DAPAT DILAKUKAN ORANG TUA

Mempromosikan pesan bahwa bahan-bahan kimiawi seperti itu tidak hanya berbahaya, tapi juga tidak keren atau modern. Bersikap sebagai panutan hidup yang baik & menahan diri dari merokok. Gunakan bintang olahraga sekolah sebagai promotor untuk mempromosikan budaya sekolah bebas obat-obatan.

Mengidentifikasi dan menyediakan tempat dukungan & konseling

SOCIAL ANXIETY DISORDER (SOCIAL PHOBIA)


FOBIA (PENYAKIT KETAKUTAN) rasa takut seseorang yang kuat & berlebihan pada benda atau situasi tertentu, di mana kebanyakan orang menganggap hal itu tidaklah mengganggu. SOCIAL ANXIETY DISORDER (SOCIAL PHOBIA) Perasaan peka yang kuat terhadap perasaan bahwa dirinya sedang diamati dengan seksama oleh orang lain & perasaan dihina atau dipermalukan. Menghindari keramaian & takut pada situasi-situasi yang melibatkan tampil di hadapan orang lain. Situasi-situasi yang dapat membangun rasa takut yang kuat bagi penderita social anxiety disorder: makan atau minum di depan orang lain (contohnya di restoran) diperhatikan atau dilihatin berbicara dengan pihak berwenang atau sosok pengawas berbicara atau tampil di hadapan penonton menggunakan toilet umum

PANIC DISORDER

Peristiwa-peristiwa ketakutan yang datang secara tiba-tiba & diiringi dengan perasaan-perasaan fisik yang mengerikan.

Perasaan-perasaan yang umum terjadi meliputi: jantung yang berdetak dengan cepat pusing tidak dapat bernafas perasaan geli pada tangan & kaki perasaan-perasaan yang tidak menurut pada kenyataan
Pengobatannya pengobatan perilaku-intelektual (mendorong pasien untuk berpikir & berperilaku positif agar mereka merasa lebih baik) obat (obat anti gelisah dan anti depresi)

GENERALIZED ANXIETY DISORDER (GAD)

Tidak henti-hentinya merasa khawatir, walaupun ia tahu bahwa kekhawatirannya itu berlebihan atau hanya dikarenakan hal-hal sepele. Mereka biasanya merasa tegang, gugup, suasana hatinya mudah berubah, & mudah marah karena disebabkan oleh kekhawatiran mereka yang tak berhenti. Kekhawatiran mereka yang berlebihan juga cenderung dapat mengganggu orang lain (terutama anggota keluarganya). Penderita terus-terusan merasa khawatir bahwa hal-hal buruk akan menimpa dirinya, walaupun mereka tahu hal-hal tersebut tak mungkin terjadi. Pengobatan yang efektif: obat-obatan anti cemas terapi perilaku-sikap teknik relaksasi biofeedback (persentasi visual dari pola gelombang otak pada suatu subjek yang diinstruksikan untuk mencoba menghasilkan aktivitas gelombang otak untuk mencapai status relaksasi).

OBSSESIVE-COMPULSIVE DISORDER

Penyakit kecemasan yang paling umum yang cenderung dimulai pada akhir Sekolah Dasar (SD) & awal Sekolah Menengah Pertama (SMP). Obsesi adalah pikiran-pikiran yang aneh & tidak baik & rasa takut yang terus berdatangan, membuat penderita merasa tidak nyaman sampai pada akhirnya ia menetralkan pikiran-pikiran tersebut dengan tindakan (paksaan) atau dengan pikiran atau gambaran lain (perlawanan). Pikirannya terlalu tinggi menaksir resiko-resiko akan hal-hal buruk yang akan terjadi. Perilaku aneh penderita OCD: mencuci tangan berulang kali menghabiskan waktu yang cukup lama di dalam kamar mandi memeriksa dan mengatur barang-barang keraguan memeriksa & seksual menghina atau berpikiran jahat

POST-TRAUMATIC STRESS DISORDER

Berhubungan dengan suatu kondisi yang mungkin terjadi dari kejadian yang menakutkan atau yang menggoncangkan jiwa (seperti kecelakaan, pemerkosaan, atau bencana alam). Mempunyai kilas balik yang menakutkan. Menghindari tempat atau situasi yang mengingatkan pada trauma tersebut. Pengobatannya meliputi: kerja kelompok diekspos pada masa-masa traumanya konseling perawatan dengan menggunakan obat-obatan

DEPRESI

Penyakit yang secara psikologis menekan perasaan seseorang. Depresi dicirikan dengan suasana hati yang tak bersemangat dan/atau kehilangan minat sehari-harinya. Penderita bisa kehilangan kontak dengan kenyataan dan mendengar suara-suara (halusinasi) & mempunyai kepercayaan salah (khayalankhayalan). Depresi merupakan penyakit mental yang paling lazim dihubungkan dengan bunuh diri.

