Anda di halaman 1dari 14

KEKUASAAN DAN

WEWENANG
SAMSUL HUDA,.SH.MH

KEKUASAAN :
Konsep Kekuasaan dalam politik perlu dikaji
secara mendalam, karena peranan kekuasaan
dalam setiap proses politik menyangkut :
Hubungan individu dengan individu
Individu dengan kelompok-kelompok sosial
Individu atau kelompok sosial dengan Negara
dan antar Negara-Negara Internasional

Secara etimologis adalah kemampuan untuk


mempengaruhi pihak lain, agar mengikuti
kehendak pemegang kekuasaan, baik dengan
sukarela maupun terpaksa.
Dalam Negara yang menganut sistem Negara
Hukum, kekuasaan sering bersumber dari
wewenang formal (Formal Outhority) yang
memberikan kekuasaan atau wewenang
kepada seseorang dalam suatu bidang tertentu

Sekalipun batasan Ilmu Politik sebagai Ilmu


tentang Kekuasaan telah banyak di kecam.
Namun para sarjana Ilmu politik dari golongan
kontra pendefinisian itu sekalipun, spendapat
tentang satu hal bahwa yang perlu diperhatikan
adalah faktor Kekuasaan.

BEBERAPA DEFINISI :

Laswell dan Kaplan :


Merumuskan kekuasaan sebagai The
Participation in the making of decisions
Lord Russel :
The productions of intended effect
Alfred de Gracia :
The control over disposition of valued
things

KESIMPULAN :
Dari beberapa definisi diatas dapat ditarik kesimpulan
sebagai berikut :
1. Bahwa kekuasaan adalah gejala sosial
2. Gejala yang terdapat dalam pergaulan hidup
3.Kekuasaan adalah gejala antar individu atau
antara individu dengan kelompok atau antara
kelompok dengan kelompok atau antara Negara
dengan Negara

Manuasia adalah pencipta kekuasaan


disamping itu manusia juga menjadi sasaran
kekuasaan
Secara teknis manusia disamping sebagai
subyek kekuasaan juga obyek kekuasaan
karena keduanya direpresentasikan oleh dua
golongan tersebut

Setiap pergaulan sosial apapun tidak dapat


terlepas dari Struktur Kekuasaan/ Power
Structur sebagaimana pernyataan Salekman
bahwa kekuasaan adalah essensialia setiap
jenis masyarakat. Persoalannya tinggal
bagaimana melanjutkan dan menstabilisir
suatu jenis struktur kekuasaan tertentu

DUA CARA MEWUJUDKAN :


1.

DENGAN MENDEPERSONALISASIKAN
Dengan depersonalisasi kekuasaan ( De
personalisation of power ) dimaksudkan pen
taatan pada struktur kekuasaan tertentu
karena mengikuti jejak orang lain.
Depersonalisasi didasarkan pada adanya
hasrat meniru (Hasrat mengimitir ) yang
laten pada diri manusia

Dalam depersonalisasi makin bertambah apabila


semakin banyak orang yang mentaati struktur
kekuasaan itu dan menununjukkan kecenderungan
menurun apabila terdapat per lawanan pada struktur
kekuasaan itu.
2.DENGAN TRANPERSONALISASI KEKUASAAN (
TRANPERSONALISATION OF POWER )
Dimaksudkan usaha-usaha memperkuat struktur
kekuasaan dengan menghubungkan kekuasaan itu
pada suatu ide atau azas dasar tertentu yang men

Transendir pemegang kekuasaan


Misalnya dengan menghubungkan kekuasaan
raja dengan pada suatu azas ketuhanan,
sebagaimana terdapat dalam doktrin hak-hak
raja yang berasal dari Tuhan ( The doctrine of
divine Rights of Kings )

WEWENANG
Adalah kekuasaan untuk :
membuat keputusan,
memerintah dan
Melimpahkan tanggung jawab kepada orang
lain fungsi yang boleh tidak dilaksankan.
Kewenangan atau wewenang dalam literatur
bahasa inggris disebut OUTHORITY atau
COMPETENCE

Sedangkan dalam bahasa Belanda disebut dg


Gezag atau Bevougheid
WEWENANG :
Adalah kemampuan untuk melaksanakan sutu
tindakan hukum publik atau kemampuan ber
tindak yang diberikan oleh Undang-Undang
yang berlaku untuk melakukan hubungan2
hukum.