Anda di halaman 1dari 41

Indah Widyaningsih.dr.,M.

Kes Patologi Klinik FK UWKS

Peradangan pada hepar / hati Ikterik ( spesifik ) Demam, letih , lemah lesu (non spesifik ) Urin seperti teh

Infeksi -Virus , bakteri, jamur dan parasit Non infeksi - Alkohol hepatitis ( etanol / acetilaldehide ), penyakit Metabolik, zat toksik dan penyakit auto imun

Healthy Liver

Cirrhosis Liver

METABOLISME BIO-SINTESIS KATABOLISME DETOKSIFIKASI EKSKRESI


7 2
7

1. Produksi empedu 2. Penyimpanan glukosa dalam bentuk glikogen 3. faktor pembekuan darah 4. Produksi Asam Amino 5. Pengolahan dan penyimpanan Fe 6. Pembuatan bhn kimia kolesterol 7. Konversi produk limbah tubuh, urea dan amonia 8. Metabolisme obat kedalam bahan aktif/inaktif

LIVER DISEASE TESTS


(Pemeriksaan laboratorium fungsi hati), untuk mendeteksi : Integritas hepatosit Penanda virus hepatitis Penanda tumor otoantibodi
3

TOXIC HEPATITIS

Hepatitis Hepatitis Hepatitis Hepatitis Hepatitis Hepatitis Hepatitis Hepatitis

A virus (HAV), RNA, fekal-oral B virus (HBV), DNA, parenteral C virus (HCV), RNA, parenteral D virus (HDV), RNA, parenteral E virus (HEV), RNA, Enterik G virus (HGV), RNA, transfusi darah TT virus , DNA, transfusi darah SEN-V (Non ABCDE), DNA, transfusi

HAV (HEPATITIS A VIRUS)

Pemeriksaan laboratorium (penanda virus Hepatitis A)


Anti-HAV IgM untuk diagnosis Hepatitis A akut
Anti-HAV IgG menunjukkan pemaparan dengan
HAV yang lampau, tidak infeksius, ada kekebalan Anti- HAV tersebut dapat positif terus sampai tahunan
10
16

UWKS 11

HBV (HEPATITIS B VIRUS)

12
20

Serologic diagnosis of viral hepatitis B


Significance HBsAg HBeAg Anti-HBc
IgG Acute HBV Chronic HBV,

Anti-HBc
IgM

Anti-HBs IgG -

+ +

+ +

+
-

Active replication

Chronic HBV, quiescent Resolved HBV Postvaccine

+
-

+ +
-

+
-

+
13 6

Immune HBV
Quiescent = inactive = quiet

Penanda virus untuk HBV ( virus DNA): HBsAg ( infeksius )

Anti-HBs ( memberi kekebalan )


Anti-HBc ( 30% infeksius karena HBV DNA + )

HBeAg ( infeksius )
Anti-HBe ( infeksius )

14
22

15

HBC (HEPATITIS C VIRUS)

16

Diagnosis Hepatitis C: adanya anti-HCV (metode EIA ) Anti-HCV tidak mempunyai daya proteksi, malah pada hepatitis akut maupun kronis sebagai penanda adanya HCV sebagai penyebab

17
28

Hepatitis C Perjalanan infeksi Hepatitis C akut Virus RNA ini mempunyai 6 genotipe utama. Penularan utama melalui transfusi (90% kasus, sekarang hanya 4% kasus ) Sekarang lebih dari 50% penularan melalui

pengguna suntikan obat/ narkoba

18
29

Koinfeksi dengan virus HCV dijumpai pada sedikitnya 30% pada kelompok dengan infeksi HIV. Pada infeksi HIV perjalanan Hepatitis C kronik lebih cepat progresif menjadi sirosis hati, sedangkan HCV sendiri meningkatkan hepato-toxicity terapi HAART ( highly active antiretroviral ) pada infeksi HIV/AIDS. Pada kehamilan, transaminase serum dapat turun menjadi normal walau viremianya menetap, enzim tsb dapat meningkat lagi setelah kelahiran bayi.
19
30

Karena adanya hasil anti-HCV palsu negatif maupun palsu positif maka diagnosis hepatitis C dapat dikonfirmasi dengan uji RNA HCV ( PCR), pada kasus tertentu cukup dengan uji RIBA. Hasil RIBA positif berarti infeksius. Kasus dengan Anti-HCV positif, RIBA positif tetapi uji RNA HCV serum ( uji PCR ) negatif berarti adanya rekoveri/ penyembuhan infeksi HCV masa lampau
20
31

Tes anti-HCV pada donor darah akan

mengurangi risiko hepatitis pasca transfusi


( darah donor dengan anti-HCV positif

akan ditolak)

21
32

22

Hepatitis E :

Kasus dengan infeksi virus E ini adalah


self-limited ( tidak menjadi carrier ), tetapi pada wanita hamil mempunyai angka kematian tinggi (10-20 % ) dan mempunyai risiko yang meningkat untuk terjadinya dekompensasi hati pada kasus yang pada dasarnya

mempunyai penyakit hati kronis.

23
34

Pencegahan dengan cuci tangan kita


terhadap kontaminasi virus. Jarum suntik disposibel ditangani dengan baik , desinfektan hipoklorit 0,5-

1,0 % atau glutaraldehid 2%.


Skrining darah donor HBsAg, anti HBc dan anti-HCV
24
35

Pencegahan dengan vaksinasi terhadap HAV dan HBV

( belum ada vaksin terhadap HCV ) Imunisasi pasif dengan pemberian imun
globulin baik terhadap hepatitis A

maupun hepatitis B (HBIG)


25
36

Hepatitis
Symptoms of Initial Infection

A Virus

B Virus

C Virus

Some people have no symptoms (especially HCV) Eyes or skin may turn yellow (jaundice) Loss of appetite Nausea, vomiting, fever, stomach or joint pain Fatigue (can last weeks or months) Dark urine & pale bowel movements 85% Chronic Can cause: Liver cell damage Cirrhosis Liver cancer Blood and body fluid contact Needles Mother to baby Sex (minimal) No

Chronic Infection (Infection for life) How is it Spread?

No chronic disease 10% Chronic Can cause: Liver cell damage Cirrhosis Liver cancer Fecal/ oral Blood and body fluid contact Contaminated food and water Sex Oral/Anal sexual Needles contact Mother to baby Human bite Yes Yes

Vaccine

Prognosis Hepatitis A : tidak menyebabkan penyakit hati kronik Hepatitis kronik : aminotransferase > 6 bulan Hepatitis C akut 80% menjadi kronik ( B: 1-2% ) Cirrhosis (C:30%,B:40%, C&B %>, atau dgn HIV %>) Px Cirrhosis: 3-5%/ tahun HCC Tanpa cirrhosis, virus B dgn replikasi virus aktif HCC
26
38