Anda di halaman 1dari 6

Analisa Jurnal

PENGGUNAAN ANTIEMETIKA PADA PASIEN


KANKER DENGAN TERAPI SITOSTATIKA
OLEH :
MAHASISWA
UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

TUJUAN
Mengetahui gambaran penggunaan antiemetik pada
penderita

kanker

berdasarkan

medical

record,

selanjutnya pola penggunaan antiemetik di rumah


sakit tersebut akan dibandingkan dengan literatur
untuk mengetahui kesesuaian penggunaannya.

METODE PENELITIAN
deskriptif analitik yang bersifat retrospektif dengan

melihat data primer yaitu medical record yang ada


di satu rumah sakit di Yogyakarta. Populasi
penelitian adalah semua medical record pada pasien
kanker yang mendapatkan sitostatika di rumah sakit.
Sampel adalah medical record pasien kanker yang
mendapat sitostatika di rumah sakit di Yogyakarta
pada periode Januari Juni 2003.

HASIL PENELITIAN
sebelum pemberian antiemetika adalah ondansentron
atau metoklorpramid tanpa dikombinasi dengan
deksametason. Sedangkan antiemetik yang diberikan
setelah pemberian sitostatika adalah ondansentron,
metoklorpramid

atau

dengan ondansentron .

kombinasi

metoklorpramid

ANALISIS RUANG MAWAR 3


Jumlah kasus kanker serviks dari tanggal 10 Oktober
17 Oktober 2016 sebanyak 26 kasus

Pasien yang diberikan antiemetik sesuai dengan


literatur belum ada. Rata-rata pasien yang diberikan
antiemetik hanya sebelum sitostatika kombinasi dari
ondancentron 8 mg dan dexametason 5 mg

Hasil dan Kesimpulan


Pasien yang diberikan antiemetika sesuai literatur belum ada. Dimana di

rumah sakit pemberian antiemetik sebelum sitostatika sudah sesuai


literatur dimana pasien diberikan pasien diberikan injeksi ondancentron
8 mg dikombinasikan dengan injeksi dexametason 5 mg, hanya saja
setelah sitostatika belum sesuai dengan literatur dimana pasien tidak
diberikan antiemetik untuk menekan mual muntah akibat efek samping
sitostatika.

Pasien yang mengeluh mual dan muntah setelah pemberian sitostatika

bAaru akan diberikan injeksi ondancentron 8 mg.