Penderita dipenuhi dengan pikiran-pikiran negatif yang tidak wajar seperti : tidak berharganya seseorang perasaan bersalah yang tidak tepat keputusasaan ketidakberdayaan kematian & bunuh diri

Pengobatan yang paling umum: obat-obatan (anti depresi) electro-convulsive therapy (ECT) konseling (konseling pernikahan & konseling keluarga) terapi intelektual-perilaku terapi hubungan antar perseorangan

MEMBANTU & MENGETAHUI REMAJA YANG CEMAS & DEPRESI

Tergantung dari pengenalan perubahan-perubahan & ketidaknormalan.

Perubahan-perubahan meliputi: keprihatinan pemikiran normal para remaja (intelektual) perasaan-perasaan perilaku tanda-tanda pada tubuh
Upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk menolong remaja yang cemas & depresi meliputi merubah pemikiran, perilaku, emosi, & gejala jasmani kembali normal lagi.

BUNUH DIRI DI KALANGAN REMAJA DAN PERCOBAAN BUNUH DIRI

BUNUH DIRI (WHO) tindakan dengan akibat yang fatal yang dilakukan secara sengaja & dilakukan oleh orang itu sendiri, dalam pengetahuan atau harapannya terhadap hasilnya yang fatal tadi. Bunuh diri di kalangan remaja biasanya merupakan tindakan yang dilakukan karena desakan hati. Penyebabnya biasanya terjadi karena adanya: konflik atau argumen dengan orang tua atau anggota keluarga kesulitan dalam hubungan dengan teman-teman masalah dalam hubungan pria-wanita masalah-masalah sekolah penyakit yang berhubungan dengan kejiwaan

MENYAYAT & MEMOTONG DIRI SENDIRI

Menyayat & memotong diri sendiri, bersamaan juga dengan over dosis, adalah cara yang paling umum untuk menyakiti diri sendiri secara sengaja. Over dosis dalam percobaan bunuh diri: dilakukan karena desakan hati tidak berkeinginan penuh untuk mati hanya ingin mendapatkan kelegaan sementara atau pengalihan dari keadaan tertekan, walaupun orang tersebut akan kehilangan atau kekurangan kesadaran

Orang yang menyayat dirinya sendiri: Menggambarkan perasaan lega yang aneh aneh & kepuasan dalam merasakan sakitnya & melihat darah yang keluar banyak.

MENGATASI PARA REMAJA YANG MENCOBA UNTUK BUNUH DIRI

Membuat pernyataan-pernyataan realistis yang penuh dengan harapan & solusi-solusi penanggulangan jangka pendek Pengidentifikasian & pembetulan pikiran-pikiran yang keliru Pikirkan alasan untuk hidup daripada untuk mati Maksimalkan kekuatan & aset pribadi Mempromosikan harapan baik yang realistis Ciptakan & ragukan bahwa bunuh diri akan menjadi solusi baik bagi si penderita atau keluarga atau pengasuh Buat solusi-solusi & strategi-strategi alternatif penanggulangan Arahkan pada masa depan untuk membantu melihat bahwa stress itu bersifat sementara & kesakitan emosi akan berkurang seiring dengan berjalannya waktu

PENCEGAHAN BUNUH DIRI & PERCOBAAN BUNUH DIRI DI KALANGAN REMAJA


Nomor telepon darurat Pengawasan pada metode bunuh diri yang mematikan Melatih & mendidik pemuda-pemudi & bekerja sama dengan mereka untuk mengidentifikasi tanda-tanda dari bunuh diri Kuesioner atau wawancara penyaringan bagi mereka yang beresiko tinggi Konseling & pengawasan Latihan dengan ahli kesehatan untuk mengidentifikasi dengan baik & mengobati ketidakaturan suasana hati pemuda-pemudi Faktor-faktor pencegahan parasuicide: Hubungan orang tua-keluarga Hubungan dengan sekolah (dalam artian membaur, nilai-nilai yang baik) Kestabilan emosi Nomor telepon darurat tempat-tempat konseling

KESIMPULAN

Pada saat remaja bergelut dengan masa remajanya yang menimbulkan rasa sakit untuk menemukan identitas & persona mereka, mereka memerlukan pengertian orang dewasa dengan tangan yang membantu & kuping yang mendengarkan, untuk dapat membantu mereka melewatinya. Di dalamnya terdapat tantangan-tantangan bagi guru-guru yang peduli, pengertian orang lain yang mengerti terhadap kebutuhan-kebutuhan & permasalahan mereka, mendengarkan kesengsaraan mereka, &menuntun mereka melewati fase pertumbuhan & perkembangan mereka yang menggairahkan.