Anda di halaman 1dari 15

Rizka Nur Windasari (14080694009)

Agil Andrian (14080695067)


Luluk Mufida (14080694075)
Inkha Maylalang S (14080694095)

Model Harga Aset

TEORI PASAR MODAL

Undang-Undang No.
8 Tahun 1995
tentang Pasar Modal
mendefinisikan
pasar modal sebagai
kegiatan yang
bersangkutan
dengan penawaran
umum dan
perdagangan efek,
perusahaan publik
yang berkaitan
dengan efek yang
diterbitkannya, serta
lembaga dan profesi
yang berkaitan
dengan efek.

Teori pasar modal


melibatkan satu
set dari prediksi
yang terkait
dengan
ekuilibrium laba
yang diharapkan
pada aset berisiko.

Teori pasar
modal
dibangun
berdasarkan
teori portofolio
Markowitz.

Model Keseimbangan
Capital Asset Pricing Model
(CAPM)
Model keseimbangan yang menggambarkan

hubungan risiko dan return secara lebih


sederhana, karena hanya menggunakan satu
variabel (variabel ) untuk menggambarkan risiko

Arbitrage Pricing Theory (APT)

Model keseimbangan alternatif yang lebih


kompleks dibanding CAPM, karena menggunakan
banyak variabel pengukur risiko untuk melihat
hubungan risiko dan return

Equilibrium Risk Return Trade Of


CAPM adalah
sebuah model
ekuilibrium yang
mencakup dua
hubungan yang
penting

Garis pasar
modal
menentukan
hubungan
ekuilibrium
antara laba yang
diharapkan dan
resiko bagi

Garis pasar
sekuritas
menentukan
hubungan
ekuilibrium antara
laba yang
diharapkan dan
resiko sistematis.
Hal itu berlaku
bagi sekuritas

Portofolio Pasar
Portofolio pada titik M akan
selalu terdiri dari semua asset
berisiko, sehingga bisa
disimpulkan bahwa pada
CAPM, portofolio pasar adalah
portofolio asset berisiko yang
optimal. Dengan demikian,
risiko portofolio pasar hanya
akan terdiri dari risiko
sistematis saja, yaitu risiko
yang tidak dapat dihilangkan
oleh diversifikasi.

Capital Market Line


CML menggambarkan
hubungan antara return
harapan dengan risiko
total dari portofolio
efisien pada pasar yang
seimbang

Rumus :
= slope CML

Lanjutan

Dengan mengetahui slope CML dan garis intersep () tersebut, maka kita dapat
membentuk persamaan CML tersebut menjadi
E() = +
Dalam hal ini :
E() = tingkat return harapan untuk suatu portofolio yang efisien pada CML
= Tingkat return pada asset yang bebas yang risiko
= Tingkat return portofolio pasar (M)
= Deviasi standar return pada portofolio pasar
= Deviasi standar portofolio efisien yang ditentukan

Security Market Line


SML adalah garis yang
menghubungkan tingkat return
harapan dari suatu sekuritas
dengan risiko sistematis (). SML
digunakan untuk menilai sekuritas
secara individual pada kondisi pasar
yang seimbang, yaitu menilai
tingkat return yang diharapkan dari
suatu sekuritas individual pada
suatu tingkat risiko sistematis
tertentu ().

Pengujian CAPM
Capital asset pricing model mengasumsikan bahwa pasar
saham yang ideal adalah pasar saham yang besar, dan
para investor adalah para price-takers, tidak ada pajak
maupun biaya transaksi, semua aset dapat
diperdagangkan secara umum, dan para investor dapat
meminjam maupun meminjamkan pada jumlah yang
tidak terbatas pada tingkat suku bunga tetap yang tidak
berisiko (fixed risk free rate).

Capital asset pricing model menyatakan bahwa dalam keadaan


ekuilibrium, portofolio pasar adalah tangensial dari rata-rata
varians portofolio, dengan asumsi:
Investor bergantung pada dua faktor dalam
1 pembuatan keputusannya yaitu pengembalian dan
varians
Investor berpikiran rasional, cenderung
2 menghindari risiko dan memilih metode
diversifikasi portofolio
Investor melakukan investasi pada periode yang
3
sama
Investor memiliki pengharapan yang sama
4
terhadap aktiva
Ada investasi bebas risiko dan investor dapat
5 meminjam dan memberikan pinjaman pada
tingkat
suku
bungan
bebas risiko
Pasar
modal
memiliki
persaingan
sempurna dan tidak
6 ada biaya transaksi maupun pungutan lain
(frictionless)

Hasil umum dari pengujian empiris CAPM


adalah sebagai berikut:
Hubungan antara beta dan pengembalian
bersifat linier
Perkiraan persimpangan, b0, jauh berbeda
dari nol, berarti berbeda dari hipotesa nilai ini
Perkiraan koofisien beta, b1, lebih kecil dari
premi risiko.
Beta bukanlah merupakan satu-satunya faktor
yang memperoleh penetapan harga dari
pasar.
Dalam jangka panjang
(biasanya 20 hingga 30
tahun), pengembalian portofolio pasar lebih
besar daripada pengembalian aktiva bebas
risiko.

Arbitrage Pricing Theory (APT)


APT menggambarkan hubungan antara risiko
dan return, tetapi dengan menggunakan
asumsi dan prosedur yang berbeda. Estimasi
return harapan dari sekuritas dengan
menggunakan apt, tidak terlalu dipengaruhi
portofolio pasar seperti hanya dalam capm.

Arbitrage Pricing Theory (APT)


Pendapatan aktual untuk sekuritas i dengan
menggunakan rumus APT adalah sebagai
berikut:
(Ri,t) = i+

i1F1t+ i2F2t+ . + ikFkt+ eit

Keterangan :
a. (Ri,t) merupakan tingkat pendapatan
sekuritas i pada periode t
b. imerupakan konstanta
c. ikmerupakan sensitivitas pendapatan
sekuritas I terhadap faktor k
d. Fktmerupakan faktor k yang
mempengaruhi pendapatan pada periode t

ARBITRAGE PRICING THEORY


(APT)
Pada dasarnya,
CAPM MODEL
merupakan model
APT yang hanya
mempertimbangkan
satu faktor risiko
yaitu risiko sistematis
pasar.

Dalam penerapan
model APT, berbagai
faktor risiko bisa
dimasukkan
sebagaifaktor risiko.

Chen, Roll dan Ross (1986), mengidentifikasi


empat
faktor risiko,
yaitu:
1. Perubahan
tingkat
inflasi.
2. Perubahan produksi industri yang tidak
diantisipasi.
3. Perubahan premirisk-defaultyang tidak
diantisipasi.
4. Perubahan struktur tingkat suku bunga yang
tidak diantisipasi.

PERBEDAAN CAPM DENGAN


APT
1. Dalam CAPM return
sekuritas sangat dipengaruhi
oleh portofolio pasar dan
risiko sistematis (beta).
2. Dalam APT, return sekuritas
dipengaruhi berbagai
macam faktor yang bisa
menjadi sumber risiko (tidak
hanya beta saja).