Anda di halaman 1dari 19

DEFINISI

Hipertiroidisme adalah kadar TH yang bersirkulasi berlebihan. Gangguan ini dapat terjadi akibat disfungsi kelenjar tiroid, hipofisis, atau hipotalamus. (Elizabeth J. Corwin: 296)
Tirotoksikosis : suatu keadaan toksis pada jaringan akibat peningkatan hormon tiroid yang berlebihan. Toksikosis ada 2: Toksikosis yang berhubungan dengan hipertiroid Toksiosis yang tidak berhubungan dengan hipertiroid

ETIOLOGI
Penyakit Grave

pada penyakit graves kelenjar tiroid membesar secara difus akibat adanya hipertropi dan hiperplasia difus sel epitel folikel tiroid. Kelenjar biasanya lunak dan licin, kapsulnya utuh. Toxic multinodular goitre Solitary toxic adenoma Penyebab Lain

Tiroiditis Penyakit troboblastis Ambilan hormone tiroid secara berlebihan Pemakaian yodium yang berlebihan Kanker pituitari Obat-obatan seperti Amiodarone

FAKTOR RESIKO
Terjadi lebih banyak pada wanita dari

pada laki-laki Pada usia lebih dari 50 tahun Post trauma emosional Peningkatan stress

Patofisiologi

Manifestasi Klinis
Apatis Mudah lelah Kelemahan otot Mual Muntah

Gemetaran
Kulit lembab Berat badan turun

Takikardi
Mata melotot, kedipan mata berkurang

Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan darah yang mengukur kadar TH (T3 dan

T4), TSH, dan TRH akan memastikan diagnosis keadaan dan lokalisasi masalah di tingkat susunan saraf pusat atau kelenjar tiroid.
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

TSH(Tiroid Stimulating Hormone) Bebas T4 (tiroksin) Bebas T3 (triiodotironin) Diagnosa juga boleh dibuat menggunakan ultrabunyi untuk memastikan pembesaran kelenjar tiroid Tiroid scan untuk melihat pembesaran kelenjar tiroid Hipertiroidisme dapat disertai penurunan kadar lemak serum Penurunan kepekaan terhadap insulin, yang dapat menyebabkan hiperglikemia

Penatalaksanaan
Obat anti tiroid : Mengurangi jumlah hormon

tiroid Propanolol Merusak jaringan tiroid (jodium radioaktf) : Mengurangi produksi hormon tiroid Pembedahan kelenjar tiroid

OBAT ANTI TIROID


INDIKASI
Mendapatkan atau memperpanjang remisi pada

penderita usia muda Mengontrol tirotoksikosis sebelum atau sesudah jodium radioaktif Persiapan sebelum pembedahan tiroid. Pengobatan pada penderita yang usila dan hamil Pasien dengan kriris tiroid

Penggunaan anti tiroid


Dimulai dosis besar sampai tercapai eutiroid kemudian dosis diturunkan Menghambat sintesis hormon tiroid dan menghambat perbahan T-4 ->

T-3 pada ektratiroidal Pada Graves dapat menurunkan thyroid stimulating antibody Terdiri : Propiltiourasil (PTU) 3 x 100-200 mg (1-2 tablet) Karbamizol 3 x 10-20 mg (1-2 tablet) Metimazol 3 x 10-20 mg (1-2 tablet)

Efek samping :

Ringan : rash, urtikaria, demam, atralgia Berat : agranulositosis, hepatitis, vasculitis, lupus eritematosus Perbaikan terjadi dalam 3 minggu, eutiroid terjadi 6-8 minggu, terapi diteruskan 12-24 bulan. Evaluasi menggunakan T-4. Dilakukan tiap bulan sampai 4 minggu, selanjutnya setiap 34 bulan. Pada ibu hamil : terapi PTU dengan propanolol

Obat Penunjang
Propanolol

1. Menurunkan gejala hipertiroid dan menurunkan kadar T-3 2. Dosis 3-4 x 10-20 mg Yodium (Kalium yodida) 1. untuk persiapan operasi, sesudah Yod radioaktif, krisis tiroid 2. Dosis 100-300 mg/hari

Jodium Radioaktif
Kontra indikasi untuk kehamilan

Indikasi :

1. Usia diatas 35 tahun 2. Kambuh setelah operasi 3. Gagal remisi dengan obat antitiroid 4. Tidak mau OAT 5. Ademnoma toksik dan Struma multinoduler toksik Menggunakan Y-131 5-12 mCi peroral. Mengendalikan tirotoksikosis dalam 3 bulan Efek samping : hipotiroid, tiroiditis, eksaserbasi

Pembedahan
Tergantung keahlian ahli bedah

Indikasi :

1. Muda, struma besar, gagal OAT 2. Hamil trimester 2 dg dosis OAT besar 3. Alergi OAT dan tak mau jod radioaktif 4. Adenoma toksik Struma multinoduler toksik 5. Graves dengan 1-2 nodul Diberikan OAT sampai Eutiroid -> Lugol 10 tetes selama 10 hari -> operasi Efek samping : Hipotiroid, hipoparatiroid, gangguan pita suara (cidera N laringeus rekuren)

Komplikasi
Penyakit jantung

Gagal ginjal kronis


Fraktur Krisis tiroid